Top PDF Analisis Gramatikal Satuan Kalimat, Klausa, Frasa, Kata, dan Morfem

Analisis Gramatikal Satuan Kalimat, Klausa, Frasa, Kata, dan Morfem

Analisis Gramatikal Satuan Kalimat, Klausa, Frasa, Kata, dan Morfem

Ketika menyinggung sentuh klausa, Ramlan (1981:90) menya- takan bahwa klausa dapat dianalisis menurut (i) fungsi unsur-unsurnya, (ii) kategori kata atau frasa yang menjadi unsur-unsurnya, dan (iii) makna unsur-unsurnya. Dalam hal frasa, Ramlan (1981:152) menun- jukkan dua sifat yang dimiliki sebuah frasa, yaitu (i) merupakan satuan gramatikal yang terdiri atas dua kata atau lebih, dan (ii) me- rupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa, yaitu S, P, O, PEL, atau KET. Lebih lanjut, dia m e n g e m u k a k a n p a n d a n g a n n y a bahwa berdasarkan kesamaan distri- busi dengan golongan atau kategori kata; frasa dapat digolongkan men- jadi empat jenis, yaitu frasa nomi- nal, frasa verbal, frasa bilangan, dan frasa keterangan (c.f. Cook, 1969: 1 0 6 - 1 0 7 ) .
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Email: faizsaniyasnainigmail.com Abstract: This study examines the descriptions of phrases and sentences

Email: faizsaniyasnainigmail.com Abstract: This study examines the descriptions of phrases and sentences

Penelitian ini difokuskan pada analisis secara morfosintaksis terhadap kata-kata polisintesis yang banyak terdapat dalam percakapan atau penulisan sehari-hari, yakni frasa dan kalimat yang sering terdapat dalam kata berpolisintesis. Dalam melakukan analisa kajian terfokus pada, pertama yakni konstruksi frasa dan kalimat dalam kata polisintesis untuk mengetahui unsur- unsur konstituen pembangunnya. Kedua, jenis frasa yang terdapat dalam kata polisintesis dikarenakan ada kecenderungan polisintesis juga memiliki fungsi frasal. Ketiga, fungsi, peran dan kategori klausa yang terdapat dalam kata polisintesis. Meski hal ini adalah kontroversial bagi sebagian pembaca, namun penulis berpendapat bahwa di dalam polisintesis fungsi, peran dan kategori diisi oleh morfem-morfem konstituen kata itu sendiri. Terakhir adalah faktor-faktor yang menyebabkan polisintesis itu terjadi padahal bahasa ini merupakan bahasa aglutinatif dan bukan bahasa inkorporatif yang umumnya dalam konstruksi sintaksis bahasanya adalah polisintesis. Dengan melakukan analisis terhadap polisintesis, maka keunikan dari kata ini bisa dikaji berdasarkan unsur konstituennya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Konjungsi Koordinatif dan Subordinatif Lintas Bahasa - Universitas Negeri Padang Repository

Konjungsi Koordinatif dan Subordinatif Lintas Bahasa - Universitas Negeri Padang Repository

Bentuk, makna, fungsi, dan nilai bahasa tidaklah muncul begitu saja; semuanya ada dan terjadi sebagai “hasil” dari perpaduan yang rumit antara berbagai faktor dan unsur, baik yang bersifat linguistik maupun bukan-linguistik. Dari bentuknya, bahasa adalah gabungan alamiah antara fitur-fitur bunyi yang membentuk fonem, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, sampai tataran wacana. Fitur-fitur tersebut diikat oleh aturan-aturan gramatikal untuk mengemas makna, dan berfungsi secara kontekstual dan mempunyai nilai sosial- budaya. Tataran dan tatanan bahasa itu terjadi secara alamiah dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pemero- lehan dan pembelajaran bahasa. Itulah sebabnya setiap manusia dan kelompok masyarakat, sekurang-kurangnya, mempunyai satu bahasa ibu (bahasa pertama), dan seterusnya mempunyai kemungkinan menguasai bahasa kedua atau bahasa asing.
Baca lebih lanjut

171 Baca lebih lajut

Eufemisme Pada Tindak Tutur Bahasa Batak Toba dengan Bahasa Pakpak

Eufemisme Pada Tindak Tutur Bahasa Batak Toba dengan Bahasa Pakpak

Yang dimaksud bentuk di sini adalah satuan-satuan gramatikal yang digunakan sebagai eufemisme. Satuan gramatika adalah satuan-satuan yang digunakan arti, baik arti leksikal maupun arti gramatik (Ramlan, 2009: 27). Arti leksikal adalah arti yang dimiliki atau pada leksem meski tanpa konteks apa pun. Berbeda dengan arti leksikal, arti gramatik baru ada kalau terjadi proses gramatikal, seperti afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Satuan gramatik meliputi morfem, kata, klausa, kalimat, dan wacana. Satuan-satuan gramatik yang digunakan sebagai eufemisme hanya berupa kata, frasa, dan klausa.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

A unit shift analysis of english Indonesia translation of 'the tale of the three brothers' by J. K. Rowling

A unit shift analysis of english Indonesia translation of 'the tale of the three brothers' by J. K. Rowling

Pattern of Unit Shift English Grammatical Units Indonesian Grammatical Units Morpheme Morfem Word Kata Phrase Frasa Clause Klausa Sentence Kalimat In Catford’s theory, unit shift [r]

69 Baca lebih lajut

TUGAS BAHASA INDONESIA TATARAN GRAMATIKA

TUGAS BAHASA INDONESIA TATARAN GRAMATIKA

Dalam linguistik, satuansatuan gramatikal adalah unsur – unsur pembentuk bahasa, baik unsur segmental maupun unsur suprasegmental. Unsur segmental berwujud fonem, morfem, kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Sedangkan unsur suprasegmental berupa nada, tekanan, intonasi, dan jeda.

8 Baca lebih lajut

Dampak Teknik, Metode, Dan Ideologi Penerjemahan Pada Kualitas Terjemahan Teks Medical-Surgical Nursing Dalam Bahasa Indonesia

Dampak Teknik, Metode, Dan Ideologi Penerjemahan Pada Kualitas Terjemahan Teks Medical-Surgical Nursing Dalam Bahasa Indonesia

Jika dipandang dari satuan terjemahan, masalah padanan menjadi suatu konsep yang relatif. Kita sulit menentukan apakah padanan itu lebih tepat diterapkan pada tataran kata, frasa, klausa, kalimat, teks ataukah budaya. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika para pakar penerjemahan menawarkan berbagai padanan. Baker (1992), misalnya, menggolongkan padanan ke dalam beberapa tataran, yaitu kata dan frasa, gramatikal, tekstual dan pragmatik. Nida (1964: 166) menyodorkan padanan formal dan dinamis atau padanan fungsional. Padanan formal terfokus pada pesan, baik dalam hal bentuk maupun isinya. Padanan formal mempersyaratkan bahwa "... the message in the target language should match as closely as possible the different elements in the source language" (Nida 1964: 159). Padanan dinamis didasarkan pada "... the principle of equivalent effect, where the relationship between the receptor and message should be substantially the same as that which existed between the original receptors and the message" (Nida 1964: 166) Sementara itu, Koller (1979) membagi padanan menjadi padanan formal, padanan referensial atau denotatif, padanan konotatif, padanan teks normatif, dan padanan dinamik atau pragmatik (dalam Hatim, 2001: 28).
Baca lebih lanjut

352 Baca lebih lajut

Linguistik Umum Resume Buku Indonesia

Linguistik Umum Resume Buku Indonesia

Sintaksis merupakan studi gramatikal struktur antarkata, atau menelaah struktur satuan bahasa yang lebih besar dari kata, mulai dari frasa hingga kalimat. Rangkaian kata yang mematuhi kaidah sintaksis disebut apik atau gramatikal. Sebaliknya, rangkaian kata yang tidak mematuhi kaidah sintaksis disebut tidak apik atau tidak gramatikal. Kaidah- kaidah sintaksis memungkinkan penutur bahasa menghasilkan dan memahami kalimat, yang belum pernah ada sebelumnya, dalam jumlah yang tidak terbatas. Kaidah- kaidah sintaksis di dalam tata bahasa harus menjelaskan kegramatikalan kalimat; urutan kata; ketaksaan struktural; hubungan- hubungan gramatikal; makna struktural; dan aspek produktif bahasa. Golongan ujaran yang dapat saling dipersulihkan tanpa kehilanga kegramatikalannya disebut kategori gramatikal. Meliputi, kata, frasa, klausa, dan kalimat.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

Makalah B .indonesia tentang kalimat

Makalah B .indonesia tentang kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang merupakan kesatuan pikiran (Widjono, 2007). Kalimat dapat dibedakan menjadi bahasa lisan dan bahasa tulis. Dalam bahasa lisan, kalimat adalah satuan bahasa yang terbentuk atas gabungan kata dengan kata, gabungan kata dengan frasa, atau gabungan frasa dengan frasa, yang minimal berupa sebuah klausa bebas yang minimal mengandung satu subjek dan prediket, satuan bahasa itu didahului oleh suatu kesenyapan awal, diselingi atau tidak diselingi oleh kesenyapan antara dan diakhiri dengan kesenyapan akhir yang berupa intonasi final, yaitu intonasi berita, tanya, intonasi perintah, dan intonasi kagum. Dalam bahasa tulis, kalimat adalah satuan bahasa yang diawali oleh huruf kapital, diselingi atau tidak diselingi tanda koma (,), titik dua (:), atau titik koma (;), dan diakhiri dengan lambang intonasi final yaitu tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!). Adapun ciri- ciri kalimat yaitu :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kesalahan penggunaan kata penghubung dalam penulisan berita utama koran Banten Raya edisi 1 April – 31 Mei 2014 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia

Kesalahan penggunaan kata penghubung dalam penulisan berita utama koran Banten Raya edisi 1 April – 31 Mei 2014 dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia

Pada penulisan berita utama Koran Banten Raya masih dijumpai kesalahan penggunaan kata penghubung dan singkatan. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya kesalahan atau kekeliruan dalam penulisan. Jika dalam penulisan berita Koran Banten Raya terdapat kesalahan yang tidak berurutan adanya, dapat dikatakan kesalahan itu disebabkan oleh faktor kekeliruan.Jika kondisi seperti itu terjadi secara berurutan, disebabkan oleh faktor kesalahan, dan dapat diartikan bahwa berita Koran Banten Raya tidak mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Kata penghubung adalah salah satu ragam bahasa tulis yang digunakan pada setiap tulisan termasuk dalam penulisan berita utama dalam koran. Kata penghubung merupakan kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat disebut kata penghubung. 5 Konjungtor, yang juga dinamakan kata sambung, adalah kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa. 6 Dari dua paparan di atas dapat dikatakan bahwa kata penghubung merupakan kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat, dan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf.Kata penghubung dibagi menjadi dua jenis, yaitu kata penghubung koordinatif dan suboordinatif. Kata penghubung koordinatif adalah kata yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang
Baca lebih lanjut

141 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN FARASA DALAM KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 TANGERANG SELATAN

PENGGUNAAN FARASA DALAM KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 TANGERANG SELATAN

Frasa eksosentris yang lebih banyak digunakan adalah frasa eksosentris direktif atau disebut frasa preposisional yaitu di, dari, dan ke, seperti di rumah, di hari sabtu, di rumah sakit, di daerah pamulang, dari sekolah, dari SMAN 3 saja, ke tempat, dll, dan frasa endosentris koordinatif yang digunakan adalah frasa koordinatif yang berfungsi sebagai penambah atau aditif dengan konjungsi dan seperti aku dan teman-temanku, bercerita-cerita dan berbagi pengalaman, dan aku dan keluargaku, sementara itu frasa endosentris atributif adalah yang paling banyak digunakan, yaitu ada atribut yang terletak di belakang inti atau unsur pusat (UP) seperti mama saya, buku tamu, sabtu itu, liburan itu, berkumpul dahulu, dll, ada atribut yang terletak di depan inti seperti sangat menantikan, langsung duduk, ingin melahirkan, dll. Ada juga frasa endosentris atributif klitikal yang digunakan oleh siswa (25), yaitu frasa yang unsur atributnya berupa klitik – ku, seperti malam teman sispalaku, keluargaku, temanku. Kemudian frasa endosentris apositif adalah frasa yang digunakan oleh siswa (25), yaitu hanya 1 frasa yang dihubungkan dengan dirangkai oleh tanda koma, seperti liburan yang lalu, saat kaka kelas 12 ujian.
Baca lebih lanjut

130 Baca lebih lajut

HOMONIM DALAM BAHASA INDONESIA.

HOMONIM DALAM BAHASA INDONESIA.

Hasil penelitian ini menemukan wujud homonim dalam bahasa Indonesia meliputi homonim antarmorfem, antarkata, antarfrasa, dan antarkalimat. Adapun faktor penyebab homonim dalam bahasa Indonesia meliputi adanya proses afiksasi, masuknya kata-kata baru ke dalam kosakata bahasa Indonesia, proses penyingkatan, proses pengakroniman, perbedaan asal bahasa, gejala penambahan fonem, penghilangan fonem, dan pertukaran letak fonem.

1 Baca lebih lajut

EKRANISASI NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGA KARYA TERE LIYE DAN FILM “BIDADARI-BIDADARI SURGA”: KAJIAN HUMANIORA

EKRANISASI NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGA KARYA TERE LIYE DAN FILM “BIDADARI-BIDADARI SURGA”: KAJIAN HUMANIORA

digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik pengumpulan data dan teknik sampling atau sampel. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dan analisis isi atau content analysis. Validitas data menggunakan triangulasi teori dan sumber. Sumber data primer adalah novel Bidadari-bidadari Surga karya Tere Liye, cetakan XII, November 2012, Jakarta. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat serta wawancara. Kajian struktural yang dianalisis yaitu berisi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam dalam karya sastra meliputi alur, latar, penokohan, tema, amanat, sudut pandang dan gaya bahasa, sedangkan analisis dari segi nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel meliputi, nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan estetika dan nilai pendidikan sosial. Kedua analisis tersebut kemudian dikaitkan dengan pembelajaran di sekolah menengah atas di Surakarta.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

1.B. SILABUS B.ARAB X GENAP

1.B. SILABUS B.ARAB X GENAP

 Menulis kata-kata, frasa atau kalimat yang didektekan oleh guru  Menyusun kata / frasa menjadi kalimat dengan struktur yang tepat  Menyusun frasa/kalimat yang tersedia menjadi wac[r]

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Kesalahan Penggunaan Konjungsi Pada Karangan Siswa Kelas XI Keperawatan 2 SMK N 1 Banyudono Boyolali.

PENDAHULUAN Analisis Kesalahan Penggunaan Konjungsi Pada Karangan Siswa Kelas XI Keperawatan 2 SMK N 1 Banyudono Boyolali.

..........kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan, tuturan (atau kalimat dalam bentuk tulis) diucapkan dengan nada naik- turun, keras-lembut, disela-jeda, dan diakhiri intonasi akhir. Dalam wujud tulis, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca titik, tanda tanya, atau tanda seru, kadang kala di tengah- tengahnya terdapat tanda baca lain, seperti titik dua, titik koma, dan tanda pisah. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru dalam bahasa tulis sepadan dengan intonasi akhir dalam bahasa lisan, sedangkan tanda baca lain dalam bahasa tulis sepadan dengan jeda dalam bahasa lisan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Terjemahan Istilah Budaya Pada Novel “The Good Earth” Dalam Bahasa Indonesia

Terjemahan Istilah Budaya Pada Novel “The Good Earth” Dalam Bahasa Indonesia

4. Yahya (2012) dalam Tesisnya yang berjudul Analisis Terjemahan Kata- Kata Kultural Dalam Novel Pride and Prejudice Dan Novel Terjemahannya Keangkuhan dan Prasangka . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis kata kultural, teknik penerjemahan, dan kualitas terjemahan dari kata-kata kultural tersebut. Dari penelitian ini didapat bahwa dari 213 data yang ada organisasi, tradisi, aktifitas, prosedur dan konsep adalah domain yang paling dominan, yaitu sebanyak 134 atau 62,91% lalu disusul dengan budaya materi sebanyak 45 data, kemudian isyarat dan kebiasaan sebanyak 15 data, lalu ekologi sebanyak 12 data dan budaya sosial sebanyak 7 data. Adapun teknik penerjemahan yang digunakan paling ada tiga varian, yaitu tunggal, kuplet, dan triplet. Pada varian tunggal tercatat 3 teknik yang paling banyak digunakan, yaitu padanan lazim sejumlah 51 data, adaptasi sebanyak 32 data dan generalisasi sebanyak 24 data. Dari segi teknik penerjemahan penerjemah cenderung memilih teknik penerjemahan komunikatif dan berideologi domestikasi. Selain itu beberapa teknik penerjemahan yang digunakan berdampak pada terjemahan yang berkualitas tinggi yaitu padanan lazim dengan nilai 2,89; adaptasi dengan nilai 2,65; generalisasi dengan nilai 2,50; amplifikasi dengan nilai 2,71 dan literal dengan nilai 2,59.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

DAMPAK TEKNIK, METODE, DAN IDEOLOGI PENERJEMAHAN PADA KUALITAS TERJEMAHAN TEKS MEDICAL-SURGICAL NURSING DALAM BAHASA INDONESIA

DAMPAK TEKNIK, METODE, DAN IDEOLOGI PENERJEMAHAN PADA KUALITAS TERJEMAHAN TEKS MEDICAL-SURGICAL NURSING DALAM BAHASA INDONESIA

Dalam penelitian tentang pemerolehan bahasa asing, banyak pakar yang berusaha mengkaji sejauhmana hubungan antara jenis kelamin dengan kemampuan berbahasa asing. Penelitian seperti itu mendorong Soemarno (1988) untuk melakukan penelitian sejenis namun dalam ruang lingkup penerjemahan dengan melibatkan berbagai variabel seperti jenis kelamin, keterampilan berbahasa Inggris, penguasaan terhadap teori penerjemahan dan pengalaman dalam praktik dengan kemampuan para mahasiswa. Peneliti berusaha mengkaji apakah variabel-variabel tersebut berpengaruh pada kemampuan mereka dalam menerjemahkan kalimat-kalimat berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Soemarno (1988) menemukan, dari keempat variabel tersebut, hanya variabel jenis kelamin yang tidak mempunyai korelasi yang positif terhadap mutu terjemahan yang dihasilkan oleh para mahasiswa tersebut. Di samping itu, Soemarno (1988) juga menemukan berbagai tipe kesalahan terjemahan yang dilakukan para subjek penelitiaannya. Diantaranya adalah kesalahan dalam menentukan unsur inti (head) frasa dan kesalahan dalam membedakan kata kerja utama (main verb) dari bentuk partisif kala kini dan kala lampau (present and past participle) yang berakibat pada kesalahan dalam menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.
Baca lebih lanjut

352 Baca lebih lajut

Terjemahan Modal Pada Teks „United Nations Convention On The Law Of The Sea (Unclos ‟82)‟ Dalam Bahasa Indonesia

Terjemahan Modal Pada Teks „United Nations Convention On The Law Of The Sea (Unclos ‟82)‟ Dalam Bahasa Indonesia

8. Teknik penerjemahan adalah prosedur atau cara yang digunakan untuk mengalihkan pesan dari BSu ke BSa, diterapkan pada tataran kata, frasa, klausa maupun kalimat yang menggunakan modalitas yang terdapat pada teks terjemahan UNCLOS 1982. Oleh sebab itu, teknik penerjemahan dapat disebut sebagai realisasi dari proses pengambilan keputusan, yang hasilnya dapat diidentifikasikan pada teks terjemahan.

12 Baca lebih lajut

Teknik Penerjemahan Dan Tingkat Keakuratan Terjemahan Pada Subtitle Film “Sang Penari”

Teknik Penerjemahan Dan Tingkat Keakuratan Terjemahan Pada Subtitle Film “Sang Penari”

Penelitian mengenai penerjemahan juga pernah dilakukan oleh Pantas (2009) mengenai Analisis Teknik Penerjemahan dan Pergeseran (Shifts) Pada Teks Kontrak Axa-Life Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknik penerjemahan serta pergeseran bentuk sebagai bagian dari pergeseran kategori (category shift) dalam suatu produk legal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa ada 13 jenis teknik penerjemahan yang diimplementasikan, yakni teknik amplifikasi (37%), teknik peminjaman (2%), teknik caique (2%), teknik kompensasi (1%), teknik deskripsi (2%), teknik kreasi diskursif (5%), teknik generalisasi (5%), teknik reduksi (5%), teknik penambahan (4%), dan teknik penghilangan (14%). Sementara pergeseran bentuk yang terjadi adalah intra-system 90 (52,02%), pergeseran unit 46 (26,59%), pergeseran struktur 24 (13,88%), dan pergeseran kelas 13 (7,51%).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

TRANSFORMASI PELESAPAN PADA TEKS TERJEMAHAN AL-QURAN YANG MENGANDUNG ETIKA BERBAHASA  Transformasi Pelesapan Pada Teks Terjemahan Al-Quran Yang Mengandung Etika Berbahasa.

TRANSFORMASI PELESAPAN PADA TEKS TERJEMAHAN AL-QURAN YANG MENGANDUNG ETIKA BERBAHASA Transformasi Pelesapan Pada Teks Terjemahan Al-Quran Yang Mengandung Etika Berbahasa.

satuan-satuan kebahasaan lain (Mulyana, 2005:28). Ellipsis juga merupakan pengganti unsur kosong ( zero ), yaitu unsur yang sebenarnya ada tetapi sengaja dihilangkan atau disembunyikan. Tujuan pemakaian ellipsis ini, salah satunya yang terpenting ialah untuk mendapatkan kepraktisan bahasa, yaitu agar bahasa yang digunakan menjadi lebih singkat, padat, dan mudah dimengerti dengan cepat.

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...