Wakil Bupati

Top PDF Wakil Bupati:

TATA CARA PELANTIKAN WAKIL GUBERNUR WAKIL BUPATI, DAN WAKIL WALIKOTA

TATA CARA PELANTIKAN WAKIL GUBERNUR WAKIL BUPATI, DAN WAKIL WALIKOTA

Demi Allah (Demi Tuhan, Demi Sang Hyang Adi Budha, Om Atah Paramawisesa) saya bersumpah/berjanji, akan memenuhi kewajiban saya sebagai Wakil Gubernur/Wakil Bupati/Wakil Walikota dengan sebaik-baiknya dan seadil–adilnya memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus–lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa.

12 Baca lebih lajut

Undangan Conblok Wakil Bupati

Undangan Conblok Wakil Bupati

Sehubungan dengan Pel el angan Pemil ihan Langsung Pekerj aan Rehab Conblok Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupat en Tanj ung Jabung Timur Tahun Anggaran 2013, unt uk Paket Pekerj aan t ersebut diat as t el ah dil aksanakan Pembukaan Penawaran pada Tanggal 26 Jul i 2013, dimana Perusahaan Saudara t el ah memasukkan dokumen penawaran unt uk Paket Pekerj aan t ersebut dan set el ah dil akukan ol eh Eval uasi ol eh Pokj a Cipt a Karya, unt uk proses sel anj ut nya kami mengundang Saudara Direkt ur / yang mewakil i dengan membawa surat kuasa yang di t anda t angani ol eh direkt ur unt uk dapat hadir pada :
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

WAKIL BUPATI LOMBOK BARAT

WAKIL BUPATI LOMBOK BARAT

Penyelenggaraan Urusan Otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian, dan persandian Tahun 2011 di Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, DPRD,Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD,Dinas PPKAD, Badan Kepegawaian Daerah, Inspektorat Kabupaten, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu, Kecamatan Gerung, Kecamatan Narmada, Kecamatan Kediri, Kecamatan Lingsar, Kec. Batulayar, Kec.Labuapi, Kec. Gunungsari, Kec. Kuripan, Kec. Lembar, Kec. Sekotong Tengah, dengan alokasi anggaran Rp. 231.138.340.348,97,- sampai dengan akhir tahun anggaran, realisasi keuangan mencapai Rp. 220.041.114.725,- (95,20%) dan realisasi fisik mencapai 95,95 %. Program dan Kegiatan Urusan Otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian, dan persandian yang dilaksanakan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, DPRD,Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD,Dinas PPKAD, Badan Kepegawaian Daerah, Inspektorat Kabupaten, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu, Kecamatan Gerung, Kecamatan Narmada, Kecamatan Kediri, Kecamatan Lingsar, Kec. Batulayar, Kec.Labuapi, Kec. Gunungsari, Kec. Kuripan, Kec. Lembar, Kec. Sekotong Tengah sebanyak 44 program dan 109 kegiatan.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

KPU PROVINSI KALIMANTAN BARAT 2015 UU 08

KPU PROVINSI KALIMANTAN BARAT 2015 UU 08

(3) Dalam hal Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota berasal dari perseorangan tidak dapat menjalankan tugas karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1), dilakukan pengisian jabatan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang calonnya berasal dari partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi atau memiliki paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari perolehan suara dapat mengajukan pasangan calon.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

2014 09 26 08 49 01 PENJELASAN RUU PILKADA LMELALUI DPRD PER TGL 24 SEPT 2014 RR Dirjen OTDA

2014 09 26 08 49 01 PENJELASAN RUU PILKADA LMELALUI DPRD PER TGL 24 SEPT 2014 RR Dirjen OTDA

Penyempurnaan   terhadap   ketentuan   peraturan   perundang­undangan   yang mengatur  Pemilihan  gubernur/wakil   gubernur,  bupati/wakil   bupati  dan walikota/wakil walikota  melalui lembaga perwakilan yang dilakukan oleh DPRD Provinsi   dan   DPRD   Kabupaten/Kota   dimaksudkan   untuk   menempatkan mekanisme  Pemilihan  gubernur/wakil   gubernur,  bupati/wakil   bupati  dan walikota/wakil   walikota  secara   demokratis   dan   menguatkan   tata   kelola pemerintahan   daerah   yang   efisien   dan   efektif   dalam   konstruksi   sistem pemerintahan   Negara   Kesatuan   Republik   Indonesia   yang   berdasarkan   asas desentralisasi. Oleh karena itu, diperlukan satu undang­undang tersendiri yang secara komprehensif mengatur Pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati  dan   walikota/wakil   walikota  dalam   rangka   menyempurnakan penyelenggaraan   Pemilihan  gubernur/wakil   gubernur,   bupati/wakil   bupati  dan walikota/wakil walikota.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK RI

Website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK RI

(3) Dalam hal Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota berasal dari perseorangan tidak dapat menjalankan tugas karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1), dilakukan pengisian jabatan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang calonnya berasal dari partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi atau memiliki paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari perolehan suara dapat mengajukan pasangan calon.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

UU Nomor 8 Tahun 2015

UU Nomor 8 Tahun 2015

(3) Dalam hal Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota berasal dari perseorangan tidak dapat menjalankan tugas karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1), dilakukan pengisian jabatan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang calonnya berasal dari partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi atau memiliki paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari perolehan suara dapat mengajukan pasangan calon.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

UU No 8 Tahun 2015 dan Penjelasan 347 1

UU No 8 Tahun 2015 dan Penjelasan 347 1

(3) Dalam hal Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota berasal dari perseorangan tidak dapat menjalankan tugas karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1), dilakukan pengisian jabatan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang calonnya berasal dari partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi atau memiliki paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari perolehan suara dapat mengajukan pasangan calon.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

SURAT PERNYATAAN CALON GUBERNURWAKIL GUBERNURBUPATIWAKIL BUPATIWALIKOTAWAKIL WALIKOTA)

SURAT PERNYATAAN CALON GUBERNURWAKIL GUBERNURBUPATIWAKIL BUPATIWALIKOTAWAKIL WALIKOTA)

Yang bertanda tangan dibawah ini, Pimpinan Partai Politik Tingkat Pusat Partai ………………………………, berdasarkan usulan Pimpinan Partai Politik Provinsi ............................................. memberikan persetujuan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur/Bupati dan Wakil Bupati/Walikota dan Wakil Walikota*):

14 Baca lebih lajut

 uu 11 2006

uu 11 2006

d. Apabila Mahkamah Agung memutuskan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota terbukti melanggar sumpah/janji jabatan dan/atau tidak melaksanakan kewajiban, DPRA/DPRK menyelenggarakan rapat paripurna DPRA/ DPRK yang dihadiri oleh sekurang- kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota DPRA/DPRK dan putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota DPRA/DPRK yang hadir untuk memutuskan usul pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota kepada Presiden; dan
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Portal Kementrian Luar Negeri

Portal Kementrian Luar Negeri

d. Apabila Mahkamah Agung memutuskan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota terbukti melanggar sumpah/janji jabatan dan/atau tidak melaksanakan kewajiban, DPRA/DPRK menyelenggarakan rapat paripurna DPRA/ DPRK yang dihadiri oleh sekurang- kurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota DPRA/DPRK dan putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota DPRA/DPRK yang hadir untuk memutuskan usul pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota kepada Presiden; dan
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

DPR kepada MPR hanya dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap Negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden [Pasal 7B ayat (1)]. Pendapat tersebut adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan DPR. Selanjutnya dalam ayat (6) dinyatakan bahwa MPR wajib menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul DPR tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak MPR menerima usul tersebut. Pasal 7C menunjukkan bahwa kedudukan DPR kuat, tidak dapat dibekukan atau dibubarkan oleh Presiden. Pasal-pasal tersebut menunjukkan bahwa Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR maupun kepada MPR 6. Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara [Pasal 17 ayat (1)]. Pasal 17
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

TINJAUAN FIQH SIYASAH TERHADAP PENGUNDURAN DIRI CALON KEPALA DAERAH DALAM HUKUM POSITIF - Raden Intan Repository

TINJAUAN FIQH SIYASAH TERHADAP PENGUNDURAN DIRI CALON KEPALA DAERAH DALAM HUKUM POSITIF - Raden Intan Repository

Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama atau berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, atau calon Bupati dan calon Wakil Bupati, serta calon Walikota dan calon Wakil Walikota. Tetapi untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, atau calon Bupati dan calon Wakil Bupati, serta calon Walikota dan calon Wakil Walikota, haruslah memenuhi syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mencalonkan diri ke KPU yang telah ditentukan oleh undang-undang, adapun syarat yang harus dipenuhi menurut peraturan perundang-undangan, menurut Pasal 7 ayat 2 huruf (g) yang menyatakan bahwa calon kepala daerah harus memenuhi persyaratan yaitu “tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap atau bagi mantan terpidana telah secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana” . Dalam pasal tersebut tidak dijelaskan jika yang berkedudukan sebagai tersangka tidak bisa memenuhi syarat sebagai calon peserta pilkada, karena harus ditetapkan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, artinya masih dilindungi oleh asas praduga tak bersalah.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Kep KPU tentang Pedoman  KAMPANYE

Kep KPU tentang Pedoman KAMPANYE

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Kampanye merupakan tahapan yang cukup kompleks karena terdiri dari beberapa kegiatan serta terdapat beberapa subjek pelaksana Kampanye. Oleh karenanya pengaturan tahapan Kampanye dirasa tidak cukup pada tataran Undang- Undang maupun Peraturan Komisi Pemilihan Umum melainkan harus diterjemahkan dalam pedoman teknis yang nantinya diharapkan dapat mempermudah Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi Indepanden Pemilihan Aceh dan Komisi Pemilihan Umum/Komisi Independen Pemilihan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur an Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...