UNIVERSAL DECLARATION

Top PDF UNIVERSAL DECLARATION:

KRITIK TERHADAP EPISTEMOLOGI UNIVERSAL DECLARATION OF HUMAN RIGHTS: PERSPEKTIF ISLAM

KRITIK TERHADAP EPISTEMOLOGI UNIVERSAL DECLARATION OF HUMAN RIGHTS: PERSPEKTIF ISLAM

Abstract: Since established, Universal Declaracion of Human Rights (UDHR) upheld as a global value by all the countries in the world. UDHR through the UN as a reference as a common standard for measuring the level of success of a country in upholding human rights. How this study focus on the implications of the secular epistemology against the substance of the Universal Declaration Of Human Rights? and How does Islam look at epistemology Universal Declaration Of Human Rights? To answer these questions used the data of literature with a philosophical approach as research methods and using several analytical tools such as interpretation, induction and deduction, internal coherence, holistika and description. Results from this study indicate that the secular epistemology epistemology UDHR as the foundation material implications for cargo. Substance of the UDHR can be translated very freely and without limit values mengabaiakan even religiosity. Humans are considered as central, source and destination at the same time the fi nal orientation of each human behavior. Religion and God are not regarded as something sacred, but only considered as a complement to human life into the realm of free privatization adopted or not by each individual. Such a view is contrary to Islam. Islam holds that religion and God is something that is sacred and can not be separated from every facet of human life. God is central, as well as source and destination end orientation every human behavior.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENANGKAPAN DAN HAM ( Studi Terhadap Praktek Penangkapan Tersangka Pelaku Tindak Pidana di Wilayah Polres Sukoharjo ).

PENANGKAPAN DAN HAM ( Studi Terhadap Praktek Penangkapan Tersangka Pelaku Tindak Pidana di Wilayah Polres Sukoharjo ).

Universal Declaration Of Human Rights tanggal 10 Desember 1948, memperinci hak-hak asasi manusia sebagai berikut:8 “Bahwa tiap orang mempunyai hak untuk hidup, kemerdekaan dan keaman[r]

21 Baca lebih lajut

Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual Per

Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual Per

Bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan sebagaimana yang terdapat dalam pasal 2 UDHR (Universal Declaration of Human Rights), meliputi: pertama, kekerasan fisik, seksual dan psikologis dalam keluarga termasuk kekerasan yang berhubungan dengan mas kawin, pemerkosaan dalam perkawinan, pengrusakan alat kelamin, dan ekploitasi; kedua, kekerasan fisik seksual dan psiologis yang terjadi dalam masyarakat luas, termasuk pemerkosaan, penyalahgunaan, pelecehan dan ancaman seksual ditempat kerja dan lembaga- lembaga pendidikan, perdagangan perempuan dan pelacuran paksa dan ; ketiga, kekerasan fisik, seksual dan psikologis yang dilakukan dan/ atau dibenarkan oleh negara (Prayudi, 2008)
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PERBEDAAN HAM DIBAWAH UUD 1945 SEBELUM A

PERBEDAAN HAM DIBAWAH UUD 1945 SEBELUM A

Jika kita menarik dari perspektif original intent pembentuk UUD 1945, bahwa seluruh hak asasi manusia yang tercantum dalam Bab XA UUD 1945 keberlakuannya dapat dibatasi. Original intent pembentuk UUD 1945 yang menyatakan bahwa hak asasi manusia dapat dibatasi juga diperkuat oleh penempatan Pasal 28J sebagai pasal penutup dari seluruh ketentuan yang mengatur tentang hak asasi manusia dalam Bab XA UUD 1945 tersebut. Mengutip pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi dalam perkara Nomor 2-3/PUU-V/2007, maka secara penafsiran sistematis (sistematische interpretatie), hak asasi manusia yang diatur dalam Pasal 28A sampai dengan Pasal 28I UUD 1945 tunduk pada pembatasan yang diatur dalam Pasal 28J UUD 1945. Sistematika pengaturan mengenai hak asasi manusia dalam UUD 1945 ini sejalan pula dengan sistematika pengaturan dalam Universal Declaration of Human Rights yang juga menempatkan pasal tentang pembatasan hak asasi manusia sebagai pasal penutup, yaitu Pasal 29 ayat (2) yang berbunyi, “In the exercise of his rights and freedoms, everyone shall be subject only to such limitations as are determined by law solely for the purpose of securing due recognition and respect for the rights and freedoms of others and of meeting the just requirements of morality, public order and the general welfare in a democratic society.”
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

olahraga dan nilai nilai ham

olahraga dan nilai nilai ham

Olahraga sebagai Hak Asasi Universal Declaration of Human Rights 1948 secara tidak langsung mengadvokasi hak untuk berpartisipasi dalam olahraga melalui pasal 24 setiap orang memilik[r]

12 Baca lebih lajut

HAK ATAS KESEHATAN BAGI WARGA NEGARA MIS

HAK ATAS KESEHATAN BAGI WARGA NEGARA MIS

Konsekuensi dari berlakunya Universal Declaration of Human Rights dan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights di lingkup internasioanal serta ASEAN Human Rights Declaration di lingkup regional, ditambah dengan statusnya yang tergabung dalam keanggotaan ASEAN Intergovernmental Comissions on Human Rights (AICHR) memberikan Singapura kewajiban hukum serta tanggung jawab moral untuk menghormati, melindungi serta memenuhi hak atas kesehatan setiap warga negaranya tanpa terkecuali.

5 Baca lebih lajut

Contoh yang dapat kita lakukan dalam upa

Contoh yang dapat kita lakukan dalam upa

Tokoh hak asasi manusia yang berpendapat bahwa satu satunya ham adalah hak hidup adalah.. The universal declaration of human rights merupakan piagam pbb tentang ham yang di tetapkan pad[r]

1 Baca lebih lajut

3 Soal UTS PKN Kelas 7 SMP   MTs Semester 2 (Genap) - Kumpulin Soal UTS 2 PKN VII (2)

3 Soal UTS PKN Kelas 7 SMP MTs Semester 2 (Genap) - Kumpulin Soal UTS 2 PKN VII (2)

Pengakuan hak asasi manusia yang dikenal dengan nama universal declaration of human right disetujui oleh orgasisasi dunia PBB pada tanggal….. Kelengkapan komnas hak asasi manusi aynag t[r]

4 Baca lebih lajut

Perbandingan isi Hak asasi manusia pada

Perbandingan isi Hak asasi manusia pada

Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1 hak untuk hidup; 2 kemerdekaan dan keamanan badan; 3 hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum; 4[r]

5 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONE

PERBANDINGAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONE

Menurut konsep PBB Universal declaration of human rights - Hak untuk hidup - Kemerdekaan dan kemanan - Hak untuk diakui keprobadiannya menurut hukum - Hak untuk memperoleh perlakuan [r]

12 Baca lebih lajut

HAM DALAM HUKUM TATA NEGARA INDONESIA

HAM DALAM HUKUM TATA NEGARA INDONESIA

Selanjutnya setelah perang dunia kedua, mulai tahun 1946, disusunlah rancangan piagam hak-hak asasi manusia oleh organisasi kerja sama untuk sosial ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terdiri dari 18 anggota. PBB membentuk komisi hak asasi manusia (commission of human right). Sidangnya dimulai pada bulan januari 1947 di bawah pimpinan Ny. Eleanor Rossevelt. Baru 2 tahun kemudian, tanggal 10 Desember 1948 Sidang Umum PBB yang diselenggarakan di Istana Chaillot, Paris menerima baik hasil kerja panitia tersebut. Karya itu berupa UNIVERSAL DECLARATION OF HUMAN RIGHTS atau Pernyataan Sedunia tentang Hak – Hak Asasi Manusia, yang terdiri dari 30 pasal. Dari 58 Negara yang terwakil dalam sidang umum tersebut, 48 negara menyatakan persetujuannya, 8 negara abstain, dan 2 negara lainnya absen. Oleh karena itu, setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari Hak Asasi Manusia.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis mengenai Status Kewarganegaraan Etnis Rohingya di Myanmar berdasarkan Convention Relating to the Status of Stateless Persons 1954

Tinjauan Yuridis mengenai Status Kewarganegaraan Etnis Rohingya di Myanmar berdasarkan Convention Relating to the Status of Stateless Persons 1954

Peraturan Kewarganegaraan Myanmar Universal Declaration of Human Right., Disahkan oleh Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948 melalui Resolusi 217 A III.. Undang-Undang Nomor 39 Tahun[r]

7 Baca lebih lajut

HAK HAK ASASI MANUSIA

HAK HAK ASASI MANUSIA

PETA PERKEMBANGAN HAM TAHUN NAMA DEKLARASI KETERANGAN 1776 RIGHTS OF MINE LAKI-LAKI 1945 FUNDAMENTAL OF HUMAN RIGHTS HAM 1948 UNIVERSAL DECLARATION OF HUMAN RIGHTS UDHR PERSERIKATA[r]

37 Baca lebih lajut

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Program Penahanan Dan Interogasi Cia (Central Intelligence Agency) Terhadap Tahanan Teroris Menurut Hukum Internasional

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Program Penahanan Dan Interogasi Cia (Central Intelligence Agency) Terhadap Tahanan Teroris Menurut Hukum Internasional

Senate Perjanjian Internasional Charter of the United Nations 1945 Universal Declaration of Human Rights 1948 Convention on the Protection and Punishment of the Crime of Genocide 19[r]

4 Baca lebih lajut

Perlindungan Hak untuk Hidup sebagai Norma Jus Cogens dalam Penembakan Pesawat Udara Sipil Menurut Hukum Internasional.

Perlindungan Hak untuk Hidup sebagai Norma Jus Cogens dalam Penembakan Pesawat Udara Sipil Menurut Hukum Internasional.

Universal Declaration of Human Rights (UDHR) and International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) categorize the right to life as one of jus cogens norm , which must. States have the obligation to protect every individual’s rights within their jurisdiction, including the right to life. Even in countries which have not abolish death penalty, the penalty can only be imposed for the most serious crime and pursuant to a final judgment rendered by a competent court. On the other hand, some States deliberately legitimize the deprivation of the right to life through the shooting down of civil aircraft. After the attack on the twin towers of the World Trade Center, the country's reaction to the shooting of a civilian aircraft was further softened; Vice President of the United States, Dick Chenney, States have been ordered to shoot a civilian aircraft in the attack on 11 September 2001; Likewise with Tony Blair who ordered the shooting of civilian aircraft which was hijacked; even Russia and India published legislation on shooting civilian aircraft.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Justifikasi Hukum Pidana terhadap Kebijakan Kriminalisasi Pelanggaran Hak Cipta, serta Perumusan Kualifikasi Yuridis dan Jenis Deliknya

Justifikasi Hukum Pidana terhadap Kebijakan Kriminalisasi Pelanggaran Hak Cipta, serta Perumusan Kualifikasi Yuridis dan Jenis Deliknya

Dalam Universal Declaration of Human Right disebutkan bahwa: “1 Everyone has the right freely to participate in the cultural life of the community, to enjoy the arts and to share in [r]

22 Baca lebih lajut

NILAI NILAI UMUM KEMANUSIAAN DALAM PERSP

NILAI NILAI UMUM KEMANUSIAAN DALAM PERSP

Dalam deklarasi tersebut dipertegas adanya freedom of expression, freedom of religion, the right of property dan hak-hak dasar lainnya. Semua hak-hak yang ada dalam berbagai instrument HAM tersebut kemudian dijadikan dasar pemikiran untuk melahirkan rumusan HAM yang bersifat universal, yang kemudian dikenal dengan The Universal Declaration of Human Rights yang disahkan oleh PBB pada tahun 1948.

8 Baca lebih lajut

HAM DALAM HUKUM TATA NEGARA INDONESIA (1)

HAM DALAM HUKUM TATA NEGARA INDONESIA (1)

Universal Declaration of Human Rights antara lain mencantumkan, Bahwa setiap orang mempunyai Hak Hidup, kemerdekaan dan keamanan badan, diakui kepribadiannya, memperoleh pengakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum untuk mendapat jaminan hokum dalam perkara pidana, seperti diperiksa di muka umum, dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah, masuk dan keluar wilayah suatu Negara, mendapatkan suatu kebangsaan, mendapatkan hak milik atas benda, bebas mengutarakan pikiran dan perasaan, bebas memeluk agama, mengeluarkan pendapat, berapat dan berkumpul, mendapat jaminan sosial, mendapatkan pekerjaan, berdagang, mendapatkan pendidikan, turut serta dalam gerakan kebudayaan dalam masyarakat, menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 1509 documents...

Related subjects