UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG

Top PDF UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007

Berkaitan dengan kebijakan otonomi daerah tersebut, wewenang penyelenggaraan penataan ruang oleh Pemerintah dan pemerintah daerah, yang mencakup kegiatan pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan penataan ruang, didasarkan pada pendekatan wilayah dengan batasan wilayah administratif. Dengan pendekatan wilayah administratif tersebut, penataan ruang seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri atas wilayah nasional, wilayah provinsi, wilayah kabupaten, dan wilayah kota, yang setiap wilayah tersebut merupakan subsistem ruang menurut batasan administratif. Di dalam subsistem tersebut terdapat sumber daya manusia dengan berbagai macam kegiatan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya buatan, dan dengan tingkat pemanfaatan ruang yang berbeda-beda, yang apabila tidak ditata dengan baik dapat mendorong ke arah adanya ketidakseimbangan pembangunan antarwilayah serta ketidaksinambungan pemanfaatan ruang. Berkaitan dengan penataan ruang wilayah kota, Undang-Undang ini secara khusus mengamanatkan perlunya penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau, yang proporsi luasannya ditetapkan paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota, yang diisi oleh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

  rtrw_2010_2030

rtrw_2010_2030

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Agam Tahun 2004 – 2014 belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya pada perencanaan, sehingga terjadi inkonsistensi pelaksanaan pembangunan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah serta lemahnya pengendalian dan penegakan hukum terhadap pemanfaatan ruang. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang sebagai pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 1992, pada tahun 2009 telah dilakukan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Agam sehingga diharapkan dengan tersusunnya RTRW Kabupaten Agam tahun 2010-2030 yang mengacu kepada undang- undang penataan ruang yang baru, pemanfaatan ruang 20 tahun kedepan dapat memberikan arahan yang lebih jelas serta mampu dan berdampak luas terhadap mengantisipasi perkembangan wilayah Kabupaten Agam baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya.
Baca lebih lanjut

381 Baca lebih lajut

UNDANG UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007

UNDANG UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007

2. Secara geografis, letak Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera sangat strategis, baik bagi kepentingan nasional maupun internasional. Secara ekosistem, kondisi alamiah Indonesia sangat khas karena posisinya yang berada di dekat khatulistiwa dengan cuaca, musim, dan iklim tropis, yang merupakan aset atau sumber daya yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Di samping keberadaan yang bernilai sangat strategis tersebut, Indonesia berada pula pada kawasan rawan bencana, yang secara alamiah dapat mengancam keselamatan bangsa. Dengan keberadaan tersebut, penyelenggaraan penataan ruang wilayah nasional harus dilakukan secara komprehensif, holistik, terkoordinasi, terpadu, efektif, dan efisien dengan memperhatikan faktor politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, dan kelestarian lingkungan hidup.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Analisis Determinan Minat Wirausaha Pemuda di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang

Analisis Determinan Minat Wirausaha Pemuda di Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang

Kewirausahaan (entrepreneurship) sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. Kewirausahaan bukan hanya semata-mata berperan sebagai alternative untuk menekan jumlah pengangguran, namun juga sebagai pendorong perubahan sosial bagi peningkatan kualitas hidup manusia. Banyak wirausahawan yang menghasilkan produk-produk yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah dan nyaman sehingga manusia menjadi lebih produktif, lebih mudah berkomunikasi, serta lebih cepat mengetahui hal-hal yang sedang terjadi di sekelilingnya.Pada suatu negara yang sedang berkembang, peranan para wirausahawan tidak dapat diabaikan terutama dalam melaksanakan pembangunan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat Dalam Pelaksanaan Penataan Ruang Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007

Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat Dalam Pelaksanaan Penataan Ruang Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007

Peran pemerintah dalam mengatur pemanfaatan zonasi kawasan sangat menentukan perkembangan kawasan tersebut. Kepatuhan terhadap kebijakan tata ruang wilayah dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dapat dijadikan ukuran terhadap komitmen pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup. Peta zonasi pemanfaatan kawasan dapat memudahkan peran pemerintah dalam pengendalian pemanfaatan ruang kawasan. Pemanfaatan kawasan sesuai dengan kesepakatan zonasi tersebut akan memberikan implikasi positif terhadap aspek pengendalian kawasan lindung, budidaya, penyangga dan kawasan tertentu. Hal ini disebabkan penetapan zonasi tersebut telah disepakati oleh para pihak terkait dalam upaya mengidentifikasi penggunaan-penggunaan yang diperbolehkan atas kepemilikan lahan dan peraturan-peraturan yang berlaku atasnya. Dalam melaksanakan perannya, pemerintah memiliki kewenangan dalam pengaturan kebijakan pemanfaatan potensi sumber daya yang tersedia yang pada umumnya dikelola oleh kelompok industri atau bisnis. Pendapatan hasil pemanfaatan potensi sumber daya digunakan kembali untuk sebanyak-banyaknya dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir/nelayan yang pada umumnya berada dalam kondisi yang marginal.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

RPIJM - Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah

Setiap tahun secara rutin PDAM menyusun anggaran tahunan yang keseluruhannya terangkum dalam proyeksi neraca, proyeksi laba rugi dan proyeksi perputaran kas. Anggaran tersebut disyahkan oleh Badan Pengawas untuk dijadikan pedoman kegiatan selama tahun anggaran yang bersangkutan. Dari wawancara yang dilaksanakan dapat diketahui bahwa PDAM secara tertib menjadikan anggaran sebagai pedoman operasi tahunan. Walaupun demikian, PDAM tidak melakukan revisi anggaran dalam hal terjadi penyimpangan yang material.

96 Baca lebih lajut

KETENTUAN PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN PROPERTI

KETENTUAN PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN PROPERTI

 Perizinan pemanfaatan ruang dimaksudkan sebagai upaya penertiban pemanfaatan ruang sehingga setiap pemanfaatan ruang harus dilakukan sesuai dengan rencana tata ruang. Izin pemanfaatan ruang diatur dan diterbitkan oleh Pemerintah dan

19 Baca lebih lajut

Kajian Keterpaduan Kebijakan Tata Ruang

Kajian Keterpaduan Kebijakan Tata Ruang

suatu kebijakan pengelolaan perbatasan yang memberikan perhatian khusus pada pengelolaan manajemen perbatasan laut, baik dari sisi pembangunan wilayah pesisir maupun manajemen keamanan maritim yang terintegrasi. Berdasarkan permasalahan kondisi yang ada, maka perlunya keterpaduan antara kebijakan yang satu dengan yang lain untuk kembali menata ruang yang ada diwilayah perbatasan Indonesia, agar menjadi wilayah yang strategis baik dari segi politik, sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemenkan pada pasal 25A merupakan payung dari hukum tentang perbatasan wilayah Indonesia. Undang-undang ini didasarkan pada peraturan UNCLOS Internasional pasal 49 ayat 1 tahun 1982 mengenai kebijakan batas wilayah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007

2. Rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia yang diukur dengan indeks pembangunan manusia (IPM) mengakibatkan rendahnya produktivitas dan daya saing perekonomian nasional. Pembangunan kesehatan dan pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di bidang kesehatan tantangan pembangunan yang dihadapi, antara lain, adalah mengurangi kesenjangan status kesehatan masyarakat dan akses terhadap pelayanan kesehatan antarwilayah, tingkat sosial ekonomi, dan gender; meningkatkan jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan yang kurang memadai; meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan; dan mengurangi beban ganda penyakit yaitu pola penyakit yang diderita oleh sebagian besar masyarakat adalah penyakit infeksi menular, namun pada waktu yang bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular serta meningkatnya penyalahgunaan narkotik dan obat-obat terlarang. Sementara itu, tantangan yang dihadapi pembangunan pendidikan adalah menyediakan pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk meningkatkan jumlah proporsi penduduk yang menyelesaikan pendidikan dasar sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, menurunkan jumlah penduduk yang buta aksara, serta menurunkan kesenjangan tingkat pendidikan yang cukup tinggi antarkelompok masyarakat, termasuk antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk perkotaan dan perdesaan, antara penduduk di wilayah maju dan tertinggal, dan antarjenis kelamin. Tantangan dalam pembangunan pendidikan lainnya adalah meningkatkan kualitas dan relevansi termasuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antardaerah, antarjenis kelamin, dan antara penduduk kaya dan miskin sehingga pembangunan pendidikan dapat berperan dalam mendorong pembangunan nasional secara menyeluruh termasuk dalam mengembangkan kebanggaan kebangsaan, akhlak mulia, kemampuan untuk hidup dalam masyarakat yang multikultur, serta meningkatkan daya saing. Pembangunan pendidikan ditantang untuk menyediakan pelayanan pendidikan sepanjang hayat untuk memanfaatkan bonus demografi.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2007

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2007

Di dalam Undang-Undang ini ditetapkan juga jumlah keanggotaan DPRD Provinsi DKI Jakarta paling banyak 125% (seratus dua puluh lima persen) dari jumlah maksimal untuk kategori jumlah penduduk DKI Jakarta. Pengangkatan calon walikota/bupati diajukan oleh Gubernur untuk mendapat pertimbangan DPRD Provinsi. Dalam pelaksanaan tugasnya, walikota/bupati bertanggung jawab kepada Gubernur. Hal inilah yang mendorong amanat normatif dalam Undang-Undang ini, yaitu bahwa pertimbangan DPRD Provinsi tersebut tidak mengikat Gubernur dalam menetapkan walikota/bupati.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007

c. bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penanggulangan bencana yang ada belum dapat dijadikan landasan hukum yang kuat dan menyeluruh serta tidak sesuai dengan perkembangan keadaan masyarakat dan kebutuhan bangsa Indonesia sehingga menghambat upaya penanggulangan bencana secara terencana, terkoordinasi, dan terpadu; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a,

30 Baca lebih lajut

Himpunan Peraturan Pertanahan – Kotak Hitam

Himpunan Peraturan Pertanahan – Kotak Hitam

---------- Dari pemeriksaan terhadap tersangka tidak ditemukan bukti yang cukup/ peristiwa yang terjadi bukan tindak pidana/penyidikan dihentikan demi hukum/ tersangka kooperatif dan tidak akan melarikan diri serta sanggup atau bersedia datang kembali untuk diperiksa)* oleh Penyidik PPNS PENATAAN RUANG . Setelah Penyidik PPNS PENATAAN RUANG dan tersangka menandatangani Berita Acara ini, kemudian tersangka dikembalikan kepada keluarganya. ----------------------------------------------------------

66 Baca lebih lajut

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007

Pembangunan nasional adalah rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Rangkaian upaya pembangunan tersebut memuat kegiatan pembangunan yang berlangsung tanpa henti, dengan menaikkan tingkat kesejahteraan masyarakat dari generasi demi generasi. Pelaksanaan upaya tersebut dilakukan dalam konteks memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhannya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Penataan Ruang Berbasis Mitigasi Bencana Sebagai Upaya Untuk Meminimalkan Dampak Bencana Alam di Jawa Barat.

Penataan Ruang Berbasis Mitigasi Bencana Sebagai Upaya Untuk Meminimalkan Dampak Bencana Alam di Jawa Barat.

Jawa Barat merupakan provinsi yang paling berpotensi untuk terkena bencana alam. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang telah mempertimbangkan tentang penataan ruang berbasis mitigasi bencana sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, tetapi pada kenyataannya penataan ruang di Jawa Barat masih belum berbasis mitigasi bencana sehingga dapat berpotensi terkena dampak dari bencana alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan penataan ruang berbasis mitigasi bencana dalam RTRW Provinsi Jawa Barat serta implementasi mengenai penataan ruang berbasis mitigasi bencana sebagai upaya untuk meminimalkan dampak bencana alam di Jawa Barat Penulisan skripsi ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Penelitian hukum dilakukan dengan cara mempelajari dan menelaah bahan pustaka hukum dengan menjalankan dua tahap penelitian, yakni studi kepustakaan dan penelitian lapangan. Data-data ini kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif analitis, yakni objek permasalahan digambarkan dengan menerangkan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perda No 2 2009 RPJPD2005 2025

Perda No 2 2009 RPJPD2005 2025

Dalam rangka pengintegrasian perencanaan pembangunan daerah dalam sistem pembangunan nasional, seluruh Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota wajib menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah, yang terdiri dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah. Pemerintah Daerah menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahunnya yang didahului oleh Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah.

8 Baca lebih lajut

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2006 s d 2014 - GAKUM LHK PERMEN DDL

PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 2006 s d 2014 - GAKUM LHK PERMEN DDL

b. bahwa untuk memberikan acuan bagi para pihak yang berkepentingan dalam menginkorporasikan pertimbangan daya dukung lingkungan hidup terkait penyusunan rencana tata ruang dan evaluasi pemanfaatan ruang, diperlukan pedoman penentuan daya dukung lingkungan hidup dalam penataan ruang wilayah;

3 Baca lebih lajut

TataruangBAB I PENDAHULUAN.

TataruangBAB I PENDAHULUAN.

Berdasarkan berbagai hal tersebut diatas, diharapkan dengan tersusunnya RTRW Kabupaten Ngawi yang baru diharapkan akan menjadikan arahan pembangunan yang lebih harmonis, serasi, selaras dan seimbang antar sektor, antar wilayah, maupun antar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan. Selanjutnya pelaksanaan pembangunan yang mengacu pada RTRW Kabupaten Ngawi ini diharapkan akan semakin mendorong kualitas ruang dan kualitas kehidupan masyarakat Kabupaten Ngawi secara keseluruhan.

15 Baca lebih lajut

02. Perda RPJP Final Cetak

02. Perda RPJP Final Cetak

2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 secara eksplisit mengamanatkan Daerah untuk menjadikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional sebagai acuan dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah yang memuat visi, misi dan arah pembangunan jangka panjang daerah;

8 Baca lebih lajut

BAB II PENATAAN RUANG DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007 A. Definisi Penataan Ruang dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 - Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat Dalam Pelaksanaan Penataan Ruang Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007

BAB II PENATAAN RUANG DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007 A. Definisi Penataan Ruang dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 - Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat Dalam Pelaksanaan Penataan Ruang Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007

Penataan tata ruang sendiri memang haruslah sesuai dengan perencanaan yang sudah tersusun dengan baik, bila tidak direncanakan dengan baik, di takut kan akan terjadi pembangunan yang terlalu mementingkan kepentingan sebuah golongan tanpa memikirkan kepentingan public. Contohnya saja bila kawasan industry berdekatan dengan daerah pemukiman yang padat penduduk, tentu saja hal itu akan berdampak buruk pada ekosistem maupun kehidupan penduduk di sekitar lingkungan tersebut. Bahkan yang paling buruk pun dapat mengakibatkan kesenjangan ekonomi antar masyarakat. Tentunya kita tidak mau, hal buruk ini terjadi pada lingkungan kita. Maka perlu adanya pengendalian. Memang ada teknik pengendalian tata ruang. Diantaranya pengaturan zonasi, pengaturan ini memang sudah dikembangkan dan digunakan oleh Negara-negara maju seperti Jerman dan Amerika, bahkan Negara tetangga kita Singapura sehingga tidak asing bagi kita, bila kita kesana, tata ruang kota begitu teratur, rapi. Ada juga pengaturan perizinan. Pengaturan ini diatur oleh pemerintah setempat. Peraturan ini pun sudah di atur di dalam undang-undang. 70
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kebijakan Pemerintah Kota Salatiga terhadap Keberadaan Pasar Tiban di Jalan Lingkar Salatiga T1  Daftar Pustaka

T1__Daftar Pustaka Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Kebijakan Pemerintah Kota Salatiga terhadap Keberadaan Pasar Tiban di Jalan Lingkar Salatiga T1 Daftar Pustaka

Soekanto,Soerjono . 1984, Penelitian Hukum , Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Soekanto,Soerjono. 2010. Pengantar Penelitian Hukum, Edisi 11. Jakarta: UI Press. Suyanto dan Sutinah. 2007, (Metode penelitian sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan) , Jakarta: Penerbit Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...