Top PDF Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa: Studi Kasus Gampong Harapan, Kota Lhokseumawe

Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa: Studi Kasus Gampong Harapan, Kota Lhokseumawe

Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa: Studi Kasus Gampong Harapan, Kota Lhokseumawe

Konsep yang dikemukakan oleh J.B Ghartey (1987) dalam Sedarmayanti (2003) tentang akuntabilitas yaitu sebuah kegiatan untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan yang berhubungan dengan pelayanan apa, siapa, kepada siapa, milik siapa, yang mana, dan bagaimana. Pertanyaan yang harus mendapatkan jawaban tersebut antara lain, apa yang harus dipertanggungjawabkan, mengapa pertanggungjawaban harus diserahkan, siapa yang bertanggungjawab terhadap berbagai kegiatan dalam masyarakat, apakah pertanggungjawaban sudah berjalan seiring dengan kewenangan yang dimiliki (LAN dan BPKP, 2007). Selanjutnya Dixon, et al, (2006) menyatakan bahwa akuntabilitas publik dapat diwujudkan kedalam dua bentuk. Pertama vertical accoutability (pertanggungjawaban kepada otoritas tingkat yang lebih tinggi atau pemberi tugas). Kedua horizontal accountability (pertanggungjawaban kepada masyarakat atau perwakilan masyarakat).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Pasca Pemberlakuan Undang-Undang Desa (Studi Kasus pada Gampong Harapan Kota Lhokseumawe)

Pengaruh Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Pasca Pemberlakuan Undang-Undang Desa (Studi Kasus pada Gampong Harapan Kota Lhokseumawe)

Konsep yang dikemukakan oleh J.B Ghartey (1987) dalam Sedarmayanti (2003) tentang akuntabilitas yaitu sebuah kegiatan untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan yang berhubungan dengan pelayanan apa, siapa, kepada siapa, milik siapa, yang mana, dan bagaimana. Pertanyaan yang harus mendapatkan jawaban tersebut antara lain, apa yang harus dipertanggungjawabkan, mengapa pertanggungjawaban harus diserahkan, siapa yang bertanggungjawab terhadap berbagai kegiatan dalam masyarakat, apakah pertanggung- jawaban sudah berjalan seiring dengan kewenangan yang dimiliki (LAN dan BPKP, 2007). Selanjutnya Dixon, et al, (2006) menyatakan bahwa akuntabilitas publik dapat diwujudkan kedalam dua bentuk. Pertama vertical
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh penyajian laporan keuangan, aksesibilitas informasi desa dan partisipasi masyarakat terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa : studi kasus di Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang

Pengaruh penyajian laporan keuangan, aksesibilitas informasi desa dan partisipasi masyarakat terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa : studi kasus di Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang

Akuntabel yaitu perwujudan kewajiban untuk mempertanggung jawabkan pengelolaan dan pengendalian sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Akuntabel yakni bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 4 Anggaran yang akuntabel sudah menjadi jargon yang terus dibicarakan oleh banyak kalangan dan menjadi tuntutan atau harapan publik mulai disadari bahkan oleh kelompok masyarakat, akan tetapi dalam prakteknya proses penganggaran masih sangat jauh dari
Baca lebih lanjut

157 Baca lebih lajut

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (Studi Kasus pada Desa Bence Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang )

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (Studi Kasus pada Desa Bence Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang )

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 Pasal 18 bab IX Alokasi Dana Desa (ADD) berasal dari APBD kabupaten/kota yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota untuk Desa paling sedikit 10% (sepuluh persen).

14 Baca lebih lajut

Identifikasi Harapan Hidup “Buruh Lepas”

(Studi Kasus di Gampong Lamdom Kecamatan Luengbata 

Kota Banda Aceh)

Identifikasi Harapan Hidup “Buruh Lepas” (Studi Kasus di Gampong Lamdom Kecamatan Luengbata Kota Banda Aceh)

Menurut Snyder dalam Rand dan Cheavens pada tahun 2009 mengemukakan bahwa individu yang memiliki harapan yakin dirinya dapat menemukan cara atau jalan (routes) mencapai tujuan yang diinginkan dan juga yakin bahwa ia memiliki motivasi untuk menempuh cara tersebut. Harapan dapat didefinisikan sebagai kesatuan kognitif yang terdiri dari keyakinan akan kapasitas individu untuk memulai dan mempertahankan tindakan (agency) dan keyakinan akan kapasitas individu dalam menghasilkan strategi (pathways) untuk mencapai tujuan (Snyder, sympson, Ybasco, Borders, babyak dan Higgins, paada tahun 1996).Secara keseluruhan, harapan merupakan kemampuan yang dirasakan individu untuk memperoleh cara untuk tujuan yang diinginkan, dan memotivasi diri sendiri untuk berfikir menggunakan cara tersebut (Snyder, 2002). Edward (2009) juga pada akhirnya mengungkapkan bahwa harapan dapat dianggap sebagai keadaan mental yang positif tentang kemampuan untuk mencapai tujuan dimasa depan. 41
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
(Studi kasus pada Sekretariat Daerah Kota Mataram tahun 2018)

PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAN AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (Studi kasus pada Sekretariat Daerah Kota Mataram tahun 2018)

Mataram sebagai sampel dalam penelitian ini. Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyajian laporan keuangan dan aksesibilitas laporan keuangan memiliki pengaruh secara simultan terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Penyajian laporan keuangan secara parsial berpengaruh signifikan dengan arah positif, dan aksesibilitas laporan keuangan secara parsial berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah variabel lain untuk meneliti pengaruhnya terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Bagi Sekretariat Daerah Kota Mataram juga diharapkan untuk dapat menambah sumber daya agar mempermudah dalam melakukan penyajian laporan keuangan dan menambah informasi – informasi keuangan melalui internet (website) agar mampu mencapai tujuan yang telah direncanakan dengan sangat baik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EVALUASI TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN PARTISIPATIF PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (STUDI PADA KECAMATAN PANGKALANBARU BANGKA TENGAH)

EVALUASI TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, DAN PARTISIPATIF PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (STUDI PADA KECAMATAN PANGKALANBARU BANGKA TENGAH)

Transparansi, akuntabilitas dan partisipatif merupakan prinsip-prinsip dalam mengelola keuangan desa berdasarkan Permendagri No.113 Tahun 2014. Pemerintah Desa harus bisa menerapkan prinsip-prinsip tersebut, dimana semua akhir kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan ketentuan sehingga terwujud tata kelola pemerintahan desa yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk transparansi, akuntabilitas dan partisipatif dalam mengelola keuangan desa tahun 2016 serta mengevaluasi apakah transparansi, akuntabilitas dan partisipatif yang dijalankan telah sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 yang dilakukan pada Kecamatan Pangkalanbaru, khususnya pada desa-desa di kecamatan tersebut.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGARUH TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, EFEKTIVITAS, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP 

PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

(Studi Empiris pada Desa Se-Kabupaten Kudus)

PENGARUH TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, EFEKTIVITAS, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DESA (Studi Empiris pada Desa Se-Kabupaten Kudus)

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta ridho-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGARUH TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS, EFEKTIVITAS, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DESA. (Studi Empiris pada Desa Se- Kabupaten Kudus Jawa Tengah)” ini dengan baik. Penelitian ini disusun sebagai syarat akademis dalam menyelesaikan studi program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Muria Kudus.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN ALOKASI DANA DESA, AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN DESA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT 

(Studi Kasus Desa Bejijong Kecamatan Trowulan, Mojokerto)

PENGARUH PENGGUNAAN ALOKASI DANA DESA, AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN DESA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi Kasus Desa Bejijong Kecamatan Trowulan, Mojokerto)

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah S.W.T., atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik yangberjudul ANALISIS CRIT[r]

14 Baca lebih lajut

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA TRI HITA KARANA

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA TRI HITA KARANA

Kutipan terhadap sloka tersebut menunjukkan bahwa orang yang beragama Hindu memandang kerjasama yang harmonis dengan sesama manusia merupakan salah satu prinsip keberhasilan seseorang atau organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jika hal ini diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat, maka dalam pengelolaan keuangan desa yang paling nyata terlihat. Kerjasama yang harmonis ini tidak hanya terjadi saat kita memiliki kepentingan yang sama masing-masing individu, melainkan sekalipun kita memiliki kepentingan pribadi yang berbeda maka tetap melakukan kerjasama yang harmonis. Misalnya salah satu contah ketika pemilihan kepala desa, wajar saja setiap orang memiliki pilihan politik yang berbeda, namun harus tetap berkomitmen untuk kemajuan desa siapapun yang terpilih menjadi kepala desa. Begitu juga kepala desa yang terpilih wajib merangkul semua lawan politisnya saat pemilihan untuk menjadi bagian dalam membangun desa. Wujud kerjasama harmonis ini sangat dibutuhkan dalam tata kelola pemerintahan desa, terlebih ini merupakan intruksi pemerintah pusat yang berkomitmen membangun Indonesia dari pinggiran (desa), maka wajib untuk didukung dalam setiap langkah implementasinya di desa salah satunya dengan bekerjasama antar sesama warga masyarakat, sinergitas anatara pemerintahan desa dengan pemerintahan daerah dalam hal pembinaan, pengawasan dan pelatihan, serta sinergitas antar lembaga desa dan komunitas lainnya yang ada di desa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Akuntabilitas Keuangan, Pengawasan, dan Penyajian Laporan Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah (Studi pada Pemerintah Kota Dumai)

Pengaruh Akuntabilitas Keuangan, Pengawasan, dan Penyajian Laporan Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah (Studi pada Pemerintah Kota Dumai)

penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah. Kuisioner dalam penelitian ini peneliti adopsi dari penelitian Siregar (2011) dan Suparno (2012), dan sebagian kuisioner peneliti tambah atau kurangi sesuai judul yang peneliti ambil dengan sumber referensi Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 21 tahun (2011), Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.Daftar pertanyaan tersebut terdiri dari lima butir pertanyaan digunakan untuk mengevaluasi kinerja responden. Alternatif jawaban atas daftar pertanyaan tersebut menggunakan skala Likert dengan rentang nilai satu sampai dengan lima.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH AKUNTABILITAS KEUANGAN, PENGAWASAN, DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (Studi Pada Pemerintah Kota Dumai)

PENGARUH AKUNTABILITAS KEUANGAN, PENGAWASAN, DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (Studi Pada Pemerintah Kota Dumai)

penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah. Kuisioner dalam penelitian ini peneliti adopsi dari penelitian Siregar (2011) dan Suparno (2012), dan sebagian kuisioner peneliti tambah atau kurangi sesuai judul yang peneliti ambil dengan sumber referensi Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 21 tahun (2011), Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.Daftar pertanyaan tersebut terdiri dari lima butir pertanyaan digunakan untuk mengevaluasi kinerja responden. Alternatif jawaban atas daftar pertanyaan tersebut menggunakan skala Likert dengan rentang nilai satu sampai dengan lima.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI URUT SEWU KABUPATEN KEBUMEN

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DI URUT SEWU KABUPATEN KEBUMEN

Irma (2015) dalam penelitiannya yang berjudul Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi memperoleh hasil bahwa akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Desa di wilayah Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi dilihat dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban baik secara teknis maupun administrasi sudah berjalan dengan baik, namun dalam hal pertanggungjawaban administrasi keuangan kompetensi sumber daya manusia pengelola masih merupakan kendala utama, sehingga masih memerlukan pendampingan dari aparat Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pengelola Alokasi Dana Desa (ADD) pada 11 (sebelas) desa di wilayah Kecamatan Dolo Selatan yaitu sebanyak 77 orang dan menetapkan seluruh anggota populasi yang ada sebagai sampel penelitian.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Pengaruh Perangkat Desa Dan Sistem Akuntansi Keuangan Desa Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Kabupaten Serang

Pengaruh Perangkat Desa Dan Sistem Akuntansi Keuangan Desa Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa Kabupaten Serang

Suharsimi Arikunto (2006:160) mengungkapkan bahwa metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan yaitu data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan studi kepustakaan, penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu 3 kecamtan yang ada di Kabupaten Serang yaitu Kecamatan Ciruas, Kecamatan Petir dan Kecamatan Tunjung Teja. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 desa yaitu seluruh jumlah desa yang ada di Kecamatan Ciruas, Kecamatan Petir dan Kecamatan Tunjung Teja yang terlibat dalam akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini mengambil sampel dengan metode sampling jenuh atau sensus. Untuk mengetahui model regresi dilakukan pengujian normalitas, autokorelasi, multikolieniritas, dan heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis berdasarkan pada t-value dan F- value. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara perangkat desa dan sistem akuntansi keuangan desa terhadap akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Tahun 2013)

Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Tahun 2013)

Kondisi fisik suatu wilayah berhubungan erat dengan aktivitas penduduknya. Pada kondisi sosial suatu wilayah tidak akan terlepas dari keadaan fisiknya. Hal ini dikarenakan kondisi fisik suatu wilayah memiliki peran untuk mengetahui faktor-faktor alami untuk mengetahui keadaan dan potensi yang sesuai untuk kawasan tersebut sehingga dapat diketahui aktivitas yang sesuai di kawasan tersebut. Kecamatan Kalisat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Jember yang memiliki luas wilayah 50,531 km 2 yang terbagi dalam 12 desa. Kecamatan Kalisat memiliki ketinggian rata-rata 281 meter dari atas permukaan laut. Jarak ibukota kecamatan ke pusat pemerintahan Kabupaten Jember adalah 16 km. Penggunaan lahan di Kecamatan Kalisat didominasi oleh persawahan seluas 2.885 Ha dimana Desa Plalangan menyumbangkan angka tertinggi dengan sawah teknisnya sebesar 391 Ha.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Kasus di Desa Uekuli Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una)

AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Kasus di Desa Uekuli Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una)

B : kalau hhutan desa ada, cuman belum dimanfaatkan, karena kita juga belum mendapat apa, maksudnya mendapat tanggapan dari pemerintah, pemrintah kabupaten khususnya bagaimana asa pemanfaatan hutan desa ini, kemarin juga ada beberapa warga ini, ini cuman jadi polwmik lagi persoalan, di tenda, dorang katakan di tenda, itu milik masyarakat tayawa, cuman kalau melihat dari secara geografis, itu milik uekuli, tapi secara yuridisnya kita belum tau, karena persoalan orang tua dulu, akhirnya dibawa ke kecamatan kemarin, persoalan tanah ini siapa yang memiliki, karena di sana sudah banyak yang kaplingan untuk tanam cingkeh, dan banyak yang berhasil, contoh kajura, kajura itu ada yang punya sampai 500 pohon, luar biasa cingkeh, karena di sana memang daerah dingin, di atas uekuli itu, makanya itu jadi sementara sekarang dalam proses, yang kemarin naik bapak kapolsek, bapak kepala desa, pak camat, kepala desa bersangkutan antara uekuli dan tayawa, untuk menyelesaikan persoalan ini, karena kemarin juga awal berapa tahun bersama betauwa cuman sudah selesai, kembal lagi uekuli tayawa, masalah batas desa, karena memang orang uekuli sudah mulai, sudah bangun di sana, akhirnya
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

Reformasi Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Transparansi Dan Akuntabilitas (Studi Pada Pemerintah Kota Malang)

Reformasi Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Transparansi Dan Akuntabilitas (Studi Pada Pemerintah Kota Malang)

Dalam reformasi pemeriksaan perlu adanya sebuah standar kinerja sebagai alat penilaian kinerja instansi pemerintah. Indikator kinerja menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Yuwono dalam Suhadak (2007, h.113) berpendapat bahwa penerapan indikator kinerja hendaknya ber- prinsip pada relevansi, komunikatif, konsisten, dapat dibandingkan, dan andal. Standar Operating Procedure (SOP) yang tertuang dalam Keputusan Inspektur Kota Malang Nomor 188/10/35.73.401/2012 yang menjadi acuan Inspektorat Kota Malang untuk melaksanakan tugas pekerjaaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai dengan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. SOP tidak saja bersifat internal tetapi juga eksternal, karena SOP selain digunakan untuk mengukur kinerja organisasi publik yang berkaitan dengan ketepatan program dan waktu, juga digunakan untuk menilai kinerja organinsasi publik di mata masyarakat berupa responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

SISTEM AKUNTABILITAS KEUANGAN DESA (STUDI KASUS: DESA TEMUWUH DAN TERONG, KECAMATAN DLINGO, KABUPATEN BANTUL)

SISTEM AKUNTABILITAS KEUANGAN DESA (STUDI KASUS: DESA TEMUWUH DAN TERONG, KECAMATAN DLINGO, KABUPATEN BANTUL)

Bantul memang tak bisa dilepaskan dari sejarah Yogyakarta sebagai Kota perjuangan dan sejarah perjuangan Indonesia pada umumnya. Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan. Antara lain, perlawanan Pangeran Mangkubumi di Ambar Ketawang dan upaya pertahanan Sultan Agung di Pleret. Perjuangan Pangeran Diponegoro di Selarong. Kisah perjuangan pioner penerbangan Indonesia yaitu Adisucipto, pesawat yang ditumpanginya jatuh ditembak Belanda di Desa Ngoto. Sebuah peristiwa yang penting dicatat adalah Perang Gerilya melawan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Sudirman (1948) yang banyak bergerak di sekitar wilayah Bantul. Wilayah ini pula yang menjadi basis, "Serangan Oemoem 1 Maret" (1949) yang dicetuskan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

AKUNTABILITAS DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI MASJID MELALUI PENDEKATAN FENOMENOLOGI  Akuntabilitas Dan Pengelolaan Keuangan Masjid Melalui Pendekatan Fenomenologi (Studi Empiris Pada Masjid Nurusy Syifa’ Surakarta).

AKUNTABILITAS DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI MASJID MELALUI PENDEKATAN FENOMENOLOGI Akuntabilitas Dan Pengelolaan Keuangan Masjid Melalui Pendekatan Fenomenologi (Studi Empiris Pada Masjid Nurusy Syifa’ Surakarta).

Akuntabilitas publik adalah kewajiban penerima tanggungjawab untuk mengelola sumber daya, melaporkan, dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya publik kepada pihak pemberi mandate (principal). Pertanggung jawaban di sampaikan oleh Ketua Pengurus, mengarah pada semua pengurus kerena bagaimanapun mereka adalah satu organisasi yang harus bekerja sama dalam menjalankan semua kegiatan termasuk didalamnya yaitu pengelolaan keuangan Masjid. Namun bendahara tetap memiliki tugas yang lebih dalam pengelolaan tersebut dan harus memberikan laporan keuangan kepada pengurus lain dan juga jama’ah.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Akuntabilitas Dan Pengelolaan Keuangan Di Masjid (Studi Kasus di Masjid Nurul Huda Kecamatan Polanharjo).

PENDAHULUAN Akuntabilitas Dan Pengelolaan Keuangan Di Masjid (Studi Kasus di Masjid Nurul Huda Kecamatan Polanharjo).

Secara empiris penelitian ini juga sangat bermanfaat bagi peneliti, karena menjadi tahu bagaimana sistem pencatatan pengelolaan keuangan Masjid dilakukan oleh para pengurus, dan mengetahui suka duka para pengurus dalam menjalankan amanah yang diberikan.Selain itu secara tidak langsung peneliti juga mendapatkan tambahan ilmu yang bermanfaat dalam perkembangan ilmu akuntansi dan penerapannya dalam entitas Masjid, sehingga dapat mewujudkan sistem pengelolaan keuangan yang transparansi dan akuntabilitas.

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects