Vitamin C dan E

Top PDF Vitamin C dan E:

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah - Hubungan pengetahuan gizi, sikap dan asupan vitamin C dan E dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lanjut usia - UNS Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah - Hubungan pengetahuan gizi, sikap dan asupan vitamin C dan E dengan tekanan darah penderita hipertensi pada lanjut usia - UNS Institutional Repository

Vitamin C berperan menghambat reaksioksidasi dalam tubuh yang berlebihan dengan bertindak sebagai inhibitor (Poedjiadi dan Supriyanti, 2007). Vitamin C bekerja sebagai antioksidan dengan cara mendonorkan hidrogen dari gugus hidroksilnya (Pan et al., 2011). Radikal peroxyil dapat berkurang dengan adanya vitamin E (T-OH), yang kemudian radikal peroxyil diubah menjadi radikal vitamin E (TO ● ). Regenerasi vitamin E dibantu oleh vitamin C. Vitamin C dan vitamin E berkerja sama dalam mencegah stres oksidatif, vitamin C berperan menghambat radikal bebas dan sebagai koantioksidan dalam membantu meregenerasi vitamin E dalam membran sel untuk mengurangi tekanan darah (Valko et al., 2011).Vitamin E melindungi sel dari radikal bebas penyebab stres oksidatif (Winarsi, 2007). Hidroperoksidase lipid dirubah menjadi alkohol dan oksigen oleh enzim GPx dengan bantuan GSH. Pada keadaan stres oksidatif kerja GPx akan meningkat, sehingga kerja GSH juga meningkat (Mohan et al., 2008; Townsend et al., 2003; Winarsi, 2007). Antioksidan rendah merupakan penanda stres oksidatif (Gupta et al., 2012). Vitamin C dan vitamin E yang tidak adekuat dapat menyebabkan terjadinya peroksidasi lipid, stres oksidatif, meningkatkan kerja enzim GPx dan GSH, sehingga kadar GSH menurun (Javed et al., 2015; Vieira et al., 2011).
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Kebutuhan Vitamin C Dan E (VCE) Di Dalam Pakan.

Kebutuhan Vitamin C Dan E (VCE) Di Dalam Pakan.

The status of lalawak jengkol fish to date is still a wild species and has not been treated yet in aquaculture. Furthermore its existence in some area is nearly extint. One of the way to overcame this problem is preparing aquaculture and quality feed for broodstock, particularly the suplement of vitamin C and E (VCE). This experiment was conducted to determine the requirement of VCE in feed to improve reproductive performance of lalawak jengkol fish Barbodes sp. Four isonitrogenous (30.33-30.82%) and isocaloric (3428.17-3586.40 kcal digestible energy/kg of feed) practical diet contained either 19.40:210, 19.40:220, 19.40:240 and 19.40:248 mg VCE/kg of feed, respectively, were fed to lalawak fish broodstock. The broodstock were cultivated in net cages held in village earth pond. Fish were fed using these diets at 5% of body weight for 15 days. During the feeding period, gonad maturation stage were examined. The VCE and total lipid contents in egg production was increased as the dosage of VCE in the diet was elevated. The VCE affected the hepato somatic index, gonado somatic index, fecundity, egg weight, egg diameter, number of spawning broodstock, hatching rate, and total number of larvae produced. Fish fed with diet of 19.40:226.9 mg VCE/kg significantly produced highest gonado somatic index, fecundity, egg weight, number of spawning broodstocks, hatching rate, and total number of larvae.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Efek Protektif Vitamin C dan E Terhadap Mutu Sperma Mencit Jantan Dewasa Yang Dipajan Dengan Monosodium Glutamat

Efek Protektif Vitamin C dan E Terhadap Mutu Sperma Mencit Jantan Dewasa Yang Dipajan Dengan Monosodium Glutamat

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah pemberian vitamin C, vitamin E dan kombinasinya dapat bersifat protektif terhadap mutu sperma mencit jantan yang terpajan MSG. Hewan yang digunakan dalam percobaan ini adalah mencit jantan (Mus musculus L) strain DD Webster dewasa fertil berumur ± 3 bulan dengan berat badan 25-35 gram. Hewan dikondisikan selama lebih kurang satu minggu di laboratorium dengan diberi makanan pelet dan minuman air mineral yang sesuai, dibagi dalam 5 kelompok masing-masing terdiri dari 5 hewan uji yaitu, Kelompok I (PO) = 5 ekor mencit jantan dewasa diberi larutan NaCl 0,9% secara oral selama 30 hari. Kelompok II (P1) = 5 ekor mencit jantan dewasa diberi MSG 4 g/kg BB secara oral selama 30 hari. Kelompok III (P2) = 5 ekor mencit jantan dewasa diberi MSG 4 g/kg BB disertai dengan pemberian vitamin C 0,26 g/kg BB secara oral selama 30 hari. Kelompok IV (P3) = 5 ekor mencit jantan dewasa diberi MSG 4 g/kg BB disertai dengan pemberian vitamin E 0,026 g/kg BB secara oral selama 30 hari. Kelompok V (P4) = 5 ekor mencit jantan dewasa yang diberi MSG 4 g/kg BB disertai dengan pemberian vitamin C 0,26 g/kg BB dan vitamin E 0,026 g/kg BB secara oral selama 30 hari.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMBINASI VITAMIN C DAN E TERHADAP KADAR FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) PADA TIKUS YANG TERPAPAR MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG)

PENGARUH KOMBINASI VITAMIN C DAN E TERHADAP KADAR FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) PADA TIKUS YANG TERPAPAR MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG)

Pemberian MSG diperoleh dari Sigma Aldrich Ptc Ltd. Singapura, dilarutkan dengan aquades. Pemberian Vitamin C secara sonde yang sudah dilarutkan dengan aquades.Pemberian Vitamin E dilarutkan dengan minyak wijen, semua pemaparan selama 42 hari.Pengukuran FSH dilakukan dengan mengambil Pipet 50µl standar, sampel dan QC kedalam Mikro Plate.Menambahkan 100 µl Enzyme Conjugate untuk tiap Mikro Plate, kemudian shaker selama 2-5 menit. Inkubasi pada suhu 37 0 C selama 2 jam, kemudian membuang larutan yang ada di Mikro Plate tadi kemudian cuci dengan washing Solution dengan volume 300 µl dan shaker selama 3 menit, ulangi pencucian selama 5 kali, setelah selesai balikkan, tekan kuat dengan kertas penyerap untuk mengeringkan dengan tissue. Tambahkan 100 µl larutan TBM substrate ke setiap Mikro Plate sesuai dengan urutan.Inkubasi tabung selama 20 menit pada suhu ruang tutup dengan kaca film lalu dibungkus dengan aluminium poil. Menghentikan reaksi dengan menambahkan 50 µl Stop Solution kedalam tiap Mikro Plate dengan lembut, campuran digoyang selama 5 detik. Kemudian masukkan Mikro Plate kedala ELISA Spektrophotometer untuk melihat kadar FSH. Analisis data menggunakan uji Anova dengan SPSS versi 17 serta dilanjutkan dengan uji korelasi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Vitamin C and E Intake with SQ-FFQ towards Smokers’ and Non-Smokers’ Lung Function

Vitamin C and E Intake with SQ-FFQ towards Smokers’ and Non-Smokers’ Lung Function

Penelitian ini memperlihatkan bahwa ter- dapat perbedaan yang bermakna kondisi fungsi paru antara kelompok perokok aktif dan non pero- kok. Asap rokok merupakan sumber radikal bebas eksogen yang menyebabkan peningkatan oksidan di dalam tubuh yang dapat mengakibatkan turun- nya kapasitas paru dan iritasi pada saluran per- nafasan yang menyebabkan keterbatasan aliran udara sehingga menurunkan kondisi fungsi paru. Tabel 3. Hasil Uji Perbedaan Fungsi Paru, Asupan Vitamin C dan E Perokok Aktif dan Non

7 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DAN VITAMIN E DENGAN KADAR LDL  Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DAN VITAMIN E DENGAN KADAR LDL Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

3 merupakan cara yang efektif untuk menurunkan kadar kolesterol LDL.Pemberian terapi dengan pravastatin juga dapat menurunkan rata-rata kadar LDL kolesterol sebesar 32 %. Pasien yang mendapatkan pengobatan dengan pravastatin terhindar dari kejadian PJK sebesar 24 % dibandingkan dengan kelompok placebo (Frank, 1996).Selain itu juga studi yang dilakukan para ahli menyebutkan bahwa asam lemak omega- 3 dapat menurunkan kolesterol LDL, mengurangi kadar trigliserid dan meningkatkan kolesterol HDL.Beberapa vitamin diduga mempunyai efek protektif terhadap aterosklerosis, salah satunya adalah vitamin C dan E sebagai antioksidan guna mencegah oksidasi lipid pada plak (Collins, 2002).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C DAN E TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIPAJANKAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C DAN E TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIPAJANKAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) SKRIPSI

Experiment aimed to determine the effects of vitamin C and E on liver microstructure of mouse exposed to monosodium glutamate for 30 days. The experiment used complete randomized design which consists of 6 treatments and 5 replications. Mice were treated daily by oral gavage with 4 mg MSG (P1), 4 mg MSG + 0.26 mg vitamin C (P2), 4 mg MSG + 0.026 vitamin E (P3), and 4 mg MSG + 0.26 mg vitamin C + 0.026 mg vitamin E (P4). All dosages were in mg/g body weight. Two control groups K- and K+ received water and castrol oil respectively. Mice liver tissue slide were prepared by paraffin method and stained with haematoxylin-eosin (HE). The result showed that MSG caused cell degeneration and necrosis in liver tissue. Vitamin C and E was able to recover liver cell damage induced by MSG. High result was found in P3 and combination treatment (P4) where recovery effect reach 64% and 80% respectively.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS TELUR IKAN BAUNG (Mystus nemurus) MELALUI PENAMBAHAN VITAMIN C DAN VITAMIN E PADA PAKAN INDUK

PENINGKATAN KUALITAS TELUR IKAN BAUNG (Mystus nemurus) MELALUI PENAMBAHAN VITAMIN C DAN VITAMIN E PADA PAKAN INDUK

meningkatkan kualitas telur ikan baung adalah dengan menyediakan kebutuhan nutrisi induk ikan baung melalui pemberian pakan yang tepat. Kualitas telur sangat dipengaruhi keberadaan asam lemak didalamnya. Vitamin C dan E mempunyai peranan sangat penting dalam menjaga ketersediaan asam lemak sebagai sumber energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C dan E pada pakan induk terhadap peningkatan kualitas telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan penambahan vitamin pada pakan (penambahan Vitamin C 3000 mg/kg pakan dan tanpa vitamin E, vitamin C 2000 mg/kgdan vitamin E 60 IU/kg pakan, vitamin C 1500 mg/kg dan vitamin E 120 IU/kg pakan, vitamin E 240 IU/kg pakan dan tanpa vitamin C, serta kontrol) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin C dan E tidak berpengaruh nyata dalam meningkatkan kualitas telur.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DAN VITAMIN E DENGAN KADAR LDL (LOW DENSITY LIPPOPROTEIN) PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG  Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi R

HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DAN VITAMIN E DENGAN KADAR LDL (LOW DENSITY LIPPOPROTEIN) PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi R

Methods : This study was an observational research with cross-sectional design. The subjects were 30 patients with CHD aged 30 – 65 years. Consecutive sampling was used in this study. Data on vitamin C and vitamin E intakes were obtained through Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) method. Data on level of LDL were obtained from medical record at Dr. Moewardi hospital. The data were analyzed used Pearson Product Moment Tests.

18 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Penyakit-penyakit yang dapat muncul akibat mengkonsumsi minuman tuak secara terus menerus dapat dicegah, salah satu usaha pencegahan yakni mengkonsumsi vitamin. Pada penelitian ini vitamin yang akan diteliti yakni vinamin E dan vitamin C, vitamin E merupakan antioksidan pemecah rantai utama dan terdapat pada cairan ekstrasel. Vitamin E dapat menetralisir hidroksil, superoksida, dan radikal hidrogen peroksida dan mencegah aglutinasi sperma (Agarwal et al . 2005). Sedangkan vitamin C mempunyai banyak fungsi di dalam tubuh, sebagai koenzim atau kofaktor. Asam askorbat adalah bahan yang kuat kemampuan reduksinya dan bertindak sebagai antioksidan dalam reaksi-reaksi hidroksilasi (Almatsier,2002). Maka penelitian ini sangat penting untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin E atau vitamin C terhadap kuantitas dan kualitas sperma mencit ( Mus musculus L.) yang terpapar tuak.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

PENDAHULUAN Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

Dari latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut apakah terdapat hubungan asupan vitamin C dan vitamin E dengan kadar LDL pada penderita penyakit jantung koroner di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi ?

6 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Hubungan Asupan Sumber Antioksidan (Vitamin C, Vitamin E), Magnesium dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Ruang Rawat Inap RSUD Tugurejo Semarang - Repository Universitas Muhammadiyah S

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Hubungan Asupan Sumber Antioksidan (Vitamin C, Vitamin E), Magnesium dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Ruang Rawat Inap RSUD Tugurejo Semarang - Repository Universitas Muhammadiyah S

(Setiawan, Bambang dkk 2005 dalam Nintami Ayudya, 2011). Antioksidan dikelompokkan menjadi 2 yaitu antioksidan enzimatis dan antioksidan non enzimatis. Antioksidan enzimatis merupakan system pertahanan utama terhadap kondisi stress oksidatif, enzim tersebut merupakan metaloenzim yang aktifitasnya sangat tergantung pada adanya ion logam. Sedangkan antioksidan non enzimatis dapat diperoleh dari asupan makanan seperti vitamin C, E, A dan ß-karoten. Antioksidan non enzimatis banyak ditemukan di dalam sayuran, buah- buahan, kacang-kacangan, biji-bijian. (Heri Winarsih, 2007). Asupan zat gizi mikro vitamin C dan vitamin E menunjukkan peran vitamin terkait dengan fungsinya sebagai antioksidan yaitu menurunkan resistensi insulin dan menurunkan stress oksidatif sehingga mencegah berkembangnya kejadian Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Azrimaidaliza dkk, 2010 menunjukkan bahwa asupan vitamin C berpengaruh pada penurunan kadar gula darah pada orang dewasa di kota Padang Panjang, yaitu semakin meningkat asupan vitamin C maka semakin menurun kadar gulanya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh vitamin E dan vitamin C terhadap peningkatan kuantitas dan perbaikan kualitas sperma mencit ( Mus musculus L.) yang terpapar tuak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 40 ekor mencit jantan. Sampel dibagi menjadi 9 kelompok, K (kontrol), (P1) diberi tuak selama 20 hari pertama dan 20 hari berikutnya pemberian tuak dihentikan, (P2) diberi tuak selama 40 hari, (P3) diberi tuak selama 20 hari pertama dan 20 hari berikutnya pemberian tuak dihentikan diganti dengan vitamin E, (P4) diberi tuak selama 20 hari pertama dan 20 hari berikutnya pemberian tuak dan vitamin E, (P5) pemberian tuak dan vitamin E diberikan bersama-sama sampai 40 hari, (P6) diberi tuak selama 20 hari pertama dan 20 hari berikutnya pemberian tuak dihentikan dan diganti dengan vitamin C, (P7) diberi tuak selama 20 hari pertama dan 20 hari berikutnya pemberian tuak dan vitamin C, (P8) pemberian tuak dan vitamin C diberikan bersama-sama sampai 40 hari. Epididimis dan testis diambil pada hari keempat puluh satu setelah perlakuan untuk melihat kuantitas dan kualitas sperma mencit. Data dikumpulkan dan di uji dengan SPSS 18. Digunakan Kruskal Wallis jika p<0,05 maka akan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney . Dari hasil analisis diperoleh, tuak dapat menurunkan kuantitas sperma mencit namun dengan pemberian vitamin C dapat meningkatkan kuantitas sperma mencit, sedangkan vitamin E dapat meningkatkan kualitas sperma mencit. Kesimpulan, tuak dapat menurunkan kuantitas sperma mencit sedangkan pada kualitas tuak tidak berpengaruh menurunkan sperma mencit dan Vitamin E dan vitamin C memiliki kemampuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma mencit.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

This research aimed to determine the effect of vitamin E and vitamin C on the sperm quantity and quality of mouse (Mus musculus L.) which exposed to tuak, an alcoholic beverage made of fermented palm juice. Forty male mice were assigned into 9 groups according to completely randomized design i.e.: P1 (received tuak for 20 days); P2 (tuak for 40 days); P3 (tuak for 20 days and then replaced by vitamin E for the next 20 days); P4 (tuak for 20 days and then tuak + vitamin E for the next 20 days); P5 (tuak + vitamin E for 40 days); P6 (tuak for 20 days and then replaced by vitamin C for the next 20 days); P 7 (tua k for 20 days and then tuak + vitamin C for the next 20 days); and P8 (tuak + vitamin C for 40 days). For the control group (K), animal received no treatment of tuak and vitamin. On day 41 after the treatment, epididyms and testis were analyzed to observe the quality and quantity of the sperm. Data were collected and tested using SPSS-18 for Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test . The result showed, tuak can reduce the sperm quantity and quality but no effect on sperm quality. Vitamin C can improve the quantity affected by tuak. The result showed, Tuak can reduce the quantity and quality of mouse sperm in motility, but no effect on sperm morphology and MDA.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Untuk mencegah stres oksidatif akibat latihan fisik, tubuh mempunyai sistem pertahanan antioksidan. Antioksidan ada yang berupa enzim maupun non enzim. Antioksidan enzim yaitu superoksida dismutase (SOD), glutathion peroksidase, dan katalase. Antioksidan non-enzim yang utama adalah glutation (GSH), vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Cara kerja antioksidan dapat melalui pemecahan reaksi berantai, yang meliputi fase lipid (vitamin E) dan fase air (vitamin C), mengurangi konsentrasi ROS (glutation), menangkap radikal bebas (SOD), dan khelating transition metal (transferin dan seruloplasmin). Antioksidan enzimatik diaktivasi secara selektif selama latihan fisik berat tergantung pada stress oksidatif jaringan dan kapasitas pertahanan antioksidan. Otot skelet mengalami stres oksidatif lebih besar dibandingkan hati dan jantung karena peningkatan produksi ROS. Oleh karena itu, otot membutuhkan perlindungan antioksidan melawan kerusakan oksidatif yang mungkin terjadi selama daan sesudah latihan fisik. SOD, katalase, dan glutation peroksidase merupakan pertahanan primer melawan pembentukan ROS selama latihan fisik, dan aktivitas enzim-enzim ini diketahui meningkat sebagai respons terhadap latihan fisik baik pada penelitian binatang maupun manusia (Ji, 1999).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Suleiman, S.A., dan Ali, Z.M. 1996. Lipid Peroxidation and Human Sperm Motility: Protective Role Of Vitamin E . J. Androl . 17: 530-537. Sunanto. 1993 . Aren . Budidaya dan multigunanya. Kanisius. Hal: 5-53. Suryohudoyo, P. 2000. Ilmu Kedokteran Molekuler . Cetakan Pertama. Jakarta. Suparni. 2009. Pengaruh Pemberian Vitamin C Terhadap Jumlah Sperma Dan

6 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

Sulistyowati, Y., (2006), Pengaruh Pemberian Likopen Terhadap Status Antioksidan (Vitamin C, Vitamin E dan Gluthathion Peroksidase) Tikus (Rattus norvegicus galur Sprague Dawley) Hiperkolesterolemik, Tesis, Program Studi Magister Ilmu Biomedik Universitas Diponegoro

4 Baca lebih lajut

b. Pembuatan Vitamin C - Pengaruh Pemberian Vitamin C Dan E Terhadap Gambaran Histologis Ginjal Mencit(Mus musculus L.) Yang Dipajankan Monosodium Glutamat (MSG)

b. Pembuatan Vitamin C - Pengaruh Pemberian Vitamin C Dan E Terhadap Gambaran Histologis Ginjal Mencit(Mus musculus L.) Yang Dipajankan Monosodium Glutamat (MSG)

Pembuatan Preparat Histologis Ginjal Dibilas dengan NaCl 0,9% Difiksasi dalam BOUIN selama 1 malam Washing dalam alkohol 70% Dehidrasi dengan alkohol konsentrasi bertingkat mulai[r]

15 Baca lebih lajut

 M01080

M01080

Vitamin adalah senyawa organik yang berasal dari bahan makanan alami, pada kondisi tubuh normal vitamin diperlukan dalam jumlah sedikit, namun bila kekurangan dapat menyebabkan defisiensi penyakit. Vitamin C dan E diyakini memiliki interaksi yang sinergis sebagai antioksidan walaupun keduanya memiliki sifat yang berbeda, vitamin C larut dalam air (Hidrofilik) dan vitamin E larut dalam lemak (Hidrofobik). Pada kondisi tubuh normal, vitamin C dan E memiliki efek saling memberi satu sama lain yaitu pelindung terhadap destruksi oksidatif. Sebagai contohnya adalah vitamin C memberikan efek antioksidan terhadap vitamin E dengan cara membentuk kembali bentuk aktif vitamin E setelah berinteraksi dengan radikal bebas. Vitamin C dapat mempertahankan keaktifan vitamin E sebagai antioksidan dengan meregenerasikan tokoferol dari radikal tokoperoksil. Pada kondisi tubuh yang abnormal karena adanya induksi penyakit, kombinasi vitamin C dan E bertugas menghentikan, memblokir, ataupun menghambat reaksi berantai radikal bebas. Sebagai contoh, pada kasus penyakit HIV menunjukkan adanya interaksi kedua vitamin tersebut dengan meningkatkan konsentrasi plasma -tokoferol dan reduksi peroksidasi lemak. Contoh lain pada studi kanker, vitamin C dan E bekerjasama dalam menghentikan reaksi berantai radikal bebas dan mencegah kerusakan sel-sel normal. Sedangkan pada studi saraf, kombinasi kedua vitamin ini memberikan efek yang signifikan terhadap kasus kerusakan otak yang diakibatkan oleh peroksida lipid melalui induksi Diazonin. Disimpulkan bahwa Vitamin C dan E tidak akan bekerja secara maksimal melawan oksidan apabila bekerja sendiri. Hal ini dikarenakan, vitamin C mempertahankan jumlah vitamin E di dalam sel dengan cara membentuk kembali radikal vitamin E menjadi bentuk tereduksi dan vitamin E menghambat kerusakan makromolekul dan DNA yang diakibatkan oleh oksidasi dari vitamin C.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...