Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004

Top PDF Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004:

PENUTUP  TINJAUAN TENTANG PUTUSAN HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING.

PENUTUP TINJAUAN TENTANG PUTUSAN HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING.

dirubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004. Pemberian sanksi pidana terhadap pelaku relatif ringan, karena undang-undang yang dipakai memang tidak mengatur mengenai batas minimum pemberian sanksi pidana, hal tersebut belum dapat memberikan rasa kepuasan bagi masyarakat yang mendambakan tegaknya keadilan. Hal ini cukup beralasan, karena perbuatan melawan hukum ini sangat merugikan dan berdampak negatif cukup besar terhadap upaya untuk mewujudkan negara yang makmur sejahtera.

7 Baca lebih lajut

UU 19 2004 perpu No 1 2004 perpu No 41 1999 kehutanan menjadi uu

UU 19 2004 perpu No 1 2004 perpu No 41 1999 kehutanan menjadi uu

c. bahwa dalam rangka terciptanya kepastian hukum dalam berusaha di bidang pertambangan yang berada di kawasan hutan, dan mendorong minat serta kepercayaan investor untuk berusaha di Indonesia, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;

5 Baca lebih lajut

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2004

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2004

pert ambangan yang berada di kawasan hut an, dan mendorong minat sert a kepercayaan invest or unt uk berusaha di Indonesia, Pemerint ah t elah menet apkan Perat uran Pemerint ah Penggant i Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 t ent ang Perubahan at as Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 t ent ang Kehut anan;

3 Baca lebih lajut

10. PERDA NO 10 TAHUN 2011 (RPJM 2009-2014)

10. PERDA NO 10 TAHUN 2011 (RPJM 2009-2014)

Bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 19 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Pasal 150 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang menyatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004

Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004

Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur bahwa Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat dan tidak adanya GBHN sebagai pedoman Presiden untuk menyusun rencana pembangunan maka dibutuhkan pengaturan lebih lanjut bagi proses perencanaan pembangunan Nasional.

32 Baca lebih lajut

PENJELASAN ATAS UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2004

PENJELASAN ATAS UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2004

Dengan berlakunya Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 t ent ang Kehut anan, t elah menimbulkan ket idakpast ian hukum dalam berusaha di bidang pert ambangan di kawasan hut an t erut ama bagi pemegang izin at au perj anj ian sebelum berlakunya Undang-undang t ersebut . Ket idakpast ian t ersebut t erj adi, karena dalam ket ent uan Undang-undang t ersebut t idak ada ket ent uan yang menyat akan bahwa perizinan at au perj anj ian di bidang pert ambangan yang berada di kawasan hut an yang t elah ada sebelum berlakunya undang-undang t ersebut t et ap berlaku. Tidak adanya ket ent uan t ersebut mengakibat kan st at us dari izin at au perj anj ian yang ada sebelum berlakunya Undang-undang t ersebut menj adi t idak j elas dan bahkan dapat diart ikan menj adi t idak berlaku lagi. Hal ini diperkuat ket ent uan Pasal 38 ayat (4) yang menyat akan secara t egas bahwa pada kawasan hut an lindung dilarang melakukan penambangan dengan pola pert ambangan t erbuka. Ket ent uan t ersebut semest inya hanya berlaku sesudah berlakunya Undang-undang t ersebut dan t idak diberlakukan surut .
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2004

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2004

b. bahwa hal tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum dalam berusaha di bidang pertambangan di kawasan hutan terutama bagi investor yang telah memiliki izin atau perjanjian sebelum berlakunya Undang-undang tersebut, sehingga dapat menempatkan Pemerintah dalam posisi yang sulit dalam mengembangkan iklim investasi;

8 Baca lebih lajut

ANALISIS HUKUM TERHADAP PENGAWASAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA PADA KANTOR BAPPEDA PROVINSI SULAWESI TENGAH | Afrilianti | Katalogis 6572 21827 1 PB

ANALISIS HUKUM TERHADAP PENGAWASAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA PADA KANTOR BAPPEDA PROVINSI SULAWESI TENGAH | Afrilianti | Katalogis 6572 21827 1 PB

Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, menggunakan pendekatan sistem anggaran berbasis kinerja yang disusun untuk mengatasi berbagai kekurangan yang terdapat pada pendekatan tradisional, khususnya kekurangan yang disebabkan oleh tidak adanya tolak ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelayanan publik dari pemerintah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

LPSE Kabupaten Tuban SET DPRD   SK

LPSE Kabupaten Tuban SET DPRD SK

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;

2 Baca lebih lajut

1 Tahun 2009

1 Tahun 2009

15. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2007 tentang Perubahan Kesembilan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 125);

5 Baca lebih lajut

PENGUJIAN TERHADAP UNDANG - UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DAN UNDANG – UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN.

PENGUJIAN TERHADAP UNDANG - UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DAN UNDANG – UNDANG NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN.

Mahkamah Konstitusi dimunculkan sebagai lembaga Negara dengan hak melakukan penguian ( judicial review ) undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945 serta tugas khusus lain yaitu peradilan khusus untuk memutus pendapat DPR bahwa Presiden tidak lagi memenuhi syarat serta memutus pendapat DPR bahwa Presiden telah melanggar hal-hal tertentu yang disebutkan di dalam Undang-Undang Dasar sehingga dapat diproses untuk diberhentikan. Mahkamah Konstitusi juga memutus sengketa kewenangan antar lembaga Negara yang kewenangannya diberkan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus sengketa hasil pemilu. Sedangkan Mahakamah Agung mengadili perkara-perkara konvensional lainnya ditambah dengan judicial review atau hak pengujian peraturan perundang-perundang di bawah Undang-undang terhadap peraturan perundang- undangan. 3
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

LPSE Kabupaten Tuban DISHUB   SK

LPSE Kabupaten Tuban DISHUB SK

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;

2 Baca lebih lajut

 BAB III

BAB III

Dari Tabel 3.8 terlihat bahwa selama 3 tahun terakhir (2009-2011), sebagai tahun rujukan yang dijadikan bahan laporan keuangan pemerintah daerah, adanya kecenderungan penurunan SiLPA (Sisa Lebih Hasil Perhitungan Anggaran) pada setiap tahunnya. Merujuk pada ketentuan pasal 62 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah kondisi ini, sumber terjadinya SiLPA berasal dari pelampauan penerimaan PAD, pelampauan penerimaan dana perimbangan, pelampauan penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah, pelampauan penerimaan pembiayaan, penghematan belanja, kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan, dan sisa dana kegiatan lanjutan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Pembubaran PT. Askes (Persero) Dan PT. Jamsostek (Persero) Menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Tinjauan Yuridis Pembubaran PT. Askes (Persero) Dan PT. Jamsostek (Persero) Menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2013 Tetang Tata Cara Sanksi Administratif Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara Dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja, Dan Penerima Bantuan Iuran Dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial.

3 Baca lebih lajut

EKSISTENSI PERADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM MEMBERIKAN KEADILAN ADMINISTRATIF TERHADAP PENCARI KEADILAN.

EKSISTENSI PERADILAN TATA USAHA NEGARA DALAM MEMBERIKAN KEADILAN ADMINISTRATIF TERHADAP PENCARI KEADILAN.

Pemerintah Indonesia sebagai besturen atau penyelenggara negara mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melindungi hak-hak rakyat Indonesia. Hal ini secara jelas diatur di dalam alinea ke empat pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu negara Indonesia mempunyai fungsi sekaligus tujuan; melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Demikianlah cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Manifesto pembukaan Undang- Undang Dasar Tahun Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut, kemudian dijabarkan dalam batang tubuh Undang-Undang Dasar Tahun Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya sebagaimana hierarki peraturan perundang-undangan dalam Pasal 7 ayat (1) dan ayat (2) Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan (UUP3).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISA KINERJA PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA DAERAH (APBD) PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MALANG PERIODE 2010 - 2014

ANALISA KINERJA PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA DAERAH (APBD) PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MALANG PERIODE 2010 - 2014

kecenderungan peningkatan yang positif dengan rata-rata tingkat kemandirian keuangan 16,43% efektifitas PAD 107,7%,prioritas alokasi belanja masih pada belanja rutin, pertumbuhan rasio PAD, Pendapatan dan Belanja mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dan SILPA setiap tahun semakin meningkat. Puspitasari (2012) melakukan penelitian tentang analisis kinerja keuangan pemerintah daerah kota malang tahun anggaran 2007-2011. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan rata-rata kinerja pengelolaan keuangan kota Malang berdasarkan analisis rasio keuangan adalah baik. Pola hubungan kemandirian daerah kota Malang dalam lima tahun terakhir masih menunjukan pola hubungan instruktif dimana peranan pemerintah pusat lebih dominan daripada kemandirian pemerintah daerah dengan rasio kemandirian daerah rata-rata mencapai 13,56%. Pencapaian rasio kemandirian ini masih tergolong rendah.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Proses Pelaksanaan Penyitaan Yang Dilakukan Oleh Juru Sita Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan TIMUR

Proses Pelaksanaan Penyitaan Yang Dilakukan Oleh Juru Sita Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan TIMUR

74 ---Undang Nomor 19 Tahun 1997, sebagaimana telah diubah Undang-undang Nomor 19 Tahun 2000 “Tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa”.. ---Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang K[r]

2 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus - Repositori Universitas Muria Kudus

Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional SJSN Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik kedo[r]

2 Baca lebih lajut

Efektifitas Pengawasan Pajak Hotel Sebagai Penerimaan Pajak Daerah Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan

Efektifitas Pengawasan Pajak Hotel Sebagai Penerimaan Pajak Daerah Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan

Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Perimbangan Keuanganantara Pemerintah Pusatdan Daerah Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Pemerintah Daerah Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Perimbanga[r]

2 Baca lebih lajut

Memahami Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Memahami Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Pasal 11 ayat 2, sebenarnya hampir sama dengan apa yang dinamakan sebagai pemberian urusan pangkal kepada Dati II pada saat pembentukan Daerah Otonom tahun 1950-an. Jadi, apabila berpegang kepada ketentuan pasal 11 ayat 2 ini maka pada setiap Pemda Kabupaten dan Pemda Kota akan terdapat keseragaman Dinas-dinas Otonom yang harus diadakan (karena sifatnya wajib menurut UU No.22/ 1999), sebanyak 11 Dinas Otonom yakni:

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...