Top PDF ANALISIS DIFFERENSIASI PENDAPATAN SEKTOR INFORMAL DI JALAN JAWA KABUPATEN JEMBER

ANALISIS DIFFERENSIASI PENDAPATAN SEKTOR INFORMAL DI JALAN JAWA KABUPATEN JEMBER

ANALISIS DIFFERENSIASI PENDAPATAN SEKTOR INFORMAL DI JALAN JAWA KABUPATEN JEMBER

berbagai daerah. Kesuksesan dari salah satu kerajinan mebel ini menyebabkan semakin banyaknya kerajinan kayu di Desa Tamansari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember, dan tercatat dalam data hasil survey penelitian saat ini ada 175 orang tenaga kerja bagian produksi yang tersebar di 12 industri kecil kerajian mebel di Desa Tamansari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember, sehingga dikenal masyarakat daerah lain sebagai desa yang mempunyai banyak penjual atau produsen kerajinan mebel. Keistimewaaan industri kerajinan kayu atau mebel di Desa Tamansari ini yaitu bahan baku kayunya yang berkualitas dan awet untuk dipakai serta harganya relatif terjangkau. Banyaknya industri kecil yang berdiri di Desa Tamansari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember ini secara otomatis banyak menciptakan lapangan kerja, menyerap tenaga kerja, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu dibuktikan dengan semakin berkurangnya jumlah rumah tangga miskin lima tahun terakhir di Desa Tamansari Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FASILITAS PUBLIK (Studi Kasus Penggunaan Trotoar Di Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan Kabupaten Jember) | Karya Tulis Ilmiah

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FASILITAS PUBLIK (Studi Kasus Penggunaan Trotoar Di Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan Kabupaten Jember) | Karya Tulis Ilmiah

Pada kasus pengalihan fungsi fasilitas trotoar tersebut, Pedagang Kaki Lima menjadi sorotan utama yang menarik minat para peneliti untuk dijadikan bahan kajian. Dari kedua penelitian terdahulu yang dilakukan baik itu oleh Abrianto maupun Ryza, peneliti menilai ada kesamaan yakni, dari fenomena yang ada pemerintah memang merespon dengan membuat kebijakan-kebijakan tertentu baik itu berupa Peraturan Daerah,Peraturan Bupati dan Keputusan Bupati demi tercapainya ketertiban sosial namun didalam pelaksanaanya masih belum efektif. Pedagang Kaki Lima itu sendiri merupakan bagian dari sistem masyarakat (sektor informal) yang tidak bisa dipisahkan sendiri, dalam kasus ini penggunaan trotoar tidak dilakukan oleh pejalan kaki saja tapi juga dilakukan oleh Pedagang Kaki Lima, untuk itu peneliti merasa perlu untuk meneliti persepsi dari para pengguna fasilitas trotoar tersebut yang diharapkan untuk masa mendatang dari persepsi ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk membentuk opini sosial yang diperlukan dalam perumusan kebijakan agar menghasilkan sebuah kebijakan yang tepat
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BAHARI TERHADAP KEGIATAN EKONOMI DAN PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI LOKASI WISATA PANTAI PASIR PUTIH KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2008

ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BAHARI TERHADAP KEGIATAN EKONOMI DAN PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI LOKASI WISATA PANTAI PASIR PUTIH KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2008

Analisis Dampak Pengembangan Obyek Wisata Bahari Terhadap Kegiatan Ekonomi dan Pendapatan Pedagang Sektor Informal di Lokasi Wisata Pantai Pasir Putih Kabupaten Situbondo Tahun 2008, Yosi Indah Kurnia, 030210301147, 2009, 70 hlm, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember.

18 Baca lebih lajut

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FASILITAS PUBLIK (Studi Kasus Penggunaan Trotoar Di Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan Kabupaten Jember)

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FASILITAS PUBLIK (Studi Kasus Penggunaan Trotoar Di Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan Kabupaten Jember)

Pada kasus pengalihan fungsi fasilitas trotoar tersebut, Pedagang Kaki Lima menjadi sorotan utama yang menarik minat para peneliti untuk dijadikan bahan kajian. Dari kedua penelitian terdahulu yang dilakukan baik itu oleh Abrianto maupun Ryza, peneliti menilai ada kesamaan yakni, dari fenomena yang ada pemerintah memang merespon dengan membuat kebijakan-kebijakan tertentu baik itu berupa Peraturan Daerah,Peraturan Bupati dan Keputusan Bupati demi tercapainya ketertiban sosial namun didalam pelaksanaanya masih belum efektif. Pedagang Kaki Lima itu sendiri merupakan bagian dari sistem masyarakat (sektor informal) yang tidak bisa dipisahkan sendiri, dalam kasus ini penggunaan trotoar tidak dilakukan oleh pejalan kaki saja tapi juga dilakukan oleh Pedagang Kaki Lima, untuk itu peneliti merasa perlu untuk meneliti persepsi dari para pengguna fasilitas trotoar tersebut yang diharapkan untuk masa mendatang dari persepsi ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk membentuk opini sosial yang diperlukan dalam perumusan kebijakan agar menghasilkan sebuah kebijakan yang tepat
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul: ”Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sektor Informal di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika disebutkan sumbernya dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG SEKTOR INFORMAL DI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

Penelitian ini menggunakan metode eksplanatory. Unit analisisnya adalah pedagang sektor informal khususnya yang berjualan makanan dan minuman di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer. Propotional Stratified Random Sampling sebagai pengambilan sampelnya, sehingga diperoleh sampel sebesar 33 responden dari populasi sebanyak 110 responden. Metode pengambilan data dalam penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan menggunakan Regresi Linear Berganda, Uji T, Uji F, Koefisien Determinasi (R 2 ), Uji Multikolinieritas, Uji Heterokedastisitas dan Uji Autokorelasi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI SEKTOR EKONOMI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS POTENSI SEKTOR EKONOMI KABUPATEN JEMBER

This study aims to : a). Analyze the performance of the economy in aggregate sectoral Jember; b). Analyze the characteristics of economic growth seen from the sectoral and sub sectoral concentration; c). Analyzing the sector base in Jember. Methods of data analysis is a method used to determine the Location Quotient sectors that will be used as the base sector, while for the state sector which is a priority in the future then Dinamic Location Quotient method (DLQ) and then to determine the Shift of a sector or sub sector in Jember then used Coeficien reshuffle (CR). Nine sectors of data analysis showed that each sector can be classified or categorized in the dominant sector in Jember, these sectors are agriculture, mining, finance, leasing and services company and the service sector. With the calculation of LQ each sector since the year 2001-2009, the agricultural sector showed the largest LQ value of 2.8029 to 2.0748 while the sectors of mining finance, leasing and business services showed the numbers 1.3145 and 1.2177 for the services sector for.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ENTREPRENEURIAL MOTIVATION PENGUSAHA SEKTOR FORMAL DAN SEKTOR INFORMAL DI JAWA TIMUR | Wibowo | Agora 1427 2623 1 SM

ENTREPRENEURIAL MOTIVATION PENGUSAHA SEKTOR FORMAL DAN SEKTOR INFORMAL DI JAWA TIMUR | Wibowo | Agora 1427 2623 1 SM

Snyder (dalam Adom & Williams, 2012) dalam studinya pada 50 wirausaha informal kota New York menegaskan bahwa semua pengusaha informal belajar untuk menentukan pilihan, misalnya untuk mengatur karir mereka di bidang yang akan digeluti, untuk mengubah identitas pekerjaan mereka atau untuk mengungkapkan jati diri sejati mereka. Oleh karena itu, pergeseran pandangan yang terjadi pada wirausaha informal yang dulu bekerja berdasarkan motivasi untuk memenuhi kebutuhan kini berubah menjadi wirausaha yang dituntut untuk bisa mengambil suatu keputusan untuk dirinya sendiri. Jika dibandingkan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan pada wirausaha sektor formal dan sektor informal yang ada di Jawa Timur, kemandirian dalam mengambil keputusan termasuk dalam indikator independent yang termasuk dalam salah satu faktor entrperneurial motivation dimana wirausaha ingin untuk bekerja sendiri dan tidak tergantung orang lain dan wirausaha ingin membuat keputusan sendiri dalam hidup
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Pendapatan Pedagang Rokok Pekerja Sektor Informal dalam Pengembangan Wilayah Kota Medan

Analisis Pendapatan Pedagang Rokok Pekerja Sektor Informal dalam Pengembangan Wilayah Kota Medan

Agustinus Sangapan Wantonius Simanjuntak. NIM. “Analisis Pendapatan Pedagang Rokok Pekerja Sektor Informal dalam Pengembangan Wilayah Kota Medan”. Pembimbing: Dr. Syaad Afifuddin Sembiring, SE, M.Ec., sebagai ketua komisi pembimbing. Drs. John Tafbu Ritonga, M.Ec., sebagai anggota komisi pembimbing dan lic.rer.reg. Sirojuzilam, SE, sebagai anggota komisi pembimbing.

2 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pekerja Sektor Informal Di Kota Binjai

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pekerja Sektor Informal Di Kota Binjai

Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa pertumbuhan sektor informal semakin bertambah, sehingga akan menyerap banyak tenaga kerja. Di beberapa negara yang sedang berkembang (developing countries) sektor usaha kecil umumnya menyerap banyak tenaga kerja, pertumbuhan sektor informal yang pesat seiring dengan pertambahan penduduk di perkotaan menyebabkan tanah, perumahan, dan fasilitas lainnya semakin mahal. Kelompok masyarakat berpendapatan rendah yang umumnya terdiri dari pekerja sektor informal yang kebanyakan terdiri dari para urbanit, mencari daerah-daerah yang terjangkau oleh keadaan ekonominya, Akhirnya mereka berkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu yang selanjutnya “daerah kumuh” (Widianto, 2003).
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pekerja Sektor Informal di Kota Rantauprapat

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pekerja Sektor Informal di Kota Rantauprapat

Peluang sektor informal untuk tetap bertahan atau berkembang, dapat dilihat dari dua sisi. Dari sisi penawaran, seperti yang telah dibahas sebelumnya, masih ada persoalan struktural ketenagakerjaan di dalam negeri memberi peluang besar bagi pertumbuhan sektor informal. Dengan adanya krisis ekonomi, peluang tersebut semakin besar. Terbukti krisis ekonomi selama tahun 1998 lalu memberi sejumlah dorongan positif bagi pertumbuhan output (bukan produktivitas) di sektor tersebut lewat labour market effect, yakni pertumbuhan jumlah unit usaha, pekerja dan pengusaha akibat meningkatnya jumlah pengangguran (akibat banyak pekerja di sektor formal yang di PHK-kan).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Analisis Potensi Sektor Ekonomi Kabupaten Jember

Analisis Potensi Sektor Ekonomi Kabupaten Jember

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah (tesis) yang berjudul “ ANALISIS POTENSI SEKTOR EKONOMI KABUPATEN JEMBER ” adalah benar-benar hasil karya sendiri kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah di ajukan pada instansi manapun dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

12 Baca lebih lajut

DAMPAK AKTIVITAS SUB SEKTOR PERKEBUNAN KOMODITAS TEMBAKAU TERHADAP PEREKONOMIAN WILAYAH DI KABUPATEN JEMBER SKRIPSI

DAMPAK AKTIVITAS SUB SEKTOR PERKEBUNAN KOMODITAS TEMBAKAU TERHADAP PEREKONOMIAN WILAYAH DI KABUPATEN JEMBER SKRIPSI

Hasil penelitian dengan menggunakan analisis I-O, bahwa komoditas tembakau memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menunjang sektor-sektor. Hasil analisis dapat , ' disimpulkan bahwa sektor yang cukup besar sumbangannya terhadap struktur output di Kabupaten Jember adalah sub sektor pertanian yaitu komoditas le tembakau.

7 Baca lebih lajut

KAJIAN PENATAAN PARKIR JALAN JAWA KABUPATEN JEMBER

KAJIAN PENATAAN PARKIR JALAN JAWA KABUPATEN JEMBER

kemungkinan tertolaknya (Pr) adalah ≈ 0 untuk sepeda motor, sedangkan beban lalu lintas kendaraan untuk roda empat berkisar antara 2-11 kendaraan dengan tingkat kemungkinan tertolaknya adalah 0-0,41. Nilai A terendah untuk sepeda motor terdapat pada sektor F sebesar 7 kendaraan dengan tingkat tertolaknya (Pr) adalah ≈ 0, sedangkan nilai A tertinggi terdapat pada sektor B sebesar 80 kendaraan dengan tingkat tertolaknya (Pr) adalah ≈ 0. Nilai A terendah untuk mobil terdapat pada sektor C sebesar 3 kendaraan dengan tingkat tertolaknya (Pr) adalah ≈ 0.41, sedangkan nilai A tertinggi terdapat pada sektor B sebesar 11 kendaraan dengan tingkat tertolaknya (Pr) adalah ≈ 0. Dilihat dari rendahnya tingkat pelayanan jalan diperlukan alternatif pemecahan, yaitu dengan melakukan penataan parkir yang baru. Semua parkir hanya berada pada satu sisi jalan disebelah utara saja. Dan untuk parkir mobil sektor A digabung dengan sektor B, untuk sektor C digabung dengan sektor D, untuk sektor E sendiri dan untuk sektor F juga sendiri. Untuk parkir mobil sektor A digabung dengan sektor B, sektor C dan sektor D, sedangkan sektor E dipindah ke sektor F. Untuk estimasi 5 tahun mendatang dilakukan penambahan luasan area parkir dengan sudut parkir mobil 0º tingkat pelayanan jalan Jawa adalah C tetapi dengan sudut 30º tingkat pelayanan jalan Jawa adalah D dan E.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Batik.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Batik.

Peluang sektor informal untuk tetap bertahan dan berkembang dapat dilihat dari dua sisi. Dari sisi penawaran, seperti yang telah dibahas sebelumnya, masih ada persoalan struktur ketenagakerjaan didalam negri memberi peluang besar bagi pertumbuhan sektor informal. Dengan adanya krisis ekonomi, peluang tersebut semakin besar. Terbukti krisis ekonomi selama tahun 1998 lalu memberi sejumlah dorongan positif bagi pertumbuhan output (bukan produktivitas) di sektor tersebut lewat pertumbuhan jumlah unit usaha. Selain itu munculnya tawaran dari sektor formal untuk melakukan mitra usaha atau iliansi dengan sektor informal karena kondisi memaksa. Dengan kata lain, muncul kesempatan besar untuk melakukan kemitraan.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

DAMPAK AKTIVITAS SUB SEKTOR PERKEBUNAN KOMODITAS TEMBAKAU TERHADAP PEREKONOMIAN WILAYAH DI KABUPATEN JEMBER

DAMPAK AKTIVITAS SUB SEKTOR PERKEBUNAN KOMODITAS TEMBAKAU TERHADAP PEREKONOMIAN WILAYAH DI KABUPATEN JEMBER

2. Kecilnya perolehan harga yang diperoleh petani, maka peran pemerintah untuk meningkatkan posisi tawar petani. Pemerintah diharapkan mampu menciptakan iklim kompetitif/persaingan, dengan jalan memberikan informasi yang jelas dan benar tentang standar mutu dan harga serta mempelancar akses petani terhadap pasar.

7 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI SEKTOR EKONOMI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS POTENSI SEKTOR EKONOMI KABUPATEN JEMBER

From the analysis in Jember DLQ shows the agricultural sector, manufacturing and services sectors of the financial leasing company and the services sector is a sector that potential development is faster than other sectors, where the sector is expected to be superior in the competitive sector in the future. This is indicated by the value ofthe sector DLQ coefficient ≥ 1. Keywords: LQ (Location Quotient), DLQ (Dynamic Location Quotient),

12 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS TENTANG IZIN PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN JAWA UNTUK MEWUJUDKAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) DI WILAYAH KABUPATEN JEMBER

KAJIAN YURIDIS TENTANG IZIN PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN JAWA UNTUK MEWUJUDKAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE) DI WILAYAH KABUPATEN JEMBER

Dealer development Five Feet (PKL) in Java Street is not inevitable progress from year to year more and more compact and in line with the presence of an increasing number of students studying at the University of Jember. Sometimes the presence of street vendors raises the inconvenience of traffic way around. Local governments have the authority to arrange this problem is to establish Good Governance in accordance with maintenance basics of Good Governance (AUPB). This study aims to find out about government action is done to address the problem Merchants Foot Five, then how Drs. particular facts of the Merchant Foot Five (PKL) the ideal of what is set in legislation that occurred that is what is set in the Regional Regulation Number 6 in 2008 the Merchant Foot Five.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...