Top PDF ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTERGASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA | Hardi Suryono | Jurnal Pendidikan Fisika 2794 6266 1 SM

ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTERGASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA | Hardi Suryono | Jurnal Pendidikan Fisika 2794 6266 1 SM

ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTERGASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA | Hardi Suryono | Jurnal Pendidikan Fisika 2794 6266 1 SM

Keputusan suatu item soal layak digunakan, perlu direvisi atau ditolak didasarkan pada kriteria keputusan untuk penilaian item soal oleh Elvin Yusliana Ekawati (2010) sebagai berikut: (1) Item soal diterima, apabila karakteristik item soal memenuhi semua kriteria. Item soal yang terlalu sukar atau mudah, tetapi memiliki daya beda dan sistribusi pengecoh item yang memenuhi kriteria, butir soal tersebut dapat diterima atau dipilih. (2) Item soal direvisi, apabila salah satu atau lebih dari ketiga kriteria karakteristik item soal tidak diterima. (3) Item soal ditolak, jika item soal memiliki karakteristik yang tidak memenuhi semua kriteria (2010:336). Reliabilitas Instrumen Tes (soal bentuk pilihan ganda) Reliabilitas suatu tes pada hakekatnya menguji keajegan pertanyaan tes yang didalamnya berupa seperangkat butir soal apabila diberikan berulang kali pada objek yang sama. Suatu tes dikatakan reliabel apabila beberapakali pengujian menunjukan hasil yang relatif sama (Nana Sudjana, 1989: 139). Menurut Suharsimi Arikunto (2001: 90-92), untuk melakukan analisis reliabilitas suatu tes dapat digunakan beberapa metode yaitu: metode bentuk pararel (equivalent), metode tes ulang (test-retest-method), dan metode belah dua (split-half-method).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA | Hardi | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 3366 7462 1 SM

ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA | Hardi | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 3366 7462 1 SM

Penelitian ini menggunakan teknik delphi, dimana merupakan teknik yang digunakan dalam penelitian analisis instrumen tes soal Ulangan Akhir Semester gasal mata pelajaran Fisika kelas XI SMA Negeri di wilayah Surakarta. Teknik delphi merupakan suatu metode sistematis dalam mengumpulkan pendapat dari sekelompok pakar melalui serangkaian kuesioner, di mana ada mekanisme feedbackmelalui putaran/round pertanyaan yang diadakansambil menjaga anonimitas tanggapan responden (para ahli).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA.

ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA.

Sebastianus Hardi Suryono. ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, April 2013.

17 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMA KELAS XI SEMESTER GENAP.

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA SMA KELAS XI SEMESTER GENAP.

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “Pengembangan Instrumen Tes Formatif Fisika SMA Kelas XI Semester Genap”.

18 Baca lebih lajut

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES SUMATIF FISIKA KELAS XI SEMESTER GENAP DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA.

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES SUMATIF FISIKA KELAS XI SEMESTER GENAP DI SMA NEGERI 7 SURAKARTA.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan model prosedural. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dan non tes. Sumber data berupa pola respon siswa pada tes. Analisis data dilakukan secara kualitatif yang meliputi materi, konstruksi dan bahasa serta kuantitatif dengan menggunakan program MicroCat ITEMANversi3.00 untuk mengetahui taraf kesukaran, daya beda dan efektivitas pengecoh. Pengembangan tes dilakukan menggunakan tahapan: analisis kebutuhan, penyusunan spesifikasi tes, penulisan soal tes, penelaahan tes secara kualitatif, revisi I, uji kelompok kecil, analisis butir soal secara kuantitatif, revisi II dan uji kelompok besar. Pada tahapan revisi II digunakan dua metode revisi, yaitu self revision dan feedback revision.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Silabus PAI SMA dalam Permendikbud 2013

Silabus PAI SMA dalam Permendikbud 2013

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas SMA Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kelas : XI sebelas Kompetensi Inti : KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutn[r]

159 Baca lebih lajut

ANALISIS INSTRUMEN UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X MENGGUNAKAN PROGAM QUEST DI SMA

ANALISIS INSTRUMEN UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X MENGGUNAKAN PROGAM QUEST DI SMA

Nur Rochmah Ary Indartik. ANALISIS INSTRUMEN UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X MENGGUNAKAN PROGAM QUEST DI SMA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2014.

17 Baca lebih lajut

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN KENAIKAN KELAS MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2011/2012.

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN KENAIKAN KELAS MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2011/2012.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN KENAIKAN KELAS MATA PELAJARAN FISIKA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN PELA[r]

5 Baca lebih lajut

S FIS 1201757 Chapter1

S FIS 1201757 Chapter1

Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik menggunakan tes maupun non tes. Permendikbud (2014) menyatakan bahwa Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran. Penilaian dalam suatu pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, karena dari dilakukannya penilaian maka guru dapat mengumpulkan informasi-informasi mengenai tingkat ketercapaian kompetensi siswa. Penilaian yang dilakukan dilakukan harus sesuai dengan kompetensi dan tujuan yang telah ditentukan. Sejalan dengan hal tersebut, kompetensi dan tujuan pembelajaran ditentukan dalam Kompetensi Dasar (KD). Indikator kompetensi dalam Kompetensi Dasar adalah perilaku yang dapat diukur dan diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Rancang Bangun Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas Kelas XI Semester 1.

PENDAHULUAN Rancang Bangun Media Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas Kelas XI Semester 1.

1. Membahas materi mata pelajaran fisika Sekolah Menengah Atas kelas XI semester 1. Terdiri dari kecepatan, gerak parabola, percepatan gravitasi, elastisitas, usaha, energi kinetik, energi potensial, impuls dan momentum, dan hukum kekekalan momentum.

5 Baca lebih lajut

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK MISKONSEPSI FISIKA SMA KELAS XI PADA MATERI KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR.

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK MISKONSEPSI FISIKA SMA KELAS XI PADA MATERI KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user i PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK MISKONSEPSI FISIKA SMA KELAS XI PADA MATERI KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR Skri[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Instrumen Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran IPA (Fisika) di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kabupaten Ngawi

Analisis Instrumen Ujian Akhir Semester Mata Pelajaran IPA (Fisika) di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kabupaten Ngawi

This study aims at knowing: (1) The characteristics of questions at the of the Final Examination at first Semester at 3rd grade in Science subjects (Physics) in Junior High School South Ngawi District academic Year 2012/2013 qualitatively. (2) The characteristics of questions at the of the Final Examination at first Semester at 3rd grade in Science subjects (Physics) in Junior High School South Ngawi District academic Year 2012/2013 quantitative.

17 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KUALITAS BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) DENGAN NON-BSE MATA PELAJARAN FISIKA UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS KELAS X MENGGUNAKAN INSTRUMEN YANG MERUJUK PADA SCIENCE TEXTBOOK RATING SYSTEM (STRS) DITINJAU DARI ASPEK ILUSTRASI, KETERBACAAN, DAN FISI

PERBANDINGAN KUALITAS BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) DENGAN NON-BSE MATA PELAJARAN FISIKA UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS KELAS X MENGGUNAKAN INSTRUMEN YANG MERUJUK PADA SCIENCE TEXTBOOK RATING SYSTEM (STRS) DITINJAU DARI ASPEK ILUSTRASI, KETERBACAAN, DAN FISI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen STRS memenuhi kriteria untuk mendeskripsikan kualitas buku teks BSE dan Non-BSE. Hasil pengujian menggunakan uji Chi Kuadrat membuktikan tidak ada perbedaan kualitas dari keempat buku yang ditelaah. Hal ini dilihat dari hasil Chi Kuadrat masing-masing perhitungan penilaian kriteria lebih kecil daripada nilai Chi Kuadrat pada tabel. Akan tetapi diperlukan sedikit perbaikan pada aspek ilustrasi dari masing-masing buku teks tersebut baik dari segi penyajian, maupun keterkaitannya terhadap konsep fisika yang dibahas di dalam buku.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA BERBASIS E-LEARNING TENGAH SEMESTER GENAP UNTUK SMA KELAS XI DI KOTA SURAKARTA | Mulya Sari | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 5903 12619 1 SM

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FORMATIF FISIKA BERBASIS E-LEARNING TENGAH SEMESTER GENAP UNTUK SMA KELAS XI DI KOTA SURAKARTA | Mulya Sari | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 5903 12619 1 SM

Produk awal dibuat dengan aturan langkah-langkah penyusunan soal yang baik. Langkah pertama adalah menyusun spesifikasi tes yang meliputi tujuan tes, kisi- kisi tes, bentuk tes, dan panjang tes. (1) Tujuan tes yang formatif Fisika berbasis e- learning ini diberikan di tengah semester untuk mengetahui prestasi belajar siswa dan keberhasilan proses pembelajaran sehingga dapat digunakan sebagai bahan memperbaiki strategi mengajar. (2) Kisi–kisi merupakan tabel matrik yang berisi spesifikasi soal-soal yang akan dibuat dan acuan bagi penulis soal yang mencangkup Standar Komptensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), indikator, pokok bahasan dan subpokok bahasan yang diujikan, dan jumlah soal tiap pokok bahasan dan subpokok bahasan. (3) Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah pilihan ganda dengan lima alternative jawaban. (4) Panjang tes pada instrumen produk awal mencangkup tiga materi pokok dengan 20 soal Dinamika Rotasi, 20 soal Kesetimbangan Benda Tegar, dan 25 soal Fluida Statis.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH (SMA/MA) MATA PELAJARAN FISIKA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA, 2016  DAFTAR ISI - SILABUS FISIKA SMA 2016

SILABUS MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH (SMA/MA) MATA PELAJARAN FISIKA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA, 2016 DAFTAR ISI - SILABUS FISIKA SMA 2016

Silabus ini bersifat feksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal. Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktiftas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan peserta didik.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PROGRAM ANALISIS BUTIR SOAL DENGAN RASCH MODEL SATU PARAMETER UNTUK PENGUJIAN TARAF KESUKARAN BUTIR PERANGKAT TES HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN APLIKASI BLOODSHED DEV C++.

PENGEMBANGAN PROGRAM ANALISIS BUTIR SOAL DENGAN RASCH MODEL SATU PARAMETER UNTUK PENGUJIAN TARAF KESUKARAN BUTIR PERANGKAT TES HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN APLIKASI BLOODSHED DEV C++.

Pengembangan program analisis butir soal dilakukan menggunakan 4D model yaitu define, design, develop dan disseminate. Hasil pengembangan program diberi nama program RASCHAM. Program RASCHAM menggunakan Item Response Theory (IRT) yaitu dengan mengadaptasi model Rasch satu parameter. Data penilaian dan saran dari validator dijaring menggunakan angket dan data jawaban siswa pada UAS dijaring menggunakan dokumentasi. Analisis data kualitatif digunakan untuk merevisi program berdasarkan saran validator. Analisis data kuantitatif digunakan untuk mengetahui kelayakan program dan taraf kesukaran butir soal.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

s fis 0606123 chapter1

s fis 0606123 chapter1

1. Buku ajar Fisika kelas X adalah buku ajar fisika kelas X yang paling banyak digunakan oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bandung dan telah lulus penilaian Pusat Perbukuan (Pusbuk) serta telah dinyatakan layak sebagai buku teks pelajaran berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007 tentang penetapan buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

9 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FISIKA SEMESTER GANJIL KELAS X SMA RSBI | N. Qomariyatuzzamzami | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 3752 8303 1 SM

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES FISIKA SEMESTER GANJIL KELAS X SMA RSBI | N. Qomariyatuzzamzami | PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika 3752 8303 1 SM

Hasil penelitian berupa deskripsi prosedural proses pengembangan dan produk yang dikembangkan melalui tahap Define dengan analisis kurikulum dan analisis kebutuhan, Design meliputi penyusunan silabus dan kisi-kisi dengan metode adopsi berdasarkan kurikulum KTSP dan silabus A Level, serta penyusunan instrumen tes yang terdiri dari instrumen A dan instrumen B yang teruji validitasnya melalui expert judgement, Develop dengan uji coba, dan pelaksanaan Disseminate. Uji coba dilakukan melalui uji coba peer untuk memperoleh validasi peer reviewer dan uji coba terbatas dengan mengujikan masing- masing instrumen pada 15 siswa, sedangkan diseminasi dilakukanpada 61 siswa. Hasil diseminasi menunjukkan bahwa tes yang dikembangkan telah memenuhi karakteristik internal tes yang baik berdasarkan analisis butir soal berupa daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas distraktor, tes yang dikembangkan memiliki validitas isi baik berdasarkan hasil telaah pakar dan reliabilitas yang tinggi (r 11 =0,781), produk akhir tes hasil penelitian
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Widyaningtyas, Arisa, dkk. 2013. Peran Lingkungan Belajar dan Kesiapan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Fifika Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pati . Jurnal pendidikan fisika vol. 11, No.1. Wismulyani, Endar. 2008. Tranportasi di Indonesia dari Masa ke Masa. PT.

3 Baca lebih lajut

PEMBUATAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK FISIKA SMA KELAS XI

PEMBUATAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK FISIKA SMA KELAS XI

Sholfiani (2006) dengan judul Penyusunan Tes Diagnostik Fisika Pokok Bahasan Kinematika Gerak Lurus Untuk Siswa Kelas X SMA di Kota Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa butir tes diagnostik Fisika yang disusun memiliki taraf kesukaran rata-rata sedang, dan daya pembeda rata-rata cukup. Prosentase kevalidan soal 94,28%, derajat reliabilitasnya tergolong sedang dengan koefisien reliabilitas soal pilihan ganda sebesar 0.56 dan untuk soal esai 0.671. Prosentase pencapaian siswa secara umum berada di bawah batas pencapaian (passing score) yaitu 65%. Siswa secara umum memiliki kelemahan pada pencapaian tujuan pengajaran, penguasaan prasyarat pengetahuan, pengetahuan terstruktur dan masih mangalami miskonsepsi.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...