Top PDF AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata) DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

Di Indonesia, kirinyuh telah menyebar dari Aceh bagian barat sampai Irian Jaya bagian timur. Kirinyuh (Chromolaena odorata) termasuk dalam familia asteraceae, sub familia Lactucoideae dan termasuk dalam genus Chromolaena. Di Indonesia digunakan sebagai obat tradisional, daun muda dilumatkan dan cairan yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengobati luka goresan pada kulit. Hal tersebut dibuktikan dalam pembuatan krim ekstrak etanol daun kirinyuh 10%

23 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh Alhamdullillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang selalu istiqamah membantu perjuangan beliau dalam mensyiarkan ajaran Islam di muka bumi ini. Sehingga tugas akhir yang berjudul “UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL DAUN Coleus scutellarioides L. Benth TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI” dapat diselesaikan. Tugas akhir ini merupakan syarat terakhir yang harus ditempuh untuk menyelesaikan pendidikan pada jenjang Strata Satu (S1), pada Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Coleus scutellarioides TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Berdasarkan penelitian sebelumya tanaman C. scutellarioides memiliki potensi sebagai antibakteri yang diekstraksi dengan pelarut etanol. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dengan beberapa pelarut berdasarkan kepolarannya untuk memisahkan komponen senyawa yang bersifat polar, semi polar dan non polar yaitu dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol yang kemudian di uji dengan metode bioautografi kontak. Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri yang dihasilkan oleh fraksi etil asetat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L.) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

UJI AKTIVITAS SENYAWA BIOAKTIF ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L.) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Manusia hidup di alam selalu kontak dengan mikroorganisme, bakteri, virus dan berbagai bentuk kehidupan parasit lainnya. Penyakit infeksi timbul apabila mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan berbagai gangguan fisiologis normal tubuh. Oleh karena itu dilakukan usaha untuk mengatasi penyakit infeksi dengan memanfaatkan obat tradisional. Obat tradisional merupakan obat yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Obat tradisional juga merupakan salah satu pengganti atau pengobatan alternatif dalam penyembuhan suatu penyakit pada masa sekarang ini, dengan cara pemanfaatan bahan-bahan alam khususnya tanaman yang mengandung bahan obat untuk pengobatan suatu penyakit. Namun demikian baru sedikit yang telah dibuktikan kandungan kimia dan aktivitas biologisnya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK N-HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia Linn TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK N-HEKSAN DAUN Jatropha gossypifolia Linn TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI Latar belakang : Jarak Merah (Jatropha gossypifolia) merupakan tanaman yang bermanfaat sebagai obat tradisional. Aktivitas antibakteri telah ditunjukkan oleh beberapa penelitian karena adanya senyawa terpenoid yang dapat merusak porin sehingga menurunkan permeabilitas membran sel bakteri. Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif. Infeksi oleh Staphylococcus aureus ditandai dengan kerusakan jaringan yang disertai abses, berbagai infeksi piogen, bahkan septikimia fatal. Untuk mengatasinya, obat antiinfeksi yang berpotensi dan lebih efektif harus segera ditemukan. Hal tersebut mendasari pencarian sumber obat-obatan alami yang memiliki potensi aktivitas antibakteri.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DARI BEBERAPA TANAMAN DI INDONESIA TERHADAP BAKTERI  Skrining Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Dari Beberapa Daun Tanaman Di Indonesia Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Serta Bioautografinya.

SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DARI BEBERAPA TANAMAN DI INDONESIA TERHADAP BAKTERI Skrining Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Dari Beberapa Daun Tanaman Di Indonesia Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Serta Bioautografinya.

2.6 Uji Bioautografi Senyawa aktif yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dideteksi menggunakan metode bioautografi kontak dengan cara lempeng KLT yang telah dielusi diletakkan pada permukaan media MH dalam petri yang telah diinokulasi dengan bakteri selama 20 menit dan selanjutnya lempeng KLT yang telah dielusi diambil. Kemudian media MH diinkubasi selama 24 jam pada temperatur 37°C. Bila bercak-bercak pada lempeng KLT tersebut memiliki aktivitas antibakteri maka dengan adanya difusi golongan senyawa aktif akan berbentuk zona jernih yang merupakan zona hambatan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DARI BEBERAPA DAUN TANAMAN DI INDONESIA  Skrining Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Dari Beberapa Daun Tanaman Di Indonesia Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Serta Bioautografinya.

SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DARI BEBERAPA DAUN TANAMAN DI INDONESIA Skrining Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Dari Beberapa Daun Tanaman Di Indonesia Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Serta Bioautografinya.

Maserasi dipilih sebagai metode untuk pembuatan ekstrak dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi padat (Kirby Bauer). Ekstrak dengan konsentrasi 20% diresapkan pada disk blank sebesar 15 µl/disk yang kemudian diletakkan pada media Muller Hinton Agar yang telah diinokulasi bakteri. Kontrol positif yang digunakan antibiotik kloramfenikol dan DMSO sebagai kontrol negatif. Bioautografi dilakukan dengan metode bioautografi kontak.

13 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Jatropha gossypifolia TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Jatropha gossypifolia TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI

Hasil identifikasi dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) membuktikan bahwa fraksi etil asetat daun Jatropha gossypifolia positif mengandung senyawa golongan flavonoid, antrakuinon, terpenoid, dan polifenol. Kemudian dilanjutkan dengan uji bioautografi. Penelitian ini menggunakan metode bioautografi, yakni metode spesifik untuk mendeteksi bercak pada kromatografi hasil KLT (Kromatografi Lapis Tipis) yang memiliki aktivitas antibakteri, sehingga mendekatkan metode separasi dengan uji biologis (Pratiwi, 2008). Pengerjaan uji bioautografi meliputi beberapa variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas pada penelitian ini adalah komponen senyawa yang terpisahkan dengan metode KLT dari fraksi etil asetat daun Jatropha gossypifolia, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah diagonal zona hambat yang dihasilkan oleh senyawa uji yang ditandai dengan area bening disekitar senyawa uji yang ada pada media agar sebagai parameter untuk menentukan penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, kontrol positif yang digunakan adalah eritromisin.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI  EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU MONYET (Anacardium occidentale L.)  Aktivitas Antibakteri dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Jambu Monyet (Anacardium occidentale L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichi

AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU MONYET (Anacardium occidentale L.) Aktivitas Antibakteri dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Jambu Monyet (Anacardium occidentale L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichi

Daun jambu monyet yang diperoleh dari daerah Boyolali diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan penyari etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode dilusi padat untuk memperoleh Kadar Hambat Minimum (KHM). Seri konsentrasi yang digunakan untuk Staphylococcus aureus adalah 0,1%; 0,15%; 0,2%; 0,25%; dan 0,3%, sedangkan untuk Escherichia coli adalah 0,025%; 0,05%, 0,1%; 0,2%; 0,3%; dan 0,4%. Analisis kandungan golongan senyawa ekstrak etanol daun jambu monyet dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase gerak butanol:asam asetat glasial:air (4:1:5) dan heksan:etil asetat (3:2), fase diam silika gel GF 254nm , serta metode bioautografi untuk mengetahui senyawa aktif yang
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Aktivitas Antibakteri dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Jambu Monyet (Anacardium occidentale L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Multiresisten.

PENDAHULUAN Aktivitas Antibakteri dan Bioautografi Ekstrak Etanol Daun Jambu Monyet (Anacardium occidentale L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Multiresisten.

Salah satu bahan yang dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah daun jambu monyet ( Anacardium occidentale L.) (Dahake et al. , 2009), yang mengandung tanin-galat, flavonolol, asam anakardiol, asam elagat, kardol, dan metil kardol (Dalimarta, 2000), saponin, tanin, dan fenol (Omojasola & Awe, 2004). Turunan fenol mempunyai efek antiseptik dan bekerja dengan mengendapkan protein sel bakteri (Siswandono & Soekardjo, 2000). Penelitian Dahake et al. (2009) menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu monyet dari India mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. aureus , Bacillus subtilis , Pseudomonas aeruginosa, dan E. coli yang diuji dengan metode cup plate . Penelitian Agedah et al . (2010) menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu monyet dari Nigeria mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli yang diuji menggunakan metode difusi cakram. Penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun jambu monyet dari Nigeria mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae , Bacillus subtilis, S. aureus, Salmonella typhi, dan E. coli dengan metode difusi agar (Ayepola & Ishola, 2009). Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun jambu monyet terhadap S. aureus dan E. coli multiresisten antibiotik dengan metode dilusi padat serta untuk mengetahui senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap kedua bakteri tersebut dengan metode bioautografi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Skrining Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Dari Beberapa Daun Tanaman Di Indonesia Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Serta Bioautografinya.

PENDAHULUAN Skrining Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Dari Beberapa Daun Tanaman Di Indonesia Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Serta Bioautografinya.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam dunia kesehatan terdapat berbagai masalah penyakit, salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit infeksi sudah dikenal sejak jaman dulu. Staphylococcus aureus adalah bakteri Gram positif yang dapat ditemukan di kulit dan di hidung manusia dan terkadang dapat menyebabkan infeksi dan sakit parah(Jawetz et al ., 2005). Infeksi ringan yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus adalah bisul, jerawat, impetigo, infeksi luka, dan untuk infeksi berat diantaranya pneumonia, mastitis, meningitis, infeksi saluran kemih, osteomielitis, dan endokarditis. Infeksi yang disebabkan oleh S. aureus ditandai dengan kerusakan jaringan yang disertai abses bernanah (Warsa, 1994).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

Salah satu alternatif yaitu penggunaan obat herbal hal ini dikarenakan obat herbal memiliki efek samping yang lebih sedikit dari obat sintetis (Hanutami dan Arif, 2017). Obat herbal merupakan tanaman yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Salah satu contoh obat herbal yaitu daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis). Daun binahong merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang secara empiris digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, antara lain untuk menyembuhkan luka luar akibat goresan senjata tajam, meningkatkan stamina tubuh, mengobati sakit maag, wasir, menyembuhkan memar, rematik (Samirana, 2016). Khasiat secara empiris dari daun binahong tersebut dapat menjadi dasar pengobatan alternative untuk jerawat dan harus dibuktikan secara ilmiah, salah satunya dengan menguji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 70% daun binahong terhadap bakteri Staphyloccocus aureus sebagai salah satu penyebab jerawat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Aktivitas antibakteri dan bioautografi fraksi ekstrak etanol daun jeruk nipis (citrus aurantifolia) terhadap staphylococcus aureus

Aktivitas antibakteri dan bioautografi fraksi ekstrak etanol daun jeruk nipis (citrus aurantifolia) terhadap staphylococcus aureus

digunakan daun jeruk nipis yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, yang akan menghasilkan ekstrak kental, ekstrak kental kemudian distandarisasi dan dilakukan skrining fitokimia menggunakan metode KLT. Hasil penelitian menunjukan ekstrak daun jeruk nipis mengandung flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Berdasarkan hasil analisis dengan literature review, ekstrak daun jeruk nipis memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus karena adanya senyawa flavonoid dan steroid.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL DAUN Cayratia trifolia TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Candida albicans

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL DAUN Cayratia trifolia TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Candida albicans

Cayratia trifolia merupakan tumbuhan liar yang mudah ditemukan di dataran rendah, daerah tropis maupun subtropis. Cayratia trifolia diketahui mempunyai fungsi farmakologi sebagai antibakteri, antifungi, antiprotozoa, hipoglikemia, antikanker dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun Cayratia trifolia memiliki aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans dan Staphylococcus aureus dengan metode sumuran, mengetahui nilai Kadar Hambat Minimum (KBM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) dengan metode mikrodilusi serta mengetahui golongan senyawa dari ekstrak yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Pada penelitian ini pengujian bioautografi dilakukan untuk menentukan golongan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba uji. Hasil dari pengujian aktivitas terhadap Candida albicans menunjukkan adanya pertumbuhan tetapi berbeda dengan pertumbuhan blanko positif. Nilai KHM dan KBM dari ekstrak etanol terhadap Staphylococcus aureus masing-masing yaitu pada konsentrasi 125 ppm dan 250 ppm. Pengujian bioautografi terhadap Candida albicans tetap dilakukan dengan menggunakan konsentrasi mikroba uji 1,5 x 10 5 cfu/ml dan setelah
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Cayratia trifolia terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans

Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol Daun Cayratia trifolia terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans

Cayratia trifolia merupakan tumbuhan liar yang mudah ditemukan di dataran rendah, daerah tropis maupun subtropis. Cayratia trifolia diketahui dapat berkhasiat sebagai antibakteri, antifungi, antiprotozoa, hipoglikemia, antikanker dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun Cayratia trifolia memiliki aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans dan Staphylococcus aureus dengan metode sumuran; mengetahui nilai Kadar Hambat Minimum (KBM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) dengan metode mikrodilusi; serta mengetahui golongan senyawa dari ekstrak yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Pada penelitian ini pengujian bioautografi dilakukan untuk menentukan golongan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba uji. Ekstrak etanol daun Cayratia trifolia (Galing-galing) tidak memiliki aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans. Nilai KHM dari ekstrak etanol daun Cayratia trifolia (Galing-galing) terhadap Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 125 ppm, sementara nilai KBM sendiri yaitu pada konsentrasi 250 ppm. Golongan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada ekstrak etanol daun Cayratia trifolia adalah dari golongan polifenol, sementara golongan senyawa yang memiliki aktivitas terhadap Candida albicans diduga adalah dari golongan flavonoid. Kata kunci: Cayratia trifolia, antimikroba, KHM, KBM, Bioautografi
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRIH

HITAM (Piper bettle L var nigra) TERHADAP BAKTERI

Staphylococcus aureus

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRIH HITAM (Piper bettle L var nigra) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

dengan membran fosfolipid sel yang bersifat permeabel terhadap senyawa- senyawa lipofilik sehingga menyebabkan integritas membran menurun serta morfologi membran sel berubah yang dapat menyebabkan sel bakteri rapuh dan lisis (Dwiyanti, 2015). Tanin dapat mengkerutkan dinding sel atau membran sel, sehingga mengganggu permeabilitas sel akibatnya sel tidak dapat melakukan aktivitas kehidupan sehingga pertumbuhanya terhambat atau bahkan mati (Dwiyanti, 2015). Alkaloid dapat mengganggu komponen penyusun peptidoglikan pada sel bakteri, sehingga lapisan dinding sel tidak terbentuk secara utuh dan menyebabkan kematian sel tersebut (Dwiyanti, 2015). Flavonoid bersifat dapat merusak membran sel sehingga terjadi perubahan permeabilitas sel yang dapat mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan sel atau matinya sel (Dwiyanti, 2015). Polifenol akan mendenaturasi ikatan protein pada membran sel sehingga membran sel lisis dan mungkin fenol dapat menembus ke dalam inti sel (Candrasari, et al., 2012).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus

biakan murni, dan ekstrak daun sirih hijau dengan konsentrasi 5%, 15%, 25%, 50%, 75% dengan pelarut etanol 96% dengan 5 kali pengulangan untuk setiap perlakuan. Kontrol positif yaitu amoksisilin 30 µg serta kontrol positif berupa aquadest steril. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain oven, toples kaca, rotary evaporator, erlenmeyer, spatula, kain flannel, batang pengaduk, gelas ukur, waterbath, corong kaca. tabung reaksi, neraca analitik, bunsen, spuit 5 ml, hot plate, autoclave, cawan petri, ose, rak tabung, bunsen, korek api, inkubator, sendok tandung dan jangka sorong. Bahan yang digunakan pada penelitian ini antara lain daun sirih, tisu, aquadest, etanol 96%, almunium foil, kertas saring, media NA, NaCl steril, amoksisilin 30µg, media MHA, dan media Nutrient Agar (NA).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN ANGGUR (Vitis  Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Anggur (Vitis vinifera L.) dan Fraksi-Fraksinya Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN ANGGUR (Vitis Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Anggur (Vitis vinifera L.) dan Fraksi-Fraksinya Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.

INTISARI Tanaman anggur (Vitis vinifera L.) merupakan tanaman tradisional yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksan, etil asetat, dan etanol-air ekstrak etanol daun anggur terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Daun anggur diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan penyari etanol 96% dan kemudian difraksinasi dengan metode partisi. Uji aktivitas antibakteri digunakan metode difusi disk dengan seri konsentrasi 600; 700; 800;
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri  Ekstrak Etanol Daun Binara Dan Ekstrak Etanol Daun Ulam-Ulam Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus  Dan Escherichia Coli

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Binara Dan Ekstrak Etanol Daun Ulam-Ulam Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli

Tahapan penelitian yang dilakukan pembuatan simplisia dan karakterisasi simplisia meliputi: pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, penetapan kadar air, penetapan kadar sari larut larut dalam air, penetapan kadar sari larut dalam etanol, penetapan kadar abu total dan penetapan kadar abu tidak larut asam dan skrining fitokimia. Pembuatan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun binara dan daun ulam-ulam dengan cara perkolasi menggunakan pelarut etanol 70% serta uji aktivitas antibakteri secara in vitro dengan metode difusi agar menggunakan pencetak lubang (punch hole) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Binara Dan Ekstrak Etanol Daun Ulam-Ulam Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Binara Dan Ekstrak Etanol Daun Ulam-Ulam Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli

Tahapan penelitian yang dilakukan pembuatan simplisia dan karakterisasi simplisia meliputi: pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, penetapan kadar air, penetapan kadar sari larut larut dalam air, penetapan kadar sari larut dalam etanol, penetapan kadar abu total dan penetapan kadar abu tidak larut asam dan skrining fitokimia. Pembuatan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun binara dan daun ulam-ulam dengan cara perkolasi menggunakan pelarut etanol 70% serta uji aktivitas antibakteri secara in vitro dengan metode difusi agar menggunakan pencetak lubang (punch hole) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects