Top PDF ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL” (Studi Empiris BNN kota Malang)

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL” (Studi Empiris BNN kota Malang)

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL” (Studi Empiris BNN kota Malang)

Dengan segala puji syukur penulis panjatkan kepada allah swt atas rahmat serta hidayahnya yang diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas ahir ini yang berjudul “ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL (Studi kasus Badan Narkotika Nasional Kota Malang).

19 Baca lebih lajut

ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 GERUNUNG

ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 GERUNUNG

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa karena dengan pendidikan dapat mengembangkan kemampuan dan membentuk watak seseorang hingga menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan suatu negara. Para pemuda Indonesia dituntut memiliki wawasan yang luas dan berpendidikan tinggi agar mampu berkompetisi dan memenuhi standar pendidikan nasional. Menurut Anggraini (2013) dalam rangka memajukan kualitas pendidikan demi mewujudkan cita-cita pendidikan nasional, sampai saat ini pemerintah masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan, seperti tingkat kualitas pendidik yang belum memenuhi standar, banyaknya anak yang putus sekolah, sarana prasarana sekolah yang masih kurang memadai, serta terbatasnya anggaran pendidikan yang disediakan oleh pemerintah.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENUTUP  KOORDINASI ANTARA BADAN NASIONAL NARKOTIKA DENGAN POLRI DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN NARKOTIKA.

PENUTUP KOORDINASI ANTARA BADAN NASIONAL NARKOTIKA DENGAN POLRI DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN NARKOTIKA.

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan, maka penulis memberikan beberapa saran yang mungkin bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum dan penggunaan praktis terutama menyangkut upaya aparat pemerintah dalam menanggulangi peredaran narkotika di Indonesia, sebagai berikut : 1. Aparat kepolisian dan badan narkotika nasional menguasai betul tugas

6 Baca lebih lajut

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PENANGGULANGANNYA.

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PENANGGULANGANNYA.

Dunia internasional menggangap kejahatan Narkoba telah masuk dalam kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Penyelenggaraan konferensi tentang narkotika/psikotropika yang pertama kali dilaksanakan oleh The United Nations Conference for the Adaption of Protocol on Psychotropic Substances mulai tanggal 11 Januari - 21 Februari 1971 di Wina, Austria telah menghasilkan Convention Psycotropic Substances 1971. 8 Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Convention of Psychotropic Substance 1971 berdasarkan UU No. 8 Tahun 1996. Ratifikasi terhadap konvensi tentang substansi psikotropika tersebut memberikan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berkewajiban untuk menanggulangi pemberantasan kejahatan penyalahgunaan Narkoba tersebut. Penyalahgunaan Narkoba serta peredaran dan perdagangan gelap dapat digolongkan ke dalam kejahatan internasional. Kejahatan internasional ini membuktikan adanya peningkatan kuantitas dan kualitas kejahatan ke arah organisasi kejahatan transnasional, melewati batas-batas negara dan menunjukkan kerjasama yang bersifat regional maupun internasional. 9
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN REHABILITASI BAGI PENYALAHGUNA NARKOTIKA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SURABAYA

PELAKSANAAN REHABILITASI BAGI PENYALAHGUNA NARKOTIKA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SURABAYA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pelaksanaan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika di BNN Kota Surabaya, dimana hal tersebut bertujuan untuk membahas bagaimana pelaksanaan rehabilitasi yang dilakukan oleh BNN Kota Surabaya dalam menanggulangi tindak pidana narkoba di Surabaya. bagi pelaku yang turut serta melakukan tindak pidana narkoba. Penelitian ini menggunakan metodologi hukum yuridis empiris. Sumber data yang digunakan adalah teori yang berkaitan dengan kasus tindak pidana Narkotika, Psikotropika yang diatur sesuai dengan UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, serta di dukung pula dengan PP 25 No 11 Tentang Wajib Lapor Pecandu Narkotika dan PERMENKES No 46 Tahun 2012 Tentang petunjuk teknis pelaksanaan rehabilitasi medis bagi pecandu penyalahguna, dan korban penyalahguna narkotika yang dalam proses atau yang telah di putus oleh pengadilan. Penyusunan Skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan narkoba berdasarkan kasus-kasus yang pernah ditangani BNN Kota Surabaya adalah sebagai berikut : (1) Faktor rasa ingin tahu atau motif ingin tahu, (2) Faktor pergaulan atau faktor teman sebaya, (3) Faktor frustasi karena tekanan ekonomi. Adapun pelaksanaan rehabilitasi narkotika yang dilakukan BNN Kota Surabaya adalah : (1) rehabilitasi medis, (2) rehabilitasi sosial . Walaupun BNN Kota Surabaya dalam hal setiap saat melakukan pelaksanaan rehabilitasi dan juga sudah ada Undang- Undang yang melarang dengan punya ancaman hukuman penjara maupun hukuman denda. Tetapi hal ini tidak akan menyurutkan niat para pemakai pengedar, Bandar dan produsen untuk bergelut dengan barang haram ini. Karena sanksi pidana dan sanksi denda masihlah tidak setimpal dengan akibat dari perbuatan yang telah merusak generasi bangsa.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  KOORDINASI ANTARA BADAN NASIONAL NARKOTIKA DENGAN POLRI DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN NARKOTIKA.

PENDAHULUAN KOORDINASI ANTARA BADAN NASIONAL NARKOTIKA DENGAN POLRI DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN NARKOTIKA.

Masyarakat Indonesia saat ini sedang dihadapkan pada keadaan yang sangat mengkhawatirkan akibat maraknya pemakaian narkotika yang hampir ada di setiap wilayah Indonesia. Masalah penyalahgunaan narkotika di Indonesia, sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Narkotika dapat mudah masuk ke wilayah Indonesia karena wilayah Indonesia terletak pada posisi yang strategis yang mana letaknya diantara tiga benua. Pengaruh globalisasi, arus transportasi yang sangat maju menjadi faktor penunjang wilayah Indonesia menjadi sasaran empuk peredaran narkotika.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PENANGGULANNYA.

PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DALAM PENCEGAHAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PENANGGULANNYA.

Dunia internasional menggangap kejahatan narkoba telah masuk dalam kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Penyelenggaraan konferensi tentang narkotika/psikotropika yang pertama kali dilaksanakan oleh The United Nations Conference for the Adaption of Protocol on Psychotropic Substances mulai tanggal 11 Januari - 21 Februari 1971 di Wina, Austria telah menghasilkan Convention Psycotropic Substances 1971. 3 Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Convention of Psychotropic Substance 1971 berdasarkan UU No. 8 Tahun 1996. Ratifikasi terhadap konvensi tentang substansi psikotropika tersebut memberikan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berkewajiban untuk menanggulangi pemberantasan kejahatan penyalahgunaan narkoba tersebut. Penyalahgunaan narkoba serta peredaran dan perdagangan gelap dapat digolongkan ke dalam kejahatan internasional. Kejahatan internasional ini membuktikan adanya peningkatan kuantitas dan kualitas kejahatan ke arah organisasi kejahatan transnasional, melewati batas-batas negara dan menunjukkan kerjasama yang bersifat regional maupun internasional. 4
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN REHABILITASI BAGI PENYALAHGUNA NARKOTIKA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SURABAYA.

PELAKSANAAN REHABILITASI BAGI PENYALAHGUNA NARKOTIKA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SURABAYA.

Permasalahan narkotika tidak dapat dipisahkan dari permasalahan kesehatan khususnya penanggulangan penyebaran HIV dan AIDS. Melihat permasalahan tersebut MPR RI pada sidang umum tahun 2002 melalui ketetapan MPR No. VI/MPR/2002 tentang Rekomendasi Atas Laporan Pelaksanaan Putusan MPR RI oleh Presiden, DPA, DPR, BPK, MA Pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2002 merekomendasikan kepada Presiden RI bersama DPR, untuk merevisi UU No 22 Tahun 1997 dan UU No 5 Tahun 1997, namun dalam perubahannya masih ada tarik menarik antara pendekatan kesehatan dengan pendekatakan kriminal, sehingga menarik untuk melihat kedudukan hukum pengguna narkotika dalam UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU Narkotika) sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Pengaruh Akuntabilitas Dan Transparansi Terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dengan Partisipasi Stakeholder Sebagai Variabel Moderasi

Pengaruh Akuntabilitas Dan Transparansi Terhadap Efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dengan Partisipasi Stakeholder Sebagai Variabel Moderasi

Berdasarkan hasil pengujian secara kuantitatif, hasil penelitian ini menyatakan bahwa partisipasi terbukti mampu memoderasi hubungan akuntabilitas dan efektifitas secara signifikan. Namun efek moderasi yang diberikan bersifat negatif artinya partisipasi memberikan efek mengurangi pengaruh akuntabilitas terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS. Hal ini karena semakin besar partisipasi berarti semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengelolaan. Hal ini akan menyebabkan ketidakefisienan pengelolaan sehingga efektivitas justru melemah. Namun karena partisipasi secara langsung tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS hal ini menujukkan bahwa variabel partisipasi merupakan variabel moderator murni yang tidak bisa ditempatkan sebagai variabel independen.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DALAM MEWUJUDKAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH

ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DALAM MEWUJUDKAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH

Dalam Peraturan Pemerintah no 43 tahun 2014 tentang desa pasal 1 ayat (8), dimana dana desa yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfe rmelalui anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu pada pasal 1 ayat (9), dimana Alokasi Dana Desa, selanjutnya disingkat ADD, adalah dana perimpangan yang diterima kabupaten/kota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ANALISIS DASAR PERTIMBANGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI LAMPUNG DALAM MEMBERIKAN REKOMENDASI REHABILITASI KEPADA PEMAKAI NARKOTIKA

ANALISIS DASAR PERTIMBANGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI LAMPUNG DALAM MEMBERIKAN REKOMENDASI REHABILITASI KEPADA PEMAKAI NARKOTIKA

Pelaku tindak pidana penyalagunaan narkotika yang telah dijatuhi sanksi pidana berupa rehabilitasi akan dilakukan proses penanganan dan tindakan rehabilitasi yang dilakukan oleh lembaga atau instansi yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Salah satu pertimbangan putusan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial adalah adanya rekomendasi rehabilitasi terhadap pemakai narkotika dari Badan Narkotika Nasional. Rekomendasi didasarkan pada hasli pemeriksaan Tim Asesmen Terpadu (TAT) dari Tim Medis dan Tim Hukum BNN, yang menyatakan bahwa terhadap pelaku dapat menjalani perawatan/pengobatan melalui rehabilitasi medis di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika dan/atau lembaga rehabilitasi yang ditunjuk oleh pemerintah setelah mendapat putusan hakim, namun sambil mengikuti proses hukum pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan pengadilan, yang bersangkutan dapat diberikan pengobatan atau perawatan melalui rehabilitasi medis.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PELAKSANAAN UJI NARKOBA MELALUI RAMBUT DALAM RANGKA PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi pada badan narkotika nasional)

ANALISIS PELAKSANAAN UJI NARKOBA MELALUI RAMBUT DALAM RANGKA PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi pada badan narkotika nasional)

rahma dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang bejudul “ Analisis Uji Narkoba Melalui Rambut Sebagai Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika (Studi Pada Badan Narkotika Nasional Pusat)”. Skripsi ini disusun guna memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Lampung. Melalui Skripsi ini peneliti banyak belajar sekaligus memperoleh ilmu dan pengalaman yang belum pernah diperoleh sebelumnya dan diharapkan ilmu dan pengalaman tersebut kelak dapat bermanfaat di masa yang akan datang.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

RENCANA STRATEGIS BADAN NARKOTIKA NASIONAL TAHUN

RENCANA STRATEGIS BADAN NARKOTIKA NASIONAL TAHUN

Dalam upaya melindungi M BN sehingga memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran untuk tidak terlibat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dibutuhkan penyebarluasan informasi secara masif melalui berbagai media oleh BN N dan seluruh instansi vertikal di bawahnya. Upaya lainnya adalah dengan pengintegrasian program pencegahan penyalahgunaan narkoba ke dalam seluruh isu dan sektor pembangunan, diantaranya melalui konsep penganggaran berwawasan anti narkoba dan penguatan kebijakan berbasis anti narkoba. Hal yang sangat dimungkinkan mengingat penangan permasalahan narkoba telah menjadi prioritas nasional dan BNN sebagai leading sector-nya. Tidak kalah penting, dibutuhkan pula upaya keras penegak hukum dalam memutus mata rantai pasokan narkoba oleh jaringan sindikat kepada M BN.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

LPSE Badan Narkotika Nasional Pengumuman Pemenang

LPSE Badan Narkotika Nasional Pengumuman Pemenang

081250102685 KELOMPOK KERJA ULP BNN PENGUMUMAN PEMENANG Pekerjaan : Pengadaan Konsultan Pengawas Pembangunan Fisik Tahap III Fasilitas Asrama Personil dan Sarana Multifungsi Satwa Anj[r]

1 Baca lebih lajut

LPSE Badan Narkotika Nasional Pengumuman Pemenang

LPSE Badan Narkotika Nasional Pengumuman Pemenang

081250102685 KELOMPOK KERJA ULP BNN PENGUMUMAN PEMENANG Pekerjaan : Pengadaan Konsultan Pengawas Pembangunan Pusat Laboratorium Narkoba BNN Nomor : 17/ULP/LOG.10/IX/2017/BNN Hari/Tgl[r]

1 Baca lebih lajut

LPSE Badan Narkotika Nasional Pengumuman Pemenang

LPSE Badan Narkotika Nasional Pengumuman Pemenang

081250102685 KELOMPOK KERJA ULP BNN PENGUMUMAN PEMENANG Pekerjaan : Pengadaan Modernisasi SIN berbasis SOA dan Pembangunan Pondasi Sistem Layanan Data BNN Data Warehouse Nomor : 17/U[r]

1 Baca lebih lajut

LPSE Badan Narkotika Nasional Pengumuman Pemenang

LPSE Badan Narkotika Nasional Pengumuman Pemenang

Berdasarkan Berita Acara Penetapan Pemenang Pekerjaan Pengadaan Konsultan Pengawasan Pembangunan Gedung Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa Barat Nomor : 20/ULP/BNNKSB-01/V/2013/BNN tanggal 16 Mei 2013, bersama ini diumumkan nama perusahaan sebagai pemenang penyedia barang/jasa untuk pekerjaan yang dimaksud :

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects