Top PDF Analisis Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Studi Kasus Kabupaten Mojokerto)

Analisis Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Studi Kasus Kabupaten Mojokerto)

Analisis Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Studi Kasus Kabupaten Mojokerto)

Pemberdayaan merupakan salah satu strategi pembangunan yang dapat diimplementasikan dan dikembangkan dalam kegiatan pembangunan, terutama di Kabupaten Mojokerto ini. Sebagaimana paradigm pemberdayaan, usaha kecil dan menengah (UKM) ini mempunyai asumsi bahwa dengan pemberdayaan, pembangunan atau pertumbuhan usaha industri akan berjalan dengan sendirinya apabila masyarakat diberi hak untuk mengelola sumber daya yang mereka miliki dan menggunakannya untuk pembangunan masyarakat serta kesejahteraannya. Sebagaimana pendapat yang disampaikan oleh Fitria (2004, h. 129), bahwa proses pembangunan yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat dimulai dari aktivitas pemilihan komoditi masyarakat setempat sebagai potensi untuk dikembangkan menjadi prime mover dari kegiatan masyarakat, maka dalam hal ini komoditi usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan komoditi khas daerah yang dipilih oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk dikembangkan menjadi sentra industri andalan. Harapannya akan dapat tercipta nilai tambah mulai dari sisi bahan baku hingga sisi produksinya yang gilirannya nanti dapat menciptakan nilai tambah serta mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Baca lebih lanjut

144 Baca lebih lajut

Implementasi Perencanaan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Klinik Usaha Mikro Kecil dan Menengah Jawa Timur

Implementasi Perencanaan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Klinik Usaha Mikro Kecil dan Menengah Jawa Timur

Strategi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan hal yang sangat penting dengan berbagai isu strategis dan tantangan ke depan yang lebih kompleks, di antaranya adalah implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Salah satu upaya dan strategi yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberdayakan UMKM adalah dengan merencanakan suatu kegiatan pemberdayaan UMKM melalui klinik UMKM Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi perencanaan tersebut serta untuk menganalisis strategi pemberdayaan UMKM melalui Klinik UMKM ke depannya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan analisis data model interaktif Miles dan Huberman serta menggunakan analisis data SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi perencanaan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Melalui Klinik Usaha Mikro Kecil dan Menengah Jawa Timur telah memenuhi target yang tertera di Renstra dan Renja. Namun terdapat beberapa kegiatan yang tidak tepat sasaran. Berdasarkan Analisis SWOT, strategi pengembangan kegiatan ini ke depannya adalah dengan menggunakan kekuatan internal sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Efektivitas Kebijakan Pemberdayaan USAha Mikro Kecil dan Menengah (suatu Studi di Kecamatan Kawangkoan Utara)

Efektivitas Kebijakan Pemberdayaan USAha Mikro Kecil dan Menengah (suatu Studi di Kecamatan Kawangkoan Utara)

Tidak sampai disitu, responsivitas sangatlah membutuhkan unsur ketepatannya demi mengoptimalkan setiap kebijakan yang ada. Dalam penelitian ini berbicara mengenai bagaimana respon atau tindakan dari pemerintah kecamatan Kawangkoan Utara serta para pelaku usaha kecil dan menengah dalam rangka mengimlementasikan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah. Kebijakan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah dapat dikatakan efektif ketika diantara pemerintah kecamatan dengan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) saling memberikan daya tanggap yang baik terhadap kebijakan pemberdayaan tersebut, dan pemerintah kecamatan juga diharuskan dapat memberikan respon yang tepat sasaran untuk memenuhi tuntutan dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang mana para para pelaku usaha yang layak.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Penanggulangan Kemiskinan

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Penanggulangan Kemiskinan

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di dusun Waru Rejo, desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan yang telah dilakukan oleh pemerintah hanya sebatas pemberian modal usaha dan kurang maksimalnya bantuan pemerintah dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dalam pemberdayaan UMKM ini terdapat faktor pendukung dalam pemberdayaan ini adalah terdapatnya sumber daya manusia yang melimpah atau tenaga kerja yang memadai, bahan baku yang mudah ditemukan dan murah, modal usaha yang ringan, mendapat dukungan aparatur desa, supplay bahan baku lancar dari pemasok, dan adanya kesepakatan harga jual produksi antara anggota kelompok usaha Paguyuban Kembang Waru. Sedangkan, faktor penghambat dalam pemberdayaan ini adalah infrastruktur yang kurang memadai atau rusak, kurang maksimalnya bantuan dari pemerintah, tidak adanya tempat pembuangan limbah, dan tidak adanya sentar pemasaran hasil produksi. Kata kunci: pemberdayaan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peran Koperasi dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Peran Koperasi dalam Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah

Penelitian ini dilakukan berdasarkan riset kepustakaan untuk menjelaskan peran peran koperasi dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah. Usaha mikro di Indonesia sangat besar, berdasarkan data statistik tahun 2009 terdapat 98,88% usaha mikro, 1,04% usaha kecil, usaha menengah 0.08% dan hanya 0.01% merupakan usaha besar. Peran koperasi dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah mencakup bidang pendanaan dan pemasaran dan lain-lain. Hal ini sejalan dengan peran koperasi menurut UUD 1945 Pasal 33, Ayat 1, dimana dinyatakan bahwa sistem perekonomian nasional dibangun atas dasar nilai kekeluargaan dan mendorong pada kesejahteraan bersama, bukan kesejahteraan individu.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

inpres 1999 10 pemberdayaan usaha menengah

inpres 1999 10 pemberdayaan usaha menengah

KEDUA : Para Menteri dan Menteri Negara seluruh Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Gubernur serta Bupati/Walikota, sesuai dengan ruang lingkup tugas, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing secara bersama-sama atau secara sendiri-sendiri, melaksanakan pemberdayaan usaha menengah yang meliputi bidang-bidang sebagai berikut:

6 Baca lebih lajut

PEMERINTAH PROVINSI MALUKU PERATURAN DAERAH PROVINSI MALUKU NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH

PEMERINTAH PROVINSI MALUKU PERATURAN DAERAH PROVINSI MALUKU NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH

Pemerintah Provinsi Maluku, patut peduli dan memberikan ruang bagi pelaku ekonominya, yang adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Tujuannya untuk meningkatkan kemandirian pelaku usaha untuk mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Prinsip-prinsip dasar pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah telah diatur dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Demikian pada tingkat Provinsi telah diterjemahkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Maluku Tahun 2014 tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KOTA TANGERANG

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KOTA TANGERANG

Fokus penelitian ini adalah Implementasi Kebijakan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang. Masalah yang diidentifikasi oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Belum adanya Lembaga Keuangan Mikro yang disediakan oleh Pemerintah Kota Tangerang dalam mengatasi permodalan, Pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Tangerang belum berjalan dengan optimal, Sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Tangerang belum efektif karena masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikat halal, Fasilitas yang disediakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Tangerang belum memadai. Penelitian ini menggunakan teori Van Meter dan Van Horn dalam Implementasi yaitu : Ukuran dan tujuan kebijakan, Sumber-sumber kebijakan, Karakterikstik Agen Pelaksana, Sikap/Kecenderungan Agen Pelaksana, Komunikasi Antar Organisasi, Lingkungan sosial ekonomi dan politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi Kebijakan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang sudah baik, namun masih perlu pembenahan dalam berbagai aspek. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti: tidak adanya Lembaga Keuangan Mikro di Kota Tangerang, tidak adanya sentra oleh-oleh Kota Tangerang sebagai wadah promosi, kurangnya sumber daya manusia yang ada di Dinas Perindustrian Perdagangan dam Koperasi, belum adanya database UMKM di Kota Tangerang.
Baca lebih lanjut

235 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah di Kecamatan Medan Selayang

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah di Kecamatan Medan Selayang

Adapun skripsi ini berjudul “Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah di Kecamatan Medan Selayang ”. Yang menjadi tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan usahan kecil menengah di Kecamatan Medan Selayang. Skripsi ini juga dikerjakan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program pendidikan strata 1 (S-1) di Departemen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara.

11 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah di Kecamatan Medan Selayang

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah di Kecamatan Medan Selayang

membuat pelaku-pelaku usaha kecil menengah agar dapat lebih pandai dan mampu mengembangkan komunikasi antar mereka sehingga pada akhirnya mereka dapat saling berdiskusi secara konstruktif dan mengatasi permasalahan yang ada. Jadi ketika agen pengubah, baik yang berasal dari lembaga pemerintah atau nonpemerintah telah menyelesaikan program pemberdayaan tersebut, pemberdayaan usaha kecil menengah sebagai suatu proses dapat terus berlangsung. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti kepada Lurah Tanjung Sari Pemberdayaan usaha bagi masyarakat di sekitar daerah Kecamatan Medan Selayang sangat berperan baik, terutama di Kelurahan Tanjung Sari. Di Kelurahan Tanjung Sari memiliki usaha kecil menengah paling banyak dibanding dengan Kelurahan-kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Selayang. Dengan adanya pemberdayaan usaha kecil menengah, masyarakat dapat membuka usaha sesuai dengan kemampuannya dan lebih mandiri dalam pengembanganya, selain itu pemberdayaan usaha kecil menengah itu dapat membuat masyarakat yang tidak bisa menjadi bisa membuat sesuatu untuk diproduksi. Oleh karena itu pemberdayaan usaha kecil menengah bagi masyarakat sangat penting dan mempunyai nilai yang baik bagi perkembangan masyarakat itu sendiri.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Subkontrak Pekerjaan Konstruksi Sebagai Instrumen Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Subkontrak Pekerjaan Konstruksi Sebagai Instrumen Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Allah SWT atas segala nikmat, rahmat dan hidayahNya karena berkat izinNya sehingga penulisan Tesis dengan judul ―Subkontrak Pekerjaan Konstruksi Sebagai Instrumen Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” dapat diselesaikan. Penulis menyadari bahwa Tesis ini bukanlah tujuan akhir dari belajar karena belajar adalah sesuatu yang tidak terbatas.

11 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sidoarjo

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sidoarjo

Dari tabel diatas makan dapat disimpulkan bahwa jumlah kota dengan UMKM terbanyak adalah Surabaya, kedua yaitu Jombang dan ketiga adalah Sidoarjo. Pengambilan lokasi penelitian di Kabupaten Sidoarjo dikarenakan Kabupaten dicanangkan sebagai “Kota UKM Indonesia”. Penetapan Kabupaten Sidoarjo menjadi Kota UKM Indonesia karena, terdapat 171.264 usaha yang terbagi menjadi usaha besar 16.000 usaha, 154.891 usaha mikro dan usaha kecil menengah sebanyak 154. Selain itu terdapat 82 sentra industri yang tumbuh dan ditambah lagi sekitar 11 kampung. Sidoarjo merupakan salah satu daerah yang menjadi pusat UMKM di Indonesia yang menjadi sorotan Nasioanl. Karena keberhasilanya membina koperasi dan UMKM menjadikan Sidoarjo ditetapkan sebagai kota UMKM.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERANAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) PADA INDUSTRI KERAJINAN MARMER SKRIPSI

PERANAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) PADA INDUSTRI KERAJINAN MARMER SKRIPSI

2. Hal yang tetap menjadi kendala bagi perkembangan industri marmer hingga saat ini berasal dari segi permodalan dan pemasaran hasil usaha. Dampak yang terjadi dari kejadian tersebut berpengaruh pada tingkat pendapatan, pemasaran hasil usaha dan penyerapan tenaga kerja. Pada tingkat pendapatan dari pengrajin marmer terlihat bahwa setelah krisis jumlah pendapatan menurun, tidak seperti sebelum terjadi krisis. Akan tetapi yang tetap bertahan dan dalam kondisi stabil juga tetap ada. Selain itu permintaan pesanan konsumen untuk industri marmer menjadi sepi akibat adanya krisis ekonomi. Selanjutnya dilihat dari pemasaran hasil usaha juga dirasa kurang karena sebagian besar pemilik usaha marmer memiliki pendidikan rendah maka kurang mampu untuk mengakses informasi dari luar negeri. Hal lain yang sangat berpengaruh bagi keberlangsungan UKM marmer ini juga dilihat dari jumlah penyerapan tenaga kerja yang menjadi semakin berkurang karena pengrajin yang gulung tikar akibat krisis ekonomi lebih memilih untuk bekerja ke luar negeri untuk menjadi TKI, tetapi ada juga yang masih bertahan untuk melanjutkan usahanya meskipun keadaannya pasang surut.
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

Peran Pemerintah Kota Cimahi Dalam Program Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm).

Peran Pemerintah Kota Cimahi Dalam Program Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm).

konsultan yang professional. Untuk kondisi awal pengembangan UMKM, maka peran pemerintah seperti Deperindag dan Departemen Koperasi UKM masih sangat perlu. Kebutuhan akan permodalan UMKM salah satunya dapat dipenuhi dengan fasiltiasi BDS sebagai Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) bagi pengrajin maupun kelompok. KKMB ini lahir sebagai perubahan paradigma baru terhadap UMKM dari perbankan bahwa: (1) UMKM mempunyai potensi menabung; (2) bank perlu aktif menjemput Bola; (3) UMKM membutuhkan kemudahan memperoleh kredit/layanan perbankkan; (4) bank perlu memobilisasi tabungan dari UMKM; (5) biaya dapat ditekan melalui pendekatan kelompok; (6) resiko dapat ditekan melalui pendekatan kelompok. Selain bank memberikan kredit sebagai tugas utamanya, bank dapat membantu UMKM dengan memberikan pendampingan ( Technical Assistant ) baik dilakukan oleh bank sendiri atau bekerjasama dengan PT/LSM/BDS pendamping.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN SERTA PEMBERDAYAAN USAHA MENENGAH KECIL DAN MIKRO (UMKM)

PENGEMBANGAN SERTA PEMBERDAYAAN USAHA MENENGAH KECIL DAN MIKRO (UMKM)

keterampilannya sangat berpengaruh terhadap manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang dengan optimal. Disamping itu, minimnya pengetahuan mengenai teknologi akan menyulitkan mereka dalam meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan. Oleh karena itu betapa pentingnya program pembinaan dan pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Tanjungbalai ini yang berguna untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan

16 Baca lebih lajut

Strategi Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah Olahan Mangga (Studi Pada Sentra Olahan Mangga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo)

Strategi Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah Olahan Mangga (Studi Pada Sentra Olahan Mangga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo)

mengubah keadaan menjadi lebih baik. Proses pembangunan yang dilakukan melalui pemberdayaan UMKM. Strategi pemerintah daerah Kabupaten Probolinggo yang dalam pelaksanaannya diwakili Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengolah mangga dan meningkatkan volume UMKM olahan mangga yang merupakan salah satu produk unggulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinkop UKM merupakan pelaksana strategi pemerintah daerah dalam pengembangan sumber daya manusia dalam hal manajerial usaha, fasilitasi permodalan, perluasan akses pasar dan dukungan kemudahan dalam perijinan. Sedangkan DISPERINDAG merupakan pelaksana strategi dalam pengembangan sumber daya manusia dalam hal mengelolah mangga dan perluasan akses pasar. Faktor pendukung dalam pemberdayaan adalah dukungan dana dari pemerintah dan klinik konsultasi bisnis, sedangkan faktor penghambat adalah bahan baku musiman dan kualitas sumber daya manusia yang kurang.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan

Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan

Pembangunan ekonomi di Indonesia tidak lepas dari peranan sektor industri yang sangat mempengaruhi kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini akan memberikan kemajuan yang sangat penting bagi kegiatan pembangunan ekonomi masyarakat. Kehidupan perekonomian masyarakat pada umumnya ditandai dengan permodalan yang lemah. Hal ini disebabkan oleh aktivitas ekonomi yang cenderung monoton. Oleh karena itu sumber permodalan merupakan sumber utama dalam mendukung tingkat perkembangan produksi, konsumsi dan distribusi masyarakat. Keterbatasan modal berbanding lurus dengan aktivitas usaha masyarakat dalam hal meningkatkan usaha yang telah mereka jalankan dengan keterbatasan dana yang dimiliki, sementara pada kenyataannya sumber modal yang diperoleh untuk mendukung kegiatan usaha tersebut terkadang sulit untuk diperoleh. Dalam pembangunan dan menumbuhkan UKM, diperlukan pengoptimalan pengembangan masyarakat desa/kelurahan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya berencana yang dirancang untuk merubah atau melakukan ketidakberdayaan menjadi berdaya dengan menitikberatkan pada pembinaan potensi dan kemandirian masyarakat.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Pemberdayaan USAha Kecil Menengah dan Koperasi sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Pemberdayaan USAha Kecil Menengah dan Koperasi sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu kelemahan Usaha Ke- cil Menengah dan koperasi adalah ke- mampuan permodalan. Oleh karena itu, membantu akses ke sumber permodalan atau pemberi/penyedia kredit akan me- mecahkan sebagian masalah kebutuhan permodalan perusahaan. Dalam kenyata- annya banyak UKM memerlukan dana dari sumber permodalan, di lain pihak sumber permodalan memiliki cukup dana untuk disalurkan kepada UKMK, akan tetapi terjadi suatu gap sehingga kedua kutub tersebut tidak pernah kete- mu sehingga tidak terjadi transaksi. Kendala-kendala yang menjadi penye- bab sulitnya UKMK mengakses sumber
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Model Pemberdayaan dan Peningkatan Kinerja Usaha Kecil Menengah (UKM)

Model Pemberdayaan dan Peningkatan Kinerja Usaha Kecil Menengah (UKM)

593 usaha dan keuntungan yang dari penerima pembiayaan Qardhul Hasan.Alamgir (2000) menyatakan bahwa pembiayaan mikro yang dilakukan oleh Paili Karma Sahayak Foundation melalui program partner organization berkontribusi dalam meningkatkan hidup dan menciptakan keuntungan bagi penerima pembiayaan. Afrane (2003) juga menyebutkan bahwa skema kredit berpengaruh positif terhadap pemberdayaan wanita, kinerja bisnis diukur dengan meningkatnya turnover dan menekankan kmpetensi wanita dalam mengembangkan usaha. Dari beberapa hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa pembiayaan dapat mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM). Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Uswatun (2010) bahwa pembiayaan Qardhul Hasan mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap perkembangan usaha kecil, tetapi masih membantu dalam penambahan modal dan kelangsungan hidup usaha. Hasil penelitian yang dilakukan Aryo (2011) bahwa adanya pengaruh positif pembinaan usaha kecil pengrajin kerupuk terhadap pemberdayaan usaha kecil. Menurut Liana (2008) Apabila pembinaan dan pengembangan terhadap UK berhasil dilakukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dan dilakukan secara terarah dan terpadu dan berkesinambungan maka dapat meningkatkan pemerataan pendapatan dan memperkokoh struktur perekonomian nasional.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects