Top PDF Analisis Beban Kerja Mental Dengan Metode Nasa Tlx Pada Departemen Logistik PT ABC

Analisis Beban Kerja Mental Dengan Metode Nasa Tlx Pada Departemen Logistik PT ABC

Analisis Beban Kerja Mental Dengan Metode Nasa Tlx Pada Departemen Logistik PT ABC

dan perumusan masalah. Tahap selanjutnya yaitu menentukan tujuan penelitian, yaitu mengetahui tingkat beban kerja mental pegawai departemen logistik PT ABC, mengetahui faktor paling dominan yang mempengaruhi tingkat beban kerja mental, dan memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi tingkat beban kerja mental pegawai. Setelah menentukan tujuan, dilakukan pengumpulan data. Data diperoleh dari hasil wawancara, pengamatan langsung, dan kuisioner yang disebar kepada karyawan departemen logistik. Pengolahan data dilakukan dengan mengukur besarnya beban kerja mental dengan metode NASA TLX. Pada tahap analisa, ditentukan faktor yang mempengaruhi besarnya beban kerja mental pada karyawan departemen logistik berdasarkan kuisioner yang telah disebar pada karyawan departemen logistik. Kemudian diberikan usulan perbaikan. Dari hasil pengolahan data dan analisis diperoleh kesimpulan mengenai apa saja proses yang terjadi di dalam departemen logistik, dan seberapa besar tingkat beban kerja mental karyawan. Selain itu diberikan saran untuk perbaikan ke depannya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA TLX (Studi Kasus: PT. Universal Tekno Reksajaya Pekanbaru, Riau)

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA TLX (Studi Kasus: PT. Universal Tekno Reksajaya Pekanbaru, Riau)

PT. Universal Tekno Reksajaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang remanufacturing komponen-komponen alat berat di Indonesia. Tentunya ini berfungsi sebagai peremajaan komponen- komponen alat berat menjadi komponen yang dapat digunakan kembali dengan kualitas setara dengan produk baru. PT Universal Tekno Reksajaya merupakan salah satu anak perusahaan PT United Tractors Tbk. dengan lokasi plant pertama (dan kedua) yang dibangun pada saat itu adalah plant Pekanbaru dan Jakarta. Banyaknya jobs desk pekerjaan pada section General Over Houl (GOH) menimbulkan keluhan bagi pekerja terkait dengan tekanan kerja, jam kerja yang berlebihan, munculnya rasa bosan dan jenuh terhadap pekerjaan sehingga membuat produktivitas karyawan menjadi menurun. Maka dari itu di perlukan analisis beban kerja mental terhadap pekerja menggunakan metode NASA TLX. Setelah dilakukan analisis terhadap pekerja section General Over Houl (GOH) didapat hasil sangat tingginya beban kerja mental pekerja. Dengan itu perlunya rekomendasi terkait dengan penambahan SDM untuk membagi jobs desk yang begitu banyak agar lebih ringan, mengadakan sharing motivasi untuk mengembalikan semangat kerja karyawan dan kegiatan-kegiatan hiburan seperti ice breaking games dan sarana olah raga untuk mengembalikan kebugaran karyawan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Mental dan Perancangan Kebutuhan Jumlah Pegawai Menggunakan Metode NASA-TLX pada divisi Human Resource Department di PT Pikiran Rakyat Bandung

Analisis Beban Kerja Mental dan Perancangan Kebutuhan Jumlah Pegawai Menggunakan Metode NASA-TLX pada divisi Human Resource Department di PT Pikiran Rakyat Bandung

diakibatkan oleh perubahan strategi bisnis dan beban kerja yang tidak merata. Oleh karena hal tersebut dibutuhkan analisis beban kerja mental untuk menghitung jumlah karyawan ideal pada divisi tersebut. NASA- TLX merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung beban kerja mental. Metode NASA-TLX membagi beban kerja menjadi 6 dimensi elemen kerja. Berdasarkan hasil analisis beban kerja menggunakan metode NASA-TLX didapatkan urutan beban kerja grup tertinggi hingga ke terendah yaitu: grup D (213,42) – grup B (133,53) – grup C – (117,37) – grup F (114,96) – grup E (77,92) – grup A (56,69). Jumlah karyawan HRD PT Pikiran Rakyat saat ini adalah 12 orang. Berdasarkan hasil perhitungan karyawan ideal, didapatkan bahwa dibutuhkan tambahan 2 orang karyawan tambahan yaitu 1 orang sebagai kepala urusan (grup B) dan 1 orang sebagai staf perencanaan dan pengembangan (grup E).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Mental Operator Lantai Produksi Pabrik Kelapa Sawit Dengan Metode NASA-TLX di PT. Bina Pratama Sakato Jaya, Dharmasraya

Analisis Beban Kerja Mental Operator Lantai Produksi Pabrik Kelapa Sawit Dengan Metode NASA-TLX di PT. Bina Pratama Sakato Jaya, Dharmasraya

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan pengukuran menggunakan metode NASA-TLX menunjukkan hasil pengkategorian beban kerja mental dapat diketahui operator yang memiliki beban kerja yang tergolong sangat tinggi yaitu pada stasiun Loading Ramp 92,6 %, Klarifikasi 92,6 % dan Nut dan Kernel 84 %, sedangkan operator yang memiliki beban kerja mental tergolong tinggi pada stasiun Perebusan 76 %, pada stasiun Tippler 78 %, pada stasiun Thereshing 77,3 %, pada stasiun Press 74 % dan pada stasiun Boiler 72. Karena rata-rata beban kerja yang dialami tergolong tinggi, peneliti memberikan alternatif perbaikan diantaranya menambah karyawan dilantai produksi dan diberikan pelatihan-pelatihan tentang kondisi pabrik dan kondisi mesin yang ada pada lantai produksi.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Mental Collector PT. Federal Intertnational Finance Semarang dengan Metode Nasa TLX - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Analisis Beban Kerja Mental Collector PT. Federal Intertnational Finance Semarang dengan Metode Nasa TLX - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Prinsip keilmuan ergonomi yang tidak tepat dapat mengakibatkan suatu pekerjaan menjadi beban bagi pengemban pekerjaan tersebut, dikarenakan tidak sesuai dengan kemampuan ataupun keterbatasan manusia. Beban yang timbul menyebabkan suatu pekerjaan mudah menjadi susah dikerjakan ataupun sebaliknya. Hal ini terjadi karena prinsip ilmu ergonomi yang tidak tepat diterapkan. Beberapa ilmu telah diciptakan untuk mengukur beban kerja dimana salah satunya adalah NASA-TLX (Total Load Index), suatu metode pengukuran beban kerja dengan data yang bersifat kualitatif berdasarkan 6 skala dimensi pengukuran.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR WEAVING B UNIT INSPECTING PT DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE IV DENGAN METODE NASA-TLX Antika Adzary Sekar Fadlilah

ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR WEAVING B UNIT INSPECTING PT DELTA MERLIN DUNIA TEXTILE IV DENGAN METODE NASA-TLX Antika Adzary Sekar Fadlilah

Salah satu faktor penyebab terjadinya ketidak sesuaian kualitas adalah kesalahan manusia. Diantaranya beban kerja mental yang dirasakan oleh operator pada unit inspecting. Beban kerja mental akan berdampak pada kelelahan yang dapat menimbulkan kurang teliti dalam menjalankan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat beban kerja mental tiap shift pada operator PT Delta Merlin Dunia Textile IV dan mengetahui penyebabnya. Penelitian terdiri dari empat langkah yaitu studi lapangan, pembuatan kuesioner, penyebaran kuesioner, dan pengolahan data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran beban kerja mental menggunakan NASA-TLX (Task Load Index) yang memiliki enam kriteria penilaian, yakni Mental Demand (MD), Physical Demand (PD), Temporal Demand (TD), Own Performance (OP), Frustation Level (FR), dan Effort (EF). Respoden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 28 orang yang terbagi dalam dua shift kerja yaitu shift A dan shift B. Nilai score rata-rata NASA-TLX yang diperoleh operator shift A sebesar 86,38 sedangkan pada shift B mendapatkan nilai sebesar 88,16 dengan aspek tertinggi yaitu Temporial Demand. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja mental yang tinggi disebabkan oleh adanya tambahan pekerjaan yang membuat operator unit inspecting harus mengorbankan waktu untuk mencapai target, sehingga operator akan lebih banyak mengeluarkan usaha dan tenaga dalam mencapai target.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Mental dan Fisik Perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Kabupaten Karanganyar dengan Menggunakan Metode Nasa-TLX dan Maslach Burnout Inventory (MBI).

Analisis Beban Kerja Mental dan Fisik Perawat Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Kabupaten Karanganyar dengan Menggunakan Metode Nasa-TLX dan Maslach Burnout Inventory (MBI).

Meilani Rosita, NIM : I 0312040. ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DAN FISIK PERAWAT INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD KABUPATEN KARANGANYAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA – TASK LOAD INDEX DAN MASLACH BURNOUT INVENTORY (MBI).

2 Baca lebih lajut

LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MASINIS   Analisis Beban Kerja Mental Masinis Dengan Metode Rnasa-Tlx (Studi Kasus: PT. KAI DAOP 6 YOGYAKARTA).

LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL MASINIS Analisis Beban Kerja Mental Masinis Dengan Metode Rnasa-Tlx (Studi Kasus: PT. KAI DAOP 6 YOGYAKARTA).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode RNASA-TLX yang merupakan pengembangan dari metode NASA-TLX. Metode ini dikhususkan untuk pengemudi yang berbasis navigasi, dimana terdapat 6 dimensi yang diukur yaitu tuntutan mental, tuntutan visual, tuntutan auditori/pendengaran, tuntutan waktu, kesulitan mengemudi, dan kesulitan mengerti informasi.

14 Baca lebih lajut

Perancangan Kebutuhan Pelaksana Mesin di Bagian Weaving Departemen Produksi PT Tarumatex Bandung dengan Menggunakan Metode Pengukuran Beban Kerja NASA-TLX

Perancangan Kebutuhan Pelaksana Mesin di Bagian Weaving Departemen Produksi PT Tarumatex Bandung dengan Menggunakan Metode Pengukuran Beban Kerja NASA-TLX

Untuk proses pengolahan data, dimulai dengan menentukan jumlah sampel untuk mengetahui berapa jumlah responden ideal kuesioner NASA-TLX yang harus diisikan. Setelah jumlah sampel diketahui, kuesioner disebar sejumlah perhitungan sampel yang telah dilakukan sebelumnya. Data akan diolah menggunakan metode NASA-TLX menggunakan lembar pengamatan khusus milik NASA-TLX yang terdiri dari penentuan bobot kerja, penentuan rating scale, perhitungan weighted workload, dan perhitungan jumlah pekerja. Pengambilan bobot dilakukan dengan cara melakukan wawancara menggunakan Lembar Bobot NASA-TLX. Pengambilan bobot ini memiliki fungsi untuk mengetahui faktor apa yang paling berpengaruh pada pada jenis pekerjaan yang diteliti. Penentuan rating scale merupakan alat numerik yang diterapkan untuk mendapatkan hal-hal yang merefleksikan faktor kerja yang dirasakan operator. Subjek diminta untuk menandai skala di nomor yang diinginkan. Pada perhitungan weighted workload nilai bobot aspek akan dikombinasikan dengan rating yang telah diberikan oleh pekerja terhadap pekerjaan yang dihadapinya dengan cara mengalikannya. Hal ini ditujukan untuk memperoleh nilai mental workload pada tiap pekerja. Ada enam faktor yang akan dikombinasikan, yaitu mental demand, physical demand, temporal demand, performance, effort, dan frustration. Selanjutnya dilakukan uji kecukupan dan keseragaman data untuk mengetahui apakah sebaran data yang didapat sudah cukup dan seragam untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP PENGEMUDI BUS JURUSAN BANDUNG-DENPASAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX

(Studi Kasus di PT. PAHALA KENCANA Cabang Bandung)

ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP PENGEMUDI BUS JURUSAN BANDUNG-DENPASAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX (Studi Kasus di PT. PAHALA KENCANA Cabang Bandung)

Pengukuran beban kerja dilakukan dengan menggunakan metode NASA-TLX. Dimana NASA-TLX adalah prosedur rating multidimensional yang membagi workload atas dasar rata- rata pembebanan enam subskala. Subskala tersebut meliputi Mental Demands (MD), Physical Demands (PD), Temporal Demands (TD), Own Performance (OP), Effort (EF), dan Frustation (FR). Untuk prosesnya, setelah diperoleh hasil dari penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada pekerja mesin blow,kemudian dilakukan pembobotan variabel. Pada pembobotan ini dilakukan pembandingan antara ke-6 variabel yang nantinya akan terdapat 15 perbandingan pasangan. Kemudian jawaban dari para pekerja tersebut di uji tingkat konsistensinya dengan menggunakan uji Consistensy Index, apakah jawaban dari para pekerja tersebut konsisten atau tidak. Apabila terbukti tidak konsisten, maka pekerja tersebut diminta untuk menjawab ulang pertanyaan- pertanyaan yang terdapat pada kuesioner. Pemberian rating untuk ke-6 variabel yang terdapat pada beban kerja NASA-TLX dibagi menjadi 5 tingkatan, yaitu sangat rendah (0% s/d 20%), rendah (21% s/d 40%), sedang (41% s/d 60%), tinggi (61% s/d 80%), dan tinggi (81% s/d 100%). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan pekerja dalam menjawabnya. Hasil dari pengolahan data tersebut kemudian dijadikan input pada NASA-TLX, sehingga diperoleh besarnya beban kerja yang dirasakan oleh pekerja tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

PT. Bank Negara Indonesia (BNI) adalah lembaga keuangan yang mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian indonesia. Peranan ini dapat dilihat dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PT. BNI. Penelitian ini dilakukan di PT. BNI Cabang USU Medan. Dari pengamatan yang diperoleh pada PT. BNI Cabang USU Medan, diketahui sering terjadi keterlambatan dalam pelayanan nasabah dari nasabah mengambil nomor antrian hingga mendapatkan pelayanan teller. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah karyawan teller dan menentukan persentase waktu produktif yang digunakan karyawan pada Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang USU Medan berdasarkan beban kerja karyawan teller dengan menggunakan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) dan Work Sampling. Metode NASA-TLX digunakan untuk mengetahui beban kerja mental dari masing-masing teller dan metode work sampling dilakukan untuk mengetahui persentase waktu produktif. Hasil pengukuran dengan metode NASA-TLX menunjukkan bahwa beban kerja mental tertinggi pada teller 3 adalah 83% dan teller 6 adalah 81,67% dan indikator mental demand merupakan indikator yang dominan mempengaruhi beban kerja mental teller. Hasil work sampling menunjukkan bahwa waktu produktif tertinggi teller 2 adalah 90,7%. Secara umum beban kerja mental dari masing-masing teller tergolong tinggi. Beban kerja mental yang tinggi jika dibiarkan secara terus menerus tanpa adanya perbaikan akan menyebabkan stress kerja yang akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja teller.
Baca lebih lanjut

128 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

PT. Bank Negara Indonesia (BNI) adalah lembaga keuangan yang mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian indonesia. Peranan ini dapat dilihat dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PT. BNI. Penelitian ini dilakukan di PT. BNI Cabang USU Medan. Dari pengamatan yang diperoleh pada PT. BNI Cabang USU Medan, diketahui sering terjadi keterlambatan dalam pelayanan nasabah dari nasabah mengambil nomor antrian hingga mendapatkan pelayanan teller. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah karyawan teller dan menentukan persentase waktu produktif yang digunakan karyawan pada Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang USU Medan berdasarkan beban kerja karyawan teller dengan menggunakan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) dan Work Sampling. Metode NASA-TLX digunakan untuk mengetahui beban kerja mental dari masing-masing teller dan metode work sampling dilakukan untuk mengetahui persentase waktu produktif. Hasil pengukuran dengan metode NASA-TLX menunjukkan bahwa beban kerja mental tertinggi pada teller 3 adalah 83% dan teller 6 adalah 81,67% dan indikator mental demand merupakan indikator yang dominan mempengaruhi beban kerja mental teller. Hasil work sampling menunjukkan bahwa waktu produktif tertinggi teller 2 adalah 90,7%. Secara umum beban kerja mental dari masing-masing teller tergolong tinggi. Beban kerja mental yang tinggi jika dibiarkan secara terus menerus tanpa adanya perbaikan akan menyebabkan stress kerja yang akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja teller.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

PT. Bank Negara Indonesia (BNI) adalah lembaga keuangan yang mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian indonesia. Peranan ini dapat dilihat dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PT. BNI. Penelitian ini dilakukan di PT. BNI Cabang USU Medan. Dari pengamatan yang diperoleh pada PT. BNI Cabang USU Medan, diketahui sering terjadi keterlambatan dalam pelayanan nasabah dari nasabah mengambil nomor antrian hingga mendapatkan pelayanan teller. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah karyawan teller dan menentukan persentase waktu produktif yang digunakan karyawan pada Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang USU Medan berdasarkan beban kerja karyawan teller dengan menggunakan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) dan Work Sampling. Metode NASA-TLX digunakan untuk mengetahui beban kerja mental dari masing-masing teller dan metode work sampling dilakukan untuk mengetahui persentase waktu produktif. Hasil pengukuran dengan metode NASA-TLX menunjukkan bahwa beban kerja mental tertinggi pada teller 3 adalah 83% dan teller 6 adalah 81,67% dan indikator mental demand merupakan indikator yang dominan mempengaruhi beban kerja mental teller. Hasil work sampling menunjukkan bahwa waktu produktif tertinggi teller 2 adalah 90,7%. Secara umum beban kerja mental dari masing-masing teller tergolong tinggi. Beban kerja mental yang tinggi jika dibiarkan secara terus menerus tanpa adanya perbaikan akan menyebabkan stress kerja yang akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja teller.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Analisis Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode NASA-TLX Untuk Menentukan Jumlah Karyawan Yang Optimal Pada Bank BNI Cabang USU

Struktur organisasi PT. BNI Cabang USU Medan berbentuk Garis/ Lini dan fungsional. Adapun yang dimaksud struktur organisasi Lini adalah struktur organisasi dimana setiap departemen diuraikan menjadi bagian-bagian yang bertanggung jawab menerima dan menjalankan tugas dari satu bagian yang merupakan pimpinannya dimana wewenang diserahkan dari pucuk pimpinan kepada unit-unit (satuan-satuan) organisasi yang ada dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu sesuai kebutuhan organisasi, fungsi masing-masing dalam organisasi terdapat pada pimpinan cabang, penjualan cabang I dan penjualan cabang II. Struktur organisasi fungsional merupakan hubungan suatu bagian dalam organisasi secara fungsi masing-masing bagian, dalam organisasi PT. BNI Cabang USU terdapat pada bidang pelayanan nasabah dan bidang pembinaan kantor layanan. Struktur organisasi PT. BNI Cabang USU Medan dapat dilihat pada Gambar 2.2.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Beban Kerja Mental Terhadap Jumlah Kesalahan Praktikan Pada Praktikum Proses Manufaktur Tahun 2017 Dengan Metode Nasa-Tlx (Task Load Index)

Analisis Pengaruh Beban Kerja Mental Terhadap Jumlah Kesalahan Praktikan Pada Praktikum Proses Manufaktur Tahun 2017 Dengan Metode Nasa-Tlx (Task Load Index)

Proses pembelajaran memerlukan evaluasi terhadap hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Hal ini mengandung maksud agar pembelajaran yang dilakukan semakin berkualitas dan peserta dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa kendala yang berarti. Penelitian kali ini penulis bertujuan melakukan analisa pengaruh beban kerja mental dan tingkat kesalahan yang dilakukan oleh praktikan selama mengikuti Praktikum Proses Manufaktur. Kegiatan praktikum merupakan salah satu kegiatan pembelajaran dimana mahasiswa selain menerima teori juga mempraktekkan teori yang didapatkan. Salah satu praktikum wajib yang ditempuh di Departemen Teknik Industri adalah Praktikum Proses Manufaktur. Praktikum Proses Manufaktur selain menerima teori mengenai proses manufaktur juga memerlukan kerja fisik dan kerja mental untuk mempraktekkan teori yang didapat dengan memproduksi suatu produk yang telah ditentukan. Produk dihasilkan secara garis besar melalui proses permesinan, kerja bangku dan proses perakitan. Praktikum ini berjalan selama 4 hari (1 hari 5 jam kerja) dengan mensimulasikan kondisi lantai produksi yang ada di perusahaan. Dari hasil penelitian dihasilkan bahwa Beban Kerja Mental tingkat Sedang paling banyak dialami oleh Praktikan baik pada Proses Kerja Bangku 73,64%, Kerja Turning/Milling 72,73%, Kerja Assembly 53,64%. Rata – rata Skor Nasa-TLX per bagian untuk Kerja Bangku sebesar 70,87, Kerja Turning/Milling sebesar 70,65, Kerja Assembly sebesar 74,57. Adapun jumlah kesalahan yang terjadi pada Kerja Bangku sebesar 38, Kerja Turning/Milling sebesar 34, Kerja Assembly sebesar 40.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CVL DAN NASA-TLX DI PT. ABC

ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CVL DAN NASA-TLX DI PT. ABC

Kerja fisik adalah kerja yang memerlukan energi fisik otot manusia sebagai sumber tenaganya (power). Kerja fisik disebut juga, manual operation dimana performans kerja sepenuhnya akan tergantung pada manusia yang berfungsi sebagai sumber tenaga (power) ataupun pengendali kerja. Kerja fisik juga dapat dikonotasikan dengan kerja berat atau kerja kasar karena kegiatan tersebut memerlukan usaha fisik manusia yang kuat selama periode kerja berlangsung.Dalam kerja fisik konsumsi energi merupakan faktor utama yang dijadikan tolak ukur penentu berat/ ringannya suatu pekerjaan. Secara garis besar, kegiatan-kegiatan manusia dapat digolongkan menjadi kerja fisik dan kerja mental. Pemisahan ini tidak dapat dilakukan secara sempurna, karena terdapatnya hubungan yang erat antar satu dengan lainnya. Kerja fisik akan mengakibatkan perubahan fungsi pada alat-alat tubuh, yang dapat dideteksi melalui :
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Psikologis dengan Menggunakan Metode NASA-TLX pada Operator Departemen Fiber Line di PT. Toba Pulp Lestari

Analisis Beban Kerja Psikologis dengan Menggunakan Metode NASA-TLX pada Operator Departemen Fiber Line di PT. Toba Pulp Lestari

Abstrak- PT. Toba Pulp Lestari merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi serat rayon, lokasinya terletak di Desa Sosor Ladang Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Proses produksi serat rayon berpusat pada Departeman Fiber Line, di mana setiap prosesnya didominasi oleh aktivitas mesin yang tentunya membutuhkan para operator untuk mengendalikan jalannya mesin. Pekerjaan sebagai operator cenderung menghasilkan beban kerja psikologis, karena mereka dituntut untuk selalu melibatkan kinerja otak serta konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar tingkat beban kerja para operator di Departemen Fiber Line dan mengetahui apa saja faktor penyebabnya. Metode yang digunakan untuk mengukur beban kerja mental para operator adalah metode The National Aeronautical and Space Administrastion Task Load Index atau yang disingkat dengan NASA-TLX. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebanyak 70% operator memiliki tingkat beban kerja psikologis tinggi dan sisanya sebanyak 30% berada pada kategori sangat tinggi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu disebabkan oleh tugas-tugas dan tanggung jawab operator yang menuntut konsentrasi tinggi, lingkungan kerja yang kimiawi, dan faktor usia pada tiap operator. Copyright © 2017 Departement of industrial engineering. All rights reserved.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Beban Kerja Koordinator dan Manager Menggunakan Metode NASA-TLX

Analisis Beban Kerja Koordinator dan Manager Menggunakan Metode NASA-TLX

PT. “Z” adalah salah satu perusahaan yang melayani industri dalam bidang jasa telekomunikasi, yaitu bidang pengembangan dan inovasi teknologi telekomunikasi, layanan teknik, desain sistem, manufaktur dan proyek turnkey . Dalam struktur organisasinya, PT. “Z” ini mempunyai beberapa departemen yang salah satunya adalah Departemen Operasional. Dengan intensitas pekerjaan yang tinggi menyebabkan para pegawai di departemen ini harus bekerja lebih keras dibandingkan dengan departemen lainnya. Hal ini disebabkan karena pada Departemen Operasional terdapat target–target yang harus dicapai setiap waktu, dan apabila target tidak tercapai akan berakibat kepada revenue perusahaan dan membuat goyah kestabilan perusahaan. Untuk setiap tahunnya, PT. “Z”menargetkan untuk meraih revenue tertentu yang terbagi lagi ke dalam satuan bulan. Apabila target perbulan tidak tercapai maka target akan diakumulasikan dibulan berikutnya. Data perusahaan menyebutkan bahwa sepanjang bulan Mei 2011 hingga April 2012 didapatkan beberapa keluhan pelanggan atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Hal ini menyebabkan kekhawatiran manajemen atas kinerja pegawainya, terutama pada pegawai di Departemen Operasional. Dengan adanya target – target tersebut maka terjadi pengaruh pada sisi psikologis dan kesehatan karyawan karena bekerja diatas jam normal sehingga mengalami sakit, depresi hingga stress.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisa Beban Kerja Mental dengan Metode Nasa Tlx pada Operator Kargo di PT. Dharma Bandar Mandala (PT. Dbm)

Analisa Beban Kerja Mental dengan Metode Nasa Tlx pada Operator Kargo di PT. Dharma Bandar Mandala (PT. Dbm)

PT Dharma Bandar Mandala adalah perusahaan yang bergerak di bidang kargo, aktivitas yang dilakukan yaitu melakukan shipping kargo yang akan dikirim melalui udara. Dalam melakukan aktivitasnya operator kargo PT DBM tidak jarang mendapat tekanan yang cukup tinggi sehingga beban kerja mental operator meningkat. Untuk itu perlu dilakukan analisis seberapa besar beban kerja mental yang dialami dan faktor apa yang mempengaruhinya. Sehingga PT DBM dapat menentukan langkah yang tepat untuk memperbaiki kondisi tersebut. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur beban kerja mental adalah NASA-TLX. Metode NASA-TLX merupakan metode pengukuran beban kerja mental yang membagi beban kerja ke dalam 6 dimensi aspek elemen kerja. NASA-TLX dibagi menjadi dua tahap, yaitu perbandingan tiap skala dan pemberian nilai terhadap pekerjaan. Dari hasil perhitungan NASA-TLX diperoleh nilai beban kerja mental untuk seluruh pekerja berada pada tingkat sedang dengan indikator beban kerja mental terbesar pada operator PT DBM adalah skala PD (Physical Demand) dan MD (Mental Demand).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBAN KERJA KARYAWAN DIVISI OPERASIONAL PT. DELTA PAWAN ABADI KETAPANG KALIMANTAN BARAT BERBASIS METODE NASA - TLX - Unika Repository

ANALISIS BEBAN KERJA KARYAWAN DIVISI OPERASIONAL PT. DELTA PAWAN ABADI KETAPANG KALIMANTAN BARAT BERBASIS METODE NASA - TLX - Unika Repository

Program Studi Manajemen FEB UNIKA SOEGIJAPRANATA Saat ini, PT. Delta Pawan Abadi memiliki karyawan yang dibagi dalam 4 divisi berdasarkan tugas dan wewenangnya masing-masing yaitu untuk divisi sales and marketing berjumlah 4 orang, divisi operasional 4 orang, divisi pekerjaan lapangan 21 orang , dan divisi legal 2 orang (terlampir). Dari hasil pra survei yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 7-8 Agustus 2017 lalu di PT. Delta Pawan Abadi Ketapang dengan wawancara kepada 4 orang karyawan divisi operasional diketahui bahwa ke-4 karyawan tersebut mengeluh terhadap pembagian tugas perdivisi. Karyawan seharusnya bekerja berdasarkan job desc masing-masing (terlampir) namun, pada praktiknya karyawan bekerja tidak sesuai job desc dan mengerjakan pekerjaan diluar job desc mereka yang seharusnya hal tersebut merupakan tugas dari karyawan lain. Hal tersebut menyebabkan pekerjaan inti karyawan menjadi tidak terselesaikan dengan baik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects