Top PDF 4. BAB III METODE PENELITIAN

4. BAB III METODE PENELITIAN

4. BAB III METODE PENELITIAN

Penentuan responden selanjutnya dilakukan dengan metode snowball . Teknik sampling snowball adalah suatu metode untuk mengidentifikasi, memilih dan mengambil sampel dalam suatu jaringan atau rantai hubungan yang menerus, dimana sampel diperoleh melalui proses bergulir dari satu responden ke responden yang lainnya (Nurdiani, 2014). Responden pertama yang dipilih yaitu tokoh masyarakat setempat. Responden tersebut dipilih karena dianggap pantas sesuai kriteria penelitian dan dapat memberikan rekomendasi tentang responden selanjutnya . Setelah itu responden pertama merekomendasikan orang lain untuk dijadikan responden selanjutnya yang dianggap dapat memberikan data yang dibutuhkan. Proses ini berjalan secara terus menerus hingga mendapatkan 75 responden. Responden dipilih satu orang yang dapat mewakili rumah tangga yang mengkonsumsi beras dari satu dapur yang sama dan dibatasi hanya pada orang dewasa yang telah memiliki pendapatan atau mengetahui pendapatan keluarga.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN - 4. BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN - 4. BAB III METODE PENELITIAN

Diagram Alir Penelitian Larutan CaCl2 , larutan KH2PO4 pH Tahap pembuatan selulosa bakteri Perendaman selulosa bakteri dalan larutan PVP 0,05 gramdalam 200 ml air selama 7 hari Pen[r]

9 Baca lebih lajut

FILE 4 BAB III METODE PENELITIAN

FILE 4 BAB III METODE PENELITIAN

Setelah pengujian dilakukan oleh para ahli, maka dilanjutkan dengan uji coba instrumen dengan sampel uji coba sebanyak 30 orang di luar sampel penelitian. Uji coba instrumen dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Sebanyak 30 orang dari populasi diambil secara acak untuk pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Sampel untuk uji coba selanjutnya tidak dijadikan sampel penelitian. Sebanyak 30 orang kepala sekolah untuk uji coba instrument yang saya lakukan itu tersebar di dua daerah yang berbeda yang pertama di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 25 orang dan yang kedua 5 orang saya ambil secara acak kepala Sekolah Menengah Atas di Sukamara.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

4 BAB III METODE PENELITIAN

4 BAB III METODE PENELITIAN

Metode wawancara atau interview adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka dengan pihak yang bersangkutan. 15 Metode wawancara atau interview untuk penelitian ini digunakan sebagai pedoman dalam melakukan penelitian. Dalam hal ini peneliti memakai teknik wawancara mendalam ( in deep interview ), yaitu dengan menggali informasi mendalam mengenai perilaku kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Peneliti akan mewawancarai kepala sekolah di SMPN 1 Tulungagung dan MTsN Tulungagung, pendidik dan tenaga kependidikan guna memperoleh data tentang perilaku kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja pada pendidik dan tenaga kependidikan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

4. BAB III METODE PENELITIAN

4. BAB III METODE PENELITIAN

Menurut Lincoln dan Guba sebagaimana dikutip oleh Noeng Muhadjir dalam buku Metodologi Penelitian Kualitatif, terdapat tiga asumsi yang mendasari keharusan kehadiran peneliti dalam penelitian kualitatif, yaitu: (1) tindakan pengamatan mempengaruhi apa yang dilihat, yang karena itu hubungan peneliti dalam penelitian harus mengambil tempat pada keutuhan dalam konteks untuk keperluan pemahaman, (2) konteks sangat menentukan dalam penetapan apakah suatu penemuan mempunyai arti bagi konteks lainnya, yang berarti suatu fenomena harus diteliti dalam suatu keseluruhan pengaruh lapangan, dan (3) sebagian strruktur nilai kontekstual bersifat determunatif terhadap apa yang akan kita cari. 44
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB 3 METODE PENELITIAN - 4. BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN - 4. BAB III METODE PENELITIAN

Untuk menanggulangi gejala heterokedasitas dengan cara transformasi pada regresi berganda yang menggunakan lebih dari satu variabel bebas, maka setiap suku dalam regresi dibagi dengan [r]

11 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat penelitian - 4. BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat penelitian - 4. BAB III METODE PENELITIAN

Seeding merupakan tahapan awal sebelum penelitian dilakukan. Tujuan dari seeding adalah untuk mendapatkan populasi mikroorganisme yang mencukupi untuk memulai penelitian dan mampu mengoksidasi bahan organik yang terkandung di dalam air limbah. Seeding dilakukan dengan mengambil lumpur RPH sebagai inokulum. Inokulum ini berfungsi sebagai sumber mikroorganisme dalam melakukan penyisihan amonia dalam air limbah sintetis. Sebelum melakukan seeding, dilakukan analisis Volatil Suspended Solid (VSS), pH, serta suhu pada sludge RPH. Pengamatan VSS bertujuan agar diketahui jumlah mikroba yang dibutuhkan. Hasil pengamatan pH, suhu dan VSS disajikan pada Lampiran 2. Jika konsentrasi VSS > 3000 mg/L, proses seeding dianggap sudah selesai. Peningkatan konsentrasi VSS, menunjukkan terjadi peningkatan biomassa mikroba (Titiresmi, 2007).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

4.Bab III Metode Penelitian

4.Bab III Metode Penelitian

Berdasarkan pendapat di atas, maka variabel terikat (pengamalan ibadah siswa) diukur melalui angket berskala ordinal yakni “pengukuran yang didasarkan pada ranking diurutkan dari jenjang lebih tinggi sampai jenjang terendah atau sebaliknya”. Bahwa semakin tinggi skor diperoleh, maka akan semakin baik hasilnya yang diisi oleh subyek penelitian. Variabel bebas (prestasi belajar Fiqih) diukur melalui nilai yang tercantum dalam buku rapor siswa. Adapun kriteria pengukuran nilai rata-rata yang tercantum dalam buku rapor siswa adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

4. BAB III   Metode Penelitian

4. BAB III Metode Penelitian

biaya produksi. Output yang dihasilkan dari proses produksi yaitu tembakau rajangan. Hasil produksi tembakau dipengaruhi oleh harga tembakau dipasaran sehingga mempengaruhi jumlah penerimaan petani tembakau. Analisis efisiensi ekonomi dilakukan untuk kelayakan penggunaan faktor-faktor produksi secara ekonomi untuk memproduksi tembakau rajangan. Penggunaan faktor- faktor produksi yang efisien berpengaruh terhadap keberhasilan produksi, karena keuntungan maksimum akan tercapai dengan mengkombinasikan faktor- faktor produksi secara efisien. Efisiensi faktor produksi dapat mempengaruhi pendapatan petani dan pendapatan petani dapat dijadikan ukuran kesejahteraan petani tembakau. Kerangka pemikiran analisis efisiensi ekonomis usahatani tembakau disajikan pada Ilustrasi 4.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

4. BAB III Metode Penelitian

4. BAB III Metode Penelitian

menggunakan penilaian absolut yaitu norma yang ditetapkan secara mutlak oleh pembuat instrumen masing-masing item serta prosentase pilihan yang disyaratkan penetapan kriteria skor masing-masing variabel. Instrumen yang dipakai untuk mengukur variabel-variabel di atas masing-masing mempunyai lima alternatif jawaban dengan rentang skor 1-5. Berdasarkan total skor harapan tersebut dapat ditentukan interval skor masing-masing kelas atau jenjang yang menggambarkan keterampilan dasar mengajar guru, motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keterampilan dasar mengajar guru dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputasi program SPSS 23 for Windows .
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN - BAB III

BAB III METODE PENELITIAN - BAB III

Penelitian tindakan kelas adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi di kelas atau sekelompok sasaran, dan hasilnya langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan. 4 Sehingga penelitian ini merupakan penelitian yang lebih dekat dengan penelitian kualitatif naturalistik. 5 Ciri atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi 6 dan kolaborasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran; adanya langkah berfikir reflektif (reflective thinking) baik sesudah maupun sebelum tindakan dilakukan; persoalan yang dipecahkan merupakan persoalah praktis yang dihadapi peneliti dalam kehidupan profesi sehari-hari; adanya perlakuan (treathment) berupa tindakan terencana untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kualitas. 7
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian - BAB III BARUUUU

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian - BAB III BARUUUU

Data tentang kinerja pendidik di ungkapkan melalui pendidik sendiri sebagai sumber data dengan menggunakan metode angket dengan pengukuran jenis data berskala interval yaitu skala yang menunjukkan jarak yang sama antara satu data dengan data yang lain. Butir-butir instrument ini bersifat non- tes dan dirancang menurut skala likert dengan alternatif jawaban diberi skor 1, 2, 3, 4 dan 5. Dimana analisis akan dilakukan secara kuantitatif. Pengukuran variabel terikat, dalam hal ini kinerja pendidik di susun dalam bentuk skala likert dengan empat pilihan alternatif jawaban yaitu:
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian - 15 BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian - 15 BAB III METODE PENELITIAN

Klasifikasi yang dilakukan bertujuan untuk membedakan kelas jaringan normal, kelas abnormal mikrokalsifikasi, dan kelas abnormal bukan mikrokalsifikasi. Data latih yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 9 data citra normal, 6 data citra abnormal mikrokalsifikasi, dan 10 data citra abnormal mikrokalsifikasi. Pada proses pengujian digunakan 4 data citra normal, 4 data citra abnormal mikrokalsifikasi, dan 5 data citra abnormal bukan mikrokalsifikasi.

13 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN - BAB III

BAB III METODE PENELITIAN - BAB III

Keabsahan bentuk batasan berkaitan dengan suatu kepastiaan bahwa yang berukur benar- benar merupakan variabel yang ingin di ukur. Keabsahan ini juga dapat dicapai dengan proses pengumpulan data yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan proses triangulasi, yaitu tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau Sebagai pembanding terhadap data itu. Menurut Patton (dalam Sulistiany 1999) ada 4 macam triangulasi Sebagai teknik pemeriksaan untuk mencapai keabsahan, yaitu :

9 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Jenis dan Sifat Penelitian - BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Jenis dan Sifat Penelitian - BAB III METODE PENELITIAN

Penelitian ini bercorak penelitian lapangan (field research). Yaitu penelitian yang dilakukan dengan mencari data-data di lapangan. Sedangkan dilihat dari jenis datanya jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menurut Kirk dan Milles adalah penelitian dalam ilmu-ilmu sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut (obyek) dalam bahasa dan perilakunya. 1 Penelitian jenis ini tidak dapat diuji dengan statistik. 2 Hal ini juga sesuai dengan pendapat Anselm Straus dan Juliet Corbin yang mengatakan bahwa penelitian jenis kualitatif temuan-temuannya tidak diperoleh dari prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. 3 Pelaksanaan penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus, yaitu penelitian yang mempelajari secara mendalam terhadap individu, kelompok, institusi atau masyarakat tertentu tentang latar belakang, keadaan atau kondisi, faktor-faktor atau interaksi-interaksi sosial yang terjadi di dalamnya. 4
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Bab III. Metode penelitian - 4. Metode Penelitian Kuantitatif

Bab III. Metode penelitian - 4. Metode Penelitian Kuantitatif

Perbandingan Tiga Desain Studi Observasional Kriteria Studi potong-lintang Studi kasus-kontrol Studi kohor Desain pencuplikan sampling design Sampel random atau sampel terpisah Sampe[r]

44 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN - 12. BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN - 12. BAB III METODE PENELITIAN

Tahap ke empat pada pra FGD diperlukan penentuan jumlah peserta FGD. Dalam FGD, jumlah perserta menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan. Menurut beberapa literatur tentang FGD seperti Irwanto (2006) dan Morgan (1998) dinyatakan bahwa jumlah ideal peserta FGD adalah 7-11 orang. Namun disisi lainnya terdapat pernyataan yang menyarankan jumlah peserta FGD lebih kecil, yaitu 4-7 orang (Koentjoro, 2005: 7) atau 6-8 orang (Krueger & Casey, 2000: 4). Pada penelitian ini jumlah peserta FGD yang ditetapkan sebanyak 6 orang. Hal ini bertujuan agar terdapat variasi jawaban yang menarik dan jawaban akan lebih mendalam dan objektif.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB II METODE PENELITIAN - BAB III   METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN - BAB III METODE PENELITIAN

yang digunakan penyusun dalam penelitian ini yaitu dikumpulkan melalui wawancara sebagai data primer, guna mendapatkan data atau memudahkan diperolehnya data secara mendalam yang akan menunjang penelitian, penyusun melakukan wawancara langsung dengan Hakim dan pihak terkait di Pengadilan Negeri Mataram .

8 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang di Gunakan - BAB III FIXprint

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang di Gunakan - BAB III FIXprint

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskrptif kualitatif, adapun yang dimaksud dengan deskriptif yaitu suatu penelitian sekedar untuk menggambarkan suatu variabel yang berkenaan dengan masalah yang diteliti tanpa mempersoalkan hubungan antar variabel. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. 2

12 Baca lebih lajut

TAPPDF.COM  PDF DOWNLOAD 58 BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN BEDASARKAN ...

TAPPDF.COM PDF DOWNLOAD 58 BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN BEDASARKAN ...

Bedasarkan rumusan masalah yang telah peneliti tulis pada bab I, penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library reseach); yaitu suatu penelitian yang datanya berupa teori, konsep, pemikiran dan ide. Penelitian kepustakaan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari buku-buku literatur dengan cara mempelajari, menelaah dan meneliti permasalahan yang terkait dengan permasalahan yang diteliti. Penelitian ini dapat juga dikatakan sebagai penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. 68
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...