Top PDF Analisis dampak wisata bahari terhadap pendapatan masyarakat lokal studi kasus Pantai Bandulu Kabupaten

Analisis dampak dan strategi pengembangan agropolitan basis jagung terhadap perekonomian wilayah serta analisis pendapatan masyarakat petani di Provinsi Gorontalo (Studi kasus kabupaten Pohuwato)

Analisis dampak dan strategi pengembangan agropolitan basis jagung terhadap perekonomian wilayah serta analisis pendapatan masyarakat petani di Provinsi Gorontalo (Studi kasus kabupaten Pohuwato)

Belum berkembangnya industri pengolahan produk, menyebabkan jumlah perusahan yang melakukan inovasi produk belum berkembang di Kabupaten Pohuwato. Kondisi eksisting yang ada terlihat bahwa produk unggulan jagung masih memiliki pasar yang terbatas, dimana konsentrasi pemerintah masih tertuju sebagai produk eksport dalam bentuk biji jagung. Padahal jagung dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki prospek yang besar melalui diversifikasi produk. Oleh karenaya, perlu dikembangkan keberagaman produk sehingga pasar menjadi semakin terbuka. Hal ini dapat mendorong pengembangan ekonomi lokal kearah yang lebih baik. Disamping itu, terlihat bahwa pasar komoditas jagung lebih banyak memenuhi permintaan luar kawasan baik secara regional maupun internasional. Padahal diketahui bersama selain sebagai bahan baku industri, jagung merupakan bahan pangan dan merupakan makanan pokok masyarakat Gorontalo yaitu beras jagung yang dalam bahasa lokal sebagai Baalobinthe. Namun karena adanya ’politik perberasan’ menyebabkan beras menjadi superior dibandingkan beras jagung sehingga posisinya menjadi termarginalkan. Dengan semakin baiknya image jagung sekarang ini sangat membuka peluang pengembangan pasar lokal untuk komoditas ini sebagai bahan pangan. Karena itu perlu diarahkan penggunaan pangan alternatif beras jagung sebagai makanan pokok masyarakat sehingga dapat merangsang investasi industri penggilingan beras jagung di tingkat masyarakat .
Baca lebih lanjut

382 Baca lebih lajut

DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL Studi Kasus  Kawasan Wisata Dieng Kabupaten Wonosobo

DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL Studi Kasus Kawasan Wisata Dieng Kabupaten Wonosobo

Pada Tahun 2006 dibuat juga perjanjian kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Banjarnegara, dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo Nomor : 556/2796, Nomor : 050/582, Nomor 556/742/2006 tentang uji coba pelaksanaan pungutan karcis masuk terusan Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng. Obyek dan daya tarik wisata yang dikenai tiket terusan adalah Telaga Warna/ Pengilon, Dieng Plateau Theter (DPT) di Kabupaten Wonosobo dan Kawah Sikidang, Komplek Candi Arjuna di Kabupaten Banjarnegara. Kemudian dibuat dua pos tiket terusan yang terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo dengan penjaga tiketnya terdiri dari dua orang dari pihak Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan dua orang dari pihak Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Pengadaan karcis tiket terusan disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pembagian hasil pendapatan karcis tiket terusan yaitu 50 % untuk pihak Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan 50% untuk Pemerintah Banjarnegara.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Analisis dampak perubahan iklim local terhadap permintaan pariwisata kawasan pantai Anyer, Banten (Kasus Pantai Bandulu Anyer)

Analisis dampak perubahan iklim local terhadap permintaan pariwisata kawasan pantai Anyer, Banten (Kasus Pantai Bandulu Anyer)

Maka dari itu, Sosialisasi dari pemerintah mengenai fenomena perubahan iklim lokal serta resiko yang mungkin timbul kepada pihak pengelola pantai, pengelola hotel terutama pedagang agar dapat menyiasati fenomena perubahan iklim lokal dan memiliki rencana tanggap bencana serta sistem peringatan dini. Selain itu, Pemerintah serta stakeholder lainnya harus membantu pengelola pantai dan seluruh pelaku objek wisata pantai ini menyediakan sarana dan prasarana khususnya yang memerlukan modal besar. Hal ini berupa pembangunan fasilitas- fasilitas yang tetap dapat digunakan oleh pengunjung walaupun kondisi iklim sedang hujan serta angin yang menyebabkan gelombang pasang semakin tinggi sehingga dampak dari perubahan iklim dapat diantisipasi. Menawarkan berbagai produk wisata tambahan dengan adanya perjalanan ekowisata, menampilkan atraksi seni dan budaya setempat oleh pihak pengelola pantai maupun hotel serta kegiatan the way of life atau pengunjung dapat mengunjungi desa-desa di sekitar objek wisata untuk dapat mengetahui tata cara hidup suatu masyarakat.
Baca lebih lanjut

221 Baca lebih lajut

ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BAHARI TERHADAP KEGIATAN EKONOMI DAN PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI LOKASI WISATA PANTAI PASIR PUTIH KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2008

ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BAHARI TERHADAP KEGIATAN EKONOMI DAN PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI LOKASI WISATA PANTAI PASIR PUTIH KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2008

Analisis Dampak Pengembangan Obyek Wisata Bahari Terhadap Kegiatan Ekonomi dan Pendapatan Pedagang Sektor Informal di Lokasi Wisata Pantai Pasir Putih Kabupaten Situbondo Tahun 2008, Yosi Indah Kurnia, 030210301147, 2009, 70 hlm, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PROMOSI DAN PRASARANA SARANA OBYEK WISATA TERHADAP MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN (Studi Kasus di Obyek Wisata Pantai Kartini Kabupaten Jepara)

ANALISIS PENGARUH PROMOSI DAN PRASARANA SARANA OBYEK WISATA TERHADAP MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN (Studi Kasus di Obyek Wisata Pantai Kartini Kabupaten Jepara)

Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi strata satu (S1) pada program studi ilmu ekonomi jurusan manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama’ Jepara. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat :

13 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI PANTAI PASIR PUTIH SEBAGAI WISATA BAHARI DI DESA PERASI KECAMATAN KARANGASEM KABUPATEN KARANGASEM.

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI PANTAI PASIR PUTIH SEBAGAI WISATA BAHARI DI DESA PERASI KECAMATAN KARANGASEM KABUPATEN KARANGASEM.

Pengembangan berbagai bentuk pariwisata tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan potensi-potensi yang ada di daerah tersebut. Dalam hal ini, peran dan dukungan dari pemerintah, swasta dan masyarakat setempat sebagai pihak yang terkena dampak langsung dari usaha pengembangan tersebut sangatlah penting. Selain itu, persepsi wisatawan yang mengunjungi daerah itu juga harus menjadi pertimbangan karena wisatawan tersebut merupakan konsumen dari jasa dan produk wisata yang ditawarkan. Melalui persepsi tersebut akan diketahui sejauh mana kepuasan wisatawan terhadap jasa dan produk yang ditawarkan serta identifikasi produk wisata yang belum tersedia.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

DAMPAK PERKEMBANGAN WISATA BAHARI TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN BATU BARA.

DAMPAK PERKEMBANGAN WISATA BAHARI TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT PESISIR KABUPATEN BATU BARA.

Provinsi Sumatera Utara memiliki pulau sebanyak 162, yaitu 6 pulau di Pantai Timur dan 156 pulau di Pantai Barat. Ini merupakan modal awal untuk membangun wisata bahari yang lebih baik lagi. Dibagian pesisir timur Sumatera Utara wisata bahari semakin menampakan pesona keindahanya. Untuk wisata di pesisir timur, sekarang ini sedang dikembangkan berbagai macam tempat-tempat wisata baru agar menambah pemasukan kas daerah. Dengan ditetapkannya undang-undang otonomi daerah, banyak memberikan kebebasan kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan berbagai kebijakan tanpa campur tangan pemerintah pusat. Salah satu daerah yang mengembangkan wisata bahari adalah daerah Kabupaten Batu Bara. Keindahan yang masih terjaga dengan baik menjadikan wisata bahari menjadi salah satu andalan Kabupaten Batu Bara.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

ANALISIS POLA DISTRIBUSI PENDAPATAN PADA MASYARAKAT NELAYAN PANTAI  ANALISIS POLA DISTRIBUSI PENDAPATAN PADA MASYARAKAT NELAYAN PANTAI Studi Kasus di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 2010.

ANALISIS POLA DISTRIBUSI PENDAPATAN PADA MASYARAKAT NELAYAN PANTAI ANALISIS POLA DISTRIBUSI PENDAPATAN PADA MASYARAKAT NELAYAN PANTAI Studi Kasus di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 2010.

kelompok Bottom 40% pendapatan yang diterima Rp. 67.050.000,- (34,66%) per bulan. Distribui pendapatan relatif merata di daerah penelitian dengan besarnya Koefisien Gini adalah 0,072. Tingkat kemiskinan pada wilayah penelitian berdasarkan garis kemiskinan maka secara keseluruhan tidak berada di bawah garis kemiskinan. Namun, kalau didasarkan pada kelompok pendapatan maka Middle 40% masih berada dibawah garis kemiskinan. Kalau berdasarkan tingkat

19 Baca lebih lajut

45. (C) teuku moh Saleh    PERAN LEMBAGA ADAT

45. (C) teuku moh Saleh PERAN LEMBAGA ADAT

Hasil penilaian responden diperoleh bahwa faktor kekuatan yang mendapat skor tertinggi adalah Lembaga adat yang kuat dan sudah terorganisir dengan baik. Peran lembaga adat jelas sangat besar dalam pengelolaan kawasan wisata bahari Pantai Pandawa Desa Adat Kutuh, hal itu ditunjukkan melalui sistem pengelolaan, sistem pengembangan, menjaga kelestarian lingkungan, mengembangkan adat budaya setempat, menampilkan seni budaya setempat untuk mengisi berbagai pagelaran acara yang diadakan, serta sistem bagi hasil antara pengelola, peningkatan sarana dan prasarana, pembangunan tempat ibadah, serta untuk lembaga adat itu sendiri.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

DAMPAK PEMBANGUNAN WISATA BAHARI LAMONGAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

DAMPAK PEMBANGUNAN WISATA BAHARI LAMONGAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

Dari hasil pendapatan hotel dan restoran Tanjung Kodok Beach Resort ini akan memberikan sumbangsih pada PAD Kabupaten Lamongan, yakni sebesar 10% sedangkan untuk tempat wisata (WBL) memberikan kontribusi sebesar 20% dari harga tiket masuk yang berlaku. Sebenarnya untuk pembebanan pajak. Baik pajak hotel, pajak restoran, dan pajak wisata ini dibebankan pada konsumen sendiri namun hal ini cenderung terselubung karena jika dicantumkan pajaknya, maka konsumen akan merasa harganya relatif mahal. Kecuali untuk tarif hotel pasti dalam struk pembayaran tercantum pajaknya, misalnya kita ingin menginap di junior sweet satu malam, maka semua tarif yang harus kita bayar sebesar Rp 1.045.000 karena harga kamar ini adalah Rp 950.00,00 dan kita harus bayar pajak 10% dari harga yakni Rp95.000,00, sehingga total yang harus konsumen bayar sebesar Rp 1.045.000
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

DAMPAK PEMBANGUNAN WISATA BAHARI LAMONGAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

DAMPAK PEMBANGUNAN WISATA BAHARI LAMONGAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

Dari hasil pendapatan hotel dan restoran Tanjung Kodok Beach Resort ini akan memberikan sumbangsih pada PAD Kabupaten Lamongan, yakni sebesar 10% sedangkan untuk tempat wisata (WBL) memberikan kontribusi sebesar 20% dari harga tiket masuk yang berlaku. Sebenarnya untuk pembebanan pajak. Baik pajak hotel, pajak restoran, dan pajak wisata ini dibebankan pada konsumen sendiri namun hal ini cenderung terselubung karena jika dicantumkan pajaknya, maka konsumen akan merasa harganya relatif mahal. Kecuali untuk tarif hotel pasti dalam struk pembayaran tercantum pajaknya, misalnya kita ingin menginap di junior sweet satu malam, maka semua tarif yang harus kita bayar sebesar Rp 1.045.000 karena harga kamar ini adalah Rp 950.00,00 dan kita harus bayar pajak 10% dari harga yakni Rp95.000,00, sehingga total yang harus konsumen bayar sebesar Rp 1.045.000 . Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Bagus Wibowo manajer marketing Tanjung Kodok Beach Resortsebagai berikut.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

S MRL 1000933 Table of Content

S MRL 1000933 Table of Content

Mulyadin, 2014 Pengembangan Atraksi Wisata Pantai Cipatujah Sebagai Kawasan Wisata Bahari Di Kabupaten Tasikmalaya Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustaka[r]

7 Baca lebih lajut

Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kepedulian masyarakat untuk menjaga dan terlibat dalam usaha jasa pariwisata maka hal tersebut sudah bisa dianggap telah berpartisipasi. Sesuai dengan tujuan dari partisipasi yaitu menciptakan kondisi yang kondusif atau dengan kata lain bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Bahari Serdang Bedagai memang sangat dilibatkan.Dari penelitian ini juga bisa disimpulkan beberapa hal yaitu, potensi bahari Serdang Bedagai merupakan aset yang luar biasa terhadap pembangunan Kabupten khususnya dalam pengembangan wisata bahari telah membuat perda tentang pariwisata. Dalam mengembangkan daerah wisata maka Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang memang isinya sangat konsen terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Serdang Bedagai. Beberapa objek wisata yang dikembangkan oleh Pemkab Serdang Bedagai seperti Pengembangan Pantai Cermin, Pulau Berhala, Kampung Bali, dan lain- lain. Contoh Perda tersebut adalah Perda Nomor 12 Tahun 2006 tentang pengelolaan pulau Berhala Serdang Bedagai Sebagai Kawasan Eco Marine Tourism (Wisata Bahari Berbasis Lingkungan).
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

Dampak Pembangunan WBL TerhadapPeningkatan PAD KabupatenLamongan

Dampak Pembangunan WBL TerhadapPeningkatan PAD KabupatenLamongan

2. Suami tercintaku Farusi Hari Mukti terimakasih banyak atas kesetiaan dan kepercayaannya, serta nasehat-nasehat yang sangat bermanfaat dan dukungan sertado’a yang selama ini membuatku merasa tenang dan bahagia. Terimakasih juga atas cinta dan kasih sayangnya selama ini dengan selalu mendampingiku. Semoga istrimu ini kelak menjadi orang yang selalu membahagiakan suami dan berguna bagi keluarga dan masyarakat.

17 Baca lebih lajut

DAMPAK PEMBANGUNAN WISATA BAHARI LAMONGAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

DAMPAK PEMBANGUNAN WISATA BAHARI LAMONGAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN LAMONGAN

Untuk mengetahui secara spesifik berapa sumbangsih WBL terhadap peningkatan PAD Kabupaten Lamongan dapat kita lihat pada tabel 1.1 di halaman 5 yang mencantumkan jumlah pendapatan dan kunjungan WBL. Jumlah ini berarti menunjukkan sumbangsih tiket masuk WBL sebesar 20% daritarif yang telah ditentukan, namun untuk mengetahui besarnya pajak hotel dan restoran Tanjung Kodok Beach Resort yang merupakan bagian dari WBL tidak dapat penulis ketahui

17 Baca lebih lajut

Kajian Ecotourism Pada Kawasan Wisata Bahari Berbasis Masyarakat ( Studi Kasus : Pantai Iboih, Sabang )

Kajian Ecotourism Pada Kawasan Wisata Bahari Berbasis Masyarakat ( Studi Kasus : Pantai Iboih, Sabang )

Pantai Iboih merupakan salah satu lokasi wisata bahari yang berada di kota Sabang. Merupakan salah satu lokasi wisata bahari yang mulai dikembangkan menjadi ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterlibatan masyarakat setempat terhadap pariwisata di pantai iboih yang berbasis masyarakat agar wisata bahari di pantai iboih ini dapat lebih berkembang. Manfaat pariwisata di Pantai Iboih Sabang yang berbasis masyarakat akan mengoptimalkan dampak positif dan seharusnya dapat dirasakan oleh masyarakatnya. Untuk menemukan gambaran pemikiran masyarakat yang objektif, peneliti menggunakan metoda deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat setempat terhadap pariwisata di pantai iboih sudah berbasis masyarakat dalam aspek ekonomi. Hal ini dapat dilihat melalui aspek ekonomi yang dipengaruhi oleh peluang usaha di bidang pariwisata, pemasukan keluarga, peningkatan kualitas ekonomi daerah, keuntungan yang maksimal, dan pemasukan yang menjanjikan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

T2 092009106 Daftar Pustaka

T2 092009106 Daftar Pustaka

Soegijono, Simon Pieter, 2011. “ Papalele : Potret Aktivitas Komunitas Pedagang Kecil di Ambon ”; Salatiga : Disertasi Doktor Program Pascasarjana Studi Pembangunan UKSW. Suwondo, Kutut. 2005. Otonomi Daerah dan Perkembangan Civil

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...