Tukang Gigi

Top PDF Tukang Gigi:

Perlindungan Konsumen Terhadap Jasa Pelayanan Tukang Gigi Ditinjau Dari Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen

Perlindungan Konsumen Terhadap Jasa Pelayanan Tukang Gigi Ditinjau Dari Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen

Tukang Gigi adalah mereka yang melakukan pekerjaan dibidang penyembuhan dan pemulihan kesehatan gigi dan tidak mempunyai pendidikan berdasarkan ilmu pengetahuan kedokteran gigi dan telah memiliki izin dari menteri kesehatan untuk melakukan pekerjaannya. Dalam melakukan pekerjaannya tukang gigi memiki wewenang untuk membuat gigi tiruan lepasan dari arkilik sebagian atau penuh dan membuat gigi tiruan lepasan. Namun, dalam kenyataannya masih banyak tukang gigi yang melanggar dengan melakukan tindakan-tindakan diluar kewenangannya seperti pencabutan,penambalan gigi dan pemasangan kawat gigi, padahal masih banyak masyarakat yang tidak mengerti dampak negatif yang ditimbulkan dari perawatan yang tidak sesuai dengan prosedur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan memahami hubungan hukum hukum antara tukang gigi dan konsumennya, apa akibat hukum yang timbul dari hubungan hukum itu dan bagaimana tanggung jawab dari tukang gigi jika konsumen merasa dirugikan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, dengan tipe penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier, serta pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan. Pengolahan data dilakukan dengan cara pemeriksaan, rekonstruksi dan sistematisasi data.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TUKANG GIGI DALAM MALPRAKTEK YANG MERUGIKAN KESEHATAN PASIEN DI KOTA DENPASAR.

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TUKANG GIGI DALAM MALPRAKTEK YANG MERUGIKAN KESEHATAN PASIEN DI KOTA DENPASAR.

Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pelaksanaan praktik tukang gigi di wilayah kota denpasar masih banyak yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Pemeritah sudah melakukan pembinaan dan pengawasan namun, masih banyak hambatan yang ditemui. Mengenai pertanggungjawaban pidana tukang gigi dalam malpraktek di Kota Denpasar belum ada, namun dapat dikaji dalam peraturan perundang-undangan Indonesia yang berkaitan dengan malpraktek yang dilakukan oleh tukang gigi.

12 Baca lebih lajut

Analisis pemakaian jasa pemasangan gigi tiruan sebagian lepasan akrilik pada dokter gigi dan tukang gigi di desa Peuniti Banda Aceh

Analisis pemakaian jasa pemasangan gigi tiruan sebagian lepasan akrilik pada dokter gigi dan tukang gigi di desa Peuniti Banda Aceh

Tukang gigi berbeda dengan dokter gigi, tukang gigi umumnya hanya mempelajari gigi seperti membuat gigi tiruan tanpa mempertimbangkan hal seperti membuat gigi tiruan yang seharusnya diindikasikan lepasan menjadi cekat yang dipasang pada sisa akar gigi yang asli. Tindakan ini dapat menyebabkan penumpukan plak sehingga dapat terjadi iritasi pada jaringan lunak, halitosis, inflamasi pada gingiva. Dokter gigi mempelajari semua tentang gigi dan mulut termasuk jaringan penyangga gigi sehingga dalam pembuatan gigi tiruan, dokter gigi memperhatikan kesehatan jaringan sekitar gigi tiruan tersebut. 6
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Tingkat Kepuasan Pasien dalam Pemakaian Protesa Gigi Tiruan Lepasan yang Dibuat Tukang Gigi dan Dokter Gigi di Kabupaten Jember

Analisis Perbandingan Tingkat Kepuasan Pasien dalam Pemakaian Protesa Gigi Tiruan Lepasan yang Dibuat Tukang Gigi dan Dokter Gigi di Kabupaten Jember

Jenis penelitian ini adalah Observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dengan mendatangi responden pemakai Protesa gigi tiruan lepasan untuk mengisi informed consent dan selanjutnya dilakukan wawancara dan pengisian kuisioner. Jumlah Subjek 110 responden, setelah itu dilakukan pengambilan data. Popoulasi masyarakat yang memakai Protesa gigi tiruan lepasan dari tukang gigi dan dokter gigi di Kabupaten Jember. Subjek adalah masyarakat yang memakai Protesa gigi tiruan lepasan dari tukang gigi dan dokter gigi. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, selanjutnya dilakukan pengelompokan dan data yang diperoleh, disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, dilanjutkan dengan uji non parametrik Mann-Whitney untuk membandingkan dua kelompok sampel bebas. Bahan dan alat penelitian adalah Informed consent, kuisioner, alat tulis. Waktu dan tempat penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2013 di Kabupaten Jember.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM PEMAKAIAN PROTESA GIGI TIRUAN LEPASAN YANG DIBUAT TUKANG GIGI DAN DOKTER GIGI DI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM PEMAKAIAN PROTESA GIGI TIRUAN LEPASAN YANG DIBUAT TUKANG GIGI DAN DOKTER GIGI DI KABUPATEN JEMBER

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segals rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Perbandingan Tingkat Kepuasan Pasien Dalam Pemakaian Protesa Gigi Tiruan Lepasan Yang Dibuat Tukang Gigi Dan Dokter Gigi Di Kabupaten Jember”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.

19 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Berdasarkan penelusuran dan penelitian di perpustakaan, bahwa tidak ada menemukan skripsi yang berjudul “ Perlindungan Konsumen Terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen” Penulisan skripsi ini dimulai dengan mengumpulkan bahan - bahan yang berkaitan dengan judul skripsi ini baik melalui literatur yang diperoleh dari perpustakaan atau literatur yang diperoleh dari dosen - dosen Fakultas Hukum USU maupun dari media cetak, media elektronik serta disamping itu juga dilakukan penelitian.

14 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Pada prinsipnya hubungan hukum antara pelaku usaha khususnya tukang gigi dengan konsumen adalah hubungan hukum keperdataan. Ini berarti bahwa tiap perilaku yang merugikan konsumen harus diselesaikan secara perdata. Namun pada Pasal 45 ayat 3 Undang - Undang perlindungan Konsumen No. 8 tahun 1999 terdiri dari sanksi administratif, sanksi pidana pokok, dan sanksi pidana tambahan. Sesungguhnya untuk mendapatkan perlakuan hukum bagi konsumen telah diatur secara umum didalam Kitab Undang - Undang Hukum Perdata. Dalam kitab tersebut pada intinya dikatakan bahwa siapa saja yang melakukan perbuatan melawan hukum dan menimbulkan kerugian maka wajib mengganti kerugian. Namun khusus bagi konsumen yang dirugikan belum cukup maka dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) ini, konsumen mendapatkan perlindungan yang komprehensif di dalam tatanan hukum Indonesia.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS JASA TUKANG GIGI DI KOTA PANGKALPINANG SKRIPSI

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS JASA TUKANG GIGI DI KOTA PANGKALPINANG SKRIPSI

Alhamdulillah, segala puji dan syukur siang dan malam dihaturkan kehadirat yang maha kuasa Allah SWT, semoga terlimpahkan rahmat dan hidayahNYA kepada segenap umat RasulNya yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan Skripsi ini, yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung. Skripsi ini berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Atas Jasa Tukang Gigi Di Kota Pangkalpinang.

14 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN PENERIMA PELAYANAN TUKANG GIGI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DI KABUPATEN DEMAK - Unika Repository

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN PENERIMA PELAYANAN TUKANG GIGI DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DI KABUPATEN DEMAK - Unika Repository

Metode dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, dengan spesifikasi deskriptif analitis. Responden sebanyak 4 tukang gigi yang memiliki izin dan 9 tukang gigi yang tidak memiliki izin serta 10 pasien tukang gigi yang memiliki izin dan 10 pasien dari tukang gigi yang tidak memiliki izin. Adapun narasumber dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak dan Kepala Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah.

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa tukang gigi di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

BAB I PENDAHULUAN - Perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa tukang gigi di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Pekerjaan Tukang Gigi telah lama ada di dalam masyarakat, keberadaannya diakui sejak dikeluarkannya peraturan menteri kesehatan (Permenkes) Nomor 339/MENKES/PER/V/1989 tentang Pekerjaan Tukang Gigi. Namun, upaya yang dilakukan pemerintah melalui Permenkes Nomor 339/MENKES/PER/V/1989 nampaknya belum berhasil. Hal ini dapat dilihat dari makin menjamurnya praktik tukang gigi yang menawarkan berbagai macam jasa terkait perawatan gigi. Melihat kondisi seperti ini, akhirnya Kementrian Kesehatan mengeluarkan PERMENKES Nomor 1871/MENKES/PER/IX/2011 tentang Pencabutan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 339/MENKES/PER/V/1989. PERMENKES ini terkait dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Pasal 73, ayat (2) menyebutkan: “Setiap orang
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Kewenangan Tukang Gigi di Kota Bandung Sebagai Pelayan Kesehatan Non Medis Bidang Ortodonti Dikaitkan Dengan Hukum Perlindungan Konsumen.

Kewenangan Tukang Gigi di Kota Bandung Sebagai Pelayan Kesehatan Non Medis Bidang Ortodonti Dikaitkan Dengan Hukum Perlindungan Konsumen.

KEWENANGAN TUKANG GIGI DI KOTA BANDUNG SEBAGAI PELAYAN KESEHATAN NON MEDIS BIDANG ORTODONTI DIKAITKAN DENGAN HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu s[r]

1 Baca lebih lajut

Perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa tukang gigi di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Perlindungan hukum terhadap konsumen atas jasa tukang gigi di Kota Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor ... Tahun ... tentang Pembinaan, Pengawasan, dan Perizinan Pekerjaan Tukang Gigi, dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini menyampaikan keterangan-keterangan sebagai berikut:

18 Baca lebih lajut

permen kesehatan nomor 39 tahun 2014 tentang pembinaan pengawasan dan perizinan pekerjaan tukang gigi

permen kesehatan nomor 39 tahun 2014 tentang pembinaan pengawasan dan perizinan pekerjaan tukang gigi

(1) Menteri, gubernur, bupati/walikota, perangkat daerah dan/atau organisasi Tukang Gigi melakukan pembinaan dan pengawasan pekerjaan Tukang Gigi sesuai dengan kewenangan masing-masing. (2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk

11 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut, Pertama, hubungan transaksi antara tukang gigi dan konsumen merupakan suatu transaksi peralihan penikmatan jasa dan atau barang dari tukang gigi kepada konsumen yang bersifat timbal balik. Hubungan tukang gigi dan konsumen memiliki kesamaan dengan hubungan pelaku usaha dan konsumen dalam hal proses transaksi yang terdiri dari tahap pra transaksi, transaksi dan purna transaksi. Kedua Tanggung jawab hukum yang menetapkan bagaimana proses tersebut harus dilakukan oleh tukang gigi, apabila dilanggar oleh tukang gigi tersebut maka sanksi perdata, pidana dan administrasi dapat diberlakukan untuk melindungi konsumen. Ketiga Penyelesaian sengketa apabila konsumen ingin mendapatkan suatu keadilan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh tukang gigi adalah dengan cara melakukan terlebih dahulu mediasi ( win - win solution ) di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen ( BPSK ). Apabila tetap tidak terjadi kesepakatan maka dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan dimana praktik tukang gigi yang mendiami suatu wilayah hukum tertentu.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

FREKUENSI DENTURE STOMATITIS PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN BUATAN DOKTER GIGI DIBANDING PEMAKAI GIGI TIRUAN BUATAN TUKANG GIGI

FREKUENSI DENTURE STOMATITIS PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN BUATAN DOKTER GIGI DIBANDING PEMAKAI GIGI TIRUAN BUATAN TUKANG GIGI

Hasil observasi menunjukkan total jumlah subjek penelitian yang menderita denture stomatitis adalah 18 orang dimana 6 orang (50 %) adalah pemakai gigi tiruan buatan dokter gigi dan 12 orang (100 %) lainnya adalah pemakai gigi tiruan buatan tukang gigi. Analisis data dengan uji statistik non parametrik Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi 0,005 (p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan frekuensi denture stomatitis pada pemakai gigi tiruan buatan dokter gigi dan tukang gigi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Skripsi ini berjudul “ PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA TUKANG GIGI BERDASARKAN UU NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN”. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih mempunyai kelemahan dan kekurangan baik dari segi penulisan maupun dari segi materi. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis. Penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya konstruktif dari pembaca demi kesempurnaan dan perbaikan skripsi ini di masa mendatang.

8 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB HUKUM PEKERJAAN TUKANG GIGI TERHADAP KONSUMEN PENERIMA JASA TUKANG GIGI DI KOTA SEMARANG - Unika Repository

TANGGUNG JAWAB HUKUM PEKERJAAN TUKANG GIGI TERHADAP KONSUMEN PENERIMA JASA TUKANG GIGI DI KOTA SEMARANG - Unika Repository

Metode dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, dengan spesifikasi deskriptif analitis. Responden sebanyak sembilan (9) tukang gigi yang memiliki izin dan Sembilan (9) tukang gigi yang tidak memiliki izin serta sepuluh (10) orang konsumen tukang gigi yang memiliki izin dan sepuluh (10) konsumen dari tukang gigi yang tidak memiliki izin. Adapun narasumber dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Kepala Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang,
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

64_sop Pelayanan Surat Izin Tukang Gigi

64_sop Pelayanan Surat Izin Tukang Gigi

Kegiatan Pelaksana Mutu Baku Keterangan Pemohon Front Office Back Office Kasubbid Tim Teknis Kabid Kepala Badan Kelengkapan Waktu Output 1 Pemohon mengajukan permohon[r]

3 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Raja Grafindo Persada, 2004 _________Nasution,AZ, Hukum Perlindungan Konsumen Suatu Pengantar, Jakarta : Diadit Medi, 2007 Nasution,AZ, Konsumen dan Hukum : Tinjauan Sosial, Ekonomi [r]

4 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

Perlindungan Hukum terhadap Konsumen Jasa Tukang Gigi Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Studi pada Tempat Usaha Tukang Gigi di Kota Medan)

8 Tahun 1999 atau yang sering disebut dengan UUPK, yakni terdapat pada Pasal 1 butir 2 bahwa “ konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, b[r]

24 Baca lebih lajut

Show all 6169 documents...