Tumor Necrosis Factor

Top PDF Tumor Necrosis Factor:

GAMBARAN KADAR BIOMARKER HUMAN SOLUBLE TUMOR NECROSIS FACTOR RECEPTOR II ( STNF RII) PADA PENDERITA MALARIA

GAMBARAN KADAR BIOMARKER HUMAN SOLUBLE TUMOR NECROSIS FACTOR RECEPTOR II ( STNF RII) PADA PENDERITA MALARIA

Penelitian yang dilakukan bersifat Cross Sectional deskriptif untuk mengetahui gambaran kadar biomarker Human Soluble Tumor Necrosis Factor Receptor II (sTNF RII) pada penderita malaria. Populasi penelitian adalah Pasien yang terdiagnosis malaria di RSUD Noongan, Kabupaten Minahasa. Sampel pada penelitian ini adalah plasma darah dari pasien yang terdiagnosis malaria yang dikumpulkan di Laboratorium RSUD Noongan, Kabupaten Minahasa. Kadar sTNF RII pada sampel diukur Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA).

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Tonsilektomi Terhadap Kadar Interferon-γ dan Tumor Necrosis Factor-α pada Pasien Tonsilitis Kronis.

Pengaruh Tonsilektomi Terhadap Kadar Interferon-γ dan Tumor Necrosis Factor-α pada Pasien Tonsilitis Kronis.

Background: Tonsillectomy is a surgery which done in the field of otorhinolaryngology with the indication of chronic tonsillitis. Many cytokine like interferon (INF)-γ and tumor necrosis factor (TNF)-α were produced by inflamation process of palatine tonsil. In chronic tonsillitis, concentration of these cytokine in serum were increase. Purpose: To explain the effect of tonsillectomy in the cytokine serum level as mediator inflamation. Review: Palatine tonsil which infected is a primary site of cytokines produced by macrophages and neutrophils. The production of these cytokines reported has been increased in children with cronical infection. In recent years, many studies in vivo, have attempted to investigate immunological responses in different tonsillar pathologies, including tonsillar hypertrophy in acute tonsillitis, recurrent tonsillitis and chronic tonsillitis. Conclusion: The tonsillectomy can make these serum levels will be decrease.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hubungan Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) dengan Derajat Destruksi Tulang Akibat Kolesteatoma Pada Penderita Otitis Media Supuratif Kronis Tipe Bahaya.

Hubungan Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) dengan Derajat Destruksi Tulang Akibat Kolesteatoma Pada Penderita Otitis Media Supuratif Kronis Tipe Bahaya.

Salam sejahtera, puji syukur saya sampaikan kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas kasih setia, penyertaan dan karuniaNya saya dapat menyelesaikan tesis ini sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan untuk memperoleh gelar Spesialis dalam bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan. Saya menyadari penulisan tesis ini masih jauh dari sempurna, baik isi maupun pembahasannya. Walaupun demikian, mudah-mudahan tulisan ini dapat menambah perbendaharaan penelitian dengan judul Hubungan Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF- α ) dengan Derajat Destruksi Tulang Akibat Kolesteatoma Pada Penderita Otitis Media Supuratif Kronis Tipe Bahaya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Antara Kadar Tumor Necrosis Factor Alpha serum  Dengan Derajat Keparahan Pada PPOK Stabil

Hubungan Antara Kadar Tumor Necrosis Factor Alpha serum Dengan Derajat Keparahan Pada PPOK Stabil

Tumor Necrosis Factor (TNF)- α adalah sitokin pleotropik yang memiliki efek yang bermacam-macam, seperti growth promotion, growth inhibition, angiogenesis, cytotoxicity, inflammation, dan imunomodulation yang berimplikasi terhadap beberapa kondisi inflamasi. Sitokin ini tidak hanya diproduksi oleh aktivasi makrofag tetapi juga oleh sistim imun yang lainnya meliputi : lymphocytes, natural killer cells, mast cells dan jaringan stromal meliputi : endotelhelial cells, fibroblasts, microglial cells. TNF di sintesis oleh monomeric Type-2 transmembrane protein (tmTNF) berada didalam membran homotrimer dan membelah menjadi matrix metalloprotease TNF- α converting enzyme (TACE) dan untuk soluble circulating trimer (solTNF). Dimana keduanya tmTNF dan solTNF merupakan bentuk biologi yang aktif. Keseimbangan antara tmTNF dan solTNF menberikan signal yang dapat mempengaruhi tipe dari sel, aktivasi dari sel, dan menstimulus produksi dari TNF, aktifitas TACE, dan ekspresi dari endogenous TACE inhibitors merupakan petunjuk efek dari penyimpangan TNF mediated pada kelangsungan hidup sel. 13
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Pengaruh pemberian zink selama 5 hari terhadap kadar tumor necrosis factor alfa dan perbaikan klinis penderita pneumonia.

Pengaruh pemberian zink selama 5 hari terhadap kadar tumor necrosis factor alfa dan perbaikan klinis penderita pneumonia.

Tumor necrosis factor- α adalah sitokin yang berperan dalam proses keradangan dan sepsis. Tumor necrosis factor- α adalah penanda (biomarker) adanya respons endotoksin dan meningkat setelah 90 menit dari rangsangan tersebut. Konsentrasi normal TNF-α dalam serum adalah < 35 pg/ml dan meningkat menjadi >240 pg/ml dalam keadaan sepsis (Hermawan, 2008). Penelitian Bacci (2015) melaporkan level yang tinggi TNF- α dan IL -6 pada saat pasien pneumonia komunitas masuk rumah sakit dapat menjadi prediktor outcome yang buruk (mortalitas).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Nilai Prognostik Tumor Necrosis Factor Alpha Demam Berdarah Dengue pada Anak

Nilai Prognostik Tumor Necrosis Factor Alpha Demam Berdarah Dengue pada Anak

terbentuk antibodi yang akan menetralkan VD dengan serotipe sama (homolog). Infeksi VD berikutnya dengan serotipe yang berbeda akan berikatan dengan antibodi yang sudah ada sebelumnya tapi tidak menetralkan. Virus dengue dan antibodi non netralisasi akan berikatan dengan reseptor Fc pada permukaan monosit/makrofag, kemudian VD masuk ke dalam makrofag sehingga terjadi replikasi virus dan mengaktivasi makrofag yang akan melepaskan sitokin yaitu tumor necrosis factor alpha (TNF- ), interleukin-1 (IL-1) dan interleukin-12 (IL-12). Tumor necrosis factor alpha yang diproduksi oleh makrofag teraktivasi merupakan sitokin utama pada respons inflamasi akut terhadap mikroba. 7
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH SECRETOME SEL PUNCA MESENKIMAL TERHADAP EKSPRESI INTERLEUKIN 17 DAN TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA.

PENGARUH SECRETOME SEL PUNCA MESENKIMAL TERHADAP EKSPRESI INTERLEUKIN 17 DAN TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA.

Puji syukur Alhamdulillahirabbil’alamin penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan kasih sayang, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan usulan tesis yang berjudul : Pengaruh Secretome Sel Punca Mesenkimal Terhadap Ekspresi Interleukin 17 Dan Tumor Necrosis Factor Alpha ini dapat terselesaikan. Penelitian ini untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Baca lebih lajut

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Bapak/Ibu yang terhormat, nama saya Erika Madonna Surbakti, PPDS Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala Leher di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk tesis saya yang berjudul “ Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF- α) pada Polip Hidung.”

Baca lebih lajut

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Tsukahara, K, Nakao, A, Hiraguri, M, Miike, S, Mamura, M, Saito, Y & Iwamoto, I 1999, „Tumor Necrosis Factor - α Mediates Antiapoptotic Signals Partially via p38 MAP Kinase Activation in Human Eosinophils‟, Int Arch Allergy Immunol,no. 120, pp. 54-9.

Baca lebih lajut

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Tumor necrosis factor alpha (TNF- α ) merupakan mediator utama pada respons inflamasi akut terhadap bakteri gram negatif, dan berperan dalam respons imun bawaan terhadap berbagai mikroorganisme penyebab infeksi yang lain, serta bertanggung jawab atas banyak komplikasi sistemik yang disebabkan infeksi berat. Infeksi yang berat dapat memicu produksi TNF dalam jumlah besar yang menimbulkan reaksi sistemik. TNF disebut TNF- α atas dasar historis untuk membedakannya dari T NF- atau limfotoksin. Sumber utama TNF adalah fagosit mononuklear dan sel T yang diaktifkan antigen, sel NK dan sel mast. LPS merupakan rangsangan poten terhadap makrofag untuk mensekresi TNF. IFN- yang diproduksi sel T dan sel NK juga merangsang makrofag antara lain meningkatkan sintesis TNF. TNF- α diproduksi oleh berbagai jenis sel termasuk makrofag, sel T, B, NK, astrosit dan Kupfer. Pembentukan terjadi sebagai respons terhadap rangsangan bakteri, virus dan sitokin (GM-CSF, IL-1, IL- β, IFN ), kompleks imun, komponen komplemen C5a dan reactive oxygen intermediates (ROI). TNF- α dahulu dikenal dengan berbagai nama, yaitu cachectin, necrosin, sitotoksin makrofag atau faktor sitotoksik. TNF- α terbukti juga merupakan modulator respons imun kuat yang memperantarai induksi molekul adhesi, sitokin lain dan aktivasi neutrofil (Kresno 2010, Baratawidjaja & Rengganis 2012).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Tumor necrosis factor alpha (TNF- α) adalah sitokin pro -inflamasi yang dihasilkan oleh beberapa jenis sel, diantaranya sel-sel epitel dan makrofag. TNF- α bersinergi dengan Thβ atau Th1 dalam menginduksi inflamasi kronik. Mereka berperan dalam proses rekruitmen eosinofil dengan cara meningkatkan adhesi eosinofil pada polip hidung. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Lin dkk. seperti yang dikutip oleh Otto & Wenzel (2008), didapatkan bahwa TNF- α mRNA dijumpai meningkat signifikan pada polip hidung dibandingkan pada konka inferior. TNF- α memiliki peranan penting dalam patogenesis polip hidung. Sitokin pro- inflamasi ini berperan dalam proses inflamasi pada polip hidung dengan mendorong proses sintesa immunoglobulin. Sintesa mediator inflamasi di fibroblast seperti matrix metalloproteinase-1, COX-2 dan IL-6 juga di stimulasi oleh TNF- α (Shun et al . 2005). Di RSUP H. Adam Malik Medan
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERBEDAAN POTENSI EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa) TOPIKAL BERBAGAI DOSIS DENGAN NATRIUM DIKLOFENAK TOPIKAL DALAM MENURUNKAN EKSPRESI TUMOR NECROSIS FACTOR α (TNFα) PADA KORNEA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain wistar) MODEL INFLAMASI

PERBEDAAN POTENSI EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa) TOPIKAL BERBAGAI DOSIS DENGAN NATRIUM DIKLOFENAK TOPIKAL DALAM MENURUNKAN EKSPRESI TUMOR NECROSIS FACTOR α (TNFα) PADA KORNEA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus strain wistar) MODEL INFLAMASI

Respon inflammasi merupakan proses yang kompleks, dimana terdapat perubahan hemodinamik, vaskular, respon leukosit dan release mediator inflamasi. Mediator inflamasi yang dimaksud antara lain prostaglandin, leukotrien, sitokin, khemokin, dan nitric oxide (Newton and Dixit, 2012). Keluarga sitokin yang yang bersifat pro-inflamasi selain interleukin 1 (IL-1) ialah tumor necrosis factor α (TNFα), tumor necrosis factor (TNF ), Inteleukin 6 (IL-

24 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN EICOSAPENTAENOIC ACID DAN DOCOSAHEXAENOIC ACID DENGAN KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR-α DAN LEAN BODY MASS PADA PASIEN KANKER PAYUDARA.

HUBUNGAN ASUPAN EICOSAPENTAENOIC ACID DAN DOCOSAHEXAENOIC ACID DENGAN KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR-α DAN LEAN BODY MASS PADA PASIEN KANKER PAYUDARA.

Luh Desi Puspareni, S531408030. Association of Eicosapentaenoic Acid and Docosahexaenoic Acid Intake with Tumor Necrosis Factor- α and Lean Body Mass in Breast Cancer Patient. THESIS. Supervisor: Prof. Dr. Ambar Mudigdo, dr., Sp. PA(K)., co-supervisor: Dr. Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa, S.Pt., M.P. Magister of Nutrition, Postgraduate, Sebelas Maret University, Surakarta.

16 Baca lebih lajut

Role of nuclear factor kappa beta, tumor necrosis factor α, and cyclooxygenase-2 in preterm labor

Role of nuclear factor kappa beta, tumor necrosis factor α, and cyclooxygenase-2 in preterm labor

in activating NF-κB is tumor necrosis factor alpha (TNFα). The augmented NF-κB activity will increase cyclooxygenase-2 (COX-2) activation, which in turn will elevate prostaglandin release through arachidonic acid conversion. Increase of prostaglandin will lead more cervical collagen breakdown as well as estrogen and oxytocin release resulting in uterine contraction, cervix dilatation, and rupture of membranes with consequent preterm labor. 9

Baca lebih lajut

Peran Kalsitriol Pada Kadar Tumor Necrosis Factor ? (Tnfa) Plasma Dan Perbaikan Klinis Penderita Pneumonia Komuniti cover

Peran Kalsitriol Pada Kadar Tumor Necrosis Factor ? (Tnfa) Plasma Dan Perbaikan Klinis Penderita Pneumonia Komuniti cover

Musdalifah. 2014. Peran Kalsitriol pada Kadar Tumor Necrosis F actor (TNF lasma dan Perbaikan Klinis Penderita Pneumonia Komuniti. Tesis. Supervisor I: Dr. Reviono, dr., Sp.P(K), II: Prof. Dr. Suradi, dr., Sp.P(K),MARS,. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Baca lebih lajut

KADAR HUMAN LEUKOCYTE ANTIGEN-G DAN TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA SERUM IBU PADA ABORTUS DAN KEHAMILAN NORMAL.

KADAR HUMAN LEUKOCYTE ANTIGEN-G DAN TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA SERUM IBU PADA ABORTUS DAN KEHAMILAN NORMAL.

Kresno Condro Adhi. NIM: S501008038. 2014. Level of Human Leukocyte Antigen-G dan Tumor Necrosis Faktor Alpha in Maternal Serum with Early Pregnancy Loss and Normal Pregnancy THESIS. Supervisor I: Sri Sulistyowati, II: Supriyadi Hari Respati. Program Study of Family Medicine – Biomedic. Post – graduate Program of Sebelas Maret University, Surakarta

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Secretome Sel Punca Mesenkimal Terhadap Ekspresi Interleukin 17 dan Tumor Necrosis Factor Alpha Bab 0

Pengaruh Secretome Sel Punca Mesenkimal Terhadap Ekspresi Interleukin 17 dan Tumor Necrosis Factor Alpha Bab 0

terkait dengan patogenesis SLE. Sel punca mesenkimal memiliki efek imunomodulasi yang terbukti berpengaruh pada sel limfosit T dan B, natural killer dan antigen precenting cells (APC). Sel punca mensekresikan sejumlah protein (secretome) termasuk growth factor, kemokin, sitokin, metabolit dan lipid bioaktif yang mengatur secara autokrin atau parakrin sambil merekayasa interaksi dengan lingkungan mikro sekitarnya.

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Zink Se 5 Hari terhadap Kadar Tumor Necrosis Factor-a dan Perbaikan Klinis Penderita Pneumonia HAL DEPAN

Pengaruh Pemberian Zink Se 5 Hari terhadap Kadar Tumor Necrosis Factor-a dan Perbaikan Klinis Penderita Pneumonia HAL DEPAN

1. Tesis yang berjudul “ PENGARUH PEMBERIAN ZINK SELAMA 5 HARI TERHADAP KADAR TUMOR NECROSIS FAKTOR- α DAN PERBAIKAN KLINIS PENDERITA PNEUMONIA” ini merupakan karya saya sendiri dan bebas plagiat, serta tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademik serta tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali secara tertulis digunakan sebagai acuan dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber acuan serta daftar pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti terdapat plagiat dalam karya ilmiah ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (Permendiknas No 17, tahun 2010).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

NILAI PROGNOSTIK TUMOR NECROSIS FACTOR A

NILAI PROGNOSTIK TUMOR NECROSIS FACTOR A

Introduction. The pathogenesis of Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still unclear. Cytokines are among several factors that play an important role in the pathogenesis of DHF. The aim of this study is to look at the role of proinflamatory cytokines, in particular TNF-α and its possible relationship with outcome. Methods. It is a prospective cohort study. Blood samples were collected from 160 patients of DHF without shock that admitted in Pediatric department Medical faculty Hasanuddin University/Wahidin Sudirohusodo General Hospital from January 2008 to February 2010. The subjects were followed up until occurrences of either shock or non-shock outcomes whereof 37 shock DHF patients and 123 without shock were obtained. The diagnosis of DHF was established using the WHO 1975 criteria. Serum TNF- α was measured using a quantitative sandwich enzyme immunoassay technique. Results. The initial serum levels of TNF- α were increased significantly in both groups, however the level was higher in the group of DHF who underwent shock (p<0,01). The Cut-off point ≥ 24 pg/ml which is obtained through the ROC analyses had the best prognostic value with sensitivity of 94,59%, spesificity of 87,80%, positive predictive value of 70%, negative predictive value of 98,18%, and odds ratio of 126 with 95% CI (27,452 to 578,339). Conclusions. The initial serum level of TNF- α is a prognostic factor for the outcome of DHF patient without shock and the limit of level ≥ 24 pg / ml is the most optimal value as a prognostic value.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Ekspresi Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) Pada Penderita Polip Hidung

Latar belakang: Polip hidung adalah proses inflamasi yang melibatkan mukosa hidung dan sinus paranasal. Polip merupakan massa lunak yang mengandung banyak cairan di dalam rongga hidung, berwarna putih keabu-abuan, terjadi akibat inflamasi mukosa. Berdasarkan histopatologi sekitar 85-90% adalah polip eosinofilik ditandai dengan infiltrasi eosinofil yang dominan. Tumor Necrosis Factor (TNF- α) merupakan sitokin pro - inflamasi yang memiliki peranan penting dalam patogenesis polip hidung. TNF- α meningkatkan sekresi dari VCAM -1 dan RANTES pada fibroblas hidung yang meregulasi infiltrasi eosinofil, lebih lanjut akan mempercepat akumulasi eosinofil pada polip hidung.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Show all 3894 documents...