Wajib Pajak Orang Pribadi

Top PDF Wajib Pajak Orang Pribadi:

Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus, dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus, dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Sumber penerimaan di Indonesia berasal dari berbagai sektor, yaitu sektor internal dan eksternal. Salah satu sumber penerimaan negara dari sektor internal adalah pajak. Pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk Negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah serta masyarakat umum. Pajak penghasilan merupakan pajak yang dipungut fiskus kepada wajib pajak orang pribadi yang mempunyai usaha yang di gunakan sebagai penghasilan.Ketentuan umum dan tata cara peraturan perpajakan telah diatur dalam Undang-Undang, tidak terkecuali mengenai sanksi perpajakan. Berikut ini jumlah penerimaan pajak penghasilan di KPP Pratama Surakarta dari tahun 2013 hingga Triwulan 2016 :
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Mekanisme Pendaftaran Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam Chapter III V

Mekanisme Pendaftaran Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam Chapter III V

Wajib pajak orang pribadi yang berstatus sebagai karyawan dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Domisili dan akan dilayani sesuai dengan tata cara pendaftaran yang berlaku atau melalui Kantor Pelayanan Pajakk Lokasi dan dapat dilayani melalui pemberi kerja atau Bendaharawan Pemerintah dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Dirjen Pajak.

38 Baca lebih lajut

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI USAHAWAN TERHADAP DIBERLAKUKANNYA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 46 TAHUN 2013 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI USAHAWAN TERHADAP DIBERLAKUKANNYA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 46 TAHUN 2013 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Dengan diberlakukannya tarif baru pada peraturan perpajakan, maka akan mengubah besarnya jumlah pajak terutang yang harus dibayarkan wajib pajak. Pada contoh kasus yang terdapat di latar belakang masalah pun diungkapkan bahwa tidak semua wajib pajak akan mengalami penurunan jumlah pajak terutangnya dibandingkan dengan metode penghitungan pajak yang sebelumnya berlaku, yaitu menggunakan Norma Pengitungan Penghasilan Neto. Namun jika jumlah pajak terutang semakin berkurang, tentunya wajib pajak merasa puas dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 46 Tahun 2013. Selain itu sistem penghitungan pajak terutang yang lebih sederhana juga seharusnya mendukung tingkat kepuasan wajib pajak atas diberlakukannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 46 Tahun 2013. Menurut Kotler (1994), kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Oleh karena itu untuk menilai kepuasan wajib pajak orang pribadi usahawan atas diberlakukannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 46 Tahun 2013, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK, KESADARAN WAJIB PAJAK DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI SUNGAILIAT

PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK, KESADARAN WAJIB PAJAK DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI SUNGAILIAT

Skripsi ini berjudul “ Pengaruh Pemeriksaan Pajak, Kesadaran Wajib Pajak dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Di Sungailiat ” dengan menyadari segala keterbatasan atas kemampuan dan ilmu pengetahuan yang penulis miliki, maka dalam penyusunan skripsi ini juga tidak terlepas dari kekurangan, baik dalam materi, penulisan kata, penyusunan kalimat, maupun penggunaan bahasa. Untuk itu, penulis mohon pengertian para pembaca untuk memaklumi setiap kesalahan tersebut.

19 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR   Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Membayar Pajak Penghasilan (Studi Kasus Pada Wajib pajak Orang Pribadi Yang Te

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Membayar Pajak Penghasilan (Studi Kasus Pada Wajib pajak Orang Pribadi Yang Te

Hamdan wa syukronlillah, syukur Alhamdulillah senantiasa penulis panjatkan kepada dzat penguasa langit dan bumi yang memiliki setiap detik kehidupan di dunia, Allah SWT, sehingga penulis mampu menyelesaikan karya sederhana yang mungkin masih jauh dari kata sempurna. sebuah skripsi dengan judul “ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR PAJAK PENGHASILAN ” yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Sarjana (S1) Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta telah berhasil disususn. Penulis menyadari bahwa dalam proses penyusunan skripsi ini mendapat banyak bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, semua pihak yang baik secara langsung maupun tidak turut mensukseskan penulis dalam menyelesikan karya ini, dalam kesempatan ini dengan penuh kerendahan hati penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM  DAN ANALISIS  PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM DAN ANALISIS PERBEDAAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP KEWAJIBAN PERPA

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM DAN ANALISIS PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM DAN ANALISIS PERBEDAAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP KEWAJIBAN PERPA

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan berkah serta pancaran cinta kasih dari Buddha Maitreya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat dalam mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Judul skripsi ini adalah Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Terhadap Pelaksanaan Self Assessment System Dan Analisis Perbedaan Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

PENDAHULUAN Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

Wajib pajak adalah orang pribadi atau badan meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan (Muljono, 2010: 94). Dalam Muljono (2010; 94) wajib pajak orang pribadi adalah orang pribadi yang mempunyai penghasilan sebulan setelah disetahunkan melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

7 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSIWAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TENTANG KEPATUHAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Tentang Kepatuhan Membayar Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaftar

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSIWAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TENTANG KEPATUHAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Tentang Kepatuhan Membayar Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaftar

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survey dengan menggunakan kuesioner untuk memperoleh data. Populasi adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Surakarta. Wajib Pajak orang pribadi per November tahun 2013 berjumlah 83.908 Wajib Pajak. Sampel berjumlah 100 orang Wajib Pajak, pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.

Pengaruh Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.

Populasi dalam penelitian iniadalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Karees. Berdasarkan dari KPP Pratama Bandung Karees, hingga tahun 2013 jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar ada 108.879 namun yang efektif hanya 76.017. Tidak semua jumlah tersebut menjadi objek dalam penelitian ini guna efisiensi waktu dan biaya. Oleh sebab itu dilakukan pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Jumlah sampel ditentukan sebanyak 100 orang. Metode pengumpulan data primer yang dipakai adalah dengan metode survei dengan menggunakan media kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK BAGI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PELAKU UKM  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pelaku UKM (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Yang Terdaftar Di KPP Pratama Bo

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK BAGI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PELAKU UKM Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pelaku UKM (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Yang Terdaftar Di KPP Pratama Bo

Penelitian ini termasuk penelitian survey yang menggunakan kuisioner untuk memperoleh data. Populasi adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Boyolali. Pelaku UKM Tahun 2011 yang berjumlah 748. Sampel berjumlah 75 orang wajib pajak menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji-t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R 2 ).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemahaman Prosedur Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Wajib Pajak Orang Pribadi terhadap Tingkat Kepatuhan Pembayaran Pajak (Sebuah studi pada beberapa Wajib Pajak Orang Pribadi di daerah Bandung).

Pengaruh Pemahaman Prosedur Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Wajib Pajak Orang Pribadi terhadap Tingkat Kepatuhan Pembayaran Pajak (Sebuah studi pada beberapa Wajib Pajak Orang Pribadi di daerah Bandung).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Prosedur Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan yang dilakukan di Indonesia dan juga bagaimana pemahaman Prosedur Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Wajib Pajak Orang Pribadi akan berpengaruh terhadap tingkat Kepatuhan Pembayaran Pajak, dan untuk menguji pengaruh tersebut, penelitian ini dilakukan pada Wajib Pajak Orang Pribadi di daerah Jalan Surya Sumantri Bandung, dengan jumlah responden seratus orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dan kepustakaan, sedangkan data diolah dengan menggunakan SPSS 17 yang terdiri dari pengujian regresi sederhana.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK BAGI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PELAKU UKM  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pelaku UKM (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Yang Terdaftar Di KPP Pratama Bo

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK BAGI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PELAKU UKM Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pelaku UKM (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Yang Terdaftar Di KPP Pratama Bo

Penelitian ini termasuk penelitian survey yang menggunakan kuisioner untuk memperoleh data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Boyolali. Pelaku UKM Tahun 2011 yang berjumlah 748 pelaku UKM. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari wajib pajak orang pribadi pelaku UKM yang terdaftar di KPP Pratama Boyolali. Sampel diambil dengan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji-t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R 2 ).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PAJAK PENGHASILAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP ZAKAT SEBAGAI PENGURANGPAJAKPENGHASILAN (Survei pada Kantor Pelayanan Pajak di Surakarta).

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PAJAK PENGHASILAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP ZAKAT SEBAGAI PENGURANGPAJAKPENGHASILAN (Survei pada Kantor Pelayanan Pajak di Surakarta).

Zakat merupakan sarana pendistribusian asset dan kekayaan ummat. Zakat yang dibayarkan masyarakat sebagai pelaksanaan kewajiban beragama dengan pajak yang dibayarkan kepada negara yang merupakan kewajiban kenegaraan bagi setiap warga negara. Pengelolaan zakat secara sistematis dan teratur berdasarkan ketentuan sebenarnya bisa menjadi salah satu komponen pengurang pajak penghasilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wajib pajak orang pribadi di Surakarta terhadap zakat sebagai pengurang pajak penghasilan.

13 Baca lebih lajut

FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

Iklim organisasi yang positif akan mendukung wajib pajak orang pribadi dalam mematuhi kewajiban perpajakannya, meliputi adanya tunggakan pajak, ketepatan dalam menyampaikan SPT, pembayaran jumlah setoran pajak sesuai dengan yang tertera pada SPT, dan sebagainya. Sebaliknya, iklim organisasi yang negatif akan mendukung wajib pajak orang pribadi untuk tidak mematuhi kewajiban sesuai dengan peraturan perpajakan. (Vardi,2001) secara empiris telah membuktikan bahwa iklim organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku organizational misbehavior (OMB). Lussier (2005) menyebutkan bahwa pada umumnya terdapat 7 dimensi di dalam iklim keorganisasian yang biasanya diteliti, diantaranya yaitu :
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Persepsi Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Persepsi Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

0,036, karena R 2 < 0,05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Dari hasil tersebut dapat diperoleh bentuk persamaan Koefisien Determinasi yaitu : KD = 0,036 x 100%. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi sanksi perpajakan (X) terhadap

25 Baca lebih lajut

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK  Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

Dalam penelitian ini peneliti beranggapan bahwa pendapat dari informan langsung adalah sumber data yang mutlak dan sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini dilakukan kepada para wajib pajak orang pribadi. Objek analisis pada penelitian ini kemauan wajib pajak orang pribadi dalam membayar kewajiban perpajakannya. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah para wajib pajak orang pribadi yang memiliki pengalaman dalam membayar pajak, dan diperoleh informan dengan weton rabu kliwon, minggu l egi, selasa pahing, jum’at pon d an kamis wage. Dimana karakteristiknya menurut Kanjeng Pangeran Harya Cakraningrat (1994:62) sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK  Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

Studi fenomenologi terhadap kemauan membayar pajak wajib pajak orang pribadi dilihat dari sisi weton wajib pajak adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemauan wajib pajak dalam membayar pajak dilihat dari sisi weton wajib pajak.

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Postur Motivasi terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.

Pengaruh Postur Motivasi terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.

Dalam tabel 1.2 berikut ini menginformasikan mengenai kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun 2011. Rasio kepatuhan wajib pajak secara total, baik wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan, tercatat hanya 52% yang artinya jumlah wajib pajak yang patuh melaporkan SPT Tahunan hanya 52% dari jumlah wajib pajak terdaftar.

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Sistem Administrasi Perpajakan Modern Terhadap Kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi (Survei pada Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Bandung Cibeunying)

Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Sistem Administrasi Perpajakan Modern Terhadap Kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi (Survei pada Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Bandung Cibeunying)

Penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Sistem Administrasi Perpajakan Modern terhadap Kepuasan Wajib Pajak dapat dijadikan sebagai referensi peneliti berikutnya, apabila melakukan penelitian dengan topik yang sama, disarankan menambahkan indikator yang tidak digunakan dalam penelitian ini agar diperoleh kontribusi pengaruh yang lebih kuat. Dan jika penelitian dilakukan di tempat yang sama pastikan untuk menggunakan sampel di atas 100 agar mengetahui hasil dengan sampel yang berbeda. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian yang sama yaitu SEM PLS, tetapi dengan unit analisis, populasi, dan sampel yang digunakan berbeda agar diperoleh kesimpulan yang mendukung dan memperkuat teori dan konsep yang telah dibangun sebelumnya baik oleh peneliti maupun peneliti-peneliti terdahulu.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Pengaruh Modernisasi terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Merauke

Pengaruh Modernisasi terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Merauke

Modernisasi perpajakan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak merupakan wujud dari reformasi administrasi perpajakan yang telah dilakukan sejak tahun 2001. Untuk melanjutkan reformasi dan mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan, maka Direktorat Jenderal Pajak perlu menyusun dan mengimplementasikan program modernisasi perpajakan yang komprehensif mencakup semua operasi organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak mulai dari Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar sampai Kantor Pelayanan Pajak Pratama/Madya pada tingkat kabupaten atau bahkan kelurahan tergantung dari potensi yang dimiliki pada setiap Kantor Pelayanan Pajak bersangkutan. Adapun langkah modernisasi perpajakan yang ditempuh oleh Direktorat Jenderal Pajak khususnya pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Merauke yaitu modernisasi administrasi perpajakan, fasilitas layanan dengan teknologi informasi, modernisasi kode etik pegawai direktorat jenderal pajak, dan modernisasi sanksi pajak.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...