Top PDF Analisa Penggunaan E-Learning Untuk Meningkatkan Kemudahan Mahasiswa Dalam Pembelajaran

Analisa Penggunaan E-Learning Untuk Meningkatkan Kemudahan Mahasiswa Dalam Pembelajaran

Analisa Penggunaan E-Learning Untuk Meningkatkan Kemudahan Mahasiswa Dalam Pembelajaran

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yang telah menerapkan metode pembelajaran secara online. Sebelumnya penerapan pembelajaran masih seputar tatap muka antara pengajar dengan mahasiswa dan untuk mendapatkan modul atau slide perkuliahan dari pengajar mahasiswa mendapatkannya dengan cara mengunduh langsung dari komputer pengajar. Dengan adanya e-learning aktifitas pembelajaran berkembang menjadi online berupa : informasi seputar perkuliahan, mendapat modul perkuliahan secara online, quiz online, forum
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS DOKEOS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP DASAR ELEKTRONIKA - repositoryUPI S TE 0807819 Title

PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS DOKEOS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP DASAR ELEKTRONIKA - repositoryUPI S TE 0807819 Title

PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS DOKEOS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP DASAR ELEKTRONIKA Oleh Dani Hernawan Sebuah skripsi yang diajukan[r]

3 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS E LEARNING PADA MATAKULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS E LEARNING PADA MATAKULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yaitu jenis penelitian yang mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada sebelumnya. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan bahan ajar 4-D (four-D Model) yang terdiri dari empat tahapan yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Model pengembangan 4-D ini digunakan karena tahapan penelitian pengembangan 4-D memiliki kelebihan, yaitu dalam model 4-D melibatkan analisis materi dan analisis tugas dalam menentukan tujuan pembelajaran khusus, sehingga akan memudahkan dalam menjabarkan tujuan pembelajaran umum ke tujuan pembelajaran khusus. Pada penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan (develop).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN IKATAN KIMIA BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR REFLEKTIF BAGI MAHASISWA CALON GURU.

PEMBELAJARAN IKATAN KIMIA BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR REFLEKTIF BAGI MAHASISWA CALON GURU.

Berdasarkan kajian pustaka dan studi lapangan dilakukan analisis sehingga ditetapkan tujuan pembelajaran, materi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dan indikator yang digunakan. Perancangan dilanjutkan dengan pembuatan deskripsi pembelajaran yang menggambarkan hubungan antara konsep, indikator, pembelajaran dan asesmen yang digunakan. Asesmen yang digunakan adalah soal uraian yang membutuhkan pemecahan sesuai dengan indikator yang dikembangkan sebanyak 10 buah. Soal divalidasi bersamaan dengan deskripsi pembelajaran dan diujicobakan kepada mahasiswa calon guru. Data-data mengenai ujicoba soal dapat dilihat pada lampiran Untuk mengukur pencapaian indikator dan tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran yang dikembangkan disusun instrumen penelitian berupa kuesioner dan soal penilaian keterampilan berpikir reflektif dan pemahaman calon guru terhadap konsep ikatan kimia.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Model Penggunaan E-Learning Untuk Mengetahui Keterkaitannya Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

Model Penggunaan E-Learning Untuk Mengetahui Keterkaitannya Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

Abstrak — Perkembangan teknologi saat ini memiliki pengaruh bagi dunia pendidikan, dimana proses belajar mengajar tidak hanya dapat dilakukan dengan cara yang konvensional (face-to-face) tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk digital (electronic) dengan bantuan teknologi dan internet atau yang lebih dikenal dengan istilah e-learning. Banyak perguruan tinggi kini telah melakukan berbagai peningkatan dalam pengefektifan penggunaan e-learning, seperti pelatihan-pelatihan untuk dosen dalam menggunakan platform pembelajaran elektronik dalam menyajikan materi perkuliahan. Perkembangan internet yang telah merambah ke dunia pendidikan merupakan kesempatan dan peluang untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa, akan tetapi hanya sedikit yang pembahasan penggunaan e-learning serta keterkaitannya dengan prestasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model penggunaan e-learning yang memiliki keterkaitan dengan prestasi belajar mahasiswa dengan menganalisis faktor internal dan faktor pengalaman mahasiswa dalam menggunakan e- learning yang dianalisis dari hasil penelitian-penelitian terdahulu dan model penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi perguruan-perguruan tinggi dalam menggunakan e-learning serta mengetahui keterkaitannya dengan prestasi belajar mahasiswa.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI KEMANFAATAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN TERHADAP MINAT BERPERILAKU DALAM PENGGUNAAN ELEARNING (Studi Pada Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya) | Imandari | Jurnal Administrasi Bisnis 1 PB

PENGARUH PERSEPSI KEMANFAATAN DAN PERSEPSI KEMUDAHAN TERHADAP MINAT BERPERILAKU DALAM PENGGUNAAN ELEARNING (Studi Pada Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya) | Imandari | Jurnal Administrasi Bisnis 1 PB

Ilmu Administrasi dirasa perlu untuk lebih memperkenalkan mengenai manfaat-manfaat e-learning dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Perlu diadakan training yang menghadirkan minimal lebih dari separuh dari jumlah keseluruhan dosen yang ada di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya terkait dengan penggunaan e- learning . Selain dosen, perlu juga diadakan sosialisasi e-learning pada kalangan mahasiswa agar penggunaan e-learning bisa lebih efektif karena didukung oleh kedua belah pihak, yaitu dosen dan mahasiswa, mengingat banyak sekali manfaat e-learning . Contoh manfaat e-learning adalah dosen dapat sewaktu-waktu meng upload bahan kuliah dan mahasiswapun juga dapat sewaktu-waktu men download bahan-bahan kuliah. Selain itu dosenpun dapat sewaktu-waktu memberikan informasi kepada mahasiswa seperti tugas, jadwal kuliah, perubahan jadwal kuliah, dan lain sebagainya sehingga mahasiswa dapat sewaktu-waktu memperoleh informasi langsung dari dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

EDMODO UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN PROYEK DAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG BERSIFAT ASINKRON

EDMODO UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN PROYEK DAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG BERSIFAT ASINKRON

Pengintegrasian produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dalam pembelajaran asinkron merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan keahlian komunikasi yang efektif, memecahkan masalah, dan berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan reflektif. E-learning adalah sebuah bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan produk TIK. E-learning dilengkapi dengan fitur tata kelola seperti fasilitas komunikasi, pemantauan, dan evaluasi. Edmodo adalah alternatif media pembelajaran di lingkungan e-learning yang mampu memberikan tata kelola pembelajaran yang baik, mudah dioperasikan, dan memfasilitasi kelas digital yang besar. Sebuah eksperimen telah dilakukan untuk menguji Edmodo sebagai media pembelajaran yang bersifat asinkron dengan menggunakan metode penelitian pre-experimental design tipe one-group pretest- posttest. Eksperimen dilakukan pada perkuliahan matakuliah Manajemen Proyek Sistem Informasi (MPSI), Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya. MPSI adalah matakuliah yang membekali mahasiswa dengan kompetensi komunikasi yang efektif, memecahkan masalah, berpikir kritis, dan kreatif dalam merencanakan sebuah proyek. Tujuan dari eksperimen yang dilakukan adalah apakah pemanfaatan Edmodo mampu meningkatkan kualitas perencanaan proyek dan apakah Edmodo merupakan media pembelajaran yang efektif untuk proses pembelajaran yang bersifat asinkron. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pemanfaatan Edmodo sebagai media e-learning yang bersifat asinkron untuk meningkatkan kualitas proyek pada matakuliah MPSI adalah sangat baik. Hal ini terbukti dengan kualitas perencanaan proyek yang meningkat dan nilai efektivitas yang sangat tinggi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARANBERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis E-Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMP N 1 Tulis).

OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARANBERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis E-Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMP N 1 Tulis).

Dalam Interdisciplinary Journal of Knowledge and Learning Object oleh Primoz Luksic, dkk (2007) dalam penelitiannya “Practical E-Learning for the Faculty of Mathematics and Physics at the University of Ljubljana” didapatkan kesimpulan tentang pentingnya penggunaan e-learning, dengan harapan bahwa pembelajaran secara online suatu hari nanti dapat dilaksanakan pada kelas-kelas seperti sekarang ini. Dari hasil penelitiannya menunjukkan adanya efektifitas dari penggunaan e-learning dengan pemanfaatan MaFiRa Online Encyclopedia dalam upaya peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Selain telah memenuhi standar kompetensi pembelajaran dalam pendidikan, penggunaan e-learning juga dapat menghemat biaya dan waktu.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS DOKEOS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP DASAR ELEKTRONIKA.

PENGGUNAAN E-LEARNING BERBASIS DOKEOS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP DASAR ELEKTRONIKA.

Diperkuat pula oleh hasil observasi dengan menggunakan angket dan wawancara terhadap guru mata pelajaran Keterampilan Elektronika, bahwa pada pembelajaran Keterampilan Elektronika yang diajarkan kepada siswa SMP Negeri 1 Ciwidey Kabupaten Bandung, proses pembelajaran yang kebanyakan masih kurangnya penggunaan media pembelajaran, yaitu guru menyampaikan pelajaran dengan cara ceramah dan hanya memvisualisasikan materi pada papan tulis. Hal ini menjadi permasalahan tersendiri baik bagi guru maupun siswa sehingga terkadang suasana pembelajaran menjadi lebih mudah jenuh dan bosan bagi siswa, sehingga siswa kurang termotivasi dalam pembelajaran. Selain kurangnya tenaga pengajar, bahan materi dan peralatan praktikum menjadi permasalahan sendiri bagi siswa dan guru dalam melakukan pembelajaran. Padahal peralatan-peralatan tersebut berperan sebagai media pembelajaran serta memiliki pengaruh dan peran yang sangat penting dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Keterampilan Elektronika.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

17. Prosiding semnas PHKI Juli 09 e learning

17. Prosiding semnas PHKI Juli 09 e learning

Lesson study dapat merupakan suatu kegiatan pembelajaran dari sejumlah guru atau dosen dan pakar pembelajaran yang mencakup tiga tahap kegiatan, yaitu tahap perencanaan (planning), tahap implementasi (action) pembelajaran dan observasi serta tahap refleksi (reflection) terhadap perencanaan dan implementasi pembelajaran tersebut, dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada tahap perencanaan dilakukan identifikasi masalah yang ada di kelas yang akan digunakan untuk kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahannya. Identifikasi masalah dalam rangka perencanaan pemecahan masalah tersebut berkaitan dengan materi kuliah yang relevan dengan kelas dan jadwal perkuliahan, karakteristik mahasiswa, suasana kelas, metode pembelajaran, media, alat peraga, evaluasi proses dan hasil belajar. Dari hasil identifikasi tersebut didiskusikan dalam kelompok tentang pemilihan materi perkuliahan, pemilihan metode dan media yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa serta jenis evaluasi yang akan digunakan. Pada saat diskusi akan muncul pendapat dan sumbang saran dari para dosen dan pakar dalam kelompok tersebut untuk menetapkan pilihan yang akan ditetapkan. Pada tahap ini, pakar dapat mengemukakan hal-hal penting yang perlu diketahui dan ditetapkan oleh para dosen seperti pendekatan pembelajaran yang sesuai, pemutakhiran materi ajar atau lainnya yang dapat digunakan sebagi pertimbangan dalam pemilihan tersebut. Hal yang penting pula untuk didiskusikan adalah penyusunan lembar observasi, terutama penentuan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam suatu proses pembelajaran dan indikator-indikatornya, terutama dilihat dari segi tingkah laku mahasiswa. Aspek- aspek proses pembelajaran dan indikator-indikator tersebut disusun berdasarkan
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MAHASISWA PGSD MELALUI PEMBELAJARAN BERBANTUAN INTERNET (E-LEARNING)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA MAHASISWA PGSD MELALUI PEMBELAJARAN BERBANTUAN INTERNET (E-LEARNING)

pembelajaran sehingga waktu yang diperlukan dalam kelas formal tidak terlalu banyak. Selain itu, penggunaan internet juga memungkinkan mahasiswa untuk mendapat literatur pelajaran yang mereka inginkan dengan cepat dan mudah. Dengan demikian maka penggunaan media berbasis web menjanjikan pencapaian hasil belajar yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aminoto (2014) yang meneliti tentang penerapan media e-learning berbasis schoology untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar materi usaha dan energi di kelas XI SMAN 10 Kota Jambi yang menyimpulkan bahwa penerapan media e-learning berbasis schoology dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM.

Perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diketahui, maka selanjutnya dilihat mana nilai rata-rata yang lebih besar untuk melihat metode pembelajaran mana yang lebih efektif dengan melakukan perbandingan rata-rata yang diperoleh oleh masing-masing kelompok. Jika rata-rata pada kelompok eksperimen lebih baik maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis e-learning dengan menggunakan Edmodo, lebih efektif dalam upaya meningkatkan hasil belajar belajar mahasiswa pada mata kuliah pengembangan kurikulum. Selain itu dicari pula indeks gain untuk mengukur peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran berlangsung. Indeks gain ini dicari dengan menggunakan rumus indeks gain ternormalisasi dari Melter (2003:3) sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARANBERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis E-Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMP N 1 Tulis).

OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARANBERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN Optimalisasi Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis E-Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMP N 1 Tulis).

Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran berbasis e-learning melalui aplikasi blog sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Tulis pada materi bangun ruang limas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek pemberi tindakan dalam penelitian ini adalah guru kelas VIII E SMP Negeri 1 Tulis dan subjek penerima tindakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Tulis, yang berjumlah 40 siswa. Metode pengumpulan data melalui metode observasi, catatan lapangan dan review tanggapan guru matematika. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dengan metode alur. Data penelitian ini adalah motivasi belajar matematika siswa yang dapat dilihat dari keaktifan, perhatian, keinginan berprestasi dan kemandirian belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar matematika siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dari keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang meliputi : 1) keaktifan siswa dalam tanya jawab mencapai 62,5%, 2) keaktifan siswa dalam mengemukakan ide atau tanggapan mencapai 57,5%, 3) keaktifan siswa dalam mengerjakan soal latihan mencapai 52,5%. Perhatian siswa selama pembelajaran juga mengalami peningkatan meliputi aspek : 1) perhatian siswa tertuju pada pembelajaran mencapai 80%, 2) siswa tidak merasa bosan dalam menerima materi mencapai 72,5%. Peningkatan keinginan siswa untuk berprestasi dalam belajar matematika meliputi aspek : 1) siswa mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas mencapai 50%, 2) siswa tuntas KKM ( 65) mencapai 92,5%. Peningkatan kemandirian siswa dalam belajar matematika meliputi : 1) kemandirian siswa dalam mengerjakan soal latihan mencapai 65%, 2) kemandirian siswa dalam menarik kesimpulan mencapai 77,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis e-learning melalui aplikasi blog dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Tulis pada materi bangun ruang limas.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM - repository UPI T PK 1103400 Title

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM - repository UPI T PK 1103400 Title

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM TESIS Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari [r]

3 Baca lebih lajut

ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI KEPUASAN TERHADAP PENGGUNAAN E-LEARNING PADA MAHASISWA

ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI KEPUASAN TERHADAP PENGGUNAAN E-LEARNING PADA MAHASISWA

Sektor pendidikan mengalami dampak dari perkembangan teknologi dan internet. Dampak internet dan teknologi pada dunia pendidikan adalah meningkatnya tren perguruan tinggi mengunakan sistem e-learning yang menyediakan akses dan bahan pembelajaran secara online (Park 2009). Penggunaaan ICT dan e-learning menawarkan kesempatan untuk meningkatkan standar pendidikan di sekolah yang lebih tinggi. E-learning atau pembelajaran secara elektronik mengacu pada pembelajaran yang menggunakan media elektronik. Menurut Ozkan dan Koseler (2009), e-learning mengacu pada penggunaan alat elektronik dalam pembelajaran, termasuk penyampaian materi melalui media elektronik seperti internet, audio atau video, penyiaran melalui satelit, televisi interaktif, radio, CD-ROM dan lainnya. Sedangkan Park (2009) menyatakan bahwa e-learning adalah pembelajaran murni, berbasis web, pembelajaran asynchronous melalui situs intenet yang dioperasikan oleh universitas. E-learning pada penelitian ini difokuskan pada penggunaan Learning Management System-Moodle, yaitu penggunaan moodle pada proses pembelajaran mahasiswa.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

E-LEARNING DALAM PERSEPSI MAHASISWA

E-LEARNING DALAM PERSEPSI MAHASISWA

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap e-learning dan berbagai aspek yang dibutuhkan mahasiswa saat menggunakan e-learning. Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan teknik kuesioner terhadap mahasiswa pendidikan biologi FKIP UAD angkatan 2015 dan 2016 yang dipilih secara acak; dan teknik deskriptif digunakan sebagai alat analisisnya. Hasil analisis menunjukkan, mahasiswa 98,8% mahasiswa mengetahui e-learning, 86,3% mendukung pelaksanaan e-learning, dan 77% menyatakan puas dengan pelaksanaan pembelajaran dengana e-learning. Selaiin itu, menghasilkan persepsi mahasiswa e-learning bermanfaat, dapat meningkatkan motivasi, memudahkan memahami materi, membantu kesiapan dalam perkuliahan. Berdasarkan analisis e-learning dalam pengertian mahasiswa memiliki aksesibilitas yang tinggi yaitu 91%, dengan penggunaan ringan 83%. Penilaian baik Persepsi mahasiswa terhadap e-learning, memberikan peran yang besar dalam pelaksanaan pembelajaran dengan e-learning, yang dapat dilakukan dengan pola blendedlearning sebagai bentuk pembelajaran yang mengkolaborasikan e-learning dengan tatap muka.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

S KTP 1001872 Chapter1

S KTP 1001872 Chapter1

Selain itu penelitian tentang e-learning di bidang pendidika khususnya untuk meningkatkan hasil belajar atau kemampuan dalam belajar khususnya pada mata pelajaran TIK , salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Universitas Terbuka oleh Ngadiyo dalam Legianto (2008) menunjukan e-learning dirasakan manfaatnya oleh 99% mahasiswa. Manfaat tersebut mereka rasakan terutama dalam mebantu memprsiapkan Ujian Akhir Semester sebesar 64%, memahami materi modul sebesar 52%, menambah pengetahuan sebesar 39% dan mengerjakan tugas mandiri sebesar 13%. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan Rizkal Rachman Sofyan si SMA 6 Cimahi terhadap efektivitas penggunaan e-learning memberikan hasil yang signifikan bila dibandingkan dengan pembelajarn yang berbasis modul.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-learning Mata Kuliah Perpajakan pada Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi - Repository Unja

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-learning Mata Kuliah Perpajakan pada Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi - Repository Unja

Hasil penelitian secara keseluruhan, dari hasil validasi ahli materi dan ahli multimedia menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis e-learning yang dikembangkan dinilai layak. Berdasarkan data angket respon siswa bahwa media pembelajaran berbasis e-learning mendapat kriteria sangat layak. Pada uji coba kelompok besar/ lapangan (field trial) kepada 25 orang mahasiswa yang mengontrak mata kuliah perpajakan, diperoleh hasil nilai rata-rata pre- test 61,8 dan post-test dengan nilai rata-rata 80,4. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis e-learning yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiwa pada mata kuliah perpajakan. Berdasarkan hasil penelitian e-learning ini dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran mata kuliah perpajakan pada Prodi Pendidikan Ekonomi lebih menarik. Pemanfaatan e- learning pada mata kuliah perpajakan bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi adalah sebagai salah satu sumber belajar aktif dan mandiri, sehingga untuk meningkatkan pengembangan e-learning perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DAN E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DAN E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS

Selanjutnya, Sanjaya (2012) meng- ungkapkan bahwa multimedia lahir seiring dengan perkembangan media itu sendiri. Pada masa ini proses pembelajaran diang- gap sebagai suatu sistem, yang terdiri atas komponen-komponen yang saling berkait- an satu sama lain. Salah satu komponen itu adalah peserta didik sebagai subjek belajar yang dapat memengaruhi keberhasilan pembelajaran. Peserta didik adalah titik sentral dalam kegiatan pembelajaran, se- hingga apa yang dilakukan guru diarahkan untuk keberhasilan peserta didik. Pada kenyataannya, peserta didik memiliki mi- nat, bakat, serta kemampuan dan gaya be- lajar yang berbeda. Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran setiap guru harus dapat melayani perbedaan tersebut.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISA DAN PERANCANGAN E-LEARNING PEMBELAJARAN GRAMMER UNTUK MENINGKATKAN POTENSI SISWA

ANALISA DAN PERANCANGAN E-LEARNING PEMBELAJARAN GRAMMER UNTUK MENINGKATKAN POTENSI SISWA

Namun, disadari saat ini bahwa penguasaan dan penggunaan bahasa Inggris oleh masyarakat Indonesia, entah dari kalangan professional, pelajar, pelaku bisnis maupun masyarakat umum lainya masih sangat terbatas. Seakan bahasa Inggris menjadi pelajaran yang menakutkan untuk dipelajari dan sulit dipahami. Banyak pelajar bahkan orang yang sudah bekerja ramai-rami mengikuti kursus bahasa Inggris agar bisa berbahasa Inggris secara aktif ataupun hanya mendapatkan sertifikat saja. Hal ini lebih disebabkan karena kurangnya minat orang-orang untuk mempelajari bahasa Inggris dengan benar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...