Vaksin rabies

Top PDF Vaksin rabies:

BA EVALUASI PENAWARAN VAKSIN RABIES

BA EVALUASI PENAWARAN VAKSIN RABIES

Pada Hari ini Rabu , tanggal Sembilan Belas , bulan April , tahun Dua Ribu Tujuh Belas, bertempat di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang NTT, Jl. Yos Sudarso Tenau Kupang, kami yang bertanda tangan dibawah ini Kelompok Kerja Pengadaan Barang/ Jasa Tahun Anggaran 2017, telah melaksanakan proses pemilihan lelang pekerjaan pengadaan Vaksin Rabies,dengan tahapan dan hasil sebagai berikut:

6 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN PENGADAAN VAKSIN RABIES DINAS PETERNAKAN PROP.NTT TA.2017

PENGUMUMAN PENGADAAN VAKSIN RABIES DINAS PETERNAKAN PROP.NTT TA.2017

Kelompok Kerja Pengadaan Barang/Jasa Unit Layanan Pengadaan Kementerian Pertanian, pada Satuan Kerja Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2017 akan melaksanakan Pelelangan Sederhana dengan pascakualifikasi secara elektronik untuk paket pekerjaan pengadaan Vaksin Rabies sebagai berikut: 1. Paket Pekerjaan

2 Baca lebih lajut

Pengumuman Pengadaan Vaksin Rabies

Pengumuman Pengadaan Vaksin Rabies

Nama paket pekerjaan : Belanja Pengadaan Vaksin Rabies, Bahan Anastesi Umum dan Bahan Sedatif pada kegiatan Pengendalian dan Penanggulangan Rabies Vaksin dan Vaksinasi Rabies di Satker Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali

1 Baca lebih lajut

Antibodi anti-idiotipe sebagai kandidat vaksin rabies

Antibodi anti-idiotipe sebagai kandidat vaksin rabies

Perkembangan anti-id iotipe yang mampu meniru antigen asli sebagai vaksin memiliki keuntungan : (1) vaksin anti-idiotipe dapat meningkatkan respon kebal dari vaksin konvensional yang semula tidak efektif atau lemah (Huang et al. 1988); (2) anti-idiotipe dapat diproduksi dengan mudah dalam jumlah yang banyak; (3) kesulitan yang berhubungan dengan tenaga, biaya dalam penyediaan antigen dari agen penyakit dapat dieliminasi; (4) bahaya penyebaran agen infeksius dalam pelaksanaan di lapangan dapat dihindari (Lin dan Zhou 1995); (5) vaksin idiotop mer angsang klon imun yang toleran dan tersembunyi (McNamara et al . 1984); (6) dapat digunakan pada pasien immunocompromise yang tidak memberikan respon terhadap vaksin hidup; (7) vaksin anti-idiotipe mampu memberikan kekebalan protektif pada sistem imun prematur (Huang et al. 1988); (8) protektif menghambat penyebaran secara vertikal infeksi suatu mikroorganisme (Kennedy et al. 1996); (9) mengurangi efek klinis yang merugikan dari penggunaan vaksin konvensional (Clark et al. 1996).
Baca lebih lanjut

186 Baca lebih lajut

UND KLARIFIKASI & PEMB. KUALIFIKASI VAKSIN RABIES 2017.

UND KLARIFIKASI & PEMB. KUALIFIKASI VAKSIN RABIES 2017.

Menunjuk hasil Evaluasi dan Penelitian Dokumen Penawaran & Dokumen Kualifikasi maka Kelompok Kerja (Pokja) ULP 40 Distanak Pemerintah Prov. Sulut, akan mengadakan Klarifikasi ke Perusahaan saudara dan setelah memenuhi semua persyaratan akan dilakukan Pembuktian Kualifikasi, untuk paket pekerjaan : Pengadaan Vaksin Rabies.

2 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN VAKSIN RABIES PADA ANJING PELIHARAAN DI DESA YEH EMBANG KECAMATAN MENDOYO KABUPATEN JEMBRANA

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN VAKSIN RABIES PADA ANJING PELIHARAAN DI DESA YEH EMBANG KECAMATAN MENDOYO KABUPATEN JEMBRANA

The World Health Organization (WHO) estimates each year in this world there are 50,000 death caused rabies with over 90% of cases was result of bites of an infected dog. Province of Bali is rabies endemic area that rabies spread effectively. Rabies eradication efforts on animals is done by vaccination and elimination. Many of the factors that led to unsuccessful rabies vaccination. The purpose of this research is to analyze the related factors of rabies vaccination on a pet dog. This research was conducted in Yeh Embang village Mendoyo district Jembrana regency with 70 sample respondents. The study was cross-sectional research with simple random sampling. Data was analyzed using logistic regressi on statistical tests with α = 0.05. The results showed there was a significant relationship between the sex (p- value=0,014), occupation (p-value=0,029), number of pet dog (p-value=0,043), knowledge (p-value=0,021), attitude (p-value=0,033), health officer ’ s suggestion (p- value=0,015), formal figures ’s suggestion (p-value=0,021), neighbors (p- value=0,007), and family ’s suggestion (p-value=0,028) to support the granting of rabies vaccine on a pet dog. Granting rabies vaccines is a behavior that is defined by the 3 main factors predisposing, enabling and reinforcing factors. It should be more coordination between health department and Jembrana District Farm Office in practice the health promotion activity as a effort prevention from rabies disease.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Antibodi anti idiotipe sebagai kandidat vaksin rabies

Antibodi anti idiotipe sebagai kandidat vaksin rabies

Penularan virus rabies biasanya terjadi dari air ludah hewan tertular ke hewan lain. Beberapa cara penularan yang dilaporkan, meliputi kontaminasi membran mukosa seperti mata, hidung dan mulut, melalui udara (aerosol) dan cangkok kornea (Baer 1991). Alves et al. (2003) melaporkan, bahwa virus rabies yang diinokulasikan per oral pada marmut dapat menyebabkan terjadinya infeksi virus pada berbagai organ, seperti otak, paru-paru dan lambung, namun tidak ditemukan adanya antibodi yang mampu melindungi hewan dari tantangan virus. Infeksi virus rabies juga pernah dilaporkan menyebabkan viraemia dengan titer virus rendah, memberikan gambaran awal proses terjadinya penyebaran virus ke berbagai organ (Acha dan Szyfres 1986).
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

UNDANGAN PEMBUKTIAN KUALIFIKASI PENGADAAN VAKSIN RABIES (LELANG ULANG)

UNDANGAN PEMBUKTIAN KUALIFIKASI PENGADAAN VAKSIN RABIES (LELANG ULANG)

Sehubungan pelaksanaan tahapan Evaluasi E-LELANG SEDERHANA dengan Pascakualifikasi Paket Pekerjaan PENGADAAN VAKSIN RABIES 45.000 DOSIS (LELANG ULANG) pada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara TA. 2016, dengan memperhatikan ketentuan dalam Perpres nomor : 54 Tahun 2010 dan Perpres 70 Tahun 2012 beserta perubahannya, bersama ini kami mengundang saudara untuk hadir dalam Acara Pembuktian Kualifikasi yang akan dilaksanakan pada :

1 Baca lebih lajut

Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Vaksin Rabies Pada Anjing Peliharaan Di Desa Yeh Embang Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana

Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Vaksin Rabies Pada Anjing Peliharaan Di Desa Yeh Embang Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana

Rabies merupakan penyakit infeksi akut (bersifat zoonosis) pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies dan ditularkan melalui gigitan hewan penular terutama anjing, kucing dan kera. Di Indonesia penyebaran rabies atau dikenal sebagai penyakit anjing gila terus meluas. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 90% kasus rabies pada manusia terjadi akibat dari gigitan hewan-hewan anjing yang terinfeksi. Provinsi Bali merupakan salah satu daerah endemis rabies dengan tingkat populasi anjing yang tinggi, sehingga merupakan wilayah yang efektif sebagai penyebaran penyakit rabies.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

UNDANGAN PEMBUKTIAN KUALIFIKASI PENGADAAN VAKSIN RABIES, 45.000 DOSIS.

UNDANGAN PEMBUKTIAN KUALIFIKASI PENGADAAN VAKSIN RABIES, 45.000 DOSIS.

Sehubungan pelaksanaan tahapan Evaluasi E-LELANG SEDERHANA dengan Pascakualifikasi Paket Pekerjaan PENGADAAN VAKSIN RABIES, 45.000 DOSIS pada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara TA. 2016, dengan memperhatikan ketentuan dalam Perpres nomor : 54 Tahun 2010 dan Perpres 70 Tahun 2012 beserta perubahannya, bersama ini kami mengundang saudara untuk hadir dalam Acara Pembuktian Kualifikasi yang akan dilaksanakan pada :

1 Baca lebih lajut

Situs Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat BAB V. Keswan

Situs Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat BAB V. Keswan

Berdasarkan epidemiologi penyakit, Virus Rabies menyerang berbagai jenis hewan berdarah panas dan juga manusia serta tingkat penyebarannya relatif cepat dan meluas. Dampak yang ditimbulkannya selain dari segi kesehatan, juga sosial ekonomi. Sehingga dalam penanganan rabies diperlukan kerjasama melibatkan berbagai pihak dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian, sehingga dalam hal ini faktor koordinasi memegang peranan penting. Vaksinasi Hewan Penular Rabies(HPR) diarahkan ke desa-desa yang terjadi kasus rabies dan desa sekitarnya (Local Area Spesifik/LAS). Pada tahun 2002 vaksin rabies mendapat subsidi dari Direktorat Produksi Peternakan Jakarta sebanyak 40.000 dosis dan semuanya telah dialokasikan ke Kabupaten dan Kota sesuai dengan jumlah kasus dan populasi Hewan Penular Rabies (HPR). Target dan realisasi vaksin rabies sesuai dengan permintaan dari masing- masing Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Barat dapat dilihat pada tabel 5.2. Sedangkan racun Strichnine mendapat subsidi melalui Anggaran APBN sebanyak 7 Kg, bantuan APBD sebanyak 3 Kg (tabel 5.3), dan telah dialokasikan seluruhnya ke Kabupaten dan Kota.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Situs Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat BAB V. Keswan-03

Situs Resmi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat BAB V. Keswan-03

Pada tahun 2003 vaksin rabies mendapat bantuan dari APBD sebanyak 10.000 dosis semuanya telah dialokasikan ke Kabupaten dan Kota untuk sesuai dengan jumlah kasus dan populasi Hewan Penular Rabies (HPR). Target dan realisasi vaksin rabies sesuai dengan permintaan dari masing- masing Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Barat dapat dilihat pada tabel 5.2. Sedangkan racun Strichnine mendapat subsidi melalui Anggaran APBN sebanyak 5 Kg, bantuan APBD sebanyak 10 Kg (tabel 5.3), dan telah dialokasikan seluruhnya ke Kabupaten dan Kota.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Pemilik Anjing Dengan Pemeliharaan Anjing Dalam Upaya  Mencegah Rabies Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi

Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Pemilik Anjing Dengan Pemeliharaan Anjing Dalam Upaya Mencegah Rabies Di Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi

Berdasarkan wawancara di lapangan sebagian pemilik anjing berpendapat tidak perlu merantai anjingnya karena akan merepotkan bila anjing tersebut akan membuang kotoran dan anjing yang tidak galak tidak perlu dirantai. Pemilik anjing yang lama meninggalkan rumah karena bekerja tidak punya waktu untuk memberi makan anjingnya sehingga apabila dilepaskan anjing peliharaan dapat bebas mencari makanan. Untuk penggunaan kandang, sebagian responden merasa keberatan dengan beberapa alasan diantaranya mengeluarkan biaya tambahan untuk membuat kandang dan berpendapat bahwa anjing yang tidak terbiasa dikandang akan gelisah dan ribut menggonggong. Sesuai dengan hasil wawancara dimana sebanyak 40,6% responden tidak memberikan vaksinasi rabies pada anjingnya, 77,1% responden tidak memasang rantai pada anjingnya dan 81,3 % responden tidak memelihara anjing dalam kandang. 5.3. Keterbatasan Penelitian
Baca lebih lanjut

208 Baca lebih lajut

BUKU PANDUAN PENANGANAN RABIES

BUKU PANDUAN PENANGANAN RABIES

Di samping pendekatan non-teknis, strategi pemberantasan juga berlandaskan pada aspek teknis yang secara nasional telah tersedia prosedur penanganan wabah rabies yaitu Kiatvetindo Rabies (Anonim, 2002). Pedoman ini dapat dimodifikasi seperlunya sesuai kondisi sosial budaya, kondisi geografi, ekologi anjing dan dan keberadaan koloni kera di Sumatera Barat (Putra dkk, 2008). Prinsip utama dalam strategi pencegahan, pengendalian dan pemberantasan darurat rabies adalah memutus mata rantai penularan rabies yang dilakukan dengan melaksanakan program secara massal, serentak dan integrasi, yang memuat prinsip atau tahapan :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

STUDI AWAL GAMBARAN PENGETAHUAN DASAR DAN SIKAP WISATAWAN BACKPACKER MANCANEGARA DI BALI MENGENAI RESIKO INFEKSI RABIES.

STUDI AWAL GAMBARAN PENGETAHUAN DASAR DAN SIKAP WISATAWAN BACKPACKER MANCANEGARA DI BALI MENGENAI RESIKO INFEKSI RABIES.

Since Bali establish as rabies endemic area in 2008, all people in Bali have high risk for getting rabies infection, those are include foreign tourists who come to Bali. Backpacker is one who has high risk of infection because of their habitation of getting their destination on foot and travelling with limiting budget. This study describes the basic knowledge and attitude of foreign backpacker regarding rabies infection prevention with deep interview based on preprinted questioners. This study uses cross sectional design held on December 2013to February 2014 with 56 samples. We get 92,8% foreign backpacker who travelling in Bali do not know that Bali is a rabies endemic area, 82,1% foreign backpacker who travelling in Bali do not know how to avoid rabies infection, 7,1% foreign backpacker who travelling in Bali do not know dog as main carrier rabies in Bali, 64,3% foreign backpacker who travelling in Bali did not get information regarding rabies risk, initial management of biting before trip and 92,9% foreign backpacker who travelling in Bali did not receive complete rabies vaccine shot before travelling in their country.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Free  | hmkuliah 6. Rabies

Free | hmkuliah 6. Rabies

Penyakit infeksi akut sistem saraf pusat (ensefalitis) ini disebabkan oleh virus rabies yang termasuk genus Lyssa-virus, family Rhabdoviridae dan menginfeksi manusia, terutama melalui gigitan hewan yang terinfeksi (anjing, monyet, kucing, serigala, kelelawar). Beberapa kasus dilaporkan infeksi melalui transplantasi organ dan paparan udara (aerosol). Rabies hampir selalu berakibat fatal jika post-exposure prophylaxis tidak diberikan sebelum onset gejala berat.

3 Baca lebih lajut

Penetapan PL Vaksin Anti Rabies

Penetapan PL Vaksin Anti Rabies

Sehubungan Pengadaan Langsung pada Kegiatan Pengadaan Vaksin Penyakit Menular Tahun Anggaran 2013 dan berdasarkan Berita Acara Hasil Pengadaan Langsung (BAHPL) Nomor 005/PPBJ-PL//BAHPL-VAR/DKK/V/2013 tanggal 13 Mei 2013 tentang Penetapan Penyedia Pengadaan Langsung, dengan ini diumumkan Penetapan Penyedia Pengadaan Langsung dimaksud sebagai berikut:

1 Baca lebih lajut

Pengumuman Penyedia Vaksin Anti Rabies

Pengumuman Penyedia Vaksin Anti Rabies

Berdasarkan pada Berita Acara Hasil Pengadaan Langsung ( BAHPL ) sebagai dasar penetapan dengan Nomor : 06/ PJB- Vaksin Anti Rabies /Dinkes/2014 tertanggal 17 Juni 2014. Dengan ini Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) Satker Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong Tahun Anggaran 2014 mengumumkan Penyedia Pengadaan Barang/Jasa untuk :

1 Baca lebih lajut

A DESCRIPTION OF A RABIES AND EFFORT CONTROLLING IN DISTRICT NGADA PROVINCE EAST NUSA TENGGARA (NTT)

A DESCRIPTION OF A RABIES AND EFFORT CONTROLLING IN DISTRICT NGADA PROVINCE EAST NUSA TENGGARA (NTT)

Rabies is still problem for world health including Indonesia. Rabies in Indonesia come to be a serious health problem in community because always almost fatal after symptom clinikal of a disease with level death till 100%. Since 2004 till December 2009 rabies spreading scattered at 24 Provinsi. Provinsi East Nusa Tenggara specially Flores island quantity case from the bite of a mad dog is 16.000 case on year. Flores was preveously and isolated rabies- free. It stared with the importation of three dogs from rabies endemic Sulawesi in September of 1997. 3 year since first dog’s bite in Larantuka aerth Flores and had been state that sample of dog’s head, which dilivered to Balai Besar veterinary Maros,was positif infected by rabies. Rabies has spread troughout Flores island. Rabies has long been known as one of the major public health problems in Ngada district, East Nusa Tenggara. Type of this study is cross sectional. The aim of this study is to know description distribution rabies case and to effort controlling rabies thougth the govenment programs. The result of this study showed the improvement of the last five years (2004 until August 2008) occurrence of dog bite cases highest 79 cases (53.74 %) in community health centers Watumanu and human deaths in community health centers Koeloda and Kota respectively 1 cases and population dog higghest in Riung subdistric 4599 (35.51%) althought coverage immunization very low 2523 (10.77%) from number of populasi 6210. Median dog bite cases on Juli.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Bali Pembatalan adendum

LPSE Provinsi Bali Pembatalan adendum

Sehubungan dengan proses pelelangan pekerjaan Belanja Bahan Vaksin Rabies Pada Kegiatan Pengendalian Dan Penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis Dan Penyakit Zoonosis Tahun 2013 Satker Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, kami sampaikan bahwa TIDAK ADA PERUBAHAN/ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN .

1 Baca lebih lajut

Show all 794 documents...