Wireless Distribution System (WDS)

Top PDF Wireless Distribution System (WDS):

Analisis unjuk kerja jaringan Wireless Distribution System (WDS) : studi kasus Rumah Sakit Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta.

Analisis unjuk kerja jaringan Wireless Distribution System (WDS) : studi kasus Rumah Sakit Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam skripsi ini, pengukuran dan penghitungan kinerja pada jaringan wireless distribution system (WDS) yang dimiliki oleh Rumah Sakit Grhasia, DIY. Pengukuran dilakukan dengan mengunggah dan mengunduh file sebesar 1 MB, 3 MB, 5 MB, dan 6 MB dari server yahoo.com yang berada pada master WDS Grhasia- WAN, WDS NAKULA, dan WDS NAPZA. Pengukuran tiap WDS dilakukan dalam kondisi normal dan sibuk dengan berdasarkan jarak 15 meter, 25 meter, dan 35 meter. Secara keseluruhan kinerja jaringan wireless distribution system pada RS. Grhasia DIY sudah termasuk baik dalam keadaan secara outdoor karena kinerja jaringannya pada saat kondisi normal dan sibuk cenderung dalam kategori baik. Pada waktu normal pentrasmisian data berlangsung cepat dengan throughput yang diperoleh besar. Pentrasmisian data pada waktu sibuk membutuhkan waktu lebih lama dengan besar throughput kecil. Besar packet loss tidak terlalu memberi pengaruh besar terhadap performa jaringan wireless distribution system.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI INTERNAL WIRELESS ROAMING MENGGUNAKAN MIKROTIK WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS) PADA STMIK LOMBOK

IMPLEMENTASI INTERNAL WIRELESS ROAMING MENGGUNAKAN MIKROTIK WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS) PADA STMIK LOMBOK

4. Mikrotik Wireless Distribution System WDS (Wireless Distribution System) adalah sistem yang memungkinkan interkoneksi antar access point. Sistem ini digunakan untuk memperluas jangkauan area wireless, dengan menggunakan beberapa perangkat access point yang menjadi satu kesatuan, tanpa membangun backbone jaringan. Syarat dalam membangun jaringan WDS adalah access point harus menggunakan Band, Frequency, dan SSID yang sama. Konsep WDS adalah dengan mengkonfigurasi access point dengan WDS, maka apabila user_laptop berpindah dari satu area access point ke area access point lainnya, maka user seakan-akan tetap berada di area yang sama.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM PADA LAYANAN VIDEO CONFERENCE IMPLEMENTATION AND ANALYSIS WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM IN THE SERVICE OF VIDEO CONFERENCE

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM PADA LAYANAN VIDEO CONFERENCE IMPLEMENTATION AND ANALYSIS WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM IN THE SERVICE OF VIDEO CONFERENCE

Distribution System. Wireless Distribution System adalah sebuah sistem untuk memperluas jangkauan jaringan wireless dengan menggunakan dua atau lebih Access Point. Dengan teknik WDS ini, penggunaan kabel sebagai backbone jaringan tidak dibutuhkan, sehingga lebih mudah, murah, dan efisien untuk instalasinya. Access Point tersebut bisa berupa main, relay, atau remote base station. Teknik ini memungkinkan jika client ingin berpindah tempat dalam mengikuti seminar yang di adakan di Universitas Telkom selama di tempat tersebut terdapat Access Point yang sudah di masukan metode WDS. Dengan WDS juga memungkinkan audience yang dapat mengikuti seminar akan lebih banyak. Dalam hal lain juga dengan penerapan metode ini kita tidak harus perlu memperhatikan kabel LAN agar tersambung dengan server yang digunakan untuk melakukan seminar
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Fault Management Menggunakan Open Network Management System (OPENNMS) pada Wireless Distribution System (WDS)

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Fault Management Menggunakan Open Network Management System (OPENNMS) pada Wireless Distribution System (WDS)

WDS adalah kependekan dari Wireless Distribution System. Dengan WDS kita dapat memperluas jaringan dari access point tanpa mengunakan kabel seperti yang biasa dilakukan jaringan dengan kabel, sehingga jaringan WDS yang berfungsi untuk mengirim dan menerima sinyal radio rentan terhadap gangguan, dengan demikian ada terjadi loss connection terhadap access point dalam jaringan WDS. Untuk menjawab permasalah terhadap jaringan WDS maka diterapkan sistem fault management untuk mengetahui kesalahan-kesalahan atau gangguan-gangguan yang terjadi dalam jaringan WDS, OpenNMS merupakan aplikasi Network Monitoring System Open Source yang bisa dimodifikasi untuk menerapkan standar Fault Management dalam jaringan. Dari hasil penelitian yang didapat pada OpenNMS dalam notifikasi dan kesalahan manajemen pada jaringan WDS, menerima notifikasi jika ada perangkat jaringan yang down sehingga dapat membantu administrator untuk segera mengetahui jika ada perangkat yang down.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS UNJUK KERJA JARINGAN WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS)

ANALISIS UNJUK KERJA JARINGAN WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS)

Dalam skripsi ini, pengukuran dan penghitungan kinerja pada jaringan wireless distribution system (WDS) yang dimiliki oleh Rumah Sakit Grhasia, DIY. Pengukuran dilakukan dengan mengunggah dan mengunduh file sebesar 1 MB, 3 MB, 5 MB, dan 6 MB dari server yahoo.com yang berada pada master WDS Grhasia- WAN, WDS NAKULA, dan WDS NAPZA. Pengukuran tiap WDS dilakukan dalam kondisi normal dan sibuk dengan berdasarkan jarak 15 meter, 25 meter, dan 35 meter. Secara keseluruhan kinerja jaringan wireless distribution system pada RS. Grhasia DIY sudah termasuk baik dalam keadaan secara outdoor karena kinerja jaringannya pada saat kondisi normal dan sibuk cenderung dalam kategori baik. Pada waktu normal pentrasmisian data berlangsung cepat dengan throughput yang diperoleh besar. Pentrasmisian data pada waktu sibuk membutuhkan waktu lebih lama dengan besar throughput kecil. Besar packet loss tidak terlalu memberi pengaruh besar terhadap performa jaringan wireless distribution system.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

PAPAN INFORMASI DIGITAL BERBASIS RASPBERRY PI MENGGUNAKAN JARINGAN WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM

PAPAN INFORMASI DIGITAL BERBASIS RASPBERRY PI MENGGUNAKAN JARINGAN WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM

Papan informasi digital adalah media digital untuk menampilkan informasi dalam bentuk visual yang dapat dinikmati oleh orang-orang disekitarnya. Media digital bisa menjadi sarana informasi, promosi produk, dan juga sebagai sarana berita terbaru. Papan informasi digital biasanya menggunakan layar LED TV dilengkapi 1 unit komputer dan menggunakan kabel sebagai media transmisi. Banyaknya jumlah TV dan komputer yang digunakan menimbulkan masalah biaya dan tempat, disamping itu manajemen konten informasi yang ditampilkan menjadi tidak praktis karena dilakukan langsung satu persatu di setiap CPU. Penelitian ini membuat solusi sistem informasi terpadu berbasis web yang ditanam pada mini komputer berupa raspberry pi menggunakan jaringan wireless distribution system (WDS). Perangkat digital berupa LED TV dilengkapi dengan raspberry pi sebagai interface dan ternyata terbukti menghemat daya, biaya serta tempat. Kemudian pada penelitian ini juga ditambahkan manajemen konten informasi yang terintegrasi dengan komputer server yang menyediakan layanan edit fitur, update informasi, video streaming dan live streaming. Solusi yang telah kami buat ternyata memenuhi semua persyaratan Quality of Service (QOS) standar Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks (TIPHON) pada saat skenario kondisi Line of Sight (LOS) maupun Non Line of Sight (NLOS). Selain itu didapatkan cakupan WDS dari server ke raspberry pi client mencapai 70 meter dengan kondisi LOS maupun NLOS. Pengujian Mean Opinion Score (MOS) didapatkan nilai rata-rata sebesar 4 atau dalam kategori puas dengan sistem yang dibuat.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Quality of Service pada Transfer Data Audio dan Video Melalui WDS (Wireless Distribution System)

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Quality of Service pada Transfer Data Audio dan Video Melalui WDS (Wireless Distribution System)

Wireless is a technology that enables to connect internet without cable. The development of wireless with Wireless Distribution System (WDS) often used because of its effectiveness and flexibility in the development of network coverage. It is done because of the more of wireless device that is used by society. The audio and video streaming activity through wireless network is popular and done of many internet user nowadays, but it has not been in line with the limitation and the expensive of the internet packet data (bandwidth). The implementation of management bandwidth can be suitable solution to solve it. The result of this result is the rising of Quality of Service (QoS) in the Wireless Distribution System (WDS) network as the media of streaming audio and video transmission that is done locally and in a public. Beside that, the use of Wireless Distribution System (WDS) network also have lower ability than conventional wireless in audio and video streaming activity.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS) PADA HOTSPOT (STUDI KASUS : SMK NEGERI ENDARI) | Haerudin | semanTIK 1 PB

IMPLEMENTASI WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS) PADA HOTSPOT (STUDI KASUS : SMK NEGERI ENDARI) | Haerudin | semanTIK 1 PB

Wireless Distribution System (WDS)adalah metode atau teknik menghubungkan (interconnection) antara satu Access Point dengan Access Point lain dengan menggunakan media wirelessdalam suatu Wireless Local Area Network (WLAN). Dengan WDS ini, area kerja (coverage) dari WLAN dapat diperluas tanpa menghubungkan Access Point dengan sistem backbone kabel.Keuntungan yang bisa kelihatan dari Wireless Distribution System (WDS) dibanding solusi lainya adalah bahwa dengan Wireless Distribution System (WDS), header MAC Address dari paket traffic tidak berubah antar link access point. Tidak seperti pada proses encapsulation misalnya pada komunikasi antar router yang selalu menggunakan MAC address pada hop berikutnya. Dalam jaringan wirelessyang mengandalkan WDS akan terjadi penurunan bandwithyang terkadang cukup mengganggu dan harus menjadi perhatian khusus pada saat melakukan desain awal.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi Jaringan WDS (Wireless Distribution System) pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Boyolali

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Implementasi Jaringan WDS (Wireless Distribution System) pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Boyolali

฀aringan nirkabel saat ini merupakan jaringan yang paling banyak digemari oleh para pengguna. ฀aringan ini bersifat praktis dan fleksibel sehingga jaringan ini memudahkan para pengguna untuk koneksi internet tanpa menggunakan kabel. Namun beberapa kompleks perkantoran menggunakan jaringan nirkabel ini untuk mendukung jaringan kabel yang sudah ada, dan implementasinya masih menggunakan jaringan kabel yang menjadi backbone dari access point agar klien seperti laptop atau PC dapat terkoneksi internet. Koneksi dengan klien menjadi sukar apabila jaringan dengan kabel diterapkan dilokasi yang tidak mungkin untuk memasang kabel jaringan dan peremajaan kabel. Solusi dari permasalahan tersebut ialah mengimplementasikan Wireless Distribution System (WDS) pada perangkat keras access point Linksys WRT54GL dengan memodifikasi firmware menjadi firmware DD-WRT karena access point ini tidak memiliki fitur WDS. WDS adalah jaringan nirkabel yang dikembangkan menggunakan beberapa access point tanpa harus memerlukan backbone jaringan kabel untuk menghubungkan perangkat – perangkat jaringan komputer. Untuk mengetahui performansi jaringan WDS perlu dilakukan pengukuran. Parameter – parameter yang digunakan dalam melakukan pengukuran adalah throughput, jitter, dan bandwidth.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

TA : Analisis Unjuk Kerja Wireless Distribution System Pada Jaringan Berbasis Mikrotik.

TA : Analisis Unjuk Kerja Wireless Distribution System Pada Jaringan Berbasis Mikrotik.

Penggunaan Wi-Fi memudahkan dalam mengakses jaringan dari pada menggunakan kabel. Ketika menggunakan WiFi, pengguna dapat berpindah- pindah tempat. Meskipun demikian, Wi-Fi mempunyai batas area jangkauan yang dinamakan hotspot. Batas hotspot ditentukan oleh frekuensi, kekuatan pancar antena pemancar dan penghalang. Agar jangkauan Wi-Fi dapat lebih luas, ada beberapa cara yang dapat digunakan salah satunya dengan menggunakan repeater. Repeater adalah perangkat yang digunakan untuk meneruskan sinyal Wi-Fi dari akses poin utama agar jangkauan Wi-Fi dapat bertambah luas. Mode repeater mempunyai beberapa jenis seperti wireless distribution system (WDS) repeater. WDS merupakan sistem untuk mengembangkan jaringan internet nirkabel tanpa harus menggunakan kabel sebagai backbone untuk access point (AP) melainkan memanfaatkan jalur nirkabel dari AP tersebut (Wijaya, 2014).
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan dan Analisis QoS pada Jaringan Hotspot Menggunakan Wireless Distribution System

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan dan Analisis QoS pada Jaringan Hotspot Menggunakan Wireless Distribution System

Wireless networking is an alternative way in developing an effective computer network. Lately, almost all public places, such as park, cafe and offices have provided hotspot facility. Beside, several institutions use wireless networking to support the existing wiring. Wiring matter can be an essential problem for unreacheable location. Implementing Wireless Distribution System (WDS) in access point devices is an alternative solution to solve the problem. WDS is a technology to develop wireless networking without any wire as a backbone to each access point instead, it uses the wireless lane from the access point. The Quality of Servive (QoS) analysis in WDS technology is used to know whether the quality of service is good or not compared with those which is not using WDS.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

WDS Wireless Distribution System

WDS Wireless Distribution System

Setting WDS Bridge pada HostAP linux sangat mudah, jika Anda belum pernah menggunakan driver hostap, sebaiknya Anda membaca file presentasi penulis “Optimizing Wireless Client in Linux” yang pernah diseminarkan di jogja. Perlu dicatat bahwa wds dapat berfungsi jika firmware prism yang digunakan adalah versi 1.5.x atau diatasnya (terbaru ). Penulis menggunakan kartu PCMCIA SWL-2100N Samsung dengan firmware 1.7.1 yang tentu saja sudah support wds. Anda dapat mengupgrade firmware adapter Anda yang versinya masih dibawah 1.5.0 dengan mengikuti tutorial Mr Jun Sun , but use ur own risk Oks..
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Perbandingan Kinerja Standar IEEE 802.11b dengan IEEE 802.11g pada Teknologi Wireless Distribution System (WDS)

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Perbandingan Kinerja Standar IEEE 802.11b dengan IEEE 802.11g pada Teknologi Wireless Distribution System (WDS)

Jaringan nirkabel merupakan salah satu solusi terbaik dalam membangun sebuah infrastruktur jaringan komputer yang praktis di era sekarang ini. Distribusi Wireless System (WDS) adalah sistem yang memungkinkan interkoneksi nirkabel jalur akses dalam jaringan IEEE 802.11. Hal ini memungkinkan jaringan nirkabel yang bisa diperluas menggunakan beberapa jalur akses tanpa memerlukan backbone kabel untuk menghubungkan satu dengan yang lainnya.

Baca lebih lajut

Ticket Package Distribution System.

Ticket Package Distribution System.

Ticket Package Distribution System is a web-based database system. It is an online platform that is more effective to help main office in distributing the package of ticket to it branch. Admin from the office can register to this system in order to fully utilize the system. Admin can manage product, manage package, manage the

Baca lebih lajut

Modul TIK SMK KOMPUTER DAN JARINGAN kelompok kompetensi G

Modul TIK SMK KOMPUTER DAN JARINGAN kelompok kompetensi G

Modul diklat PKB Guru TKJ Grade 7 Membangun Sistem Keamanan Jaringan Nirkabel ini memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada guru atau peserta diklat tentang membangun sebuah jaringan nirkabel. Setelah mempelajari modul ini secara tuntas, guru harus dapat menganalisis dan membangun sistem keamanan jaringan nirkabel. Beberapa indikator yang sudah Bapak / Ibu capai kompetensinya antara lain:mengidentifikasi aspek – aspek keamanan pada jaringan nirkabel, mengidentifikasi teknik – teknik pengamanan jaringan nirkabel pada perangkat Access point, mengkonfigurasi sistem keamanan jaringan nirkabel, mengidentifikasi teknik konfigurasi perangkat Access point dengan mode Wireless Distribution System (WDS), mengkonfigurasi perangkat Access point pada mode bridge, mengkonfigurasi perangkat Access point pada mode repeater, menganalisis teknik – teknik perawatan perangkat jaringan nirkabel, mengidentifikasi perangkat pendukung perawatan jaringan nirkabel, memperbaiki perangkat jaringan nirkabel sesuai dengan indikasi kerusakannya, mengidentifikasi aspek – aspek pengujian terhadap jaringan nirkabel, menguji kinerja jaringan nirkabel. Ranah yang dimaksud dalam modul ini adalah pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan teori bloom dua dimensi yaitu dimensi pengetahuan dan dimensi proses perfikir.
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

Wireless Microphone System.

Wireless Microphone System.

Every weeks, meet and discuss with supervisor Mr Masran B. Esro and show the project progress. Get the more information about wireless microphone from supervisor, internet, books, journal, thesis, and so on. Firstly, I try to understand the concept & desired result for this wireless microphone. After that, I get the datasheet of component involved (antenna and speaker).

Baca lebih lajut

Wireless Water Meter System.

Wireless Water Meter System.

Wireless water meter system is a system that is collect billing from residential areas where this system capable to improve the accuracy of billing system. The ZigBee wireless was use together data from the water meter. ZigBee is a wireless technology developed as an open global standard to address the unique needs of low cost, low power, wireless sensor network. In addition, the ZigBee protocol carries all the benefits of the 802.15.4 protocol with added networking functionality. The data would transmit to mobile meter reader with less of error. The develop system are more practical and affections to reduces the maintenances cost and improve the services quality of billing system.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Wireless Security System.

Wireless Security System.

The hardware development is consists components that will be used to build the design the project. There are 3 parts main part in this system that is the sensor system, the wireless system and the alarm system. The sensor system includes door sensor and motion sensor. Components that will be used for the door sensor is shock and magnetic sensor. While components for the motion sensor is infrared sensor and PIR sensor. Next the RF module 433MHz will be used for the wireless module. Finally the third part in hardware development is the alarm system that is consists of LCD display and a buzzer.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

A Comparative Study Of Hybridization Method Of Particle Swarm Optimization (PSO) Family For Network Reconfiguration.

A Comparative Study Of Hybridization Method Of Particle Swarm Optimization (PSO) Family For Network Reconfiguration.

The studies of reduction of operational cost continues by [8], where there Enhanced Gravitational Search Algorithm (EGSA) for multi-objective distribution feeder reconfiguration considering reliability, loss and operational cost. EGSA algorithm use to reduce processing time, improve quality and avoid from being trapped in local minima. The paper shows the superiority of EGSA obtain better results with respect to the PSO and GA algorithm when tested on 33 and 70 node test system.

Baca lebih lajut

Implementasi sistem wireless security dan manajemen bandwidth berbasis radius (remote authentication dial in user service) server dengan mukrotik (studi kasus: Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia)

Implementasi sistem wireless security dan manajemen bandwidth berbasis radius (remote authentication dial in user service) server dengan mukrotik (studi kasus: Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia)

Salah satu perubahan utama di bidang telekomunikasi adalah penggunaan teknologi nirkabel (wireless). Masalah yang akan kita hadapi apabila menerapkan wireless LAN adalah isu tentang keamanannya. Banyak pihak yang masih mempertanyakan tentang keamanan wireless LAN. Apabila kita mengimplementasikan wireless LAN, maka kita juga harus mengimplementasikan sistem keamanan apa yang akan kita terapkan. Solusi atau penanganan yang dilakukan adalah dengan menggunakan RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service) server. RADIUS server memiliki protokol AAA (Authentication, Authorization, Accounting) yang dapat mengatur mekanisme bagaimana tata cara berkomunikasi, baik antara client ke domain-domain jaringan maupun antar client dengan domain yang berbeda dengan tetap menjaga keamanan pertukaran data. Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah Security Policy Development Life Cycle (SPDLC). Dengan pengujian RADIUS server yang diimplementasikan pada jaringan hotspot Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) Republik Indonesia, diharapkan sistem RADIUS server ini dapat berjalan dengan baik serta cukup efisien dan praktis dalam menangani permasalahan-permasalahan jaringan hotspot.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...