Wereng Hijau

Top PDF Wereng Hijau:

RESPONS KOLONI WERENG HIJAU (Nepotettix virescens) PADA BEBERAPA GALUR HARAPAN PADI TAHAN TUNGRO

RESPONS KOLONI WERENG HIJAU (Nepotettix virescens) PADA BEBERAPA GALUR HARAPAN PADI TAHAN TUNGRO

Wereng hijau ( Nephotettix virescens) meruapakan salah satu jenis serangga hama pada tanaman padi. Selain sebagai hama, wereng hijau juga berperan sebagai vektor penyakit tungro, sehingga keberadaannya di pertanaman berpotensi mengakibatkan kerugian yang lebih besar Tungro adalah penyakit penting pada tanaman padi yang disebabkan oleh dua jenis virus, yaitu Rice tungro bacilliform virus (RTBV) dan Rice tungro spherical virus (RTSV) (Rahim dan Nasrudin 2010).

7 Baca lebih lajut

Perkembangan Populasi Wereng Hijau dan Predatornya pada Beberapa Varietas Padi | Senoaji | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 17259 34816 1 PB

Perkembangan Populasi Wereng Hijau dan Predatornya pada Beberapa Varietas Padi | Senoaji | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 17259 34816 1 PB

Puncak populasi wereng hijau terjadi di semua varietas pada 7 MST dan menurun pada 8 MST. Populasi wereng hijau yang tinggi tidak diimbangi dengan keberadaan dan populasi predator yang cenderung stabil sejak 5 hingga 7 MST. Terlihat bahwa populasi predator pada 8 MST sangat tinggi dibanding minggu-minggu sebelumnya sehingga mampu menekan populasi wereng hijau bahkan muncul predator lain seperti kumbang karabid dan jangkrik dengan populasi cukup tinggi. Selain akibat dari aktivitas pemangsaan oleh predator, populasi wereng hijau menurun pada fase generatif karena tidak sesuai lagi untuk perkembangannya dan cenderung untuk bermigrasi ke pertanaman lain yang lebih muda. Keberadaan serangga hama yang lain diduga berpengaruh terhadap dinamika fluktuasi populasi wereng hijau walaupun rerata populasi dari seluruh plot varietas jauh di bawah populasi wereng hijau. Hasil observasi menunjukkan bahwa mulai tanaman berumur 3 MST telah ditemukan wereng cokelat (Nilaparvata lugens Stal.), ulat penggulung daun (Cnaphalocrosis medinalis) dan wereng zigzag (Recilia dorsalis) hingga 8 MST dengan kepadatan populasi yang fluktuatif dengan rerata populasi maksimal dari seluruh plot sebanyak 10 ekor (Tabel 2). Laba-laba dan predator generalis lain memiliki preferensi tertentu jika terdapat beberapa jenis mangsa (Kobayashi et al., 2011). Predasi akan meningkat ketika mangsa melimpah, konsekuensinya predasi pada jenis mangsa tertentu akan terganggu ketika tersedia cukup mangsa alternatif (Kuusk & Ekbom, 2010). Fluktuasi populasi predator secara umum tidak mengikuti pola populasi wereng hijau di setiap varietas. Efektivitas predator dalam mengendalikan populasi wereng hijau diukur dari daya predasinya. Sifat musuh alami yang sesuai adalah bahwa aktivitas dan populasinya akan meningkat jika populasi mangsanya meningkat dan kenaikan populasi mangsa jauh sebelumnya. Berbeda pada varietas Inpari 9
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KAJIAN MORFOMETRI WERENG HIJAU (Nephotettix virescens) DAN GULMA PADA EKOSISTEM PADI SAWAH DI KECAMATAN SIDAMANIK DAN KECAMATAN PEMATANG SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN.

KAJIAN MORFOMETRI WERENG HIJAU (Nephotettix virescens) DAN GULMA PADA EKOSISTEM PADI SAWAH DI KECAMATAN SIDAMANIK DAN KECAMATAN PEMATANG SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN.

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt, karena atas segala rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul Kajian Morfometri Wereng Hijau (Nephotettix virescens) dan Gulma pada Ejosistem Padi Sawah di Kecamatan Sidamanik dan Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana Non Kependidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan. Kiranya skripsi ini dapat memberi manfaat bagi rekan mahasiswa dan masyarakat. Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan masukan yang dapat membangun agar menjadi skripsi yang lebih sempurna.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

STUDI VARIASI MORFOLOGI DAN POLA PITA PROTEIN WERENG HIJAU ( Nephotettix virescens ) DARI LIMA DAERAH SENTRA PENGHASIL PADI DI INDONESIA.

STUDI VARIASI MORFOLOGI DAN POLA PITA PROTEIN WERENG HIJAU ( Nephotettix virescens ) DARI LIMA DAERAH SENTRA PENGHASIL PADI DI INDONESIA.

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tulisan thesis berjudul : STUDI VARIASI MORFOLOGI DAN POLA PITA PROTEIN WERENG HIJAU ( Nephotettix virescens ) DARI LIMA DAERAH PENGHASIL PADI DI INDONESIA . Dalam tulisan ini disajikan pokok-pokok tulisan meliputi keragaman morfologi serta karakter molekuler profil pola pita protein Nephotettix virescens yang berasal dari beberapa daerah penghasil padi di Indonesia.

14 Baca lebih lajut

Efisiensi Wereng Hijau Dan Wereng Batang Cokelat Sebagai Vektor Virus Pada Tanaman Padi

Efisiensi Wereng Hijau Dan Wereng Batang Cokelat Sebagai Vektor Virus Pada Tanaman Padi

Penyakit tungro disebabkan oleh infeksi 2 virus, yaitu Rice tungro bacilliform tungrovirus (RTBV) dan Rice tungro spherical wakaivirus (RTSV). Kedua virus tersebut ditularkan terutama oleh wereng hijau Nephotettix virescens Distant (Hemiptera: Cicadelidae) (Hibino dan Cabunagan 1986). Apabila tanaman padi hanya terinfeksi oleh RTBV saja maka gejala yang ditimbulkan adalah gejala khas tungro ringan sedangkan apabila tanaman padi hanya terinfeksi oleh RTSV maka tanaman hampir tidak menunjukkan gejala atau kerdil sangat ringan (Hibino 1983). Dalam hal ini RTBV berfungsi sebagai penentu gejala sedangkan RTSV adalah virus helper (Hibino 1996). Berdasarkan laporan dari Jones et al. (1991) diketahui bahwa RTBV termasuk kedalam genus Badnavirus. Genom RTBV ini memiliki DNA beruntai ganda dengan bentuk partikel bacilliform berdiameter 30- 35 nm dan panjangnya kira-kira 100-300 nm. Rice tungro spherical virus (RTSV) termasuk kedalam genus Waikavirus. Beberapa sifat molekul virus yang menunjukkan bahwa dan RTSV adalah virus dengan asam nukleat berupa RNA (Hull 2002).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Optimalisasi Fungsi Bunga Refugia Sebagai Pengendali Hama Tanaman Padi (Oryza sativa L.)

Optimalisasi Fungsi Bunga Refugia Sebagai Pengendali Hama Tanaman Padi (Oryza sativa L.)

Tabel 5.2 menjelaskan populasi serangga hama tertinggi pada lahan tanaman padi yang tidak terdapat tanaman refugia yaitu pada hama wereng hijau pada pengamatan umur tanaman 2,3,4 dan 5 minggu setelah tanam sedangkan tanaman padi yang terdapat tanaman refugia keberadaan hama terutama untuk hama wereng hijau dan wereng coklat tidak ditemukan hama tersebut, namun ditemukan hama walang sangit pada umur tanaman padi 4 dan 5 minggu setelah tanam di tanaman padi yang terdapat refugianya. Populasi Predator dan parasitoid tertinggi terletak pada tanaman padi yang terdapat tanaman refugia yaitu pada umur tanaman padi 3,4 dan 5 Minggu setelah tanam (MST) yaitu pada familli Arachnidae yaitu populasi laba laba dengan spesies wilt spider/Lycosa pseudoannulata, Tetragnatha spp (Four jawed spider), Callitrichia formosana (schwart spider), Salticids (Jumping Spider) dan Limnogonus spp (water strider). Pada populasi Predator dan parasitoid tertinggi terletak pada umur tanaman 4 dan 5 minggu setelah tanam yaitu pada populasi predator dengan spesies Conocephalus longipenis, Agriocnemis spp, Pseudogonatus spp, dan Aphis indica serta Dragonfly.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kelimpahan Hama Dan Musuh Alami Pada Pertanaman Padi Varietas Pandanwangi Di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur

Kelimpahan Hama Dan Musuh Alami Pada Pertanaman Padi Varietas Pandanwangi Di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur

Pandanwangi merupakan salah satu varietas padi lokal aromatik yang berasal dari Kabupaten Cianjur. Padi Pandanwangi rentan terhadap serangan hama. Hal tersebut merupakan salah satu faktor pembatas produksi padi Pandanwangi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan hama dan musuh alami serta perkembangan populasinya pada tanaman padi Pandanwangi di Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan langsung, lubang perangkap (pitfall trap), dan jaring serangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hama yang banyak ditemukan pada pertanaman padi Pandanwangi fase vegetatif awal adalah trips. Kepinding tanah, wereng batang cokelat dan wereng hijau ditemukan pada fase vegetatif dan generatif. Walang sangit dan kepik hijau ditemukan pada fase generatif. Musuh alami yang banyak ditemukan adalah laba-laba predator yaitu Tetragnathidae, Lycosidae, Oxyopidae, Araneidae, dan serangga predator Formicidae, Carabidae, Coccinellidae dan Staphylinidae.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

I.PENDAHULUAN UJI PATOGENISITAS JAMUR Beauveria bassiana Vuill. Bals. TERHADAP KUTU GAJAH, Orchidophilus atterimus Wat., (Curculionidae, Coleoptera).

I.PENDAHULUAN UJI PATOGENISITAS JAMUR Beauveria bassiana Vuill. Bals. TERHADAP KUTU GAJAH, Orchidophilus atterimus Wat., (Curculionidae, Coleoptera).

bassiana untuk mengendalikan populasi Wereng Hijau Nephotettix virescens dicapai pada 7,6 hari dan digunakan konsentrasi 2,0 x 107 konidium/ml 10 g jamur bersama mediumnya/100 ml akuade[r]

5 Baca lebih lajut

Pestisida Nabati Tanaman Pacing. pdf

Pestisida Nabati Tanaman Pacing. pdf

Padi merupakan tanaman yang menjadi bahan pokok karbohidrat masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi padi adalah semakin banyaknya hama dan berkurangnya musuh alami yang diakibatkan dari penggunaan pestisida kimia. Hama utama padi adalah wereng hijau. Hal ini dikarenakan wereng hijau menjadi hama utama pembawa vektor virus tungro. Solusi tepat untuk mengendalikan hama wereng hijau adalah dengan menggunakan pestisida nabati. Tanaman pacing memiliki kandungan saponin, flafonoida, dan tanin sehingga dapat dijadikan sebagai pestisida nabati. Senyawa aktif dalam tanaman pacing diduga dapat mengusir bahkan membunuh hama wereng hijau.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Analisis Pengaruh Curah Hujan Terhadap Fluktuasi Hasil Produksi Tanaman Padi Das Bengawan Solo Hulu Bagian Tengah Tahun 1986 - 2045.

DAFTAR PUSTAKA Analisis Pengaruh Curah Hujan Terhadap Fluktuasi Hasil Produksi Tanaman Padi Das Bengawan Solo Hulu Bagian Tengah Tahun 1986 - 2045.

Subroto, S.W.G., Wahyudin, Toto, H., Sawanda, H. 1992. Taksonomi dan Bioekologi Wereng Batang Cokelat Nilparvatalugens Stall. Kerjasama Teknis Indonesia-Jepang Bidang Perlindungan Tanaman Pangan (ATA-162) Tungro dan Wereng Hijau. Laporan Akhir Wereng Batang Cokelat. Jakarta : Direktorat Bina Perlindungan Tanaman, Kementerian Pertanian.

6 Baca lebih lajut

Perbaikan Ketahanan Tanaman Padi terhadap Penyakit Tungro Improvement of Resistance to Tungro Disease on Rice Variety

Perbaikan Ketahanan Tanaman Padi terhadap Penyakit Tungro Improvement of Resistance to Tungro Disease on Rice Variety

Varietas tahan penyakit tungro merupakan tujuan pemuliaan yang penting untuk perbaikan tanaman padi di beberapa negara Asia (Hibino et al. 1990), termasuk Indonesia. Varietas tahan tungro dapat berupa varietas tahan wereng hijau dan tahan virus tungro (Imbe 1991). Varietas tahan wereng hijau awalnya digunakan untuk mengendalikan penyakit tungro (Hibino et al. 1987) namun kebanyakan varietas tahan wereng hijau tidak bertahan lama apabila ditanam secara terus menerus (Angeles and Khush 2000, Dahal et al. 1990). Puluhan plasma nutfah ditemukan sangat tahan terhadap RTSV (Hibino et al. 1990), meskipun pengujian perbedaan antara ketahanan terhadap RTSV dan wereng hijau masih harus dilakukan pada plasma nutfah padi yang tahan RTSV (Sebastian et al. 1996, Shibata et al. 2007, Zenna et al. 2008). Hingga saat ini varietas yang efektif untuk mengendalikan RTBV secara praktis di lapangan masih terbatas (Hibino et al. 1990, Zenna et al. 2006).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Varietas Unggul Baru Padi untuk Mengantisipasi Ledakan Penyakit Tungro

Varietas Unggul Baru Padi untuk Mengantisipasi Ledakan Penyakit Tungro

Varietas tahan wereng hijau telah terlebih dahulu dilepas dan diadopsi sebagai salah satu komponen pengendalian terpadu penyakit tungo dengan cara menghindari infeksi pada daerah dengan pola tanam padi serentak (Sama et al. 1991). Pada varietas tahan wereng hijau, serangga mengisap pada pembuluh tapis (xylem) sedangkan pada varietas peka lebih banyak mengisap pada pembuluh balik (phloem), tempat virus tungro berada (Kawabe 1985). Menurut Goodman et al. (1986), gen yang tahan terhadap virus bekerja dalam beberapa bentuk, antara lain menekan terjadinya infeksi, menghambat proses replikasi dan penyebaran virus, serta mengurangi akumulasi partikel virus dengan menghambat perakitan dan stabilitas virus. Terdapat 13 sumber gen ketahanan terhadap wereng hijau (Tabel 1). Tetua tahan terhadap salah satu atau kedua partikel virus juga sudah teridentifikasi (Tabel 2).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Komputasi Cerdas Klasifikasi Hama Tanaman Padi Berdasarkan Gejala Yang Timbul Pada Fase Vegetatif

Komputasi Cerdas Klasifikasi Hama Tanaman Padi Berdasarkan Gejala Yang Timbul Pada Fase Vegetatif

12. Lakukan pengamatan tungro saat tanaman berumur 2-2 MST. Kendalikan serangga wereng hijau penular virus dengan insektisida kimiawi yang direkomendasikan bila saat tanaman berumur 2 MST ditemukan 5 tanaman terserang dari 10.000 rumpun tanaman atau umur 3 MST ditemukan i tanaman terserang dari 1000 rumpun tanaman, Insektisida yang dianjurkan adalah imidacloprid, tiametoksan, etofenproks, dan karbofuran.

5 Baca lebih lajut

Perbaikan Ketahanan Varietas Padi terhadap Penyakit Tungro

Perbaikan Ketahanan Varietas Padi terhadap Penyakit Tungro

Analisis genetik dan durasi ketahanan varietas yang langgeng (durable) terjadi akibat kerja sama antara ketahanan yang bersifat kualitatif dan yang bersifat kuantitatif. Ketahanan yang bersifat kuantitatif (Dradjat et al. 2004) dikendalikan oleh gen-gen tunggal utama. Kini sudah waktunya program pemuliaan diarahkan untuk perbaikan ketahanan varietas. Masalah utama dalam program tersebut adalah durasi ketahanan varietas yang dikendalikan oleh gen tunggal utama sangat bervariasi. Berkaitan dengan hal ini maka identifikasi cara pemanfaatan karakter tersebut secara efisien dan efektif merupakan program tersendiri yang diarahkan untuk identifikasi gen-gen utama yang mampu secara kolektif membentuk ketahanan yang bersifat kuantitatif. Varietas tahan sangat penting perannya dalam pengendalian tungro. Peningkatan proporsi varietas tahan sangat nyata menekan keberadaan tungro. Varietas tahan wereng hijau telah banyak dilepas dan digunakan dalam pergiliran varietas yang berbeda sumber ketahanan gen. Pergiliran varietas sulit diterapkan petani karena beberapa faktor teknis dan nonteknis. Akibatnya wereng hijau dapat beradaptasi dengan baik pada varietas tahan tersebut. Varietas yang peka terhadap wereng hijau dapat dengan mudah terinfeksi virus tungro.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Tanggap Wereng Batang Coklat Nilapravata

Tanggap Wereng Batang Coklat Nilapravata

Wereng bat ang cok lat dapat m eny erang t anam an padi m ulai dri persem aian sam pai w akt u panen. Nim fa dan im ago m engisap cairan t anam an pada bagian pangk al padi. Gej ala y ang t erlihat pada t anam an berupa k elay uan dan m enguningnya daun, m ulai dari daun t ua kem udian m eluas dengan cepat keseluruh bagian t anam ans,sehingga ak hirny a t anam anm m at i. Kalau populasi t inggi dapat m eny ebabm at iny a t anam an dalam sat u ham paran. Keadaan ini disebut dengan fu so at au h u ppe r bu r n ( Harahap dan Tj ahj ono, 1999 ) .

13 Baca lebih lajut

SOAL UAS IPA KELAS 4 SEMESTER 1 GANJIL

SOAL UAS IPA KELAS 4 SEMESTER 1 GANJIL

Kelompok hewan yang biasa hidup di sawah adalah ….. ayam, wereng, dan cicak b.[r]

6 Baca lebih lajut

Show all 4927 documents...