Umpan ikan

Top PDF Umpan ikan:

4. Pembebasan MP HPIK  (Hidup) dan Umpan Ikan  dari LN

4. Pembebasan MP HPIK (Hidup) dan Umpan Ikan dari LN

Nomor SOP 4/M/TO.1/BKIPM.2/2013 Tanggal Pembuatan 25 Januari 2012 Tanggal Revisi -Tanggal Efektif 31 Desember 2013 Disahkan oleh Nama SOP Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana 1 1 Petug[r]

2 Baca lebih lajut

Resep Umpan Ikan Mas Bahan Jagung

Resep Umpan Ikan Mas Bahan Jagung

Mie instan dan pellet dihancurkan menjadi tepung. Telur bebek digodok sampai matang dan diambil kuning telurnya saja. Keju diparut sampai halus. Ubi jalar dan ikan tongkol dikukus sampai lembek jangan lupa dibuang kulit dan durinya. Setelah semua bahan siap, campur kesemua bahan tersebut dalam satu wadah. Lalu aduk bersama susu dan essen, campur dengan air bila diperlukan. Kini umpan anda siap digunakan.

18 Baca lebih lajut

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP POLE AND LINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LABUHAN LOMBOK

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP POLE AND LINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LABUHAN LOMBOK

1. Fishing trip panangkapan kapal pole and line selama 3 hari dengan target tangkapan ikan cakalang. Alat tangkap terdiri dari joran, tali PE (Poly Ethiline), tali nylon dan mata pancing yang tidak memiliki kait balik. Kegiatan penangkapan diawali dengam membeli umpan ikan hidup di bagan perahu untuk selanjutnya menuju ke fishing ground di WPP 713 dengan alat bantu rumpon yang diawali dengan penyemprotan water sprayer ke laut dan penebaran umpan ikan hidup berupa teri dan lemuru. Musim puncak (Januari – Maret), musim paceklik (April – Agustus) dan musim biasa pada Bulan (September – Desember).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SEMUT RANGRANG SEBAGAI MUSUH ALAMI DAN A

SEMUT RANGRANG SEBAGAI MUSUH ALAMI DAN A

Meskipun gigitannya cukup menyakitkan, semut ini terbukti mampu menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan. Pengamatan Cesard (2004) di Malingping, Jawa Barat menunjukkan bahwa larva dan pupa semut rangrang yang disebut kroto, dapat dipanen dan dijual sebagai pakan burung atau umpan pancing. Di beberapa tempat lain di Jawa, bisnis kroto ini dianggap sebagai bisnis yang sangat menguntungkan. Kroto adalah nama yang diberikan orang Jawa untuk campuran larva dan pupa semut penganyam Asia (terutama Oecophylla smaragdina). Campuran ini terkenal di kalangan pencinta burung dan nelayan di Indonesia, karena larva semut populer sebagai umpan ikan, dan juga sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan ketrampilan burung-burung pedendang.Para penggemar burung membeli kroto yang kaya protein dan vitamin untuk burung peliharaannya, demi kepuasan mereka mendengarkan kicauan burung yang merdu, atau waktu mereka menyiapkan burung-burungnya untuk mengikuti lomba burung pedendang.Manfaat Ekonomi Selama ini pasokan pasar burung atau toko yang menjual pakan burung hanya menggantungkan dari pengumpul kroto yang berasal dari tangkapan alam.Kita tahu alam tidak setiap saat menyediakan kroto apalagi saat musim penghujan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perbedaan Bobot dan Posisi Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan Pada Bubu Lipat di Desa Mayangan, Kabupaten Subang

Perbedaan Bobot dan Posisi Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan Pada Bubu Lipat di Desa Mayangan, Kabupaten Subang

Penelitian tentang umpan di Indonesia hingga saat ini lebih memfokuskan pada jenis umpan untuk meningkatkan hasil tangkapan. Iskandar dan Ramdani (2009) menggunakan jenis umpan yang berbeda yaitu ikan pepetek segar, ikan pepetek asin, pepetek segar dengan potongan rajungan, serta pepetek segar yang diolesi minyak kedelai. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata jumlah rajungan secara keseluruhan yang tertangkap dengan menggunakan umpan ikan segar campur minyak kedelai relatif lebih besar dibandingkan dengan rajungan yang tertangkap dengan jenis umpan lainnya, namun ditinjau dari segi ukuran rajungan yang tertangkap, bubu dengan umpan ikan segar campur potongan rajungan menangkap rajungan dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan jenis umpan lainnya. Adapun Tiku (2004) dalam penelitiannya mencoba untuk mengkaji jenis umpan yang paling disukai kepiting bakau dengan menggunakan empat jenis umpan berbeda yaitu kulit kambing, ikan remang, ikan rucah dan kelapa bakar. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasil tangkapan kepiting bakau dengan menggunakan umpan berupa ikan remang menunjukkan nilai yang berbeda nyata dibandingkan ketiga jenis umpan lainnya.
Baca lebih lanjut

365 Baca lebih lajut

Uji coba perangkap plastik di perairan teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat

Uji coba perangkap plastik di perairan teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat

Beragam alat penangkapan ikan dioperasikan oleh nelayan Palabuhanratu untuk menangkap jenis-jenis ikan pelagis, demersal, dan karang. Jenis alat penangkap ikan pelagis diantaranya payang, gillnet, dan pancing. Untuk menangkap ikan demersal digunakan pancing, perangkap, trammel net, dan gillnet. Adapun untuk menangkap ikan karang dipakai perangkap. Perangkap merupakan satu jenis alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan. Tujuan penangkapannya umumnya berupa organisme non ikan. Material pembentuknya berupa besi, kawat, dan jaring. Kelemahannya, pembuatannya sulit, harga material mahal, dan usia pakai perangkap tidak terlalu lama. Oleh sebab itu dibutuhkan perangkap yang kuat, murah, dan tahan lama. Solusinya adalah perangkap plastik, karena harga materialnya relatif murah, mudah dalam pembuatan, usia pakai lebih lama, dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian bertujuan untuk menentukan jenis umpan yang sesuai (ikan cucut dan tembang), bentuk perangkap (persegi, kubah, dan trapesium), dan komposisi hasil tangkapan. Metode yang digunakan adalah metode percobaan dengan analisis data secara deskriptif komparatif. Hasil percobaan menunjukkan ketersediaaan sumberdaya keong dan rajungan cukup melimpah di Palabuhanratu. Perangkap plastik menangkap 3 kelompok organisme tangkapan, yaitu keong, rajungan, dan ikan. Kelompok keong terdiri atas 3 spesies, yaitu Portunus sanguinolentus, Portunus pelagicus, dan Charybdis feriatus. Kelompok keong meliputi 4 spesies, yaitu Collumella testudine, Oliva spp, Murex sp dan keong macan (Babylonia spirata). Adapun kelompok ikan hanya terdiri atas 2 spesies, masing-masing adalah ikan kerong-kerong (Therapon spp) dan kuwe (Gnathanodon spp). Untuk kepentingan penangkapan keong dapat digunakan perangkap berbentuk trapesium dengan umpan ikan tembang, sedangkan untuk menangkap rajungan digunakan perangkap berbentuk kubah dengan umpan cucut.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Studi bioakustik pergerakan ikan guppy (Poecilia reticulata) sebagai diversifikasi pakan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis)

Studi bioakustik pergerakan ikan guppy (Poecilia reticulata) sebagai diversifikasi pakan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis)

Umpan ikan cakalang dalam penangkapannya memerlukan umpan hidup dengan ukuran dan jenis tertentu, namun adakalanya umpan ikan cakalang berupa umpan buatan yang mengkilap sebagai daya tarik ikan cakalang agar menyerupai umpan ikan hidup. Umpan hidup ikan cakalang yang umum digunakan adalah jenis ikan puri kepala merah (Stelephorus divisi), ikan puri kepala batu (Hypoat therina barnesi), ikan puri gelas (Stolephorus indicus), ikan gasao (Sprattelloides delicatulus), ikan lompa (Thrissina baelama forska), ikan tembang (Sardinella fimbriata) dan ikan layang (Decapterus macrosoma). Menurut Balai Penelitian Perikanan Laut tahun 1983, kriteria umpan hidup yang digunakan antara lain umpan memilki warna yang terang, dapat hidup lama di bak penampungan, memiliki sisik yang tidak mudah lepas, dan berenang cepat menuju permukaan perairan. Umpan hidup ini menjadi masalah besar dalam penangkapan, ketika ikan yang menjadi umpan sangat terbatas dan harga yang mahal.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis indera penglihatan ikan kerapu macan (epinephelus fuscoguttatus) dan hubungannya dalam merespon umpan

Analisis indera penglihatan ikan kerapu macan (epinephelus fuscoguttatus) dan hubungannya dalam merespon umpan

Salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor adalah pelaksanaan penelitian untuk penulisan skripsi. Skripsi ini berjudul ”Analisis Indera Penglihatan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) dan Hubungannya Dalam Merespon Umpan”.

10 Baca lebih lajut

Efektivitas Penangkapan Ikan Karang Konsumsi Menggunakan Bubu Dengan Umpan Yang Berbeda di Kepulauan Seribu

Efektivitas Penangkapan Ikan Karang Konsumsi Menggunakan Bubu Dengan Umpan Yang Berbeda di Kepulauan Seribu

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan umpan alami dan buatan pada proses penangkapan ikan dengan bubu dan menghitung nilai efektivitas penangkapan ikan karang konsumsi menggunakan bubu dengan umpan alami dan buatan dengan waktu perendaman yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di perairan Kepulauan Seribu menggunakan bubu tambun dengan umpan udang, ikan rucah dan bulu babi sebagai umpan alami dan umpan A dan umpan B sebagai umpan buatan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar tentang pembuatan umpan buatan dan efektivitas penangkapan ikan karang konsumsi menggunakan bubu dengan umpan alami dan buatan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Struktur Komunitas Kepiting Bakau (Scylla Spp.) di Perairan Kawasan Mangrove Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat Sumatera Utara

Struktur Komunitas Kepiting Bakau (Scylla Spp.) di Perairan Kawasan Mangrove Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat Sumatera Utara

Kantong Plastik Kertas Milimeter Timbanagn Digital Buku Identifikasi Kepiting Jangka Sorong Umpan Bubu Ikan Mayung.[r]

11 Baca lebih lajut

Uji Efikasi Rodentisida Nabati Daun Ruku-Ruku (Ocimum sanctum L.) Terhadap Mortalitas Tikus Sawah Rattus rattus argentiventer Robb & Kloss. di Laboratorium

Uji Efikasi Rodentisida Nabati Daun Ruku-Ruku (Ocimum sanctum L.) Terhadap Mortalitas Tikus Sawah Rattus rattus argentiventer Robb & Kloss. di Laboratorium

Foto Penelitian Kandang Penelitian Tikus dari lapangan Pembuatan Umpan Umpan kontrol Umpan ruku-ruku tikus sedang mengelilingi umpan.[r]

17 Baca lebih lajut

Respons Penciuman Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) terhadap Umpan Buatan

Respons Penciuman Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) terhadap Umpan Buatan

Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) umumnya ditangkap dengan menggunakan bubu, pancing, tombak, bahan peledak, dan bahan kimia beracun (potasium sianida). Kedua cara penangkapan yang disebutkan terakhir merupakan cara yang efektif, namun menimbulkan dampak yang merugikan terhadap kelestarian ekosistem terumbu karang dan sumberdaya ikan. Bubu termasuk kedalam jenis perangkap (trap) (Brandt, 1984) yang sering digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan karang. Menurut Subani dan Barus (1989), umpan merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang keberhasilan suatu operasi penangkapan ikan dengan bubu dan pancing. Umpan digunakan dalam pengoperasian bubu berfungsi sebagai pemikat (attractor) dengan tujuan agar ikan karang yang sifatnya bersembunyi pada terumbu karang dapat keluar dan tertarik untuk masuk ke dalam bubu. Efektivitas umpan ditentukan oleh sifat fisik dan kimiawi yang dimilikinya agar dapat memberikan respons terhadap ikan-ikan tertentu.
Baca lebih lanjut

137 Baca lebih lajut

Tuna fisheries management strategies in an optimal and sustainable in Buru District, Maluku Province

Tuna fisheries management strategies in an optimal and sustainable in Buru District, Maluku Province

Ciri-ciri ikan tuna menurut Itano dan Fukofuka (2005) yaitu, madidihang/yellowfin tuna memiliki bentuk badan memanjang, sempit, garis besar badan lurus di belakang sirip dorsal kedua, kepala dan mata kecil dibandingkan dengan bigeye tuna. Sirip dada tebal, relatif pendek, berbentuk pisau. Finlet berwarna kuning terang tanpa warna hitam pada tepinya, ekor panjang, bagian tengah dari tepi ekor membentuk lekukan “V” yang jelas. Ciri internal berupa, gelembung renang hanya pada bagian depan rongga badan, tidak begitu jelas, biasanya kempis atau sedikit mengembung. Madidihang segar memperlihatkan suatu pita pada sisi tengah berwarna kuning terang, punggung berwarna hitam gelap mungkin terpisah dari warna emas oleh suatu pita biru tipis, bagian sisi perut putih keperakan. Terdapat garis-garis keperakan pada samping badan yang biasanya melengkung ke belakang pada bagian samping bawah yang jarak satu dengan lainnya dekat, garis-garis tersebut selang seling antara yang penuh dan deretan titik-titik. Sedangkan, tuna mata besar/bigeye tuna memiliki badan lebar dan membulat, kepala besar dan lebar, mata lebih besar. Sirip dada panjang, ujungnya tipis meruncing kearah ventral, finlet berwarna kekuning-kuningan dengan tepi berwarna hitam, bagian tengah dari tepi ekor membuntuk suatu area yang datar atau berbentuk bulan sabit, tepi trailing dari ekor datar. Ciri internal berupa gelembung renang menempati hampir seluruh rongga badan, besar, jelas, sering mengembung. Pewarnaan punggung berwarna hitam gelap di pinggir- pinggirnya ada garis biru metalik yang terang, bagian sisi dan perut berwarna putih seperti mutiara. Garis-garis pada bagian samping badan berbentuk vertikal, tidak teratur dan terpisah lebar, kebanyakan garis putih lurus, sedikit bintik-bintik atau dashes.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Desain Sepatu Futsal Anak Sebagai Sarana Media Pembelajaran Teknik Dasar Olahraga Futsal Dengan Konsep Effective Learning - ITS Repository

Desain Sepatu Futsal Anak Sebagai Sarana Media Pembelajaran Teknik Dasar Olahraga Futsal Dengan Konsep Effective Learning - ITS Repository

Adanya 2 titik ini merupakan pembeda seberapa keras umpanan yang ingin diberikan kepada kawan. Untuk area titik nomor 1 umpan cenderung lebih keras karena terbantu tulang ibu jari yang memberikan daya dorong yang lebih besar. Umpan yang diberikan dengan menggunakan titik ini, untuk memberikan umpan kepada kawan yang jaraknya tidak mudah terjangkau namun bola masih terarah akurasinya. Untuk titik nomor 2 berada tepat di lekukan kaki bagian dalam, pada bagian titik ini bola lebih mudah untuk dikuasai dan dirasakan sehingga lebih mudah untuk mengarahkan tujuan bola namun kelemahan menggunakan titik ini adalah bola yang melaju tidak begitu kencang dibading nomor satu, dikarenakan pada lekukan kaki bagian dalam lebih cenderung didominasi oleh otot-otot yang lunak sehingga daya dorong yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Titik area umpan nomor dua cenderung digunakan untuk mengumpan pada kawan yang dekat. Dari kedua titik tersebut memiliki karakteristik yang berbeda yaitu pada kencang laju bola dan juga bila pemberian titik tidak sesuai pada tempatnya atau bahkan posisi bola saat melakukan umpan tidak berada dititik yang ditentukan dapat berakibat akurasi umpanan tidak akan bagus dan umpan tidak bisa dijangkau kawan. 4.4.1.2 Analisa Titik Area Menendang pada Sepatu
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

Uji coba beberapa warna umpan tiruan pada penangkapan ikan dengan huhate di Perairan Bone-Bone, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara

Uji coba beberapa warna umpan tiruan pada penangkapan ikan dengan huhate di Perairan Bone-Bone, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara

Penulis diterima sebagai mahasiswa pada Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor melalui Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) pada tahun 2004. Selama kuliah, penulis aktif di kegiatan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (HIMAFARIN) sebagai Anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan bidang keprofesian (2005/2006), Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan bidang keprofesian (2006/2007). Selain itu, penulis aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perisai Diri sebagai Ketua Umum (2005/2006) dan Asisten Luar Biasa mata kuliah Manajemen Operasi Penangkapan Ikan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN KAKATUA (FAMILI: Scaridae) MENGGUNAKAN PANCING ULUR

PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN KAKATUA (FAMILI: Scaridae) MENGGUNAKAN PANCING ULUR

Keberhasilan penangkapan ikan kakatua (famili scaridae) menggunakan pancing ulur sangat ditentukan oleh umpan. Adapun jenis umpan yang selalu digunakan nelayan adalah kepiting dan teri. Tujuan penelitian adalah 1) menentukan jenis umpan yang lebih cepat menangkap kakatua dalam jumlah yang banyak, dan 2) menentukan waktu pe- nangkapan ikan kakatua yang paling efektif dalam pengoperasian pancing ulur. Kegiatan penelitian dilakukan di perairan Watdek, Maluku Tenggara pada bulan Maret sampai Mei 2017. Kegiatan penelitian dilakukan di perairan Watdek, Maluku Tenggara pada bulan Maret sampai Mei 2017. Operasi penangkapan dilakukan secara bersamaan oleh dua pemancing yang masing-masing menggunakan pancing ulur di atas speed boat. Dalam satu hari dilakukan 4 kali penangkapan, yaitu antara pukul 06:00-08:00 WIT, 08:00-10:00 WIT, 14:00-16:00 WIT, dan 16:00-18:00 WIT. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif komparatif untuk melihat perbedaan waktu penangkapan ikan kakatua terhadap hasil tangkapan. Sementara analisis statistik rancangan acak lengkap (RAL) dipakai untuk melihat pengaruh jenis umpan terhadap jumlah hasil tangkapan. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa umpan kepiting memperoleh hasil terbanyak, yaitu 318 ekor atau 70% dan umpan teri menangkap 135 ekor atau 30%. Waktu terbaik untuk menangkap ikan kakatua (famili scaridae) adalah pukul 06.00-08.00 WIT mendapatkan 226 ekor atau 50%, pukul 08.00-10.00 WIT 108 ekor (24%), pukul 16.00-18.00 WIT 57 ekor (13%) dan pukul 14.00- 16.00 WIT menghasilkan 62 ekor atau 14%.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Opini Anggota Brimob Terhadap Tayangan 86 Net Tv (Studi Deskriptif Kuantitatif Opini Anggota Brimob Leting Arya Bratha Yudha Medan Terhadap Tayangan 86 Net Tv)

Opini Anggota Brimob Terhadap Tayangan 86 Net Tv (Studi Deskriptif Kuantitatif Opini Anggota Brimob Leting Arya Bratha Yudha Medan Terhadap Tayangan 86 Net Tv)

Umpan balik Umpan balik dalam komunikasi massa umumnya bersifat tertunda berbeda dengan umpan balik pada komunikasi antar pribadi, akan tetapi konsep umpan balik yang tertunda pada komu[r]

29 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...