zaman pertengahan

Top PDF zaman pertengahan:

CTU 151 BAB EMPAT Perkembangan Tamadun Islam

CTU 151 BAB EMPAT Perkembangan Tamadun Islam

koleksi ilmiah AZHAR - azharabdulrahman@live.com.my Tamadun Islam Zaman Pertengahan PEMERINTAHAN BANI UMAYYAH 661 – 749M Pemerintahan Bani Umayyah bolehlah dibahagikan kepada 3 fasa [r]

68 Baca lebih lajut

Masalah Kategorisasi Filsafat dalam Pers

Masalah Kategorisasi Filsafat dalam Pers

Sekilas, tidak nampak bahaya dalam pemakaian kategorisasi ala Barat itu terhadap tradisi Filsafat non-Barat. tapi, jika ditelusuri lebih dalam lagi, maka akan nampaklah bahaya-bahayanya. Apa saja bahayanya? Pertama, kategorisasi filsafat ke dalam kategori zaman klasik, zaman pertengahan, zaman modern, dan zaman modern justru memberi kesan bahwa filsafat di seluruh dunia berkembang melalui tahap-tahap yang sama dan serupa dengan yang di negeri Barat, (yaitu klasik, pertengahan, modern, dan pasca-modern), padahal tahap-tahap filsafat di banyak negeri non-Barat bisa saja lebih variatif daripada di Barat; Kedua, kategorisasi ala Barat tadi malah memusingkan dan membingungkan. Jika diterapkan pada Filsafat Indonesia, misalnya, maka itu akan sangat problematis. Hidayat, dalam bukunya Pengantar Menuju Filsafat Indonesia (2005), mengatakan:
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

BAHASA DAN PERANANNYA DALAM PENDIDIKAN Y (1)

BAHASA DAN PERANANNYA DALAM PENDIDIKAN Y (1)

Falsafah yang digariskan ini adalah selari dengan tujuan belajar tradisi. Burhān al - Dīn al - Zarnūjī (penghujung kurun ke -12M – permulaan kurun ke-13M), seorang tokoh pendidikan yang menulis tentang isu-isu pendidikan dan metod pembelajaran pada zaman pertengahan Islam menjelaskan tentang tujuan belajar: “ Niat adalah penting pada waktu menuntut ilmu, kerana ia merupakan asal kepada setiap perbuatan, seperti sabda Rasulullah SAW : setiap perbuatan itu diukur dengan niat, hadis sahih, dan sabdanya lagi : berapa banyak amalan yang berupa dengan rupa amalan dunia tetapi menjadi amalan akhirat disebabkan niat yang baik, dan berapa banyak amalan yang berupa dengan amalan akhirat tetapi akhirnya menjadi amalan dunia disebabkan niat yang jahat; dan adalah merupakan satu kemestian bagi seorang pelajar berniat mendapatkan redha Allah, dunia Akhirat, menghilangkan kejahilan daripada dirinya dan orang lain, menghidupkan agama dan mengekalkan Islam; sesungguhnya Islam akan kekal dengan ilmu dan tidak sah zuhud dan taqwa itu dengan kejahilan... (terjemahan penulis) ” ( Az- Zarnūjī 1947: 1, pengenalan).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

sejarah perkembangan ilmu pada masa yunani kuno rizal purdiansyah oke

sejarah perkembangan ilmu pada masa yunani kuno rizal purdiansyah oke

Perkembangan komunikasi sebagai ilmu selalu dikaitkan dengan aktifitas retorika yang terjadi di zaman Yunani kuno, sehingga menimbulkan pemahaman bagi pemikir- pemikir barat bahwa perkembangan komunikasi pada zaman itu mengalami masa kegelapan (dark ages) karena tidak berkembang di zaman Romawi kuno. Dan baru mulai dicatat perkembangannya pada masa ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg (1457). Sehingga masalah yang muncul adalah, rentang waktu antara perkembangan ilmu komunikasi yang awalnya dikenal retorika pada masa Yunani kuno, sampai pada pencatatan sejarah komunikasi pada masa pemikiran tokoh-tokoh pada abad 19, sangat jauh. Sehingga sejarah perkembangan ilmu komunikasi itu sendiri terputus kira-kira 1400 tahun. Padahal menurut catatan lain, sebenarnya aktifitas retorika yang dilakukan pada zaman Yunani kuno juga dilanjutkan perkembangan aktifitasnya pada zaman pertengahan (masa persebaran agama). Sehingga menimbulkan asumsi bahwa perkembangan komunikasi itu menjadi sebuah ilmu tidak pernah terputus, artinya tidak ada mata rantai sejarah yang hilang pada perkembangan komunikasi. Makalah ini ingin mengangkat zaman persebaran agama yang berlangsung antara rentang waktu tersebut (zaman pertengahan) menjadi bagian dari perkembangan ilmu komunikasi. Sehingga zaman pertengahan menjadi jembatan alur perkembangan komunikasi dari zaman yunani kuno ke zaman renaissance, modern, dan kontemporer.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Filsafat Abad Pertengahan mediterania docx

Filsafat Abad Pertengahan mediterania docx

Periode abad pertengahan mempunyai perbedaan yang mencolok dengan abad sebelumnya. Perbedaan ini terletak pada dominasi agama. Timbulnya agama kristen pada permulaan abad masehi membawa perubahan besar terhadap kepercayaan agama. Zaman pertengahan adalah zaman keemasan bagi kekristenan. Disinilah yang menjadi persoalannya, karena agama kristen itu mengajarkan bahwa wahyu tuhanlah yang merupakan kebenaran sejati. Hal ini berbeda dengan pandangan yunani kuno mengatakan bahwa kebenaran dapat di capai oleh kemampuan akal.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

49520435 Diferensial Dan Aplikasinya Dal

49520435 Diferensial Dan Aplikasinya Dal

Sejarah perkembangan kalkulus bisa ditilik pada beberapa periode zaman, yaitu zaman kuno, zaman pertengahan, dan zaman modern. Pada periode zaman kuno, beberapa pemikiran tentang kalkulus integral telah muncul, tetapi tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis. Perhitungan volume dan luas yang merupakan fungsi utama dari kalkulus integral bisa ditelusuri kembali pada Papirus Moskwa Mesir (c. 1800 SM) di mana orang Mesir menghitung volume piramida terpancung[1]. Archimedes mengembangkan pemikiran ini lebih jauh dan menciptakan heuristik yang menyerupai kalkulus integral.[2] Pada zaman pertengahan, matematikawan India, Aryabhata, menggunakan konsep kecil takterhingga pada tahun 499 dan mengekspresikan masalah astronomi dalam bentuk persamaan diferensial dasar.[3] Persamaan ini kemudian mengantar Bhāskara II pada abad ke-12 untuk mengembangkan bentuk awal turunan yang mewakili perubahan yang sangat kecil takterhingga dan menjelaskan bentuk awal dari "Teorema Rolle".[4] Sekitar tahun 1000, matematikawan Irak Ibn al-Haytham (Alhazen)z menjadi orang pertama yang menurunkan rumus perhitungan hasil jumlah pangkat empat, dan dengan menggunakan induksi matematika, dia mengembangkan suatu metode untuk menurunkan rumus umum dari hasil pangkat integral yang sangat penting terhadap perkembangan kalkulus integral.[5] Pada abad ke-12, seorang Persia Sharaf al-Din al-Tusi menemukan turunan dari fungsi kubik, sebuah hasil yang penting dalam kalkulus diferensial. [6] Pada abad ke-14, Madhava, bersama dengan matematikawan-astronom dari mazhab astronomi dan matematika Kerala, menjelaskan kasus khusus dari deret Taylor[7], yang dituliskan dalam teks Yuktibhasa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

MAKALAH DIPLOMASI DAN POLITIK LUAR NEGER

MAKALAH DIPLOMASI DAN POLITIK LUAR NEGER

Kata diplomasi sendiri berasal dari kata Yunani. SL Roy menyebut kata “diploun” sebagai asal mula kata diplomasi yang berarti “melipat”. Sedangkan Yusuf Badri menyebutkan kata “ziplwma” atau “duplicata” yang berarti “digandakan” atau “dilipat dua”. Menurut Nicholson, “pada masa Kekaisaran Romawi semua paspor, yang melewati jalan milik negara dan surat-surat jalan dicetak pada piringan logam dobel, dilipat dan dijahit jadi satu dalam cara yang khas. Surat jalan ini disebut “diplomas”. Selanjutnya kata ini berkembang dan mencakup pula dokumen-dokumen resmi yang bukan logam, khususnya yang memberikan hak istimewa tertentu atau menyangkut perjanjian dengan suku bangsa asing di luar bangsa Romawi. Karena perjanjian ini semakin menumpuk, arsip kekaisaran menjadi beban dengan dokumen-dokumen kecil yang tak terhitung jumlahnya yang dilipat dan diberikan dalam cara khusus”. Oleh karena itu dirasa perlu untuk memperkerjakan seseorang yang terlatih untuk mengindeks, menguraikan dan memeliharanya. Isi surat resmi negara yang dikumpulkan dan disimpan di arsip, yang dimaknai sebagai pelaksanaan politik luar negeri dalam hubungan internasional dikenal pada zaman pertengahan abad XVIII. Menurut Ernest Satow, Burke memaknai kata diplomasi untuk menunjukan keahlian atau keberhasilan dalam melakukan hubungan internasional dan perundingan di tahun 1796. Orang yang melakukan tugas tersebut dikenal sebagai diplomaticus atau diplomatique atau disebut juga seorang “archivaris”.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Abad Abad Pertengahan dan Zaman Renaisan

Abad Abad Pertengahan dan Zaman Renaisan

ABAD PERTENGAHAN • Periode sejarah di Eropa sejak bersatunya kembali daerah bekas Kekaisaran Romawi Barat di bawah prakarsa Charlemagne pada abad 5 hingga munculnya monarkhi – monark[r]

4 Baca lebih lajut

ZAMAN PRA SEJARAH islam zaman

ZAMAN PRA SEJARAH islam zaman

Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah. Zaman logam di Indonesia dibagi atas:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

KABUYUTAN CIPAGERAN CIMAHI DARI ZAMAN KE ZAMAN

KABUYUTAN CIPAGERAN CIMAHI DARI ZAMAN KE ZAMAN

Untuk mengungkap asal-usul Kabuyutan Cipageran dan eksistensinya pada zaman dulu, metode penelitian yang harus digunakan adalah metode sejarah. Dalam penelitian ini, metode sejarah itu hanya bersifat sederhana. Sumber tertulis yang ditelaah, baik jenis maupun jumlahnya sangat terbatas. Metode itu ditunjang oleh metode wawancara, yaitu wawancara dengan empat orang informan untuk memeroleh informasi lisan, ditunjang oleh kegiatan survei lapangan. Oleh karena sumber tertulis yang memuat data/informasi mengenai Kabuyutan Cipageran sulit ditemukan, maka terhadap hal tertentu dilakukan interpretasi secara rasional. Sesuai dengan permasalahan yang diteliti, yaitu mengungkapkan permasalahan pada masa lampau, maka metode yang digunakan adalah metode sejarah. Pencarian sumber berpatokan pada ragangan (outline), walaupun masih bersifat sementara, karena ragangan itu akan menunjukkan data apa yang diperlukan. Data itu tentu harus dicari dalam sumber tertulis. Terhadap sumber- sumber yang diperoleh kemudian dilakukan kritik sumber dari segi internal dan eksternal, untuk mengetahui otentisitas sumber dan kredibilitas data di dalamnya (Garaghan, 1946 :103-426, Gottschalk, 1986: 32, Kuntowijoyo, 1995: 95, Renier, 1997: 118).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Alat komunikasi zaman dahulu dan zaman s

Alat komunikasi zaman dahulu dan zaman s

Robby Soebiakto merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data w:radio paket yang kemudian di dorong ke arah w:TCP/IP, teknologi radio paket w:TC[r]

6 Baca lebih lajut

kisi kisi soal sej eropa 1

kisi kisi soal sej eropa 1

1. Menjelaskan peradaban Minoa 1 Pilihan Ganda 2. Menjelaskan peradaban Mycenae 2 Pilihan Ganda 3. Menjelaskan peradaban Yunani 3 Pilihan Ganda 4. Menjelaskan imperium Alexander the Great 4 Pilihan Ganda 5. Menjelaskan makna dan arti Hellenisme 5 Pilihan Ganda 2 Menganalisis pertumbuhan Romawi dari zaman Etruscia sampai

2 Baca lebih lajut

Ekonomi Zaman Now ya Bisnis Zaman

Ekonomi Zaman Now ya Bisnis Zaman

Ekonomi Kerakyatan Zaman Now: Zainul Muchlas zainulmuchlas@gmail.com Page 2 Itu rasanya bukan cuma halusinasi atau isapan jempol. Coba saja simak data simpanan bank yang terus naik. Bahkan simpanan bank dari nasabah Rp100 jutaan pun juga meningkat, bukan hanya nasabah kelas miliaran rupiah.

5 Baca lebih lajut

PENGERTIAN SEJARAH DAN PRASEJARAH (1)

PENGERTIAN SEJARAH DAN PRASEJARAH (1)

Setiap daerah memasuki zaman sejarah berbeda-beda, cepat tidaknya suatu bangsa memasuki zaman sejarah tergantung dari tinngi rendahnya tingkat kebudayaan yang sudah mereka miliki dan sudah adanya bukti tertulisnya. Contohnya Indonesia, diperkirakan memasuki zaman sejarah pada abad ke-4 Masehi (sekitar tahun 400-an) dengan diketemukannya sebuah sumber tertulis dari kerajaan Kutai, di Kalimantan Timur, yang berupa Yupa (tugu batu pengikat hewan kurban) sebanyak 7 buah yang berisi cerita tentang kerajaan Kutai dengan menggunakan huruf

2 Baca lebih lajut

mengkaji nilai luhur tokoh semar

mengkaji nilai luhur tokoh semar

Pajang, karena tokoh tersebut berwatak konsepsional sebagai tukang kritik terhadap hal-hal yang tidak pada tempatnya. Larangan tersebut berkaitan dengan peristiwa berdirinya kesultanan Pajang sebagai penerus kesultanan Demak oleh Jaka Tingkir dengan gelar Hadiwijaya (1546-1586). Jaka Tingkir merasa dirinya tidak pada tempatnya yang pada waktu itu kesultanan Demak masih mempunyai putra mahkota, sedang ia sendiri hanya seorang menantu dari Sultan Demak belaka. Dalam seni pedalangan wayang kulit di Surakarta hingga pada permulaan zaman Indonesia menyatakan kemerdekaannya, juga tidak digunakan tokoh Bagong. Hal tersebut besar kemungkinan disebabkan pertimbangan pribadi serta halnya dengan masa pemerintahan Jaka Tingkir di kesultanan Pajang. Susuhunan Surakarta Paku Buwana III pada zaman itu (1745-1788) telah bertindak terlalu lemah terhadap VOC sehingga Belanda dapat menguasai seluruh daerah pantai Utara Jawa berdasarkan izin dari Paku Buwana III. Dengan izin tersebut kesultanan Surakarta politis maupun militer VOC serta merasa malu atas tindakannya, maka pemerintah kesultanan Surakarta melarang penggunaan tokoh Bagong dalam pagelaran wayang kulit. Sebab Bagong merupakan figur keras bagi mereka yang bertindak tidak benar. Lakon wayang merupakan gambaran tentang sifat dan kharakter manusia (Bondhan Margana, 2001: 2)
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

Pada abad Pertengahan hingga ke

Pada abad Pertengahan hingga ke

Al-Quran telah menetapkan tugas yang seimbang bagi lelaki dan perempuan. Tugas ini diberikan sesuai dengan fitrah dan kemampuan masingmasing berdasarkan fitrah alami perempuan yang berbeza dengan kaum lelaki. Malah sejak zaman Rasulullah saw lagi, wanita telah diberi hak yang sempurna dalam pendidikan, sosial, ekonomi, politik, ibadah malah wanita juga turut diberi peluang berperang melawan musuh.

8 Baca lebih lajut

Perubahan Genbun Itchi Sejak Zaman Meiji Hingga Zaman Heisei.

Perubahan Genbun Itchi Sejak Zaman Meiji Hingga Zaman Heisei.

Selanjutnya genbun itchi menjadi pembicaraan di kalangan sastrawan. Misalnya dalam buku “Shosetsu Shinzui”, Tsubouchi Shoyo menyebutkan bahwa gaya bahasa yang digunakan oleh Santo Kyozan (1769-1858) dan Ryutei Tanehiko (1783-1842) dalam kuza zoushi mereka, mendekati bahasa lisan (the vernacular). Yang menjadi ciri khas dari mereka adalah mereka menggunakan bahasa lisan Kansai (kamigata). Menurut Suzuki Sadami, yang menjadi perhatian dalam genbun itchi dari novel pada zaman Meiji, bukan gaya bahasa lisannya, tetapi gaya bahasa dasar (ji no buntai). (Suzuki, 2006: 273). Ketika terjadi pencerahan dan westernisasi di Jepang, pada tahun 1865 sampai 1885 muncul Maejima Hisoka dan Fukuzawa Yukichi. Setelah itu, Futabatei Shimei mengutarakan bahwa gaya bahasa dasar (ji no buntai) dari novel adalah berbentuk “da”. Kemudian, Yamada Bimyo mulai menulis novel dengan gaya bahasa genbun itchi berbentuk “desu”. Setelah perang antara Jepang dan Cina, Ozaki Koyo menggunakan gaya bahasa berbentuk ”de aru”, dan muncul shaseibun. Selanjutnya gaya bahasa ini dikembangkan oleh sastrawan aliran shirakaba (www.tabiken.com/history/doc).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Peranan Wanita Jepang Pada Zaman Meiji Dan Sesudah Zaman Meiji

Peranan Wanita Jepang Pada Zaman Meiji Dan Sesudah Zaman Meiji

PERANAN WANITA JEPANG PADA ZAMAN MEIJI DAN SESUDAH ZAMAN MEIJI MEIJI JIDAI TO MEIJI JIDAI NO ATO NO NIHON NO JOSEI NO YAKU SKRIPSI Skripsi Ini Diajukan Kepada Panitia Ujian Fakult[r]

9 Baca lebih lajut

Show all 2006 documents...