"tugas dan fungsi ditjen perbendaharaan"

Top PDF "tugas dan fungsi ditjen perbendaharaan":

”ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM DAN PROSEDUR PELAYANAN REVISI DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PADA KANTOR WILAYAH DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SUMATERA BARAT”.

”ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM DAN PROSEDUR PELAYANAN REVISI DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN PADA KANTOR WILAYAH DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SUMATERA BARAT”.

Direktorat Jenderal Anggaran yang merupakan embrio paling dominan dari fungsi perbendaraan telah memiliki sejarah panjang Cikal bakal DJA dimulai pada tahun 1945 dengan dibentuknya Pejabatan Keuangan sebagai salah satu unit di bawah Kementrian Keuangan yang bertugas melaksanakan urusan anggaran negara, perbendaharaan, dan kas negara. Selanjutnya Pejabatan Keuangan diubah namanya menjadi Thesauri Negara pada tahun 1948. Perjalanan terus berlanjut dengan dibentuknya Departemen Urusan Anggaran Negara yang memegang tugas perencanaan dan penyusunan anggaran negara, dan Departemen Urusan Pendapatan, Pembiayaan, dan Pengawasan yang mempunyai tugas melaksanakan perbendaharaan dan kas negara di bawah Kompartemen Keuangan pada tahun 1962. Pada kurun ini dibentuk Inspektorat Perbendaharaan Negara dan Kantor Bendahara Negara.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

per 007 pb 2015 pedoman pembinaan pengelolaan keuangan blu

per 007 pb 2015 pedoman pembinaan pengelolaan keuangan blu

Peran dan fungsi pembinaan melekat dan dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan PK BLU di tingkat pusat dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan di tingkat daerah sesuai dengan kewenangannya. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.01/2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan dan Nomor 169/PMK.01/20012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Dalam menjalankan peran dan fungsinya tersebut, Direktorat Pembinaan PK BLU dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebagai subjek/pelaksana pembinaan dapat membentuk tim pembinaan sesuai dengan kebutuhan. Tim pembinaan dimaksud bersifat temporer, didesain dan dibentuk dalam hal dilakukan tugas pembinaan di luar kantor tempat kedudukan subjek pembinaan berada (pembinaan langsung). Sementara itu, untuk pembinaan yang dilaksanakan di kantor tempat kedudukan subjek pembinaan (pembinaan tidak langsung), tugas pembinaan melekat pada tugas pokok dan fungsi masing-masing pegawai sebagaimana tercantum dalam uraian jabatan. Namun, apabila dalam praktiknya diperlukan koordinasi maka subjek pembinaan dapat membangun komunikasi dengan unit kerja terkait dalam kerangka tugas pembinaan.
Baca lebih lanjut

154 Baca lebih lajut

s 03064 pb 2013 pedoman umum penyusunan kfr

s 03064 pb 2013 pedoman umum penyusunan kfr

4. Dalam proses penyusunan Kanwil Ditjen Perbendaharaan dapat membagi tugas penyusunan sesuai dengan Bidang yang menangani tugas dan fungsi yang relevan, dan membentuk Tim yang melibatkan seluruh Bidang terkait pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan.

2 Baca lebih lajut

TUGAS POKOK DAN FUNGSI GURU,KEPALA, WAKIL KEPALA MADRASAH DI LINGKUNGAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI GURU,KEPALA, WAKIL KEPALA MADRASAH DI LINGKUNGAN

10) Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan tertibnya upacara bendera bagi yang tugas piket pada hari Senin/peringatan hari-hari nasional. 11) Melaporkan kejadian yang bersifat khusus kepada guru BP/BK, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan untuk diproses dan diselesaikan bersama-sama dengan wali kelas.

15 Baca lebih lajut

Trust Sebagai Prediktor Positif Bagi Intensi Knowledge Sharing

Trust Sebagai Prediktor Positif Bagi Intensi Knowledge Sharing

perilaku tertentu merupakan determinan awal dari perilaku sebenarnya. Dengan demikian maka asumsinya adalah bahwa perilaku seseorang dapat diprediksi dari intensinya. Berdasarkan teori tindakan beralasan oleh Ajzen (dalam Azwar, 1998) intensi perilaku merupakan fungsi dari dua determinan dasar, yaitu sikap individu terhadap perilaku dan norma-norma subjektif yang menghadapkan individu dalam tekanan sosial untuk melakukan atau untuk tidak melakukan suatu perilaku. Jadi, bukan secara langsung berdasarkan pada keyakinan mengenai objek sikapnya (Ajzen, 2005). Keyakinan-keyakinan itu adalah keyakinan akan konsekuensi perilaku knowledge sharing dan keyakinan normatif tentang perilaku knowledge sharing. Selanjutnya hal itu menghasilkan intensi terhadap perilaku knowledge sharing. Jadi dapat disimpulkan bahwa jika dalam diri subjek telah terbentuk keinginan untuk melakukan knowledge sharing akibat hal-hal yang telah disebutkan maka akan terbawa dalam perilaku kerjanya. Hal ini akan memberikan pengaruh terhadap perusahaan tempat ia bekerja maupun terhadap dirinya sendiri. Secara sederhana, teori perilaku terencana oleh Ajzen ini (dalam Azwar, 1998) menyatakan bahwa seseorang akan melakukan suatu perbuatan apabila ia memandang perbuatan itu positif dan bila ia percaya bahwa orang lain ingin agar ia melakukannya (Azwar, 1998).
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Slide LLAT 2017 Satker Bitung

Slide LLAT 2017 Satker Bitung

1. Upload data SAIBA ke Aplikasi e-rekon-LK 17 Jan 2018 2. Penyelesaian Rekon UAKPA dan UAKBUM Daerah 19 Jan 2018 3. Penyampaian LK Tk. UAKBUN Daerah ke Kanwil 25 Jan 2018 4. Closing Period SPAN Periode Des 2017 dalam rangka penyusunan LK Unaudited . 19 Jan 2018 5. Penyampaian LK Tk. Satker ke UAPPA-W/UAPPA- E1 dan KPPN 22 Jan 2018 6. Penyampaian LK Tk. UAKKBUN-Kanwil ke Dit. PKN 13 Feb 2018 7. Penyampaian LK Tk. UAPPA-W ke UAPPA-E1 5 Feb 2018 8. Penyampaian LK Tk. UAPPA-E1 ke UAPA 15 Feb 2018 ** Dirjen Perbendaharaan dapat menetapkan jadwal pelaksanaan rekonsiliasi, closing period data, dan penyampaian Laporan Keuangan selain yang ditetapkan dalam Peraturan ini.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Permendiknas No. 66 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja LPMP

Permendiknas No. 66 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja LPMP

(1) Seksi Pemetaan Mutu Pendidikan mempunyai tugas melakukan pemetaan, penyusunan program dan evaluasi penjaminan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah pada jalur pendidikan formal di wilayah kerjanya, serta pengelolaan dan pengembangan sistem informasi dan kerja sama di bidang pemetaan mutu pendidikan.

10 Baca lebih lajut

FUNGSI DAN TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR

FUNGSI DAN TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR

Disamping ijazah dan pengalaman kerja, ada syarat lain yang tidak kurang pentingnya, yaitu persyaratan kepribadian dan kecakapan yang dimilikinya. Seorang kepala sekolah hendaknya memiliki kepribadian yang baik sesuai dengan kepemimpinan yang akan dipegangnya. Ia hendaknya memiliki sifat-sifat jujur, adil dan dapat dipercaya, suka menolong dan membantu guru dalam menjalankan tugas dan mengatasi kesulitan-kesulitan, bersifat supel dan ramah mempunyai sifat tegas dan konsekuen yang tidak kaku. Seorang kepala sekolah harus berjiwa nasional dan memiliki falsafah hidup yang sesuai dengan falsafah dan dasar negara kita. Jika kita simpulkan apa yang telah diuraikan di atas, maka syarat seorang kepala sekolah adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

FUNGSI DAN TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH

FUNGSI DAN TANGGUNGJAWAB KEPALA SEKOLAH

Sebagaimana yang diungkapkan oleh C. Turney dan kawan-kawannya bahwa pada sekolah yang efektif itu harus memiliki kepemimpinan instruksional yang kuat, mempunyai fokus yang jelas terhadap lulusan, memiliki harapan yang tinggi terhadap siswa, memiliki lingkungan yang aman dan teratur, dan melakukan monitoring terhadap seluruh kegiatan yang telah tercapai. Di samping itu, setiap kepala sekolah juga harus menguasai seluruh aspek-aspek manajerial dan mampu mengembangkan kemampuan manajerialnya secara baik. Oleh karena itu, maju mundurnya kegiatan inti organisasi sekolah sangat ditentukan oleh tugas dan peran Kepala sekolah dalam mengelola sekolahnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

TUPOKSI Perangkat Sekolah

TUPOKSI Perangkat Sekolah

Untuk menjamin lancarnya roda organisasi diperlukan rambu-rambu yang dapat menuntun pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga tugas-tugas yang diberikan dapat terlaksana dengan baik. Sebagai contoh adanya rambu-rambu lalu lintas di jalan yang memberikan kepada kita tentang petunjuk jalan arah mana yang kita tuju, dimana kita dapat memarkirkan kendaraan, bilamana kita boleh melewati jalan pada waktu tertentu, dan sebagainya bertujuan hanya satu memberikan keamanan dan kenyamanan berlalu lintas.

17 Baca lebih lajut

TUGAS POKOK DAN FUNGSIKEPALA MADRASAH

TUGAS POKOK DAN FUNGSIKEPALA MADRASAH

 Ada struktur organisasi laboratorium, OSIS, pramuka, olah raga; serta uraian tugas yang jelas dari mereka masing-masing sesuai dengan kemampuannya.  Adanya arsip susunan kepanitiaan ulangan umum, rekoleksi, retret, perayaan paskah, perayaan natal, Bulan Kitab Suci, APP masa Prapaskah, 17 Agustus, Hardiknas, dan sebagainya. Setiap guru karyawan mendapat giliran.

8 Baca lebih lajut

Tugas Pokok dan Fungsi SPI mpdf

Tugas Pokok dan Fungsi SPI mpdf

Satuan Pengawas Internal (SPI) adalah perangkat BLUD yang bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian internal dalam rangka membantu pimpinan BLUD untuk meningkatkan kinerja pelayanan, keuangan dan pengaruh lingkungan sosial sekitarnya (socialresponsibility) dalam menyelenggarakan bisnis sehat (Permendagri 61/2007 pasal1 ayat22). Fungsi pengendalian internal BLUD sebagaimana dimaksud pada ayat (1), membantu manajemen BLUD dalam hal: a.Pengamanan harta kekayaan.

1 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI SISTEM PERBENDAHARAAN DAN ANGGARAN NEGARA (SPAN) DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BENDAHARA UMUM NEGARA (LKBUN) DAERAH (STUDI KASUS PADA KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TIMUR) Repository - UNAIR REPOSITORY

IMPLEMENTASI SISTEM PERBENDAHARAAN DAN ANGGARAN NEGARA (SPAN) DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BENDAHARA UMUM NEGARA (LKBUN) DAERAH (STUDI KASUS PADA KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI JAWA TIMUR) Repository - UNAIR REPOSITORY

Sebagai kelanjutan dari proses reformasi pengelolaan keuangan publik, dilaksanakanlah reformasi penganggaran dan pengelolaan perbendaharaan negara (budget and treasury modernisation). Reformasi ini diwujudkan dengan langkah konkret berupa perancangan sebuah sistem aplikasi terintegrasi, yaitu SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) yang dilaksanakan oleh Bendahara Umum Negara (BUN). Implementasi SPAN yang dimulai dengan tahap piloting SPAN di awal tahun 2014 sampai masa roll out di tahun 2015, dapat dilaksanakan dengan baik dan berbagai usaha perbaikan terus dilakukan. Penelitian ini menggunakan teori George C Edward III yang mengemukakan implementasi kebijakan publik. Menurut Edward bahwa keberhasilan implementasi kebijakan publik dipengaruhi oleh 4 aspek yaitu komunikasi, sumber daya, sikap dan birokrasi. Penelitian ini merupakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Jumlah informan sebanyak 6 orang sebagai user yang memiliki akses langsung ke aplikasi SPAN. Metode pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi untuk mendukung analisa dan observasi untuk mengetahui secara langsung keadaan yang sebenarnya.. Hasil penelitian menunjukkan implementasi SPAN dalam penyusunan LKBUN Daerah pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur ditinjau dari 4 aspek tersebut masih memerlukan perbaikan dan pengembangan tidak hanya pada satu aspek saja namun keempat aspek tersebut masih memerlukan perbaikan dan pengembangan agar permasalahan implementasi SPAN tidak menjadi kendala tetapi merupakan dasar perbaikan dan pengembangan aplikasi yang lebih baik untuk menghasilkan LKBUN yang andal dan akurat.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

kep 180 pb 2010 sop kppn

kep 180 pb 2010 sop kppn

.4. Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-37/PB/2005 tentang Tata Cara Pengembalian Imbalan Jasa Pebendaharaan kepada PT Pos Indonesia (Persero), Pengembalian Penerimaaan Perhitungan Pihak Ketiga (PFK) kepada Perum Bulog, dan Pengembalian atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagian C;

196 Baca lebih lajut

BAB II BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (BPKD) KOTA MEDAN A. Sejarah Ringkas - Sistem Akuntansi Belanja Modal pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan

BAB II BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH (BPKD) KOTA MEDAN A. Sejarah Ringkas - Sistem Akuntansi Belanja Modal pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan

Terkait dengan salah satu tujuan organisasi Pemerintah Kota Medan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan pemerataan pelayanan umum Pemerintah Kota Medan kepada masyarakat, maka disadari bahwa pada prakteknya, tujuan itu hanya dapat tercapai oleh sumber daya aparatur Pemerintah Kota Medan yang secara langsung berinteraksi dengan sistem teknologi yang harus diketahui oleh aparatur dan menyadari tugas pelayanan yang harus dilakukannya. Oleh karenanya, motivasi, disiplin, dan kualitas sumber daya aparatur sangat dibutuhkan guna mendukung penerapan penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah yang good governance.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

uraian tugas fungsi dan tata kerja kecamatan1

uraian tugas fungsi dan tata kerja kecamatan1

5. Seksi Kesejahteraan Masyarakat mempunyai tugas menyelenggarakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan dan melaksanakan pengoordinasian, pembinaan, dan pengembangan kesejahteraan masyarakat. Seksi Kesejahteraan Masyarakat dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi:

4 Baca lebih lajut

kep 077 pb 2011 renstra ditjen perbendaharaan 2010 2014

kep 077 pb 2011 renstra ditjen perbendaharaan 2010 2014

Ditjen Perbendaharaan telah menyusun Laporan Keuangan Bagian Anggaran Penerusan Pinjaman (BA.999.04) sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan Keuangan Negara demi terciptanya sebuah transparansi serta akuntabilitas Keuangan Negara yang berdasarkan pada sistem akuntansi pemerintah sejak tahun 2009. Dari sisi penyajian laporan, Dit. APK bekerja sama dengan Dit. SMI telah menyusun sistem akuntansi dan pelaporan penerusan pinjaman yang dikuatkan dengan adanya PMK Nomor 28/PMK.05/2010 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Penerusan Pinjaman (SAPPP).
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK REKLAME TAHUN 2007 HINGGA 2009 TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SURAKARTA

EFEKTIVITAS PENERIMAAN PAJAK REKLAME TAHUN 2007 HINGGA 2009 TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SURAKARTA

Seksi Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan dibidang perbendaharaan II meliputi: pengelolaan Perbendaharaan Dinas Kesehatan beserta 20 UPTD, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pekerjaan Umum beserta 1 UPTD, Dinas Pengelolaan Pasar, Dinas Pertanian beserta 3 UPTD, Dinas Komunikasi dan Informatika, Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Dearah, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah, Kantor Ketahanan Pangan, Rumah Sakit Umum Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan (5) dan Kelurahan (51).
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...