wanita dewasa awal

Top PDF wanita dewasa awal:

Gambaran Kualitas Hidup pada Wanita Dewasa Awal Penderita Kanker Payudara

Gambaran Kualitas Hidup pada Wanita Dewasa Awal Penderita Kanker Payudara

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada wanita dewasa awal penderita kanker payudara dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Kualitas hidup adalah persepsi individu mengenai posisi individu dalam konteks budaya dan sistem nilai dimana individu hidup dan hubungannya dengan tujuan, harapan, standar yang diterapkan dan perhatian seseorang (WHOQOL dalam Rapley, 2003). Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara, dimana jaringan payudara tersebut terdiri dari kelenjar susu (kelenjar pembuat air susu), saluran kelenjar (saluran air susu) dan jaringan penunjang payudara (Mardiana, 2007). Populasi dalam penelitian ini adalah wanita dewasa awal berusia 18-40 tahun penderita kanker payudara di Kota Medan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang wanita dewasa awal penderita kanker payudara. Alat ukur yang digunakan adalah skala WHOQOL-BREF yang telah dimodifikasi oleh peneliti berdasarkan 4 aspek kualitas hidup, yaitu aspek physical health, aspek psychological, aspek social relationships, dan aspek environment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup pada wanita dewasa awal penderita kanker payudara berada pada kategori rendah. Berdasarkan aspek physical health, psychological, dan environment, kualitas hidup pada wanita dewasa awal penderita kanker payudara berada pada kategori rendah, sedangkan pada aspek social relationships berada pada kategori tinggi.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Pengaruh pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan televisi terhadap perubahan citra tubuh wanita dewasa awal Indonesia.

Pengaruh pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan televisi terhadap perubahan citra tubuh wanita dewasa awal Indonesia.

Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk menyelidiki adanya pengaruh pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan di televisi terhadap citra tubuh wanita dewasa Indonesia. Penelitian dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tanggal 6 September-7 Oktober 2013. Subjek penelitian adalah 44 orang mahasiswi Universitas Sanata Dharma yang terdiri dari berbagai program studi. Dari keseluruhan subjek tersebut, 22 orang berfungsi sebagai kelompok kontrol, sedangkan 22 orang yang lain sebagai kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diberikan tayangan iklan yang menggunakan model dengan tubuh wanita Barat, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan apapun. Peneliti berhipotesis bahwa terdapat pengaruh pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan televisi terhadap penurunan citra tubuh wanita dewasa Indonesia. Instrumen yang digunakan berupa skala citra tubuh dengan reliabilitas 0,927 sebagai alat ukur bagi tahap pretest dan posttest. Skala tersebut digunakan untuk mengukur citra tubuh subjek sebelum dan sesudah penelitian berlangsung. Penelitian dimulai dengan penyusunan instrumen dan alat ukur, pemberian pretest, pelaksanaan penelitian dengan penayangan iklan bagi kelompok eksperimen, dan pemberian posttest bagi masing-masing kelompok pada waktu yang berbeda. Pengujian pengaruh pencitraan tubuh ideal tersebut menggunakan uji statistik uji-T. Hasil penelitian menunjukkan 1) Uji beda rata-rata pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dengan taraf signifikansi sebesar 0,012 (p < 0,05) menunjukan bahwa perubahan yang terjadi berbeda secara signifikan, sedangkan pada kelompok kontrol memperoleh taraf signifikansi 0,056 (p > 0,05), yang berarti terjadi perubahan namun tidak berbeda secara signifikan, 2) perbandingan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen secara keseluruhan menunjukan bahwa secara umum tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan taraf siginfikansi sebesar 0,329 (p > 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan televisi tidak berpengaruh terhadap penurunan citra tubuh wanita dewasa awal Indonesia.
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA WANITA DEWASA AWAL PENDERITA KANKER PAYUDARA

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA WANITA DEWASA AWAL PENDERITA KANKER PAYUDARA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada wanita dewasa awal penderita kanker payudara dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Kualitas hidup adalah persepsi individu mengenai posisi individu dalam konteks budaya dan sistem nilai dimana individu hidup dan hubungannya dengan tujuan, harapan, standar yang diterapkan dan perhatian seseorang (WHOQOL dalam Rapley, 2003). Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang jaringan payudara, dimana jaringan payudara tersebut terdiri dari kelenjar susu (kelenjar pembuat air susu), saluran kelenjar (saluran air susu) dan jaringan penunjang payudara (Mardiana, 2007). Populasi dalam penelitian ini adalah wanita dewasa awal berusia 18-40 tahun penderita kanker payudara di Kota Medan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang wanita dewasa awal penderita kanker payudara. Alat ukur yang digunakan adalah skala WHOQOL-BREF yang telah dimodifikasi oleh peneliti berdasarkan 4 aspek kualitas hidup, yaitu aspek physical health, aspek psychological, aspek social relationships, dan aspek environment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup pada wanita dewasa awal penderita kanker payudara berada pada kategori rendah. Berdasarkan aspek physical health, psychological, dan environment, kualitas hidup pada wanita dewasa awal penderita kanker payudara berada pada kategori rendah, sedangkan pada aspek social relationships berada pada kategori tinggi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN KECEMASAN  MENGHADAPI PERNIKAHAN PADA WANITA DEWASA AWAL  HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERNIKAHAN PADA WANITA DEWASA AWAL.

HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERNIKAHAN PADA WANITA DEWASA AWAL HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERNIKAHAN PADA WANITA DEWASA AWAL.

Subjek dalam penelitian ini adalah wanita dewasa awal yang akan menikah di Desa Rejosari, dan Mayahan, Kabupaten Grobogan yang berjumlah 35 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan quota non random sampling. Data dikumpulkan dengan skala kematangan emosi dan kecemasan menghadapi pernikahan.

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN SELF ESTEEM PADA WANITA DEWASA AWAL PENGGUNA SKINCARE  Hubungan Antara Body Image Dengan Self Esteem Pada Wanita Dewasa Awal Pengguna Skincare.

HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN SELF ESTEEM PADA WANITA DEWASA AWAL PENGGUNA SKINCARE Hubungan Antara Body Image Dengan Self Esteem Pada Wanita Dewasa Awal Pengguna Skincare.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan self esteem pada wanita dewasa awal yang menggunakan skincare, untuk mengetahui peran body image terhadap self esteem pada wanita dewasa awal yang menggunakan skincare dan untuk mengetahui tingkat body image dan tingkat self esteem pada wanita dewasa awal yang menggunakan skincare. Peneliti menggunakan metode kuantitatif untuk mencapai tujuan penelitian ini. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta berusia 18- 22 tahun yang menggunakan produk skincare. Hasil nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,234 dengan p value = 0,008 < 0,01 yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara body image dengan self esteem pada wanita dewasa awal pengguna skincare. Berdasarkan hasil analisis diketahui variabel self esteem mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 74,71 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 60 yang berarti self esteem subjek penelitian tergolong tinggi. Variabel body image mempunyai rerata empirik (RE) sebesar 81,51 dan rerata hipotetik (RH) sebesar 75 yang berarti self esteem subjek penelitian tergolong sedang. Sumbangan efektif body image sebesar 5,5% terhadap self esteem.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Perbedaan tingkat harga diri pada wanita dewasa awal yang melakukan hubungan seks pranikah dengan yang tidak melakukan hubungan seks pranikah.

Perbedaan tingkat harga diri pada wanita dewasa awal yang melakukan hubungan seks pranikah dengan yang tidak melakukan hubungan seks pranikah.

ditampilkannya. (NOVA 2014). Sebuah artikel dalam web Kompasiana juga menjelaskan bahwa budaya timur di Indonesia sebenanya masih menempatkan keperawanan sebagai hal yang utama bagi wanita. Hal itu bisa kita lihat dari masih dikaitkannya keperawanan dengan kesopanan, tahu malu, kesetiaan, dan kesucian. Budaya semacam ini, sudah diterima di dalam alam pikiran masyarakat sebagai patokan. Jadi disadari atau tidak keperawanan adalah hal yang penting dalam masyarakat timur. Namun munculnya zaman westernisasi, globalisasi danmodernisasi membuat negeri timur seperti Indonesia mengalami semacam cultural shock, dimana keperawanan di negeri timur adalah hal yang dianggapserius, tetapi budaya dari barat seperti tidak terlalu menganggap penting arti keperawanan itu sendiri. Hal ini terlihat dari film-film barat, yang menyajikan adegan dimana laki-laki dan perempuan yang belum menikah tinggal bersama, tidur bersama dan melakukan hubungan seks pranikah tanpa merasa terbebani akan suatu norma. Hal inilah yang kemudian membuat beberapa orang Indonesia khususnya wanita dewasa awal merasa dilema (www.kompasiana.com).
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Pengaruh pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan televisi terhadap perubahan citra tubuh wanita dewasa awal Indonesia

Pengaruh pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan televisi terhadap perubahan citra tubuh wanita dewasa awal Indonesia

Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk menyelidiki adanya pengaruh pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan di televisi terhadap citra tubuh wanita dewasa Indonesia. Penelitian dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tanggal 6 September-7 Oktober 2013. Subjek penelitian adalah 44 orang mahasiswi Universitas Sanata Dharma yang terdiri dari berbagai program studi. Dari keseluruhan subjek tersebut, 22 orang berfungsi sebagai kelompok kontrol, sedangkan 22 orang yang lain sebagai kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diberikan tayangan iklan yang menggunakan model dengan tubuh wanita Barat, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan apapun. Peneliti berhipotesis bahwa terdapat pengaruh pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan televisi terhadap penurunan citra tubuh wanita dewasa Indonesia. Instrumen yang digunakan berupa skala citra tubuh dengan reliabilitas 0,927 sebagai alat ukur bagi tahap pretest dan posttest. Skala tersebut digunakan untuk mengukur citra tubuh subjek sebelum dan sesudah penelitian berlangsung. Penelitian dimulai dengan penyusunan instrumen dan alat ukur, pemberian pretest, pelaksanaan penelitian dengan penayangan iklan bagi kelompok eksperimen, dan pemberian posttest bagi masing-masing kelompok pada waktu yang berbeda. Pengujian pengaruh pencitraan tubuh ideal tersebut menggunakan uji statistik uji-T. Hasil penelitian menunjukkan 1) Uji beda rata-rata pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dengan taraf signifikansi sebesar 0,012 (p < 0,05) menunjukan bahwa perubahan yang terjadi berbeda secara signifikan, sedangkan pada kelompok kontrol memperoleh taraf signifikansi 0,056 (p > 0,05), yang berarti terjadi perubahan namun tidak berbeda secara signifikan, 2) perbandingan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen secara keseluruhan menunjukan bahwa secara umum tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan taraf siginfikansi sebesar 0,329 (p > 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pencitraan tubuh ideal wanita Barat dalam iklan televisi tidak berpengaruh terhadap penurunan citra tubuh wanita dewasa awal Indonesia.
Baca lebih lanjut

131 Baca lebih lajut

Mekanisme pertahanan diri pada seseorang wanita dewasa awal yang maskulin : studi kasus.

Mekanisme pertahanan diri pada seseorang wanita dewasa awal yang maskulin : studi kasus.

Sesuai dengan tugas perkembangan wanita dewasa awal, wanita mempunyai kemampuan untuk berkembang dan membangun dirinya, berlandaskan pola pilihannya sendiri, menuju pada taraf kehidupan yang lebih tinggi. Jadi, ada usaha “penyempurnaan diri” menurut satu pola kebaikan. Sebagai pribadi yang mandiri, wanita adalah pengada dan pembentuk. Sebagai pribadi, wanita sebagai pembentuk, dapat dilihat dengan peranan wanita sebagai ibu untuk merawat dan membentuk karakter anak-anaknya. Wanita memiliki pribadi yang lebih detail dibandingkan dengan laki-laki, hal ini ditunjukkan peranan wanita sebagai ibu rumah tangga yang bertugas untuk membersikan rumah dan menyiapkan keperluan sehari-hari di rumah.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

POST TRAUMATIC GROWTH PADA WANITA DEWASA AWAL PASCA PERCERAIAN.

POST TRAUMATIC GROWTH PADA WANITA DEWASA AWAL PASCA PERCERAIAN.

dapat dilihat dari cara seseorang dalam mengendalikan emosi. Jika orang pandai mengendalikan emosinya, maka berarti semua tindakan yang dilakukannya bukan hanya mengandalkan dorongan nafsu, melainkan telah menggunakan akalnya juga. Menyalurkan emosi dengan dikendalikan oleh akal dan pertimbangan sehat akan dapat melahirkan sebuah tindakan yang telah dewasa dan yang tetap akan berada dalam peraturan dan norma-norma yang berlaku dalam agama. Orang telah menguasai dan mengendalikan emosinya denngan disertai oleh kemampuan mental yang cukup dewasa, pasti dapat mengendalikan dirinya menuju kehidupan yang bahagia dikarenaakan selalu bersifat terbuka dalam menghadapi berbagai kenyataan-kenyataan hidup, tabah dalam meghadapi setiap kesulitan dan persoalan hidup serta dapat merasa puas dan sanggup menerima segala sesuatunya dengan lapang dada.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Postpartum Blues pada Wanita Dewasa Awal Pasca-Melahirkan T1 802009029 BAB V

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Postpartum Blues pada Wanita Dewasa Awal Pasca-Melahirkan T1 802009029 BAB V

Berdasarakan hasil penelitian mengenai postpartum blues pada wanita dewasa awal pasca persalinan ini, dapat disimpulkan bahwa bukan hanya faktor umur dewasa awal saja yang dapat menyebabkan wanita terkena gejala depresi awal pasca melahirkan, ada faktor internal yang perlu diperhatikan seperti: persalinan section caesarea, kehamilan yang tidak direncanakan, berat bayi lahir yang rendah dan pada ibu yang kesulitan dalam menyusui bayinya atau ASI (Air Susu Ibu) tidak keluar serta pada ibu yang tidak mempunyai pengalaman merawat bayi. Dewasa awal memang merupakan masa yang seharusnya seseorang dikatakan siap dan matang menjadi orang tua, namun sebelum dan sesudah melahirkan dukungan sosial dari keluarga, baik suami atau orang tua diperlukan untuk ibu atau keluarga yang baru memiliki anak.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perbedaan tingkat kepuasan perkawinan pada wanita dewasa awal dan wanita dewasa madya.

Perbedaan tingkat kepuasan perkawinan pada wanita dewasa awal dan wanita dewasa madya.

Secara kognitif wanita pada usia dewasa awal memiliki pemikiran yang lebih logis dan sistematis dibandingkan saat remaja (Santrock, 2002). Horn (dalam Santrock, 2002) mengatakan, pada masa dewasa awla individu memiliki kemampuan untuk berpikir secara abstrak atau yang disebut Fluid Intelligence. Sementara itu menurut Schaie (dalam Santrock, 2002) secara umum individu pada masa dewasa awal melewati dua fase kognitif yaitu fase mencapai prestasi dan fase tanggung jawab. Fase mencapai prestasi ini terjadi pada saat individu mulai menerapkan pengetahuannya pada suatu situasi tertentu yang memerlukan tujuan jangka panjang seperti pernikahan dan karir. Sementara fase tanggungjawab merupakan perluasan kemampuan kognitif dimana indivdu mulai memberikan perhatian dan meningkatkan tanggung jawab pada suatu hal baru misalnya bertanggungjawab pada keluarga baru (Schaie dalam Santrock, 2002).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kesiapan Menikah Pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja

Kesiapan Menikah Pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja

Dalam menjalani kehidupan, seorang manusia memiliki kodrat-kodrat yang harus dijalaninya. Kodrat tersebut antara lain lahir, menikah dan meninggal dunia. Dalam memenuhi kodratnya untuk menikah, manusia dibekali dorongan untuk menarik perhatian lawan jenisnya guna mencari pasangan hidupnya. Manusia mulai mencari pasangannya diawali dari masa pubertas yaitu suatu masa awal ketertarikan dengan lawan jenis yang berawal dari usia sekitar 12,5 – 14,5 tahun pada perempuan dan 14 – 16,5 tahun pada laki-laki (Hurlock, 1980). Masa berikutnya adalah masa pacaran dan diakhiri dengan masa pernikahan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KESIAPAN MENIKAH PADA WANITA USIA DEWASA AWAL.

PENDAHULUAN KESIAPAN MENIKAH PADA WANITA USIA DEWASA AWAL.

Dalam sepanjang hidupnya individu mempunyai tugas perkembangan yang berbeda pada masing-masing tahapannya, pada masa dewasa merupakan masa yang paling lama dialami individu dalam rentang kehidupan, salah satunya pada tahapan masa dewasa awal (Hurlock, 1999). Individu yang sudah tergolong dewasa, peran dan tanggung jawabnya tentu bertambah besar. Individu tidak lagi bergantung secara ekonomi, sosiologis ataupun psikologis pada orang tua. Berbagai pengalaman, baik yang berhasil maupun yang gagal dalam menghadapi suatu masalah dapat dijadikan pelajaran berharga untuk membentuk pribadi yang lebih matang, tangguh dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KESIAPAN MENIKAH PADA WANITA USIA DEWASA AWAL  KESIAPAN MENIKAH PADA WANITA USIA DEWASA AWAL.

KESIAPAN MENIKAH PADA WANITA USIA DEWASA AWAL KESIAPAN MENIKAH PADA WANITA USIA DEWASA AWAL.

Hasil dari penelitian menunjukkan kesiapan menikah pada 3 informan wanita usia dewasa awal yaitu Pada ketiga informan wanita usia dewasa awal tersebut disimpulkan belum memiliki kesiapan untuk menikah. Adapun perbedaan kesiapan untuk menikah yaitu (1) belum memiliki calon pasangan sehingga hanya memiliki harapan untuk dapat segera menikah, (2) masih menginginkan kebebasan untuk lebih banyak bersosialisasi menambah pertemanan dan (3) memiliki pacar tetapi belum membicarakan masalah pernikahan. Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan menikah pada wanita usia dewasa awal yaitu meliputi sifat individu yang terlalu idealis mengenai pria, kurang percaya diri bila berhadapan dengan pria, belum pernah berpacaran, pernah mengalami trauma dengan pria karena menilai buruk tentang penampilan fisik, takut hanya dimanfaatkan oleh pria, belum memiliki pekerjaan yang tetap, kebutuhan masih ditopang oleh orang tua, sedang menjalani studi sehingga belum fokus pada pernikahan dan memiliki pacar yang belum mapan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

DINAMIKA EMOSI PADA WANITA LAJANG USIA DEWASA AWAL  DINAMIKA EMOSI PADA WANITA LAJANG USIA DEWASA AWAL.

DINAMIKA EMOSI PADA WANITA LAJANG USIA DEWASA AWAL DINAMIKA EMOSI PADA WANITA LAJANG USIA DEWASA AWAL.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita lajang merasakan emosi saat usia 20 tahun dekat dan senang bermain dengan teman-teman, memiliki pasangan (pacar) namun belum memiliki orientasi tentang pernikahan. Wanita lajang mulai khawatir ketika menginjak usia 26 tahun sampai usia 28 tahun, pada usia 29 tahun semakin merasa resah dan diakhiri dengan perasaan mulai tenang pada usia 30 tahun, hingga diusia 40 tahun mulai pasrah terhadap keadaannya. Wanita lajang berusaha merasa tenang saat mendapat pertanyaan kapan akan menikah, lebih membuka diri dan berusaha mencari pasangan. Saat merasa kesepian akan sosok pasangan, wanita lajang merasa sedih. Keluarga menanyakan dan mendesak agar wanita lajang cepat menikah, namun ia berusaha untuk bersikap santai dan ikhlas serta tidak memasang kriteria yang tinggi bagi calon pasangan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbedaan tingkat kecemburuan terhadap pasangan antara wanita dan pria usia dewasa awal.

Perbedaan tingkat kecemburuan terhadap pasangan antara wanita dan pria usia dewasa awal.

bagi sebagian besar orang dewasa awal menjadi peranan yang penting dalam hidupnya. Untuk mencapai hal tersebut manusia akan memulainya dengan memiliki pasangan dan berpacaran sebelum menikah. Ciri yang lain adalah dewasa awal sebagai usia memantapkan letak kedudukan yaitu perannya dalam hidup. Pada usia dewasa awal ini juga dikenal sebagai usia banyak masalah karena adanya masalah baru yang muncul dan juga masalah lama yang merupakan lanjutan dari masalah yang dihadapi dalam masa remaja akhir. Permasalahan- permasalahan yang muncul menimbulkan ketegangan emosi sehingga dewasa awal juga dikenal sebagai usia tegang dalam hal emosi. Ketegangan emosi ini biasanya muncul dalam bentuk ketakutan-ketakutan dan kekhawatiran- kekhawatiran. Contohnya : kecemburuan adalah salah satu bentuk ketakutan dan kekhawatiran yang muncul akibat ketegangan emosi. Sehingga dapat dikatakan tingginya kecemburuan merupakan salah satu bentuk ketegangan emosi pada wanita dan pria dewasa awal.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

INTIMACY WANITA KORBAN KEKERASAN DALAM BERPACARAN: Studi Kasus Terhadap Wanita Dewasa Awal.

INTIMACY WANITA KORBAN KEKERASAN DALAM BERPACARAN: Studi Kasus Terhadap Wanita Dewasa Awal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran intimacy wanita korban kekerasan dalam berpacaran . Intimacy adalah bentuk kedekatan dalam hubungan berpacaran yang dibangun dengan kepercayaan, pengertian, penerimaan, dan menghargai pasangan. Penelitian ini dilakukan kepada tiga orang wanita dewasa awal yang berusia 20-30 tahun dan merupakan korban kekerasan dalam berpacaran. Penggalian informasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara yang mendalam. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa intimacy yang dibangun oleh ketiga subjek dipengaruhi oleh pola kelekatan (attachment) pada masa anak. Pada masa dewasa awal, ketiga subjek mencari attachment figure dengan membangun intimacy dalam sebuah hubungan berpacaran yang diwarnai tindakan kekerasan. Intimacy yang dibangun oleh ketiga subjek dipengaruhi oleh empat aspek yang mempengaruhi intimacy, yaitu: kepercayaan, pengertian, penerimaan, dan menghargai pasangan untuk mendapatkan attachment figure. Jenis intimacy yang muncul dalam hubungan berpacaran yang dibangun oleh ketiga subjek adalah manipulative intimacy. Selain itu, tindakan kekerasan yang dialami oleh ketiga subjek menyebabkan U mengalami learned helplessness, DSY mengalami hollow forgiveness, dan D mengalami full forgiveness.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  DINAMIKA EMOSI PADA WANITA LAJANG USIA DEWASA AWAL.

PENDAHULUAN DINAMIKA EMOSI PADA WANITA LAJANG USIA DEWASA AWAL.

Menurut Rieka (dalam Rendy, 2008) selain perbandingan jumlah wanita yang lebih banyak dari pria, ada faktor yang melatarbelakangi wanita lajang yaitu banyak wanita yang masih memiliki pandangan ideal terhadap pasangan. Sekarang ini semakin banyak wanita yang mandiri, memiliki karir sukses dan bisa memenuhi kebutuhan finansialnya sendiri. Alhasil menikah dengan tujuan menggantungkan kebutuhan finansial kepada suami tentu tidak ada lagi. Kalaupun menikah tidak ada urusannya dengan kebutuhan ekonomi namun mencari kenyamanan dengan pasangan dan atau memiliki keturunan. Sejak pertengahan tahun 1990an kecenderungan wanita Indonesia menikah di usia lebih dari 30 tahun semakin meningkat. Alasannya beragam, ada yang ingin mengejar karir, belum menemukan pasangan yang cocok atau karena sulit mencari pasangan yang setara dengan tingkat pendidikan yang tinggi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbedaan kematangan cinta antara pria dan wanita usia dewasa awal.

Perbedaan kematangan cinta antara pria dan wanita usia dewasa awal.

Ketidakseimbangan ini apabila terus berlanjut tanpa adanya penyelesaian pada akhirnya dapat mengakibatkan retaknya suatu hubungan. Banyaknya perceraian yang terjadi akhir-akhir ini diakibatkan dari hubungan yang tidak seimbang antara pria dan wanita. Salah satu merasa dirinya telah banyak memberi tetapi pasangannya tidak memberikan respon atau timbal balik yang sama.

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...