Top PDF AKTIVITAS NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comusus L. Meer)

AKTIVITAS NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comusus L. Meer)

AKTIVITAS NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comusus L. Meer)

Adanya kandungan senyawa flavonoid dan tanin kulit buah nanas (Ananas comusus L. Meer) yang berpotensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik sediaan krim sunscreen dan mengetahui kemampuan ekstrak kulit buah nanas pada konsentrasi 20% guna melindungi kulit dari sinar radiasi. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi maserasi kulit buah nanas menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak kulit buah nanas 20%. Uji mutu krim dilakukan organoleptis, homogenitas, daya sebar (300 gram), daya lekat, uji tipe krim, pH, uji SPF. Hasil rendemen yang diperoleh 7.81792%. Hasil uji mutu organoleptis berwarna coklat kekuningan, bau krim khas, halus dan lengket, homogenitas krim homogen, daya sebar (4,5 cm) , daya lekat (6 detik), tipe krim air dalam minyak, pH krim 7, nilai SPF 3,9. Kesimpulan penelitian ini adalah uji mutu pada sediaan krim sunscreen ekstrak kulit buah nanas pada konsentrasi 20% telah memenuhi SNI dan nilai SPF memenuhi persyaratan (2-4) dengan tingkat kemampuan minimal.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (1)

FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (1)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sun protecting factor (SPF) ekstrak kulit nanas (Ananas comosus L Merr) dalam bentuk sediaan krim dengan varian konsentrasi 2%, 4% dan 8%. Kulit tanaman nanas memiliki kandungan zat flavonoid dan tanin yang dapat memberikan efek sebagai tabir surya. Pembuatan formulasi krim ekstrak kulit nanas menggunakan fase minyak dalam air. Bahan-bahan yang digunakan dalam formulasi krim yaitu asam stearat, paraffin cair sera alba, setil alkohol, stearil alkohol, propilen glikol, trietanolamin, air suling dan nipagin. Krim ekstrak kulit nanas kemudian dilakukan berbagai pengujian kualitas dan ditentukan nilai SPF. Masing – masing konsentrasi krim diencerkan menggunakan etanol 96%. Krim yang telah diencerkan dibaca nilai absorbansinya pada alat Spektrofotometer UV-Vis kemudian dihitung nilai SPF. Hasil penelitian menunjukan bahwa krim ekstrak kulit nanas telah memenuhi persyaratan setelah dilakukan berbagai uji kualitas krim dan nilai SPF masing-masing konsentrasi krim sangat rendah. Disimpulkan bahwa konsentrasi krim ekstrak kulit nanas 2% telah menunjukkan nilai SPF yang sangat kecil dan semakin meningkat konsentrasi yakni 4% dan 8% yang terkandung menunjukkan semakin tinggi nilai SPF namun tetap tidak memenuhi standar sebagai krim tabir surya yang baik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Formulasi Dan Uji Potensi KRIM TABIR SURYA Dengan Bahan Aktif Ekstra Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Formulasi Dan Uji Potensi KRIM TABIR SURYA Dengan Bahan Aktif Ekstra Etanol Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Sediaan tabir surya dibuat dalam bentuk sediaan krim. Sediaan krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi yang mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar yang terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok (Dirjen POM, 1979: 8). Sediaan krim digunakan karena sediaan ini merupakan sediaan yang menyenangkan, mudah menyebar rata, dan praktis digunakan (Ansel, 2008: 515). Selanjutnya dilakukan Penentuan nilai SPF (Sun Protecting Factor), %Te, dan %Tp sediaan krim ekstrak kulit nanas, dengan cara masing-masing dari formula (formula I, II, III, dan IV) ditimbang sebanyak 2 gram, lalu dilarutkan dengan etanol p.a dan dicukupkan volumenya hingga 10 mL dalam labu ukur yang telah disaring sebelumnya, setelah itu diukur absorbansinya pada panjang gelombang 290-400 nm dengan interval 5 nm dan diukur transmitan pada panjang gelombang 272,5-372,5 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Dilakukan 3 kali pengujian untuk setiap formula. Pengukuran absorban dilakukan untuk menentukan nilai SPF dari masing-masing formula, sedangkan pengukuran transmitan dilakukan untuk menentukan %Te dan %Tp dari masing-masing formula.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr)) SEBAGAI TABIR SURYA

FORMULASI SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. (Merr)) SEBAGAI TABIR SURYA

Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan dilakukan pada sediaan losio ekstrak kulit buah Nanas F1, F2 dan F3. Menurut Wasitaatmadja (1977), nilai SPF 2-4 merupakan kategori tabir surya dengan efek yang minimal, 4-6 kategori sedang, 6-8 kategori ekstra, 8-15 kategori maksimal dan lebih dari 15 kategori ultra. Semakin tinggi nilai SPF maka semakin baik kemampuan tabir surya. Nilai SPF kurang dari 2 berarti tidak memiliki kemampuan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari atau tidak memiliki kemampuan sebagai tabir surya. Hasil yang diperoleh dari ketiga sediaan losio yaitu 2,66 untuk sediaan losio F1, 2,72 untuk sediaan losio F2 dan 2,83 untuk sediaan losio F3. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai SPF dari ketiga losio yang dibuat memenuhi syarat sebagai tabir surya dengan efek yang minimal.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MUTU FISIK DAN NILAI SPF SEDIAAN KRIM TABIR SURYA

EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas Comosus. L).

MUTU FISIK DAN NILAI SPF SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas Comosus. L).

Kulit buah Nanas (Ananas comosus. L.) mengandung flavonoid dan tanin yang mampu bekerja sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan nilai SPF sediaan krim tabir surya ekstrak kulit buah nanas dengan konsentrasi 12%, 16% dan 20%. Ekstrak kulit buah nanas dibuat dengan mengekstraksi kulit buah nanas secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% untuk mendapatkan ekstrak kental kulit buah nanas. Selanjutnya dibuat krim ekstrak kulit buah nanas. Evaluasi krim meliputi mutu fisik dan nilai SPF. Mutu fisik meliputi: uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar dan daya lekat. Krim yang dibuat memenuhi persyaratan uji mutu fisik meliputi uji organoleptis dengan bentuk semisolid, warna coklat- kekuningan dan bau khas buah Nanas. Uji homogenitas dengan tidak terdapatnya partikel-partikel kecil pada seluruh sediaan krim, uji pH dengan nilai pH 6 yang masih dalam interval pH kulit yaitu 4,5-8,0 dan uji daya sebar dengan luas diameter sebar 5,5-6,2 cm yang menunjukkan konsistensi semisolid yang sangat nyaman dalam penggunaan dan uji daya lekat 13-20 detik yang masih dalam interval yaitu lebih dari 10 detik. Efektivitas sediaan tabir surya dilakukan dengan penentuan SPF menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Seluruh krim memenuhi syarat sebagai tabir surya dengan nilai SPF berturut-turut 2,567, 3,039 dan 4,984.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia X Mangostana L.) Terhadap Nilai Spf  Krim Tabir Surya Kombinasi  Avobenson Dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia X Mangostana L.) Terhadap Nilai Spf Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson Dan Oktil Metoksisinamat

Penggunaan antioksidan pada sediaan tabir surya dapat meningkatkan aktivitas fotoprotektif dan meningkatkan kestabilan sunscreen yang bersifat photounstable seperti avobenson (Afonso, dkk., 2014; Bonina, dkk.,1996). Selain itu, penggunaan antioksidan dapat mencegah berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh radiasi sinar UV (Hogade, 2010). Beberapa golongan senyawa aktif antioksidan terdapat pada kulit buah manggis seperti golongan xanton diantaranya α -mangostin, ß-mangostin, γ -mangostin, garcinon E, 8-deoksigartanin, dan gartanin yang memiliki sifat antioksidan sehingga memungkinkan untuk memberikan perlindungan terhadap sinar UV (Chaverry, dkk., 2008). Dalam sunscreen, antioksidan harus tersedia dalam jumlah yang adekuat untuk mendapatkan hasil yang efektif (Grimes, 2008).
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

kemampuannya dalam menyerap sinar UV pada rentang 310-400 nm (Wang, dkk., 2010). Namun avobenson ini bersifat tidak stabil (photounstable). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Afonso, dkk., (2014) penambahan senyawa yang mengandung antioksidan dapat meningkatkan kestabilan dari avobenson, menurunkan kerusakan kulit akibat sinar UV dan meningkatkan nilai SPF.

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Sirsak merupakan tanaman dengan tinggi pohon sekitar 5-6 meter. Batang coklat berkayu, bulat, bercabang. Mempunyai daun berbentuk telur atau lanset, ujung runcing, tepi rata, pangkal meruncing, pertulangan menyirip, panjang tangkai 5 mm, hijau kekuningan. Bunga terletak pada batang atau ranting, daun kelopak kecil, kuning keputih-putihan, benang sari banyak berambut. Buahnya bukanlah buah sejati, yang dinamakan ”buah” sebenarnya adalah kumpulan buah- buah (buah agregat) dengan biji tunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Daging buah sirsak berwarna putih dan berbiji hitam. Akar pohon sirsak berwarna coklat muda, bulat dengan perakaran tunggang. Di Indonesia, sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang mempuyai ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut (Meiyanto, dkk., 2006).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK KUNING (Musa paradisiaca L) SEBAGAI KRIM TABIR SURYA

PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK KUNING (Musa paradisiaca L) SEBAGAI KRIM TABIR SURYA

Kulit pisang kepok kuning salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan dasar kosmetik dan diformulasikan menjadi sediaan krim, memiliki kandungan senyawa flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dari paparan radikal bebas sinar UV sinar matahari, sehingga dapat meminimalisir penuaan dini pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mutu fisik dari sediaan krim tabir surya ekstrak kulit pisang kepok kuning dengan konsentrasi 2%, 4% dan 8% dan nilai SPF-nya. Metode penelitiannya meliputi maserasi dengan menggunakan etanol 96% selama 5 hari, uji skrinning fitokimia flavonoid dan tannin dengan reagen spesifik serbuk Mg dan HCl, dan FeCl3 1%, pembuatan sediaan tabir surya dengan metode pelelehan dan uji mutunya serta pengujian nilai SPF (Sun Protecting Factor) dengan spektrofotometer UV-Vis. Rendemen ekstrak etanol 96% adalah 9,18014%, uji skrinning fitokimia positif mengandung senyawa flavonoid dan tanin, dan mutu fisik sediaan tabir surya meliputi uji homogenitas (homogen), daya lekat (10 – 35 detik), daya sebar (4 – 5 cm), dan Uji pH (6 – 6,5). Nilai SPF sediaan krim 2%, 4%, dan 8% berturut – turut adalah 0.1782, 0.1130, dan 0.1067. Kesimpulan penelitian ini adalah mutu fisik sediaan memenuhi standar dan nilai SPF dibawah standar (4).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

De Fretes, H., Susanto, A.B., Limantara, L., Prasetyo, B., Heriyanto., dan Brotosudarmo, T.H.P. (2011). Composition and Content of Pigment, Photostability, and Thermostability Studies of Crude Pigment Extracts from Red, Brown, and Green Varierities of Red Algae Kappa phycusalvarezii Doty. Seminar ICONS. Universitas Ma Chung. Malang. 17(1): 31-38.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Menyatakan bersedia menjadi sukarelawan untuk uji iritasi dalam penelitin Karina Adirra Islami Affan dengan judul penelitian Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenzone dan Oktil Metoksisinamat dan Memenuhi Kriteria sebagai sukarelawan uji sebagai berikut (Ditjen POM, 1985):

23 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Penelitian menunjukkan bahwa semua sediaan krim tabir surya ekstrak etanol daun sirsak homogen dengan tipe emulsi m/a, rentang pH pada kisaran 5,7 - 6,3, tidak mengiritasi, dan stabil selama 12 minggu penyimpanan pada suhu kamar. Nilai SPF meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak. Nilai SPF basis krim, blanko dan krim dengan penambahan ekstrak etanol daun sirsak 4% (FI), 6% (FII), 8% (FIII) dan 10% (FIV) berturut-turut adalah 0,39; 15,85; 16,96; 19,46; 20,99 dan 23,49. Hasil analisis secara statistik menunjukkan peningkatan nilai SPF ini memiliki perbedaan yang signifikan (p < 0.05). Dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol daun sirsak dapat meningkatkan nilai SPF tabir surya kombinasi avobenson dan oktil metoksisinamat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Krim Tabir Surya Dari Kombinasi Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia Pendens Merr & Perry) Dengan Ekstrak Buah Carica (Carica Pubescens) Sebagai Spf

Krim Tabir Surya Dari Kombinasi Ekstrak Sarang Semut (Myrmecodia Pendens Merr & Perry) Dengan Ekstrak Buah Carica (Carica Pubescens) Sebagai Spf

108 Hasil menunjukan bahwa keempat formula memiliki bentuk semi solid dan bertekstur lembut, warna dan bau sediaan berbeda dari tiap formula. Pada formula I krim mengalami sedikit perubahan warna setelah hari ke 15. Sedangkan pada formula II, III dan IV krim tidak mengalami perubahan. Perubahan warna krim selama penyimpanan dikarenakan pengaruh cahaya yang mengoksidasi vitamin C dalam carica yang lebih dominan. Pada formula II yang mengandung ekstrak sarang semut memiliki kestabilan yang lebih tinggi dibanding dengan formula lain, hal ini terjadi karena pada formula II ekstrak yang digunakan berupa eksrak yang sangat kental, sehingga konsistensinya lebih padat.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

dikeringkan dengan tisu. Sampel dibuat dalam konsentrasi 1% yaitu ditimbang 1 g sediaan dilarutkan dalam beker glass hingga 100 ml aquades. Kemudian elektroda dicelupkan dalam larutan tersebut. Dibiarkan alat menunjukkan harga pH sampai konstan. Angka yang ditunjukkan pH meter merupakan pH sediaan. Penentuan pH dilakukan tiga kali pada krim terhadap masing-masing konsentrasi (Rawlins, 2003). Nilai pH diamati sebelum dan sesudah penyimpanan. Nilai pH penting untuk mengetahui tingkat keasaman dari sediaan agar tidak mengiritasi kulit. Sehingga pH sediaan kosmetik harus sesuai dengan pH fisiologis “mantel asam” kulit, mantel asam kulit merupakan lapisan tipis lembab yang bersifat asam, lapisan ini merupakan lapisan perlindungan pertama kulit yang berfungsi sebagai penyangga untuk menetralisir bahan kimia yang terlalu asam atau terlalu alkalis, semakin alkalis atau semakin asam bahan yang mengenai kulit akan semakin sulit untuk menetralisirnya sehingga kulit menjadi kering, pecah-pecah, sensitif dan mudah terkena infeksi. Uji pH bertujuan untuk melihat kesesuaian keasaman dari sediaan dengan pH kulit yang mempunyai rentang 4,5-7,0 (Wasitaatmadja, 1997). 3.5.5 Pengamatan stabilitas sediaan
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

In this study, the ethanol extract leaves of soursop leaves were done by percolation. The suncreen cream of avobenzone and octyl methoxycinnamate combination was formulated with addition of Soursop leaves extract at 4% (FI), 6% (FII), 8% (FIII) dan 10% (FIV). Evaluations conducted on organeleptic, homogenity, emulsion type, pH, stability, skin irritation, and SPF value of sunscreens was determined by in vitro method using UV Visible spectrophotometer.

2 Baca lebih lajut

Efek Antiagregasi Platelet Ekstrak Etanol Buah Nanas (Ananas comusus Merr) Pada Mencit Putih Jantan

Efek Antiagregasi Platelet Ekstrak Etanol Buah Nanas (Ananas comusus Merr) Pada Mencit Putih Jantan

Data Hasil Uji % Peningkatan Lama Waktu Perdarahan dan Koagulasi Darah Mencit.. % Peningkatan Lama Waktu Perdarahan Mencit Terhadap Hari Ke-0..[r]

21 Baca lebih lajut

Uji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar bromelain terhadap Bovine Serum Albumin (BSA) dari ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Uji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar bromelain terhadap Bovine Serum Albumin (BSA) dari ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

Untuk melihat potensi antioksidan dari enzim protease yang telah digunakan dalam perawatan luka, dalam penelitian ini dilakukan pemeriksaan aktivitas antioksidan terhadap kulit buah nanas. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kulit nanas mempunyai kemampuan sebagai antioksidan dan aktivitas biologis lainnya (Hossain dan Rahman, 2011; da Silva et al , 2010; Erukainure et al , 2012). Kulit dari buah nanas merupakan salah satu bagian dari limbah buah nanas, selain bonggol dan daunnya. Limbah tersebut umumnya dapat digunakan sebagai pakan ternak. Khususnya kulit buah nanas dapat digunakan untuk produksi kertas, baju, dan uang kertas. Hal tersebut disebabkan kulit buah nanas banyak mengandung selulosa, hemiselulosa, dan karbohidrat yang lain (Bartholomew et al. , 2003). Bromelain diduga terkandung dalam kulit, selain di bonggol, dan daun (Ketnawa, Rawdkuen, dan Chaiwut, 2010).
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Uji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar bromelain terhadap Bovine Serum Albumin (BSA) dari ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr).

Uji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar bromelain terhadap Bovine Serum Albumin (BSA) dari ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr).

Nanas merupakan tanaman yang mudah ditemukan di daerah tropis. Selama bertahun-tahun telah banyak kegunaan dari bagian-bagian buah nanas yang digunakan dalam pemeliharaan kesehatan. Seperti kulit nanas yang telah menjadi bahan penting dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit selama bertahun-tahun. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kulit nanas mempunyai kemampuan sebagai antioksidan dan aktivitas biologis lainnya (Hossain dan Rahman, 2011; da Silva et al, 2010; Erukainure et al, 2012). Bromelain merupakan salah satu enzim protease yang umum digunakan dalam perawatan luka. Enzim protease yang digunakan dalam perawatan luka untuk regenerasi jaringan dan mencegah timbulnya keloid berpotensi memiliki aktivitas antioksidan (Pendzhiev, 2002). Enzim ini tidak hanya dapat ditemukan di bagian daging, stem dan daun, namun juga di kulit nanas (Hebbar, Sumana, dan Raghvarao, 2008).
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Evaluasi Karakteristik Fisika-Kimia dan Nilai SPF Lotion Tabir Surya Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.)

Evaluasi Karakteristik Fisika-Kimia dan Nilai SPF Lotion Tabir Surya Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.)

Hasil pengujian menunjukkan formula 1 tidak memiliki efek tabir surya yang efektif, dikarenakan hanya terdiri dari bahan pembawa saja tanpa tambahan ekstrak etanol daun kersen. Sedangkan formula 2-formula 4 memiliki efek proteksi maksimal hingga proteksi ultra. Semakin banyak ekstrak etanol daun kersen yang ditambahkan maka semakin besar nilai SPFnya, karena semakin banyak flavonoid yang terkandung (Mulangsri, 2018).Formula 3 dan formula 4 memiliki efektivitas yang setara dengan sediaan yang ada dipasaran. Sebagian besar sediaan yang beredar memiliki nilai SPF antara 15-30. Hal ini juga disebabkan tingginya intensitas sinar matahari di Indonesia, sehingga dibutuhkan sediaan tabir surya yang dapat memberikan proteksi ultra.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects