Top PDF Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Internet Corporate Reporting

Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Internet Corporate Reporting

Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Internet Corporate Reporting

Pengungkapan perusahaan dianggap sebagai salah satu sarana perusahaan dalam mengendalikan biaya agensi yang timbul dari konflik kepentingan antara insider dan outsider shareholders (Sabri Boubaker, 2012). Semakin besar kepemilikan perusahaan oleh pihak luar maka semakin banyak pula informasi yang dibutuhkan oleh pihak luar. Ketika kepemilikan perusahaan terkonsentrasi pada pihak tertentu (tidak publik), pemegang saham besar akan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai perusahaan (Sabri Boubaker, 2012). Sebaliknya, ketika kepemilikan publik perusahaan meningkat, maka perusahan cenderung akan memberikan informasi yang lebih banyak ke pihak umum. Dengan semakin banyaknya informasi yang perusahaan bagikan ke publik melalui media internet ini maka akan mengurangi biaya agensi perusahaan antara insider dan outsider shareholders. Oleh karena itu hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) perbankan syari’ah pada bank umum syari’ah di Indonesia

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) perbankan syari’ah pada bank umum syari’ah di Indonesia

Penghargaan dapat diidentifikasi dengan jumlah penghargaan CSR yang diterima selama satu tahun. Haniffa & Cooke (2005) melakukan survei melalui kuesioner untuk memeriksa sikap perusahaan listed di Malaysia terhadap praktik pengungkapan CSR, hasilnya menunjukkan bahwa salah salah satu motivasi perusahaan melakuan pengungkapan CSR adalah untuk mendapatkan penghargaan CSR. Pada penelitian lain, Boesso & Kumar (2007) dalam Arif (2017) menyatakan bahwa ada hubungan antara variabel penghargaan dengan tingkat praktik pengungkapan sukarela. Hasil penelitian Anas et al. (2015) dalam Arif (2017) menunjukkan bahwa variabel penghargaan memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap tingkat keluasan dan kualitas praktik pengungkapan CSR. Berdasarkan teori legitimasi dan penelitian terdahulu tersebut, rumusan hipotesis untuk variabel penghargaan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Indek Saham Syariah Indonesia

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Indek Saham Syariah Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) pada perusahaan manufaktur syariah yang terdaftar di Indek Saham Syariah Indonesia (ISSI). Terdapat enam faktor yang diduga mempengaruhi tingkat pengungkapan ISR, seperti ukuran perusahaan, umur perusahaan, profitabilitas, leverage, likuiditas, dan ukuran dewan komisaris independen. Tingkat pengungkapan ISR dievaluasi berdasarkan content analysis dengan menggunakan metode purposive sampling. Terdapat 66 sampel laporan tahunan perusahaan manufaktur syariah periode 2016-2017. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tahunan yang diambil dari perusahaan terkait dan Bursa Efek Indonesia (BEI) . Pada uji regresi linear berganda, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh signifikan positif terhadap tingkat pengungkapan ISR dan ukuran dewan komisaris independen berpengaruh signifikan negatif terhadap tingkat pengungkapan ISR. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang berbanding terbalik terhadap umur perusahaan, leverage, dan likuiditas yang tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan ISR.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) Dalam Website Perusahaan

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) Dalam Website Perusahaan

mulai berkembang pesat sejak tahun 1995. Pada umumnya penelitian ini lebih banyak berfokus pada negara-negara yang maju, seperti Inggris, Amerika Jerman, Australia, dan Cina.Namun hanya sedikit penelitian mengenai IFR yang dilakukan di negara berkembang, seperti Indonesia. Asbaugh et al. (1999) yang meneliti mengenai faktor utama yang berpengaruh terhadap aplikasi IFR dalam perusahaan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh signifikan terhadap praktik IFR di perusahaan. Brennan dan Hourgan (2000) meneliti tingkat pelaporan keuangan di internet dengan menggunakan sampel 94 perusahaan publik di Irlandia. Hasilnya menunjukkan sebesar 37% memiliki beberapa bentuk informasi keuangan di internet. Dan dari penelitiannya tersebut, ukuran perusahaan serta jenis industri merupakan penentu yang signifikan terhadap pelaporan informasi di internet, sedangkan leverage tidak signifikan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) Dalam Website Perusahaan

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) Dalam Website Perusahaan

Leverage merupakan kemampuan jangka panjang perusahaan untuk memenuhi kewajibannya Leverage dapat melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal (equity). Semakin tinggi tingkat leverage sebuah perusahaan, maka semakin tinggi pula hutang perusahaan tersebut. Di dalam teori sinyal, tingkat leverage yang tinggi merupakan salah satu sinyal badnews yang menunjukkan kinerja buruk perusahaan tersebut, sehingga manajemen akan menghindari teknik pelaporan keuangan melalui internet seperti IFR dalam menyebarluaskan informasi keuangannya. Tingkat leverage yang tinggi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian stakeholder, sebab tingkat leverage yang tinggi dianggap dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap prospek perusahaan kedepannya (Prasetya, 2012). Penelitian sebelumnya membuktikan adanya hubungan negatif antara leverage dengan pengungkapan laporan keuangan melalui internet.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) Dalam Website Perusahaan

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) Dalam Website Perusahaan

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaporan keuangan melalui internet (internet financial reporting) yang terdiri dari ukuran perusahaan, profitabilitas, likuiditas, leverage, reputasi auditor, dan struktur kepemilikan publik. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan non finansial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan penarikan sampel dengan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 72 perusahaan. Metode analisis yang digunakan yaitu regresi logistik (logistic regression) dengan tingkat signifikansi 5% dan 10% untuk memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel-variabel bebas berpengaruh terhadap pelaporan keuangan melalui internet. Sementara secara parsial variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, dan struktur kepemilikan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap pelaporan keuangan melalui internet (internet financial reporting). Sedangkan variabel likuiditas, leverage, umur listing, dan reputasi auditor berpengaruh terhadap pelaporan keuangan melalui internet (internet financial reporting).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan dan Keteraksesan Internet Financial Reporting oleh Pemerintah Daerah

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan dan Keteraksesan Internet Financial Reporting oleh Pemerintah Daerah

Secara umum, semakin besar suatu kota maka akan semakin banyak program dan pelayanan kepada masyarakat yang harus dikerjakan dan akan semakin banyak pula sumber daya yang digunakan (Giroux and Shields, 1993; Giroux and McLelland, 2003). Dengan kata lain penggunaan sumber daya yang banyak akan meningkatkan pengawasan oleh masyarakat. Untuk dapat memaksimalkan pengawasan dari masyarakat pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Pengungkapan laporan keuangan merupakan salah satu cara dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Adanya kebutuhan yang besar dalam pengungkapan laporan keuangan oleh pemerintah maka diharapkan pemerintah dapat mengadopsi berbagai metode untuk pengungkapan tersebut. Internet merupakan media yang efisien dan memuaskan yang dapat digunakan oleh pemerintah yang memiliki ukuran yang besar dalam menyampaikan laporan keuangannya secara sukarela dibandingkan dengan cara tradisional dengan mengkopi laporan keuangan yang banyak, oleh sebab itu biaya yang digunakan untuk menyampaikan laporan keuangan di internet sangat tergantung dari ukuran suatu pemerintahaan (Ettredge et al., 2002; Pirchegger and Wagenhofer, 1999). Begitu juga Akibatnya, manfaat dari pengungkapan melalui internet cenderung akan meningkat dengan ukuran (Debreceny, dkk 2002; Pirchegger dan Wagenhofer, 1999 dalam Laswad, dkk 2005).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Internet Financial Reporting pada Perusahaan Manufaktur

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Internet Financial Reporting pada Perusahaan Manufaktur

penawaran saham baru dalam pengungkapan laporan perusahaan berbasis website pada perusahaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, ukuran auditor, kepemilikan publik, industri TIK, penawaran saham baru sebagai variabel independen dan variabel dependennya yaitu pengungkapan laporan perusahaan berbasis website. Sampel yang digunakan adalah 77 perusahaan nonkeuangan yang memiliki website serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil dari dari penelitian ini menyatakan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan jenis industri TIK berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan laporan perusahaan berbasis website. Sedangkan faktor lainnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN MELALUI INTERNET FINANCIAL REPORTING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI BEI

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN MELALUI INTERNET FINANCIAL REPORTING PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI BEI

Profitabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba selama periode tertentu dengan menggunakan aktiva atau modal, baik modal secara keseluruhan maupun modal sendiri. Profitabilitas memiliki aspek penting yang dapat dijadikan acuan oleh pemilik ataupun investor untuk menilai kinerja manajemen dalam mengelola suatu perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi akan memiliki pengaruh untuk menyebarluaskan informasi keuangan perusahaan, terutama dalam hal pelaporan keuangan. Terdapat beberapa peneliti terdahulu yang memberikan hasil bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap Internet Financial Reporting yaitu Luciana (2009) serta Reskino dan Nova (2016). Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: Hipotesis 1 : Profitabilitas berpengaruh
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA  Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Csr) Pada Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Csr) Pada Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei.

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sehingga mampu meningkatkan nilai pemegang saham perusahaan (Munif, 2010). Profitabilitas merupakan faktor yang membuat manajemen menjadi bebas dan fleksibel untuk mengungkapkan pertanggungjawaban sosial kepada pemegang saham (Hackston dan Milne, 1996 dalam Rahman dan Widyasari, 2008). Sehingga semakin tinggi tingkat profitabilitas maka semakin besar pengungkapan CSR dalam laporan tahunannya.

18 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PENGUNGKAPAN INTERNET FINANCIAL REPORTING (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI DAFTAR EFEK SYARIAH)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PENGUNGKAPAN INTERNET FINANCIAL REPORTING (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI DAFTAR EFEK SYARIAH)

IFR kini sedang berkembang, namun tidak semua perusahaan melakukan IFR. Menurut Xiao et al (2004) dalam Hanny dan Chariri (2007) mengemukakan bahwa tidak semua perusahaan menyajikan laporan keuangan dalam website pribadi mereka. Perusahaan cenderung tidak melakukan IFR karena tidak ada keamanan yang menjamin internet bebas dari penyalahgunaan. Dengan kata lain, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi pilihan perusahaan untuk menerapkan IFR atau tidak. Beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengindikasikan adanya faktor-faktor yang memengaruhi pelaporan keuangan melalui internet (internet financial reporting) yaitu leverage, reputasi auditor, efisiensi, internasionalisasi dan growth.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengukuran Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Perbankan Syariah Berdasarkan Indeks Islamic Social Reporting (ISR)

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengukuran Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Perbankan Syariah Berdasarkan Indeks Islamic Social Reporting (ISR)

The issue of Corporate Social Responsibility (CSR) sticking out along with the development of a banking sector related to the need for disclosure of social responsibility in Islamic banking today, is widely discussed about the Islamic Social Reporting Index (ISR index). The ISR index contains compilation of standard items of CSR set by AAOIFI which were further developed by researchers regarding CSR items that should be disclosed by an Islamic entity. The Islamic Social Reporting (ISR) index is believed to be the initial benchmark in terms of disclosure standards for Corporate Social Responsibility (CSR) that are in accordance with the Islamic perspective. This research was conducted on Islamic banks in the Middle East region whose annual reports were announced through banking sites using a sample of Islamic bank annual reports published during the period 2015-2017.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)   Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Csr) (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efe

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Csr) (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efe

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas, profile, leverage dan kepemilikan saham publik berpengaruh terhadap pengungkapan CSR yang dibuktikan dengan tingkat signifikansi keempat variabel tersebut kurang dari 0,05 sedangkan, size, ukuran dewan komisaris dan pengungkapan media tidak terbukti berpengaruh terhadap pengungkapan CSR karena tingkat signifikansinya lebih dari 0,05.

17 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  LUAS PENGUNGKAPAN CORPORATE  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Studi Komparasi Bank Syariah dan Konvensional di Indonesia).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN CORPORATE Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Studi Komparasi Bank Syariah dan Konvensional di Indonesia).

Dalam penelitian ini variabel terikat adalah tingkat pengungkapan CSR atau Corporate Social Reporting Index (CSRI). Check list yang mengacu pada indikator pengungkapan yang digunakan oleh Trisnawati et al (2013) karena lebih sesuai dengan keadaan perbankan di Indonesia, dimana pegungkapan CSR-nya sudah disesuaikan dengan kondisi perbankan. Untuk bank konvensional Indikator ini terdiri atas 10 kategori yang dijabarkan menjadi 90 item pengungkapan. 10 kategori indikator yang dimaksud yaitu 1. Strategi dan analisa, 2. Profil organsisasi, 3. Parameter laporan, 4. Tata kelola prganisasi, 5. Kinerja ekonomi, 6. Kinerja lingkungan, 7. Kinerja sosial, 8. Ketenagakerjaan, 9. Masyarakat, 10. Tanggung jawab terhadap produk. Untuk bank syariah, 10 indikator yang digunakan pada bank syariah diatas ditambah dengan suplemen terkait dengan indikator investasi dan keuangan sebanyak 15 item. Jika perusahaan mengungkapkan item yang terdapat dalam CSRI maka akan memperoleh skor 1 sedangkan jika tidak mengungkapkan diberi skor 0. Adapun rumus untuk menghitung CSRI adalah
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

Pada era Globalisasi saat ini, terkait dengan adanya kebutuhan mengenai pengungkapan tanggungjawab sosial di sektor keuangan syariah, marak diperbincangkan mengenai Islamic Social Reporting Index (selanjutnya disebut indeks ISR). Indeks ISR berisi kompilasi item-item standar pengungkapan Corporate Social Responbility atau yang sering disebut dengan CSR yang ditetapkan oleh AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions) yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh para peneliti mengenai item-item CSR yang seharusnya diungkapkan oleh suatu entitas islam. Indeks ISR diyakini dapat menjadi pijakan awal dalam hal standar pengungkapan CSR yang sesuai dengan perspektif Islam (Fitria, Soraya, dan Hartanti, 2010).
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Kebijakan Corporate Social Responsibility yang Terdaftar di BEI

Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Kebijakan Corporate Social Responsibility yang Terdaftar di BEI

Profitabilitas menunjukan kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan dengan penjualan, total aktiva, dan ekuitas. Pengukuran Profitabilitas merupakan aktivitas yang membuat manajemen menjadi lebih bebas dan fleksibel dalam mengungkapkan pertanggungjawaban sosial perusahaan kepada pemegang saham. Semakin tinggi tingkat Profitabilitas perusahaan maka akan semakin besar pengungkapan informasi sosial yang dilakukan oleh perusahaan (Zaleha, 2005). Para peneliti terdahulu banyak yang mendasarkan penelitian mengenai pengaruh Profitabilitas dengan stakeholder theory yang mengakui adanya hubungan antara kebijakan pengungkapan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan dengan Profitabilitas perusahaan yang bersangkutan. Manajemen perusahaan yang memiliki pemahaman dan pengetahuan mengelola perusahaan dengan baik akan mampu menciptakan profit atau keuntungan. Hal ini yang membuat manajemen perusahan akan lebih memahami pentingnya tanggung jawab sosial untuk diungkapkan di dalam laporan tambahan atau laporan tahunan perusahaan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) Dalam Website Perusahaan

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pelaporan Keuangan Melalui Internet (Internet Financial Reporting) Dalam Website Perusahaan

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaporan keuangan melalui internet (internet financial reporting) yang terdiri dari ukuran perusahaan, profitabilitas, likuiditas, leverage, reputasi auditor, dan struktur kepemilikan publik. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan non finansial yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan penarikan sampel dengan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 72 perusahaan. Metode analisis yang digunakan yaitu regresi logistik (logistic regression) dengan tingkat signifikansi 5% dan 10% untuk memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel-variabel bebas berpengaruh terhadap pelaporan keuangan melalui internet. Sementara secara parsial variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, dan struktur kepemilikan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap pelaporan keuangan melalui internet (internet financial reporting). Sedangkan variabel likuiditas, leverage, umur listing, dan reputasi auditor berpengaruh terhadap pelaporan keuangan melalui internet (internet financial reporting).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DI INTERNET (INTERNET FINANCIAL REPORTING)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DI INTERNET (INTERNET FINANCIAL REPORTING)

Profitabilitas merupakan suatu indikator kinerja yang dilakukan manajemen dalam mengelola kekayaan perusahaan yang ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan (Sudarmadji dan Sularto, 2007). Perusahaan cenderung dinilai baik jika perusahaan tersebut memiliki profitabilitas tinggi atau mengalami kenaikan setiap tahunnya, sebaliknya perusahaan dinilai kurang baik jika memiliki profitabilitas rendah atau mengalami penurunan profitabilitas selama beberapa tahun terakhir. Profitabilitas merupakan indikator pengelolaan manajemen perusahaan yang baik sehingga kemungkinan manajemen akan cenderung mengungkapkan lebih banyak informasi ketika ada peningkatan profitabilitas. Profitabilitas yang tinggi juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan praktik pengungkapan melalui website karena perusahaan ingin menunjukkan kepada publik bahwa perusahaan memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi dibanding perusahaan pesaing di dalam industri yang sama (Almilia, 2008).
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR POTENSIAL YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU CORPORATE INTERNET REPORTING PADA  Faktor-Faktor Potensial Yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Corporate Internet Reporting Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 20

FAKTOR-FAKTOR POTENSIAL YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU CORPORATE INTERNET REPORTING PADA Faktor-Faktor Potensial Yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Corporate Internet Reporting Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 20

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Jumlah perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian adalah 27 perusahaan perbankan dengan pengamatan selama enam tahun dari periode 2008-2013. Data yang digunakan merupakan data sekunder. Metode analisis data menggunakan regresi logistik.

15 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Corporate Internet Reporting Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Corporate Internet Reporting Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Ukuran dewan komisaris merupakan salah satu karakteristik dewan yang berhubungan dengan kandungan informasi laba. Melalui perannya dalam menjalankan fungsi pengawasan. Dewan komisaris ditugaskan dan diberi tanggung jawab atas pengawasan kualitas informasi yang terkandung dalam laporan keuangan (Widaryanti, 2011). Ukuran dewan yang luas dapat menyebabkan konflik antar anggota dewan yang akan menunda pengambilan keputusan. Seperti yang dikutip oleh Ezat (2009), dewan yang luas menyebabkan miskinnya komunikasi dan proses informasi. Berdasarkan argumen diatas, diharapkan untuk menemukan hubungan antara ukuran dewan komisaris dan pengungkapan melalui internet, sebagai hasil dari keanekaragaman keanggotaan dewan dan keinginan mereka untuk mengungkapkan lebih banyak informasi dalam website perusahaannya dalam rangka menarik lebih banyak investor dan memenuhi kebutuhan pemegang saham. Konsekuensinya, semakin luas anggota dewan komisaris, semakin meningkat permintaan akan pengungkapan di internet.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects