Ukuran Perusahaan (Firm Size)

Top PDF Ukuran Perusahaan (Firm Size):

Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada Sub Sektor Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di BEI 2010-2014

Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada Sub Sektor Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di BEI 2010-2014

seperti tanah, bangunan, gedung sertaaset keuangan seperti kas, piutang dan lain sebgaianya). Paradigma asset sebagai indikator pertumbuhan perusahaan merupakan hal yang lazim digunakan. Nilai total asset dalam neraca menentukan kekayaan perusahaan. Besar kecilnya perusahaan dapat diukur dengan total aktiva/besar harta perusahaan dengan menggunakan perhitungan nilai logaritma total aktiva (Hartono, 2000:254). Jadi, dapat disimpulkan bahwa indikator yang digunakan dari kedua variabel tersebut menggunakan indikator yang sama yaitu total aset, sehingga setiap kenaikan atau penurunan total aset akan berpengaruh terhadap pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH ANTARA UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2010 THE EFFECT OF FIRM SIZE WITH DIVIDEN POLICY IN MANUFACTURING COMPANIES AT INDONESIA STOCK EXCHANGE 2010

PENGARUH ANTARA UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2010 THE EFFECT OF FIRM SIZE WITH DIVIDEN POLICY IN MANUFACTURING COMPANIES AT INDONESIA STOCK EXCHANGE 2010

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara ukuran perusahaan (firm size) dengan kebijakan dividen (dividen policy) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2010. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan data ex post facto dan pendekatan korelasional. Data yang digunakan didapat dari laporan keuangan perusahaan manufaktur pada tahun 2010. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini secara acak sederhana. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah 44 perusahaan dan sampel yang digunakan berdasarkan tabel isacc dan michael adalah 40 perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Laba Per Lembar Saham, Ukuran Perusahaan, Perbandingan Nilai Buku Terhadap Nilai Pasar Perusahaan, dan Momentum Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bei (2009-2011)

Pengaruh Laba Per Lembar Saham, Ukuran Perusahaan, Perbandingan Nilai Buku Terhadap Nilai Pasar Perusahaan, dan Momentum Terhadap Return Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bei (2009-2011)

Koefisien determinasi RSquare( = Koefisien Determinasi) menunjukkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependennya. Nilai R Square � 2 berada diantara 0 dan 1.Nilai � 2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menerangkan variasi variabel independen sangat terbatas, sedangkan apabila � 2 nilai semakin mendekati satu, maka variabel - variabel independen dapat memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Dari hasil pengolahan regresi berganda pada tabel 4.6, dapat diketahui bahwa nilai R Squareadalah 0.338 atau 33.8% yang berarti kemampuan variabel independen dalam menerangkan variasi variabel dependen dan sisanya 66.2% dijelaskan oleh sebab-sebab lain.Tabel diatas juga memperlihatkan bahwa angka adjusted R Squareatau koefisien determinasi bernilai 0.307. angka mengindikasikan bahwa 30.7%variasi return saham dapat dijelaskan oleh laba per lembar saham (earning per share), ukuran perusahaan (firm size), perbandingan nilai buku terhadap nilai pasar perusahaan (book value to market ratio) dan momentum, sedangkan sisanya 69.3% dijelaskan oleh faktor – faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Standard error of
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PROFITABILITAS TERHADAP LUAS VOLUNTARY DISCLOSURE LAPORAN TAHUNAN PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI

PENGARUH LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PROFITABILITAS TERHADAP LUAS VOLUNTARY DISCLOSURE LAPORAN TAHUNAN PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI

ditangkap sebagai informasi yang baik. Size yang besar dan tumbuh biasanya merefleksikan tingkat profit dimasa yang akan datang. Ukuran perusahaan secara langsung mencerminkan tinggi rendahnya aktivitas operasi suatu perusahaan. Pada umumnya semakin besar suatu perusahaan maka akan semakin besar pula aktivitasnya. Dengan demikian, ukuran perusahaan juga dapat dikaitkan dengan besarnya kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan (Nisa Fidyati, 2003). perusahaan yang besar dan mapan (stabil) akan lebih mudah untuk ke pasar modal. Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut: a. memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau b. memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).UU. NO.2.Tahun 2008.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI UKURAN PERUSAHAAN (FIRM SIZE), VOLUME PERDAGANGAN (TRADING VOLUME), KAPITALISASI PASAR (MARKET CAPITALIZATION), DAN MOMENTUM DALAM MENENTUKAN RETURN PORTOFOLIO SAHAM PEMENANG

IMPLEMENTASI UKURAN PERUSAHAAN (FIRM SIZE), VOLUME PERDAGANGAN (TRADING VOLUME), KAPITALISASI PASAR (MARKET CAPITALIZATION), DAN MOMENTUM DALAM MENENTUKAN RETURN PORTOFOLIO SAHAM PEMENANG

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan (firm size) berpengaruh negatif signifikan terhadap return portofolio saham pemenang. Volume perdagangan (trading volume) berpengaruh positif signifikan terhadap return portofolio saham pemenang. Kapitalisasi pasar (market capitalization) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap return portofolio saham pemenang. Momentum return J3 berpengaruh positif signifikan, J6 berpengaruh negatif signifikan, J9 berpengaruh positif tidak signifikan, dan J12 berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap return portofolio saham pemenang. Sehingga momentum yang tepat bagi para investor dalam melakukan jual-beli saham yaitu periode 3 bulan (J3) dan 6 bulan (J6).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTOR – FAKTOR YANGMEMPENGARUHI PREDIKSI PERINGKAT OBLIGASI PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI PEFINDO PERIODE 2008-2012 - Repositori Universitas Andalas

FAKTOR – FAKTOR YANGMEMPENGARUHI PREDIKSI PERINGKAT OBLIGASI PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI PEFINDO PERIODE 2008-2012 - Repositori Universitas Andalas

Faktor – faktor yang digunakan dalam penelitian ini yaitu firm size (ukuran perusahaan), likuiditas, profitabilitas, leverage dan maturity (umur obligasi) terhadap peringkat obligasi perusahaan yang terdaftar dan diperingkat oleh Pefindo yang konsisten selama periode 2008-2012. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 perusahaan. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan metode penyampelan bersasaran (purposive sampling), sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis Regresi Logistik.

Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN (FIRM SIZE), PROFITABILITAS, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP DIVIDEN (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN (FIRM SIZE), PROFITABILITAS, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP DIVIDEN (Studi Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-MU peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ͞ Pengaruh Ukuran Perusahaan (Firm Size), Profitabilitas, dan Kepemilikan Manajerial terhadap Dividen (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). ͟ Penyusunan skripsi ini merupakan tugas akhir yang disusun sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam memperoleh gelar sarjana ekonomi jurusan akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderating di Bursa Efek Indonesia

Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderating di Bursa Efek Indonesia

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Brigham dan Houston (2010:146) menyatakan bahwa rasio profitabilitas mencerminkan hasil akhir dari seluruh kebijakan keuangan dan keputusan operasional. Dalam meningkatkan sumber pendanaan internal, perusahaan harus mampu meningkatkan laba, sebab tanpa laba, perusahaan tidak mempunyai modal untuk mendanai kegiatan operasionalnya. Apabila suatu perusahaan memiliki laba yang tinggi, maka penggunaan utang pun akan semakin sedikit. Tabel 1.2 menunjukkan laba bersih perusahaan mengalami fluktuasi selama periode 2011- 2014. Perusahaan yang menunjukkan peningkatan laba bersih per tahun secara konsisten adalah perusahaan dengan kode TBIG, yaitu sebesar 0,88%, 0,46%, dan 0,02%. Akan tetapi, jika dilihat dari jumlah laba bersih per tahun, laba perusahaan meningkat berturut-turut sebesar 0,13%, 0,01%, dan 0,02%. Namun, penggunaan utang tidak menurun, melainkan meningkat setiap tahunnya. Hal ini tidak sesuai dengan pecking order theory yang menjelaskan mengapa perusahaan yang sangat menguntungkan pada umumnya mempunyai utang yang lebih sedikit (Cahyani, 2013).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI Pengaruh Firm Size, Growth, Profitability, Business Risk Dan Tangible Assets Terhadap Financial Leverage (Studi Empiris Pada Conventional Index LQ 45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ).

NASKAH PUBLIKASI Pengaruh Firm Size, Growth, Profitability, Business Risk Dan Tangible Assets Terhadap Financial Leverage (Studi Empiris Pada Conventional Index LQ 45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ).

Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Ukuran perusahaan (Firm Size) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Leverage (Hipotesis pertama terbukti) karena dari hasil analisis regresi yang menunjukkan semakin besar ukuran perusahaan maka semakin tinggi kecenderungan perusahaan untuk melakukan pendanaan dari sumber eksternal (hutang) dan diperoleh nilai p=0,001 diterima pada taraf signifikansi 5%; (2) Pertumbuhan perusahaan (Growth) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Financial Leverage (Hipotesis kedua tidak terbukti) karena dari perusahaan yang sedang bertumbuh tidak selalu diikuti dengan peningkatan kebijakan hutang dan hasil analisis regresi menunjukkan nilai p=0,150 ditolak pada taraf signifikansi 5%; (3) Profitability berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Financial Leverage (Hipotesis ketiga terbukti) karena dari Profitability yang semakin tinggi akan meningkatkan sumber internal sehingga proporsi penggunaan hutang menjadi relatif kecil dan hasil analisis regresi menunjukkan nilai p=0,007 diterima pada taraf signifikansi 5%; (4) Risiko bisnis (Business Risk) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Financial Leverage (Hipotesis keempat terbukti) kerena dari Tinggi rendahnya risiko bisnis yang dihadapi perusahaan tidak mempengaruhi kecenderungan perusahaan untuk berhutang hasil analisis regresi menunjukkan nilai p=0,460 ditolak pada taraf signifikansi 5%; (5) Struktur aktiva tetap (Tangible Asset) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Financial Leverage (Hipotesis kelima tidak terbukti) karena dari Struktur aktiva tetap yang dimiliki perusahaan yang tidak mempengaruhi kepada kebijakan perusahaan dalam berhutang dan hasil analisis regresi menunjukkan nilai p=0,738 ditolak pada taraf signifikansi 5%.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor faktor yang Mempengaruhi Kebijaka

Faktor faktor yang Mempengaruhi Kebijaka

positif dan signifikan terhadap debt ratio perusahaan yang erat kaitannya dengan kebijakan hutang perusahaan; (4) Menambahkan variabel firm size (ukuran perusahaan) didasarkan pada Sugiarto dan Budhijono (2007) karena semakin besar ukuran perusahaan, semakin banyak aktiva tetap perusahaan yang dapat digunakan sebagai jaminan maka kesempatan perusahaan untuk mendapatkan pinjaman akan menjadi lebih besar, variabel ukuran perusahaan yang didasarkan pada Indrawati dan Suhendro (2006) karena semakin besar ukuran sebuah perusahaan, maka kesempatannya untuk mendapatkan pin- jaman juga akan semakin luas dan yang terakhir variabel profitabilitas yang didasarkan pada Mardiana (2005) karena semakin tingginya profitabilitas perusahaan akan membuat perusahaan memiliki cukup dana internal sehingga tidak perlu melakukan pinjaman kepada pihak luar lagi; (5) Menambahkan variabel profitabilitas yang didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Ismiyanti dan Hanafi (2003) yang menemukan bahwa profitabilitas mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap hutang. Hal ini disebabkan karena pada tingkat profitabilitas yang rendah, perusahaan menggunakan hutang untuk membiayai operasional, sebaliknya pada tingkat profitabilitas yang tinggi, perusahaan mengurangi penggunaan hutang (Ismiyanti dan Hanafi 2003); (6) Periode yang digunakan dalam penelitian adalah tahun 2005-2008.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Objek dan Ruang Lingkup Penelitian - FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAPITAL STRUCTURE PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2008-2010 - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Objek dan Ruang Lingkup Penelitian - FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAPITAL STRUCTURE PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2008-2010 - Repository Fakultas Ekonomi UNJ

Ukuran perusahaan merupakan penentuan besar kecilnya skala perusahaan dapat ditentukan berdasarkan total penjualan, total aktiva, rata-rata tingkat penjualan, dan rata-rata total aktiva (Seftianne,2011). Selain itu menurut Siregar dan Utama (2005) dalam Sisca (2009), ukuran perusahaan dapat diukur dengan natural logaritma nilai pasar ekuitas perusahaan pada akhir tahun

Baca lebih lajut

ANALISIS DETERMINASI KEPUTUSAN REVALUASI ASET TETAP (Studi Perbandingan Perusahaan Manufaktur di Indonesia dan Singapura Tahun 2013-2015)

ANALISIS DETERMINASI KEPUTUSAN REVALUASI ASET TETAP (Studi Perbandingan Perusahaan Manufaktur di Indonesia dan Singapura Tahun 2013-2015)

mungkin terjadi perbedaan hasil antara negara maju dan negara berkembang. Singapura juga dipilih karena memiliki persamaan dengan Indonesia, yaitu mulai efektif melakukan konvergensi IFRS pada 1 Januari 2012 dan cara pengadopsian IFRS dilakukan secara gradual system (sistem bertahap). Adanya perbedaan hasil penelitian pada variabel firm size (ukuran perusahaan), fixed asset intensity (intensitas aset tetap), liquidity (likuiditas) pada penelitian Manihuruk dan Farahmita (2015), Yulistia, dkk (2015), Seng dan Su (2010) membuat variabel ini menjadi menarik diuji kembali untuk mengetahui apakah variabel tersebut berpengaruh terhadap keputusan perusahaan melakukan revaluasi aset tetap. Sedangkan variabel declining cash flow from operation dan variabel level indebtedness ditambahkan karena masih sedikit peneliti yang menggunakan variabel tersebut dan supaya berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris terkait pengaruh firm size, fixed asset intensity, level of indetbtedness, liquidity, dan declining cash flow from operation terhadap keputusan revaluasi aset tetap di Indonesia dan Singapura.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Analisis Laporan Keuangan - Analisis Pengaruh Cost To Income Ratio (CIR), Debt To Equity Ratio (DER), Size Bank, Return On Asset (ROA), Earnings Per Share (EPS), Dan Non Performing Loan (NPL) Terhadap Ha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Analisis Laporan Keuangan - Analisis Pengaruh Cost To Income Ratio (CIR), Debt To Equity Ratio (DER), Size Bank, Return On Asset (ROA), Earnings Per Share (EPS), Dan Non Performing Loan (NPL) Terhadap Ha

Penelitian yang dilakukan oleh Simatupang (2010) dengan judul penelitian Pengaruh Rasio Keuangan Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Industri Barang Konsumen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menyatakan bahwa secara simultan variabel debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), Return On Asset (ROA), Current Ratio (CR), dan ukuran perusahaan (SIZE) berpengaruh terhadap harga saham, sementara secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham Penelitian ini menggunakan data skunder dari bursa efek indonesia dengan menggunakan regression linear berganda melalui uji t dan uji f. Koefisien determinasi sebesar 0,846 atau 84,6% artinya dari seluruh variabel yaitu debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), Return On Asset (ROA), Current Ratio (CR), dan ukuran perusahaan (SIZE) mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap harga saham sebesar 84,6% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lain sebesar 15,4% yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Laporan keuangan - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pendanaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Laporan keuangan - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pendanaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Menurut Brigham dan Houston (2011:40), perusahaan yang tumbuh dengan pesat harus lebih banyak mengandalkan modal eksternal. Biaya pengembangan untuk penjualan saham biasa lebih besar daripada biaya untuk penerbitan surat hutang yang mendorong perusahaan untuk lebih banyak mengandalkan hutang. Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2001:299) perusahaan yang lebih besar di mana sahamnya tersebar sangat luas akan lebih berani mengeluarkan saham baru. Oleh karena itu, dalam penelitian ini ukuran perusahaan diduga mempunyai pengaruh yang dominan terhadap struktur modal. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2012

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2012

Penelitian yang dilakukan oleh Primasari pada tahun 2013 dengan judul Pengaruh Karakteristik Bank dan Rasio Keuangan terhadap Profitabilitas pada Bank Umum yang Berkinerja Positif di Indonesia periode 2007-2011dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwavariabel ukuran perusahaan (size), Loan to Asset Ratio (LAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Net Interest Margin (NIM) Deposit to Total Asset Ratio (DAR) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Variabel Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan Non Performing Loan (NPL) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Sedangkan variabel Equity to Total Asset Ratio (EAR) memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap Return on Asset (ROA).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MANAGERIAL OWNERSHIP, FAMILY OWNERSHIP, FIRM SIZE DAN FIRM RISK TERHADAP FIRM VALUE (Studi pada perusahaan terdaftar di BEI)

PENGARUH MANAGERIAL OWNERSHIP, FAMILY OWNERSHIP, FIRM SIZE DAN FIRM RISK TERHADAP FIRM VALUE (Studi pada perusahaan terdaftar di BEI)

Menurut Soliha dan Taswan (2002) ukuran perusahaan dinyatakan sebagai determinan dari struktur keuangan dalam hampir setiap studi dan untuk sejumlah alasan berbeda. Tolok ukur yang menunjukkan besar kecilnya suatu perusahaan, antara lain total penjualan, rata-rata tingkat penjualan dan total aktiva (Ferry dan Jones, 1979 dalam Panjaitan, 2004). Ukuran perusahaan dapat menentukan tingkat kemudahan perusahaan memperoleh dana dari pasar modal. Perusahaan kecil umumnya kekurangan akses ke pasar modal yang terorganisir, baik untuk obligasi maupun saham. Kalaupun mereka punya akses, biaya peluncuran dari penjualan sejumlah kecil sekuritas dapat menjadi penghambat. Jika penerbitan sekuritas dapat dilakukan, sekuritas perusahaan kecil mungkin kurang dapat dipasarkan sehingga membutuhkan penentuan harga sedemikian rupa agar investor mendapatkan hasil yang memberikan return lebih tinggi secara signifikan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR), FIRM SIZE DAMPAKNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (FIRM VALUE).

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR), FIRM SIZE DAMPAKNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (FIRM VALUE).

Legitimacy Theory merupakan suatu gagasan tentang kontrak sosial antara perusahaan dengan masyarakat. Menurut teori ini, untuk dapat diterima oleh suatu kelompok atau masyarakat, perusahaan haruslah mengungkapkan aktivitas sosialnya sehingga akan menjamin kelangsungan hidup perusahaan. Teori legitimasi juga menyatakan bahwa perusahaan harus melaksanakan dan menungkapkan aktivitas CSR semaksimal mungkin agar aktivitas perusahaan dapat diterima oleh kelompok masyarakat. Pengungkapan ini digunakan untuk melegitimasi aktivitas perusahaan dimata masyarakat, karena pengungkapan CSR akan menunjukan tingkat kepatuhan suatu perusahaan (Wibisono, 2007).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTORFAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN  | Maytariana | Jurnal Administrasi Bisnis 1 PB

FAKTORFAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN | Maytariana | Jurnal Administrasi Bisnis 1 PB

Profitabilitas diukur dengan membandingkan antara laba bersih dengan total aktivanya. Perusahaan-perusahaan manufaktur yang memiliki profitabilitas cukup tinggi pada dasarnya tidak membutuhkan banyak pembiayaan dengan hutang. Hal ini disebabkan karena laba ditahannya yang cukup tinggi sudah memadai untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan. Oleh karena itu, perusahaan manufaktur dengan tingkat profitabilias tertentu perlu mempertimbangkan apakah laba ditahan perusahaan benar-benar mencukupi untuk mendanai peusahaan, sehingga dapat diambil keputusan yang tepat tentang perlu tidaknya mengambil hutang jangka panjang sebagai sumber dananya. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Wibowo (2012) yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap debt ratio dan debt to equity ratio .
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kinerja Keuangan Badan Layanan Umum Rumah Sakit Se-Jabotabek

Kinerja Keuangan Badan Layanan Umum Rumah Sakit Se-Jabotabek

Cash Ratio menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban- kewajibannya yang jatuh tempo. Rasio kas ( cash ratio ) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang (Kasmir, 2010:139). Rasio ini dapat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya. Sebuah perusahaan dalam menjalankan operasinya membutuhkan dana yang sangat besar, baik untuk produksi maupun untuk investasi. Kebutuhan dana ini tidak dapat sepenuhnya dipenuhi menggunakan modal sendiri. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan peminjaman dana ke pihak lain ataupu melakukan penundaan pembayaran beberapa kewajiban. Utang yang dimiliki oleh perusahaan harus dikelola sedemikian rupa sehingga tidak menambah beban bagi perusahaan yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerugian. Rasio utang dalam sebuah laporan keuangan menunjukkan seberapa besar aset yang dibiayai dengan utang. Rasio ini menekankan pada peran penting pendanaan utang bagi perusahaan dengan menunjukkan persentase aktiva perusahaan yang didukung oleh pendanaan utang (Horne dan Wachowicz, 2009).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2011-2015 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2011-2015 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Growth adalah pertumbuhan aktiva yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan. Perusahaan yang memiliki pertumbuhan perusahaan yang tinggi cenderung membutukan dana yang besar. Dana yang digunakan perusahaan untuk membiayai pertumbuhan perusahaan berasal dari sumber dana internal sehingga mengakibatkan pembagian dividen untuk pemegang saham semakin kecil. Hal tersebut akan berbeda ketika pertumbuhan perusahaan cenderung rendah. Perusahaan yang pertumbuhannya rendah akan membagikan dividenya cenderung lebih tinggi untuk mengurangi overinvestment. Abor (2006) melakukan penelitian dan menemukan Growth berpengaruh negatif terhadap Rasio Pembayaran Dividen. Sedangkan penelitian Suwaludin dan Aziz (2006) menemukan Growth memiliki pengaruh positif terhadap Dividend Payout Ratio.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...