Vascular Endothelial Growth Factor A

Top PDF Vascular Endothelial Growth Factor A:

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus

Latar belakang Anemia adalah abnormalitas hematologi yang paling sering pada neonatus. Anemia pada neonatus menyebabkan hipoksia tipe anemia. Vascular endothelial growth factor A (VEGFA) adalah suatu regulator utama proses angiogenesis yang meningkatkan migrasi sel endotel menuju daerah yang mengalami hipoksia untuk membentuk pembuluh darah baru dan menghantarkan oksigen. VEGFA menggambarkan indikator hipoksia jaringan untuk anemia pada neonatus.

2 Baca lebih lajut

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus Chapter III V

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus Chapter III V

oleh sel tumor dalam konsentrasi tinggi. 33 VEGFA / vascular permeability factor pertama kali diidentifikasi sebagai stimulator yang kuat permeabilitas sel endotel, yang meningkatkan proliferasi. migrasi dan ketahanan hidup sel endotel. Selain itu VEGFA juga memiliki peranan dalam proses inflamasi dan koagulasi, sebagai contoh pada lingkungan in vitro VEGF memicu ekspresi adhesi molekul sel (E-selectin, intrascellular adhesion molecul 1 [ICAM-1], dan vascular cell adhesion molecul-1[VICAM-1] ) pada sel endotel dan meningkatkan adhesi sel leukosit. 45 Penelitian ini mendapatkan 6 neonatus yang tidak menderita anemia tetapi mengalami peningkatan kadar VEGFA diatas nilai normal atau VEGFA tinggi. Hal ini disebabkan 6 neonatus dengan VEGFA tinggi tersebut memiliki diagnosis dasar sangkaan sepsis dengan neonatal pneumonia, ikterik neonatorum, pasca operasi atresia ani.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus

4. Hafidh Y, Hidayah D, Sunyataningkamto. Anemia pada bayi baru lahir. Dalam: Kasim SM, Yunanto A, Dewi R, Sarosa IG, Usman A, penyunting. Buku Ajar Neonatologi. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2008.h.199-209.

4 Baca lebih lajut

Hubungan Ekspresi CXC Reseptor 4 dan Vascular Endothelial Growth Factor A dengan Invasi Pembuluh Darah dan Metastasis

Hubungan Ekspresi CXC Reseptor 4 dan Vascular Endothelial Growth Factor A dengan Invasi Pembuluh Darah dan Metastasis

Namun, jika menggunakan semua marker sangat tidak efisien untuk menentukan faktor prediktif. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara CXCR4 dan VEGFA serta memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna diantara ke dua marker dengan invasi ke pembuluh darah dan metastasis jauh. Terdapat hubungan yang terbalik antara CXCR4 dan VEGF A dengan meningkatnya usia. Seiring dengan meningkat- nya usia ternyata terjadi penurunan stabilitas Hif-1 yang sangat berperan dalam meningkat- kan sekresi VEGFA dan CXCR4. Di samping itu, terjadinya gangguan pada HIF dapat menyebab- kan gangguan pada mobilisasi endothelial progenitor cells (EPCs) yang berperan dalam angiogenesis, yang mengakibatkan proses pe- nyembuhan luka pada orang tua lebih lambat dibandingkan pada orang muda. 33
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus

Masalah utama pada anemia neonatus adalah ketersediaan oksigen yang tidak mencukupi untuk memenuhi oksigenasi jaringan karena berkurangnya transport oksigen. Untuk mengatasi hipoksia jaringan ini terjadi kompensasi adaptif berupa vasodilatasi, meningkatnya curah jantung. Jaringan yang mengalami iskemik akan mendeteksi kondisi hipoksia atau hipoglikemia dan memberikan respons dengan menginduksi produksi faktor angiogenik secara lokal seperti vascular endothelial growth factor (VEGF) yang membentuk pembuluh darah baru pada daerah yang iskemik. 10 VEGF adalah mediator utama permeabilitas pembuluh darah, proliferasi dan migrasi sel endotel. VEGF juga memainkan peranan yang penting selama perkembangan fetus dalam kandungan. Kadar VEGF meningkat pada plasma tali pusat selama perkembangan fetus. Kadar VEGF dapat dideteksi pada jaringan fetus dari usia kehamilan 16 minggu. Selama periode fetus, VEGF diekspresikan didalam villous dan extravillous trophoblast dan kadar VEGF ini berubah seiring perubahan usia janin saat dilahirkan. Pada bayi yang lahir prematur kadar VEGF secara signifikan lebih rendah dibanding bayi yang lahir cukup bulan. 26
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus

Hubungan Anemia dan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor A (VEGFA) pada Neonatus

Selama jaringan mengalami hipoksia karena anemia, hypoxic inducible factor-1 (HIF-1) mengikat bagian regulator dari gen vascular endothelial growth factor A (VEGFA) dan memicu ekspresi dan inisiasi gen VEGFA, untuk membantu sel-sel endotel membentuk pembuluh darah baru pada daerah yang mengalami hipoksia untuk memberikan suplai oksigen. VEGFA adalah glikoprotein yang merupakan regulator utama dari proses angiogenesis yang meningkatkan migrasi sel endotel menuju daerah yang mengalami hipoksia. 8 Peningkatan transkripsi gen VEGFA ini terjadi dalam waktu 24 - 120 jam setelah terjadi anemia. Ekspresi VEGFA ini menetap untuk waktu yang lama dibandingkan dengan HIF-1. 9 Saat ini belum ada parameter yang efektif dalam mendeteksi terjadinya hipoksia jaringan. Peningkatan kadar VEGFA ini menggambarkan indikator yang bermanfaat secara klinis pada anemia neonatus. 10
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Hubungan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) Serum dengan Skor Psoriasis Area And Severity Index (PASI) pada penderita psoriasis vulgaris di RSUP. H. Adam Malik Medan

Hubungan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) Serum dengan Skor Psoriasis Area And Severity Index (PASI) pada penderita psoriasis vulgaris di RSUP. H. Adam Malik Medan

54. Al-Shobaili H. Serum vascular endothelial growth factor, transforming growth factor-b1 and nitric oxide levels in patients with psoriasis vulgaris: Their correlation to disease severity. J Clin Exp Dermatol Res. 2014, 5:2 55. Martin G, Guerard S, Fortin MM et al. Pathological crosstalk in vitro

Baca lebih lajut

Anti-Vascular Endothelial Growth Factor as Recent Treatment of Neovascular Glaucoma

Anti-Vascular Endothelial Growth Factor as Recent Treatment of Neovascular Glaucoma

Vascular Endothelial Growth Factor atau VEGF berperan penting dalam memperantarai neovaskularisasi intraokular aktif pada pasien dengan penyakit iskemik retinal. 1 VEGF biasanya dilepaskan setelah iskemi retina, dan menyebar melalui aqueous humor ke segmen anterior mata sehingga terjadi neovaskularisasi iris, sudut iridokornea dan membran jaringan ikat. Kemudian, diikuti sinekia dari iris perifer dan trabecular meshwork, yang menyebabkan peningkatan TIO dan bahkan dapat terjadi kebutaan. 4

5 Baca lebih lajut

Korelasi Kadar Hemoglobin dengan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor Plasma pada Tetralogi Fallot.

Korelasi Kadar Hemoglobin dengan Kadar Vascular Endothelial Growth Factor Plasma pada Tetralogi Fallot.

Latar belakang. Vascular endothelial growth factor-A (VEGF-A) diketahui merupakan penanda hipoksia jaringan yang berperan dalam angiogenesis. Anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik seperti Tetralogi Fallot (TF) mengalami hipoksia jaringan dengan komplikasi timbulnya pembuluh darah baru kolateral, polisitemia hipoksik, dan anemia relatif.

5 Baca lebih lajut

Hambatan EGCG terhadap Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Ekspresi Vascular-endothelial Cadherin (VE-Cadherin) dalam Vaskulo-angiogenesis Embrio Ayam

Hambatan EGCG terhadap Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Ekspresi Vascular-endothelial Cadherin (VE-Cadherin) dalam Vaskulo-angiogenesis Embrio Ayam

VEGF pada mulanya diekspresikan pada bagian anterior embrio. Sedangkan sel yang mengekspresiakan VEGFR-1 dan VEGFR-2 berada pada bagian posterior. Maka Interaksi VEGF-A dan Reseptor-reseptor VEGF (VEGFRs) diduga terlibat dalam migrasi sel prekursor hemangioblast pada awal embrio. Migrasi sel prekursor hemangioblast pada embrio merupakan tahap penting dalam pembentukan anyaman kapiler [4]. VEGFR-2/Flk1 juga diekspresikan oleh hemangioblast yang berasal dari wilayah di mana mesoderm berhubungan dengan endoderm visceral dan berpartisipasi dalam pembentukan pembuluh darah ekstraembrionik pada yolk sac [27].
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Hubungan Ekspresi Imunohistokimia Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Tumor-infiltrating lymphocytes (TILs) dengan Tipe Histopatologi dan Stadium Klinis Karsinoma Nasofaring Chapter III  V

Hubungan Ekspresi Imunohistokimia Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Tumor-infiltrating lymphocytes (TILs) dengan Tipe Histopatologi dan Stadium Klinis Karsinoma Nasofaring Chapter III V

Setelah dilakukan penelitian terhadap 42 sampel karsinoma nasofaring yang bertujuan untuk melihat hubungan ekspresi imunohistokimia Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Tumor-infiltrating lymphocytes (TILs) dengan tipe histopatologi dan stadium klinis karsinoma nasofaring di Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran USU/RSUP Haji Adam Malik Medan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Baca lebih lajut

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:B:Brain Research:Vol883.Issue1.2000:

Directory UMM :Data Elmu:jurnal:B:Brain Research:Vol883.Issue1.2000:

reproducible stereotactic needle stick injury model to the The mean age of patients with the different diseases frontal cerebral cortex of mice was used [42,47,50]. A total were 79 years — AD; 38 years — Abscess; 65 years — of 27 CD1 mice were anesthetized with 0.5 ml of 2.5% Peri-metastatic carcinoma brain; 52 years — Head Injury; Avertin (2,2,2-tribromoethanol and 2-methyl-2-butanol) 71 years — Cerebral infarcts. Reactive astrocytosis with (Sigma-Aldrich Chemical Company Inc., WI) by intra- increased numbers of large and darkly stained GFAP- peritoneal (i.p.) injection. The head was stabilized in a positive reactive astrocytes were a prominent feature of all stereotactic frame and a burr hole drilled 2 mm anterior to these disease processes compared to normal brain, al- the coronal suture and 2 mm lateral to the saggital suture. though the degree of reactive astrocytosis varied with the The needle of a 5-ml Hamilton syringe was then inserted type of pathology, as demonstrated in Table 1, Fig. 1. The through the burr hole to a depth of 2.5 mm for a duration most exuberant reactive astrocytosis was induced in the of 1 min, then withdrawn. The contra-lateral frontal lobe brain surrounding bacterial abscesses (Table 1, Fig. 1-Row was used as the non-injured control side in all evaluations. A), with an average raw value of 82628 GFAP-positive The track was made in cortical gray matter, not penetrating astrocytes / HPF. In comparison, diffuse head injury (Fig. sub-cortical areas that normally contain higher numbers of 1-Row C), induced the lowest amount of reactive as- GFAP-positive cells [8]. All mice tolerated the procedure trocytosis, with a raw value 2067 GFAP-positive as- well. Three mice were sacrificed on each of days 1–9 trocytes / HPF, though this result should be tempered due to post-injury by cervical dislocation and the brains fixed in our lack of knowledge of severity or the time of the formalin for 24 h and embedded in paraffin for histological autopsy after the head injury. The amount of VEGF processing. Axial, 6-mm thick paraffin sections at right immunoreactivity paralleled the degree of induced reactive angles to the needle tract were cut, stained with anti-GFAP, astrocytosis, except for cerebral infarcts and peri-tumoral anti-Factor VIII and anti-VEGF antibodies and analyzed brain, where VEGF immunoreactivity was disproportion- with the computer assisted image analysis system as ately higher (Table 1). The number of Factor VIII-positive
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pola Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) Dikaitkan dengan Pertumbuhan Tumor dan Edema Peritumoral pada Astrositoma

Pola Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) Dikaitkan dengan Pertumbuhan Tumor dan Edema Peritumoral pada Astrositoma

Onkogen Ras dan Myc dikombinasikan dengan hipoksia secara sinergis akan mening- katkan ekspresi VEGF tanpa tergantung pada HIF-1 (HIF-1 independent). Faktor transkripsi NF-kB yang dapat diaktifkan pada keadaan hipoksia melalui pembentukan ROS dalam mitokondria dapat mengatur ekspresi VEGF, sedang factor transkripsi Ets dapat mengatur berbagai gen sasaran di arah hilir dalam sel endotel yang mempromosikan terbentuknya fenotip angiogenik, termasuk diantaranya pe- ningkatan VEGF-R, urokinase dan berbagai matrix metalloproteinase (MMP). 8
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbedaan Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor dan Ekspresi Tissue Factor Berdasarkan Respons Terapi Kemoradiasi Cisplatin pada Penderita Karsinoma Nasofaring Stadium lanjut | Hendarsih | Majalah Kedokteran Bandung 397 1302 1 PB

Perbedaan Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor dan Ekspresi Tissue Factor Berdasarkan Respons Terapi Kemoradiasi Cisplatin pada Penderita Karsinoma Nasofaring Stadium lanjut | Hendarsih | Majalah Kedokteran Bandung 397 1302 1 PB

Angiogenesis merupakan proses dasar dalam pertumbuhan tumor dan metastasis. Vascular endothelial growth factor atau VEGF diketahui secara luas sebagai faktor permeabilitas vaskular dan dipergunakan sebagai marka angiogenesis. Data peran VEGF pada kanker kepala dan leher termasuk KNF masih kurang jika dibandingkan dengan peran VEGF pada keganasan lain dan nilai prognostik VEGF juga masih belum jelas. 6

Baca lebih lajut

TESIS Fitri Sholihati S.500109020

TESIS Fitri Sholihati S.500109020

Pada tumor, DNA Epstein Barr bersifat homogen dan klonal melalui pengulangan skuensi. Ekspresi dari spesific vira l messenger RNAs atau produk gen secara konsisten dapat dideteksi pada seluruh sel tumor. Virus dapat dideteksi pada tumor dengan pemeriksaan insitu hibridisasi dan tehnik imunohistokimia. Dapat juga dideteksi dengan tekhnik PCR pada material yang diperoleh dari asprasi biopsi jarum halus pada metastase kelenjar getah bening leher. Deteksi dari antibodi Ig G ( yang dijumpai pada masa awal infeksi virus ) dan antibodi Ig A ( yang dijumpai pada capsid viral antigen ) digunakan di Amerika Serikat untuk mendukung diagnosis karsinoma nasofaring. Virus Epstein Barr dapat dijumpai pada Undifferentiated carcinoma dan non keratinizing squamous cell carcinoma (Adinolodewo, et al., 2003 ).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kata kunci: Kombinasi estrogen dan progesteron, kombinasi estrogen, progesteron dan testosteron,

Kata kunci: Kombinasi estrogen dan progesteron, kombinasi estrogen, progesteron dan testosteron,

melibatkan perubahan eskpresi gen (efek genomik) yang dimediasi oleh reseptor estrogen. 7 Selain estrogen, hormon testosteron juga sangat berperan untuk pemeliharaan integritas vaskular. Beberapa studi menunjukkan bahwa testosteron menginduksi relaksasi vaskular. Secara umum, banyak studi menyatakan bahwa relaksasi yang diinduksi oleh testosteron melibatkan mekanisme endothelium-independent, potassium channel- opening actions, dan efek antagonistik kalsium. Testosteron dan juga hormon seks steroid lainnya (misalnya estrogen) memodulasi pelepasan NO. Konsentrasi fisiologis testosteron dan DHT telah menunjukkan peningkatan sintesis NO endotelial melalui aktivasi kaskade extracellular-signal- regulated-kinase (ERK) dan phospatidylinositol 3- OH kinase (PI3K). 8 Testosteron juga secara signifikan meningkatkan sintesis DNA yang mengindikasikan bahwa androgen memodulasi pertumbuhan sel endotelial vaskular. Sel endotel yang terpapar testosteron khususnya DHT akan memproduksi vascular endothelial growth factor (VEGF), yaitu faktor kunci yang berperan dalam angiogenesis. 9 Terlebih lagi, testosteron pada kadar fisiologis dan melalui aktivasi reseptor androgen dapat menginduksi aktivitas proliferasi, migrasi, dan koloni ECPs yang dapat memodulasi fungsi endotelial. 10
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Hubungan Ekspresi Imunohistokimia Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Tumor-infiltrating lymphocytes (TILs) dengan Tipe Histopatologi dan Stadium Klinis Karsinoma Nasofaring

Hubungan Ekspresi Imunohistokimia Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Tumor-infiltrating lymphocytes (TILs) dengan Tipe Histopatologi dan Stadium Klinis Karsinoma Nasofaring

2. Kurnianda J.et al. Elevation of Vascular Endothelial Growth Factor in Indonesian Advanced Stage Nasopharyngeal Carcinoma. Kobe J. Med. Sci. Vo.55, No.2. p.E36-44. Available from:http//www.med.kobe- u.ac.jp/journal/content/55/E36.pdf.

Baca lebih lajut

Plasenta Mencit Model Preeklamsia.

Plasenta Mencit Model Preeklamsia.

Results: This study demonstrates that recombinant VEGF 121 shown to improve endothelial dysfunction in the placenta of preeeclampsia-model mice evidenced by the significant difference (p = 0.035 <0.05), which showed that the preeclampsia mice by administration of recombinant VEGF 121 has lower average value of the expression of VCAM-1 (2.14) than the average value of preeclampsia mice without administration of recombinant VEGF 121 (2,94).

3 Baca lebih lajut

Vascular Endothelial Growth Factor (Vegf) pada Pasien Gastritis dan Adenokarsinoma

Vascular Endothelial Growth Factor (Vegf) pada Pasien Gastritis dan Adenokarsinoma

Vascular endothelial growth factor (VEGF) adalah glikoprotein proangiogenik yang berfungsi meningkatkan proliferasi, migrasi, survival pada sel endotel serta meningkatkan permeabilitas kapiler. VEGF merupakan sebuah basa, 34-46-kDa homodimeric, heparin- binding glycoprotein dan gen VEGF berada di kromosom 6p12. Ekspresi VEGF berpotensi pada respon terhadap hipoksia dan aktifasi oleh onkogen VEGF, yang juga disebut vascular permeability factor (VPF), termasuk ke dalam keluarga supergene VEGF-platelet-derived growth factor (PDGF). VEGF adalah sinyal kunci yang digunakan oleh sel yang kekurangan oksigen (oxygen-hungry cells) untuk memicu pertumbuhan pembuluh darah. VEGF adalah regulator utama angiogenesis yang bekerja dengan menstimulasi mitogenesis dari sel endotel dan meningkatkan permeabilitas pembuluh darah. Banyak peneliti mengemukakan bahwa level VEGF dalam sirkulasi berhubungan dengan besarnya tumor dan metastase penyakit, dan kadar VEGF dalam sirkulasi berhubungan dengan progresifitas penyakit. Hal ini menandakan bahwa ada kemungkinan untuk mengukur level VEGF dalam serum dan plasma darah. 3,16,17,18
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kadar Vascular Endothelial Growth  Factor (VEGF) Serum pada Wanita dengan Endometriosis

Kadar Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) Serum pada Wanita dengan Endometriosis

Kelompok endometriosis pada penelitian ini sebagian besar dijumpai pada kelompok usia dibawah 40 tahun, 48,5% pada usia 18-30 tahun dan 30,3% pada usia 31-40 tahun. Sedangkan pada kelompok di atas 40 tahun ditemukan 21,2%. Pada kelompok non endometriosis sebagian besar dijumpai pada kelompok umur 31 – 40 tahun (60,6%). Hal ini sama yang dijelaskan pada literatur dimana sekitar 10% wanita usia reproduksi didapati menderita endometriosis. (1) Penelitian lain yang dilakukan menunjukkan bahwa endometriosis sering terjadi pada umur antara umur 25 dan 35 tahun, dengan rata-rata umur terjadinya endometriosis adalah 32,7 tahun. (12), (13) Hal yang sama ditemukan pada penelitian ini, dimana rerata umur penderita endometriosis adalah 32.97 tahun. Pada wanita usia dibawah 20 tahun endometriosis sering didiagnosa berhubungan dengan keluhan nyeri pelvik kronik, dengan rata- rata terjadi pada usia 18,6 tahun. (45), (46) Sedangkan pada kelompok non endometriosis dipastikan secara laparoskopi tidak ditemukan endometriosis. Namun demikian, endometriosis terkadang dapat ditemukan secara tidak sengaja pada kontap laparoskopi (1-7%). (14) Oleh Mahmood TA dan Templeton A, menemukan endometriosis asimptomatis pada 6% wanita yang menjalani laparoskopi sterilisasi. (47)
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...