Vitamin C dan E

Top PDF Vitamin C dan E:

PENGARUH KOMBINASI VITAMIN C DAN E TERHADAP KADAR FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) PADA TIKUS YANG TERPAPAR MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG)

PENGARUH KOMBINASI VITAMIN C DAN E TERHADAP KADAR FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) PADA TIKUS YANG TERPAPAR MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG)

Analisis data dilanjutkan dengan menggunakan uji One way Anova hasil yang didapat secara umum terdapat perbedaan yang bermakna yang terjadi antar kelompok tikus yang diteliti.Kemudian dilanjutkan dengan uji Post hoc Multiple Comparasion dengan metode LSD.Dari hasilpost hoc test dengan menggunakan LSD 5%, pada perbandingan kontrol negatif dengan kontrol positif, didapatkan nilai sig < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pemaparan MSG pada tikus berdampak pada penurunan kadar FSH. Jika kontrol negatif dibandingkan dengan perlakuan pemberian vitamin C dan E beberapa level dosis, didapatkan nilai sig > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi vitamin C dan E mampu mencegah penurunan kadar FSH.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Vitamin C and E Intake with SQ-FFQ towards Smokers’ and Non-Smokers’ Lung Function

Vitamin C and E Intake with SQ-FFQ towards Smokers’ and Non-Smokers’ Lung Function

Penelitian ini memperlihatkan bahwa ter- dapat perbedaan yang bermakna kondisi fungsi paru antara kelompok perokok aktif dan non pero- kok. Asap rokok merupakan sumber radikal bebas eksogen yang menyebabkan peningkatan oksidan di dalam tubuh yang dapat mengakibatkan turun- nya kapasitas paru dan iritasi pada saluran per- nafasan yang menyebabkan keterbatasan aliran udara sehingga menurunkan kondisi fungsi paru. Tabel 3. Hasil Uji Perbedaan Fungsi Paru, Asupan Vitamin C dan E Perokok Aktif dan Non

7 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KUALITAS TELUR IKAN BAUNG (Mystus nemurus) MELALUI PENAMBAHAN VITAMIN C DAN VITAMIN E PADA PAKAN INDUK

PENINGKATAN KUALITAS TELUR IKAN BAUNG (Mystus nemurus) MELALUI PENAMBAHAN VITAMIN C DAN VITAMIN E PADA PAKAN INDUK

meningkatkan kualitas telur ikan baung adalah dengan menyediakan kebutuhan nutrisi induk ikan baung melalui pemberian pakan yang tepat. Kualitas telur sangat dipengaruhi keberadaan asam lemak didalamnya. Vitamin C dan E mempunyai peranan sangat penting dalam menjaga ketersediaan asam lemak sebagai sumber energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C dan E pada pakan induk terhadap peningkatan kualitas telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan penambahan vitamin pada pakan (penambahan Vitamin C 3000 mg/kg pakan dan tanpa vitamin E, vitamin C 2000 mg/kgdan vitamin E 60 IU/kg pakan, vitamin C 1500 mg/kg dan vitamin E 120 IU/kg pakan, vitamin E 240 IU/kg pakan dan tanpa vitamin C, serta kontrol) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin C dan E tidak berpengaruh nyata dalam meningkatkan kualitas telur.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C DAN E TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIPAJANKAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C DAN E TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS HEPAR MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIPAJANKAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) SKRIPSI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian vitamin C dan E terhadap gambaran histologis hepar mencit setelah dipajankan monosodium glutamat (MSG) selama 30 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 pengulangan. Mencit diberi perlakuan setiap harinya per oral dengan bantuan gavage yaitu P1 (MSG 4 mg), P2 (MSG 4 mg + vitamin 0,26 mg), P3 (MSG 4 mg + vitamin E 0,026 mg), dan P4 (MSG 4 mg + vitamin C 0,26 mg + vitamin E 0,026 mg). Setiap dosis diberikan dalam mg/g berat badan. Kelompok kontrol K- dan K+ masing-masing diberi air dan minyak jarak. Setelah 30 hari perlakuan mencit dikorbankan dengan cara dislokasi leher, kemudian organ hepar dibuat preparat dengan metode blok parafin dan pewarnaan Hematoksilin- Eosin (HE). Hasil pengamatan histologis hepar menunjukkan bahwa pemajanan MSG menyebabkan kerusakan hepatosit berupa degenerasi dan nekrosis. Vitamin C dan E mampu memberikan pengaruh efektif pada kerusakan histologis hepar yang disebabkan pemajanan MSG. Pemulihan terbesar ditemukan pada P3 dan perlakuan kombinasi (P4) yang memberikan pengaruh yaitu masing-masing mencapai 64% dan 80%.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DAN VITAMIN E DENGAN KADAR LDL  Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DAN VITAMIN E DENGAN KADAR LDL Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan asupan vitamin C dan vitamin E dengan kadar kolesterol LDL pada penderita penyakit jantung koroner di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini dilaksanakan di Poli JantungRawat Jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada bulan Agustus - September 2015. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Teknik sampel yang digunakan adalah consecutive sampling, semua subjek yang datang dan memenuhi kriteria pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah subjek yang diperlukan terpenuhi (Sastroasmoro, 2002). Data primer merupakan data yang diperoleh dari pasien secara langsung yang meliputi tingkat asupan seperti asupan vitamin C dan asupan vitamin E yang dilakukan dengan Semi Quantitatif food Frequency Quesionnare (SQFFQ). Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari rekam medik. Analisis bivariat untuk uji kenormalan data pada penelitian ini ialah Kolmogorov Smirnov.Data berdistribusi normal maka menggunakan uji parametrik yaitu uji Correlation Pearson Product Moment.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

This research aimed to determine the effect of vitamin E and vitamin C on the sperm quantity and quality of mouse (Mus musculus L.) which exposed to tuak, an alcoholic beverage made of fermented palm juice. Forty male mice were assigned into 9 groups according to completely randomized design i.e.: P1 (received tuak for 20 days); P2 (tuak for 40 days); P3 (tuak for 20 days and then replaced by vitamin E for the next 20 days); P4 (tuak for 20 days and then tuak + vitamin E for the next 20 days); P5 (tuak + vitamin E for 40 days); P6 (tuak for 20 days and then replaced by vitamin C for the next 20 days); P 7 (tua k for 20 days and then tuak + vitamin C for the next 20 days); and P8 (tuak + vitamin C for 40 days). For the control group (K), animal received no treatment of tuak and vitamin. On day 41 after the treatment, epididyms and testis were analyzed to observe the quality and quantity of the sperm. Data were collected and tested using SPSS-18 for Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test . The result showed, tuak can reduce the sperm quantity and quality but no effect on sperm quality. Vitamin C can improve the quantity affected by tuak. The result showed, Tuak can reduce the quantity and quality of mouse sperm in motility, but no effect on sperm morphology and MDA.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Penyakit-penyakit yang dapat muncul akibat mengkonsumsi minuman tuak secara terus menerus dapat dicegah, salah satu usaha pencegahan yakni mengkonsumsi vitamin. Pada penelitian ini vitamin yang akan diteliti yakni vinamin E dan vitamin C, vitamin E merupakan antioksidan pemecah rantai utama dan terdapat pada cairan ekstrasel. Vitamin E dapat menetralisir hidroksil, superoksida, dan radikal hidrogen peroksida dan mencegah aglutinasi sperma (Agarwal et al . 2005). Sedangkan vitamin C mempunyai banyak fungsi di dalam tubuh, sebagai koenzim atau kofaktor. Asam askorbat adalah bahan yang kuat kemampuan reduksinya dan bertindak sebagai antioksidan dalam reaksi-reaksi hidroksilasi (Almatsier,2002). Maka penelitian ini sangat penting untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin E atau vitamin C terhadap kuantitas dan kualitas sperma mencit ( Mus musculus L.) yang terpapar tuak.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

This research aimed to determine the effect of vitamin E and vitamin C on the sperm quantity and quality of mouse (Mus musculus L.) which exposed to tuak, an alcoholic beverage made of fermented palm juice. Forty male mice were assigned into 9 groups according to completely randomized design i.e.: P1 (received tuak for 20 days); P2 (tuak for 40 days); P3 (tuak for 20 days and then replaced by vitamin E for the next 20 days); P4 (tuak for 20 days and then tuak + vitamin E for the next 20 days); P5 (tuak + vitamin E for 40 days); P6 (tuak for 20 days and then replaced by vitamin C for the next 20 days); P 7 (tua k for 20 days and then tuak + vitamin C for the next 20 days); and P8 (tuak + vitamin C for 40 days). For the control group (K), animal received no treatment of tuak and vitamin. On day 41 after the treatment, epididyms and testis were analyzed to observe the quality and quantity of the sperm. Data were collected and tested using SPSS-18 for Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test . The result showed, tuak can reduce the sperm quantity and quality but no effect on sperm quality. Vitamin C can improve the quantity affected by tuak. The result showed, Tuak can reduce the quantity and quality of mouse sperm in motility, but no effect on sperm morphology and MDA.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Untuk mencegah stres oksidatif akibat latihan fisik, tubuh mempunyai sistem pertahanan antioksidan. Antioksidan ada yang berupa enzim maupun non enzim. Antioksidan enzim yaitu superoksida dismutase (SOD), glutathion peroksidase, dan katalase. Antioksidan non-enzim yang utama adalah glutation (GSH), vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Cara kerja antioksidan dapat melalui pemecahan reaksi berantai, yang meliputi fase lipid (vitamin E) dan fase air (vitamin C), mengurangi konsentrasi ROS (glutation), menangkap radikal bebas (SOD), dan khelating transition metal (transferin dan seruloplasmin). Antioksidan enzimatik diaktivasi secara selektif selama latihan fisik berat tergantung pada stress oksidatif jaringan dan kapasitas pertahanan antioksidan. Otot skelet mengalami stres oksidatif lebih besar dibandingkan hati dan jantung karena peningkatan produksi ROS. Oleh karena itu, otot membutuhkan perlindungan antioksidan melawan kerusakan oksidatif yang mungkin terjadi selama daan sesudah latihan fisik. SOD, katalase, dan glutation peroksidase merupakan pertahanan primer melawan pembentukan ROS selama latihan fisik, dan aktivitas enzim-enzim ini diketahui meningkat sebagai respons terhadap latihan fisik baik pada penelitian binatang maupun manusia (Ji, 1999).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DAN VITAMIN E DENGAN KADAR LDL (LOW DENSITY LIPPOPROTEIN) PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG  Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi R

HUBUNGAN ASUPAN VITAMIN C DAN VITAMIN E DENGAN KADAR LDL (LOW DENSITY LIPPOPROTEIN) PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi R

Methods : This study was an observational research with cross-sectional design. The subjects were 30 patients with CHD aged 30 – 65 years. Consecutive sampling was used in this study. Data on vitamin C and vitamin E intakes were obtained through Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) method. Data on level of LDL were obtained from medical record at Dr. Moewardi hospital. The data were analyzed used Pearson Product Moment Tests.

18 Baca lebih lajut

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Studi Pemberian Vitamin E Atau Vitamin C Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Spermamencit (Mus Musculus L.) Yang Terpapar Tuak

Suleiman, S.A., dan Ali, Z.M. 1996. Lipid Peroxidation and Human Sperm Motility: Protective Role Of Vitamin E . J. Androl . 17: 530-537. Sunanto. 1993 . Aren . Budidaya dan multigunanya. Kanisius. Hal: 5-53. Suryohudoyo, P. 2000. Ilmu Kedokteran Molekuler . Cetakan Pertama. Jakarta. Suparni. 2009. Pengaruh Pemberian Vitamin C Terhadap Jumlah Sperma Dan

6 Baca lebih lajut

Kebutuhan Vitamin C Dan E (VCE) Di Dalam Pakan.

Kebutuhan Vitamin C Dan E (VCE) Di Dalam Pakan.

The status of lalawak jengkol fish to date is still a wild species and has not been treated yet in aquaculture. Furthermore its existence in some area is nearly extint. One of the way to overcame this problem is preparing aquaculture and quality feed for broodstock, particularly the suplement of vitamin C and E (VCE). This experiment was conducted to determine the requirement of VCE in feed to improve reproductive performance of lalawak jengkol fish Barbodes sp. Four isonitrogenous (30.33-30.82%) and isocaloric (3428.17-3586.40 kcal digestible energy/kg of feed) practical diet contained either 19.40:210, 19.40:220, 19.40:240 and 19.40:248 mg VCE/kg of feed, respectively, were fed to lalawak fish broodstock. The broodstock were cultivated in net cages held in village earth pond. Fish were fed using these diets at 5% of body weight for 15 days. During the feeding period, gonad maturation stage were examined. The VCE and total lipid contents in egg production was increased as the dosage of VCE in the diet was elevated. The VCE affected the hepato somatic index, gonado somatic index, fecundity, egg weight, egg diameter, number of spawning broodstock, hatching rate, and total number of larvae produced. Fish fed with diet of 19.40:226.9 mg VCE/kg significantly produced highest gonado somatic index, fecundity, egg weight, number of spawning broodstocks, hatching rate, and total number of larvae.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Efek Protektif Vitamin C dan E Terhadap Mutu Sperma Mencit Jantan Dewasa Yang Dipajan Dengan Monosodium Glutamat

Efek Protektif Vitamin C dan E Terhadap Mutu Sperma Mencit Jantan Dewasa Yang Dipajan Dengan Monosodium Glutamat

The aims of this study is to determine, weather giving vitamin C, vitamin E, as well as the combinations may be protect the quality of sperm of adult male mice exposed by MSG. Male mice (Mus musculus L) strains of adult fertile Webster DD ± 3 months old with body weight 25-35 grams were used on this experiment. Animals were conditioned around one week in the laboratory by given pellets and mineral water as appropriate. The animals were divided into 5 groups, in which one group consists of 5 animals, Group I (PO) = 5 adult male mice were given normal saline 0.9% orally for 30 days. Group II (P1) = 5 adult male mice were given MSG 4 g/kg (bw) orally for 30 days. Group III (P2) = 5 adult male mice were given MSG 4 g/kg (bw) along with vitamin C 0.26 g/kg (bw) orally for 30 days. Group IV (P3) = 5 adult male mice were given MSG 4 g/kg (bw) of vitamin E along with 0.026 g/kg (bw) orally for 30 days. Group V (P4) = 5 adult male mice were given MSG 4 g/kg (bw) along with vitamin C 0.26 g/ kg (bw) and vitamin E, 0.026 g/kg (bw) orally for 30 days.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Hubungan Asupan Sumber Antioksidan (Vitamin C, Vitamin E), Magnesium dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Ruang Rawat Inap RSUD Tugurejo Semarang - Repository Universitas Muhammadiyah S

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Hubungan Asupan Sumber Antioksidan (Vitamin C, Vitamin E), Magnesium dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Ruang Rawat Inap RSUD Tugurejo Semarang - Repository Universitas Muhammadiyah S

(Setiawan, Bambang dkk 2005 dalam Nintami Ayudya, 2011). Antioksidan dikelompokkan menjadi 2 yaitu antioksidan enzimatis dan antioksidan non enzimatis. Antioksidan enzimatis merupakan system pertahanan utama terhadap kondisi stress oksidatif, enzim tersebut merupakan metaloenzim yang aktifitasnya sangat tergantung pada adanya ion logam. Sedangkan antioksidan non enzimatis dapat diperoleh dari asupan makanan seperti vitamin C, E, A dan ß-karoten. Antioksidan non enzimatis banyak ditemukan di dalam sayuran, buah- buahan, kacang-kacangan, biji-bijian. (Heri Winarsih, 2007). Asupan zat gizi mikro vitamin C dan vitamin E menunjukkan peran vitamin terkait dengan fungsinya sebagai antioksidan yaitu menurunkan resistensi insulin dan menurunkan stress oksidatif sehingga mencegah berkembangnya kejadian Diabetes Melitus Tipe 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Azrimaidaliza dkk, 2010 menunjukkan bahwa asupan vitamin C berpengaruh pada penurunan kadar gula darah pada orang dewasa di kota Padang Panjang, yaitu semakin meningkat asupan vitamin C maka semakin menurun kadar gulanya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

 M01080

M01080

Vitamin adalah senyawa organik yang berasal dari bahan makanan alami, pada kondisi tubuh normal vitamin diperlukan dalam jumlah sedikit, namun bila kekurangan dapat menyebabkan defisiensi penyakit. Vitamin C dan E diyakini memiliki interaksi yang sinergis sebagai antioksidan walaupun keduanya memiliki sifat yang berbeda, vitamin C larut dalam air (Hidrofilik) dan vitamin E larut dalam lemak (Hidrofobik). Pada kondisi tubuh normal, vitamin C dan E memiliki efek saling memberi satu sama lain yaitu pelindung terhadap destruksi oksidatif. Sebagai contohnya adalah vitamin C memberikan efek antioksidan terhadap vitamin E dengan cara membentuk kembali bentuk aktif vitamin E setelah berinteraksi dengan radikal bebas. Vitamin C dapat mempertahankan keaktifan vitamin E sebagai antioksidan dengan meregenerasikan tokoferol dari radikal tokoperoksil. Pada kondisi tubuh yang abnormal karena adanya induksi penyakit, kombinasi vitamin C dan E bertugas menghentikan, memblokir, ataupun menghambat reaksi berantai radikal bebas. Sebagai contoh, pada kasus penyakit HIV menunjukkan adanya interaksi kedua vitamin tersebut dengan meningkatkan konsentrasi plasma -tokoferol dan reduksi peroksidasi lemak. Contoh lain pada studi kanker, vitamin C dan E bekerjasama dalam menghentikan reaksi berantai radikal bebas dan mencegah kerusakan sel-sel normal. Sedangkan pada studi saraf, kombinasi kedua vitamin ini memberikan efek yang signifikan terhadap kasus kerusakan otak yang diakibatkan oleh peroksida lipid melalui induksi Diazonin. Disimpulkan bahwa Vitamin C dan E tidak akan bekerja secara maksimal melawan oksidan apabila bekerja sendiri. Hal ini dikarenakan, vitamin C mempertahankan jumlah vitamin E di dalam sel dengan cara membentuk kembali radikal vitamin E menjadi bentuk tereduksi dan vitamin E menghambat kerusakan makromolekul dan DNA yang diakibatkan oleh oksidasi dari vitamin C.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

PENDAHULUAN Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin E dengan Kadar LDL (Low Density Lippoprotein) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Moewardi.

Penelitian Sianipar (2012), membuktikan bahwa konsumsi jus lidah buaya yang mengandung vitamin C, antioksidan, zinc dan dikonsumsi 200mg/hari pada pasien dislipdemia selama 14 hari mampu menurunkan kadar LDL sebesar 20,36% dan meningkatkan kolesterol HDL sebesar 18,87%. Hal ini karena vitamin C berfungsi untuk mempertahankan kadar LDL agar tetap pada kisaran kadar normal. Selain itu, vitamin C juga merupakan salah satu antioksidan yang berguna membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan garam empedu. Meningkatnya pembentukan garam empedu akan menyebabkan ekskresi kolesterol meningkat sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol darah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN VITAMIN E DAN VITAMIN C TOPIKAL DALAM BIDANG KOSMETIK.

PENGGUNAAN VITAMIN E DAN VITAMIN C TOPIKAL DALAM BIDANG KOSMETIK.

secara oral dan topikal. Vitamin C oral dihubungkan dengan penurunan resiko kanker, penyakit kardiovaskuler, katarak, penyembuhan luka dan modulasi imunitas. Sedangkan vitamin C topikal digunakan untuk mencegah kerusakan karena radiasi ultra violet, terapi melasma, strie alba dan eritem postoperatif laser. Beberapa penelitian terhadap tikus memperlihatkan pemakaian vitamin C topikal dapat menurunkan sel sunburn, eritema dan fotokarsinogenesis. (3,7,10)

Baca lebih lajut

Asupan zat gizi mikro dengan fungsi kognitif pada lanjut usia | Rahmawati | Jurnal Gizi Klinik Indonesia 18218 36400 1 SM

Asupan zat gizi mikro dengan fungsi kognitif pada lanjut usia | Rahmawati | Jurnal Gizi Klinik Indonesia 18218 36400 1 SM

Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah lansia yang ada di paguyuban Among Yuswa Banteng Baru Kabupaten Sleman. Data fungsi kognitif diukur menggunakan mini-mental state examination (MMSE). Data asupan zat gizi mikro (vitamin B6, folat, vitamin C, and vitamin E) diukur menggunakan semi quantitatif food frequency questionnaire (SQFFQ). Analisis bivariat menggunakan Chi Square dan multivariat menggunakan regresi logistik.

Baca lebih lajut

Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dan Uji Aktivitasnya terhadap Pertumbuhan Rambut Tikus Putih

Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dan Uji Aktivitasnya terhadap Pertumbuhan Rambut Tikus Putih

Rambut setiap orang membutuhkan nutrisi agar tetap sehat. Nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan rambut, antara lain dapat diperoleh dari bahan-bahan herbal yang mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, selenium, zat besi, seng, magnesium, biotin, tembaga, protein dan asam lemak esensial. Selain untuk mencegah rambut rontok, bahan-bahan tersebut juga bermanfaat untuk menyuburkan rambut (Jaelani, 2009; Muliyawan dan Neti, 2013; Umamah, 2010).

Baca lebih lajut

Nutrisi bagi Perkembangan Otak.

Nutrisi bagi Perkembangan Otak.

Tidak seperti orang dewasa, bayi tidak dapat mengubah asam lemak lengan pendek alpha- linolenic menjadi DHA dan mereka harus mendapatkan asupan nutrisi de novo dalam diet. Beberapa nutrisi yang esensial dalam pembentukan sistem saraf pusat di antaranya asam lemak Omega-3, DHA, asam arakidonat, Vitamin B kompleks, asam folat, vitamin C, vitamin E, yodium, besi, seng, selenium, asam amino esensial, kolin, dan antioksidan. Berikut ini pemaparan mengenai beberapa zat gizi yang berperan dalam perkembangan otak.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...