World Food Programme

Top PDF World Food Programme:

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat-Nya lah penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Peran World Food Programme (WFP) dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah”. Sebagai karya ilmiah yang merupakan salah satu syarat bagi setiap mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan guna memperoleh gelar Sarjana S.1 dibidang Ilmu Hukum.

9 Baca lebih lajut

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

. WFP mempunyai tujuan khusus pada suatu bidang tertentu dan keanggotaannya terbuka untuk seluruh negara, dalam artian tidak terbatas pada sekelompok negara tertentu. World Food Programme (WFP) adalah badan dalam system PBB yang tidak membatasi jumlah anggotanya dan mempunyai tujuan khusus untuk menangani bantuan pangan bagi semua orang didunia dan membantu suatu negara untuk mencapai tujuannya yaitu mencapai ketahanan pangan yang dimandatkan oleh World Food Summit.

19 Baca lebih lajut

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

Pada Februari 1962 mulai diadakan pertemuan untuk membentuk badan kepengurusan World Food Programme. Dua bulan kemudian ditunjuk Addeke Boerma sebagai Executive Director pertama. Walaupun program ini diharapkan meluncur di tahun 1963, layanan bantuan pangan dimulai lebih awal untuk merespon gempa di Iran, badai di Thailand, dan ledakan 5 juta pengungsi Aljazair pada tahun 1962. 30

13 Baca lebih lajut

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

World Food Programme (WFP) merupakan organisasi internasional dibawah mandat PBB di sektor kemanusiaan internasional. Dalam pergaulan masyarakat internasional sering terjadi benturan kepentingan internal negara sehingga menimbulkan konflik yang berakibat ledakan pengungsi seperti yang terjadi di Suriah. Konflik Suriah penyebab jutaan warganya menjadi pengungsi untuk menghindari kekejaman pihak yang bertikai. Warga Suriah yang mengungsi mengalami penurunan kualitas hidup. Mereka tidak memiliki akses pada makanan bergizi karena daya beli yang rendah dan kelangkaan bahan pangan akibat krisis. Oleh karena itu dengan hadirnya WFP, maka dapat berperan aktif dalam menyelesaikan krisis pangan yang dialami pengungsi dengan cara mengangkat masalah kelaparan pengungsi dengan cara mengangkat masalah kelaparan kedalam agenda internasional, mempromosikan kebijakan, dan operasi yang bermanfaat bagi penanggulangan krisis pangan pengungsi.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

Peran World Food Programme (WFP) Dalam Penanganan Krisis Pangan Pengungsi Suriah

Organisasi Internasional & Integritas Ekonomi Regional Dalam Prespektif Hukum dan Globalisasi.. MAKALAH/ARTIKEL/LAPORAN PENELITIAN/JURNAL Novrida, Amelia.[r]

5 Baca lebih lajut

NUTRITION AND HEALTH STATUS AND COGNITIVE PERFORMANCE OF SCHOOL CHILDREN IN JAKARTA AND TANGERANG RECEIVING WORLD FOOD PROGRAM – NUTRITION REHABILITATION PROGRAMME (WFP-NRP)

NUTRITION AND HEALTH STATUS AND COGNITIVE PERFORMANCE OF SCHOOL CHILDREN IN JAKARTA AND TANGERANG RECEIVING WORLD FOOD PROGRAM – NUTRITION REHABILITATION PROGRAMME (WFP-NRP)

UN World Food Programme (WFP) melalui Nutrition Rehabilitation Programme (NRP) melakukan inisiasi pemberian makanan tambahan pada anak sekolah tahun 2004 dengan mendistribusikan biskuit yang difortikasi 9 vitamin dan 4 mineral di sekolah dasar di lingkungan penduduk miskin di Jakarta dan Tangerang. Untuk menilai dampak dari program ini dilakukan evaluasi perubahan status gizi dan kesehatan dan juga pengaruhnya pada asupan gizi serta kognitif dari anak setelah satu tahun pelaksanaan program. Data dari 691 anak (335 laki-laki, 356 perempuan) diperoleh dari Jakarta Barat (N=243), Kota Tangerang (N=81) dan Kabupaten Tangerang (N=367). Sebagian anak merasakan lapar pada waktu sekolah dan lebih dari 80% sangat senang untuk mendapat biscuit setiap hari. Ditemukan 70% anak dapat menghabiskan 1 pak, 20% anak menghabiskan ½-1 pak, 10% <½ pack pak biskuit dengan asupan zat besi, zink, kalsium dan vitamin yang lebih tinggi dari biasanya. Dibanding dengan data dasar, terlihat terjadi penurunan prevalensi anemia dari 23,9% menjadi 10% dan cadangan besi yang rendah dari 25,7% menjadi 19,6%, serta untuk anak-anak di kabupaten Tangerang berkurangnya keluhan sakit. Nilai rata-rata kognitif anak yang dinilai berdasarkan % nilai maksimum membaik untuk semua aspek (seperti: kemampuan berbahasa, kemampuan memberikan alasan, penglihatan, konsentrasi, menghafal dan mengingat) untuk anak di kabupaten Tangerang, demikian juga di Jakarta Barat dan Kota Tangerang kecuali untuk kemampuan memberikan alasan dan mengingat. Dari studi ini dievaluasi bahwa prevalensi gizi kurang tidak berubah (21.8% Jakarta Barat, 23.5% Kota Tangerang, 39.0% kabupaten Tangerang). Hasil temuan lainnya adalah pengetahuan anak untuk kesehatan dan gizi masih belum baik dan prevalensi kecacingan yang masih 30% di kabupaten Tangerang. Direkomendasikan agar partisipasi institusi terkait perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pendidikan atau pengetahuan tentang kesehatan dan gizi kepada guru sekolah, penjaja makanan di sekolah dan juga sosialisasi untuk orang tua murid. Keberadaan materi penyuluhan atau pendidikan tentang pentingnya fasilitas sanitasi serta program kecacingan juga akan dapat meningkatkan keefektifan program.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

A PRAGMATICS ANALYSIS ON PUBLIC SERVICE ANNOUNCEMENTS IN TIME, NEWSWEEK, AND READER’S DIGEST MAGAZINES A SARJANA PENDIDIKAN THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education

A PRAGMATICS ANALYSIS ON PUBLIC SERVICE ANNOUNCEMENTS IN TIME, NEWSWEEK, AND READER’S DIGEST MAGAZINES A SARJANA PENDIDIKAN THESIS Presented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Pendidikan Degree in English Language Education

The advertisement from WFP (World Food Programme) was concerned on how to help the starving children around the world. This organization made their action concrete by inviting many people to join their program. It persuaded people to contribute their money for the hungry school children through this organization. The addresser stated the fact that 59 million hungry school children were in less fortunate in this advertisement . The advertisement‟s invitation stated on headline [3], “Let‟s talk about the rescue plan.” The meaning of the headline was the addresser ask addressee to discuss about the rescue plan for those hungry school children, this discussion was crucial for the children. Thus, the addresser provided some evidence to grasp addressee‟s compassionate. Besid es, the presupposition was, >>we will do the rescue. Through the finding of headline‟s presupposition, it was clearly understood that the addresser aimed to do the rescue for the hungry school children. Likewise, through the headline the addressee caught what the addresser intent. Thus, what the addresser intent could be achieved by the addressee. It is meant that the advertisement contained comprehensive communication.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

Directory UMM :Journals:Journal Of Policy Modeling:Vol22.Issue5.2000:

Directory UMM :Journals:Journal Of Policy Modeling:Vol22.Issue5.2000:

APPENDIX II. DATA AND CALIBRATION STRATEGY The GTAP database used for the calibration and the base-run are aggregated into a eight region, six sector data set. The six aggregate production sectors/commodities are: (1) agriculture, (2) processing food, (3) textile, (4) intermediates, (5) manufacturing, and (6) services; while the eight aggregate regions include: (1) the United States, (2) Argentina, (3) Brazil, (4) Chile, (5) the Rest of West Hemisphere countries, (6) European Union, (7) all Asian countries, and (8) the Rest of World. Due to data limitation for the other two member countries (Uruguay and Paraguay), MER- COSUR is represented approximately by the Argentine and Bra- zilian data, which, in terms of national domestic product, comprises 97 percent of the total MERCOSUR’s economy. All regions, including the ROW, are fully specified, in the sense that produc- tion, consumption, investment, and trade decisions are the result of well-defined optimization problems.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Green Tea Catechins during Food Processing and Storage: A Review on Stability and Detection - Unika Repository

Green Tea Catechins during Food Processing and Storage: A Review on Stability and Detection - Unika Repository

containing tea catechins. Liquid chromatography (LC) and capillary electrophoresis (CE) are the most cited techniques for catechin separation, identi cation and quanti cation (Dalluge & Nelson, 2000). LC systems are typically coupled with UV–Vis (Carando, Teissedre, & Cabanis, 1998; Li, Fong, Singletary, & Fitzloff, 2002; Wang, Helliwell, & You, 2000; Zuo, Chen, & Deng, 2002), diode array (DAD) (Bronner & Beecher, 1998; Goto, Yoshida, Kiso, & Nagashima, 1996), electro- chemical (ED) (Kolouchova-Hanzlikova, Melzoch, Filip, & Smidrkal, 2004; Kumamoto, Sonda, Takedomin, & Tabata, 2000; Lee, Prabhu, Meng, Li, & Yang, 2000; Yang, Arai, & Kusu, 2000), mass spectrometry (MS) (Chang & Wu, 2011; Dalluge, Nelson, Thomas, Welch, & Sander, 1997; Del Rio et al., 2004; Flamini, 2003; Poon, 1998), chemilumi- nescence ( Nakagawa et al., 1997; Nakagawa & Miyazawa, 1997 ), uorescence (FD) (Carando et al., 1998; Gürbüz et al., 2007; Rodriguez-Delgado, Malovaná, Pérez, Borges, & Montelongo, 2001; Tsanova-Savova, Ribarova, & Gerova, 2005; Vinas, Lopez-Erroz, Marin- Hernandez, & Hernandez-Cordoba, 2000), and Photo Diode Array (PDA) ( Sharma & Zhou, 2011; Wang & Zhou, 2004; Zuo et al., 2002 ) detectors. Two modes of capillary electrophoresis, i.e. capillary zone electrophoresis (CZE) (Horie, Mukai, & Kohata, 1997) and micellar electrokinetic capillary chromatography (MEKC) (Aucamp, Hara, & Apostolides, 2000; Bonoli, Pelillo, Toschi, & Lercker, 2003; Horie & Kohata, 2000; Larger, Jones, & Dacombe, 1998; Nelson, Thomas, Wise, & Dalluge, 1998; Stach & Schmitz, 2001; Weiss & Anderton, 2003; Worth, Wießler, & Schmitz, 2000), have been employed for the determination of catechins. Both modes of capillary electrophoresis are based on ultraviolet detection. Additional analytical techniques, such as gas chromatography ( Soleas, Yan, & Goldberg, 2001), thin- layer chromatography (TLC) (Glavnik, Simonovska, & Vovk, 2009; Jerez, Touriño, Sineiro, Lluís, & Núñez, 2007; Li, Tanner, & Larkin, 1996), paper chromatography, spectrophotometry (He et al., 2009), biosensing, chemiluminescence, nuclear magnetic resonance (NMR) spectroscopy and Fourier Transform-Near Infrared Spectroscopy (FT-NIR) have also been utilized for the determination of catechins. A summary of the various catechin detection methods and the food systems for which they have been used is shown in Table 2 .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Kajian Faktor-faktor yang Memengaruhi Kejadian Gizi Buruk pada Balita di Kota Lhokseumawe Tahun 2014

Kajian Faktor-faktor yang Memengaruhi Kejadian Gizi Buruk pada Balita di Kota Lhokseumawe Tahun 2014

Komitmen pemerintah untuk mensejahterakan rakyat nyata dalam peningkatan kesehatan termasuk gizi. Hal ini terbukti dari penentapan perbaikan status gizi yang merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan 2010-2014. Tujuannya adalah untuk menurunkan prevalensi kurang gizi sesuai Deklarasi World Food Summit 1996 yang dituangkan dalam Milenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015, yang menyatakan setiap negara menurunkan kemiskinan dan kelaparan separuh dari kondisi 1990.(Minarto, 2010)

5 Baca lebih lajut

Wellness Programme _1.

Wellness Programme _1.

Akhir kata saya berharap, dengan pengisian program seperti ceramah, aktiviti-aktiviti fizikal, pameran dan poster-poster serta pemeriksaan kesihatan , akan dapat memupuk kesedaran serta [r]

11 Baca lebih lajut

FUNCTIONAL LITERACY PROGRAMME

FUNCTIONAL LITERACY PROGRAMME

Each guide provides a step-by-step outline that help the tutor work with the learners to analyze their local environment, identify their learning needs and opportunities and implement [r]

20 Baca lebih lajut

Peran Perawat dalam Patien Safety

Peran Perawat dalam Patien Safety

patient safety sudah masuk dalam ranah medis paling tidak satu dasawarsa terakhir. Memang kasus kecelakaan pasien bisa terjadi di Negara manapun. Menurut World Health Organization (WHO) Kejadian Tidak Diharapkan dalam rumah sakit pada berbagai Negara menunjukkan angka 3-16 persen. Angka ini bisa naik karena belum

39 Baca lebih lajut

270883 cambridge lower secondary poster

270883 cambridge lower secondary poster

Cambridge Lower Secondary has helped our students discover their potential Cambridge Lower Secondary is a world-class education programme, typically for learners aged 11 to 14 yea[r]

1 Baca lebih lajut

Pangan adalah segala sesuatu yang berasa

Pangan adalah segala sesuatu yang berasa

Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Menurut Organisasi Pangan sedunia (FAO), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ketahanan pangan berarti akses setiap rumah tangga atau individu untuk dapat memperoleh pangan setiap waktu untuk keperluan hidup yang sehat. Hasil dari konferensi FAO World Food Summit tahun 2006, menyebutkan bahwa ketahanan pangan sebagai akses setiap rumah tangga atau individu untuk memperoleh pangan setiap waktu untuk keperluan hidup yang sehat dengan persyaratan penerimaan pangan yang sesuai dengan nilai-nilai atau budaya setempat. Ketahanan pangan terwujud bila dua kondisi terpenuhi yaitu : (1) setiap saat tersedia pangan yang cukup (baik jumlah maupun mutu), aman, merata dan terjangkau dan (2) setiap rumah tangga, setiap saat, mampu mengkonsumsi pangan yang cukup, aman, bergizi dan sesuai pilihannya, untuk menjalani hidup sehat dan produktif. http://www.kotabogor.go.id/kantor/kantor- ketahanan-pangan. salah satu badan yang bertugas dalam menjaga keta
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

340624 cambridge lower secondary poster print ready version

340624 cambridge lower secondary poster print ready version

Cambridge Lower Secondary has helped our students discover their potential Cambridge Lower Secondary is a world-class education programme, typically for learners aged 11 to 14 yea[r]

1 Baca lebih lajut

THE IMAGE OF ASIA IN JULES VERNE’S AROUND THE WORLD IN EIGHTY DAYS A THESIS

THE IMAGE OF ASIA IN JULES VERNE’S AROUND THE WORLD IN EIGHTY DAYS A THESIS

Around the World in Eighty Days is one of Jules Verne passion of traveling beside his book Five Weeks in Balloon. The book was set in 18 th century when British have many colonies in Asia. Verne also set a character that match to the situation at that time. A gentleman that was rich, sociable and smart, typical of gentleman at that time although he was not a noble. It is Philleas Fogg, the main character of the novel that challenged by his friends at the Reform Club to do a journey around the world in eighty days with a wager of twenty thousand pounds. He traveled to the four continents that started from Europe to Africa then Asia and the last one was America. While he was busy with the calculation of time and administrative things, his servant, Passerpartout that has nothing to think about beside his master needs, has chances to see the beautiful view and culture in the country or city they visited especially when they were in Asia.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

CCEPTANCE THE USE OF SIMULATION TECHNIQUE IN IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE (A Classroom Action Research at SMP Muhammadiyah Program Khusus Pracimantoro, Wonogiri, Academic Year In 20162017) By WAHYU IKA MUSTARI NIM. 14PSC01648

CCEPTANCE THE USE OF SIMULATION TECHNIQUE IN IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE (A Classroom Action Research at SMP Muhammadiyah Program Khusus Pracimantoro, Wonogiri, Academic Year In 20162017) By WAHYU IKA MUSTARI NIM. 14PSC01648

iv PRONOUNCEMENT The undersigned’s: Name : Wahyu Ika Mustari Student Number : 14PSC01648 Study Programme : Language Education Programme : Magister Programme Hereby I certify that[r]

31 Baca lebih lajut

World Cup 2006 And A New Communication System

World Cup 2006 And A New Communication System

Keywords: world cup, world cup 2006, world cup soccer, fifa world cup, fifa world cup 2006, world cup history, world cup germany 2006, world cup soccer 2006, world cup germany, world cu[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 7721 documents...