Wanita Pemecah Batu

Top PDF Wanita Pemecah Batu:

Pola Pengelolaan Ekonomi Keluarga Wanita Pemecah Batu di Kampung Kradenan Baru Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Pemerintah Kota Semarang.

Pola Pengelolaan Ekonomi Keluarga Wanita Pemecah Batu di Kampung Kradenan Baru Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Pemerintah Kota Semarang.

Dalam keluarga wanita pemecah batu sebagian besar belum menggunakan tahapan-tahapan pengelolaan ekonomi keluarga yang baik karena baru melakukan tahapan perencanaan saja, sedangkan pola pengelolaan ekonomi yang digunakan sebagian besar keluarga wanita pemecah batu adalah pola atau sistem manajemen terbuka.

2 Baca lebih lajut

Pola Pengelolaan Ekonomi Keluarga Wanita Pemecah Batu di Kampung Kradenan Baru Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Pemerintah Kota Semarang.

Pola Pengelolaan Ekonomi Keluarga Wanita Pemecah Batu di Kampung Kradenan Baru Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Pemerintah Kota Semarang.

Nurlaelatus Tsa’diyah. 2005. Pola Pengelolaan Ekonomi Keluarga Wanita Pemecah Batu di Kampung Kradenan Baru Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Pemerintah Kota Semarang. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. 75 h.

2 Baca lebih lajut

Pola Pengelolaan Ekonomi Keluarga Wanita Pemecah Batu di Kampung Kradenan Baru Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Pemerintah Kota Semarang

Pola Pengelolaan Ekonomi Keluarga Wanita Pemecah Batu di Kampung Kradenan Baru Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajah Mungkur Pemerintah Kota Semarang

batu di kampung Kradenan Baru rata-rata penghasilannya adalah berkisar tiga ratus ribu hingga empat ratus ribu rupiah tiap bulannya. Dengan penghasilan tersebut, mereka harus mengelola uang yang pas-pasan untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan, disamping itu mereka juga harus menanggung biaya sekolah anak-anaknya. Dalam suatu pengelolaan keuangan keluarga sangat banyak yang harus dilakukan mulai dari persiapan pengelolaan, bagaimana sistem yang digunakan, bagaimana pengaturan keluar masuknya pendapatan keluarga dan bagaimana hasil pengelolaan keluarga tersebut. Dengan melihat luasnya permasalahan yang harus dibahas maka penulis memberikan batasan terhadap masalah pola pengelolaan ekonomi keluarga yaitu bagaimana proses pengelolaannya mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasinya serta bagaimana sistem pengelolaan ekonomi yang digunakan keluarga wanita pemecah batu.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

PERAN AKTIF WANITA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA MISKIN: STUDI KASUS PADA WANITA PEMECAH BATU DI PUCANGANAK KECAMATAN TUGU TRENGGALEK

PERAN AKTIF WANITA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA MISKIN: STUDI KASUS PADA WANITA PEMECAH BATU DI PUCANGANAK KECAMATAN TUGU TRENGGALEK

Dilihat dari tingkat pendapatan yang diperoleh oleh istri yang bekerja sebagai pemecah batu menunjukkan relatif cukup tinggi dengan untuk ukuran didesa. Hal ini mengingat pekerjaan tersebut berada di dekat rumah, sehingga sang istri tidak harus meninggalkan pekerjaan-pekerjaan rumah. Artinya pekerjaan rumah masih dapat dila- kukan sambil bekerja untuk menambah pen- dapatan kelaurga. Para wanita ini mengang- gap pekerjaan sebagai pemecah batu sebagai bentuk ketimbang ganggur neng omah.

12 Baca lebih lajut

AKTIVITAS WANITA PEKERJA PEMECAH BATU DAN SUMBANGANNYA TERHADAP TOTAL PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA TAMBAHREJO BARAT KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2014

AKTIVITAS WANITA PEKERJA PEMECAH BATU DAN SUMBANGANNYA TERHADAP TOTAL PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA TAMBAHREJO BARAT KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2014

Secara sederhana yang dimaksud dengan penggunaan APD adalah seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja. Alat pelindung diri tidaklah secara sempurna melindungi tubuh, akan tetapi dapat mengurangi tingkat keparahan yang mungkin dapat terjadi (Budiono, dkk, 2003). Pekerjaan menjadi pemecah batu merupakan pekerjaan yang memiliki banyak risiko kerja, salah satunya risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu dalam melakukan pekerjaan ini, pemecah batu hendaknya memakai alat pelindung diri sekalipun tidak lengkap. Alat pelindung diri yang biasa digunakan wanita pemecah batu di antaranya sarung tangan, masker, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

AKTIVITAS WANITA PEKERJA PEMECAH BATU DAN SUMBANGANNYA TERHADAP TOTAL PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA TAMBAHREJO BARAT KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2014

AKTIVITAS WANITA PEKERJA PEMECAH BATU DAN SUMBANGANNYA TERHADAP TOTAL PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA TAMBAHREJO BARAT KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2014

Sebagai seorang wanita dan juga sebagai seorang istri, aktivitas pekerjaan wanita pemecah batu tersebut merupakan keadaan yang menarik untuk diketahui. Aktivitas memecah batu membutuhkan keterampilan dan ketelitian sehingga risiko dari pekerjaan ini dapat dikurangi. Semakin lama seseorang bekerja pada pekerjaan yang sama maka orang tersebut akan semakin terlatih dan terampil dalam bekerja dan menyelesaikan tugas-tugasnya. Pekerjaan menjadi pemecah batu merupakan pekerjaan yang tingkat risikonya cukup tinggi. Salah satu risikonya yaitu ketika pekerja-pekerja tersebut bekerja, mereka dapat terkena percikan batu atau terkilir. Untuk menghindari atau mengurangi kecelakaan kerja yang ditimbulkan dari pekerjaan ini pekerja perlu menggunakan alat pelindung diri yang memadai, di antaranya sarung tangan, masker, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

AKTIVITAS WANITA PEKERJA PEMECAH BATU DAN SUMBANGANNYA TERHADAP TOTAL PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA TAMBAHREJO BARAT KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2014

AKTIVITAS WANITA PEKERJA PEMECAH BATU DAN SUMBANGANNYA TERHADAP TOTAL PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA TAMBAHREJO BARAT KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2014

Secara sederhana yang dimaksud dengan penggunaan APD adalah seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja. Alat pelindung diri tidaklah secara sempurna melindungi tubuh, akan tetapi dapat mengurangi tingkat keparahan yang mungkin dapat terjadi (Budiono, dkk, 2003). Pekerjaan menjadi pemecah batu merupakan pekerjaan yang memiliki banyak risiko kerja, salah satunya risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu dalam melakukan pekerjaan ini, pemecah batu hendaknya memakai alat pelindung diri sekalipun tidak lengkap. Alat pelindung diri yang biasa digunakan wanita pemecah batu di antaranya sarung tangan, masker, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) Prodi Teknik Sipil Diploma III

BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) Prodi Teknik Sipil Diploma III

 Lapisan bawah pertama(under layer) yang terdiri dari potongan-potongan tunggal batu. Penempatan batu-batu lapisan ini dapat dilakukan menggunakan ekskavator hidrolis, selain itu juga bisa dengan menggunakan sebuah mobile crane normal jika tersedia ruang yang cukup untuk landasannya. Jangan pernah menggunakan crane dengan ban karet pada lokasi yang tidak rata tanpa landasan yang cukup luas. Ekskavator harus menempatkan batuan yang lebih berat secepat mungkin sehingga bagian inti(core) tidak mengalami hempasan ombak. Jika suatu ombak badai mengenai lokasi dimana terlalu banyak bagian inti(core) yang mengalaminya, maka ada suatu bahaya yang serius pada bagian inti(core) yaitu penggerusan material. Gambar 9 menunjukkan susunan lapisan bawah. Dalam hal ini kemiringan lerengnya adalah 2,5/1 dan jarak H, adalah ketinggian dari puncak lapisan bawah ke dasar laut. Suatu tiang dari kayu harus ditempatkan pada bagian atas inti (core) dan disemen untuk meperkokohnya. Pada jarak sama dengan 2,5 x H, sebuah batu ladung yang berat dengan sebuah pelampung penanda harus ditempatkan di dasar laut. Sebuah senar nilon berwarna terang akan direntangkan dari batu ladung ke ketinggian yang diperlukan (H) pada tiang. Prosedur ini harus diulangi setiap 5 m untuk membantu operator crane atau ekskavator untuk menempatkan puncak lapisan di tingkatan yang benar. Seorang perenang dapat memastikan bahwa masing-masing batu batuan yang terpisah ditempatkan di dalam profil yang dibatasi oleh senar nilon.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ANALISA BIAYA OPERASIONAL ALAT PEMECAH BATU  (STONE CRUSHER)  Analisa Biaya Uperasional Alat Berat (STone Crusher).

ANALISA BIAYA OPERASIONAL ALAT PEMECAH BATU (STONE CRUSHER) Analisa Biaya Uperasional Alat Berat (STone Crusher).

Pemanfaatan agregat dalam proyek konstruksi sangatlah beragam. Salah satu pemanfaatan agregat adalah sebagai bahan dasar pembuat beton dan campuran aspal. Campuran aspal yang digunakan dalam pembuatan jalan dapat berupa pasir dan kerikil. Kerikil yang dipakai dalam pembuatan campuran aspal pada umumnya berasal dari batuan yang berukuran besar yang ada di sungai, sehingga batuan tersebut masih harus melalui proses penghancuran untuk mendapatkan gradasi dan bentuk butir yang kita inginkan. Proses tersebut memerlukan suatu alat pemecah batu (crusher). Tujuan penelitian adalah mengetahui peralatan apa saja yang digunakan dalam proses produksi pemecah batu beserta fungsi dan komponen biaya produksi untuk tiap-tiap alat yang digunakan juga mengetahui cara menyusun kombinasi peralatan agar diperoleh biaya operasional yang ekonomis dan produksi yang optimal.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Bangunan Pantai (Pelabuhan)

BAB I PENDAHULUAN - Bangunan Pantai (Pelabuhan)

Gambar 6. di atas adalah revetment dari tumpukan batu pecah yang dibuat dalam beberapa lapis. Lapis terluar merupakan lapis pelindung terbuat dari batu dengan ukuran besar yang direncanakan mampu menahan serangan gelombang. Lapis dibawahnya terdiri dari tumpukan batu dengan ukuran yang lebih kecil. Bangunan ini merupakan konstruksi fleksibel yang dapat mengikuti penurunan atau konsolidasi tanah dasar. Gambar 5. di atas adalah contoh dinding pantai yang terbuat dari tumpukan bronjong. Bronjong adalah anyaman kawat berbentuk kotak yang didalamnya diiisi batu. Bangunan ini bisa menyerap energi gelombang, sehingga elevasi puncak bangunan bisa rendah ( runup kecil). Kelemahan bronjong adalah korosi dari kawat anyaman, yang merupakan faktor pembatas dari umur bangunan. Supaya bisa lebih awet, kawat anyaman dilapisi dengan plastik.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Efektivitas Bangunan Pemecah Gelombang Dengan Variasi Batu Pelindung Dolos Dan Tetrapod Pada Kondisi Tenggelam.

Efektivitas Bangunan Pemecah Gelombang Dengan Variasi Batu Pelindung Dolos Dan Tetrapod Pada Kondisi Tenggelam.

2. Uji laboratorium tiga dimensi bangunan pemecah gelombang sisi miring pada kondisi tenggelam dengan lapis lindung buatan dan penempatan geotube pada lapisan inti dengan kemiringan menghadap datangnya arah gelombang sebesar 1:2,5 serta simulasi gelombang irreguler untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kondisi di lapangan;

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LAMA KERJA, GERAKAN REPETITIF DAN POSTUR JANGGAL PADA TANGAN DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA PEMECAH BATU DI KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2016

HUBUNGAN LAMA KERJA, GERAKAN REPETITIF DAN POSTUR JANGGAL PADA TANGAN DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA PEMECAH BATU DI KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2016

Berdasarkan hasil pengamatan, sebagian besar responden bekerja banyak melakukan gerakan tangan berulang baik dengan posisi pergelangan tangan radial deviasi dan ulnar deviasi. Postur janggal pada yang tangan dilakukan terus oleh pekerja selama memecahkan batu, dengan gerakan repetitif > 30 kali per menit dan lama kerja ≥ 4 jam sehari semakin meningkatkan resiko Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan.

9 Baca lebih lajut

ASESMEN TERHADAP BERAT BATU LAPIS PELINDUNG PEMECAH GELOMBANG DI PELABUHAN LOGENDING, PLTU ADIPALA DAN CIKIDANG

ASESMEN TERHADAP BERAT BATU LAPIS PELINDUNG PEMECAH GELOMBANG DI PELABUHAN LOGENDING, PLTU ADIPALA DAN CIKIDANG

Artikel ini menyajikan suatu bahasan mengenai penilaian terhadap berat batu pelindung yang telah dipasang di tiga pelabuhan. Pelabuhan tersebut yaitu Pelabuhan Logending di Kabupaten Kebumen, Pelabuhan Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) Adipala di Kabupaten Cilacap dan Pelabuhan Cikidang di Kabupaten Pangandaran. Ketiga tempat yang ditinjau berada di pesisir selatan Jawa. Keberadaan pemecah gelombang di pelabuhan- pelabuhan tersebut penting ditinjau mengingat ada keunikan yang dapat dilihat yaitu bahwa pembangunan pemecah gelombang tersebut berada pada periode waktu yang hampir sama yaitu dibangun dan diselesaikan pada tahun 2011 s.d 2013. Selain itu ketiga pemecah gelombang tersebut memiliki memiliki jenis batu pelindung yang sama yaitu hexapod namun mempunyai berat batu yang cukup berlainan padahal berada di wilayah yang bersebelahan. Oleh karena itu maka cukup beralasan untuk menyandingkan ketiga pemecah gelombang tersebut dalam satu analisis.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KETERLIBATAN WANITA DALAM PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Studi Kasus : Wanita Binaan Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku Kabupaten Batu Bara).

ANALISIS FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KETERLIBATAN WANITA DALAM PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Studi Kasus : Wanita Binaan Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku Kabupaten Batu Bara).

Menurut Undang-Undang No 35 Tahun 2009 pasal 1 Penyalah Guna adalah orang yang menggunakan Narkoba tanpa hak atau melawan hukum. Dalam kasus yang dialami wanita dalam Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku Batu bara terdapat dua kasus penyalahgunaan Narkoba seperti pemakaian dan pengedaran Narkoba. Oleh karena itu perbuatan penyalahgunaan tersebut digolongkan kepada perbuatan yang melawan hukum. Keterlibatan wanita dalam penyalahgunaan Narkoba menjadi suatu perbuatan yang melawan karakter asli seorang wanita yang jauh dari kata melawan hukum seperti yang tercantum menurut Undang-Undang No 35 Tahun 2009 pasal 1. Maka dari itu perlu penelitian lebih lanjut tentang faktor faktor apa yang menyebabkan wanita hingga terllibat dalam penyalahgunaan Narkoba.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pemecah Kebekuan - NGATIMIN

Pemecah Kebekuan - NGATIMIN

Lelaki baik dan penolong ini tidak mengerti bahwa ke-pompong yang menjerat, maupun perjuangan yang dibutuhkan oleh kupu-kupu untuk dapat lolos melewati lubang kecil, adalah[r]

11 Baca lebih lajut

Pemecah Kebekuan - NGATIMIN

Pemecah Kebekuan - NGATIMIN

• Si bayipun bertanya kembali, "Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?" • Sekali lagi Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan mengajarkan... • Si bayipun masi[r]

10 Baca lebih lajut

Pemecah Kebekuan - NGATIMIN

Pemecah Kebekuan - NGATIMIN

And Enjoy this Artwork….[r]

7 Baca lebih lajut

Avicennia marina and Rhizophora mucronata seedlings growth model at different spacings using guludan planting technique

Avicennia marina and Rhizophora mucronata seedlings growth model at different spacings using guludan planting technique

DAFTAR GAMBAR 6 Penahan arus dan pemecah gelombang bentuk gundukan batu rubble mould 10 7 Penguat tanaman di tapak yang berombak besar menggunakan tiang pancang a dan menggunakan b[r]

136 Baca lebih lajut

Avicennia marina and Rhizophora mucronata seedlings growth model at different spacings using guludan planting technique

Avicennia marina and Rhizophora mucronata seedlings growth model at different spacings using guludan planting technique

DAFTAR GAMBAR 6 Penahan arus dan pemecah gelombang bentuk gundukan batu rubble mould 10 7 Penguat tanaman di tapak yang berombak besar menggunakan tiang pancang a dan menggunakan ba[r]

74 Baca lebih lajut

Determinan Gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pekerja Pemecah Batu (Studi pada Pekerja Pemecah Batu di Kecamatan Sumbersari dan Sukowono Kabupaten Jember) Determinants of Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Symptoms on Rock-Breaking Workers (Study on Rock-

Determinan Gejala Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pekerja Pemecah Batu (Studi pada Pekerja Pemecah Batu di Kecamatan Sumbersari dan Sukowono Kabupaten Jember) Determinants of Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Symptoms on Rock-Breaking Workers (Study on Rock-

Alternatif saran atau rekomendasi yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah pekerja diharapkan untuk beristirahat secara teratur selama 3- 5 menit dengan mengepalkan tangan, menekuk pergelangan tangan ke atas dan ke bawah. Selain itu pekerja juga diharapkan menerapkan jeda antara satu pekerjaan dengan yang lainnya. Memodifikasi tempat kerja agar lebih nyaman, aman dan terhindar dari risiko gejala CTS. Bekerja sama dengan kader pos UKK pada Kecamatan Sumbersari dan Sukowono untuk mensosialisasi dan melatih pekerja untuk mengantisipasi terjadinya gejala CTS dengan berbagai perlakuan (treatment). Untuk peneliti berikutnya, sebaiknya menambahkan variabel pekerjaan sampingan, lama istirahat dan lama kerja serta dengan mengikutserakan faktor lingkungan seperti getaran, tekanan dan pengaruh suhu agar dapat mengetahui penyebab gejala CTS pada pekerja pemecah batu dari berbagai faktor risiko yang menyertainya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects