Wajib Pajak Orang Pribadi

Top PDF Wajib Pajak Orang Pribadi:

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI USAHAWAN TERHADAP DIBERLAKUKANNYA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 46 TAHUN 2013 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI USAHAWAN TERHADAP DIBERLAKUKANNYA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO. 46 TAHUN 2013 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Pada tahun 2013 Direktorat Jenderal Pajak merilis aturan baru tentang pengenaan tarif Pajak Penghasilan final 1% bagi wajib pajak yang memiliki peredaran bruto di bawah Rp 4.800.000.000,00 yang dirilis dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2013 (PP 46 Tahun 2013) untuk menggantikan Norma Penghitungan Penghasilan Neto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wajib pajak orang pribadi usahawan diberlakukannya PP 46 Tahun 2013 mengenai aspek kemudahan, keadilan, dan kepuasan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK  Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

Dalam penelitian ini peneliti beranggapan bahwa pendapat dari informan langsung adalah sumber data yang mutlak dan sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini dilakukan kepada para wajib pajak orang pribadi. Objek analisis pada penelitian ini kemauan wajib pajak orang pribadi dalam membayar kewajiban perpajakannya. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah para wajib pajak orang pribadi yang memiliki pengalaman dalam membayar pajak, dan diperoleh informan dengan weton rabu kliwon, minggu l egi, selasa pahing, jum’at pon d an kamis wage. Dimana karakteristiknya menurut Kanjeng Pangeran Harya Cakraningrat (1994:62) sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemahaman Prosedur Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Wajib Pajak Orang Pribadi terhadap Tingkat Kepatuhan Pembayaran Pajak (Sebuah studi pada beberapa Wajib Pajak Orang Pribadi di daerah Bandung).

Pengaruh Pemahaman Prosedur Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Wajib Pajak Orang Pribadi terhadap Tingkat Kepatuhan Pembayaran Pajak (Sebuah studi pada beberapa Wajib Pajak Orang Pribadi di daerah Bandung).

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Prosedur Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan yang dilakukan di Indonesia dan juga bagaimana pemahaman Prosedur Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Wajib Pajak Orang Pribadi akan berpengaruh terhadap tingkat Kepatuhan Pembayaran Pajak, dan untuk menguji pengaruh tersebut, penelitian ini dilakukan pada Wajib Pajak Orang Pribadi di daerah Jalan Surya Sumantri Bandung, dengan jumlah responden seratus orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dan kepustakaan, sedangkan data diolah dengan menggunakan SPSS 17 yang terdiri dari pengujian regresi sederhana.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSIWAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TENTANG KEPATUHAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Tentang Kepatuhan Membayar Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaftar

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSIWAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TENTANG KEPATUHAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Tentang Kepatuhan Membayar Pajak (Survey Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaftar

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survey dengan menggunakan kuesioner untuk memperoleh data. Populasi adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Surakarta. Wajib Pajak orang pribadi per November tahun 2013 berjumlah 83.908 Wajib Pajak. Sampel berjumlah 100 orang Wajib Pajak, pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.

14 Baca lebih lajut

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM  DAN ANALISIS  PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM DAN ANALISIS PERBEDAAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP KEWAJIBAN PERPA

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM DAN ANALISIS PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP PELAKSANAAN SELF ASSESSMENT SYSTEM DAN ANALISIS PERBEDAAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP KEWAJIBAN PERPA

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan berkah serta pancaran cinta kasih dari Buddha Maitreya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu syarat dalam mencapai gelar Sarjana Ekonomi pada Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Judul skripsi ini adalah Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi Terhadap Pelaksanaan Self Assessment System Dan Analisis Perbedaan Persepsi Wajib Pajak Orang Pribadi

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus, dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Fiskus, dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus dan sanksi pajak baik secara parsial maupun simultan mempunyai pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas di Wilayah KPP Pratama Surakarta. Data penelitian adalah data primer yaitu sumber data ya ng diperoleh secara langsung dari sumber pihak pertama. Jenis penelitian ini menggunakan tehnik deskriptif dan cenderung kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini 50 responden berdasarkan Roscoe (1975). Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data simple random sampling (acak), menggunakan alat kuisioner (angket) dengan skala likert 5 poin. Tehnik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas, sedangkan Pelayanan fiskus dan Sanksi pajak secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas. Sedangkan berdasarkan hasil peneitian secara simultan disimpulkan bahwa kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus dan sanksi pajak secara bersama -sama berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan pekerjaan bebas.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.

Pengaruh Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.

Populasi dalam penelitian iniadalah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Karees. Berdasarkan dari KPP Pratama Bandung Karees, hingga tahun 2013 jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar ada 108.879 namun yang efektif hanya 76.017. Tidak semua jumlah tersebut menjadi objek dalam penelitian ini guna efisiensi waktu dan biaya. Oleh sebab itu dilakukan pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Jumlah sampel ditentukan sebanyak 100 orang. Metode pengumpulan data primer yang dipakai adalah dengan metode survei dengan menggunakan media kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi berganda.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Mekanisme Pendaftaran Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam Chapter III V

Mekanisme Pendaftaran Wajib Pajak Orang Pribadi Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Lubuk Pakam Chapter III V

Wajib pajak orang pribadi yang berstatus sebagai karyawan dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Domisili dan akan dilayani sesuai dengan tata cara pendaftaran yang berlaku atau melalui Kantor Pelayanan Pajakk Lokasi dan dapat dilayani melalui pemberi kerja atau Bendaharawan Pemerintah dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Dirjen Pajak.

38 Baca lebih lajut

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PAJAK PENGHASILAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP ZAKAT SEBAGAI PENGURANGPAJAKPENGHASILAN (Survei pada Kantor Pelayanan Pajak di Surakarta).

PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP ZAKAT SEBAGAI PENGURANG PAJAK PENGHASILAN PERSEPSI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI TERHADAP ZAKAT SEBAGAI PENGURANGPAJAKPENGHASILAN (Survei pada Kantor Pelayanan Pajak di Surakarta).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak pribadi yang melakukan pembayaran pajak di Kantor Pelayanan Pajak Kota Surakarta. Sampel diambil dengan metode Convenience purposive sampling Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 orang wajib pajak. Hasil kuesioner diuji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan korelasi product moment dan cronbach’s alpha. Data dianalisis menggunakan analisis Chi-Square.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Sistem Administrasi Perpajakan Modern Terhadap Kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi (Survei pada Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Bandung Cibeunying)

Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Sistem Administrasi Perpajakan Modern Terhadap Kepuasan Wajib Pajak Orang Pribadi (Survei pada Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Bandung Cibeunying)

Penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak dan Sistem Administrasi Perpajakan Modern terhadap Kepuasan Wajib Pajak dapat dijadikan sebagai referensi peneliti berikutnya, apabila melakukan penelitian dengan topik yang sama, disarankan menambahkan indikator yang tidak digunakan dalam penelitian ini agar diperoleh kontribusi pengaruh yang lebih kuat. Dan jika penelitian dilakukan di tempat yang sama pastikan untuk menggunakan sampel di atas 100 agar mengetahui hasil dengan sampel yang berbeda. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode penelitian yang sama yaitu SEM PLS, tetapi dengan unit analisis, populasi, dan sampel yang digunakan berbeda agar diperoleh kesimpulan yang mendukung dan memperkuat teori dan konsep yang telah dibangun sebelumnya baik oleh peneliti maupun peneliti-peneliti terdahulu.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI E- FILING TERHADAP WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI.

IMPLEMENTASI E- FILING TERHADAP WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI.

Indonesia merupakan salah satu negara yang pernah mengalami krisis ekonomi, walaupun keadaan ekonomi telah pulih tetapi relatif lambat pertumbuhannya jika dibandingkan dengan Negara-negara tetangga. Pembangunan Indonesia dapat tercapai apabila didukung dengan pembiayaan dari dalam negeri maupun dari luar negeri.Pembiayaan tersebut diperoleh dari penerimaan yang dimiliki oleh negara. Penerimaan negara Indonesia bersumber dari kekayaan alam, pajak, bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak dan hasil perusahaan negara. Pajak merupakan salah satu penerimaan terbesar bagi Indonesia dari semua sumber penerimaan negara tersebut.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan).

Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Indonesia (Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan).

Suhendra (2010) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan terhadap Peningkatan Penerimaan Pajak Penghasilan Badan dan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan Wajib Pajak yang diukur dari jumlah Surat Pemberitahuan (SPT) yang disampaikan berpengaruh siginifikan terhadap peningkatan penerimaan Pajak Penghasilan dan di KPP wilayah Jakarta. Lebukan (2011) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak PPh Pasal 21 terhadap Penerimaan PPh Pasal 21 di KPP Pratama Makassar Utara dan hasilnya menunjukkan bahwa variabel jumlah Wajib Pajak Pajak Penghasilan pasal 21 berpengaruh negatif terhadap penerimaan Pajak Penghasilan pasal 21, sedangkan variabel Jumlah Surat Pemberitahuan (SPT) yang dilaporkan berpengaruh positif terhadap penerimaan Pajak Penghasilan pasal 21 di KPP Makassar Utara.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

PENDAHULUAN Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

Besarnya pajak yang masuk kedalam kas negara tentunya dipengaruhi oleh seberapa besar jumlah wajib pajak yang telah melaksanakan kewajiban perpajakannya, akan tetapi banyaknya penduduk yang bekerja tidak sepenuhnya menambah pemasukan negara melalui pajak. Hal itu akan berpengaruh jika wajib pajak memiliki kemauan untuk membayar pajak. Kemauan wajib pajak dalam membayar kewajiban perpajakannya merupakan hal penting dalam rangka optimalisasi pajak.

7 Baca lebih lajut

FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

Iklim organisasi yang positif akan mendukung wajib pajak orang pribadi dalam mematuhi kewajiban perpajakannya, meliputi adanya tunggakan pajak, ketepatan dalam menyampaikan SPT, pembayaran jumlah setoran pajak sesuai dengan yang tertera pada SPT, dan sebagainya. Sebaliknya, iklim organisasi yang negatif akan mendukung wajib pajak orang pribadi untuk tidak mematuhi kewajiban sesuai dengan peraturan perpajakan. (Vardi,2001) secara empiris telah membuktikan bahwa iklim organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku organizational misbehavior (OMB). Lussier (2005) menyebutkan bahwa pada umumnya terdapat 7 dimensi di dalam iklim keorganisasian yang biasanya diteliti, diantaranya yaitu :
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Kualitas pelayanan Pajak Dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Survey Pada Wajib Orang pribadi Di KPP Pratama Soreang)

Pengaruh Kualitas pelayanan Pajak Dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Survey Pada Wajib Orang pribadi Di KPP Pratama Soreang)

Pelayanan pajak merupakan proyek pelayanan dari instansi pemerintah yang khusus berwenang mengurusi masalah pajak yaitu Direktorat Jenderal Pajak.Kinerja pelayanan yang baik tetap harus diperhatikan oleh DJP untuk dimungkinkannya diperoleh manfaat ganda apabila dikombinasikan dengan unsur-unsur self assessmentsystem untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan bagi wajib pajak dan secara tidak langsung akan meningkatkan pula penerimaan pajak (Siti Kurnia Rahayu,2010).Salah satu langkah penting DJP sebagai wujud nyata kepedulian pada pentingnya kualitas pelayanan adalah memberikan pelayanan prima kepada wajib pajak dalam mengoptimalkan penerimaan Negara (Siti Kurnia Rahayu,2010). Tujuan pelayanan prima ini adalah tercapainya tingkat kepatuhan sukarela Wajib Pajak yang
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR   Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Membayar Pajak Penghasilan (Studi Kasus Pada Wajib pajak Orang Pribadi Yang Te

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM MEMBAYAR Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Membayar Pajak Penghasilan (Studi Kasus Pada Wajib pajak Orang Pribadi Yang Te

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh hubungan antara pemahaman terhadap self assessment, pelayanan informasi perpajakan, pelaksanaan sanksi perpajakan, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam membayar pajak penghasilan.

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Teknologi Infromasi dan Kepuasan Wajib Pajak Oramg Pribadi Terhadap Penggunaan E filing Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Kasus pada Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Majalaya)

Pengaruh Teknologi Infromasi dan Kepuasan Wajib Pajak Oramg Pribadi Terhadap Penggunaan E filing Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Kasus pada Wajib Pajak Orang Pribadi di KPP Majalaya)

Untuk lebih meningkatkan kualitas sistem teknologi informasi e-filing, KPP dapat memberikan pelatihan kepada wajib pajak dalam menggunakan e-filing, KPP juga dapat meningkatkan kualitas sistem jaringan dengan menambah jumlah server, maupun beralih ke Komputasi Awan (Cloud Computing) oleh Microsoft. Selain itu, KPP dapat memberikan fasilitas internet untuk wajib pajak berupa wifi yang terbuka untuk umum selama masa pelaporan SPT, ini dirasa lebih efektif daripada hanya menyediakan komputer. Sehingga setelah wajib pajak mengikuti pelatihan untuk menggunakan e-fiing dan didukung oleh kualitas jaringan dan komunikasi yang baik tentu akan meningkatkan tingkat penggunaan e-filing.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK  Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DILIHAT DARI SISI WETON WAJIB PAJAK Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Dilihat Dari Sisi Weton Wajib Pajak.

Setelah dilakukan analisis seluruh data, informasi yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa para wajib pajak dengan weton berbeda yang menggambarkan karakteristik berbeda memahami pajak sebagai suatu kewajiban. Secara umum dengan pemahaman mereka bahwa pajak adalah suatu kewajiban, para wajib pajak memiliki kemauan dalam membayar pajak. Dimana kemauan itu terlihat dari telah dilaksanakannya kewajiban mereka dalam membayar pajaknya. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan kewajiban perpajakannya terutama dalam menghitung besarnya pajak, para wajib pajak masih membutuhkan bantuan petugas pajak.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKANNYA  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Pemenuhan Kewajiban Perpajakannya (Studi Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaft

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKANNYA Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Pemenuhan Kewajiban Perpajakannya (Studi Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaft

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah wajib pajak kesadaran, Pengetahuan dan pemahaman akan peraturanperpajakan, persepsi yang baik terhadap efektivitas sistem pajak dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesadaran membayar populasi pajak.Ruangan dalam penelitian ini adalah wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Surakarta Dan Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan rumus slovin. Data penelitian adalah yang utama. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 wajib pajak. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan kesadaran wajib pajak, pengetahuan dan pemahaman akan peraturan perpajakan, persepsi yang baik terhadap efektivitas sistem pajak, kualitas layanan fiskus berpengaruh positif pada kemauan untuk membayar pajak. Alat analisis yang digunakan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji regresi linier berganda, uji F, uji koefisien determinasi R, dan uji t.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKANNYA Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Pemenuhan Kewajiban Perpajakannya (Studi Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdafta

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKANNYA Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Pemenuhan Kewajiban Perpajakannya (Studi Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdafta

Hasil penelitian menunjukan bahwa R 2 diperoleh nilai 0,454 yang berarti bahwa 45.4% kemauan membayar pajak dipengaruhi oleh kesadaran wajib pajak, pengetahuan dan pemahaman akan peraturan perpajakan, persepsi yang baik atas sistem perpajakan dan kualitas pelayanan fiskus. Sisanya sebanyak 54,6% dipengaruhi variabel diluar model. Hasil uji t menunjukkan bahwa pengaruh kesadaran wajib pajak, pengetahuan dan pemahaman akan peraturan perpajakan, persepsi yang baik atas sistem perpajakan dan kualitas pelayanan fiskus berpengaruh positif terhadap kemauan membayar pajak.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...