wereng batang cokelat

Top PDF wereng batang cokelat:

Efisiensi Wereng Hijau Dan Wereng Batang Cokelat Sebagai Vektor Virus Pada Tanaman Padi

Efisiensi Wereng Hijau Dan Wereng Batang Cokelat Sebagai Vektor Virus Pada Tanaman Padi

Selain penyakit tungro, penyakit kerdil juga menjadi kendala peningkatan produksi padi nasional. Penyakit kerdil hampa pada padi dilaporkan pertama kali di Indonesia pada tahun 1976 (Hibino et al.1977). Tanaman padi yang terserang penyakit kerdil hampa mengalami pengerdilan, daun menjadi berwarna gelap dengan tepi bergerigi atau ujung memutar, dan tulang daun mengalami pembengkakan atau benjolan di bagian bawah helai daun dan bagian luar permukaan pelepah daun (Cabautan at al. 2009). Penyakit kerdil rumput dilaporkan pertama kali di Indonesia pada tahun 1971 dan disebut sebagai kerdil rumput tipe I, kemudian pada tahun 2006 ditemukan penyakit kerdil rumput tipe II. Gejala penyakit kerdil rumput diantaranya tanaman menjadi sangat kerdil, anakan banyak, daun hijau pucat sampai kuning atau daun-daun sempit berwarna kuning sampai oranye, daun sempit dengan bintik-bintik karat kecil (IRRI 2002). Dilaporkan oleh Nurbaeti et al. (2010) dan Romadhon (2007) bahwa daerah endemik serangan wereng batang cokelat di Propinsi Jawa Barat meliputi Kabupaten Cirebon, Bekasi, Majalengka, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Subang, Karawang dan Indramayu; sedangkan insidensi penyakit kerdil dilaporkan masih terbatas di Kabupaten Subang dan Cirebon (Maulana dan Abdurahman 2014).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Selektivitas Infeksi Cendawan Metarhizium sp. terhadap Hama Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae) dan Predator Paederus fuscipes Curtis (Coleoptera: Staphylinidae)

Selektivitas Infeksi Cendawan Metarhizium sp. terhadap Hama Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae) dan Predator Paederus fuscipes Curtis (Coleoptera: Staphylinidae)

Wereng batang cokelat (WBC) Nilaparvata lugens Stål merupakan salah satu hama penting yang dapat menurunkan produksi padi di Indonesia. Tingkat serangan hama yang cukup tinggi dapat mengakibatkan tanaman puso. Di lapangan, musuh alami yang berpotensi menurunkan populasi WBC di antaranya cendawan entomopatogen dan kumbang Paederus fuscipes Curtis. Penelitian ini bertujuan menguji infektivitas cendawan entomopatogen Metarhizium sp. dalam menekan populasi hama WBC dan implikasinya terhadap kumbang predator P. fuscipes. Uji pendahuluan dilakukan dengan mengisolasi dan mengidentifikasi virulensi cendawan yang berasal dari WBC terinfeksi dari pertanaman padi petani Muara Bogor. Isolat murni cendawan infektif terpilih diujikan pada WBC untuk diamati tingkat keefektifannya terhadap WBC dan tingkat infeksinya terhadap kumbang P. fuscipes. Tiga konsentrasi suspensi cendawan yaitu 10 6 , 10 7 , dan 10 8 konidia/ml akuades disemprotkan pada setiap 20 ekor imago WBC yang baru eklosi, dan dua konsentrasi 10 6 dan 10 8 konidia/ml akuades disemprotkan pada setiap 20 ekor imago P. fuscipes. Perlakuan masing-masing diulang empat kali. Mortalitas WBC diamati pada hari pertama sampai 6 hari setelah perlakuan (HSP) dan mortalitas kumbang diamati sampai 10 HSP. Hasil pengujian menunjukkan bahwa cendawan Metarhizium sp. isolat CE 3 Muara efektif menekan populasi WBC ditunjukkan dengan nilai mortalitasnya pada LC 50 berkisar antara 1.1 x 10 5
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Efektivitas Aplikasi Beauveria bassiana sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit pada Tanaman Padi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Efektivitas Aplikasi Beauveria bassiana sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit pada Tanaman Padi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Beauveria bassiana dengan dosis 200 g/14 liter dengan interval aplikasi 7 hari berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, hasil produksi gabah dan populasi hama wereng batang cokelat maupun walang sangit, yang secara efektif menyebabkan peningkatan mortalitas serta penurunan populasi hama. Peningkatan mortalitas dan penurunan populasi hama menjadi lebih besar dengan adanya peningkatan dosis aplikasi. Tanpa aplikasi Beauveria bassiana (kontrol), populasi hama wereng batang cokelat dan walang sangit meningkat. Aplikasi Beauveria bassiana memperkecil serangan hama terhadap tanaman padi, yang tercermin pada parameter tinggi tanaman, jumlah anakan yang mati dan hasil gabah kosong yang lebih sedikit.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Tanggap fungsional predator Cyrtorhinus lividipennis Reuter (Hemiptera: Miridae) terhadap hama wereng batang cokelat nilaparvata lugens Stål. (Hemiptera: Delphacidae)

Tanggap fungsional predator Cyrtorhinus lividipennis Reuter (Hemiptera: Miridae) terhadap hama wereng batang cokelat nilaparvata lugens Stål. (Hemiptera: Delphacidae)

Nilaparvata lugens Stål. lebih dikenal dengan nama wereng batang cokelat (WBC) yang merupakan hama penting pada pertanaman padi. Serangga ini termasuk ke dalam ordo Hemiptera, subordo Auchenorrhycha, famili Delphacidae. Imago WBC mempunyai dua bentuk morfologi yaitu wereng bersayap normal (makroptera) dan wereng bersayap pendek (brakhiptera) (Baehaki 1992). Munculnya WBC dengan morfologi brakhiptera disebabkan berlebihnya ketersediaan pakan pada stadium nimfa dan juga didorong oleh kisaran suhu optimal yang sesuai bagi perkembangannya, sedangkan penyebab timbulnya bentuk makroptera disebabkan tingginya populasi saat stadium nimfa serta penurunan kualitas serta kuantitas sediaan pakan. Imago brakhiptera mendominasi populasi sebelum fase pembungaan dan imago makroptera pada saat tanaman tua dan tanaman setengah rusak (IRRI 1995).
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Efektivitas Aplikasi Beauveria bassiana sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit pada Tanaman Padi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Efektivitas Aplikasi Beauveria bassiana sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit pada Tanaman Padi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

hasil panen padi petani, apabila populasi hama wereng batang cokelat dan walang sangit banyak dijumpai di lahan persawahan. Serangan wereng batang cokelat dan walang sangit di desa Campursari, Kabupaten Temanggung dilaporkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung hasil produksi tanaman padi yang menurun, sehingga para petani mengalami kerugian yang tinggi. Hal ini menarik untuk diketahui terutama apabila organisme pengganggu (OPT) tanaman tersebut dapat dikendalikan dengan menggunakan agen hayati berupa Beauveria bassiana pada lahan tanpa merusak lingkungan. Sesuai informasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung, maka peneliti tertarik untuk meneliti permasalahan tersebut dengan judul “Efektifitas Aplikasi Beauveria bassiana Sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit Pada Tanaman Padi”.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Kemampuan Pemangsaan dan Konsumsi Kepik Predator Cyrtorhinus lividipennis Reuter (Hemiptera: Miridae) terhadap Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae)

Kemampuan Pemangsaan dan Konsumsi Kepik Predator Cyrtorhinus lividipennis Reuter (Hemiptera: Miridae) terhadap Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae)

Cyrtorhinus lividipennis (Reuter) (Hemiptera: Miridae) merupakan salah satu predator penting dalam menekan populasi wereng batang cokelat Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae) pada pertanaman padi. Pengetahuan ekologi perilaku termasuk perilaku kemahiran mendapatkan mangsa (foraging behaviour), variasi jumlah, jenis individu dan jenis instar yang dimangsa merupakan faktor penentu preferensi dalam proses seleksi penerimaan mangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perilaku dan mengukur kemampuan pemangsaan serta tingkat konsumsi setiap stadia pertumbuhan kepik terhadap stadia pertumbuhan WBC. Nimfa dan imago wereng serta kepik predator dipelihara pada tanaman padi varietas Pelita 1-1. Pengamatan perilaku memangsa kepik digunakan nimfa dan imago kepik dengan mangsa nimfa instar tiga wereng. Perilaku memangsa kepik diamati dari pukul 06:00 sampai 18:00. Pada uji pemangsaan seekor nimfa atau imago kepik dilepaskan ke dalam cawan petri berisi seekor nimfa, imago atau sekelompok telur wereng. Lama penemuan, penanganan, dan penghisapan mangsa dihitung menggunakan stopwatch. Tingkat konsumsi kepik diuji dengan cara memasukkan nimfa atau imago kepik ke dalam tabung gelas yang berisi tanaman padi dan 10 ekor wereng (nimfa atau imago) atau sekelompok telur wereng. Pengamatan dilakukan 24 jam setelah kepik dilepaskan kemudian jumlah mangsa yang dikonsumsi dihitung dan dicatat.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Efektivitas Aplikasi Beauveria bassiana sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit pada Tanaman Padi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Efektivitas Aplikasi Beauveria bassiana sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit pada Tanaman Padi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Serangan wereng batang cokelat sangat berpotensi mengganggu kestabilan produksi beras (Untung, 2007). Wereng batang cokelat hidup di pangkal batang atau pelepah tanaman padi, dan merusak dengan cara menghisap cairan batang tanaman. Gejala kerusakan wereng batang cokelat pada rumpun dapat terlihat dari daun-daun yang menguning, kemudian tanaman mengering dengan cepat seperti terbakar (Rai, 2006). Gejala ini dikenal dengan istilah hopperburn. Dalam suatu hamparan, gejala hopperburn terlihat sebagai bentuk lingkaran, yang menunjukkan pola penyebaran wereng batang cokelat dimulai dari satu titik, kemudian menyebar ke segala arah dalam bentuk lingkaran. Dalam keadaan demikian, populasi wereng batang cokelat biasanya sudah sangat tinggi (Baehaki, 2005). Hama wereng batang cokelat dapat menularkan penyakit virus kerdil rumput (Grassy stunt) dan kerdil hampa (Melhanah, 2002). Tanaman yang terserang kerdil rumput akan menjadi kerdil, beranak banyak, daun menjadi pendek tidak bermalai, tanaman menjadi kerdil daunnya pendek, anakan bercabang dan malainya hampa (Untung, 2007).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Ketahanan Lima Kultivar Padi Lokal ( Oryza sativa L.) terhadap Wereng Batang Cokelat ( Nilaparvata lugens Stål, Hemiptera) | Noviany | Vegetalika 25349 51484 1 PB

Ketahanan Lima Kultivar Padi Lokal ( Oryza sativa L.) terhadap Wereng Batang Cokelat ( Nilaparvata lugens Stål, Hemiptera) | Noviany | Vegetalika 25349 51484 1 PB

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor yaitu lima kultivar padi lokal, yang terdiri atas Tebidah, Irik, Gadjah Rante, Boyan, Gadung Mlati, dengan IR64 dan Cisadane sebagai pembanding, dengan wereng batang cokelat sebagai penguji ketahanan kultivar. Adapun tata laksana penelitian yang dilakukan meliputi Pertama, pembiakan masal Wereng Batang Cokelat diambil dari lapangan di daerah Srimulyo Kab. Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Wereng batang cokelat kemudian dikembangbiakan secara masal sampai jumlah instar 2-3 mencukupi untuk pengujian yaitu sebanyak 5 15 5 4 = 1500 individu.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Serangan Wereng Batang Cokelat di Provinsi Jambi dan Strategi Pengendaliannya

Serangan Wereng Batang Cokelat di Provinsi Jambi dan Strategi Pengendaliannya

Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya serangan wereng batang cokelat diantaranya faktor imigrasi, penggunaan varietas dan lain-lain. Informasi kejadian serangan wereng batang cokelat pada tahun 2012 yang menyerang Desa Bukit Sari diduga merupakan migrasi dari kabupaten Damasraya yang bersebelahan, Menurut Baehaki (2011), migrasi wereng coklat secara besar-besaran terjadi pada saat akan mencapai hopperburn baik pada tanaman padi vegetative maupun saat generatif. Migrasi wereng coklat dapat terjadi jarak dekat (short distance) hanya belasan kilometer, jarak jauh (long distance) mencapai 200-300 km, dan gerakan jarak sangat jauh (very long distance). Gerakan migrasi jarak dekat dapat terjadi dalam kabupaten dan antar kabupaten. Gerakan migrasi jarak jauh dapat terjadi antar provinsi atau antar pulau missal antar pulau di Indonesia), sedangkan migrasi jarak sangat jauh dapat terjadi antar Negara atau antar benua, seperti halnya migrasi wereng coklat dari China atau Vietnam ke Negara Jepang dan Korea.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Interaksi Populasi Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stål. (Hemiptera: Delphacidae) dengan Kepik Predator Cyrtorhinus lividipennis Reuter. (Hemiptera: Miridae) pada Padi Varietas Ciherang

Interaksi Populasi Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stål. (Hemiptera: Delphacidae) dengan Kepik Predator Cyrtorhinus lividipennis Reuter. (Hemiptera: Miridae) pada Padi Varietas Ciherang

ZULFIRMAN EROSWIKA SUTAN. Interaksi Populasi Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stål. (Hemiptera: Delphacidae) dengan Kepik Predator Cyrtorhinus lividipennis Reuter. (Hemiptera: Miridae) pada Padi Varietas Ciherang. Dibimbing oleh ENDANG SRI RATNA dan ALI NURMANSYAH

10 Baca lebih lajut

Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Petani Dalam Penggunaan Insektisida Untuk Pengendalian Wereng Batang Cokelat Di Kabupaten Lamongan Jawa Timur

Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Petani Dalam Penggunaan Insektisida Untuk Pengendalian Wereng Batang Cokelat Di Kabupaten Lamongan Jawa Timur

Indonesia pernah menjadi negara yang mampu berswasembada beras pada tahun 1984. Upaya untuk mempertahankan swasembada beras dan peningkatan produksi padi masih dibatasi oleh faktor abiotik, seperti kesuburan lahan dan kondisi iklim, serta faktor biotik berupa organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu hama yang mengancam kegagalan panen petani adalah wereng batang coklat (WBC) (BBPTB 2011). WBC berasal dari Ordo Hemiptera, Famili Delphacide. Pada tahun 1985 hingga 1986 pertanaman padi rusak akibat adanya serangan WBC. Tahun 2008 Indonesia pernah menghasilkan 60 093 juta ton GKG, hal ini bisa tercapai karena diterapkannya teknologi pengendalian yang dikembangkan melalui SL-PHT (Sekolah Lapang-Pengendalian Hama Terpadu) (Baehaki dan Munawar 2008a). Meskipun begitu, WBC masih menghantui produktifitas padi. Berdasarkan hasil pantauan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (BPTB) (2011), sebaran serangan WBC terkonsentrasi di Provinsi Banten (Kabupaten Pandeglang), Jawa Barat (Kabupaten Subang, Karawang, Indramayu, Cirebon), Jawa Tengah (Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Pekalongan, Pemalang, Tegal), dan Jawa Timur (Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Lamongan).
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

Perkembangan Populasi dan Pembentukan Makroptera Tiga Biotipe Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stål pada Sembilan Varietas Padi

Perkembangan Populasi dan Pembentukan Makroptera Tiga Biotipe Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stål pada Sembilan Varietas Padi

dipengaruhi oleh kecepatan pertumbuhan yang pesat, seperti dicirikan dengan tipe pertumbuhan populasi r-strategi (Baehaki & Widiarta 2008). Pertumbuhan populasi ini sangat bergantung pada kemampuan dan kesesuaian hidup serta kemampuan reproduksi setiap individu wereng pada habitatnya. Peledakan populasi terjadi karena wereng berhasil hidup dan berkembangbiak dengan baik pada varietas tanaman rentan. Oleh karena itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh petani untuk mengendalikan WBC di antaranya yaitu menanam varietas padi tahan. Cara ini dianggap paling ideal karena mudah digunakan, murah, dan kurang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Varietas padi tahan bergantung pada biotipe WBC yang berkembang di suatu ekosistem, walaupun demikian pertahanan ini dapat patah karena WBC diduga memiliki kemampuan adaptasi terhadap varietas inang dan lingkungan (Syam et al. 2007). Seperti contohnya varietas IR 64 dan beberapa varietas unggul baru (VUB) telah teruji memiliki ketahanan terhadap WBC, namun pada kenyataan di lapang, masih sering dilaporkan serangan populasi wereng yang relatif tinggi pada varietas tersebut. Oleh karena itu, ketahanan varietas padi ini penting dikaji kembali melalui pengujian respon pertumbuhan tiga biotipe WBC pada beberapa varietas padi khususnya inhibrida dan VUB untuk mendapatkan varietas durable resistance.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Respon biologi wereng batang cokelat nilaparvata lugens stål (hemiptera: delphacidae) terhadap tujuh varietas tanaman padi

Respon biologi wereng batang cokelat nilaparvata lugens stål (hemiptera: delphacidae) terhadap tujuh varietas tanaman padi

tahan PTB33. Respon tersebut diduga berkaitan erat dengan ukuran ovipositor WBC yang nyata lebih kecil pada WBC biotipe 2 dibandingkan biotipe 3. Sebaliknya, jumlah trikhoma pada permukaan tanaman dan ketebalan jaringan epidermis batang tidak berpengaruh terhadap perilaku hinggap dan peletakan telur. Respon kemampuan makan WBC ditunjukkan dengan luasan bercak embun madu yang nilainya 23.1 dan 2.2 mm 2 /ekor berturut-turut dihasilkan oleh WBC biotipe 3 dan 2 pada varietas standar tahan PTB33 dibandingkan 132.3 dan 99.1 mm 2 /ekor pada varietas standar rentan TN1. Kematian WBC sebagian besar terjadi pada individu muda, dan mortalitas rendah pada umur lebih tua. Terjadi penundaan peneluran pada varietas tahan IR74, yaitu puncak peneluran dicapai pada hari ke-25 sebanyak 14,4 butir telur/induk, sedangkan pada varietas inang biotipe 3 yaitu IR42 terjadi pada hari ke-21 sebanyak 16 butir/induk, Kemampuan tumbuh dan berkembang WBC yang lebih tinggi pada TN1 diduga berkaitan erat dengan tingginya kadar sukrosa sebagai sumber nutrisi pakan dan rendahnya kadar asam oksalat sebagai bahan penghambat makan yang terkandung di dalam jaringan tanaman. Semua respon tersebut di atas diekspresikan lebih lanjut pada neraca kehidupan WBC. Pada tanaman standar rentan TN1, WBC memiliki laju pertumbuhan intrinsik dan laju reproduksi bersih yang tinggi, serta waktu penggandaan populasi relatif lebih pendek daripada varietas tahan IR74.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Kerentanan Wereng Batang Cokelat, Nilaparvata Lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae), Dari Enam Lokasi Di Pulau Jawa Terhadap Tiga Jenis Insektisida

Kerentanan Wereng Batang Cokelat, Nilaparvata Lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae), Dari Enam Lokasi Di Pulau Jawa Terhadap Tiga Jenis Insektisida

Wereng batang cokelat merupakan hama utama pada pertanaman padi irigasi teknis, tetapi juga menyerang tanaman padi tadah hujan dan sangat jarang ditemukan pada sawah di daerah dataran tinggi (Reissig et al. 1986). Serangga ini awalnya bukan merupakan hama penting di Indonesia, namun sejak tahun 1970 WBC statusnya berubah menjadi hama penting pertanaman padi di Indonesia (Kalshoven 1981). Sejak saat itu Indonesia telah mengalami ledakan populasi WBC sebagai akibat dari beberapa hal, yaitu penanaman padi sepanjang tahun, penggunaan varietas rentan, dan kurangnya pengendalian gulma. WBC adalah serangga dengan metamorfosis tidak sempurna (paurometabola), yang dalam satu generasi akan melewati fase telur, nimfa, dan serangga dewasa. Serangga dewasa mempunyai dua bentuk sayap, yaitu bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brakiptera) (Subroto et al. 1992b).
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Efektivitas Aplikasi Beauveria bassiana sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit pada Tanaman Padi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Efektivitas Aplikasi Beauveria bassiana sebagai Upaya Pengendalian Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit pada Tanaman Padi - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Populasi hama wereng batang cokelat dihitung secara langsung pada 10 rumpun setiap petak, sedangkan efektivitas pengendalian hama dihitung berdasarkan jumlah populasi hama dan jumlah awal populasi. Efektivitas dihitung dengan rumus :

6 Baca lebih lajut

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keparahan Serangan Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stal. (Hemiptera: Delphacidae) pada Pertanaman Padi di Kabupaten Klaten

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keparahan Serangan Wereng Batang Cokelat Nilaparvata lugens Stal. (Hemiptera: Delphacidae) pada Pertanaman Padi di Kabupaten Klaten

Ledakan populasi wereng batang cokelat di Jawa Barat bagian utara pada tahun 2011 terhenti, tetapi ledakan populasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur kecenderungannya justru meluas. Daerah eks Karesidenan Surakarta yang dikenal lumbung padi Jawa Tengah termasuk di dalamnya kabupaten Klaten hingga saat ini masih terancam oleh hama wereng batang cokelat. Faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya populasi dan serangan wereng batang cokelat dalam beberapa tahun terakhir ini adalah potensi biotik wereng batang cokelat yang tinggi, faktor abiotik dan sistem budidaya padi yang mendukung berkembangnya populasi wereng batang cokelat. Ketiga faktor tersebut bekerja secara bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keparahan serangan wereng batang cokelat Nilaparvata lugens Stal. (Hemiptera: Delphacidae) pada pertanaman padi di Kabupaten Klaten. Pengumpulan data dilakukan di lima kecamatan yang mengalami serangan wereng batang cokelat yaitu Delanggu, Juwiring, Karanganom, Trucuk dan Wonosari. Pada setiap kecamatan dipilih 3 desa dan setiap desa dipilih 3 petak yang mengalami serangan wereng batang cokelat paling berat, sedang dan paling ringan. Pada setiap petak contoh dilakukan pengamatan populasi wereng batang cokelat, keragaman jenis musuh alami dan hama lain dengan mencermati 5 tanaman contoh yang dipilih secara sistematik sepanjang diagonal petak. Selain itu untuk mengetahui praktik budidaya tanaman padi, pada setiap petak contoh dilakukan wawancara terhadap petani penggarap. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji khi kuadrat untuk mengetahui pengaruh dari berbagai faktor terhadap keparahan serangan wereng batang cokelat. Faktor-faktor yang memiliki pengaruh nyata terhadap keparahan serangan wereng batang cokelat (ringan, sedang dan berat) dalam penelitian ini adalah populasi wereng batang cokelat, interval penyemprotan insektisida, dosis pupuk K dan jarak tanam. Sedangkan faktor-faktor yang tidak memiliki pengaruh nyata terhadap keparahan serangan wereng batang cokelat adalah keragaman jenis musuh alami, varietas padi, keragaman jenis hama lain, rotasi tanaman, banyaknya bahan aktif insektisida yang diaplikasikan, dosis pupuk N dan dosis pupuk P.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Respon biologi wereng batang cokelat nilaparvata lugens stål terhadap tujuh varietas tanaman padi

Respon biologi wereng batang cokelat nilaparvata lugens stål terhadap tujuh varietas tanaman padi

Lima pasang WBC biotipe 3 instar 5 diperbanyak dan dipelihara pada varietas padi inang IR42 berumur tiga minggu setelah semai. Wereng dipelihara hingga imago, melakukan perkawinan, dan bertelur, hingga telur menetas menjadi nimfa. Sebanyak 100 ekor nimfa WBC instar 1 diinfestasikan satu-persatu kedalam tabung berisi varietas padi perlakuan (TN1, IR26, IR42, IR64, IR74 dan PTB33) berumur satu bulan setelah semai, kemudian dihitung setiap hari jumlah WBC yang tersisa. Setelah mencapai instar 5, nimfa betina yang masih hidup dimasukkan ke dalam tabung berisi tanaman padi berumur 3 minggu dan dipasangkan dengan nimfa jantan instar 5. Telur yang diletakan dalam jaringan batang tanaman padi dihitung setiap hari. Penghitungan telur yang diletakkan dalam pelepah daun tanaman padi, diamati di bawah mikroskop stereo, dengan cara memeriksa seluruh bagian pelepah daun. Data hasil pengamatan dianalisis dan disusun ke dalam tabel kehidupan. Populasi serangga yang bertahan hidup pada setiap individu berumur x dinyatakan dengan n x. Pengukuran lainnya adalah
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Kerentanan Wereng Batang Cokelat, Nilaparvata lugens Stål dari Enam Lokasi di Pulau Jawa terhadap Tiga Jenis Insektisida

Kerentanan Wereng Batang Cokelat, Nilaparvata lugens Stål dari Enam Lokasi di Pulau Jawa terhadap Tiga Jenis Insektisida

Wereng batang cokelat merupakan hama utama pada pertanaman padi irigasi teknis, tetapi juga menyerang tanaman padi tadah hujan dan sangat jarang ditemukan pada sawah di daerah dataran tinggi (Reissig et al. 1986). Serangga ini awalnya bukan merupakan hama penting di Indonesia, namun sejak tahun 1970 WBC statusnya berubah menjadi hama penting pertanaman padi di Indonesia (Kalshoven 1981). Sejak saat itu Indonesia telah mengalami ledakan populasi WBC sebagai akibat dari beberapa hal, yaitu penanaman padi sepanjang tahun, penggunaan varietas rentan, dan kurangnya pengendalian gulma. WBC adalah serangga dengan metamorfosis tidak sempurna (paurometabola), yang dalam satu generasi akan melewati fase telur, nimfa, dan serangga dewasa. Serangga dewasa mempunyai dua bentuk sayap, yaitu bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brakiptera) (Subroto et al. 1992b).
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Clustering of Brown Planthopper Biotype Based on RAPD-PCR

Clustering of Brown Planthopper Biotype Based on RAPD-PCR

Sejak tahun 1983/1984 mulai diterapkan pengendalian wereng cokelat terpadu sehingga sejak itu tidak lagi ditemukan serangan wereng cokelat dalam areal yang luas. Sejak 1978 telah dikembangkan teknik untuk mengindetifikasi biotipe wereng cokelat di lapang berdasarkan perbedaan reaksi varietas padi pembeda terhadap suatu populasi wereng cokelat yang didapat dari lapangan. Pembagian wereng cokelat dalam biotipe dapat bermanfaat dalam menjelaskan reaksi fenotipiknya terhadap varietas padi. Tetapi apakah perbedaan ini mempunyai dasar genetika? Pertanyaan ini telah pula menjadi sumber beberapa diskusi mengenai kemungkinan pembagian wereng cokelat sebagai biotipe dalam kategori subspesies. Sampai sekarang biotipe wereng cokelat hanya dibedakan berdasarkan reaksi terhadap varietas diferensial padi. Tidak ada perbedaan wereng dalam morfologi atau karakter biokimia (Sogawa 1982).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kajian Pembuatan Cokelat Batang dengan M

Kajian Pembuatan Cokelat Batang dengan M

Biji kakao yang digunakan pada penelitian ini adalah biji kakao yang telah difermentasi dan dikeringkan, lemak kakao, diperoleh dari Desa Baroh Musa, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, lesitin soya diperoleh dari industri cokelat Koperasi Rimbun, Baroh Musa, Pidie Jaya, gula bubuk merk naga mas, susu bubuk skim merk indomilk diperoleh dari toko sekitar Banda Aceh. Cokelat batang komersil sebagai pembanding sifat fisik digunakan yaitu cokelat produksi Universitas Kebangsaan (UKM) Malaysia dan cokelat Socolatte produksi Koperasi Rimbun di Baroh Musa, Pidie Jaya. Peralatan tempering meliputi crystalizer yang merupakan modifikasi Heater Cooler Water Bath Circulation System (Eyela, Japan), pemasta (Philips), oven (Philips Harris), cetakan cokelat batang, ayakan 120 mesh dan viskometer (Brookfield), counching, mixer (Miyako). Alat-alat yang digunakan untuk analisis yaitu melting point analyzer (Barmstead electrothermal), soxhlet, dan Bruker Minispec PC 100 NMR (Nuclear Magnetic Resonance) Analyzer.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 7633 documents...