Tumor Ovarium

Top PDF Tumor Ovarium:

Hubungan Tumor Marker Ca-125 Dengan Jenis Tumor Ovarium Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Pada Tahun 2013-2015

Hubungan Tumor Marker Ca-125 Dengan Jenis Tumor Ovarium Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Pada Tahun 2013-2015

Tumor ovarium merupakan bentuk neoplasma yang paling sering terjadi pada wanita dengan jumlah sekitar 80% untuk tumor jinak dan sisanya bersifat tumor ganas ovarium. 2 Tumor ganas ovarium sangat berbahaya karena letak tumor itu sendiri yang masuk ke dalam rongga pelvis serta ditambah dengan pertumbuhan sel tumor yang tidak menimbulkan gejala pada stadium dini, sehingga penderita baru akan mengeluhkan gejala dan datang berobat pada stadium lanjut. Lebih dari dua pertiga kasus tumor ganas ovarium yang didiagnosis telah berada pada stadium lanjut (>70% terdiagnosa pada stadium III dan IV dengan 5 years survival rate 11-37% padahal jika terdiagnosis di stadium I, 5 years survival rate meningkat drastis sebesar 90%), hal ini menyebabkan tumor ganas ovarium memiliki angka kematian yang tinggi. 1-5 Tumor ganas ovarium merupakan peringkat ketujuh keganasan yang paling sering didiagnosis dan peringkat kelima dari tumor keganasan yang menyebabkan kematian di dunia serta menjadi tumor ganas kandungan dengan angka kematian tertinggi di Amerika Serikat dengan sebanyak 22.220 kasus baru setiap tahunnya dan dengan angka kematian sebanyak 16.210 kasus. 1
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Keakuratan Indeks Resiko Keganasan-1 Dalam Membedakan Tumor Ovarium Jinak Dan Tumor Ovarium Ganas Sebelum Pembedahan Di RSUP. H. Adam Malik – RSUD. DR. Pirngadi Medan

Keakuratan Indeks Resiko Keganasan-1 Dalam Membedakan Tumor Ovarium Jinak Dan Tumor Ovarium Ganas Sebelum Pembedahan Di RSUP. H. Adam Malik – RSUD. DR. Pirngadi Medan

Hasil Penelitian: Selama periode penelitian yang dimulai dari Juni 2010 hingga November 2010 didapati 37 sampel. Jumlah pasien dengan tumor jinak adalah 23 orang dan pasien dengan tumor ganas adalah 14 orang. Usia termuda dari penderita kanker ovarium adalah berumur 19 tahun dan usia tertua berumur 77 tahun. Proporsi tumor ganas ovarium paling banyak didapati pada kelompok usia 40 – 64 tahun yaitu sebanyak 9 orang (64,4%) dan yang paling sedikit pada kelompok usia dibawah 20 tahun dan di atas 65 tahun yaitu masing – masing sebanyak 1 orang (7,1%). Proporsi tumor ovarium ganas pada kelompok sudah menopause adalah 4 orang (28,6%). Kadar CA 125 > 35 U/ml mempunyai sensitivitas 92,9%, spesifitas 34,8%, nilai prediksi positif 46,4%, nilai prediksi negatif 88,9%. Skor Ultrasonografi (U>1) mempunyai sensitivitas 64,3%, spesifitas 73,9%, nilai prediksi positif 60 %, nilai prediksi negatif 77,3%. Indeks resiko keganasan (IRK) dengan nilai cut off lebih dari 200 mempunyai sensitivitas 78,6% dan spesifitas 91,3%, nilai prediksi positif 84,6%, nilai prediksi negatif 87,5%, akurasi 86,5%. Nilai cut off IRK pada penelitian ini adalah 275 dengan sensitivitas 78,6% dan spesifisitas 91,3%.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Osteopontin Sebagai Penanda Ganas Tumor Ovarium

Osteopontin Sebagai Penanda Ganas Tumor Ovarium

Medan, RSUD Dr. Pirngadi Medan, RS PTP II Putri Hijau Medan, Rumkit Kesdam Putri Hijau Medan, RS Haji Mina Medan, RS Sundari Medan,Rumah Sakit Imelda Medan, Departemen Patologi Anatomi FK-USU RSUP H. Adam Malik Medan, dan Laboratorium Klinik Prodia yang dilakukan mulai dari Januari – Oktober 2011. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita tumor ovarium yang memenuhi kriteria penerimaan yang datang ke poliklinik ginekologi dan onkologi yang direncanakan untuk laparatomi elektif, dimasukkan ke dalam penelitian ini dan memenuhi kriteria penerimaan. Kriteria Inklusi adalah penderita tumor ovarium yang dirawat dan akan menjalani laparatomi elektif di RSUP H. Adam Malik Medan, RSUD Dr. Pirngadi Medan, RS PTP II Putri Hijau Medan, RS Kesdam Putri Hijau Medan, RS Haji Mina Medan, RSU Sundari Medan dan RS Imelda Medan, tidak menderita keganasan pada organ tubuh lainnya, dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi adalah penderita tumor ovarium yang dirawat dengan kondisi-kondisi yang menyebabkan kontraindikasi untuk dilakukannya laparatomi, hasil operasi menunjukkan bahwa ternyata tumor bukan berasal dari ovarium, hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa jenis tumor ovarium adalah non- epithelial, dan tidak didapatkan hasil pemeriksaan histopatologi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hubungan Tumor Marker Ca-125 Dengan Jenis Tumor Ovarium Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Pada Tahun 2013-2015

Hubungan Tumor Marker Ca-125 Dengan Jenis Tumor Ovarium Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Pada Tahun 2013-2015

Tumor ovarium merupakan salah satu tumor yang paling sering terjadi pada wanita. Tumor ovarium disebabkan karena adanya inflamasi ataupun proliferasi dari sel-sel epitel, germinal ataupun stromal pada ovarium. Tumor ovarium dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor ovarium banyak memiliki tumor marker, saat ini tumor marker yang diterima secara klinis dan yang paling dikenal adalah Cancer Antigen 125 ( CA-125 ). Kadar normal dari CA-125 adalah <35 IU/ml. Tetapi dalam beberapa kasus jinak dapat ditemukan kadar CA-125 >35 IU/ml sedangkan pada beberapa kasus ganas dapat ditemukan kadar CA-125 yang normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar CA-125 dengan jenis tumor ovarium. Penelitian melibatkan 133 sampel melalui teknik total sampling yang berasal dari data rekam medis RSUP Haji Adam Malik Medan. Dari 19 pasien tumor jinak ovarium, 4 (21,05%) dengan kadar CA-125 yang normal dan 15 (78,95%) dengan kadar yang meningkat. Dari 114 pasien tumor ganas ovarium, 15 (13,16%) dengan kadar CA-125 yang normal dan 99 (86,84%) dengan kadar yang meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ditemukannya hubungan yang signifikan antara tumor marker CA-125 dengan jenis tumor ovarium (p=0,476).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Karakteristik Kasus Tumor Ovarium di RSUD.Dr.Pirngadi Medan Tahun 2013

Karakteristik Kasus Tumor Ovarium di RSUD.Dr.Pirngadi Medan Tahun 2013

Umur adalah lamanya hidup seseorang yang dihitung sejak dilahirkan.Tumor ovarium ternyata juga dapat terjadi pada bayi, anak-anak, remaja sampai orang tua. Akan tetapi, kebanyakan penderita penyakit ini adalah wanita berusia di atas 40 tahun.Ada beberapa kasus ditemukannya tumor ovarium pada bayi dalam kandungan. Ketika hamil, sang ibu menjalani USG dan ditemukan tumor ovarium, setelah dilahirkan bayi tersebut dioperasi dan selamat. tumor dapat menyerang wanita dari segala usia, mulai dari usia tujuh tahun hingga usia lanjut. Kista yang menyerang anak-anak di duga disebabkan adanya faktor genetik.Walaupun demikian, kista pada anak-anak atau remaja juga harus diwaspadai karena sering kali merupakan kanker indung telur yang ganas (Setiati, 2009).
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi - Karakteristik Penderita tumor ovarium di RSUD Dr.Pirngadi kota Medan pada tahun 2013

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi - Karakteristik Penderita tumor ovarium di RSUD Dr.Pirngadi kota Medan pada tahun 2013

Di antara kanker genitalia wanita, insidens kanker ovarium berada di urutan ketiga, setelah kanker serviks dan endometrium. Jumlah kanker ovarium mencakup 6% dari seluruh kanker pada wanita dan merupakan kanker tersering keenam pada wanita di Amerika Serikat (tidak termasuk kanker kulit). Tumor ovarium juga mempresentasikan 30% dari seluruh kasus kanker genitalia wanita. Selain itu, karena kebanyakan dari neoplasma ovarium ini tidak dapat dideteksi secara dini, tumor ovarium kebanyakan muncul sebagai kanker yang fatal, sehingga mengakibatkan kematian pada 50% dari seluruh kasus kanker genitalia wanita (O.Hopfer,et.al.,2005). Ada berbagai tipe dari tumor ovarium, baik yang jinak maupun ganas. Sekitar 80% dari seluruh kasus bersifat jinak, dan sebagian besarnya ditemukan pada wanita muda yang berusia antara 20-45 tahun. Tumor ganas lebih sering ditemukan pada wanita berusia 40-65 tahun (O.Hopfer,.D,Zwahler.,M.F.Fey,.S.Aebi., 2005).
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Kadar Angiostatin Urin pada Tumor Ovarium Epitel Jinak dan Tumor Ovarium Epitel Ganas

Kadar Angiostatin Urin pada Tumor Ovarium Epitel Jinak dan Tumor Ovarium Epitel Ganas

Untuk mendeteksi stadium awal kanker ovarium atau mencegah pembedahan yang tidak perlu, maka diperlukan strategi pemeriksaan dan skrining yang memiliki sensitivitas > 75% dan spesifitas 99,6%. Saat ini prosedur skrining yang dapat digunakan untuk mendeteksi kanker epitel ovarium, yaitu : pemeriksaan ginekologi, serum CA125 dan USG Transvaginal. Pemeriksaan pelvis merupakan bagian yang penting dalam pemeriksaan ginekologi tetapi sensitivitas dan spesifisitasnya kurang. Pada Penelitian Drenberg, didapati CA125 meningkat pada 80% penderita dengan kanker ovarium, tetapi pada penderita kanker ovarium stadium awal, hanya dijumpai peningkatan 50 %. CA125 dapat juga meningkat pada pasien tumor ovarium jinak. Penelitian Ali di medan, tentang sensitivitas dan spesifitas human epipidymis protein-4 (HE4) dan antigen kanker CA125 pada tumor ovarium didapat sensitivitas dan
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita tumor ovarium di RSUD Dr.Pirngadi kota  Medan pada tahun 2013

Karakteristik Penderita tumor ovarium di RSUD Dr.Pirngadi kota Medan pada tahun 2013

Terdapat 80 kasus penderita tumor ovarium pada tahun 2013 di RSUD Dr. Pirngadi. Hasil penelitian menunjukkan bahawa kelompok umur yang paling banyak menderita tumor ovarium adalah kelompok umur 46-65 tahun (45.0%) . Frekuensi pekerjaan penderita tumor ovarium yang terbanyak adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak 21 orang (26,5%). Dari hasil penelitian ini, dapat dilihat juga bahwa suku yang paling banyak menderita tumor ovarium adalah suku batak dengan jumlah 38 orang (47,5%). Gambaran histopatologi kanker yang terbanyak pada penderita tumor ovarium surface epithelial stroma tumor adalah yaitu sebanyak 38 kasus (47,5%). Sebagai kesimpulan, diharapkan peningkatan pengetahuan masyarakat, tenaga paramedik dan medis mengenai gejala dini tumor ovarium sehingga stadium dini lebih cepat terdeteksi yang akan memberikan prognosis yang baik.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Nilai titik potong kadar angiostatin urin sebagai prediktor keganasan pada tumor ovarium epitel

Nilai titik potong kadar angiostatin urin sebagai prediktor keganasan pada tumor ovarium epitel

Adapun tujuan penelitian ini, untuk mengetahui nilai titik potong kadar angiostatin urin sebagai prediktor keganasan pada tumor ovarium epitel. Adapun manfaat penelitian ini adalah diharapkan kadar angiostatin urin dapat dijadikan metode penapisan tumor ovarium epitel jinak dan ganas dengan sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi dibandingkan penanda tumor ovarium epitel yang lain di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik, Medan. Pada penelitian ini, saya akan mengambil urin dari ibu sebanyak 30 cc sebelum ibu menjalani operasi yang telah dijadwalkan terhadap ibu. Selanjutnya sampel urin ibu akan diberi nama dan identitas lainnya, kemudian dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan kadar angiostatin urin. Data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium selanjutnya dianalisa menurut statistika. Kerahasiaan pribadi ibu ibu tetap saya pelihara.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Hubungan Tumor Marker Ca-125 Dengan Jenis Tumor Ovarium Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Pada Tahun 2013-2015

Hubungan Tumor Marker Ca-125 Dengan Jenis Tumor Ovarium Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Pada Tahun 2013-2015

Oleh karena tidak adanya keluhan, gejala dan marker yang spesifik terutama pada stadium awal menyebabkan tingkat kesembuhan tumor ganas ovarium ini sangat rendah. Studi Systematic Review menyatakan bahwa prognosis yang lebih baik dapat dicapai pada pasien tumor ovarium khususnya yang bersifat ganas, apabila dapat dirujuk sedini mungkin dan dapat didiagnosis pada stadium awal sehingga dapat segera diberikan penanganan atau terapi yang tepat oleh ahli onkologi ginekologi pada pusat pelayanan kesehatan yang lengkap. Pemeriksaan klinis yang meliputi anamnesis riwayat penyakit, pemeriksaan ginekologi, pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan tambahan lainnya dapat dilakukan dengan tujuan untuk membedakan tumor ovarium jinak dengan tumor ovarium ganas. Hal ini dilakukan agar tercapai prognosis yang lebih baik dengan penanganan yang tepat. 6
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kadar Cathepsin B Serum pada Tumor Ovarium Epitelial Tipe Ganas Lebih Tinggi daripada Jinak.

Kadar Cathepsin B Serum pada Tumor Ovarium Epitelial Tipe Ganas Lebih Tinggi daripada Jinak.

Kanker ovarium merupakan salah satu kanker terbanyak di bidang ginekologi dengan insiden 15 kasus baru per 100.000 wanita. Sistein protease seperti cathepsin B diketahui terlibat dalam proses invasi, metastasis, tumor angiogenesis,dan apoptosis kanker ovarium. Penghitungan kadar cathepsin B dikatakan dapat menjadi metode deteksi dini, prognosis dan keberhasilan terapi pada kanker ovarium. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar cathepsin B pada mekanisme karsinogenesis tumor ovarium. Metodenya adalah studi cross sectional yang dilaksanakan sejak bulan Mei 2015 di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian melibatkan 44 pasien (consecutive sampling) yang menderita tumor ovarium epitelial jinak, borderline, dan ganas. Data diolah menggunakan SPSS 17,0 for windows.. Dari 20 orang pasien tumor ovarium ganas, 4 orang pasien tumor ovarium borderline, dan 20 orang pasien tumor ovarium jinak, didapatkan perbedaan kadar cathepsin B antara tumor ovarium jinak (64,08 ± 36,08), borderline (81,31 ± 35,54), dan ganas (110,49 ± 39,34) secara bermakna (p<0,05). Dengan uji LSD didapatkan perbedaan kadar cathepsin B serum hanya antara tumor ovarium epitelial tipe jinak dengan ganas (46,41; p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar cathepsin B serum antara tumor ovarium epitelial tipe jinak dengan ganas. Namun, tidak terdapat perbedaan kadar cathepsin B serum antara tumor ovarium epitelial tipe jinak dengan borderline, serta antara tipe borderline dengan ganas.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Nilai titik potong kadar angiostatin urin sebagai prediktor keganasan pada tumor ovarium epitel 

Nilai titik potong kadar angiostatin urin sebagai prediktor keganasan pada tumor ovarium epitel 

Hasil: Dari 80 subjek penelitian diperoleh 74 orang tumor ovarium epitel yaitu 34 orang tumor ovarium epitel ganas dan 40 orang tumor ovarium epitel jinak. Rerata kadar angiostatin urin tumor ovarium epitel ganas 33.38 ± 20.77 ng/ml lebih tinggi dari tumor ovarium epitel jinak 10.32 ± 9.85 ng/ml (p<0.05). Didapatkan nilai AUC 83.3% (95% IK 73.7-92.9%; p<0.05) dan cut off point angiostatin urin ≥21.08 ng/ml dengan sensitivitas 76.5%, spesifisitas 77.5%, nilai duga positif 74.3%, dan nilai duga negatif 79.5%. Diketahui adanya hubungan peningkatan kadar angiostatin urin dengan kejadian tumor ovarium epitel ganas dengan OR 11.194 (95% IK 3.78-33.15; p<0.05).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perbedaan Dan Hubungan Ekspresi VEGF Antara Tumor Ovarium Ganas Dan Jinak

Perbedaan Dan Hubungan Ekspresi VEGF Antara Tumor Ovarium Ganas Dan Jinak

Angiogenesis klasik terdiri dari fase penonjolan pembuluh darah (sprouting vessel) dan fase resolusi. Fase sprouting terdiri dari enam komponen: (i) meningkatkan permeabilitas pembuluh darah dan deposisi fibrin ekstravaskuler, (ii) pembongkaran dinding pembuluh, (iii) degradasi basement membran, (iv) migrasi sel dan invasi matriks ekstraseluler, (v) proliferasi sel endotel, dan (vi) pembentukan lumen kapiler. Fase resolusi terdiri dari lima komponen: (i) penghambatan proliferasi sel endotel, (ii) penghentian migrasi sel, (iii) pemulihan basement membran, (iv) junctional pematangan kompleks, dan (v) perakitan dinding pembuluh termasuk perekrutan dan diferensiasi sel otot polos dan pericytes. Selain angiogenesis klasik, berbagai bentuk angiogenesis nonsprouting turut berperan dalam perkembangan tumor, termasuk pertumbuhan pembuluh darah intussusepsi, kooptasi, pembentukan pembuluh mosaik, dan mimikri vaskulogenik (gambar 2.1).
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Hubungan Tumor Marker Ca-125 Dengan Jenis Tumor Ovarium Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Pada Tahun 2013-2015

Hubungan Tumor Marker Ca-125 Dengan Jenis Tumor Ovarium Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Pada Tahun 2013-2015

5. Mulawardhana P, Askandar B, Soehatno. Perbandingan antara HE, CA- 125 dan kombinasi HE4 & CA-125 sebagai tumor marker pada pasien kanker ovarium tipe epitelial. Int J Obs & Gin Unair [Internet]. 2011 Aug [cited 2016 Mar 23] :19 :81-83.

3 Baca lebih lajut

SISTEM SKORING SUBGRUP DARI INTERNATIONAL OVARIAN TUMOR ANALYSIS (IOTA) UNTUK MEMPREDIKSI KEGANASAN TUMOR ADNEKSA

SISTEM SKORING SUBGRUP DARI INTERNATIONAL OVARIAN TUMOR ANALYSIS (IOTA) UNTUK MEMPREDIKSI KEGANASAN TUMOR ADNEKSA

Masih kurangnya istilah standar dan prosedur untuk mendapatkan kategori dan variabel dalam sonografi masih menjadi perhatian umum. 21 Permasalahan ini juga ditemukan pada tingkat internasional dan pada penelitian-penelitian multisenter. Inisiatif baru dimulai untuk mendeskripsikan dan menstandarisasi gambaran dari karakteristik tumor ovarium, dimana melibatkan para peneliti dari berbagai senter. International Ovarian Tumor Analysis (IOTA) grup mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan masalah standarisasi dan menyusun istilah serta prosedur untuk mendapatkan morfologi tumor dengan pencitraan B-mode , penggunaan color doppler untuk mengetahui pemetaan aliran darah dan neovaskularisasi pada tumor ovarium.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Evaluasi Penggunaan Indeks Resiko Keganasan pada Penapisan Neoplasma Ovarium sebelum Operasi di Rumah Sakit  Umum Pusat H. Adam Malik Medan

Evaluasi Penggunaan Indeks Resiko Keganasan pada Penapisan Neoplasma Ovarium sebelum Operasi di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan

HASIL: Dari total 384 kasus yang dievaluasi, diperoleh kasus tumor ovarium jinak berdasarkan histopatologi sebanyak 237 kasus dan tumor ovarium ganas 147 kasus. Berdasarkan karakteristik pasien tumor ovarium, sebagian besar pada kelompok umur 40 – 64 tahun (52,6%), belum pernah melahirkan (42,2%), usia menarche umumnya pada kelompok umur 12 - 16 tahun (92,9%), secara histopatologi terbanyak dengan jenis neoplasma jinak adalah adenoma ovarii musinosum sebanyak 64 kasus (27,12%) dan neoplasma ganas yang terbanyak adalah adenocarsinoma serosum sebanyak 45 kasus (30,61%). Berdasarkan gambaran grafik ROC, IRK3 mempunyai area under the curve 0,802 yang relatif sama dengan area under the curve IRK4 sebesar 0,808. Berdasarkan hasil uji diagnostik, IRK3 mempunyai sensitivitas 75,5% dan spesifisitas 73,9% pada nilai cut off point 238,07 yang juga relatif sama dengan IRK4 yaitu mempunyai sensitifitas 73,5% dan spesifitas 72,2% pada nilai cut off point 532,8
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Ekspresi Imunohistokimia Interferon Gamma dan Interleukin-4 pada tumor-tumor jinak dan ganas epitel ovarium tipe Serosum dan Musinosum

Ekspresi Imunohistokimia Interferon Gamma dan Interleukin-4 pada tumor-tumor jinak dan ganas epitel ovarium tipe Serosum dan Musinosum

Latar Belakang: Tumor serosum dan musinosum merupakan varian dari tumor epitel ovarium. IFN- γ hubungannya dengan tumor mempunyai aktifitas anti proliferasi tetapi pada keadaan tertentu IFN-γ mempunyai efek anti apoptosis terhadap sel tumor ovarium manusia. Sebenarnya terapi IFN- γ seperti pedang bermata dua yang mempunyai aktifitas anti dan protumorigenic, tergantung pada keadaan selular, lingkungan mikro, dan / atau konteks molekul. Sitokin IL-4 berperan sebagai anti apoptosis. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan ekspresi IFN- γ dan IL- 4 pada tumor jinak dan ganas epitel ovarium tipe serosum dan musinosum.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perbedaan Ekspresi Ki-67 antara Tumor Epitelial Borderline dengan Tumor Ganas Tipe Musinosa Ovarium

Perbedaan Ekspresi Ki-67 antara Tumor Epitelial Borderline dengan Tumor Ganas Tipe Musinosa Ovarium

Kanker ovarium adalah kanker keenam yang paling sering diderita oleh wanita di seluruh dunia dan yang paling mematikan dari semua jenis kanker ginekologi. Di antara jenis tumor ovarium, yang paling sering ditemukan adalah tumor epitelial permukaan ovarium, yaitu sekitar 85-90% dari keganasan ovarium, salah satu jenisnya adalah tipe musinosa. Tumor epitelial ovarium menunjukkan heterogenitas histologik yang besar dan dapat dibagi lagi menjadi tumor jinak, borderline dan invasif (ganas). Tumor epitelial ganas tipe musinosa ovarium dibedakan dengan tumor borderline berdasarkan adanya invasi sel tumor ke stroma tetapi terkadang sulit membedakannya secara histopatologi. Berdasarkan patogenesis, aktivitas proliferasi sel pada tumor epitelial ovarium ganas akan lebih tinggi dibanding borderline. Ki-67 adalah petanda yang dapat digunakan untuk menilai proliferasi sel pada tumor borderline dan ganas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ekspresi Ki-67 antara tumor epitelial borderline dengan tumor ganas tipe musinosa ovarium.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Kista Ovarium Pada Wanita Sebelum Menopause yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2014-2015

Karakteristik Penderita Kista Ovarium Pada Wanita Sebelum Menopause yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2014-2015

Pratama, G., 2014. Profil Penderita Tumor Ovarium Germinal di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Periode Januari 2008- Desember 2012. Dikutip dari http:// jom. unri. ac. Id /index. php/ JOMFDOK/ article/ view/ 2949/ 2858. Diakses tanggal 1 Februari 2016.

3 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kanker Ovarium - Evaluasi Penggunaan Indeks Resiko Keganasan pada Penapisan Neoplasma Ovarium sebelum Operasi di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kanker Ovarium - Evaluasi Penggunaan Indeks Resiko Keganasan pada Penapisan Neoplasma Ovarium sebelum Operasi di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan

Tumor ovarium merupakan neoplasma yang berasal dari jaringan ovarium,yang mempunyai bentuk dan sifat yang berbeda dari jaringan asalnya. Kanker ovarium biasanya bersifat asimtomatik hingga pasien-pasien seringkali baru didiagnosis pada stadium lanjut dan telah terjadi metastasis. Sekitar lebih dari dua per tiga kasus kanker ovarium didiagnosa pada stadium lanjut. Kanker ovarium di antara kanker ginekologi lainnya mempunyai rasio fatalitas terhadap kasus yang tinggi. Risiko seorang wanita untuk menderita kanker ovarium sepanjang hidup adalah sekitar 1.4% dan risiko kematian karena kanker ovarium sepanjang hidup hampir mencapai 1%. 10,11
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 1330 documents...