Usaha Ubi Kayu Orang Jawa

Top PDF Usaha Ubi Kayu Orang Jawa:

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Skripsi ini mengkaji tentang Ekonomi Moral Dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa Di Pegajahan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ekonomi ubi kayu di Pegajahan, serta mengetahui ekonomi moral mereka yang mempengaruhi pelaku ekonomi dalam menentukan keputusan serta membuat strategi-strategi dalam memajukan usaha. Lokasi penelitian adalah Dusun II Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode etnografi dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam, dimana penulis terjun langsung kelapangan dan tinggal di rumah pemilik usaha pengolahan ubi kayu Dusun II Pegajahan. Ekonomi moral dalam industri rumah tangga usaha pengolahan mie rajang di Desa Pegajahan Dusun II terjadi dan terbentuk diantara pelaku ekonomi dengan tanpa disadari oleh mereka. Ekonomi moral yang lahir di sana dipengaruhi oleh mayoritas suku bangsa yang ada yaitu suku bangsa Jawa. Secara tidak langsung nilai-nilai ke-jawa-an yang ada dan dimiliki oleh mereka memberikan ruang bagi ekonomi moral untuk tumbuh dan berkembang.
Baca lebih lanjut

159 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Skripsi ini mengkaji tentang Ekonomi Moral Dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa Di Pegajahan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ekonomi ubi kayu di Pegajahan, serta mengetahui ekonomi moral mereka yang mempengaruhi pelaku ekonomi dalam menentukan keputusan serta membuat strategi-strategi dalam memajukan usaha. Lokasi penelitian adalah Dusun II Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode etnografi dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam, dimana penulis terjun langsung kelapangan dan tinggal di rumah pemilik usaha pengolahan ubi kayu Dusun II Pegajahan. Ekonomi moral dalam industri rumah tangga usaha pengolahan mie rajang di Desa Pegajahan Dusun II terjadi dan terbentuk diantara pelaku ekonomi dengan tanpa disadari oleh mereka. Ekonomi moral yang lahir di sana dipengaruhi oleh mayoritas suku bangsa yang ada yaitu suku bangsa Jawa. Secara tidak langsung nilai-nilai ke-jawa-an yang ada dan dimiliki oleh mereka memberikan ruang bagi ekonomi moral untuk tumbuh dan berkembang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Skripsi ini mengkaji tentang Ekonomi Moral Dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa Di Pegajahan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ekonomi ubi kayu di Pegajahan, serta mengetahui ekonomi moral mereka yang mempengaruhi pelaku ekonomi dalam menentukan keputusan serta membuat strategi-strategi dalam memajukan usaha. Lokasi penelitian adalah Dusun II Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode etnografi dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam, dimana penulis terjun langsung kelapangan dan tinggal di rumah pemilik usaha pengolahan ubi kayu Dusun II Pegajahan. Ekonomi moral dalam industri rumah tangga usaha pengolahan mie rajang di Desa Pegajahan Dusun II terjadi dan terbentuk diantara pelaku ekonomi dengan tanpa disadari oleh mereka. Ekonomi moral yang lahir di sana dipengaruhi oleh mayoritas suku bangsa yang ada yaitu suku bangsa Jawa. Secara tidak langsung nilai-nilai ke-jawa-an yang ada dan dimiliki oleh mereka memberikan ruang bagi ekonomi moral untuk tumbuh dan berkembang.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

untuk menghasilkan mie rajang. Hampir semua aktivitas tersebut saya lakukan untuk mengetahui bagaimana mereka melakukannya, saya ikut mengupas ubi, saya belajar mencetak, ikut menjemur, ikut membalik mie ubi, serta ikut mengangkat ubi. Namun saya tidak diperbolehkan untuk ikut menggiling ubi dan mengampia mie, hal tersebut dikarenakan aktivitas tersebut dilakukan dengan menggunakan mesin, jadi mereka harus mengikuti kecepatan mesin. Saya sebagai orang baru tidak diperbolehkan untuk melakukannya karena saya belum bisa melakukan dengan cepat. Selain itu mesin yang menggunakan benda tajam tentu mengandung bahaya, mereka tidak ingin saya terluka karenanya. Dengan mengikuti pekerjaan yang mereka kerjakan, saya akui hal tersebut sangat melelahkan. Tangan saya sempat terkilir karena membantu mengupas ubi yang begitu banyaknya. Kalau dilihat memang mudah sekali untuk mengupasnya, namun apabila dilakukan sendiri hal tersebut sangat melelahkan.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

3 Gambar Opak yang sudah Kering Gambar Mesin Penggiling Gambar Hasil Penggilingan Ubi Gambar Hasil Penggilingan Ubi Gambar Mie Rajang yang Dijemur.[r]

4 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Budaya Pasar Masyarakat dan Moralitas dalam Kapitalisme Asia Baru.. Antropologi Hukum Sebagai Bunga Rampai.[r]

4 Baca lebih lajut

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Ekonomi Moral dalam Usaha Ubi Kayu Orang Jawa di Pegajahan

Hubungan masyarakat di Pegajahan khususnya di Dusun II kebanyakan diantara mereka bersaudara. Hubungan saudara yang terjalin diantara mereka bukan karena tanah yang mereka tinggali merupakan milik nenek moyang mereka, tetapi karena ada perkawinan yang terjadi diantara keluarga dengan tetangga. Dalam hubungan kekerabatan etnis Jawa apabila ada perkawinan maka keseluruhan keluarga akan menyatu, baik itu bibik atau uwak, keponakan dan juga sepupu mereka juga ikut mendapat keluarga baru seperti mereka yang menikah. Kasus tersebut juga terjadi dalam masyarakat Dusun II, dimana mereka bersaudara karena keponakan mereka saling menikah. Bahkan ada yang mereka merasa bersaudara jauh karena pengikat saudara mereka juga jauh. Mereka menyebut persa udaraan yang seperti itu sebagai masih “bau - bau saudara”.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Pada Mie Iris Ubi Hasil Olahan Ubi Kayu

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Pada Mie Iris Ubi Hasil Olahan Ubi Kayu

Agroindustri juga merupakan subsektor pertanian yang diharapkan dapat berperan penting terhadap pertumbuhan ekonomi, penerimaan ekspor, penyediaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, dan pemerataan pembangunan wilayah. Ditinjau dari cakupan komoditasnya, terdapat ratusan jenis tanaman tahunan dan tanaman musiman dapat tumbuh subur di Indonesia, sehingga pembangunan agroindustri akan dapat menjangkau berbagai tipe komoditas yang sesuai dikembangkan di masing-masing daerah di Indonesia. Dilihat dari hasil produksinya, komoditas perkebunan merupakan bahan baku industri dan barang ekspor, sehingga telah melekat adanya kebutuhan keterkaitan kegiatan usaha dengan berbagai sektor dan subsektor lainnya. Di samping itu, jika diamati dari sisi pengusahaannya, sekitar 85 persen komoditas agro merupakan usaha perkebunan rakyat yang tersebar di berbagai daerah. Dengan demikian pembangunan industri agro akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui perannya dalam menciptakan lapangan kerja dan distribusi pemerataan pendapatan (Rachbini, 2011).
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

 M01048

M01048

Polinomial Newton merupakan salah satu algoritma yang dapat sebagai metode peramalan. Algoritma dari polinomial Newton pernah digunakan sebagai metode untuk meramalkan harga pasar saham [3]. Penggunaan yang lain, seperti mencari informasi terkait isu badai matahari 2012, dengan mengekstrapolasi bilangan bintik matahari pada siklus 24 [4], atau juga memprediksi banyaknya penyaringan dalam kontrol sinyal [5]. Penggunaan polinomial Newton dalam peramalan pada kasus-kasus yang telah disebutkan di atas, maka dalam penelitian ini mencoba apakah algortima tersebut dapat digunakan sebagai metode untuk meramalkan produksi ubi kayu Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan algoritma ekstrapolasi polinomial Newton dengan derajat polinomial adalah derajat-2, derajat-3, derajat-4, derajat-9, derajat-14, dan derajat-18 dalam memperkirakan data produksi ubi kayu.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Pada Mie Iris Ubi Hasil Olahan Ubi Kayu

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Pada Mie Iris Ubi Hasil Olahan Ubi Kayu

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana tahapan proses produksi pengolahan ubi kayu menjadi mie iris ubi, bagaimana kelayakan usaha pengolahan ubi kayu menjadi mie iris ubi, dan berapakah besarnya nilai tambah mie iris ubi hasil olahan ubi kayu di Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan proses produksi pengolahan ubi kayu menjadi mie iris ubi, untuk menganalisis kelayakan usaha pengolahan ubi kayu menjadi mie iris ubi dan untuk menganalisis besarnya nilai tambah mie iris ubi hasil olahan ubi kayu di Desa Pegajahan, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Pada Mie Iris Ubi Hasil Olahan Ubi Kayu

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Pada Mie Iris Ubi Hasil Olahan Ubi Kayu

itu penanganan sejak panen perlu diperhatikan. Setelah dipanen ubi kayu harus segera dikonsumsi atau diberi penanganan yang tepat yaitu diolah lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah terhadap hasil olahan ubi kayu tersebut. Tujuan pengolahan ubi kayu itu sendiri adalah untuk meningkatkan keawetan ubi kayu itu sehingga layak dikonsumsi dan memanfaatkan ubi kayu agar memperoleh nilai jual yang tinggi.

6 Baca lebih lajut

TUGAS PERANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI JAGUNG KAPASITAS 75.000 kl/tahun - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

TUGAS PERANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI JAGUNG KAPASITAS 75.000 kl/tahun - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Energi alternative yang berbasis biomassa diantaranya adalah alkohol. Alkohol merupakan bahan kimia yang diproduksi dari bahan baku tanaman yang mengandung pati seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan sagu yang biasa disebut dengan bioetanol. Ubi kayu, ubi jalar, dan jagung merupakan tanaman pangan yang biasa ditanam rakyat hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga jenis tanaman tersebut merupakan tanaman yang potensial untuk dipertimbangkan sebagai sumber bahan baku bioetanol (Nurdyastuti, 2008).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Iradiasi Sinar Gamma Pada Lima Genotipe Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz ) Dan Pengujian Awal Stabilitas Mutan

Iradiasi Sinar Gamma Pada Lima Genotipe Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz ) Dan Pengujian Awal Stabilitas Mutan

Kandidat mutan v1d1-4(1) dan v4d1-4(3) memiliki rasa umbi manis menunjukkan bahwa kandungan HCN pada umbi lebih rendah jika dibandingkan dengan kandidat mutan lainnya. Kedua kandidat mutan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan langsung, karena kandungan HCN pada umbi dapat dihilangkan melalui pemanasan, penjemuran, pengukusan, fermentasi, dan perlakuan lainnya. Berdasarkan warna parenkim umbi, kandidat mutan v4d1-4(3) diduga memiliki kandungan β -karoten lebih tinggi jika dibandingkan dengan v1d1-4(1). Ketebalan korteks umbi berkaitan dengan daya simpan umbi, dimana semakin tipis korteks umbi maka kemungkinan terkelupas saat panen dan distribusi akan semakin besar pula. Korteks umbi yang rusak akan mengurangi daya simpan ubi kayu. Bentuk umbi menjadi tidak terlalu berpengaruh, karena pemanfaatannya sebagai bahan pangan dalam skala rumah tangga.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA VITAMIN INDONESIA

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA VITAMIN INDONESIA

kemudian ditimbang diketahui berat kertas saring yaitu 0,63 gram, kemudian ditimbang dengan amilumnya beratnya menjadi 15,15 jadi diperoleh berat amilum saja sebesar 14,52 gram, sehingga jika kita melakukan perhitungan kadar amilum dalam 100 gram ubi kayu, maka diperoleh kadar amilum sebesar 14,52%.

16 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Pada Mie Iris Ubi Hasil Olahan Ubi Kayu

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan dan Nilai Tambah Pada Mie Iris Ubi Hasil Olahan Ubi Kayu

Analisis Kelayakan Usaha atau disebut juga feasibility study adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha. Hasil analisis ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha. Pengertian layak dalam penelitan ini adalah kemungkinan dari gagasan suatu usaha yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat dalam arti finansial maupun sosial benefit . Tujuan analisis kelayakan usaha antara lain sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Usahatani Ubi Kayu (Manihot Esculenta)  Studi Kasus : Desa Marihat Bandar, Kecamatan Bandar  Kabupaten Simalungun

Analisis Usahatani Ubi Kayu (Manihot Esculenta) Studi Kasus : Desa Marihat Bandar, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun

Seluruh produksi ubi kayu terutama di negara berkembang dan bagian terbesar berasal dari pertanian kecil yang sering memiliki lahan yang diolah seadanya. Ubi kayu sangat penting bagi penduduk pedesaan miskin sebagai tanaman tumpuan bahkan juga selama musim kemarau dikarenakan tanaman ini toleransi terhadap kekeringan dan masa tanam panen yang fleksibel menjadikan ubi kayu sebagai tanaman pangan cadangan yang sangat bernilai bagi penduduk miskin (Rubatzky, 1998 ).

90 Baca lebih lajut

Analisis Usahatani Ubi Kayu (Manihot Esculenta) Studi Kasus : Desa Marihat Bandar, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun

Analisis Usahatani Ubi Kayu (Manihot Esculenta) Studi Kasus : Desa Marihat Bandar, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun

Hasil penelitian menyimpulkan total biaya usahatani ubi kayu sebesar Rp. 7.606.479,- permasa tanam dalam satu masa tanam. Produktivitas tenaga kerja sebesar 45,77 HKO dan produktivitas lahan sebesar 2.727,37 kg/ha. Tingkat pendapatan dalam satu masa tanam yang diterima dari usahatani ubi kayu sebesar Rp. 13.412.440,- permasa tanam. Usahatani masa tanam di daerah penelitian adalah usaha yang menguntungkan, dan secara finansial layak untuk diusahakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan finansial (R/C) sebesar 2,79.

12 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT UBI KAYU (Manihot utilissima Pohl.) DAN KULIT NANAS PADA PRODUKSI BIOETANOL MENGGUNAKAN Aspergillus niger

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT UBI KAYU (Manihot utilissima Pohl.) DAN KULIT NANAS PADA PRODUKSI BIOETANOL MENGGUNAKAN Aspergillus niger

Dinginkan selama 1 jam, lalu dimasukkan ke dalam tempat sakarifikasi. Sakarifikasi adalah proses penguraian pati menjadi glukosa. Dimasukkan Aspergillus niger yang akan memecah pati menjadi glukosa. Untuk menguraikan bubur pati limbah kulit ubi kayu dan kulit nanas diperlukan 10% larutan Aspergillus niger dari total larutan. Setelah proses ini dilakukan perhitungan jumlah Aspergillus niger (Lampiran 2). Aspergillus niger berkembang biak dan bekerja mengurai pati. Ditunggu dua jam bubur akan berubah menjadi 2 lapisan: air dan endapan gula. Diaduk pati yang sudah menjadi gula.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pembuatan Glukosa Monohidrat Dari Ubi Ayu (Cassava) Dengan Kapasitas  Produksi 14.100 Ton/Tahun

Pra Rancangan Pembuatan Glukosa Monohidrat Dari Ubi Ayu (Cassava) Dengan Kapasitas Produksi 14.100 Ton/Tahun

10.1 Modal Investasi ............................................................................... X-1 10.1.1 Modal Investasi Tetap / Fixed Capital Investment (FCI).......... X-1 10.1.2 Modal Kerja / Working Capital (WC) ...................................... X-2 10.2 Biaya Produksi Total (BPT) / Total Cost (TC) ............................... X-4 10.2.1 Biaya Tetap (BT) / Fixed Cost (FC) ......................................... X-4 10.2.2 Biaya Variabel (BV) / Variable Cost (VC) ............................... X-4 10.3 Total Penjualan (Total Sales) .......................................................... X-5 10.4 Perkiraan Rugi/Laba Usaha............................................................. X-5 10.5 Analisa Aspek Ekonomi .................................................................. X-5 10.5.1 Profit Margin (PM) ...................................................................... X-5 10.5.2 Break Even Point (BEP)............................................................... X-5 10.5.3 Return on Investment (ROI) ......................................................... X-6 10.5.4 Pay Out Time (POT) .................................................................... X-6 10.5.5 Return on Network (RON) ........................................................... X-7 10.5.6 Internal Rate of Return (IRR) ...................................................... X-7 BAB XI KESIMPULAN ................................................................................ XI-1 DAFTAR PUSTAKA
Baca lebih lanjut

316 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...