Transitivitas dan teori sastra

Top PDF Transitivitas dan teori sastra:

T LING 1302845 Abstract

T LING 1302845 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggambaran karakter tokoh, Lintang dan Mahar, dalam novel Laskar Pelangi (2009) karya Andrea Hirata dan versi bahasa Inggrisnya yang berjudul The Rainbow Troops melalui aspek Transitivitas dan Teori Sastra.

2 Baca lebih lajut

T LING 1302845 Table 0f content

T LING 1302845 Table 0f content

Hendra Husnussalam, 2016 ANALISIS KARAKTERISASI TOKOH DALAM NOVEL LASKAR PELANGI VERSI BAHASA INDONESIA DAN VERSI BAHASA INGGRIS BERDASARKAN TRANSITIVITAS DAN TEORI SASTRA Univer[r]

3 Baca lebih lajut

T LING 1302845 Title

T LING 1302845 Title

Hendra Husnussalam, 2016 ANALISIS KARAKTERISASI TOKOH DALAM NOVEL LASKAR PELANGI VERSI BAHASA INDONESIA DAN VERSI BAHASA INGGRIS BERDASARKAN TRANSITIVITAS DAN TEORI SASTRA Univer[r]

2 Baca lebih lajut

T LING 1302845 Chapter1

T LING 1302845 Chapter1

Untuk lebih memperdalam analisis, penulis juga menggunakan Teori Sastra, khususnya Karakter dan Plot (Forster, 1927; Card, 1988; Abrams, 2009). Teori Karakter digunakan untuk membuktikan sampai sejauh mana hubungan teori tersebut dengan Transitivitas; saling berkaitankah atau sebaliknya. Sementara, Teori Plot digunakan untuk membagi urutan klausa dari Lintang dan Mahar secara kronologis. Baik Transitivitas maupun Teori Sastra sama – sama mengkaji karakterisasi melalui klausa atau kalimat; sehingga, diharapkan kedua teori ini dapat memberikan hasil penelitian yang maksimal.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

TEORI DAN KRITIK SASTRA TEMPATAN

TEORI DAN KRITIK SASTRA TEMPATAN

Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan, M.A. menekan bahwa pada hakikatnya sastra Indonesia dan daerah, genre sastra, estetika sastra, konsep-konsep dalam teori sastra tempatan, teknik analisis sastra dapat dijadikan sarana penggalian teori dan kritik sastra tempatan. Oleh karena itu, Prof. Dr. Henricus Supriyanto, M.Hum. menambahkan bahwa materi riset sastra nasional berupa semua terbitan karya sastra tulis, genre novel, cerpen, puisi, dan naskah seni drama dapat dijadikan sarana penggalian teori dan kritik sastra tempatan. Waktu pada kurun tertentu, misalnya sastra yang terbit tahun 2000—2015 atau dua kurun waktu yang berbeda, misalnya sastra yang terbit tahun 1990—2000 dapat dibandingkan dengan sastra yang terbit tahun 2001—2010; serta materi riset susastra daerah dalam batasan pengertian pengarang putra daerah (misalnya Jawa Timur), pengarang arek Jawa Timur, media pers majalah berbahasa Jawa (Penyebar Semangat dan Jaya Baya) atau novel, kumpulan cerita pendek (crita cekak), puisi dan naskah drama berbahasa daerah. Sumber lain ialah buku novel berbahasa Jawa, puisi-geguritan berbahasa Jawa, dan naskah drama yang terbit dalam bentuk buku. Itu semuanya dapat dijadikan bahan penelitian teori dan kritik sastra tempatan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sejarah Teori Resepsi Sastra .

Sejarah Teori Resepsi Sastra .

Atensi terhadap studi resepsi awalnya muncul sebagai reaksi melawan kecenderungan terhadap penolakan peran pembaca dalam memaknai sebuah karya sastra. Pergeseran minat dari struktur ke arah tanggapan pembaca dapat dilihat di berbagai tempat dan dari latar belakang yang berbeda-beda. Di sini pertama-tama dibahas perkembangan dalam strukturalisme Praha, dengan nama seperti Mukarovsky dan Vodicka. Teori Mukarovsky terhadap karya sastra berpangkal pada aliran formalis sebagai usaha untuk memahami karya sastra sebagai realisasi fungsi puitik bahasa. Maka oleh Mukarovsky dipertahankan pendirian, karya sastra dalam sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari konteks sosio-budaya serta kode-kode atau norma-norma yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Tetapi dalam perkembangan ide Mukarovsky terjadi pergeseran terhadap konsep fungsi tersebut.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Teori Kritik Sastra Akademik .

Teori Kritik Sastra Akademik .

• Pada umumnya, teori sosiologi sastra yang digelarkan oleh Faruk itu telah digelarkan oleh SDD yang banyak dikutipnya. Terutama, ia menggelarkan teori sosiologi sastra Lucien Goldmann yang disebtunya sebagai teori strukturalisme genetik.

43 Baca lebih lajut

KUMPULAN TEORI SASTRA . docx

KUMPULAN TEORI SASTRA . docx

mempelajari fakta-fakta yang berulang, sedangkan sejarah mengkaji fakta-fakta yang silih berganti. Karya sastra pada dasarnya bersifat umum dan sekaligus bersifat khusus, atau lebih tepat lagi : individual dan umum sekaligus. Studi sastra adalah sebuah cabang ilmu pengetahuan yang berkembang terus-menerus. Hubungan sastra dan studi sastra menimbulkan beberapa masalah yang rumit. Jalan keluar yang pernah ditawarkan bermacam macam, sejumlah teoritikus menolak mentah mentah bahwa telaah sastra adlah ilmu, dan menganjurkan penciptaan ulang sebagai gantinya yang dilakukan oleh Walter Pater( penyair inggris abad ke 19) mencoba memindahkan lukisan terkenal Karya Leonardo da Vinci, Mona Lisa, dalam bentuk tulisan. Akhirnya, perlu di ingat bahwa setiap karya sastra pada dasarnya bersifat umum dan sekaligus bersifat khusus. Seperti setiap manusia yang memiliki kesamaan dengan umat manusia pada umumnya, dengan sesama jenisnya, dengan bangsanya, dengan kelasanya, dengan rekan rekan seprofesinya. Setiap karya sastra mempunyai ciri yang khas, tetapi juga mempunyai sifat – sifat yang sama dengan karya seni yang lain. Jadi, kita dapat membuat generalisasi terhadap karya sastra dan drama periode tertentu.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

TEORI SASTRA STRUKTURALIS . docx

TEORI SASTRA STRUKTURALIS . docx

Sebagai salah satu bentuk fenomena , kebenaran ilmu pengetahuan tentu tidaklah bersifat mutlak. Ilmu pengetahuan bukanlah wahyu Tuhan yang kebenarannya tidak dapat ditawar-tawar lagi. Teori sastra adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang kebenarannya tidak bersifat mutlak itu. Oleh karena itu, selalu tersedia ruang kosong dari setiap teori sastra yang dapat diisi oleh siapa pun yang mempelajarinya. Ruang kosong itu terbuka bagi setiap orang untuk mengkritisi teori yang dipelajarinya.

4 Baca lebih lajut

Teori Feminisme dalam Penelitian Sastra

Teori Feminisme dalam Penelitian Sastra

Pendapat Freud ini mendapat protes keras dari kaum feminis, terutama karena Freud mengungkapkan kekurangan alat kelamin perempuan tanpa rasa malu. Teori psikoanalisa Freud sudah banyak yang didramatisasi kalangan feminis. Freud sendiri menganggap kalau pendapatnya masih tentatif dan masih terbuka untuk dikritik. Freud tidak sama sekali menyudutkan kaum perempuan. Teorinya lebih banyak didasarkan pada hasil penelitiannya secara ilmiah. Untuk itu teori Freud ini justeru dapat dijadikan pijakan dalam mengembangkan gerakan feminisme dalam rangka mencapai keadilan gender. Karena itu, penyempurnaan terhadap teori ini sangat diperlukan agar dapat ditarik kesimpulan yang benar.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

TEORI DAN GENRE SASTRA INDONESIA

TEORI DAN GENRE SASTRA INDONESIA

Amanat merupakan unsur cerita yang berhubungan erat dengan tema. Amanat akan berarti apabila ada dalam tema, sedangkan tema akan sempurna apabila di dalamnya ada amanat sebagai pemecah jalan keluar bagi tema tersebut. Sudjiman (dalam Alwi, 1998: 08) manyatakan bahwa amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Amanat terdapat pada sebuah karya sastra secara implisit atau eksplisit. Amanat dinyatakan secara implisit jika jalan keluar atau ajaran moral itu disiratkan dalam tingkah laku menjelang cerita berakhir. Sementara itu, amanat dilukiskan secara eksplisit apabila pengarang pada tengah atau akhir cerita menyampaikan seruan, saran, peringatan, nasihat, anjuran, larangan, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

diktat teori sastra jawa

diktat teori sastra jawa

Di tanah Jawa, banyak sekali pujangga yang terkenal. Semuanya bisa untuk tauladan bagi bangsa di seluruh dunia, terutama bangsa Indonesia, tidak hanya orang Jawa saja. Para pujangga tadi ketika hidupnya banyak menulis karya- karya sastra yang besar sekali manfaatnya. Akan tetapi banyak yang ketika menulis, dalam rangka tidak mau menonjolkan diri, tidak bersedia menyebut namanya dengan jelas. Biasanya nama pujangga yang pengarang disamarkan dengan sandiasma. Contoh tembang yang memuat sandiasma:

53 Baca lebih lajut

AKBM dan Teori Kritik Sastra

AKBM dan Teori Kritik Sastra

Al-Qur’anul Karim Bacaan Mulia karya H.B. Jassin memiliki dua sisi, yaitu sebagai terjemahan Al-Qur’an dan di sisi lain sebagai puitisasi Al-Qur’an. Beberapa tulisan telah mendiskusikan karya HB Jassin tersebut, namun hanya menggunakan teori penerjemahan, sehingga cenderung mengabaikan sisi-sisi puitisnya. Akibatnya, karya ini dianggap keliru karena menyalahi aturan penerjemahan harfiah. Padahal terjemahan HB Jassin bisa dikatakan sebagai karya sastra yang tentu harus dide- kati dengan pendekatan sastra. Tujuan tulisan ini adalah menganalisis bagaimana resepsi estetika H.B. Jassin terhadap ayat-ayat metafora dengan pendekatan kritik sastra. Dengan menggunakan teori kritik sastra dapat disimpulkan bahwa H.B. Jas- sin memberikan makna yang lebih dalam dan indah pada terjemahan ayat-ayat metafora. Pilihan diksinya memberikan kekuatan makna bagi pembaca. Untuk mempelajari dan meneliti terjemahan HB Jassin tidak cukup hanya menggunakan teori penerjemahan semata, tetapi juga teori sastra yang akan membantu meng- ungkap kedalaman makna terjemahan puitis dan alasan-alasan yang diinginkan penulis.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Teori Sastra Struktural Dinamik .docx

Teori Sastra Struktural Dinamik .docx

7 Kualitas narodnost (popularitas) adalah sentral baik estetika maupun politik. Karya sastra itu juga akan memiliki pandangan yang maju membayangkan perkembangan-perkembangan masa depan dalam kualitas masa kini, dan memberikan pengertian ideal kemungkinan- kemungkinan perkembangan social dari sudut pandang golongan pekerja.

11 Baca lebih lajut

TEORI SASTRA MARXIS DAN APLIKASINYA PADA

TEORI SASTRA MARXIS DAN APLIKASINYA PADA

Teori sastra Marxis didasarkan pada gagasan bahwa sastra adalah produk dari kekuatan sosial dan ideologi. Namun, Terry Eagleton menegaskan bahwa "teks sastra bukan 'ekspresi' ideologi, juga bukan ideologi 'ekspresi' kelas sosial. Teks ini lebih tepat dikatakan sebagai produksi ideologi tertentu. Hubungan antara teks dan produksi adalah hubungan kerja. Marxisme adalah suatu bentuk materialisme dialektis yang menyatakan bahwa semua materi realitas sosial secara fundamental memiliki asal dalam bentuk produksi. Sejarah masyarakat adalah sejarah transformasi dialektis dalam hubungan antara tenaga kerja dan produksi. Menurut Marx, ada dua kelas sosial, yaitu kapitalis dan proletariat. Pertentangan dibedakan antara kelas-kelas ini adalah bagian dari sejarah panjang perjuangan sosial. Peradaban Barat Eropa dimulai dengan masyarakat agraris terstruktur sepanjang garis suku, yang akhirnya berkembang menjadi organisasi feodal pada Abad Pertengahan (Castle, 2007:108).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

TEORI DAN APRESIASI SASTRA DALAM KONSTRU

TEORI DAN APRESIASI SASTRA DALAM KONSTRU

Berdasarkan hal itu, materi sajian bahan ajar diklat ini dipilah atas lima kelompok yakni konsep pembelajaran sastra, teori sastra, genre sastra, apresiasi sastra, dan konstruksi bahan ajar sastra. Dengan keempat kelompok bahan itu, diharapkan tujuan atau kompetensi yang hendak dicapai oleh pendidik dalam diklat itu dapat dicapai. Selain itu, bahan ajar ini dapat menjadi landasan bagi guru bahasa Indonesia untuk mengembangkan diri dan mencari sumber-sumber baru sesuai dengan kebutuhan.

10 Baca lebih lajut

Tugas yang baru teori sastra

Tugas yang baru teori sastra

Francis Indo  Bunga Rampai oleh A.F van Dewall  Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe  Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan  Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya  Cerita Sit[r]

20 Baca lebih lajut

Teori Sosiologi Sastra Durkheim .

Teori Sosiologi Sastra Durkheim .

Bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang ini mempengaruhi dirinya saja. Namun dalam teori ini, bunuh diri dipandang bukan sebagai masalah psikologis, tetapi sebagai fenomena sosial yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Ketika kasus bunuh diri dilihat secara terpisah, alasan-alasan yang didapatkan terkesan individual. Namun demikian, ketika dipelajari lebih dalam, setiap kasus bunuh diri memiliki ciri-ciri serupa yang menghubungkan setiap bunuh diri yang sebagian besar berakar dari masalah sosial.

6 Baca lebih lajut

Teori Sosiologi Sastra . docx

Teori Sosiologi Sastra . docx

Pertama, relasi sosiologi dengan sastra dimediasi oleh pengarang. Penulis karya sastra adalah individu yang hidup dalam konteks masyarakat. Oleh karena itu, pikiran dan perasaan yang ditulis dalam karya sastra selalu merepresentasikan pandangan-pandangannya pada masyarakat tempat penulis itu eksis. Pandangan- pandangan penulis umumnya merepresentasikan keadaan sosial masyarakatnya. Hal ini terjadi karena manusia adalah makhluk bermasyarakat yang akan selalu melakukan proses internalisasi dan asimilasi terhadap nilai dan norma dalam masyarakat. Nilai-nilai yang menginternal dalam diri penulis sebagai bentukan dalam kehidupan bermasyarakat itulah yang selanjutnya muncul sebagai pandangan dunia dalam karya sastra.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...