ukuran (Size) perusahaan

Top PDF ukuran (Size) perusahaan:

PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, GROWTH, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, GROWTH, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES DI BURSA EFEK INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

Hasil penelitian ini serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh Ida dan Gede (2014) yang menyatakan bahwa size tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen. Hal tersebut dapat disebabkan karena perusahaan besar yang lebih mudah untuk akses ke pasar modal, belum menjamin memperoleh dana yang dibutuhkan dengan mudah dan akan membayarkan dividen dengan nilai yang tinggi, karena bagi investor untuk menanamkan modalnya tidak harus mempertimbangkan besar atau kecilnya perusahaan. Perusahaan dalam memperoleh dana yang didapat dari pasar modal, bukan hanya digunakan untuk membayarkan dividen kepada para pemegang saham melainkan digunakan untuk keperluan lain seperti membayar hutang atau untuk kepentingan keberlangsungan usaha yang lain. Penelitian ini bertentangan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sisca (2008) mengemukakan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang positif terhadap kebijakan dividen. Perusahaan yang besar cenderung membagikan dividen yang tinggi kepada investor. Sedangkan, untuk ukuran perusahaan yang kecil cenderung mengalokasikan labanya ke laba ditahan untuk menambah aset perusahaan sehingga perusahaan cenderung membagikan dividen yang rendah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Beta, Ukuran Perusahaan (SIZE), EPS dan ROA Terhadap Return Saham Perusahaan Consumer Goods Periode 2008-2012

Analisis Pengaruh Beta, Ukuran Perusahaan (SIZE), EPS dan ROA Terhadap Return Saham Perusahaan Consumer Goods Periode 2008-2012

Karena probabilitas (0,000) jauh lebih kecil dari 0,05, maka model regresi bisa dipakai unuk memprediksi return saham. Atau bisa dikatakan beta, ukuran perusahaan (SIZE), earning per share (EPS), dan return on asset (ROA) secara bersama-sama berpengaruh terhadap return saham. Hal ini berarti ada faktor lain yang mempengaruhi return saham, yaitu DER, NPM, ROE, PBV, dan PER.

Baca lebih lajut

PENGARUH BOARD SIZE, KUALITAS AUDIT, UKURAN PERUSAHAAN DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

PENGARUH BOARD SIZE, KUALITAS AUDIT, UKURAN PERUSAHAAN DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN

Dalam teori sinyal (signalling theory), perusahaan dituntut untuk memberikan sinyal baik bagi investor. Sinyal baik tersebut didapatkan dari kualitas audit, yang mana kualitas audit sangat diperlukan karena seorang audit dalam menjalankan tugasnya perlu mengetahui beberapa informasi yang dibutuhkan, informasi tersebut didapatkan dari klien. Selain itu auditor harus memiliki pengalaman yang cukup agar opini yang diberikan dapat menjadi hasil yang baik dan jelas bagi perusahaan. Ardiana (2014) menunjukkan pengaruh positif ukuran KAP terhadap nilai perusahaan. Semakin besar kualitas audit diharapkan akan meningkatkan kredibilitas dari laporan keuangan, dan dengan meningkatnya kredibilitas dari laporan keuangan maka diharapkan akan berpengaruh terhadap harga saham yang tinggi, sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, DAN PRODUKTIVITAS TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI - Perbanas Institutional Repository

pinjamannya dalam waktu yang telah ditentukan. Semakin besar ukuran suatu perusahaan maka semakin besar pula potensi atau kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya. Hal tersebut secara tidak langsung dapat berpengaruh pada peringkat obligasi perusahaan karena semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang obligasinya dan memberikan sinyal positif bagi investor yang ingin berinvestasi pada perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan pada penelitian ini dilihat dari besarnya total asset yang dimiliki oleh perusahaan. Suatu asset menunjukkan aktiva yang digunakan dalam aktivitas operasional perusahaan. Peningkatan asset yang diikuti dengan peningkatan hasil operasi dapat menambah kepercayaan pihak luar atau investor terhadap perusahaan terkait. Perusahaan yang memiliki skala besar menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menguasai pasar dan kredibilitasnya sehingga dapat meningkatkan peringkat obligasi. Ukuran perusahaan dapat diukur menggunakan total asset, penjualan atau ekuitas. Apabila, jumlah asset, penjualan atau ekuitas besar, maka logaritma terhadap jumlah tersebut dapat digunakan untuk tujuan penelitian (Luciana dan Vieka, 2007).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTOR  FAKTOR YANG MEMP ENGARUHI PENGUNGKAPAN TANGGUN GJAWAB SOSIAL (S tudy Empiris Pada Perusahaan  Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Selama Tahun 2005 2008)

FAKTOR FAKTOR YANG MEMP ENGARUHI PENGUNGKAPAN TANGGUN GJAWAB SOSIAL (S tudy Empiris Pada Perusahaan Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Selama Tahun 2005 2008)

Brown (2007), Hayuningtyas (2007), Udayasankar (2007), Suhardjanto (2008), Aulia (2009), Laras (2009), Sari (2009). Beberapa pertanyaan penting yang berusaha dipecahkan oleh para peneliti antara lain: (1) Perusahaan seperti apa yang mengungkapkan informasi sosialnya; (2) Dapatkah praktek pengungkapan informasi sosial dihubungkan dengan atribut performa ekonomi atau faktor-faktor seperti ukuran, jenis industri, resiko, reaksi pasar, pengaruh eksternal, reputasi perusahaan, dan (3) Motivasi apa yang mendorong perusahaan mengungkapkan informasi sosialnya (Haniffa dan Cooke, 2005). Karakteristik perusahaan yang pernah digunakan dalam penelitian sebelumnya adalah; size perusahaan, profitabilitas, likuiditas, profile , culture , cakupan wilayah operasional, leverage , ukuran dewan komisaris, skope bisnis, dan ukuran KAP dll.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Enterprise Risk Management dan Faktor Internal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Enterprise Risk Management dan Faktor Internal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia

Hoyt dan Lienbenberg (2008) menggunakan ukuran perusahaan ( size ), leverage , dan profitabilitas dalam penelitiannya. Ukuran perusahaan dan leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, temuan ini serupa dengan penelitian Sanjaya dan Linawati (2015) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif sedangkan leverage berpengaruh negatif. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa bukti bahwa perusahaan yang lebih besar lebih mungkin untuk menerapkan Enterprise Risk Management karena risiko yang dihadapi semakin kompleks. Selain itu, ukuran perusahaan turut menentukan nilai perusahaan. Semakin besar ukuran suatu perusahaan dianggap semakin mudah untuk mendapatkan sumber pendanaan bagi operasional perusahaan. Semakin baik dan semakin banyaknya sumber dana yang diperoleh, maka akan mendukung operasional perusahaan secara maksimum, sehingga dapat meningkatkan harga saham perusahaan (Pantow et al ., 2015).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO, BANK SIZE DAN BI RATE TERHADAP RISIKO KREDIT (NPL) PADA PERUSAHAAN PERBANKAN.

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO, BANK SIZE DAN BI RATE TERHADAP RISIKO KREDIT (NPL) PADA PERUSAHAAN PERBANKAN.

2230 disebabkan oleh pemberi pinjaman kurang rencana untuk menangani risiko, mengurangi niat untuk peminjam, bergerak bersama dengan kurva risiko, operasi kredit yang lemah, peningkatan ukuran pinjaman yang meningkatkan risiko ( Ijaz dkk, 2012). Faktor mikro yang kemungkinan mempengaruhi kredit bermasalah yaitu pinjaman untuk rasio aset, konsentrasi kredit, ROE, NIM, ukuran bank, struktur kepemilikan, dan faktor ekonomi makro yaitu siklus ekonomi, pergerakan nilai tukar riil, suku bunga riil dan inflasi (Polodoo dkk, 2015).

Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN - Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI

BAB III METODE PENELITIAN - Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independent). Nilai tolerance dan Variance Inflacation Factor (VIF) digunakan untuk mendeteksi adanya multikolineritas. Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel bebas mana yang dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Jika nilai tolerance yang rendah dengan nilai VIF tinggi karena (VIF = 1/tolerance) dan menunjukkan adanya koliniearitas yang tinggi. Nilai batas yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai tolerance mendekati 1 atau sama dengan nilai VIF disekitar angka 10. Gejala multikolinieritas akan didefinisikan jika VIF lebih besar dari 10 (Gujarati, 1995).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social - Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social - Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Anggita Zoraya Marpaung (2010) dengan judul penelitian ” Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Sosial Dalam Laporan Keuangan Tahunan”. Variabel independen yang digunakan adalah kepemilikan saham, tingkat leverage, profitabilitas, size, ukuran perusahaan, sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah pengungkapan sosial. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahun 2006-2008. Uji yang digunakan adalah uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukan struktur kepemilikan, profitabilitas, ukuran perusahaan, umur perusahaan berpengaruh negatif sedangkan tingkat leverage berpengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial dalam laporan tahunan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Faktor – Faktor Penentu Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) (Analysis of Determinants of Financial Reporting Timeliness Manufactures Company in Indonesian Stock Exchange (IDX))

Analisis Faktor – Faktor Penentu Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) (Analysis of Determinants of Financial Reporting Timeliness Manufactures Company in Indonesian Stock Exchange (IDX))

Perusahaan besar cenderung untuk menyajikan laporan keuangan lebih tepat waktu daripada perusahaan kecil. Hasil penelitian Made Gede (2004) menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan dan negatif terhadap rentang waktu penyelesaian laporan keuangan. Semakin besar laporan keuangan perusahaan, maka semakin banyak informasi didalamnya. Pihak manajemen harus mengelola informasi tersebut dengan baik untuk dilaporkan pada pihak yang berkepentingan. Semakin kecil ukuran perusahaan, makin kecil keterlambatan penyelesaiannya. Tidak berpengaruhnya ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan farmasi menunjukkan bahwa perusahaan sudah semakin sadar akan pentingnya informasi keuangan baik dari pihak internal maupun eksternal sehingga besar atau kecil ukuran suatu perusahaan akan berusaha untuk melaporkan secara tepat waktu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

perusahaan food and beverages cenderung mengalami penurunan pada nilai struktur modalnya. Perusahaan- perusahaan tersebut antara lain: PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT. Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT. Sekar Bumi Tbk (SKBM), PT. Sekar Laut Tbk (SKLT), dan PT. Siantar Top Tbk STTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur aktiva, profitabilitas (profitability) dan ukuran perusahaan (size) terhadap struktur modal pada perusahaan food and beverages di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Audit Fee Pada Perusahaan Consumer Good yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Audit Fee Pada Perusahaan Consumer Good yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata total penjualan, dan rata- rata total aktiva. Jadi ukuran perusahaan merupakan ukuran atau besarnya aset yang dimiliki oleh perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya perusahaan klien yang sedang diaudit oleh auditor atau KAP (kantor akuntan publik). Ukuran perusahaan sangat menentukan lamanya proses audit yang pada akhirnya berdampak pada besarnya biaya audit. Penentuan besaran audit fee yang dikeluarkan perusahaan atas jasa yang diberikan auditor, dilakukan melalui proses negosiasi antara auditor dengan perusahaan. Negosiasi tersebut berdasarkan berbagai pertimbangan yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Salah satu pertimbangan dalam penentuan besaran audit fee yaitu ukuran perusahaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Laporan keuangan - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pendanaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Laporan keuangan - Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pendanaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Menurut Brigham dan Houston (2011:40), perusahaan yang tumbuh dengan pesat harus lebih banyak mengandalkan modal eksternal. Biaya pengembangan untuk penjualan saham biasa lebih besar daripada biaya untuk penerbitan surat hutang yang mendorong perusahaan untuk lebih banyak mengandalkan hutang. Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2001:299) perusahaan yang lebih besar di mana sahamnya tersebar sangat luas akan lebih berani mengeluarkan saham baru. Oleh karena itu, dalam penelitian ini ukuran perusahaan diduga mempunyai pengaruh yang dominan terhadap struktur modal. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Dalam Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan Manufaktur Yang Go Publik Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2010.

BAB 1 PENDAHULUAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Dalam Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan Manufaktur Yang Go Publik Di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2010.

Rawi dan Muchlish (2010) meneliti tentang kepemilikan manajemen, kepemilikan institusi, leverage dan corporate social responsibility , menunjukkan bahwa kepemilikan manajemen berpengaruh positif terhadap corporate social responsibility , sedangkan kepemilikan institusi dan leverage perusahaan tidak berpengaruh terhadap corporate social responsibility. Suaryana (2011) menggunakan lima variabel independen yaitu leverage , profitabilitas, ukuran dewan komisaris, ukuran perusahaan, dan kepemilikan manajerial. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ukuran perusahaan adalah satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Profitabilitas dan Likuiditas terhadap Struktur Modal dengan Sales Growth sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Profitabilitas dan Likuiditas terhadap Struktur Modal dengan Sales Growth sebagai Variabel Moderating pada Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Sesuai dengan namanya, Bank Syariah dirintis dan dikembangkan sebagai salah satu lembaga bisnis keuangan yang melaksanakan semua kegiatan atau transaksinya sesuai dengan prinsip-prinsip dasar dalam ekonomi Islam, termasuk di dalamnya untuk melakukan tanggung jawab sosial dan mengungkapkannya secara sitematis dalam laporan tahunan mereka. Menimbang perkembangan BUS yang terjadi di Indonesia tergolong pesat, oleh sebab itu menarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai pengungkapan ISR yang dilakukan perusahaan islam tersebut. Dalam studi ini, peneliti menganalisis laporan tahunan dari 9 (sembilan) BUS pada tahun 2012-2014 yang terdaftar di Indonesia untuk mengetahui Indeks ISR masing-masing BUS. Selain itu, untuk mencari tahu faktor-faktor apa yang mempengaruhi indeks ISR maka digunakan penelitian asosiatif dan pengujian hipotesis. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini meliputi profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan dan umur perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua faktor yakni profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan ISR. Sedangkan dua faktor lainnya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan ISR. Kata kunci: Bank Umum Syariah, Islamic Social Reporting, profitabilitas,
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Internet Financial Reporting dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Internet Financial Reporting dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Perusahaan Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Sesuai dengan namanya, Bank Syariah dirintis dan dikembangkan sebagai salah satu lembaga bisnis keuangan yang melaksanakan semua kegiatan atau transaksinya sesuai dengan prinsip-prinsip dasar dalam ekonomi Islam, termasuk di dalamnya untuk melakukan tanggung jawab sosial dan mengungkapkannya secara sitematis dalam laporan tahunan mereka. Menimbang perkembangan BUS yang terjadi di Indonesia tergolong pesat, oleh sebab itu menarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai pengungkapan ISR yang dilakukan perusahaan islam tersebut. Dalam studi ini, peneliti menganalisis laporan tahunan dari 9 (sembilan) BUS pada tahun 2012-2014 yang terdaftar di Indonesia untuk mengetahui Indeks ISR masing-masing BUS. Selain itu, untuk mencari tahu faktor-faktor apa yang mempengaruhi indeks ISR maka digunakan penelitian asosiatif dan pengujian hipotesis. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini meliputi profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan dan umur perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua faktor yakni profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan ISR. Sedangkan dua faktor lainnya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan ISR. Kata kunci: Bank Umum Syariah, Islamic Social Reporting, profitabilitas,
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Enterprise Risk Management dan Faktor Internal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Enterprise Risk Management dan Faktor Internal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia

Hoyt dan Lienbenberg (2008) menggunakan ukuran perusahaan (size), leverage, dan profitabilitas dalam penelitiannya. Ukuran perusahaan dan leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, temuan ini serupa dengan penelitian Sanjaya dan Linawati (2015) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif sedangkan leverage berpengaruh negatif. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa bukti bahwa perusahaan yang lebih besar lebih mungkin untuk menerapkan Enterprise Risk Management karena risiko yang dihadapi semakin kompleks. Selain itu, ukuran perusahaan turut menentukan nilai perusahaan. Semakin besar ukuran suatu perusahaan dianggap semakin mudah untuk mendapatkan sumber pendanaan bagi operasional perusahaan. Semakin baik dan semakin banyaknya sumber dana yang diperoleh, maka akan mendukung operasional perusahaan secara maksimum, sehingga dapat meningkatkan harga saham perusahaan (Pantow et al., 2015).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2012

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2012

Penelitian yang dilakukan oleh Primasari pada tahun 2013 dengan judul Pengaruh Karakteristik Bank dan Rasio Keuangan terhadap Profitabilitas pada Bank Umum yang Berkinerja Positif di Indonesia periode 2007-2011dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwavariabel ukuran perusahaan (size), Loan to Asset Ratio (LAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Net Interest Margin (NIM) Deposit to Total Asset Ratio (DAR) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Variabel Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan Non Performing Loan (NPL) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Asset (ROA). Sedangkan variabel Equity to Total Asset Ratio (EAR) memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap Return on Asset (ROA).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyelesaian Penyajian Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyelesaian Penyajian Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah suatu bentuk organisasi akuntan publik yang memperoleh izin sesuai dengan peraturan perundang- undangan dalam hal pemberian jasa profesional bagi praktek akuntan publik. Beberapa penelitian yang menguji pengaruh ukuran KAP terhadap lamanya penyelesaian penyajian laporan keuangan menunjukkan adanya pengaruh yang negatif. Artinya perusahaan yang diaudit oleh KAP anggota The Big Four lebih cepat mempublikasikan laporan keuangannya daripada perusahaan yang diaudit oleh KAP Non The Big Four. Menurut Ahmad (2005) bahwa “KAP The Big Four membutuhkan waktu lebih pendek dibandingkan KAP Non The Big Four hal ini disebabkan efisien waktu, insentif lebih tinggi, menjaga reputasi, dan kualitas SDM yang lebih baik”. Menurut Stice (2004), “empat besar kantor akuntan publik yang diurut berdasarkan abjad adalah Deloitte & Touche, Ernst & Young, KPMG Peat Marwick, dan Price Waterhouse Coopers.”
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

Kinerja keuangan merupakan salah satu faktor yang menunjukkan efektifitas dan efisien suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu indikator yang di pergunakan oleh investor untuk menilai suatu perusahaan yang terekspresikan adalah harga saham di bursa efek (Alfredo et al., 2012). Pengukuran kinerja keuangan dapat dilihat menggunakan analisis laporan keuangan atau analisis rasio. Ross et al. (2009) menyatakan bahwa rasio merupakan cara untuk membandingkan dan menyelidiki hubungan yang ada diantara berbagai bagian informasi keuangan. Rasio yang umum digunakan adalah rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Dalam rasio likuiditas, hal-hal utama yang diukur adalah kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban-kewajibannya dalam jangka pendek tanpa ada tekanan yang berlebihan (Ross et al., 2009:79). Rasio ini memfokuskan pada aset lancar dan kewajiban lancar. Solvabilitas adalah kemampuan jangka panjang perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya (Ross et al., 2009:83). Pengukuran solvabilitas ini dapat disebut juga sebagai leverage ratio. Profitabilitas adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menggunakan aset dan mengelola operasinya secara efisien (Ross et al., 2009:89). Rasio Profitabilitas, yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mencetak laba. Untuk para pemegang (pemilik perusahaan), rasio ini menunjukkan tingkat penghasilan mereka dalam investasi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects