Top PDF 3. Panduan Penyusunan Teknologi Pembelajaran Vokasi

3. Panduan Penyusunan Teknologi Pembelajaran Vokasi

3. Panduan Penyusunan Teknologi Pembelajaran Vokasi

Role-Play and Simulation adalah suatumetode pembelajaran yang direncanakan untuk mencapai tujuan pendidikan secara spesifik. Role Play sendiri memiliki 3 aspek utama dari pengalaman peran yang diambil dari kehidupan sehari. Adapun ketiga aspek tersebut adalah: mengambilperanatau Role Taking, dimana seorang mahasiswa mengambil peran tertentu sesuai ekspektasi dalam dunia nyata, sehingga mahasiswa mampu mengelaborasi peran yang dilakukan sebagai bagian dari model pembelajaran Student Centered Learning (SCL). Aspek yang kedua adalah membuat peran, yaitu kemampuan mahasiswa untuk berubah secara dramatis dari melakukan peran yang satu kepada peran yang lain. Sedangkan aspek yang ketiga adalah tawar menawar peran atau Role Negotiation, dimana peran-peran yang ada tersebut dinegosiasikan dengan pemegang peran lainnya dalam paramater dan hambatan interaksi sosial. Simulation sendiri diartikan upaya mempelajari dan menjalankan suatu peran yang diberikan kepada seorang mahasiswa. Namun di sisi lain simulasi juga bermakna upaya mempraktekkan/ mencoba berbagai model komputer yang sudah disiapkan. Pada metode ini peran seorang dosen dalam menyiapkan bahan ajar sangat penting agar Metode Role Play and Simulation dapat menggambarkan situasi sesungguhnya melalui peran yang dimainkan.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

PANDUAN PENYUSUNAN EVALUASI PEMBELAJARAN (1)

PANDUAN PENYUSUNAN EVALUASI PEMBELAJARAN (1)

Penilaian pengetahuan merupakan penilaian untuk mengukur kemampuan peserta didikberupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif, serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai tinggi. Penilaian ini berkaitan dengan ketercapaian Kompetensi Dasar pada KI-3 yang dilakukan oleh guru mata pelajaran. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik penilaian. Pendidik menetapkan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian dimulai dengan perencanaan pada saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mengacu pada silabus.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

panduan penyusunan cp

panduan penyusunan cp

Unsur pengetahuan harus menunjukkan dengan jelas bidang/cabang ilmu atau gugus pengetahuan yang menggambarkan kekhususan program studi, dengan menyatakan tingkat penguasaan, keluasan, dan kedalaman pengetahuan yang harus dikuasai lulusannya. Hasil rumusan pengetahuan harus memiliki kesetaraan dengan Standar Isi Pembelajaran dalam SN DIKTI. (Tabel 3) Dalam pemetaan atau penggambaran bidang keilmuan tersebut dapat menggunakan referensi rumpun ilmu atau bidang keahlian yang telah ada atau kelompok bidang keilmuan/pengetahuan yang dibangun oleh program studi sejenis.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Panduan PPKP   Penyusunan Rancangan Pembelajaran Semester RPS 2016

Panduan PPKP Penyusunan Rancangan Pembelajaran Semester RPS 2016

“Ada dua tugas yang harus dikerjakan mahasiswa dalam mata kuliah ini. Yang pertama adalah tugas individual menulis ulasan kritis tentang 3 artikel jurnal, yang dikumpulkan pada pertengahan semester. Tugas kedua adalah membuat rancangan penelitian survei, mengambil data, melakukan analisis, dan membuat laporan. Tugas kedua dilakukan dalam kelompok dan

19 Baca lebih lajut

Panduan Penyusunan CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN PROGRAM STUDI.

Panduan Penyusunan CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN PROGRAM STUDI.

Unsur pengetahuan harus menunjukkan dengan jelas bidang/cabang ilmu atau gugus pengetahuan yang menggambarkan kekhususan program studi, dengan menyatakan tingkat penguasaan, keluasan, dan kedalaman pengetahuan yang harus dikuasai lulusannya. Hasil rumusan pengetahuan harus memiliki kesetaraan dengan Standar Isi Pembelajaran dalam SN DIKTI. (Tabel 3) Dalam pemetaan atau penggambaran bidang keilmuan tersebut dapat menggunakan referensi rumpun ilmu atau bidang keahlian yang telah ada atau kelompok bidang keilmuan/pengetahuan yang dibangun oleh program studi sejenis.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PANDUAN PENYUSUNAN PENETAPAN KKM

PANDUAN PENYUSUNAN PENETAPAN KKM

3. dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan sarana- prasarana belajar di sekolah;

13 Baca lebih lajut

6A Panduan Penyusunan CP

6A Panduan Penyusunan CP

a. Penetapan profil lulusan yaitu menetapkan peran yang dapat dilakukan oleh lulusan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu antara 1-3 tahun setelah menyelesaikan program studi. Profil dapat ditetapkan berdasarkan hasil kajian terhadap kebutuhan pasar kerja yang dibutuhkan pemerintah dan dunia usaha maupun industri, serta kebutuhan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seyogyanya profil program studi disusun oleh kelompok prodi sejenis, sehingga terjadi kesepakatan yang dapat diterima dan dijadikan rujukan secara nasional. Untuk dapat menjalankan peran- peran yang dinyatakan dalam profil tersebut diperlukan kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusannya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Panduan Umum Penyusunan Silabus_Allson 3 Mei 2013

Panduan Umum Penyusunan Silabus_Allson 3 Mei 2013

Alokasi Waktu ditentukan berdasarkan pertimbangan mengenaibeban belajar yang diperlukan peserta didik untuk mempelajari isi dari suatu materi pokok. Dalam pertimbangan mengenai beban belajar perlu diperhatikan bahwa proses pembelajaran memerlukan waktu yang cukup bagi peserta didik untuk mencari dalam bentuk mengamati, bertanya, mengumpulkan informasi (eksplorasi/eksperimen atau bentuk lain), mengolah informasi dalam bentuk mengasosiasikan data temuan dari kegiatan mengumpulkan informasi (baik dari kegiatan mengamati mau pun dari kegiatan mengumpulkan informasi), mengkomunikasikan hasil dari kegiatan mengasosiasi dalam bentuk tulisan, lisan, media lain. Kegiatan-kegiatan tersebut memerlukan waktu yang panjang dan masuk dalam pertimbangan ketika menentukan alokasi waktu
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Buku Panduan Pendidikan Diploma-3 Kester Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Buku Panduan Pendidikan Diploma-3 Kester Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Program studi D-III Kesehatan Ternak Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (Unair) didirikan pada tahun 1995 dengan SK DIKTI No. 496/DIKTI/Kep/1995. Pada pertengahan tahun 2009 mengajukan Akreditasi ke BAN-PT, setelah dilakukan evaluasi dan visitasi pada tanggal 14 Mei 2010 diterbitkan Surat Keputusan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) nomor: 002/BAN-PT/Ak-X/Dpl-III/V/2010 menyatakan bahwa Program Studi Diploma 3 Kesehatan Ternak mendapatkan peringkat Akreditasi A. Demikian juga pada Akreditasi kembali ke BAN-PT pada tahun 2015, setelah dilakukan evaluasi dan visitasi berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tanggal 31 Oktober 2015 nomor: 1120/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-III/X/2015 menyatakan bahwa Program Studi Diploma 3 Kesehatan Ternak tetap mendapatkan peringkat Akreditasi A. Salah satu tujuan utama Program Studi D-III Kesehatan Ternak Fakultas Vokasi adalah mewujudkan kemandirian program studi yang adaptif, kreatif, proaktif terhadap tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang veteriner dan peternakan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

357617854 1 Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Vokasi 1

357617854 1 Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Vokasi 1

Strategi belajar dianggap lebih penting daripada strategi mengajar dan peserta didik dilatih menggunakan strategi belajar agar dapat mandiri dalam meningkatkan keberhasilan belajarnya. Pendidik mengembangkan kompetensi dan bakat peserta didik yang berbeda-beda. Ini semua dilakukan dalam hubungan transaksional pribadi antara pendidik dan peserta didik. Hubungan tersebut memungkinkan terjadinya negosiasi antara pendidik/dosen dan peserta didik/pembelajar dalam hal-hal penting yang menyangkut pembelajarannya. Selaras dengan semua ini konteksyang tumbuh subur adalah konteks pembelajaran kooperatif dan kolaboratif dan pembelajaran tim kooperatif dan kolaboratif baik di antara peserta didik maunpun di antara para pendidik dan administrator. Dengan kepedulian pada kemandirian peserta didik dalam mengembangkan kemampuan dan bakatnya yang berbeda-beda, pembelajaran dipandang sebagai pekerjaan yang kompleks dan oleh sebab itu untuk menjadi pendidik, seseorang memerlukan pendidikan dan pelatihan kependidikan/kedosenan yang memadai. Pengetahuan diperoleh melalui naratif dengan epistemologi kostruktivis, yaitu peserta didik secara aktif mengonstruksi atau membangun pengetahuan dengan mengaitkan berbagai femomena yang diamati dan dialami dalam konteks keberagaman, penghargaan pribadi, kemajemukan budaya dan kebersamaan (Johnson & Smith, 1991).
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

reorientasi pembelajaran pendidikan vokasi

reorientasi pembelajaran pendidikan vokasi

dapat dipakai untuk komunikasi dan diskusi, dapat dipakai untuk melakukan kegiatan dan penilaian, dapat dipakai untuk bekerja bersama-sama, serta dapat dipakai untuk mengelola pembelajaran dan memeberi bantuan belajar siswa; (3) mampu menyediakan pilihan belajar seperti dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai kecepatan belajarnya sendiri, memungkinkan siswa belajar di tempat yang menyenangkan baginya, memungkinkan siswa mempelajari materi pembelajatran yang tidak dicakup dalam pelajaran yang diterimanya di kelas, memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan berbagai jenis media, teknologi, memberi kesempatan untuk mengarahkan belajarnya sendiri, memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut serta dalam program sekolah atau universitas yang baik dan bermutu tanpa harus pindah jurusan,; dan (4) dapat menyampaikan isi pelajaran pada setiap saat ke segala penjuru, dapat memperbaharui (updating) materi pembelajaran dengan segera, dapat meningkatkan interaksi antara siswa dan tutor, dan dapat menggunakan elemen pembelajaran berbasis CD-ROM.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Trainer Elektronika dalam Pembelajaran Teknik Elektronika pada Pendidikan Vokasi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang - Universitas Negeri Padang Repository

Pengembangan Media Trainer Elektronika dalam Pembelajaran Teknik Elektronika pada Pendidikan Vokasi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang - Universitas Negeri Padang Repository

158 Berdasarkan hasil wawancara dan pengisian lembar potensi masalah diketahui bahwa pelaksanaan proses belajar belum maksimal. Media yang digunakan hanya berupa media praktikum yang umum digunakan seperti papan hubung dan komponen elektronika, media tersebut belum optimal membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Ini terbukti bahwa ada beberapa materi yang seharusnya menggunakan media pembelajaran yang lebih lengkap dan kaya akan informasi materi yang membuat mahsiswa dapat belajar secara mandiri serta mudah digunakan dalam merangkai rangkaian elektronika. Hal tersebut terjadi karena media pendukung untuk mata kuliah ini belum tersedia. Maka dari itu terjadi penyimpangan peristiwa yang seharusnya dan yang terjadi.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PANDUAN PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN MURID (PPPM) TAHUN 3 SELAIN BAHASA - Sumber Pendidikan PPPMDST TMKTAHUN3

PANDUAN PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN MURID (PPPM) TAHUN 3 SELAIN BAHASA - Sumber Pendidikan PPPMDST TMKTAHUN3

o Standard Prestasi ialah pernyataan tentang tahap perkembangan pembelajaran murid yang diukur berdasarkan standard dan menunjukkan di mana kedudukan murid dalam perkembangan atau kemajuan pembelajarannya. Perkembangan dalam standard itu terbahagi kepada dua iaitu perkembangan secara mendatar (konstruk) dan perkembangan menegak (band). Pertumbuhan murid dijelaskan dengan satu atau lebih qualifier menggunakan perkataan atau rangkai kata yang betul menggambarkan standard dalam bentuk hasil pembelajaran.

9 Baca lebih lajut

3. Juknis Program Paket C Vokasi

3. Juknis Program Paket C Vokasi

3) Adanya jalinan kemitraan dari berbagai pihak untuk mendukung keberadaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C Vokasi. Selanjutnya, pelaksanaan sosialisasi dapat dilakukan melalui publikasi di media masa, media sosial, maupun media cetak lainnya termasuk seminar, brosur, spanduk, dan bentuk publikasi lainnya yang bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang keberadaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C Vokasi ini.

30 Baca lebih lajut

Buku Pedoman Pendidikan Teknik Geodesi S1 ITN Malang

Buku Pedoman Pendidikan Teknik Geodesi S1 ITN Malang

Periode ini merupakan tonggak keberhasilan pemenuhan daya saing nasional dengan penekanan pada aspek kuantitas dan kualitas. Setelah terpenuhinya peningkatan kapasitas dan modernisasi dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada program pendidikan dan pembelajaran di periode sebelumnya, maka akses pendidikan akan semakin mudah dan akuntabilitas publik semakin transparan. Sasaran-sasaran pendukungnya antara lain implementasi dan operasi yang optimal terhadap tata nilai, sistem dan prosedur, serta koordinasi kerja yang terstruktur. Pada periode ini pula ITN Malang akan menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia.
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

InixJogja IT Solution

InixJogja IT Solution

Penyusunan Tata Kelola Teknologi Informasi menggunakan framework Tata Kelola TI COBIT. Proses penyusunan akan di awali dengan proses Asesmen Tata Kelola TI hasil asesmen akan dijadikan dasar dalam penyusunan Tata Kelola TI. Output dari pekerjaan ini adalah :

13 Baca lebih lajut

Panduan Penyusunan RPP SMP

Panduan Penyusunan RPP SMP

Untuk menjamin terlaksananya prinsip di atas, guru perlu mempersiapkan proses pembelajaran dengan sebaik-baiknya.Dalam hal ini, guru harus merencanakan pengalaman belajar yang beragam. Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan saintifik dapat menggunakan beberapa strategi pembelajarandan model- model pembelajaran yang mengembangkan pembelajaran siswa aktif. Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnyac project-based learning , problem - based learning, danc inquiry/discovery learning . Dengan model-model ini gurucdiharapkan dapat mengarahkan peserta didik untuk aktif mencari tahu dan membangun pengetahuan baru yang dipelajari.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Buku Panduan Penyusunan RP2KPKP

Buku Panduan Penyusunan RP2KPKP

Selanjutnya dalam Permendagri 53 Tahun 2011 disebutkan pula bahwa proses penyusunan rancangan peraturan Walikota/Bupati dilakukan oleh tim penyusun Perwal/Perbup yang dipimpin oleh Kepala SKPD pemrakarsa. Draft hasil penyusan Perwal/Perbup kemudian dibahas di bagian hukum sekaligus untuk harmonisasi dan sinkronisasi dengan SKPD terkait. Hasil dari pembahaan di bagian Hukum tersebut kemudian dituangkan dalam Paraf Koordinasi dari kepala bagian hukum dan pimpinan SKPD terkait. Proses selanjutnya dari hasil pembahasan Raperwal/Raperbup dibagian hukum adalah pengajuan Rancangan Perwal/Perbup kepada Walikota/Bupati melalui Sekda Kota/Kabupaten. Pada tahap ini Sekda akan memberikan masukan terhadap perubahan/penyempurnaan dari Perwal/Perbup yang diajukan tersebut. Berdasarkan catatan perubahan/penyempurnaan dari Sekda, kemudian tim penyusun Perwal/Perbup yang dipimpin oleh Kepala SPKD pemrakarsa akan melalukan penyempurnaan, yang kemudian dilengkapi dengan paraf koordinasi dari Bagian Hukum dan SKPD terkait.
Baca lebih lanjut

224 Baca lebih lajut

Panduan Penyusunan Portofolio Dosen.

Panduan Penyusunan Portofolio Dosen.

Ukuran Profesionalisme Tingkat profesionalisme dosen diukur dengan portofolio untuk menggali bukti-bukti yang terkait dengan: kepemilikan kualifikasi akademik dan unjuk kerja dalam pe[r]

13 Baca lebih lajut

Panduan Penyusunan Portofolio Dosen.

Panduan Penyusunan Portofolio Dosen.

Ukuran Profesionalisme Tingkat profesionalisme dosen diukur dengan portofolio untuk menggali bukti-bukti yang terkait dengan: kepemilikan kualifikasi akademik dan unjuk kerja dalam pe[r]

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...