waktu eksekusi

Top PDF waktu eksekusi:

Analisis Waktu Eksekusi Algoritma Perkalian Karatsuba dan Nikhilam

Analisis Waktu Eksekusi Algoritma Perkalian Karatsuba dan Nikhilam

Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author) Pada Gambar 7 terlihat bahwa rata-rata waktu eksekusi algoritma Gabungan Karatsuba dan Nikhilam I jauh lebih baik dibandingkan dengan algoritma Karatsuba Klasik. Hal ini dapat dilihat dari waktu eksekusi algoritma Gabungan adalah lebih kecil dari setengah waktu eksekusi algoritma Karatsuba Klasik.

10 Baca lebih lajut

Perbandingan Waktu Eksekusi Metode Steepest Descent dan Metode Barzilai-Borwein Menggunakan Perangkat Lunak MATLAB

Perbandingan Waktu Eksekusi Metode Steepest Descent dan Metode Barzilai-Borwein Menggunakan Perangkat Lunak MATLAB

Metode steepest descent merupakan salah satu metode klasik untuk menyelesaikan pengoptimuman tak berkendala fungsi banyak variabel dan paling sering digunakan. Metode steepest descent sangat lambat ke solusi optimal, hal ini terjadi karena jalur zig-zag dalam menuju solusi optimal. Metode steepest descent berkinerja buruk dan iterasi yang dihasilkan lebih banyak untuk dimensi yang lebih tinggi. Barzilai dan Borwein memperkenalkan dua stepsize yang menjamin konvergensi yang lebih baik. Metode Barzilai-Borwein bertujuan mempercepat konvergensi metode steepest descent. Berdasarkan analisis pada studi kasus yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB, hasil perbandingan waktu eksekusi metode Barzilai-Borwein lebih cepat dibandingkan dengan metode steepest descent baik untuk dimensi rendah maupun untuk dimensi tinggi.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Perbandingan Waktu Eksekusi Algoritma Dsatur dan Algoritma Pewarnaan Heuristik Tabu Search Pada Pewarnaan Graf

Perbandingan Waktu Eksekusi Algoritma Dsatur dan Algoritma Pewarnaan Heuristik Tabu Search Pada Pewarnaan Graf

Dalam penelitian ini setelah peneliti mengkaji dan membandingkan dengan mengaplikasikan dua algoritma pada graf benchmark DIMACS, dimana graf dengan banyaknya verteks atau order (p) yaitu 11 95 ternyata algoritma pewarnaan dsatur memiliki rata-rata waktu eksekusi yang sangat singkat dibandingkan dengan algoritma pewarnaan heuristik tabu search. Dan hasil pewarnaan graf yang didapat pada penelitian ini merupakan solusi optimum dari kedua metode heuristik yaitu algoritma dsatur dan algoritma pewarnaan heuristik tabu search yaitu minimal jumlah warna yang diperlukan untuk mewarnakan suatu graf sehingga verteks-verteks yang bersisian mempunyai warna yang berbeda.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Aturan Limitasi Waktu Eksekusi Terpidana Mati.

Pelaksanaan Aturan Limitasi Waktu Eksekusi Terpidana Mati.

Pada beberapa kasus, eksekusi mati yang dijalankan di Indonesia tidak serta merta dilakukan setelah ada putusan hakim, namun bisa terjadi penundaan terhadap eksekusi mati tersebut. Penundaan eksekusi mati terhadap terpidana telah diatur secara tegas salah satunya dalam Undang-Undang Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati yang Dijatuhkan oleh Pengadilan di Lingkungan Peradilan Umum dan Militer. Pada undang-undang tersebut, penundaan eksekusi bisa terjadi karena terpidana sedang hamil dan/atau terpidana mempunyai keterangan atau pesan yang diterima oleh jaksa tinggi/jaksa. Di samping yang telah diatur dalam undang-undang, penundaan juga bisa terjadi apabila:
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Modifikasi Pembentukan Spectrum pada Metode Spectral Alignment untuk Pengoreksian DNA Sequencing Error

Modifikasi Pembentukan Spectrum pada Metode Spectral Alignment untuk Pengoreksian DNA Sequencing Error

Tabel 4 Perbandingan waktu eksekusi perangkat lunak Organisme Metode Waktu eksekusi ms Acetobacter pasteurianus Penelitian ini 524301 Caesar et al 2013 461769 Lactobacillus plantarum P[r]

24 Baca lebih lajut

baru PEDOMAN PELAKSANAAN PENULISAN SKRIPSI informatika

baru PEDOMAN PELAKSANAAN PENULISAN SKRIPSI informatika

Eksperimen dilakukan terhadap empat berkas pdf yang ukurannya berbeda, yaitu 2.5 MB, 5 MB, 10 MB, dan 20 MB. Pada keempat berkas tersebut dilakukan enkripsi dengan berbagai kombinasi panjang kunci, ukuran blok, dan mode operasi. Variasi panjang kunci dan ukuran blok adalah 128-bit, 192-bit, dan 256-bit, sedangkan variasi mode operasi adalah ECB, CBC, dan CFB. Masing-masing kombinasi diulang sebanyak lima kali untuk mendapatkan waktu eksekusi rata-ratanya. Data yang diperoleh kemudian dianalisa bagaimana pengaruh berbagai kombinasi panjang kunci, ukuran blok, dan mode operasi yang digunakan terhadap waktu eksekusi.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

T2__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Waktu Tunggu Eksekusi Pidana Mati dalam Perspektif Hak Asasi Manusia T2  BAB I

T2__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Waktu Tunggu Eksekusi Pidana Mati dalam Perspektif Hak Asasi Manusia T2 BAB I

dikatakan bahwa pembatasan jangka waktu pengajuan permohonan grasi sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) UU No 5 Tahun 2010 ternyata potensial menghilangkan hak konstitusional terpidana khususnya terpidana mati untuk mengajukan permohonan grasi. Pembatasan demikian juga menghilangkan hak Pemohon jika hendak mengajukan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali (PK) yang persyaratannya salah satunya ada novum, sedangkan ditemukannya novum itu sendiri tidak dapat dipastikan jangka waktunya 7 . Namun demikian yang menjadi masalah dalam pembahasan penulisan ini adalah mengenai tenggang waktu pengajuan peninjauan kembali. Hal ini karena putusan upaya hukum peninjauan kembli sebagai upaya hukum luar biasa dicabut terlebih dahulu dengan Putusan PK No 34/PUU-XI/2013 sebelum Grasi. Peninjauan Kembali sebagai upaya hukum luar biasa tidak ada batas waktu yang mengatur secara jelas dalam KUHAP dan juga belum adanya ketentuan tentang batas waktu eksekusi setelah jaksa menerima salinan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap .
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PEMBUATAN GAME KUIS SIAPA PINTAR

PEMBUATAN GAME KUIS SIAPA PINTAR

Algoritma Fisher - Yates dipilih karena algoritma ini merupakan metode pangacakan yang lebih baik atau dapat di katakan sesuai untuk pengacakan angka, dengan waktu eksekusi yang cepat serta tidak memerlukan waktu yang lama untuk melakukan suatu pengacakan. Algoritma Fisher - Yates terdiri dari dua metode yakni, metode orisinal dan metode modern.

9 Baca lebih lajut

Implementasi aritmetika Optimal Extension Field (OEF) menggunakan bahasa pemrograman C

Implementasi aritmetika Optimal Extension Field (OEF) menggunakan bahasa pemrograman C

Dari pengujian yang dilakukan sebanyak 10 kali dengan polinomial yang dipilih secara acak untuk masing-masing operasi pada optimal extension field, sistem menghasilkan output yang benar. Dari penelitian ini, didapat beberapa kesimpulan. Pada penjumlahan dan pengurangan, terlihat bahwa semakin besar nilai parameter m semakin lama waktu eksekusinya. Untuk operasi kali, waktu eksekusi menggunakan algoritme Schoolbook lebih cepat dibandingkan menggunakan algoritme Karatsuba. Salah satu hal yang menyebabkan algoritme Schoolbook lebih cepat dari Karatsuba adalah rasio antara waktu perkalian dan penjumlahan pada mesin yang digunakan pada penelitian ini adalah kurang dari 3 yaitu 1,2.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

AlgDasPar.pdf Official Site of Achmad Benny Mutiara  Gunadarma University AlgDasPar

AlgDasPar.pdf Official Site of Achmad Benny Mutiara Gunadarma University AlgDasPar

Waktu Eksekusi Algoritma ini terbagi 2 : • Waktu yang dibutuhkan untuk nilai awal pesan message – passing overhead • Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pemindahan data message[r]

11 Baca lebih lajut

PENCIPTAAN THREAD dan PENCIPTAAN PROSES

PENCIPTAAN THREAD dan PENCIPTAAN PROSES

Abstract — Makalah ini dususun dengan format IEEE.dan bertujuan untuk memberikan laporan hasil eksperiment tentang perbandingan waktu antara thread dan process. pembuatan thread dan proses dengan nilai dan kondisi yang sama. Serta processor yang sama. Percobaan ini dilakukan di operating system LINUX dengan menggunakan koment koment tertentu melalui terminal. Setelah itu dieksekusi dan dibandingkan mana yang mempunyai waktu eksekusi yang lebih cepat.

3 Baca lebih lajut

Penerapan Metode AHP dan FDM pada Pemilihan Rancangan Rumah Tekstur Minimalis Berbasis WEB

Penerapan Metode AHP dan FDM pada Pemilihan Rancangan Rumah Tekstur Minimalis Berbasis WEB

Lama Waktu Eksekusi Program adalah : Detik Copyright © 2015 FASILKOM-TI - Universitas Sumatera Utara.[r]

14 Baca lebih lajut

Paralellization Multiple Sequence Alignment

Paralellization Multiple Sequence Alignment

Tahapan selanjutnya adalah bagaimana komputer paralel tersebut didesain sedemikian rupa sehingga waktu eksekusi meningkat. Desain algoritma komputer paralel menggunakan metode Ian Foster. Metode yang dijelaskan oleh Ian Foster dibagi menjadi 4 tahapan (Foster, 1995), yaitu partitioning, communication, agglomeration, and mapping. Fokus utama penggunaan program paralel adalah untuk mempercepat waktu eksekusi. Untuk memastikan progaram paralel lebih unggul dibanding dengan program sekuensial, maka diperlukan perbandingan speed up (S) dan perhitungan efisiensi (E) yang ada dari kinerja komputer paralel. Speed up (S) merupakan perbandingan antara waktu eksekusi yang dimiliki oleh satu prorcessor dengan waktu ekseksusi yang dimiliki oleh multi processor. Formula Speed up (S) dapat dilihat seperti :
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Deteksi Copy Move Forgery Pada Citra Menggunakan Exact Match, DWT Haar dan Daubechies | Rony Sina | IJEIS (Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems) 10768 20653 1 SM

Deteksi Copy Move Forgery Pada Citra Menggunakan Exact Match, DWT Haar dan Daubechies | Rony Sina | IJEIS (Indonesian Journal of Electronics and Instrumentation Systems) 10768 20653 1 SM

Banyak penelitian yang sudah dilakukan untuk memecahkan masalah copy move ini. Diantaranya adalah [3] yang menggunakan Metode Exact Match atau pencocokan sama persis. Metode ini tidak sangat kuat untuk operasi copy move tetapi salah satu metode yang menonjol untuk deteksi copy move forgery. [4] menggunakan metode PCA untuk mendeteksi copy move forgery.Metode ini didasarkan pada fakta bahwa representasi PCA lebih kebal terhadap random noise dan faktor kompresi JPEG. Keakuratan metode ini baik kecuali untuk ukuran blok kecil dan kualitas JPEG yang rendah. Penelitian yang berikut dilakukan oleh [5] yang menggunakan DWT sebagai metode yang efisien untuk deteksi copy move forgery. Untuk pengecekan kesamaan antar blok digunakan Phase Corelation. Penelitian ini menghasilkan akurasi yang baik dan waktu eksekusi yang lebih cepat. [6] mengusulkan suatu improved detection berdasarkan DCT. Koefisien DCT digunakan sebagai eigen values. Penelitian ini menggunakan blok 8 x 8 piksel. Penelitian yang berikut dilakukan oleh [7] yang menggunakan DWT dan menghasilkan akurasi yang baik dan waktu eksekusi yang lebih cepat.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

UNTUK PENINGKATAN KINERJA DAN PENGHEMATAN DAYA PADA SMARTPHONE (STUDI KASUS

UNTUK PENINGKATAN KINERJA DAN PENGHEMATAN DAYA PADA SMARTPHONE (STUDI KASUS

Decision maker adalah fungsi yang dipanggil setiap beban kerja yang telah ditentukan pada perangkat bergerak akan dieksekusi. Data faktor – faktor penentu metode offloading akan digunakan sebagai catatan histori performa oleh decision maker untuk memperkirakan dan membandingkan biaya dari kedua metode eksekusi tersebut sebelum memutuskan metode eksekusi yang akan dipilih dan memberikan keuntungan yang lebih besar dalam penghematan sumber daya dan waktu eksekusi. Pada perancangan tugas akhir ini, decision maker melakukan pengecekan data terhadap kualitas koneksi internet perangkat client, kondisi level baterai perangkat client dan rata – rata waktu eksekusi masing – masing metode pengeksekusian beban kerja image recognition. Untuk eksekusi pertama, akan dilakukan eksekusi secara lokal untuk mengetahui waktu eksekusi secara lokal yang digunakan sebagai pembanding dengan metode offloading selanjutnya. Jika dari data – data tersebut memenuhi untuk dilakukannya metode offloading, maka dilakukanlah eksekusi secara offloading serta hasil waktu eksekusinya akan dibandingkan dengan metode secara lokal. Dalam menentukan metode eksekusi selanjutnya setelah pengeksekusian beban kerja menggunakan waktu eksekusi digunakan Persamaan 3.1 dan Persamaan 3.2 [15].
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

Sistem Monitoring Kadar Gas Berbahaya Berdasarkan Amonia Dan Metana Pada Peternakan Ayam Broiler Menggunakan Protokol MQTT Pada Realtime System

Sistem Monitoring Kadar Gas Berbahaya Berdasarkan Amonia Dan Metana Pada Peternakan Ayam Broiler Menggunakan Protokol MQTT Pada Realtime System

Dalam pengujian sebanyak 20 kali, didapatkan bahwa ada delay waktu sejak sensor mendeteksi adanya perubahan kadar gas hingga ke Thingsboard. Pada node sensor, data dikirim ke Arduino menggunakan koneksi pin, yaitu dari MQ-135 pin A0 menuju ke A0 Arduino, dan dari MQ-4 pin A0 menuju A1 Arduino. Berdasarkan pengujian sebanyak 20 kali, didapatkan bahwa rata-rata waktu eksekusi sistem pada saat sensor mendeteksi perubahan kadar gas amonia dan metana adalah 631425,55 mikrosekon atau 0,63142555 detik. Jika kita menggunakan pembulatan dua angka di belakang koma, maka dihasilkan delay waktu eksekusi sebanyak 0,63 detik seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1 di bawah ini.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Steganografi pada Citra dengan Metode MLSB dan Enkripsi Triple Transposition Vigenere Cipher

Steganografi pada Citra dengan Metode MLSB dan Enkripsi Triple Transposition Vigenere Cipher

Nilai MSE, PSNR dan waktu eksekusi program Cover Image Karakter PSNR dB Waktu Sisip second Pengujian pertama yang dilakukan adalah untuk mengukur tingkat kualitas dari gambar seb[r]

10 Baca lebih lajut

Implementasi Hadoop: Studi Kasus Pengolahan Data Peminjaman Perpustakaan Universitas Kristen Petra | Basuki | Jurnal Infra 3135 5890 1 SM

Implementasi Hadoop: Studi Kasus Pengolahan Data Peminjaman Perpustakaan Universitas Kristen Petra | Basuki | Jurnal Infra 3135 5890 1 SM

Dalam pengujian ini file transaksi yang diproses menempati sekitar 99% sampai 99,6% dari ukuran block yang tersedia. Pengujian hadoop mapreduce dengan menggunakan ukuran block yang berbeda tidak mengubah konsumsi CPU dan memory secara signifikan. Sama seperti sebelumnya konsumsi CPU dan memory, dalam hal konsumsi CPU master node menggunakan kurang lebih 180% dan slave node menggunakan kurang lebih 400%. Sedangkan untuk memory, master node menggunakan kurang lebih 1 GB (Gigabytes) dan slave node menggunakan kurang lebih 2 GB. Sedangkan dalam segi waktu eksekusi dapat disimpulkan bahwa pertama, penggunaan blockfull pada HDFS memberikan waktu eksekusi yang lebih baik, kedua, tidak ada ukuran block yang pasti, performa yang baik didapat dengan melakukan eksplorasi seperti dalam implementasi pengujian ini. Ukuran block yang memberikan waktu lebih baik adalah block 128 MB dibanding 28 MB dan 512 MB.Diduga block berukuran 28 MB memberikan waktu yang lebih lama dibanding 128 MB karena jumlah block yang harus diproses oleh suatu node jauh lebih besar dibandingkan yang lain sehingga menciptakan latensi bagi slave node dalam melakukan pemrosesan walaupuna memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan 128 MB dan 512 MB. Selanjutnya, block berukuran 512 MB juga mendapatkan waktu yang lebih lama dibandingkan block berukuran 128 MB karena diduga ukuran block yang harus diproses jauh lebih besar daripada 128 MB, sehingga otomatis memberikan beban yang lebih besar bagi suatu node dalam mengolah data dalam suatu block tertentu. Sehingga dalam pengujian ini membuktikan tidak ada ukuran block yang pasti untuk mendapatkan performa yang baik, banyak faktor yang mempengaruhi performa suatu aplikasi mulai dari kompleksnya aplikasi itu sendiri, ukuran block, dan resource pada suatu komputer.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Perbandingan Skema Partisi Data Algoritme Pairwise Alignment Paralel pada Sistem Shared Memory.

Perbandingan Skema Partisi Data Algoritme Pairwise Alignment Paralel pada Sistem Shared Memory.

DAFTAR TABEL 1 Waktu eksekusi PA sekuensial 11 2 Waktu eksekusi PA paralel skema blocked columnwise pada 4 thread 12 3 Waktu eksekusi PA paralel skema rowwise pada 4 thread 12 4 Waktu[r]

38 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects