vaksin DPT

Top PDF vaksin DPT:

EFEK HAMBATAN PEMBENTUKAN DEMAM YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT OLEH PERASAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

EFEK HAMBATAN PEMBENTUKAN DEMAM YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT OLEH PERASAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) sering digunakan sebagai penurun demam. Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa perasan temulawak dapat menghambat pembentukan demam yang diinduksi oleh vaksin DPT. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah The Pre and Post Test Control Group Design. Hewan coba yang dipakai adalah Rattus norvegicus strain Wistar, jantan, usia 2-3 bulan, 40 ekor dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, yaitu perasan temulawak 1 mL/100 g BB; 0,5 mL/100 g BB; 0,25 mL/100 g BB; 0,125 mL/100 g BB dan kelompok kontrol. Sebelum perlakuan, dilakukan pengukuran suhu awal. Kemudian seluruh kelompok diinjeksikan vaksin DPT intramuskular 0,7 mL/100 g BB. Satu jam kemudian diukur suhu demam, setelah itu empat kelompok perlakuan diberi perasan temulawak personde. Suhu rektal diukur tiap 30 menit selama 3 jam, sehingga didapat suhu akhir. Data penelitian dianalisis dengan uji T sampel berpasangan dan anova satu arah. Persentase penurunan suhu terhadap suhu awal pada kelompok pertama adalah 32%; kelompok kedua 23%; kelompok ketiga 21%; kelompok keempat 17%; kelompok kontrol -2%. Pada uji T sampel berpasangan, perubahan suhu sebelum dan sesudah perlakuan pada 4 kelompok perasan temulawak berbeda bermakna (p<0,05). Pada uji anova, perubahan suhu antar kelompok berbeda bermakna (p=0,003) Kelompok kontrol berbeda secara bermakna dengan kelompok satu (p=0,001) dan kelompok dua (p=0,030). Tetapi antara kelompok satu, dua, tiga dan empat berbeda tidak bermakna (p>0,05). Penelitian ini membuktikan bahwa perasan temulawak dapat menghambat pembentukan demam yang diinduksi oleh vaksin DPT.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

EFEK EKSTRAK UMBI RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-Hb

EFEK EKSTRAK UMBI RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-Hb

Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 25 ekor tikus wistar jantan yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Masing-masing tikus diukur suhu awalnya, kemudian diinjeksi vaksin DPT-Hb, setelah satu setengah jam diukur suhu demam awal, dilanjutkan kelompok I diberi akuades steril, kelompok II diberi aspirin, kelompok III diberi ekstrak umbi rumput teki 10%, kelompok IV diberi ekstrak umbi rumput teki 20% dan kelompok V diberi ekstrak umbi rumput teki 30%. Pengukuran suhu tikus dilakukan kembali setiap 30 menit setelah perlakuan selama 3 jam.

16 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L) Sebagai Antipiretik Pada Tikus Wistar Jantan Yang Diinduksi Vaksin DPT-Hb

Efek Ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L) Sebagai Antipiretik Pada Tikus Wistar Jantan Yang Diinduksi Vaksin DPT-Hb

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul “ Efek Ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L) Sebagai Antipiretik Pada Tikus Wistar Jantan Yang Diinduksi Vaksin DPT-Hb ” adalah benar-benar hasil karya saya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

16 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) TERHADAP SUHU TUBUH TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) TERHADAP SUHU TUBUH TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT

Induksi demam dalam penelitian ini menggunakan injeksi vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT) secara intramuscular dengan dosis 0.3ml per-ekor (Yapian, 2014). Pemilihan vaksin DPT sebagai penginduksi demam karena vaksin DPT memiliki onset cepat degan menimbulkan efek demam 3-4 jam setelah pemberian, selain itu sedian vaksin DPT mudah terjangkau. Pertussis toxin dan adenylate cyclase toxin yang dihasilkan Bordettella pertussis merupakan pirogen eksogen yang dapat menginduksi demam dengan cara meningkatkan set point pada hipotalamus (Carbonetti, 2010).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM DISTRIBUSI DAN PENYIMPANAN VAKSIN DPT

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK BIDAN DALAM DISTRIBUSI DAN PENYIMPANAN VAKSIN DPT

Kejadian Luar Biasa Difteri di Kota Surabaya merupakan indikasi dari kegagalan program imunisasi. Imunisasi merupakan upaya pencegahan primer untuk mengurangi tingkat morbiditas penyakit PD3I. Pada pelayanan imunisasi sangat penting diperhatikan menjaga kualitas vaksin yaitu melalui rantai dingin vaksin supaya potensi vaksin tetap optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan praktik bidan dalam distribusi dan penyimpanan vaksin DPT pada komponen dinamis (posyandu dan poskeskel). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan observasional dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh bidan kelurahan di puskesmas wilayah Surabaya Timur. Besar sampel adalah 38 bidan di peroleh secara simple random sampling. Variabel dependent adalah praktik bidan dalam distribusi dan penyimpanan vaksin DPT pada komponen dinamis dan variabel independent adalah masa kerja, riwayat pelatihan cold chain, sosialisasi distribusi dan penyimpanan vaksin, pengetahuan, dan sikap. Penelitian ini menggunakan data primer melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 68,4% bidan dengan baik melakukan praktik distribusi dan penyimpanan vaksin DPT pada komponen dinamis. Faktor yang berhubungan dengan praktik bidan dalam distribusi dan penyimpan vaksin DPT di komponen dinamis yaitu sosialisasi (p = 0,026) dengan kekuatan hubungan bersifat sedang (phi and Cramer’s V = 0,431). Peningkatan sosialisasi perlu dilakukan kembali secara menyeluruh kepada bidan kelurahan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan sikap bidan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EFEK HAMBATAN PEMBENTUKAN DEMAM YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT OLEH PERASAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) (PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIS)

EFEK HAMBATAN PEMBENTUKAN DEMAM YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT OLEH PERASAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) (PENELITIAN EKSPERIMENTAL LABORATORIS)

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) sering digunakan sebagai penurun demam. Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa perasan temulawak dapat menghambat pembentukan demam yang diinduksi oleh vaksin DPT. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah The Pre and Post Test Control Group Design. Hewan coba yang dipakai adalah Rattus norvegicus strain Wistar, jantan, usia 2-3 bulan, 40 ekor dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, yaitu perasan temulawak 1 mL/100 g BB; 0,5 mL/100 g BB; 0,25 mL/100 g BB; 0,125 mL/100 g BB dan kelompok kontrol. Sebelum perlakuan, dilakukan pengukuran suhu awal. Kemudian seluruh kelompok diinjeksikan vaksin DPT intramuskular 0,7 mL/100 g BB. Satu jam kemudian diukur suhu demam, setelah itu empat kelompok perlakuan diberi perasan temulawak personde. Suhu rektal diukur tiap 30 menit selama 3 jam, sehingga didapat suhu akhir. Data penelitian dianalisis dengan uji T sampel berpasangan dan anova satu arah. Persentase penurunan suhu terhadap suhu awal pada kelompok pertama adalah 32%; kelompok kedua 23%; kelompok ketiga 21%; kelompok keempat 17%; kelompok kontrol -2%. Pada uji T sampel berpasangan, perubahan suhu sebelum dan sesudah perlakuan pada 4 kelompok perasan temulawak berbeda bermakna (p<0,05). Pada uji anova, perubahan suhu antar kelompok berbeda bermakna (p=0,003) Kelompok kontrol berbeda secara bermakna dengan kelompok satu (p=0,001) dan kelompok dua (p=0,030). Tetapi antara kelompok satu, dua, tiga dan empat berbeda tidak bermakna (p>0,05). Penelitian ini membuktikan bahwa perasan temulawak dapat menghambat pembentukan demam yang diinduksi oleh vaksin DPT.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia Linn) PADA KELINCI YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-Hb.

UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia Linn) PADA KELINCI YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-Hb.

Sejauh ini bukti ilmiah bahwa daun Legundi sebagai antipiretik belum diketahui. Soedibyo 1998 menyebutkan bahwa daun legundi mempunyai khasiat sebagai obat demam. Di masyarakat, penggunaan daun legundi sebagai obat penurun panas adalah dengan cara diseduh. Penggunaan 100% air sebagai cairan penyari dirasa kurang menguntungkan karena sari mudah ditumbuhi kuman, serta cepat rusak (Anonim, 1986). Berdasarkan latar belakang inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian efek antipiretik dengan menggunakan ekstrak etanol daun legundi pada hewan uji kelinci yang diinduksi vaksin DPT-Hb. Untuk membuktikan adanya efek antipiretik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

EFEK EKSTRAK UMBI RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-Hb

EFEK EKSTRAK UMBI RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L) SEBAGAI ANTIPIRETIK PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-Hb

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul “ Efek Ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L) Sebagai Antipiretik Pada Tikus Wistar Jantan Yang Diinduksi Vaksin DPT-Hb ” adalah benar-benar hasil karya saya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

80 Baca lebih lajut

KEERATAN PENYIMPANAN DAN PENCATATAN DENGAN KUALITAS RANTAI DINGIN VAKSIN DPT DI PUSKESMAS

KEERATAN PENYIMPANAN DAN PENCATATAN DENGAN KUALITAS RANTAI DINGIN VAKSIN DPT DI PUSKESMAS

Terdapat tiga langkah yang dapat dilakukan untuk pengendalian difteri yaitu pertama pencegahan primer penyakit dengan memastikan kekebalan populasi tinggi melalui imunisasi. Kedua pencegahan sekunder penyebaran oleh penyelidikan cepat kontak dekat untuk memastikan perawatan yang tepat mereka. Ketiga pencegahan tersier komplikasi dan kematian dengan diagnosis dini dan manajemen yang tepat (WHO, 2014a). Salah satu pengendalian difteri yaitu melalui imunisasi. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Di Indonesia untuk bayi dan anak di bawah 3 tahun diberikan vaksin DPT-HB, sedangkan vaksin DT dan Td diberikan untuk anak sekolah dasar (Kementerian Kesehatan RI, 2013).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

UJI EFEK ANTIPIRETIK INFUSA BATANG BROTOWALI (Tinospora  Uji Efek Antipiretik Infusa Batang Brotowali (Tinospora Crispa (L.) Miers) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Vaksin Dpt.

UJI EFEK ANTIPIRETIK INFUSA BATANG BROTOWALI (Tinospora Uji Efek Antipiretik Infusa Batang Brotowali (Tinospora Crispa (L.) Miers) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Vaksin Dpt.

Latar Belakang : Penggunaan obat herbal sudah dikenal sejak lama dan berprinsip pada bahan yang digunakan bersifat alamiah. Efek samping yang ditimbulkan lebih minimal dibandingkan dengan pengobatan konvesional. Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) merupakan satu dari 300 jenis tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan. Khasiat brotowali yang salah satunya adalah antipiretik atau penurun demam. Demam merupakan penyakit yang umum pada masyarakat dan mengaanggap demam merupakan penyakit ringan yang dapat sembuh sendiri. Tetapi ada beberapa jenis demam yang harus segera diobati karena beberapa indikasi. Pilihan obat antipiretik jarang digunakan karena melihat dari efek samping jangka panjang yang timbul akibat penggunaan bahan kimia. Brotowali sebagai salah satu herbal yang memiliki kandungan Alkaloid Berberine merupakan pilihan obat herbal untuk menurunkan demam. Tujuan : Untuk membuktikan bahwa infusa batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) memiliki potensi sebagai antipiretik pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi vaksin DPT.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN JINTEN (Colleus amboinicus Lour) PADA KELINCI YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-Hb.

UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN JINTEN (Colleus amboinicus Lour) PADA KELINCI YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-Hb.

Vaksin DPT-Hb adalah vaksin yang tidak aktif (toksoid) yang dibuat dari toksin (racun) yang sudah dinonaktifkan yang diproduksi oleh bakteri dan virus (Cave dan Mitchell, 2003). Vaksin DPT (Difteri Pertusis Tetanus) adalah vaksin yang terdiri dari Toxoid difteri dan tetanus yang dimurnikan serta bakteri pertusis yang telah diinaktivasi (Anonim, 1998). Indikasi dari vaksin DPT yaitu untuk pemberian kekebalan secara stimulan terhadap difteri, pertusis, dan tetanus. Efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin adalah gejala-gejala yang bersifat sementara seperti : lemas, demam, kemerahan pada tempat suntikan, kadang-kadang terjadi gejala berat seperti demam tinggi, iritabilitas dan meracau yang biasanya terjadi 24 jam setelah imunisasi (Anonim, 2004).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DENGAN DEMAM YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT

EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DENGAN DEMAM YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT

Methods: This was laboratory experimental research with pre test and post test with control design. Subjects in this research were 25 Wistar strains white male rats ( Ra ttus norvegicus ) 2-3 months old age and 150-200 g weight. Samples divided into 5 groups of 5 rats each. Sampling technique used in this research was purposive random sampling. Group I (negative control) was given aquadest 2 ml, group II (positive control) was given paracetamol 12,6 mg in 2 ml liquid /200 g rat weight, group III was given leaf flower herbs extract at dosages I (37,8 mg in 2 ml liquid /200 g rat weight), group IV was given leaf flower herbs extract at dosages II (75,6 mg in 2 ml liquid /200 g rat weight) and group V was given leaf flower herbs extract at dosages III (151,2 mg in 2 ml liquid /200 g rat weight). Each rat was measured by rectal temperature before the treatment, then each rat was fevered by injecting the 0,2 ml DPT vaccine i.m. Three hours after vaccine given, the rectal temperature was measured again to know about the temperature increased. Next each group was given treatment. 15 minutes later, rectal
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Uji efek antipiretik patch ekstrak etanol bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan matriks CMC-Na dan enhancer span 80 terhadap temperatur tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji efek antipiretik patch ekstrak etanol bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan matriks CMC-Na dan enhancer span 80 terhadap temperatur tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Ekstrak etanol bawang merah (Allium ascalonicum L.) memiliki kegunaan sebagai antipiretik dan untuk mengembangkan formulasi ekstrak etanol bawang merah, maka dibuat dalam bentuk sediaan patch transdermal. Pada formulasi ini ditambahkan span 80 sebagai enhancer yang berfungsi untuk meningkatkan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek antipiretik ekstrak etanol bawang merah terhadap temperatur tubuh tikus putih yang diinduksi vaksin DPT dan menganalisis efektivitas dari enhancer span 80 dalam sediaan patch ekstrak etanol bawang merah. Pengujian efek antipiretik patch ekstrak etanol bawang merah menggunakan tikus putih jantan galur Wistar dengan usia 2 – 3 bulan, dengan berat badan berkisar 150 – 200 gram, sebanyak 20 ekor yang dibagi dalam 4 kelompok. Semua tikus dibuat demam dengan diinduksi vaksin DPT 0,1 ml secara intraperitoneal. Kelompok kontrol positif diberi parasetamol secara per oral, kelompok kontrol negatif diberikan patch tanpa ekstrak etanol bawang merah, kelompok formula 1 (patch ekstrak etanol bawang merah tanpa enhancer), dan kelompok formula 2 (patch ekstrak etanol bawang merah dengan enhancer). Uji efek antipiretik dilakukan selama 6 jam dengan mengukur temperatur tubuh tikus setiap 15-30 menit. Hasil data dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patch ekstrak etanol bawang merah dapat menurunkan temperatur tubuh tikus putih yang diinduksi vaksin DPT dan span 80 memiliki efektivitas sebagai enhancer pada patch ekstrak etanol bawang merah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengamatan temperatur dan jumlah neutrofil tikus putih setelah pemberian patch ekstrak etanol Piper nigrum L. dengan peningkat penetrasi isopropil miristat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengamatan temperatur dan jumlah neutrofil tikus putih setelah pemberian patch ekstrak etanol Piper nigrum L. dengan peningkat penetrasi isopropil miristat - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1. Patch topikal ekstrak etanol lada hitam (Piper nigrum L.) dengan matriks HPMC tanpa enhancer isopropil miristat (IPM) dapat menurunkan temperatur tubuh dan menurunkan jumlah neutrofil tikus putih yang telah diinduksi vaksin DPT.

Baca lebih lajut

Perbandingan Efek Antipiretik Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f. )Ness) dan Brotowali (Tinospora crispa,L) pada Mencit Swiss Webster Jantan.

Perbandingan Efek Antipiretik Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f. )Ness) dan Brotowali (Tinospora crispa,L) pada Mencit Swiss Webster Jantan.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan hewan coba Mencit Swiss Webster yang diinduksi menggunakan vaksin DPT. Data yang diukur adalah suhu setelah pemberian Sambiloto (Andrographis paniculata,( Brum. f. ) Nees) dan brotowali (Tinospora crispa, L). Analisis

Baca lebih lajut

Uji antipiretik patch ekstrak etanol bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap temperatur dan jumlah neutrofil tikus putih galur wistar - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji antipiretik patch ekstrak etanol bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap temperatur dan jumlah neutrofil tikus putih galur wistar - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Bawang merah adalah salah satu tanaman yang berkhasiat untuk menurunkan demam karena mengandung flavonoid. Flavonoid bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin yang dapat memicu terjadinya demam. Pada penelitian ini bawang merah diformulasikan ke dalam bentuk sediaan patch karena penggunaannya yang praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimanakah pengaruh penggunaan patch ekstrak etanol bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap penurunan temperatur dan penurunan jumlah neutrofil pada tikus putih yang telah diinduksi vaksin DPT-HB-Hib. Penelitian ini menggunakan tiga kelompok yaitu kontrol positif yang diberi sirup parasetamol, kontrol negatif dan kelompok perlakuan. Tikus diadaptasikan selama 7 hari lalu dilakukan pengukuran temperatur dan pengambilan darah dari ekor tikus untuk menghitung jumlah neutrofil. Setelah itu dilakukan penyuntikan vaksin DPT-HIB-Hib 0,5 ml secara intraperitonial dan dilakukan pengamatan temperatur sebelum pemberian vaksin, saat setelah pemberian vaksin, pada menit ke 15, 30, 45, 60, 120, 180 dan 240 sedangkan pengamatan neutrofil dilakukan sebelum pemberian vaksin, 30, 120 dan 240 menit setelah pemberian vaksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada kelompok perlakuan dengan kontrol positif. Penggunaan patch ekstrak etanol bawang merah dapat menurunkan temperatur dan meningkatkan jumlah neutrofil pada tikus putih yang telah diinduksi vaksin DPT-HB-Hib.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Suami Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2016

Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Suami Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2016

Masa inkubasi biasanya 3-21 hari, walaupun rentang waktu bisa satu hari sampai beberapa bulan. Hal ini tergantung pada ciri, letak dan kedalaman luka. Rata-rata masa inkubasi adalah 10 hari. Kebanyakan kasus terjadi dalam waktu 14 hari. Pada umumnya, makin pendek masa inkubasi biasanya karena luka terkontaminasi berat, akibatnya makin berat penyakitnya dan makin jelek prognosisnya. Cara pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian tetanus toxoid bersama-sama diphteria toxoid dan vaksin pertusis dalam kombinasi vaksin DPT (Depkes RI, 2013).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Uji antipiretik patch ekstrak etanol bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan matriks chitosan dan Enhancer Tween-80 - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji antipiretik patch ekstrak etanol bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan matriks chitosan dan Enhancer Tween-80 - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Bawang merah adalah rempah multi guna yang dapat berfungsi sebagai obat tradisional. Kandungan senyawa flavanoid yang terdapat pada bawang merah telah dikenal memiliki efek antipiretik yang bekerja sebagai inhibitor enzim cyclooxygenase (COX) yang berperan dalam pembentukan prostaglandin. Pada penelitian ini bawang merah diformulasikan ke dalam bentuk sediaan patch karena penggunaannya yang praktis dan dapat menghindari jalur lintas pertama metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan patch ekstrak etanol bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap penurunan temperatur tubuh dan jumlah monosit pada tikus putih yang telah diinduksi vaksin DPT. Penelitian ini menggunakan empat kelompok perlakuan yaitu kontrol positif yang diberi sirup parasetamol, kontrol negatif yang diberi blanko patch, kelompok perlakuan satu yang diberi patch ekstrak etanol bawang merah tanpa enhancer dan kelompok perlakuan kedua yang diberi patch ekstrak etanol bawang merah dengan enhancer. Tikus diadaptasikan selama 7 hari kemudian dilakukan pengukuran temperatur dan pengambilan darah dari ekor tikus untuk menghitung jumlah monosit. Setelah itu dilakukan penyuntikan vaksin DPT 0,1 ml secara intraperitonial dan dilakukan pengamatan temperatur sebelum pemberian vaksin, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 150, dan 180 menit setelah pemberian vaksin sedangkan pengamatan monosit dilakukan sebelum pemberian vaksin dan setiap 15 menit selama 120 menit setelah pemberian vaksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada jumlah monosit kelompok perlakuan dengan kontrol positif namun terdapat perbedaan signifikan pada suhu. Penggunaan patch ekstrak etanol bawang merah dapat menurunkan temperatur dan jumlah monosit pada tikus putih yang telah diinduksi vaksin DPT.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Contoh Makalah Imunisasi Bayi

Contoh Makalah Imunisasi Bayi

Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Pertusis (batuk rejan) adalah inteksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga anak tidak dapat bernafas, makan atau minum. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kejang dan kerusakan otak. Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Incidence of Fever After DTwP-1 Immunization in Breastfed and Non Breastfed Children in Palembang

Incidence of Fever After DTwP-1 Immunization in Breastfed and Non Breastfed Children in Palembang

Hasil analisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian demam setelah imunisasi DPT 1 menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kedua variabel. Sebaliknya, terdapat hubungan antara status gizi dengan demam setelah pemberian imunisasi DPT 1. Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena gizi kurang yang akan menghambat respon imunitas dan meningkatkan risiko terjadi infeksi. Kekurangan gizi pada anak berkaitan dengan gangguan imunitas berperantara sel (cell-mediated immunity), fungsi fagosit, sistem komplemen, dan produksi sitokin. 4

Baca lebih lajut

Show all 930 documents...