Top PDF AL QURAN DALAM PERSPEKTIF KEILMUAN DAN K

AL QURAN DALAM PERSPEKTIF KEILMUAN DAN K

AL QURAN DALAM PERSPEKTIF KEILMUAN DAN K

Kita masih ingat sewaktu diadakan penerbangan peercobaan ke bulan dan pengambilan unsur- unsur yang ada di permukaan bulan dengan tujuan untuk menemukan bahan-bahan obat-obatan yang tidak ada di Bumi atau setidaknya bila bahan tersebut dicampurkan dengan bahan yang ada di Bumi dapat menghasilkan unsur-unsur baru yang belum pernah dikenal manusia. Namun apa yang terjadi, manusia akhirnya sampai ke bulan dan pulang dengan membaya bebatuan yang ada di permukaan serta bawah permukaan bulan. Ternyata unsur-unsur penyusun bebatuan itu sama dengan unsur-unsur penyusun permukaan bumi. Hal ini membuktikan bahwa dulunya bumi dan bulan pernah menjadi satu kesatuan seperti teori big bang dan ayat 30 surat al-Anbiya’ tersebut. 9. Fakta Sidik Jari
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Manuskrip Al Quran dari Sulawesi Barat K

Manuskrip Al Quran dari Sulawesi Barat K

Artikel ini mengkaji delapan mushaf Al-Qur’a kuno dari Sulawesi Barat, semuanya dari koleksi perorangan. Bagian pertama tulisan ini mendeskripsi masing-masing mushaf, dan selanjutnya membahas sisi teks Al-Qur’an serta teks- teks tambahan lainnya, baik di bagian awal maupun akhir mushaf. Mushaf Al- Qur’an yang dikaji berasal dan merupakan tradisi mushaf Bugis, meskipun saat ini milik orang di Mandar, Sulawesi Barat. Rasm usmani dalam mushaf banyak digunakan di wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Wajo dan Bone, pada abad ke- 19. Hal itu juga dilengkapi dengan bacaan qir ā ’ ā t sab‘ yang disertakan di bagian tepi mushaf. Dari delapan mushaf yang dikaji dalam tulisan ini hanya satu mushaf yang tidak memiliki catatan qira’at.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Kesantunan Berbahasa: Perspektif Terjemahan Al Quran dan Hadis

Kesantunan Berbahasa: Perspektif Terjemahan Al Quran dan Hadis

A dam bercerita k epada k ami, Said bin A bu Burdah bin Abu Musa al- A syari bercerita k epada k ami dari ayahnya dari k ak ek nya, dia berk ata: N abi SA W berk ata: Setiap orang Islam wajib bersedek ah. Merek a berk ata: k alau tidak punya apa-apa? Nabi menjawab: Hendak nya dia berbuat dengan tangannya sehingga dirinya bermanfaat dan berarti dia telah bersedek ah. Merek a berk ata: Kalau tidak mampu? Nabi menjawab: Hendak nya dia membantu orang yang minta tolong. Merek a berk ata: Kalau tidak bisa mengerjak an itu? N abi menjawab: Hendak nya ia menganjurk an k ebaik an atau berk ata yang baik (Teks Ke-22 , IV : 54).
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Perspektif al Quran tentang Dakwah Pende

Perspektif al Quran tentang Dakwah Pende

Dakwah pada hakikatnya adalah usaha orang beriman untuk mewujudkan Islam dalam semua segi kehidupan pada tataran individu, keluarga, masyarakat, umat dan bangsa. Sebagai aktualisasi iman, dakwah merupa kan keharusan dan menjadi tugas suci bagi setiap muslim setingkat dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki. Dakwah merupakan salah satu bentuk komitmen muslim terhadap agamanya. Setiap muslim dan muslimat wajib mendakwahkan Islam, sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan masing-masing, sesuai dengan profesi dan dedikasinya kepada orang lain, baik orang Islam maupun orang-orang yang tidak atau belum beragama Islam. Istilah dakwah digunakan dalam Al Qur’an bai k dalam bentuk fi’il maupun dalam bentuk mashdar berjumlah lebih dari seratus kali. Dalam Al Qur’an, dakwah dalam arti mengajak ditemukan sebanyak 46 kali, 39 kali dalam arti mengajak kepada Islam dan kebaikan, 7 kali kepada neraka dan kejahatan.Beberapa dari ayat tersebut:Mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran ( QS. Ali Imran: 104); Mengajak manusia kepada jalan Allah (QS an-Nahl:125); Mengajak manusia kepada agama Islam (QS as-Shaf: 7); Mengajak manusia kepada jalan yang lurus (QS al-Mukminun:73); Memutuskan perkara dalam kehidupan umat manusia, kittabullah dan sunnaturrasul (QS an-Nur:48 dan 51, serta QS Ali Imran:23); Mengajak ke surga (QS al-Baqarah:122).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Kisi (18)

Kisi (18)

Menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris yang menyangkut kandungan al-Quran dalam bahasa Inggeris K.. Menafsirkan kata-kata mufradat dalam al-Quran khususnya yang terdapat di dalam juz [r]

2 Baca lebih lajut

Agenda Kegiatan Harian di Bulan Ramadhan

Agenda Kegiatan Harian di Bulan Ramadhan

Menghafal Al-Quran Agenda prioritas Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk: - Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 k[r]

4 Baca lebih lajut

WARNA PUTIH MENURUT PERSPEKTIF AL QURAN

WARNA PUTIH MENURUT PERSPEKTIF AL QURAN

Justeru menerusi kajian warna putih, pelbagai petunjuk dan manfaat yang diperolehi. Antaranya terdapat dua belas ayat yang membicarakan aspek warna ini. Secara khusus ia membincangkan tema seperti berikut cahaya siang, warna muka orang mukmin di Hari Kiamat, penyakit mata, mukjizat Nabi Musa a.s., warna gunung, warna minuman syurga dan sifat wanita syurga. Sementara melalui al-Kutub al-Sittah, sebanyak tujuh hadith ditemui. Berdasarkan kepada perbincangan yang telah dikemukakan, warna putih di dalam hadith menfokuskan kepada beberapa tema iaitu cahaya, haiwan, pakaian, rambut dan susu. Perbincangan terhadap warna ini hanya tertumpu kepada tujuh hadith (tidak termasuk hadith yang berulang walaupun berbeza lafaz) yang mencakupi kelima-lima aspek tersebut. Selain membicarakan mengenai warna secara zahir, ia turut melibatkan perbahasan yang menyentuh isu- isu tertentu. Secara keseluruhannya, warna putih yang disebutkan ada kaitannya dengan sesuatu hukum, nikmat dan ciri-ciri semulajadi yang diinterpretasikan perbincangannya dalam hadith.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

HAK-HAK PEREMPUAN MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN

HAK-HAK PEREMPUAN MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN

Islam begitu memuliakan perempuan dengan melihatnya sebagai mahluk yang utuh, dengan martabat agung dengan dimensi yang tak terhingga, dengan perempuan tidak dinilai dari segi keindahan tubuhnya kemolekan parasnya, kesupelan pergaulannya. Jauh lebih luas dari itu, perempuan dalam Islam juga dilihat sebagai manusia yang seperti juga laki-laki, punya tugas-tugas kemanusiaan, tanggung jawab pribadi dan sosial. Mereka punya otak untuk berfikir, nurani untuk mengambil keputusan, tangan untuk bekerja dan berkarya dan seterusnya. Semua potensi kemanusiaan yang diberikan kepada laki- laki juga diberikan kepada perempuan. Karenanya tidak ada perbedaan hak-hak mereka di bidang pendidikan, sosial dan lain-lainnya dalam Al-Quran. Kalaupun ada perbedaan itu adalah akibat fungsi dan tugas-tugas utama yang dibebankan agama kepada masing- masing jenis kelamin yang mengakibatkan suatu sama lainnya saling bantu membantu dan saling melengkapi dalam hidup dan kehidupan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Makna Jahl Dalam Al Quran Perspektif Taf

Makna Jahl Dalam Al Quran Perspektif Taf

Jadi seseorang yang telah memiliki keimanan dalam dirinya maka ia pasti bertaqwa dan selalu berserah diri kepada Allah. Berhubungan dengan kasus jahl, masyarakat Arab pra Islam melakukan ke-jahil-an atau melakuakan tingkah laku ja>hiliyah dikarenakan mereka tidak memiliki iman. Mereka menyatakan dalam sumpah untuk beriman yaitu mereka ingin melihat dengan mata kepala mereka sendiri tentang kesaksian para malaikat bahwa Nabi Muh{ammad adalah utusan Allah dan orang yang telah mati dihidupkan kembali dan segala sesuatu baik berupa al-Qur’an dan kebenaran nabi dan mukjizatnya ditampakkan kepada mereka, namun setelah menampakkannya mereka masih tidak beriman dan menganggap itu adalah sihir. Mereka tidak mengetahui bahwa iman tidak perlu diungkapkan dengan melihat tanda, sebab telah menjadi kebenaran umum bahwa keimanan semata-mata anugerah dari Allah. Bahwa iman dan jahl berkaitan yaitu dengan keimanan yang kuat maka seseorang tidak akan terjerumus kepada ke-jahil-an.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Laila Sari Masyhur Thaghut dalam Perspektif Al Quran

Laila Sari Masyhur Thaghut dalam Perspektif Al Quran

Adapun dalil untuk hal ini adalah; jika dikatakan kepada orang- orang yang mengaku beriman: "marilah kita berhukum dengan ayat yang diturunkan Allah swt dalam al-Qur'an dan berhukum kepada Rasul-Nya yaitu jalan yang lurus, maka engkau wahai Muhammad saw, akan melihat kaum munafik itu berpaling dan menghindarkan diri dari ajakanmu. Mereka juga akan membenci segala keputusanmu dan menentangnya dengan segala cara serta berusaha dengan sengaja untuk berpaling dari keputusan tersebut. Ayat ini menguatkan informasi tentang apa yang telah mereka lakukan, yaitu berperkara kepada para thâghût dan orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya serta kepada orang-orang bodoh. Karena itulah, barang siapa yang berpaling dari hukum Allah swt secara sengaja, maka tidak diragukan lagi kalau orang tersebut adalah orang munafik.
Baca lebih lanjut

214 Baca lebih lajut

View of Pemerintahan dalam Perspektif Al-Quran

View of Pemerintahan dalam Perspektif Al-Quran

Tulisan ini, tidak bermaksud untuk membahas semua penaf- siran itu, melainkan hanya sebuah analisis dengan pendekatan tafsir maudhu’i (tafsir tematik) yang difokuskan pada bagaimana wawasan al-Quran menjelaskan konsep pemerintahan (khilâfah). Namun penu- lis menyadari sepenuhnya, bahwa telaah tersebut, tidaklah berarti apa- apa dibandingkan dengan kedalaman wahyu al-Quran itu sendiri. Ibarat setetes air di tengah samudra tak bertepi. Hanya saja secara ilmu pengetahuan sangat perlu dibicakan soal model pemerintahan yang dikehendaki oleh Al-Qur’an. Maka dalam tulisan ini penulis memiliki ikhtiar untuk membahasnya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Al Quran

Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Al Quran

Hukum Islam telah menganjurkan pembebasan para budak melalui berbagai metode. Pembebasan budak antara lain dapat dilakukan dengan menggunakan uang atau kekayaan negara yang berasal dari zakat atau shadaqah. Anjuran yang demikian terlihat dengan jelas dalam al-Quran surat al-Taubah (9):60 dan al-Baqarah (2):177. Selain itu, pembebasan budak dapat dilakukan sebagai bagian dari penebusan dosa keagamaan, misalnya dala al-Quran surat al- Nisa (4):92 dan al-Mujadilah (58):3. Pembebasan budak dapat pula dilakukan melaui perjanjian atau kontrak antara si budak dan tuannya dengan imbalan pembayaran dalam jumlah tertentu, misalnya dalam al-Quran surat al-Nur (24):33. Selain dengan metode-metode di atas, Islam melihat pembebasan budak yang didasarkan atas kerelaan seseorang adalah merupakan perbuatan yang sangat terpuji, misalnya dalam al-Quran surat al-Balad (90):11-13.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI PERSPEKTIF AL- QURAN

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI PERSPEKTIF AL- QURAN

Melalui ayat di atas memerintahkan kepada suami untuk memperlakukan dan bergaul dengan istri dengan cara yang baik. Ada sebagian ulama yang memahaminya dalam arti perintah untuk berbuat baik kepada istri yang dicintai maupun tidak. Kata فورعم mereka pahami mencakup tidak mengganggu tidak memaksa, dan juga lebih dari itu, yakni berbuat ihsan dan berbaik-baik kepadanya. Al- Sya’rawi, sebagaimana dikutip Quraish Shihab mempunyai pandangan lain. Dia menjadikan perintah di atas tertuju kepada para suami yang tidak lagi mencintai istrinya. 43

18 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN PERSPEKTIF AL-QURAN DAN HADIS

PENGARUH KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN PERSPEKTIF AL-QURAN DAN HADIS

Rasulullah SAW bersabda : َلاَق اَمُهْنَع ُ َّللَّا َي ِضَر و ٍرْمَع ِنْب ِ َّللَّا ِدْبَع ْنَع Dari Abdullah bin ‘Amr RA berkata : Nabi tidak pernah mengucapkan kata-kata jorok da[r]

11 Baca lebih lajut

ringkasan tesis pendidikan hati perspektif al quran

ringkasan tesis pendidikan hati perspektif al quran

Konsep pendidikan hati yang baik dengan demikian perlu segera dirumuskan berdasar pada al- Qu ’a , te uta a da i petu juk u ’a i da i ayat -ayat yang terkait dengan hati. Kajian pendidikan dari ayat-ayat al-Quran dapat dilakukan karena al- Qu ’a e upaka su be pedo a hidup a usia, yang didalamnya terkandung ko sep pe didika u ’a iyah yang unggul. 8 Al- Qu ’a demikian juga menjelaskan proses pensucian/pendidikan hati, bagi manusia yang senantiasa mau mensucikan dirinya. 9 Salah satu fungsi al- Qu ’a ditu u ka adalah u tuk mensucikan manusia, dan oleh karenanya di dalam ayatnya terkandung pesan-pesan pensucian hati. 10
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PARADIGMA KEILMUAN KPI KEILMUAN KPI DALAM PERSPEKTIF DAKWAH

PARADIGMA KEILMUAN KPI KEILMUAN KPI DALAM PERSPEKTIF DAKWAH

Abstrak:Komunikasi dan penyiaran Islam atau yang biasa dikenal dengan KPI, sebagai salah satu jurusan di perguruan tinggi agama Islam, harus mempunyai identitas. Pada dasarnya desain keilmuan KPI tidak terlepas dari dua hal, Pertama, di level keilmuan, mampu menjadikan perangkat ilmu komunikasi dan ilmu dakwah sebagai basis dari desain aktivitas dan gerakan penyiaran Islam melalui berbagai pendekatan paradigmatik, teoritik, dan metodologis. Inilah yang disebut sebagai kemampuan pemahaman teoretik (knowladge- based capability).Kedua, di level praktis, memfasilitasi tumbuh kembangnya kemampuan yang dapat menjadi pijakan kompetensi profesi sarjana KPI. Kata kunci
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

MARKHAMAH DAFTAR PUSTAKA

MARKHAMAH DAFTAR PUSTAKA

Nur, Tajudin. 2010. “Fungsi Afiks Infleksi Penanda Persona, Jumlah, dan Jender pada Verba Bahasa Arab: tinjauan dari Perspektif Morfologi Infleksi da Derivasi”. Dalam Humaniora: Jurnal budaya, Sastra, dan Bahasa. Vol. 22. Nomor 1, Februari, Hal. 75-85.

3 Baca lebih lajut

KARYA ILMIAH Perspektif Al Quran Tentang

KARYA ILMIAH Perspektif Al Quran Tentang

percaya pada kebenaran konsepsi klasik itu.Adapun dari prinsip-prinsip dasar ia dapat membuat suatu rumusan matematis yang ia harapkan akan dapat melukiskan alam yang sesuai dengan pengertian para ilmuwan pada waktu itu; namun salah seorang ilmuwan fisikawan yang bernama Friedman mengungkapkan bahwa model ini tidak melukiskan alam statis, yang menjadi konsensus para astronom- kosmolog, melainkan jagad raya yang dinamis. Hal ini tidak berkenaan dengan hati Einstein akhirnya ia merasa kecewa dan dengan hati yang kecewa ia mulai mengadakan perubahan pada perumusannya dengan ia menambahkan bilingan konstan,sehingga hasil matematisnya memenuhi selera sang genius; ia ternyata melukiskan alam yang statis. Akhirnya Einstein pun merasa puas dengan apa yang di inginkannya. Meskipun alam semesta dalam fikiran para ilmuwan itu bukan alam menurut ajaran islam, yakni yang diciptakan pada suatu waktu dan akan di tiadakan pada saat yang lain; melainkan alam semesta yang tidak pernah diciptakan, yang kadim dan langgeng, sesuai dengan konsensus yang didasarkan pada kesimpulan yang rasional sebagai hasil analisis yang kritis terhadap berbagai data yang diperolehnya dari dari pengukuran dan pengamatam. Al-Qur’an yang ayat-ayatnya diturunkan sekitar 14 abad yang lalu mengandung uraian-uraian secara garis besar tentang penciptaan alam semesta ini, namun umat yang masih awam belum mengetahui maknanya yang secara jelas. Karena sebab rincian dari scenario kejadian itu terdapat dalam Al kaun sebagai ayatollah yang harus ‘’dibaca’’, dan umat tidak mampu membacanya; karean ilmu fisika dan sains pada umumnya, telah melepaskan nya enam abad yang lalu.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Al Quran dalam Perspektif Budaya

Al Quran dalam Perspektif Budaya

Ketika umat Islam, baik secara perseorangan maupun kelompok, melakukan dialog intelektual dengan Al-Quran, maka akan menghasilkan buah yang sangat lezat dan nikmat untuk dirasakan. Umat Islam akan merasakan dan sekaligus menikmati manfaat yang luar biasa dari petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya. Menurut Quraish Shihab, apabila seseorang mencoba untuk mempelajari sejarah Al-Quran, maka tujuan yang utama dari diturunkannya Al- Quran adalah sebagai kitab petunjuk, seraya mengutip ayat 185 dari surat al- Baqarah yang artinya :” Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan- penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda antara yang hak dan yang bathil”
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Al Quran dalam Perspektif Hermeneutika

Al Quran dalam Perspektif Hermeneutika

Sejak berdiri sebagai sebuah pengetahuan, kehadiran hermeneutika telah mengalami berbagai perdebatan. Seiring berjalannya waktu, hermeneutika mengalami perkembangan bahkan beberapa pakar yang belakangan disebut-sebut sebagai tokoh-tokoh hermeneutika memiliki pandangan berbeda ketika mengkaji hermeneutika itu sendiri. Beberapa tokoh yang mempunyai peran besar dalam perkembangan hermeneutika, yaitu: pertama Friedrich Ernest Daniel Schleiermacher (1768 -1834), tokoh hermeneutika romantisis, ia yang memperluas pemahaman hermeneutika dari sekedar kajian teologi (teks bible) menjadi metode memahami dalam pengertian filsafat. Menurut perspektif tokoh ini, dalam upaya memahami wacana ada unsur penafsir, teks, maksud pengarang, konteks historis, dan konteks kultural. Kedua , Wilhelm Dilthey (1833-1911), tokoh hermeneutika metodis, berpendapat bahwa proses pemahaman ber -mula dari pengalaman, kemudian men gekspresikan - nya. Pengalaman hidup manusia merupakan sebuah neksus struktural yang mempertahankan masa lalu sebagai sebuah kehadiran masa kini. 19 Ketiga , Edmund Husserl (1889-1938), tokoh hermeneutika fenomenologis, menyebutkan bahwa proses pemahaman yang benar harus mampu membebaskan diri dari prasangka, dengan membiarkan teks berbicara sendiri. Oleh sebab itu, menafsirkan sebuah teks berarti secara metodologis mengisolasikan teks dari semua hal yang tidak ada hubungannya, termasuk bias-bias subjek penafsir dan membiarkannya mengomunikasikan maknanya sendiri pada subjek. 20 Keempat , Martin Heidegger (1889-1976), tokoh hermeneutika dialektis, menjelaskan tentang pemahaman sebagai sesuatu yang muncul dan sudah ada mendahului kognisi. Oleh sebab itu, pembacaan atau penafsiran selalu me -rupakan pembacaan ulang atau penafsiran ulang. 21 Kelima , Hans George Gadamer (1900-2002), tokoh hermeneutika
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...