Turbin angin vertikal

Top PDF Turbin angin vertikal:

OPTIMASI PERANCANGAN TURBIN ANGIN VERTIKAL TIPE DARRIEUS UNTUK PENERANGAN DI JALAN TOL

OPTIMASI PERANCANGAN TURBIN ANGIN VERTIKAL TIPE DARRIEUS UNTUK PENERANGAN DI JALAN TOL

Penelitian ini dilakukan untuk optimasi perancangan dan analisis turbin angin sebagai teknologi alternatif yang dimanfaatkan untuk penerangan jalan tol. Penerangan jalan tol merupakan hal yang penting bagi aktivitas transportasi terutama dalam kondisi malam hari. Teknologi turbin angin yang dirancang memiliki prinsip kerja yaitu memanfaatkan hembusan angin dari kendaraan yang melintas untuk memutar sudu turbin dan menjadi energi listrik simpan. Data parameter yang mempengaruhi dalam perancangan turbin angin adalah variasi jumlah sudu turbin, sudut puntiran sudu turbin, kecepatan angin, tinggi rotor penggerak turbin, dan massa jenis udara. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan melalui empat tahapan yaitu review literatur, observasi lapangan, perancangan dan analisis turbin angin. Hasil perancangan didapatkan bahwa turbin angin vertikal tipe Darrieus yang optimal untuk penerangan jalan tol dengan jumlah sudu turbin sebanyak dua buah, sudut puntiran sudu turbin sebesar 30 0 , diameter rotor sebesar 350 mm, dan ketinggian rotor sebesar 1,050 mm untuk kecepatan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUDU PENGARUH ALIRAN (GUIDE FANE) PADA TURBIN ANGIN VERTIKAL AXIS SAVANIOS DENGAN VARIASI KECEPATAN ANGIN TERHADAP DAYA DAN PUTARAN.

UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH SUDU PENGARUH ALIRAN (GUIDE FANE) PADA TURBIN ANGIN VERTIKAL AXIS SAVANIOS DENGAN VARIASI KECEPATAN ANGIN TERHADAP DAYA DAN PUTARAN.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah dan sudut kemiringan dari guide vane pada turbin angin Savonius. Guide vane ditempatkan di sekitar turbin Savonius untuk mengurangi torsi negatif yang dihasilkan sudu cembung dan mengarahkan angin ke sudu cekung turbin. Pemodelan dibuat skala laboratorium dengan diameter turbin 200 mm dan tinggi 180 mm. Variasi jumlah dan sudut kemiringan guide vane diuji pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan turbin Savonius dengan guide vane menghasilkan daya yang lebih besar dibanding turbin Savonius tanpa guide vane. Peningkatan daya maksimal terjadi pada variasi 6 jumlah guide vane dengan kemiringan 60 o .
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH KECEPATAN ANGIN DAN SUDUT PITCH TERHADAP JUMLAH PUTARAN PADA TURBIN ANGIN DARRIEUS TIPE-H SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana S-1

PENGARUH KECEPATAN ANGIN DAN SUDUT PITCH TERHADAP JUMLAH PUTARAN PADA TURBIN ANGIN DARRIEUS TIPE-H SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana S-1

Kebutuhan energi semakin hari semakin meningkat seiring bertambahnya pertumbuhan penduduk. Salah satu energi terbarukan yang berlimpah yang dapat dimanfaatkan adalah energi angin. Untuk memanfaatkannya dibutuhkan turbin angin sebagai media pengkonversian. pada penelitian ini akan dibuat turbin angin vertical darrieus tipe-H dengan dimensi rotor 319mm x Ø2600mm, rangka 545mm x 404mm x 620mm menggunakan wind deflector. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium, dengan menggunakan variasi kecepatan angin 3 m/s, 4 m/s, 5 m/s dan variasi sudut pitch 30°, 45°, 60°, 75°, 90°. Kecepatan angin ditentukan dengan cara mendekatkan atau menjauhkan kipas angin terhadap wind deflector, dan kecepatan angin diukur sebelum angin melewati wind deflector. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putaran poros maksimal yang dihasilkan oleh turbin angin vertikal darrieus tipe-H yang diteliti berada pada sudut pitch 45° dan pada kecepatan angin 5 m/s yaitu sebesar 87 rpm. Penambahan wind deflector mengakibatkan aliran angin disekitar rotor tidak menjadi turbulen.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH POSISI DAN SUDUT SUDU PENGARAH ALIRAN (GUIDE VANE) TERHADAP PERFORMA TURBIN ANGIN CROSS FLOW YANG TERINTEGRASI DENGAN MENARA PENDINGIN.

UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH POSISI DAN SUDUT SUDU PENGARAH ALIRAN (GUIDE VANE) TERHADAP PERFORMA TURBIN ANGIN CROSS FLOW YANG TERINTEGRASI DENGAN MENARA PENDINGIN.

Cooling tower merupakan alat yang paling umum dan banyak digunakan oleh industri sebab cooling tower merupakan bagian dari utilitas yang banyak digunakan. Dimana cooling tower memproses air yang panas menjadi air dingin yang digunakan kembali dan bisa dirotasikan. Ide dan inovasi yang dilakukan adalah mengembangkan sistem pemulihan energi (energy recovery system) dengan memasang turbin angin sumbu vertikal (VAWTs) disaluran keluar cooling tower untuk menghasilkan energi listrik. Di sekeliling turbin angin dipasang difuser serta guide vane untuk meningkatkan kinerja turbin (Chong, 2013 ). Sistem pemulihan energi ini dapat mengurangi permintaan energi dengan menghasilkan energi dari limbah. Dengan itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi dan sudut sudu pengarah aliran angin (guide vane) terhadap daya yang dihasilkan turbin angin vertikal axis cross flow.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Desain Vertikal Wind Turbin Dengan Air Foil Naca 0016 Modified Menggunakan Software Ansys 14.5.

PENDAHULUAN Analisis Desain Vertikal Wind Turbin Dengan Air Foil Naca 0016 Modified Menggunakan Software Ansys 14.5.

1. Dari hasil penelitian diharapkan dapat mengetahui pengaruh variasi sudut serang dan sudu turbin angin vertikal tipe Darrieus-H dengan airfoil naca 0016 modified, sehingga kemudian diketahui desain turbin mana yang mempunyai optimasi maksimum dan perbedaan karakteristik distribusi tekanan dan kecepatan pada desain turbin angin sumbu vertikal tipe Darrieus-H.

8 Baca lebih lajut

STUDI PERFORMA TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL NACA 0012 DENGAN TURBIN ANGIN DARRIEUS-H PADA  Studi Performa Turbin Angin Sumbu Vertikal NACA 0012 Dengan Turbin Angin DARRIEUS-H Pada Variasi Sudut Pitch 35 Derajat,40 Derajat,45 Derajat,50 Derajat,55 Derajat,6

STUDI PERFORMA TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL NACA 0012 DENGAN TURBIN ANGIN DARRIEUS-H PADA Studi Performa Turbin Angin Sumbu Vertikal NACA 0012 Dengan Turbin Angin DARRIEUS-H Pada Variasi Sudut Pitch 35 Derajat,40 Derajat,45 Derajat,50 Derajat,55 Derajat,6

dilakukan dengan menggunakan wind tunnel. Mekanisme variabel pitch menunjukkan kinerja yang optimal dibandingkan dengan pitch yang tetap. Perbedaan mekanisme pitch pada airfoil yang lebih tipis NACA 0018 mengakibatkan kinerja yang lebih baik dari pada yang diperoleh dengan NACA 0021. Ini dikaitkan dengan sudut serang dalam mekanisme variabel pitch beroperasi. Dari awal turbin angin vertikal dengan mekanisme variabel pitch dipamerkan kecepatan rendah dapat start-up dibandingkan dengan sudut pitch yang tetap. Napitupulu (2014), melakukan penelitian turbin angin Darrieus-H dengan profil sudu NACA 0012 yang dilakukan dengan melakukan serangkaian pengujian turbin angin dengan menggunakan variasi jumlah sudu dan sudut pitch pada kecepatan 3,85 m/s. Dalam pengujian melakukan pengujian terhadap variasi sudut pitch sudu (0 0 , 2 0 , 4 0 , 6 0 , 8 0 , 10 0 , 12 0 ). Hiren (2014), merancang dan melakukan pengujian turbin angin darrieus pada profil NACA 0012,0015,0018 dan dari pengujian profil di dapatakan profil 0012 profil yang paling optimum. Dari profil 0012 dilakukan pengujian dengan sekala kecil pada sudut pitch sudu (-8 0 , -4 0 , 0 0 , 4 0 , 8 0 ) dan pada sudut azimut 0, 30, 60, 90. Dominy (2006), melakukan penelitian kinerja pada turbin angin darrieus sumbu vertikal NACA 0012 dengan 1,2 dan 3 blade terhadap kemampuan untuk self-start, dari hasil pengujian didapatkan dengan turbin 3 sudu mampu self start dari kecepatan angin yang jauh lebih rendah dan disarankan bahwa desain 3 sudu harus selalu dieterapkan dalam pilihan untuk rotor dua berbilah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

CONTROL PADA TURBIN ANGIN DENGAN

CONTROL PADA TURBIN ANGIN DENGAN

Turbin angin dalam skala besar digunakan di berbagai macam tempat, sebagai contoh pemasangan SKEA (sistem konversi energi angin) pada ladang tertentu pada sebuah desa untuk memenuhi kebutuhan penerangan dan lain-lain yang membutuhkan listrik. Hal ini dilakukan terus menerus dalam jangka waktu panjang selama angin berhembus dan beroperasi secara normal dari turbin angin. Namun seiring berjalannya waktu, maka akan timbul sebuah kesalahan kecil (minor) maupun kesalahan besar (major) dalam turbin angin tersebut. Jika penanggulangan pada kesalahan kecil (minor) dilakukan secara tepat, maka kesalahan besar (major) akan jarang terjadi. Salah satu kesalahan minor dalam turbin angin adalah kesalahan aktuator. Untuk mengatasi kesalahan ini, maka diperlukan suatu metode agar kesalahan tersebut dapat diatasi. Metode ini adalah fault tolerant control (FTC). Metode FTC ini mampu meminimalkan biaya perawatan.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

ANALYSIS ON THE INFLUENCE OF BLADE NUMBER ON SAVONIUS VERTICAL AXIS WIND TURBINE AGAINST VOLTAGE AND CURRENT IN THE ACCUMULATOR FILLING PROCESS

ANALYSIS ON THE INFLUENCE OF BLADE NUMBER ON SAVONIUS VERTICAL AXIS WIND TURBINE AGAINST VOLTAGE AND CURRENT IN THE ACCUMULATOR FILLING PROCESS

Turbin angin savonius adalah salah satu jenis dari turbin angin sumbu vertikal (Vertical Axis Wind Turbine, VAWT) yang dapat berputar pada kondisi kecepatan angin rendah , memiliki self starting yang baik, dan mampu menghasilkan torsi yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecepatan angin terhadap arus dan tegangan yang dihasilkan oleh suatu turbin angin savonius sumbu vertikal dan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan jumlah sudu pada turbin angin savonius sumbu vertikal terhadap arus dan tegangan di dalam proses pengisian akumulator. Metode yang digunakan dimulai dari identifikasi masalah, studi literatur, menentukan spesifikasi dari sistem, perancangan sistem, pengumpulan dan pengolahan data, dan berakhir dengan evaluasi dari penelitian.. Turbin dihubungkan dengan alternator tiga fasa tipe permanent magnet alternator. Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan jumlah sudu antara dua, tiga, empat, lima, dan enam sudu dari turbin terhadap arus dan tegangan selama proses pengisian akumulator melalui data yang terekam oleh data logger pada setiap penggunaan jumlah sudu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja turbin savonius dua sudu dengan massa sebesar 1709 gram memberikan hasil yang maksimal dengan menghasilkan tegangan dan arus sebesar 3.003 V dan 0.587 A. Untuk proses pengisian akumulator, turbin angin savonius dengan dua sudu lebih direkomendasikan karena memiliki efisiensi konversi energi mekanik menjadi energi listrik sebesar 96.51%, 44.55%, 25.50%, dan 11.50% pada kecepatan angin 3, 5, 6, dan 8 m/s yang bekerja pada setiap turbin dengan jumlah sudu yang berbeda.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MIMO pada Turbin Angin

MIMO pada Turbin Angin

Pengoperasian turbin angin secara biasa (tanpa pengendali), tidak akan dapat mengubah energi angin secara optimal. Demikian pula pada pengendalian turbin angin untuk mendapatkan kecepatan rotor turbin yang tetap, daya yang dikonversi oleh turbin biasanya hanya akan maksimal jika kecepatan angin sama dengan kecepatan desain. Salah satu cara untuk memperoleh efisiensi daya yang dihasilkan oleh turbin angin dapat optimal untuk setiap kecepatan angin yang berbeda, perlu adanya pengendalian derajat pitch dan tegangan medan generator pada sistem turbin angin dengan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PENGENALAN ANGIN - Performansi Turbin Angin Savonius dengan Tiga Sudu untuk Menggerakkan Pompa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PENGENALAN ANGIN - Performansi Turbin Angin Savonius dengan Tiga Sudu untuk Menggerakkan Pompa

Ada dua faktor utama sirkulasi global yaitu radiasi matahari dan rotasi bumi dengan atmosfir. Variasi musiman adalah disebabkan kemiringan sumbu bumi pada bidang pergerakan bumi mengelilingi matahari. Radiasi surya lebih besar per satuan luas ketika matahari menyinari langsung tepat di atas, disana terjadi perpindahan panas dari daerah dekat khatulistiwa menuju kutub. Karena bumi berotasi pada sumbunya dan disana konservasi momentum sudut, angin akan bergeser sebagaimana pergerakan sepanjang arah longitudinal.

37 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN MICRO TURBIN ANGIN PEMBANGKIT LISTRIK UNTUK RUMAH TINGGAL DI DAERAH KECEPATAN ANGIN RENDAH

RANCANG BANGUN MICRO TURBIN ANGIN PEMBANGKIT LISTRIK UNTUK RUMAH TINGGAL DI DAERAH KECEPATAN ANGIN RENDAH

Prinsip Dasar Konversi Turbin Angin Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia dialam, pembangkit listrik tenaga angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Secara sederhana sketsa kincir angin adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN  PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TURBIN ANGIN SEDERHANA UNTUK PENGHASIL LISTRIK.

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN PERANCANGAN DAN PEMBUATAN TURBIN ANGIN SEDERHANA UNTUK PENGHASIL LISTRIK.

1. Turbin angin sumbu vertikal sederhana ini dapat menjadi solusi baik untuk mengatasi keterbatasan sumber daya listrik yang semakin lama semakin menipis dengan bahan baku yang dipakai terus menerus. Turbin sumbu vertikal ini lebih murah dalam pembuatan, pemasangan, dan perawatan dibanding turbin sumbu horisontal yang sudah ada. 2. Rancangan turbin angin sumbu vertikal ini dibuat

10 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Potensi Angin Energi merupakan suatu kekuatan yang dimiliki oleh suatu zat sehingga - Uji Performansi Turbin Angin Tipe Darrieus-H Dengan Profil Sudu Naca 4415 dan analisa perbandingan menggunakan variasi jumlah sudu dan sudut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Potensi Angin Energi merupakan suatu kekuatan yang dimiliki oleh suatu zat sehingga - Uji Performansi Turbin Angin Tipe Darrieus-H Dengan Profil Sudu Naca 4415 dan analisa perbandingan menggunakan variasi jumlah sudu dan sudut

Merupakan salah satu TASV dengan efisiensi terbaik serta mampu menghasilkan torsi cukup besar pada putaran dan kecepatan angin yang tinggi. Turbin angin Darrieus mengaplikasikan blade dengan bentuk dasar aerofoil NACA. Mengacu pada bentuk blade, prinsip kerja turbin angin Darrieus memanfaatkan gaya lift yang terjadi ketika permukaan airfoil NACA dikenai aliran angin. Kelemahan utama dari turbin angin Darrieus yaitu yakni memiliki torsi awal berputar yang sangat kecil hingga tidak dapat melakukan self start. Pada aplikasiya, Darrieus wind turbin selalu membutuhkan perangkat bantuan untuk melakukan putaran awal. Perangkat bantu yang digunakan berupa motor listrik atau umumnya lebih sering menggunakan gabungan turbin angin Savonius pada poros utama.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Angin (2)

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Angin (2)

Sumbu Vertikal Turbin Angin Sumbu Horizontal Turbin angin sumbu vertikal memiliki sudu yang bergerak pada sumbu putar yang tegak lurus dengan tanah.. Turbin angin aksial atau turbi[r]

39 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI TURBIN ANGIN SUDU FLAT BERBINGKAI DENGAN VARIASI LEBAR SUDU UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN

KARAKTERISASI TURBIN ANGIN SUDU FLAT BERBINGKAI DENGAN VARIASI LEBAR SUDU UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN

Jika dikaitkan dengan sumber daya angin, turbin angin dengan jumlah sudu banyak lebih cocok digunakan pada daerah dengan potensi energi angin yang rendah karena rated wind speed-nya tercapai pada putaran rotor dan kecepatan angin yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan turbin angin dengan sudu sedikit (untuk pembangkitan listrik) tidak akan beroperasi secara effisien pada daerah dengan kecepatan angin rata-rata kurang dari 4 m/s.

11 Baca lebih lajut

SEJARAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN (1)

SEJARAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN (1)

Grafik menunjukkan bahwa Cina mencakup tiga perempat dari kebutuhan listrik dengan batu bara, sumber energi terbarukan seperti angin memainkan peran yang dapat diabaikan. Untuk memperbaiki ketidakseimbangan ini, China telah menetapkan tujuan mulia dalam program lima tahun yang kesebelas: Kebijakan Energi berpusat sejauh pada batubara akan melampirkan lebih penting untuk energi nuklir dan terbarukan di masa depan. Terutama energi angin sedang sangat dipromosikan saat ini, banyak daerah mengalami pengembangan untuk pertanian angin yang besar.

40 Baca lebih lajut

PENERAPAN TURBIN ANGIN MENJADI PERMAINAN

PENERAPAN TURBIN ANGIN MENJADI PERMAINAN

Untuk diaplikasikan dalam mainan anak, kecepatan angin yang didapat tidak sebesar turbin angin yang besar, namun kecepatan angin yang rendah bukan berarti potensi energi yang terkandung di dalamnya tidak dapat dimanfaatkan atau dikonversikan menjadi energi listrik, tetap dapat dimanfaatkan tetapi diperlukan generator yang sesuai dengan karakteristik kecepatan angin tersebut.

12 Baca lebih lajut

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sudu

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sudu

Karena keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik. Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik tidak dapat terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu menyimpan sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya pada saat turbin angin berputar kencang atau saat penggunaan daya pada masyarakat menurun. Penyimpanan energi ini diakomodasi dengan menggunakan alat penyimpan energi. Contoh sederhana yang dapat dijadikan referensi sebagai alat penyimpan energi listrik adalah accu mobil. Kendala dalam menggunakan alat ini adalah alat ini memerlukan catu daya DC (Direct Current) untuk mengcharge/mengisi energi, sedangkan dari generator dihasilkan catu daya AC (Alternating Current). Oleh karena itu diperlukan rectifier-inverter untuk mengakomodasi keperluan ini.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERANCANGAN KONSEPTUAL TURBIN ANGINSERI - PARALEL

PERANCANGAN KONSEPTUAL TURBIN ANGINSERI - PARALEL

merupakan sumber energi utama ketersediaannya sangat terbatas dan terus menipis. Akibatnya sering terjadi pemadaman listrik yang sangat mengganggu aktifitas masyarakat. Atas dasar itu pertimbangan konservasi energi dan lingkungan hidup menuntut kita untuk segera dapat memanfaatkan energi angin yang tersedia dengan mudah dan lebih ramah lingkungan. Energi angin dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi menggunakan turbin angin. Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Pada umumnya turbin angin yang digunakan adalah jenis turbin angin dengan poros horizontal yang
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Performansi Turbin Angin Savonius dengan Empat Sudu untuk Menggerakkan Pompa

Performansi Turbin Angin Savonius dengan Empat Sudu untuk Menggerakkan Pompa

Turbin angin sumbu vertikal/tegak (atau TASV) memiliki poros/sumbu rotor utama yang disusun tegak lurus. Kelebihan utama susunan ini adalah turbin tidak harus diarahkan ke angin agar menjadi efektif.Kelebihan ini sangat berguna di tempat-tempat yang arah anginnya sangat bervariasi.VAWT mampu mendayagunakan angin dari berbagai arah. Dengan sumbu yang vertikal, generator serta gearbox bisa ditempatkan di dekat tanah, jadi menara tidak perlu menyokongnya dan lebih mudah diakses untuk keperluan perawatan.Tapi ini menyebabkan sejumlah desain menghasilkan tenaga putaran yang berdenyut. Drag (gaya yang menahan pergerakan sebuah benda padat melalui fluida (zat cair atau gas) bisa saja tercipta saat turbinberputar. Karena sulit dipasang di atas menara, turbin sumbu tegak sering dipasang lebih dekat ke dasar tempat ia diletakkan, seperti tanah atau puncak atap sebuah bangunan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Show all 4207 documents...

Related subjects