Undang-Undang No

Top PDF Undang-Undang No:

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

Keberadaan Yayasan sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 belum ada keseragaman tentang cara mendirikan yayasan. Pendirian yayasan didasarkan pada kebiasaan, doktrin dan yurisprudensi. Bagi Yayasan yang belum berstatus badan hukum dapat memperoleh status badan hukum dengan cara menyesuaikan anggaran dasarnya dengan mengajukan permohonan status badan hukum kepada Menteri Hukum Dan Hak Azasi Manusia paling lambat 1 (satu) tahun sejak tanggal UndangUndang Nomor 28 Tahun 2004 mulai berlaku. Yayasan yang berdiri sebelum adanya Undang-Undang Yayasan dan belum menyesuaikan anggaran dasarnya tidak bisa mengalihkan aset yayasan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

melalui akta Notaris. 24 Dalam KUHPerdata pengaturan tentang yayasan juga tidak terdapat, demikian juga dalam KUHDagang dan peraturan-peraturan lainnya pun tidak mengaturnya. Sebelum hadirnya Undang-Undang No.16 Tahun 2001 tentang Yayasan, maka Badan Hukum Yayasan hanya hadir sebagai kebutuhan hukum. Kehadiran Yayasan hanya ditopang oleh hukum kebiasaan dalam masyarakat dan Yurisprudensi, belum ada keseragaman peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang tata cara pendirian suatu yayasan, serta keharusan pembentukan yayasan melalui akta Notaris. Hal ini mengakibatkan perdebatan mengenai status yayasan sebagai badan hukum atau bukan, masih terus berlangsung.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NO. 4 PRP TAHUN 1959 DAN PENCABUTAN UNDANG-UNDANG NO. 32 PRP TAHUN 1960 DAN UNDANG-UNDANG NO. 34 PRP TAHUN 1960

PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NO. 4 PRP TAHUN 1959 DAN PENCABUTAN UNDANG-UNDANG NO. 32 PRP TAHUN 1960 DAN UNDANG-UNDANG NO. 34 PRP TAHUN 1960

Menetapkan : Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Perubahan Undang-undang No. 4 Prp tahun 1959 dan Pencabutan Undang- undang No. 32 Prp tahun 1960 dan Undang-undang- No. 34 Prp tahun 1960 (Lembaran-Negara tahun 1959 No. 91, Lembaran-Negara tahun 1960 No. 92 dan Lembaran-Negara tahun 1960 No. 94).

0 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

Keberadaan Yayasan sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 belum ada keseragaman tentang cara mendirikan yayasan. Pendirian yayasan didasarkan pada kebiasaan, doktrin dan yurisprudensi. Bagi Yayasan yang belum berstatus badan hukum dapat memperoleh status badan hukum dengan cara menyesuaikan anggaran dasarnya dengan mengajukan permohonan status badan hukum kepada Menteri Hukum Dan Hak Azasi Manusia paling lambat 1 (satu) tahun sejak tanggal UndangUndang Nomor 28 Tahun 2004 mulai berlaku. Yayasan yang berdiri sebelum adanya Undang-Undang Yayasan dan belum menyesuaikan anggaran dasarnya tidak bisa mengalihkan aset yayasan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Undang Undang No 21 Th 2011 tentang OJK

Undang Undang No 21 Th 2011 tentang OJK

Dalam rangka mewujudkan perekonomian nasional yang mampu tumbuh dengan stabil dan berkelanjutan, menciptakan kesempatan kerja yang luas dan seimbang di semua sektor perekonomian, serta memberikan kesejahteraan secara adil kepada seluruh rakyat Indonesia maka program pembangunan ekonomi nasional harus dilaksanakan secara komprehensif dan mampu menggerakkan kegiatan perekonomian nasional yang memiliki jangkauan yang luas dan menyentuh ke seluruh sektor riil dari perekonomian masyarakat Indonesia. Program pembangunan ekonomi nasional juga harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel yang berpedoman pada prinsip demokrasi ekonomi sebagaimana diamanatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Untuk mencapai tujuan tersebut, program pembangunan ekonomi nasional perlu didukung oleh tata kelola pemerintahan yang baik yang secara terus menerus melakukan reformasi terhadap setiap komponen dalam sistem perekonomian nasional. Salah satu komponen penting dalam sistem perekonomian nasional dimaksud adalah sistem keuangan dan seluruh kegiatan jasa keuangan yang menjalankan fungsi intermediasi bagi berbagai kegiatan produktif di dalam perekonomian nasional.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

undang undang no 20 tentang sisdiknas

undang undang no 20 tentang sisdiknas

Menimbang : a. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial; b. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

42 Baca lebih lajut

Undang Undang NO 37tahun 2003

Undang Undang NO 37tahun 2003

(4) Peresmian Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, dan Kabupaten Ogan Ilir serta pelantikan Penjabat Bupati dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden setelah Undang-undang ini diundangkan. (5) Menteri Dalam Negeri dapat menunjuk Gubernur Sumatera Selatan untuk melantik

15 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 2013 mempunyai fungsi untuk memberikan kemungkinan bagi yayasan-yayasan yang semula sudah tidak ada lagi secara kelembagaan masih dimungkinkan kembali untuk melakukan penyesuaian anggaran dasarnya terhadap Undang-Undang Yayasan sehingga tetap eksis. Artinya Peraturan Pemerintah nomor 2 Tahun 2013 ini berlaku khusus untuk kepentingan yayasan yang lahirnya sebelum Undang-Undang Yayasan yang belum sempat melakukan penyesuaian, atau melaporkan kepada menteri dan yayasan yang tidak diakui sebagai badan hukum agar dapat eksis kembali secara kelembagaan 5 . Setelah terbitnya Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2013 ini banyak yayasan-yayasan yang tertolong, sesuai pasal 37A Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2013, yaitu dengan cara memenuhi beberapa persyaratan yaitu paling sedikit selama 5 (lima) tahun berturut- turut sebelum penyesuaian Anggaran Dasar masih melakukan kegiatan sesuai Anggaran Dasarnya, dan belum pernah dibubarkan. Perubahan anggaran dasar yayasan sebagaimana dimaksud dilakukan dengan cara mengubah seluruh anggaran dasar yayasan dan mencantumkan seluruh kekayaan yayasan yang dimiliki pada saat penyesuaian, yang dibuktikan dengan laporan keuangan yang dibuat dan ditandatangani oleh Pengurus Yayasan tersebut, laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik bagi Yayasan yang laporan keuangannya wajib diaudit sesuai
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

Pelaksanaan Pengalihan Aset Yayasan yang Belum Disesuaikan Dengan Undang-Undang Yayasan (Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 sebagaimana Diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004)

2 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Tentang YayasanLembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013, Nomor 2, Tamb[r]

3 Baca lebih lajut

Undang-undang No. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama

Undang-undang No. 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama

perikehidupan yang aman, tenteram, dan, tertib seperti yang diamanatkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara. Oleh karena itu, untuk mewujudkan hal-hal tersebut dibutuhkan adanya lembaga yang bertugas untuk menyelenggarakan kekuasaan kehakiman guna menegakkan hukum dan keadilan dengan baik. Salah satu lembaga untuk menegakkan hukum dalam mencapai keadilan, kebenaran, ketertiban, dan kepastian hukum adalah badan-badan peradilan sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman, yang masing-masing mempunyai lingkup kewenangan mengadili perkara atau sengketa di bidang tertentu dan salah satunya adalah Badan Peradilan Agama.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Undang-undang No. 3 Tahun 2009 ttg Perubahan Kedua atas Undang-undang No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung

Undang-undang No. 3 Tahun 2009 ttg Perubahan Kedua atas Undang-undang No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Pasal 24 menegaskan bahwa kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Mahkamah Agung adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman yang membawahi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, dan lingkungan peradilan tata usaha negara. Undang-Undang ini adalah Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

APBI-ICMA  Undang – Undang No. 7 Tahun 2014

APBI-ICMA Undang – Undang No. 7 Tahun 2014

(1) Selain penyidik pejabat polisi negara Republik Indonesia, pejabat pegawai negeri sipil tertentu di lingkungan instansi Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang Perdagangan diberi wewenang khusus sebagai penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan sesuai dengan Undang-Undang ini.

59 Baca lebih lajut

xT1 312007087 Daftar Pustaka

xT1 312007087 Daftar Pustaka

SUMBER PERUNDANG-UNDANGAN Kitab Undang-Undang Hukum Perdata KUHPerdata Undang-Undang No.40 Tahun 1999 Tentang Pers Undang Undang No.32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran Undang-Undang No.[r]

5 Baca lebih lajut

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG KONVENSI ILO NO. 182 MENGENAI PELARANGAN DAN TINDAKAN SEGERA

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG KONVENSI ILO NO. 182 MENGENAI PELARANGAN DAN TINDAKAN SEGERA

3. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia melalui Ketetapan Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia menugasi Presiden dan DPR untuk meratifikasi berbagai instrumen PBB yang berkaitan dengan dengan hak asasi manusia. Indonesia telah meratifikasi Konvensi PBB tanggal 30 September 1990, mengenai Hak-hak Anak. Di samping itu Indonesia telah meratifikasi 7 (tujuh) Konvensi ILO yang memuat hak-hak dasar pekerja, termasuk Konvensi No. 138 Tahun 1973 mengenai Usia Minimum untuk Diperbolehkan Bekerja dengan Undang-undang No. 20 Tahun 1999.

5 Baca lebih lajut

KOPKARPEL (Studi Etnografi Dalam Menjalankan Tugas)

KOPKARPEL (Studi Etnografi Dalam Menjalankan Tugas)

Peraturan Perundang – Undangan Undang – Undang Dasar No.33 Tahun 1945 Tentang Pengertian Perekonomian.. Undang – Undang No.25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian Undang – Undang No.17 Tah[r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...