Zat Pengawet

Top PDF Zat Pengawet:

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Selai buah merupakan produk olahan dengan bahan dasar buah-buahan yang cukup dikenal dan disukai masyarakat. Produk selai dengan merek yang berbeda dipasaran membuat para produsen rumah tangga bersaing meningkatkan cita rasa, penampilan yang menarik dan daya simpan yang cukup lama dengan menambahkan bahan tambaan pangan seperti bahan zat pemanis, zat pewarna dan zat pengawet. Banyaknya selai dalam kemasan yang dipasarkan di beberapa pasar tradisional tidak mencantumkan jenis dan kadar yang digunakan khususnya di Kota Medan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PERANCANGAN KAMPANYE IKLAN LAYANAN MASYARAKAT UNTUK MENYOSIALISASIKAN DAMPAK BAHAYA ZAT PENGAWET PADA MAKANAN

PERANCANGAN KAMPANYE IKLAN LAYANAN MASYARAKAT UNTUK MENYOSIALISASIKAN DAMPAK BAHAYA ZAT PENGAWET PADA MAKANAN

Dalam perancangan kampanye menyosialisasikan bahaya zat pengawet pada makanan ini diperlukan sebuah langkah yang disebut dengan analisa SWOT. Analisa ini mempunyai fungsi sebagai alat untuk mengidentifikasi berbagai hal secara sistematis agar dapat merumuskan strategi dalam suatu instansi/perusahaan/lembaga. Analisa ini didasarkan pada hal-hal yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities). Namun di satu sisi lain juga dapat meminimalkan segi kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Keempat faktor tersebut dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan dan selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi dan kebijaksanaan suatu lembaga maupun perusahaan. Berikut ini adalah analisis SWOT:
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Banyaknya produk selai dengan merek yang berbeda dipasaran membuat para produsen rumah tangga bersaing meningkatkan daya tahan penyimpanan serta penampilan pada selai dengan menambahkan berbagai bahan tambahan makanan (BTM), diantaranya yang digunakan seperti bahan zat pemanis, zat pewarna dan zat pengawet. Banyaknya selai dalam kemasan yang berasal dari produksi rumah tangga yang penambahan BTM tidak dicantumkan berupa kadar BTM, sehingga dimungkinkan kadar yang ditambahkan melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan (Pratama et.al, 2015).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

89 ANALISA PROTEIN DAN ZAT PENGAWET (NITRAT DAN NITRIT) DALAM SOSIS DAGING SAPI SIAP SAJI

89 ANALISA PROTEIN DAN ZAT PENGAWET (NITRAT DAN NITRIT) DALAM SOSIS DAGING SAPI SIAP SAJI

Pada penelitian ini telah dilakukan analisa zat pengawet dan protein yang terdapat pada sosis siap saji yang beredar di pasaran. Penelitian ini menggunakan 3 macam merek sosis yang berbeda pada umumnya beredar dipasaran. Dari pengamatan label pada kemasan tidak dicantumkan adanya pengawet. Untuk daging yang diolah biasanya ditambahkan nitrit dan nitrat yang berfungsi sebagai zat pengawet, memberikan warna dan rasa khusus pada daging. Namun zat ini dapat bergabung dengan amin tertentu membentuk berbagai jenis yang kebanyakan bersifat karsinogen kuat (Winarno, 1984).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Tabel zat pengawet makanan sintetik yang dilarang diIndonesia dan pengaruh terhadap kesehatan Sumber : Permenkes No.1168/Menkes/Per/X/1999 Bahan Pengawet Produk Pangan Pengaruh terh[r]

26 Baca lebih lajut

Analisa Zat Pengawet dan Protein dalam Makanan Siap Saji Sosis.

Analisa Zat Pengawet dan Protein dalam Makanan Siap Saji Sosis.

Penelitian ini menggunakan sampel 3 merek sosis yang umumnya beredar dipasaran dengan Nomor BPOM RI MD.214810023414 (Sampel A), BPOM RI MD. 215109005043 (Sampel B) dan BPOM RI MD. 215109032043 (Sampel C) dimana pada label tidak dicantumkan adanya pengawet. Sebelum diidentifikasi, zat pengawet yang berada dalam bentuk campuran dengan bahan tambahan lain diekstraksi terlebih dahulu dan direaksikan dengan pereaksi warna. Sampel dan pembanding masing- masing direaksikan dengan zat-zat pereaksi tersebut. Hasil reaksi dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2, dimana terlihat bahwa sampel C lebih cepat memberikan reaksi jika dibandingkan dengan sampel A dan sampel B
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Puji syukur kehadiratTuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia- Nya sehingga tugas skripsi dengan judul: “ Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling Yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016” dapat diselesaikan.

16 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Selai buah merupakan produk olahan dengan bahan dasar buah-buahan yang cukup dikenal dan disukai masyarakat. Produk selai dengan merek yang berbeda dipasaran membuat para produsen rumah tangga bersaing meningkatkan cita rasa, penampilan yang menarik dan daya simpan yang cukup lama dengan menambahkan bahan tambaan pangan seperti bahan zat pemanis, zat pewarna dan zat pengawet. Banyaknya selai dalam kemasan yang dipasarkan di beberapa pasar tradisional tidak mencantumkan jenis dan kadar yang digunakan khususnya di Kota Medan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Penelitian ini dilakukan pada selai buah yang ada dijual di Pasar Helvetia, Pasar Kampung Lalang, Pasar Setia Budi, Pasar Simpang Limun dan Pasar Aksara. Alasan pemilihan lokasi pengambilan sampel adalah hanya pasar-pasar ini menjual produk selai buah. Pasar tersebut merupakan tempat umum yang banyak dikunjungi oleh masyarakat dan juga tempat dimana penjual banyak menjual jenis produk makanan. Pasar-pasar ini sudah mewakili beberapa pasar tradisional yang ada di Kota Medan. Kemudian pemeriksaan zat pemanis, zat pewarna dan zat pengawet pada selai buah dilakukan di Laboraturium Kesehatan Daerah dengan alasan memiliki bahan dan alat yang lengkap dan memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur).
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Pemakaian bahan pengawet dari satu sisi menguntungkan karena dengan bahan pengawet bahan pangan dapat dibebaskan dari kehidupan mikroba, baik yang bersifat patogen yang dapat menyebabkan gangguan keracunan atau gangguan kesehatan lainnya maupun mikroba yang nonpatogen yang dapat menyebabkan kerusakan bahan pangan. Namun dari sisi lain, bahan pengawet pada dasarnya adalah senyawa kimia yang merupakan bahan asing yang masuk bersama bahan pangan yang dikonsumsi. Apabila penggunaan jenis pengawet dan dosisnya tidak diatur maka menimbulkan kerugian bagi si pemakai. Misalnya, keracunan atau terakumulasinya pengawet dalam organ tubuh dan bersifat karsinogenik.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Penelitian yang dilakukan oleh Nasution (2009) terhadap 1 sampel yang positif menggunakan zat pewarna sintetis yaitu Rhodamin B dari 10 sampel cabe giling yang diuji yang beredar di pasar tradisional Kota Medan, penelitian yang sama juga Mujianto dkk (2013) terdapat Rhodamin B dalam 4 sampel dari 36 sampel cabe giling, penelitian Putra dkk (2014) menunjukkan bahwa dari 25 sampel saus cabai sebanyak 10 sampel mengandung Rhodamin B dan 15 sampel mengandung pewarna sintetis yang diizinkan penggunaannya yaitu erytrosin yang semua sampel melebihi kadar yang diperbolehkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Armin dkk (2015) tentang analisis pewarna merah sintetis pada beberapa merek saus sambal sachet di tiga tempat makan cepat saji di Kota Padang, terdapat salah satu merek sampel yang positif Ponceau 4R dengan kadar 11,9520 mg/kg yang artinya tidak melebihi batas maksimum yang telah ditentukan.
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Kandungan Zat Pemanis, Zat Pewarna dan Zat Pengawet Pada Selai Buah Tidak Bermerek yang Dijual di Beberapa Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Sejak pertama kali dibuat pada tahun 1856 hingga saat ini, telah banyak zat warna sintetik yang diciptakan. Akan tetapi, ternyata banyak pula zat warna sintetik itu memiliki sifat toksik. Dalam suatu penelitian, diperoleh zat warna azo (Amaranth, Allura Red, dan New Coccine) terbukti bersifat genotoksik. Selain itu, zat warna Red No.3 juga terbukti dapat merangsang terjadinya kanker payudara secara in vitro (Tsuda et.al, 2006 dalam Azizahwati, 2007). Maka dari itu penggunaan zat pewarna sintetik harus diatur secara tegas. Dinegara maju, suatu zat warna sintesis harus melalui berbagai prosedur pengujian sebelum dapat digunakan sebagai pewarna pangan. Zat pewarna yang diizinkan penggunaanya dalam pangan disebut certified colour. (Yuliarti, 2007).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Tabel Daftar Zat Penguat Rasa yang Diizinkan di Indonesia Berdasarkan Kategori Pangan No Jenis BTP Penguat Rasa INS ADI mg/kg BB Batas Maksimum penggunaan mg/kg Kategori Bumbu[r]

25 Baca lebih lajut

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Putra, I. R.,dkk, 2014. Gambaran Zat Pewarna Merah pada Saus Cabai yang Terdapat pada Jajanan yang Dijual di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Padang Utara. Jurnal Kesehatan Andalas . Vol. 3. No. 3; 297-303. http://jurnal.fk.unand.ac.id. Diakses 10 April 2016.

4 Baca lebih lajut

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

This research was a descriptive survey using chromatography paper method to know whether there is or no the usage of synthetic coloring substance, the gravimetric method to know the do[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Analisis Penggunaan Zat Pewarna Sintetis, Zat Pengawet, Zat Penyedap Rasa Pada Beberapa Bumbu Giling yang Dipasarkan Di Pusat Pasar Tradisional Kota Medan Tahun 2016

Pangan merupakan kebutuhan dasar yang paling esential bagi manusia untuk mempertahankan hidup dan kehidupan. Pangan sebagai sumber zat gizi (karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air) menjadi landasan utama manusia untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan sepanjang siklus kehidupan. Dimulai dari ketika masih janin di dalam kandungan hingga mencapai usia lanjut, kondisi ini menunjukkan bahwa pangan dan gizi merupakan indikator masyarakat yang berkelanjutan. Dengan demikian, setiap pemerintah suatu negara berkewajiban untuk menghormati, melindungi dan memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Kegagalan pemerintah memenuhi kewajiban tersebut berarti melanggar hak asasi (Baliwati dkk, 2004).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisa Zat Pengawet dan Protein dalam Makanan Siap Saji Sosis.

Analisa Zat Pengawet dan Protein dalam Makanan Siap Saji Sosis.

Tabel di atas memperlihatkan bahwa daging sapi alami yang berfungsi sebagai pembanding lebih banyak mengandung asam amino jika dibandingkan dengan daging yang sudah diawetkan dan diolah sedemikian rupa. Sampel A, B dan C merupakan daging olahan yang telah mengalami perlakuan yang ekstrim untuk diproduksi. Disamping untuk mengawetkan, penambahan zat-zat kimia ini juga untuk menambah cita rasa, juga untuk memberikan hasil yang baik pada produk sehingga kemungkinan

4 Baca lebih lajut

Penetapan Kadar Benzoat dalam Kismis Hitam Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

Penetapan Kadar Benzoat dalam Kismis Hitam Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

Zat pengawet organik lebih banyak digunakan daripada anorganik karena bahan ini lebih mudah dibuat, baik dalam bentuk asam maupun garamnya Jenis bahan pengawet antara lain asam sorbat, asam propionat, asam benzoat, asam asetat dan epoksida, sedangkan zat pengawet anorganik yang sering dipakai adalah sulfit, hydrogen peroksida, nitrat dan nitrit. Sulfit digunakan dalam bentuk gas SO2, garam Na atau K sulfit, bisulfit, dan metabisulfit. Bentuk efektifnya sebagai pengawet adalah asam sulfit yang terdisosiasi dan terutama terbentuk pH di bawah 3. Molekul sulfit lebih mudah menembus dinding sel mikroba bereaksi dengan asetaldehid membentuk senyawa yang tidak dapat difermentasi oleh enzim mikroba, mereduksi ikatan disulfida enzim, dan bereaksi dengan keton membentuk hidroksisulfonat yang dapat menghambat mekanisme pernapasan (Cahyadi, 2009).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 6447 documents...

Related subjects