Top PDF ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL” (Studi Empiris BNN kota Malang)

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL” (Studi Empiris BNN kota Malang)

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA OPERASIONAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL” (Studi Empiris BNN kota Malang)

Dalam Undang-undang No. 17 tahun 2003 tentang keuangan negara pasal 3 huruf g, menyebutkan bahwa kepada satuan kerja perangkat daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang daerah mempunyai tugas menyusun dan menyampaikan laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya. Penjelasan atas UU No.17 tahun 2003 yaitu penyusunan dan penyajian laporan keuangan dimaksud adalah dalam rangka akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk prestasi kerja yang dicapai atas penggunaan anggaran. Didalam UU No. 1 tahun 2004 tentang pembendaharaan negara pasal 55 menyebutkan bahwa lembaga pemerintah wajib menyusun laporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah. Kedua Undang-undang tersebut kemudian diperkuat dengan UU No. 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pasal 4 yang menyatakan bahwa pemerikasaan pengelolaan keuangan negara terdiri dari pemeriksaan laporan keuangan, laporan kinerja dan tujuan khusus.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) (Studi Pada Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang)

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) (Studi Pada Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang)

pemberi dana untuk selalu memonitor jalannya pembangunan di desa. Hal ini dilakukan karena sebesar 70% dari Alokasi Dana Desa diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat dan 30% untuk penyelengaraan pemerintah desa. ADD yang digunakan untuk pemberdayaan masyarakat desa diarahkan untuk perbaikan atau pembangunan sarana dan prasarana fisik desa yang meliputi perbaikan sarana publik dalam skala kecil dan perbaikan lingkungan serta pemukiman, honor Tim Pelaksana ADD dan penguatan kelembagaan desa dan kegiatan desa lainnya yang dianggap penting. Sedangkan penggunaan ADD untuk penyelenggaraan pemerintahan desa diarahkan untuk menunjang penyelenggaraan pemerintah desa dan operasional Badan Permusyawaratan Desa. Karena sebagian besar Alokasi Dana Desa diperuntukkan bagi masyarakat maka mulai dari proses perencanaan ADD, pelaksanaan ADD, hingga pelaporannya haruslah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sehingga nantinya diharapkan dengan dana ADD ini dapat menciptakan pembangunan yang merata dan bermanfaat bagi masyarakat desa.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PDF ini ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI DALAM PENGELOLAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) | Mujiono | Jurnal Ekonologi 1 PB

PDF ini ANALISIS AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI DALAM PENGELOLAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) | Mujiono | Jurnal Ekonologi 1 PB

Pada tahun 2016 pemerintah telah menyalurkan dana BOS kepada sekolah yang menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Setiap dana yang bersumber dari APBN harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya, sebagai mana diatur dalam Undang-undang republik indonesia Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Salah satu upaya konkrit untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintahyang telah diterima secara umum. Disebutkan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal (48) bahwa Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Setiap lembaga pendidikan dituntut untuk melakukan pengelolaan dana pendidikan secara baik dan benar sesuai dengan aturan yang ada. Lembaga pendidikan harus mencatat semua kegiatan yang berkaiatan dengan dana pendidikan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi dan laporan pertanggungjawaban kepada pihak- pihak yang terkait dalam pendanaan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SDN PAPRINGAN 02 KALIWUNGU SEMARANG  Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah di SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang.

PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SDN PAPRINGAN 02 KALIWUNGU SEMARANG Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah di SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang.

Pada SPJ SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang, sekolah melakukan perpajakan sesuai dengan aturan pada buku Juknis, setiap transaksi yang harus menggunakan pajak, sekolah akan mencatat dan melakukan perpajakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku, sekolah juga mempunyai buku pajak untuk membantu mempermudah dalam penyusunan surat pertanggungjawaban BOS. Contoh lain sepertisaat sekolah mengeluarkan biaya seperti membayar upah honorer GTT dan PTT dalam sebulan yang tidak melebihi dari Rp 3.000.000,-dan perorang tidak melebihi Rp 300.000 maka tidak akan dipungut PPh Pasal 21. Diketahui dalam SPJ BOS bahwa dalam pembayaran upah GTT dan PTT di SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang tidak melebihi dari dana yang disebutkan diatas. e. Pelaporan Dana BOS di SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SDN PAPRINGAN 02 KALIWUNGU SEMARANG  Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah di SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang.

PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DI SDN PAPRINGAN 02 KALIWUNGU SEMARANG Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah di SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil peneltian dapat ditarik kesimpulan bahwa a) Perencanaan RKAS SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang disusun oleh Tim anggaran sekolah dengan melibatkan semua guru dan karyawan. Anggaran disusun berdasar kegiatan/kebutuhan dari guru dan karyawan. Rencana yang telah tersusun kemudian dikomunikasikan dengan Komite Sekolah untuk dimintai pertimbangan. b) Pelaksanaan Dana BOS diawali penyaluran Dana BOS. Dana BOS diterima setiap triwulan. Pembelanjaan barang/jasa dilaksanakan oleh semua pihak dari sekolah dengan menerapkan prinsip efektif dan efisien. c) SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang melaporkan Pengelolaan Dana BOS kepada Dinas Pendidikan Kabupaten, Provinsi dan Pusat. Sekolah mempublikasikan ringkasan RKAS secara terinci dana yang diterima dan pengeluarannya per tahun anggaran di papan pengumuman. Selain itu juga menginformasikan penggunaan Dana BOS kepada wali murid dengan memberikan lembar kertas saat diadakan rapat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (Studi Pada Desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang)

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (Studi Pada Desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang)

serta koordinasi yang masih belum sesuai dengan harapan yang diinginkan sehingga menyebabkan proses implementasi program Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara tidak berjalan dengan optimal. Menurut Tuwaidan (2014) Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam upaya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa di Desa Watudambo yaitu Faktor Disposisi, Faktor Komunikasi, Faktor Sruktur Birokrasi dan dan Faktor Sumber Daya. Menurut Fajri (2015) Faktor-faktor penghambat dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Desa Ketindan yaitu, Kemampuan Sumberdaya Aparatur dalam hal pengelolaan keuangan, Terbatasnya Dana ADD, Kurang disiplinnya penerima ADD pada proses pelaporan. Dan Faktor-faktor pendukung dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) yaitu, Komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, Swadaya masyarakat, Sarana prasarana yang memadai dalam pengelolaan keuangan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Akuntabilitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Dasar Negeri Pringgowirawan 02 Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember Tahun 2014

Akuntabilitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Dasar Negeri Pringgowirawan 02 Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember Tahun 2014

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna generalisasi. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Pringgowirawan 02 Jember. Sekolah Dasar Negeri Pringgowirawan 02 Jember merupakan salah satu Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember. Penelitian pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ini difokuskan pada penerapan sistem akuntabilitas Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Instrumen penelitian disini yaitu informan, informan yang dipilih peneliti adalah informan yang terlibat langsung serta memahami dan dapat memberikan informasi (gambaran) tentang pengelolaan Alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yaitu Kepala Sekolah dan Bendahara BOS. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Tekhnik pengumpulan data yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Data utama menyajikan data-data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini. Data utama yang dijadikan sebagai objek penelitian berupa Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RKAS) dan Laporan Realisasi Penggunaan Dana BOS.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) (STUDI PADA SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA).

ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) (STUDI PADA SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA).

SMK Negeri 1 Yogyakarta telah melaksanakan pelaporan sesuai dengan Petunjuk Teknis Pengelolaan BOS SMK 2015. Pelaporan dana BOS tahun 2015 periode Januari – Juni telah selesai dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta namun untuk pelaporan dana BOS tahun 2015 periode Juli-Desember 2015 masih dalam tahap penyelesaian. Laporan sekolah dibagi menjadi dua yaitu laporan keseluruhan dan laporan ringkas. Laporan keseluruhan SMK Negeri 1 Yoyakarta berisi narasi laporan, pertanggungjawaban penggunaan BOS SMK, dan foto dokumentasi kegiatan sekolah dalam menggunakan dana BOS. Adapun laporan ringkas mencakup penggunaan dana dari sisi pembelanjaan yaitu untuk belanja operasional sekolah dan non personalia. Laporan ringkas sudah ditandatangani oleh ketua komite sekolah, kepala sekolah, bendahara rutin sekolah serta dilengkapi stempel sekolah dan stempel komite sekolah sehingga laporan tersebut dapat dinyatakan sah.
Baca lebih lanjut

207 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI SMPN 6 SATAP RAMBAH SAMO

ANALISIS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI SMPN 6 SATAP RAMBAH SAMO

Di SMPN 6 SATAP Rambah Samo banyak juga terjadi kesalahan yang dilakukan yaitu masalah presentase gaji tidak mengikuti peraturan yang ada. Selain itu, terjadi kesalahan seperti kwitansi yang tidak ada stempel/cap dari toko tempat pembelian barang. Masalah lainnya yaitu masalah dana yang tiap triwulannya dihabiskan oleh sekolah tapi tidak jelas dikeluarkan untuk apa saja karena tidak dilengkapi dengan bukti- bukti yang mendukung transaksi yang terjadi disekolah. Sisa uang diakhir triwulan dibagi rata oleh kepala sekolah kepada guru-guru dan karyawan- karyawan. Pembagian sisa uang tidak dilengkapi dengan kwitansi dan bukti lainnya. Arsip-arsip disekolah juga tidak tersusun dengan rapi dan bukti pengeluaran tidak lengkap dengan bukti pendukung.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan

Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia yang diberikan sehingga Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “ AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (BPKD) KOTA MEDAN”.” sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi pada Program Studi Diploma-III Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

7 Baca lebih lajut

Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan

Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan

Akuntabilitas publik dan keterbukaan merupakan dua sisi koin yang tidak terpisahkan sebagai bagian dari prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (Good Governance). Implikasinya, kini keduanya menjadi bahasan yang banyak dan dapat di pertukarkan, penerapannya pada pola perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah yang partisipatif sebagai suatu konsekuensi logis (Akbar, 2012:2).

6 Baca lebih lajut

Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan

Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan

Konsep akuntabilitas di Indonesia memang bukan merupakan hal yang baru, hampir seluruh instansi dan lembaga pemerintah menekankan konsep akuntabilitas ini khususnya dalam menjalankan fungsi administratif kepemerintahan. Meskipun begitu akhir-akhir ini media massa sering sekali menginformasikan tentang Pejabat Negara/Daerah yang melakukan praktek korupsi. KPK selaku badan yang khusus dibuat untuk mengatasi masalah korupsi ini pun harus bekerja keras. Bagaimana tidak korupsi seakan-akan sudah mendarah daging di seluhur lapisan masyarakat. Menurut penulis inilah dampak dari kurangnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis semiotika pesan dakwah dalam poster narkotika badan narkotika nasional (BNN)

Analisis semiotika pesan dakwah dalam poster narkotika badan narkotika nasional (BNN)

Sasaran adalah merupakan refleksi dari hasil atau capaian yang diinginkan bersifat spesifik, konkrit dan terukur atas apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan dalam kurun waktu satu tahun. Sasaran mencakup apa yang akan dicapai, kapan, dan oleh siapa. Apabila dipisahkan secara tegas, sasaran tahunan bukan merupakan bagian dari rencana strategis organisasi, namun merupakan bagian utama dari Rencana Operasional tahunan yang mendasarkan pada rencana strategis itu sendiri. Oleh karena itu dalam dokumen Strategi Nasional ini secara spesifik tidak diuraikan/ditetapkan, akan tetapi penetapan sasaran akan dijabarkan oleh masing-masing institusi dalam penyusunan Rencana Kinerja Tahunan.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana Pnpm Mandiri Pada Badan Keswadayaan Masyarakat Betul Kota Malang | Aryanti | Jurnal Akuntansi dan Investasi 1307 3616 1 PB

Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Dana Pnpm Mandiri Pada Badan Keswadayaan Masyarakat Betul Kota Malang | Aryanti | Jurnal Akuntansi dan Investasi 1307 3616 1 PB

transparansi dalam lembaga sektor publik termasuk di dalamnya Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). BKM mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menjalankan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dalam rangka pengentasan kemiskinan, serta diberikan wewenang untuk menyalurkan dana PNPM Mandiri ke setiap masyarakat miskin melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). BKM ini dipilih oleh pemerintah karena keberadaan lembaga ini yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia, lebih tepatnya berada di setiap kelurahan. Pelaporan pengelolaan dana PNPM Mandiri yang akuntabel dan transparan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) (Studi Pada Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang)

ANALISIS AKUNTABILITAS DALAM PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) (Studi Pada Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang)

Pemerintah harus dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara (pusat dan daerah). Salah satu prasyarat untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan melakukan reformasi dalam penyajian laporan keuangan, yakni pemerintah harus mampu menyediakan semua informasi keuangan relevan secara jujur dan terbuka kepada publik, karena kegiatan pemerintah adalah dalam rangka melaksanakan amanat rakyat. Untuk mengelola keuangan desa Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 113 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa yang menerangkan bahwa keuangan desa dikelola berdasarkan asas-asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Pengelolaan keuangan desa, dikelola dalam masa 1 tahun anggaran yakni mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember yang di dalam pengelolaan keuangan terdapat perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, serta pembinaan dan pengawasan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Tahun 2013)

Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Tahun 2013)

Untuk memperoleh data dan informasi yang valid dan akurat, dilakukan wawancara secara mendalam, terhadap informan-informan yang dijadikan sumber informasi. Sedangkan informan yang dipilih adalah informan yang terlibat langsung serta memahami dan dapat memberikan informasi (gambaran) tentang pengelolaan Alokasi Dana Desa, yaitu Pemerintah Desa selaku Tim Pelaksana Desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) selaku Tim Pelaksana Kegiatan. Sebagai informan dari unsur pemerintah desa, diwakili oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Bendahara, sedangkan pihak LPMD diwakili oleh ketua dan anggota yang berkompeten dalam pengelolaan ADD. Selain itu untuk memperoleh data yang berkaitan dengan pengawasan, informan yang dipilih adalah Camat, Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan

Akuntabilitas Dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Medan

Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan berkeinginan agar setiap Aparatur Pemerintah Kota Medan berkemampuan melaksanakan tugasnya denganbaik, berdayaguna dan berhasilguna yang didukung dengan Kelembagaan erangkat Daerah yang efektif dan efisien sehingga dapat terwujud pelayanan Pemerintah Kota Medan yang prima sesuai dengan sistem dan prosedur pengeloaan keuangan serta standar operasional dan prosedur (SOP).

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects