wilayah perbatasan

Top PDF wilayah perbatasan:

Pendampingan Pengelolaan Wilayah Perbatasan di Indonesia: Lesson Learned dari KKN-PPM UGM di Kawasan Perbatasan | Marwasta | Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) 10607 20180 1 SM

Pendampingan Pengelolaan Wilayah Perbatasan di Indonesia: Lesson Learned dari KKN-PPM UGM di Kawasan Perbatasan | Marwasta | Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) 10607 20180 1 SM

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau mencapai 17.508 (besar dan kecil) dan memiliki perimeter perbatasan yang sangat panjang dengan negara-negara tetangga, baik berupa daratan maupun perairan. Salah satu wilayah NKRI yang berupa daratan dan berbatasan langsung dengan negara lain adalah Kabupaten Merauke yang merupakan bagian dari Provinsi Papua. Sebagai wilayah perbatasan, Merauke memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi legal, fungsi kontrol, dan fungsi iskal. Saat ini, ketiga fungsi tersebut tidak berjalan dengan baik, bahkan menghadapi banyak hambatan sehingga Merauke menjadi wilayah tertinggal dan terisolasi. Beberapa permasalahan yang ada di Kabupaten Merauke adalah (1) sumber daya alam yang melimpah (hutan tropika basah, kekayaan mineral emas, dan melimpahnya sumber daya air), tetapi akses masyarakat terhadapnya sangat minim; (2) kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih memprihatinkan, terutama dalam mengakses berbagai kebutuhan (pendidikan, kesehatan); (3) kondisi keamanan masyarakat yang cenderung labil; dan (4) kebijakan pembangunan (lokal, regional, nasional) yang tidak berpihak pada masyarakat lokal.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Opini KETEGANGAN WILAYAH PERBATASAN DAN

Opini KETEGANGAN WILAYAH PERBATASAN DAN

(Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang) Salah satu kegagalan pemerintahan saat ini adalah terkatung-katungnya pembahasan RUU Batas Wilayah Indonesia, tanpa UU Batas Wilayah, maka dikhawatirkan satu per satu pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga akan lepas karena diakui oleh negara lain, atau lepas untuk berdiri sendiri karena kita dianggap tidak memperhatikan mereka. Sudah terlalu banyak konflik yang melibatkan wilayah perbatasan Indonesia yang sama sekali belum tuntas penyelesaiannya.

2 Baca lebih lajut

Ketahanan Budaya Masyarakat Lokal Di Wilayah Perbatasan Indonesia - Malaysia

Ketahanan Budaya Masyarakat Lokal Di Wilayah Perbatasan Indonesia - Malaysia

Kondisi yang dialami para nelayan di Desa Pancang ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih layak dengan memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar. Kenyataan ini apabila dihadapkan pada nasionalisme nelayan akan membangun ketahanan budaya di kalangan mereka sendiri. Ketahanan budaya yang kuat akan mewujudkan kondisi dinamis bangsa yang tanggap, ulet, dan tangguh dalam menghadapi dan mengatasi segala bentuk perubahan yang berlangsung baik pada tatanan nasional, regional, maupun global. Ketahanan budaya terutama di wilayah perbatasan yang semakin kokoh merupakan bagian tak terpisahkan dari tujuan pembangunan nasional yang akan dicapai meskipun sistem nilai dalam kehidupan manusia, seperti perilaku budaya yang menghormati semua bangsa, memahami manusia dengan budaya lain serta menghargai adanya perbedaan budaya masih belum berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Kajian model pemberdayaan ketahanan pangan di wilayah perbatasan antar negara

Kajian model pemberdayaan ketahanan pangan di wilayah perbatasan antar negara

Kabupaten Malaka merupakan salah satu kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Wilayah ini juga menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar pasca jajak pendapat Timor Timur. Keberadaan eks pejuang Timor Timur di wilayah ressetlement yang dibangun oleh Uni Eropa dan UNHCR di Desa Kanamasa, Kecamatan Malaka Tengah-Kabupaten Malaka, perlu mendapat perhatian khusus ditengah ketidakpastian hidup pasca perjuangan. Wilayah Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka termasuk dalam kawasan prioritas rawan pangan nomor satu menurut FSVA NTT. Pengembangan pertanian merupakan alternatif solusi dalam upaya penguatan ketahanan pangan rumah tangga eks pejuang Timor Timur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi ketersediaan pangan, faktor-faktor penyebab permasalahan pangan, dan merancang model pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan ketahanan pangan wilayah perbatasan. Hasil penelitian menunjukkan kondisi masyarakat eks pejuang Timor Timur berada dalam kondisi rawan pangan yang ditandai dari konsumsi energi di bawah angka cutting point untuk kecukupan konsumsi energi 2.160Kal/kap/hr, yaitu sebesar 1.209,08 Kal/kap/hari. Permasalahan pangan yang muncul disebabkan oleh faktor minimnya diversifikasi pangan, tingginya harga bahan pangan, dan budaya pangan yang kurang mendukung kecukupan asupan gizi di dalam keluarga. Program pengembangan pertanian merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah kerawanan pangan tersebut, dengan bermodal pada pengalaman masyarakat di bidang pertanian. Program-program yang dapat dikembangkan adalah: 1) penguatan kelembagaan melalui pembentukan kelompok tani; 2)peningkatan SDM melalui pelatihan pembibitan tanaman pangan dan hortikultura; 3) pemberdayaan lahan pekarangan; 4) pengadaan atau inisiasi lahan budi daya; dan 5)kegiatan budi daya di lahan demplot.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

19. Undangan Klarifikasi Negosiasi MP Wilayah Perbatasan

19. Undangan Klarifikasi Negosiasi MP Wilayah Perbatasan

Phitu Sima di Tempat Perihal : Undangan Klarifikasi dan Negosiasi untuk paket pekerjaan Penyusunan Masterplan Potensi dan Sinergi Pembangunan Infrastruktur Wilayah Perbatasan Kabupate[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH KEMERDEKAAN REPUBLICA DEMOCRATICA TIMOR  PENGARUH KEMERDEKAAN REPUBLICA DEMOCRATICA TIMOR LESTE TERHADAP PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN DENGAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

PENGARUH KEMERDEKAAN REPUBLICA DEMOCRATICA TIMOR PENGARUH KEMERDEKAAN REPUBLICA DEMOCRATICA TIMOR LESTE TERHADAP PENGELOLAAN WILAYAH PERBATASAN DENGAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

Puji syukur atas kehadiran Tuhan yang Maha Esa atas karunia, rahmat ,bimbingan dan perlindungannya, sehingga penulis dapat menyelesaikan teisi ini dengan judul pengaruh kemerdekaan Timor Leste terhadap Pengelolaan wilayah perbatasan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penulisan tesis ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagai salah satu syarat guna memperoleh derajat S-2 Magister Ilmu Hukum pada Program Pascasarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

10 Baca lebih lajut

Pembangunan Wilayah Perbatasan Darat Ant

Pembangunan Wilayah Perbatasan Darat Ant

Kunjungan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) ke Kalbar, khususnya ke wilayah perbatasan Negara sangatlah berarti, tidak saja bagi daerah ini tetapi juga bagi dignity bangsa (Negara). Selama ini, kunjungan ke kawasan perbatasan yang dilakukan oleh pembesar negeri setingkat menteri selalu tidak ditindak-lanjuti dengan program. Janji pengalokasian dana Negara untuk pembangunan kawasan perbatasan yang luas dari sisi wilayah dan berpenduduk kecil dengan jumlah milyaran, bahkan triliunan rupiah, baru keluar dari mulut saja dan belum dari anggaran Negara. Yang lebih miris lagi, janji itu kemudian hilang bersamaan dengan berjalannya waktu. Semoga kali ini, janji Presiden Jokowi tidak senasib dengan janji para pendahulunya itu!
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

BAB II PENGATURAN HUKUM DALAM PENETAPAN PERBATASAN MENURUT HUKUM INTERNASIONAL A. Pengertian Perbatasan - Pengelolaan Wilayah Perbatasan Darat Antara Indonesia Dengan Malaysia Pada Lembaga Perbatasan General Border Committee (Gbc) Menurut Perspektif Hukum

BAB II PENGATURAN HUKUM DALAM PENETAPAN PERBATASAN MENURUT HUKUM INTERNASIONAL A. Pengertian Perbatasan - Pengelolaan Wilayah Perbatasan Darat Antara Indonesia Dengan Malaysia Pada Lembaga Perbatasan General Border Committee (Gbc) Menurut Perspektif Hukum

Dalam sejarahnya, prinsip ini terbagi menjadi dua, yaitu uti possidetis juris dan uti possidetis de facto. Brazil adalah satu-satunya negara yang tidak mau menerima prinsip yang pertama, tetapi ia lebih memilih prinsip yang kedua. Prinsip yang kedua tersebut menegaskan, bahwa kepemilikan suatu wilayah lebih didasarkan pada okupasi secara fisik daripada mengikuti wilayah penguasa kolonial. Brazil menggunakan doktrin ini untuk mempertahankan argumentasi kepemilikan wilayah perbatasan seluas 1810 km di hadapan negara-negara bekas jajahan Spanyol, seperti Bolivia dan Peru. Meskipun prinsip ini mendasarkan batas-batas wilayah suatu negara pada batas-batas wilayah dari negara yang dulu mendudukinya, namun dalam kenyataannya batas-batas wilayah suatu negara (yang lama atau yang baru) dapat saja berubah. Perubahan tersebut dapat terjadi karena adanya putusan pengadilan (yurisprudensi internasional) yang memutuskan sengketa batas wilayah kedua negara atau adanya suatu perjanjian perbatasan antarkedua negara tersebut.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Kebijakan Pengelolaan dan Pengamanan Wilayah Perbatasan.

Kebijakan Pengelolaan dan Pengamanan Wilayah Perbatasan.

Penelitian ini merupakan penelitian normatif (doktrinal), bersifat deskriptif, dengan pendekatan yuridis normatif, penelitian dilakukan di Kantor Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Perpustakaan Fakultas Hukum UNS, Perpustakaan Pusat UNS, dan Perpustakaan Fakultas Hukum UGM, melalui pengumpulan data sekunder, dan analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif.

1 Baca lebih lajut

PENYELIDIKAN MINERAL DAN BATUBARA DI WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN KAPUAS HULU

PENYELIDIKAN MINERAL DAN BATUBARA DI WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN KAPUAS HULU

Keterdapatan mineral logam di wilayah penyelidikan diindikasikan dengan kehadiran butiran emas dalam konsentrat dulang. Dari sebanyak 22 contoh konsentrat dulang yang diambil selama penyelidikan setidaknya ada sebanyak tujuh lokasi mengandung butiran emas dimana teramati di bawah mikroskop binokuler berupa butiran sangat halus hingga kasar terdapat dalam empat contoh. Berdasarkan hasil analisis geokimia batuan, terdapat indikasi endapan krom (566 ppm) pada satu lokasi di lingkungan batuan ofiolit sekitar Badau, emas (11-24 ppb) pada empat lokasi di lingkungan batuan ofiolit terubah kaolin disekitar Badau dan logam dasar (Cu = 113 ppm, Pb = 106 ppm dan Zn = 102-151 ppm).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Undangan Presentasi Kajian Wilayah Perbatasan 2017

Undangan Presentasi Kajian Wilayah Perbatasan 2017

Seluruh Pesert a e-l el ang Jasa Konsult ansi St rat egi Penat aan dan Pembangunan Pulau-pulau Kecil Terluar sebagai Halaman Depan Negara yang Mempunyai Nilai St rat egis Dengan hormat[r]

1 Baca lebih lajut

Penataan Pertanahan Di Wilayah Perbatasa

Penataan Pertanahan Di Wilayah Perbatasa

Secara umum, Penguasaan/pemilikan tanah yang dimiliki masyarakat belum disertai dengan legalisasi aset dalam bentuk sertipikat maupun adanya surat/dokumen keterangan Penguasaan/pemilikan tanah lainnya. Sementara untuk tanah instansi pemerintah rata-rata sudah bersertipikat. Kendala dalam pelaksanaan sertipikasi untuk tanah masyarakat ini salah satunya adalah karena belum disahkannya RTRW Kabupaten setempat (yang saat ini masih dalam taraf review). Hasil survey yang telah dilaksanakan oleh BPN dapat diuraikan bahwa wilayah perbatasan memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Di sepanjang garis perbatasan Indonesia dan Malaysia terdapat sumberdaya alam yang dapat mensejahterakan masyarakat berbasis hutan. Wilayah papua sebagian besar topografinya adalah lereng yang tidak terjal sehingga akses di wilayah ini cukup mudah dan berpotensi untuk dikembangkan dalam prioritas pembagunan. Perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste mengalami perbedaan signifikan dimana infrastruktur yang ada di kab Belu dan kab Timor Tengah Utara lebih representatif dibanding dengan Timor Leste, akibatnya banyak penyelundupan barang dari Indonesia ke Timor Leste akibat pengaruh persamaan kultur dan lemahnya pengawasan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SENGKETA-SENGKETA PERBATASAN DI WILAYAH DARAT INDONESIA Muthia Septarina Abstrak - SENGKETA-SENGKETA PERBATASAN DI WILAYAH DARAT INDONESIA

SENGKETA-SENGKETA PERBATASAN DI WILAYAH DARAT INDONESIA Muthia Septarina Abstrak - SENGKETA-SENGKETA PERBATASAN DI WILAYAH DARAT INDONESIA

tentunya sedikit banyak menimbulkan konflik-konflik perbatasan akibat belum tuntasnya penetapan secara pasti tapal batas wilayah Indonesia dengan negara-negara yang berbatasan. Sejauh ini, hanya wilayah perbatasan Indonesia dengan Australia dan Papua Nugini saja yang sudah selesai. Sehingga untuk beberapa negara yang belum mendapat penyelesaian mengenai tapal batas tidak meutup kemungkinan akan menghadirkan persoalan-persoalan baru lagi. Sebagai contoh negara yang sering menimbulkan masalah dengan Indonesia adalah Malaysia, penetapan batas wilayah darat maupun laut Indonesia dengan Malaysia masih kurang jelas. Masih lemahnya pengawasan dan perhatian dari Pemerintah Pusat mengakibatkan beragam konflik yang tak kunjung usai.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

 RPJMN 2010 2014 Buku II Bab 9 Wilayah dan Tata Ruang

RPJMN 2010 2014 Buku II Bab 9 Wilayah dan Tata Ruang

a. Peta Tematik Darat yang telah dihasilkan sampai saat ini meliputi: (i) skala 1:2.500.000 meliputi tema: Potensi Kawasan Lindung, Ekosistem, Geomorfologi, Kawasan Konservasi, Lahan Kritis, Risiko Bencana Alam, dan Lahan Basah; (ii) skala 1:1.000.000 sebanyak 36 NLP (seluruh Indonesia), meliputi tema: Neraca Sumber Daya Lahan, Neraca Sumber Daya Hutan, Neraca Sumber Daya Air, Neraca Sumber Daya Mineral, Integrasi Neraca Sumber Daya Alam, dan Liputan Lahan; (iii) skala 1:250.000 meliputi tema: Liputan Lahan, Sistem Lahan, Ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS), Aktiva Sumberdaya Air DAS Bengawan Solo, Potensi Lahan, Rawan Banjir, Sumber Daya Air, Potensi Sumber Daya Air, Ekosistem, Aktiva Sumberdaya Mineral, dan Neraca Sumberdaya Hutan; (iv) skala 1:50.000 meliputi tema: Liputan Lahan, Bentuk Lahan, Kerapatan Aliran, Potensi Kawasan Lindung, Potensi Wilayah Perbatasan, Ekosistem Daerah Aliran Sungai;(v) skala 1:25.000 meliputi tema: Bentuk Lahan, Ekosistem Karst, Potensi Kawasan Lindung, dan Lahan Terbaharui; (vi) Peta Tematik lainnya, terdiri atas: Kerangka Dasar Kadastral, Bidang Tanah, Penggunaan Tanah, Zona Nilai Tanah, Zona Nilai Aset Kawasan, Karakteristik Tanah, Transportasi, Wilayah Kode Pos, Jaringan Jalan, Tubuh Air/Hidrologi, Lingkungan Bangunan, Jaringan Air Bersih, Instalasi Pengolahan Limbah, Rencana Tata Ruang, Lingkungan Budaya, Wilayah Pengumpulan Data Statistik, Hasil Kegiatan Statistik, Kuasa Pertambangan, Geologi, Sumber Daya Mineral, Seismik Eksplorasi, Gaya Berat, Geomagnet, Logging Sumur Pemboran, Hidrogeologi, Kawasan Hutan, Keanekaragaman Hayati, Klasifikasi Tanah, Iklim, dan Geofisika;
Baca lebih lanjut

233 Baca lebih lajut

MAKALAH PKN KETAHANAN NASIONAL fix

MAKALAH PKN KETAHANAN NASIONAL fix

Pemerintah Indonesia, seolah kurang memperhatikan terhadap warganya. Sayudin menilai, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah kurang serius terhadap wilayah perbatasan. Pembangunan masih terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa. Fasilitas-fasilitas infrastruktur maupun suprastrukturnya lebih tersedia ketimbang di luar Pulau Jawa. Sementara pembangunan di luar Jawa kurang terurus. Bahkan terhadap batas wilayahnya cenderung terabaikan. Ia mencontohkan, infrastruktur keadaannya memperihatinkan. “Jalan misalnya, baru saja dikerjakan, dulu sama sekali tak diperhatikan,” kata Sayudin.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

mkn 56 for web 568c89e02ab4a

mkn 56 for web 568c89e02ab4a

Oleh sebab itu, sejak tahun 2009 ANRI mulai melakukan program Arsip Masuk Desa (AMD) sebagai salah satu bentuk usaha ANRI dalam menyentuh pengelolaan arsip perbatasan. Program ini juga sebagai bentuk kepedulian ANRI terhadap wilayah perbatasan. Mengapa AMD? “Karena desa merupakan satuan perangkat pemerintahan terkecil yang merupakan ujung tombak pelaksanaan pemerintah dan pembangunan serta ujung tombak pelayanan publik, baik-buruk citra pemerintah salah satunya tergantung pada aparat pemerintahan yang terkecil, yaitu desa, oleh sebab itu desa harus dibenahi terus, ”jelas M. Asichin mengenai program AMD. Dalam program AMD ini, ANRI bekerja sama dengan Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi. AMD mencakup beberapa kegiatan, yaitu Sosialisasi Kearsipan kepada Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi dan Kabupaten, Penyusunan Pedoman Umum Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa dan Pembangunan Aplikasi Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa. Selain itu, ada pula kegiatan Diklat Pengajar Kearsipan dan Diklat Teknis Pengelolaan Arsip bagi Sekretaris Desa, Bimbingan Teknis Kearsipan kepada Perangkat Desa dan Implementasi Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB BERKEMBANGNYA TERORISME DI INDONESIA KURUN WAKTU 2002 – 2005.

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB BERKEMBANGNYA TERORISME DI INDONESIA KURUN WAKTU 2002 – 2005.

Menurut Parulian, perbatasan wilayah teritorial adalah suatu wilayah yang mempunyai batasan – batasan negara yang mempunyai kebijakan berorientasi keluar (outward looking) sebagai perbatasan pintu gerbang keluar – masuk orang, barang, ekonomi dan aktivitas. 33 Wilayah perbatasan laut dan darat merupakan sebagai garis depan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki kerawanan ancaman baik militer maupun nirmiliter. 34 Adanya perbatasan dari laut saling berhubungan dengan ancaman keamanan lintas negara yang sebagaimana menurut Juwono, kondisi keamanan global ini ditandai meningkatnya ancaman keamanan asimetris dalam bentuk ancaman keamanan lintas negara. 35
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects