Top PDF Ahl Al-halli Wa Al-‘aqdi “Antara Demokrasi Dan Syûrâ”

Ahl Al-halli Wa Al-‘aqdi “Antara Demokrasi Dan Syûrâ”

Ahl Al-halli Wa Al-‘aqdi “Antara Demokrasi Dan Syûrâ”

Kita juga seringkali menemukan pandangan-pandangan yang berusaha menggeneralisasi satu atau dua kesalahan the others. Dengan kata lain satu atau dua pandangan dari the other yang dianggap salah (padahal belum tentu salah), maka dia dianggap telah melakukan kesalahan yang menyeluruh, untuk pada gilirannya tidak diberi tempat apapun dan di manapun. Bahkan orang-orang dekatnya yang tidak bersalah dan barang-barang miliknya yang tidak bergerak ikut juga menjadi sasran kesalahan. Ini adalah bentuk ketidakadilan yang lain. Akan tetapi kita lalu juga menjadi aneh ketika mereka secara diam-diam terbukti memanfaatkan produk-produk pikiran the others. Ini adalah pola pemikiran yang penuh ambigu. Al Ghazali mengutip wahyu Tuhan kepada Nabi Dawud mengkritik ambivalensi ini: “jangan kamu biarkan kaummu mencacimaki ‘orang-orang asing’, karena mereka sesungguhnya telah berhasil memakmurkan dunia dan mensejahterakan hamba- hamba-Ku.” (al Ghazali, DO 7LEU DO 0DVEXN À 1DVLKDK DO 0XOXN). Sejalan dengan pendirian di atas, Prof. Dr. Husein al Dzahabi mantan Menteri Waqaf Mesir dan Guru Besar Universitas al Azhar pernah mengatakan:
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

DEMOKRASI PERSPEKTIF ISLAM  Syûrâ dan Kebebasan Berpendapat Studi Kasus Demokrasi di Indonesia

DEMOKRASI PERSPEKTIF ISLAM Syûrâ dan Kebebasan Berpendapat Studi Kasus Demokrasi di Indonesia

(musyawarah) Alquran tidak memberikan penjelasan indikator dan ketetapan siapa saja orang yang diajak bermusyawarah dan bagaimana sifat mereka. Artinya semua orang mempunyai hak kebebasan berpendapat. Sedangkan demokrasi di Indonesia tidak mengenal hak Tuhan dan Rasul, hasil musyawarah adalah murni kesepakatan dari berbagai pendapat peserta musyawarah yang berorientasi pada kepentingan bersama warga negara.

7 Baca lebih lajut

Implementasi konsep ahlul halli wa al-‘aqdi Al-Mawardi dalam proses pemilihan pimpinan KPK oleh DPR

Implementasi konsep ahlul halli wa al-‘aqdi Al-Mawardi dalam proses pemilihan pimpinan KPK oleh DPR

Nampak jelas bahwa menurut Al- Mawardi keabsahan pemimpin terbentuk melalui dua metode, yakni hasil dari proses ikhtiyar para Ahlul Halli Wa al-‘Aqdi, dan merupakan hasil pemberian dari pemimpin sebelumnya. Dua proses ini sangatlah saling bertolak belakang dimana proses yang pertama lebih cenderung pada sistem demokrasi, sistem musyawarah dan di satu sisi, proses yang kedua cenderung pada sistem monarki, jabatan diwariskan kepada putra mahkota ataupun kerabat kerajaan. Hal ini sebagai bentuk sikap kehati- hatian Al- Mawardi karena memang tidak adanya standar baku dalam Islam yang menjelaskan tentang bagaimana seharusnya pengangkatan seorang imam atau kepala negara.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Penafsiran Ṭāhir Ibn ‘Āsyūr Terhadap Ayat-ayat tentang Demokrasi: Kajian atas Tafsir al-Taḥrīr wa al-Tanwīr

Penafsiran Ṭāhir Ibn ‘Āsyūr Terhadap Ayat-ayat tentang Demokrasi: Kajian atas Tafsir al-Taḥrīr wa al-Tanwīr

Ketiga, menjamin bahwa kelompok mayoritas dan kelompok mi- noritas dapat dikenali lewat tindakan atau program-program mereka secara jelas, maka demokrasi modern memerlukan partai. Partai merupakan organisasi yang sangat dibutuhkan bagi proses dinamis dalam demokrasi. Partai haruus menjalankan tugas dan tanggung ja- wabnya mewakili aspirasi rakyat. Jika partai tidak mengembangkan berbagai strategi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan politik yang mendesak, jika mereka gagal mengkomunikasikan alasan men- gapa mereka bersaing untuk memperoleh kekuasaan, jika mereka tidak merekrut personil-personil yang dibutuhkan, maka sistem dem- okratis memperlihatkan gejala-gejala kemacetan. Sebagai contoh Re- publik Weimar Jerman yang partainya gagal memenuhi tugas mereka, akibatnya politik yang menyatakan diri sebagai kekuatan anti-sistem- Nazi dan komunis-berhasil memperoleh kemenangan. 27
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

“saya berkenalan denga Hasan al - Bannā saat saya masih pelajar sebuah sekolah di Iskandariah. Saat itu usiaku kurang lebih dua puluh tahun. Namun demikian, hubungan kami yang demikian manis masih saja tersimpan baik dalam ingatanku. Saya tidak pernah melupakan cara orang ini memoles jiwa manusia dan menghubungkannya dengan sumber kehidupan dan gerak dari Kitab Allāh dan Sunnah Rasū … saya ingin menegaskan bahwa Hasan al- Bannā paham benar bagaimana memindahkan ajaran Islam ke dalam hati-hati yang sadar sehingga siap menantang segala bentuk kesulitan dan terjun langsung dalam kerja nyata demi kejayaan. Sesungguhnya, berkhidmat pada Islam tidak boleh disampaikan serampangan, tetapi harus mengikuti a pa yang telah digariskan Alquran.” 20
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Dari uraian diskriptif di atas, ada beberapa hal yang perlu untuk dicermati serta ditindak lanjuti secara intens terkait dengan penolakan Syaikh Muhammad al- Gazālī terhadap hadis -hadis irrasional. Adapun menurut penulis yang perlu dicermati adalah;

3 Baca lebih lajut

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Dalam judul yang berbeda pada buku yang sama, Yusuf al- Qardawī juga mengkritik Syaikh Muhammad al- żaz lī, di bawah sub judul “Tidak Menolak Hadis Sahih yang Sulit Dipahami.” Di dalamnya dikatakan bahwa “Bersikap tergesa-gesa dalam menolak setiap hadis yang sulit dipahami – padahal hadis itu sahih – termasuk tindakan yang keliru yang tidak pernah dilakukan oleh orang- orang yang mendalam ilmunya. Mereka selalu berpraduga baik terhadap tokoh- tokoh terdahulu. Jika terbukti mereka menerima suatu hadis dan tidak ada seorang imam kompeten yang menolaknya, itu pasti karena mereka tidak melihat adanya keganjilan atau cacat yang merusak pada hadis tersebut. Oleh karena itu seorang pakar yang jujur seharusnya menerima hadis tersebut sambil mencari maknanya yang rasional atau penakwilan yang sesuai. Dalam hal ini terdapat perbedaan pandangan antara Muktazilah dan Ahl as-Sunnah .” 152
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Sebab yang melandasi kajian ini (kritik matan) adalah penelitian/ kritik sanad yang dilakukan para ulama dulu dianggap telah berhasil mengungkap sisi positif dan negatif para periwayat hadis di samping telah terkodifikasikannya sebagian besar hadis-hadis yang beredar di masyarakat dengan beragam status yang melatarinya, sehingga jalur sanad yang identik dengan penyimpangan tidak mudah untuk dimasuki oleh orang-orang yang ingin menjelekkan agama. Dasar ini pula yang menjadikan kritik matan muncul sebagai salah satu cara dalam menggugat keberadan hadis pada era tahun 1890 atau akhir abad ke-19 yang dipelopori oleh kaum orientalis 64 dan mendapat respon positif dari kalangan pemikir Islam yang diantaranya, Ismail Adam (w. 1933) dengan Tar ī kh as- Sunnahnya, Ahmad Amin (w. 1954) dengan Fajr al- Isl m dan Duh al - Isl m nya yang meragukan kebenaran hadis, M ahmūd Abū Rayyah dalam Adw ’ ‘al as - Sunnah al-Muhamadiyyah yang juga ikut mengecam para perawi hadis khususnya terkait dengan keberadaan riwayat Abū Hurairah, bahkan dalam deretan ini juga
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Hal inilah kemudian yang menyebabkannya kontroversial di kalangan umat Islam, meskipun jauh sebelum terbitnya buku as-Sunnah an-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al- Hadīś telah ada buku-buku yang memberikan stigma kontroversi terhadap Syaikh Muhammad al- Gazālī (w. 19 96 M), salah satunya seperti, buku Fiqh as-S ī rah yang memuat beberapa hadis irrasional yang kemudian ia tolak seperti terbelahnya dada Nabi Muhammad saw. ketika masih kecil yang dikeluarkan sifat- sifat jelek yang diganti dengan sifat baik. 25 Buku ini sendiri berisi tentang kritik
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Buku as-Sunnah an-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadīś dan Pengaruhnya di Kalangan Umat Islam .... METODE KRITIK NALAR DALAM KRITIK MATAN A.[r]

2 Baca lebih lajut

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

The kind of this research is library research, the source of data divided into two categories. The first, primary’s source is creations of Syaikh Muhammad al - Gazālī (w.2001 M) especially as-Sunnah an-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al- Hadīś this case, because this research investigate problem of intensity reasonable,s criticism that used by Syaikh Muhammad al- Gazālī in his creats as-Sunnah an-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-H adīś . So that, focus in that’s book. Whereas secondary source in this research based on creations that related about Syaikh Muhammad al- Gazālī also the creat about problem of figur’s criticism.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PELESTARIAN AMALIYAH AHL AL-SUNNAH WA AL-JȂMA’AH UNTUK MEMBENTENGI WARGA NU DARI PAHAM RADIKALISME (STUDI KASUS RANTING KENITEN PONOROGO)

PELESTARIAN AMALIYAH AHL AL-SUNNAH WA AL-JȂMA’AH UNTUK MEMBENTENGI WARGA NU DARI PAHAM RADIKALISME (STUDI KASUS RANTING KENITEN PONOROGO)

dari para Walisanga sebagai rasa syukur kepada Allah Swt. Hal ini selalu rutin ada di NU Ranting Keniten Ponorogo bertempat di masjid dan mushala. Ada lagi b erupa do’a saat kehamilan dikemas adat Jawa dan didalamnya berisikan tahlilan, membaca surat Mariyam dan Yusuf sebagai bentuk permintaan terbaik untuk calon anak yang akan lahir. Lalu shalat tarawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat yang dari dulu dikerjakan warga Nahdliyin tanpa mengeluh, karena tau akan sunnah dari Nabi Muhammad Saw. Sehingga semua bentuk pelestarian amalan Aswaja sudah terealisasikan dengan baik dan penuh keyakinan atas dasar Khara al- Ummah pada diri warga Nahdliyin untuk membentengi dari paham radikalisme.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Penafsiran Tahir ibn ‘Asyur terhadap ayat-ayat tentang demokrasi : kajian atas tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir

Penafsiran Tahir ibn ‘Asyur terhadap ayat-ayat tentang demokrasi : kajian atas tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir

Bagi Soekarno penyelenggaraan negara bagi Indonesia hanya ada dua pilihan yaitu penyatuan negara-agama tetapi tanpa demokrasi, atau demokrasi dengan syarat negara dipisahkan dengan agama, jika tidak maka demokrasi akan tersingkir dari kehidupan bernegara. 91 Pemikiran demokrasinya merupakan sintesa dari nasionalisme, Islam, dan Komunisme. Pandangannya mengizinkan partai komunis ini dianggap mengancam kehidupan agama oleh partai Masyumi yang berbasis Islam dan pada akhirnya melakukan pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PPRI) untuk mengingatkan presiden Soekarno dari pengaruh komunis (PKI) yang semakin besar dan ketidak puasan daerah kepada pemerintahan pusat yang berlaku tidak adil dalam penyelenggaraan pemilihan umum. 92 Sebetulnya, Soekarno tertarik pada demokrasi rakyat yang tidak didasarkan pada perbedaan kelas masyarakat, yaitu demokrasi yang bersifat politik dan juga ekonomi (sosio demokrasi). 93 Beliau menjelaskan demokrasi terpimpin adalah demokrasi kekeluargaan, tanpa anarkinya libralisme dan otokrasinya diktator. Kekeluargaan
Baca lebih lanjut

255 Baca lebih lajut

THE SCHOOL OF AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMA<`AH AND THE ATTACHMENT OF INDONESIAN MUSLIMS TO ITS DOCTRINES

THE SCHOOL OF AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMA<`AH AND THE ATTACHMENT OF INDONESIAN MUSLIMS TO ITS DOCTRINES

prior to Ash`ari> . Usually it refers to those who sought direct reference to the text of the Qur’a> n and the Sunnah for solutions to problems that arose; when they could not find any reference in either, they kept silent, because they did not want to transgress or go beyond the divine sources. They were better known as ahl al-h } adi > th, representing the companions of the Prophet and their followers. They were also known as al-salaf (predecessor, ancestry), to be differentiated from the ahl al- ra’y or the people of “reasoned opinion” who tended to rely on intellectual exercises in solving problems through the use of qiya > s or analogical reasoning. Their dispute initially began with the problem of the attributes of God. The salaf, or ahl al-h } adi > th, maintained that God possesses eternal attributes of knowledge, power, life, will, hearing, seeing and speaking, among others, and they did not differentiate between the attributes of essence (s } ifat al-dha > t) and the attributes of activities (s } ifat fi‘li > yah). Rather they noted that these attributes were mentioned in the Shari> ‘ah, and therefore should be simply described as “testified attributes” (s } ifat khabari > yah). They were also unwilling to
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Intensitas Nalar Syaikh Muhammad Al-Gazālī Dalam Kritik Hadis Studi Kritis Atas Buku As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahl Al-Fiqh Wa Ahl Al-Hadīś - Repository UIN Sumatera Utara

Muhammad al-Ghazali, The Oxford Encyclopedia of Modern Islamic World.. Muslim Brotherhood, dalam The Oxford Encyclopedia of Modern Islamic World.[r]

6 Baca lebih lajut

Al-tibaq wa al-muqobalah wa al-jinas surati al-furqan (dirasah balaghiyyah tahliliyyah)

Al-tibaq wa al-muqobalah wa al-jinas surati al-furqan (dirasah balaghiyyah tahliliyyah)

TIBÂQ WA MUQÔBALAH WA AL-JINAS FÎ SÛRATl AL-FURQÂN DIRĀSAH TAHLĪLIYYAH BĀLĀGHIYYAH Skripsi Diajukan kepada Fakultas Dirasat Islamiyah Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar [r]

74 Baca lebih lajut

DILALAT ZAMAN AL FI'L AL MAADHII WA AL MUDHARI' BAIN AL LUGHAH AL ARABIYAH WA AL LUGHAH AL INJLIZIYAH.

DILALAT ZAMAN AL FI'L AL MAADHII WA AL MUDHARI' BAIN AL LUGHAH AL ARABIYAH WA AL LUGHAH AL INJLIZIYAH.

ABSTRAK " يضاما لعفلا نمز تااد و نب عراضما ةغللا و ةيبرعلا ةغللا ةيزيلجإا " ةيلباقت ةسارد TANDA WAKTU KATA KERJA LAMPAU DAN SEKARANG ANTARA BAHASA ARAB DAN BAHASA INGGRIS [r]

61 Baca lebih lajut

FA'ALIYAH TATHBIQ AL-THARIQAH PQRST (AL-MU'AYANAH WA AL-SUAL WA AL-QIRAAH WA AL-TALKHIS WA AL-IKHTIBAR) FI TADRIS AL-LUGHAH AL-ARABIYAH LITARQIYATI MAHARATI AL-QIRA'AH LI TALAMIDZI AL-FASHLI AL-'ASYIR BIMADRASATI AL-MULTAZAM AL-TSANAWIYAH MOJOKERTO.

FA'ALIYAH TATHBIQ AL-THARIQAH PQRST (AL-MU'AYANAH WA AL-SUAL WA AL-QIRAAH WA AL-TALKHIS WA AL-IKHTIBAR) FI TADRIS AL-LUGHAH AL-ARABIYAH LITARQIYATI MAHARATI AL-QIRA'AH LI TALAMIDZI AL-FASHLI AL-'ASYIR BIMADRASATI AL-MULTAZAM AL-TSANAWIYAH MOJOKERTO.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kemampuan membaca dalam pembelajaran Bahasa Arab yang ada di SMA Al-Multazam Mojokerto. Berdasarkan hasil observasi sebelum dilakukannya kegiatan penelitian diketahui kemampuan membaca siswa kelas X dalam pembelajaran Bahasa Arab nampak lemah. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan keterampilan membaca dalam pembelajaran Bahasa Arab siswa kelas X SMA Al-Multazam Mojokerto dengan menggunakan Metode PQRST (Preview, Question, Read, Summarize dan Test). Rumusan masalah dalam penelitian ini terperinci menjadi tiga, yaitu () Bagaimanakah keterampilan membaca siswa kelas X di SMA Al-Multazam? () Bagaimana penerapan metode PQRST dalam Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemampuan Keterampilan Membaca pada Siswa Kelas X SMA Al-Multazam Mojokerto? () bagaiman efektifitas penerapan metode PQRST dalam Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemampuan Keterampilan Membaca pada Siswa Kelas X SMA Al-Multazam Mojokerto?
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Mafhumu al-Lail wa al-nahar wa wadzhifatuhuma fi dhau'i al-Qur'an

Mafhumu al-Lail wa al-nahar wa wadzhifatuhuma fi dhau'i al-Qur'an

Diajukan kepada Fakultas Dirasat Islamiyyah untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Studi Islam S.S.I Oleh: Fatma Aulia Azzahro NIM: 106060002126 Pembimbing: [r]

54 Baca lebih lajut

AL TAHLIL AL TAQABUL BAIN AL JUMLAH AL ARABIYAH WA AL INDONESIA WA AHAMMIYATUH FI TA'LIM AL LUGHAH AL ARABIYAH.

AL TAHLIL AL TAQABUL BAIN AL JUMLAH AL ARABIYAH WA AL INDONESIA WA AHAMMIYATUH FI TA'LIM AL LUGHAH AL ARABIYAH.

٘1 طتسي ةيبرعلا ةغللا دعاوقلا ملعتف .ةئطخما دعاوقلا ببسب ةباتكلا مهفي نأ ئراقلا عي .ةيبرعلا ةغللا ملعتم بجاو 1١ ةغللا ملعتم دعاست ةيبرعلا دعاوقلا ميلعت نأ يدنيفيأ داؤف دمأ لوق ىإ ىأر[r]

85 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...