Top PDF ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL (JOSHI) PADA MAHASISWA SEMESTER TIGA

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL (JOSHI) PADA MAHASISWA SEMESTER TIGA

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL (JOSHI) PADA MAHASISWA SEMESTER TIGA

Joshi merupakan kelas kata fuzokugo, joshi tidak dapat berdiri sendiri, Joshi sebagai salah satu unsur penting dalam bahasa Jepang mempunyai berbagai fungsi di dalam kalimat. Penempatan joshi dengan benar menjadi keharusan bagi pembelajar bahasa Jepang. Karena penggunaan joshi yang salah dapat mempengaruhi arti sebuah kalimat. Mengingat dalam bahasa Jepang jumlahnya cukup banyak dan fungsinyapun bermacam-macam, Hal ini yang biasanya turut membuat mahasiswa mengalami kesulitan ketika menggunakan joshi di dalam sebuah kalimat. Kesulitan tersebut biasanya akan berujung pada kesalahan mahasiswa dalam mempelajari bahasa Jepang, oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN JOSUUSHI MAHASISWA SEMESTER III PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN JOSUUSHI MAHASISWA SEMESTER III PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG

Berdasarkan asal-usulnya, kosakata bahasa Jepang dapat dibagi menjadi tiga macam yakni wago, kango, dan gairaigo. Wago adalah kosakata asli bahasa Jepang yang sudah ada sebelum kango dan gaikokugo (bahasa asing) masuk ke Jepang. Semua joshi (partikel) dan jodoushi (verba bantu); sebagian besar ajektiva, konjungsi, dan interjeksi adalah wago. Sebagai contoh adalah kata 雨 ‘amagasa’ (payung), う ‘ussura’ (tipis), 見 ‘miru’ (melihat), dan sebagainya. Kango adalah kosakata yang berasal dari Cina yang dipakai bangsa Jepang sebagai bahasanya sendiri. Di dalam ragam tulisan, kango ditulis dengan huruf kanji (yang dibaca dengan cara on’yomi ) atau dengan huruf hiragana. Sebagai contoh adalah kata 金 ’ kin ’ (emas), 今月 ’ kongetsu ’ (bulan ini), 未来 ‘ mirai ’ (masa depan), dan sebagainya. Sedangkan, gairaigo adalah kata-kata yang berasal dari bahasa asing (gaikokugo) lalu dipakai sebagai bahasa nasional (kokugo). Contoh gairaigo adalah kata ンサ „ hansamuna ‟ (tampan),
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL WA (は) DAN GA (が) PADA KARANGAN MAHASISWA

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL WA (は) DAN GA (が) PADA KARANGAN MAHASISWA

Penelitian ini akan dilakukan pada mahasiswa Unnes program studi pendidikan bahasa Jepang semester V. Pada tingkat ini sudah diajarkan mengenai penggunaan joshi termasuk wa dan ga dan materi tentang joshi yang diajarkan pun sudah cukup kompleks. Mempelajari joshi yang mempunyai lebih dari satu fungsi dapat membuat proses pembelajaran menjadi tidak mudah, sehingga memungkinkan terjadi kesalahan dalam penggunaan partikel yang sesuai dengan fungsinya. Begitu juga dengan partikel wa dan ga, kedua partikel ini dapat saling menggantikan tergantung pada konteks kalimatnya, sehingga dalam pemakaianya sering menimbulkan kesalahan pada pembelajar.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL DE, NI DAN O PADA KALIMAT PEMBELAJAR BAHASA JEPANG 日本語学習者の文における助詞「で、に、を」の誤用分析 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL DE, NI DAN O PADA KALIMAT PEMBELAJAR BAHASA JEPANG 日本語学習者の文における助詞「で、に、を」の誤用分析 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2010:115). Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh mahasiswa program studi S1 Sastra Jepang Universitas Diponegoro semester 5 yang berjumlah 175 orang.

13 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KALIMAT MEISHI SHUUSHOKU PADA MAHASISWA SEMESTER VI

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KALIMAT MEISHI SHUUSHOKU PADA MAHASISWA SEMESTER VI

Pengalaman penulis sendiri ketika mempelajari meishi shuushoku pada saat semester IV, banyak kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa di antaranya karena menggunakan partikel yang salah ( ). Sebagai contoh, “私 姉 買 ツ 着 ”, kalimat tersebut bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “saya memakai baju yang dibelikan oleh kakak (perempuan).”. Kalimat tersebut menggunakan partikel dan dengan tepat, karena pada klausa meishi shuushoku “姉 買 ツ” harus menggunakan partikel untuk menunjukkan bahwa kata sebelum partikel tersebut yaitu 姉 adalah subjek dari anak kalimat.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN HURUF KAPITAL DAN TANDA BACA DALAM TEKS SURAT BAHASA JERMAN MAHASISWA SEMESTER III JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JERMAN FPBS UPI.

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN HURUF KAPITAL DAN TANDA BACA DALAM TEKS SURAT BAHASA JERMAN MAHASISWA SEMESTER III JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JERMAN FPBS UPI.

kapital yang benar dapat secara jelas memperlihatkan kepada siapa kalimat tersebut ditujukan, sedangkan untuk contoh kalimat kedua tampak kesalahan dalam menggunakan huruf kapital dapat menyebabkan makna keterangan waktu yang berbeda. Kesalahan dalam membubuhkan tanda baca dapat dilihat dalam contoh kalimat berikut:

28 Baca lebih lajut

Analisis Partikel Pemarkah Emotif Bahasa Jepang ; Satu Kajian Pragmatik

Analisis Partikel Pemarkah Emotif Bahasa Jepang ; Satu Kajian Pragmatik

This research discuss about Japanese particles/joshi as emotive marker through pragmatic approach. Particles have important role in Japanese, not only do as gramatical marker, but also do as emotive marker. Problems discussed in this research are kinds of emotive marker particles, various kinds of emotive meaning marked by particles, and the relation between emotive meaning and context of conversation situation. “Gals!” by Mihona Fujii volume has been used as data sources and particles as data of this research with emphasize the analysis on the context of conversation. Sixteen data have been analyzed with considering various of context of situation. Descriptive method has been used in this research in order to examine particles in conversation sentences. Theoretical basis used in this research is pragmatic study based on Leech theory and context of situation based on LSF theory. Substitution and deletion analysis techniques have been used as validity and verification instruments of emotive meaning reviewed. The result shown that there are 17 particles which have emotive meaning and all of them are sentence-final particle, where 3 of them mark more than one emotive meanings and field of discourse has a very important role in reviewing emotive meaning in a particle. All particles can not being substituted or deleted because it make a differenciation of emotive meaning and confusion in translation. This research can be a reference in conversation subject in Japanese literature study.
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

s jrm 0800374 chapter1

s jrm 0800374 chapter1

Berdasarkan pengalaman penulis di semester tiga, terdapat banyak kesalahan yang dilakukan pada saat belajar bahasa Jerman khususnya dalam menulis surat. Penulis kadang tidak tahu kapan menggunakan huruf kapital serta tanda baca apa yang harus dibubuhkan ketika menulis kalimat dalam surat. Setelah diamati, ternyata ditemukan adanya kesalahan yang serupa yang dilakukan mahasiswa lain. Penulis menduga kesalahan ini tidak disadari karena lebih terfokus pada isi tulisan. Hal ini sebenarnya penting karena penulisan yang tidak sesuai dapat merubah makna sebenarnya dari apa yang hendak disampaikan. Kesalahan ini seakan menjadi hal yang biasa dan memberi gambaran bahwa pengetahuan dan kesadaran mahasiswa akan kaidah kebahasaan yang semestinya masih kurang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN HOSHII, HOSHIGATTEIRU DAN HOSHIGARU MAHASISWA SEMESTER VII.

ANALISIS KESALAHAN HOSHII, HOSHIGATTEIRU DAN HOSHIGARU MAHASISWA SEMESTER VII.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan, menjabarkan suatu fenomena yang terjadi saat ini dengan menggunakan prosedur ilmiah untuk menjawab masalah secara aktual (Sutedi, 2009:58). Penggunaan metode deskriptif dalam penelitian ini adalah untuk meneliti, mencari penyebab, dan mengoreksi kesalahan penggunaan Kibou no Hyougen, Hoshii, Hoshigatteiru dan Hoshigaru.

31 Baca lebih lajut

Struktur Klausa Verbal.

Struktur Klausa Verbal.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pendeskripsian data bahasa Indonesia dan bahasa Jepang menggunakan metode distribusional. Hasil pendeskripsian dibandingkan secara kontrastif. Berdasarkan hasil penelitian, struktur klausa verbal bahasa Indonesia dan bahasa Jepang berbeda. Perbedaan yang menonjol ditunjukkan oleh relasi verba dengan objek. Dalam bahasa Indonesia, objek berposisi pascaverbal (VO), sedangkan dalam bahasa Jepang, objek berposisi praverbal (OV). Relasi predikat verbal dengan argumen (subjek dan objek) tidak ditandai dengan partikel dalam bahasa Indonesia, sedangkan dalam bahasa Jepang relasi itu ditandai dengan partikel (joshi), yakni wa atau ga dalam predikasi; o atau ga dalam komplementasi.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T JEP 1202131 Abstract

T JEP 1202131 Abstract

Penelitian ini meneliti tentang proses pemerolehan dan analisis kesalahan pembelajar bahasa Jepang di lingkungan Program Studi Sastra Jepang Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Bandung, dalam menggunakan konstruksi verba benefaktif bahasa Jepang. Dari penelitian ini, diketahui bahwa ada beberapa materi tentang penggunaan konstruksi verba benefaktif Bahasa Jepang yang tidak dipelajari oleh pembelajar, sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan penggunaan konstruksi verba benefaktif bahasa Jepang oleh pembelajar. Selain itu, pada penelitian ini, dalam menggunakan konstruksi verba benefaktif bahasa Jepang, pembelajar cenderung menitikberatkan pada instingnya untuk menjawab soal yang diberikan, dan mengabaikan ketentuan-ketentuan tata bahasa yang telah dipelajari. Secara umum, kesalahan terbanyak yang sering dilakukan oleh pembelajar dalam penggunaan konstruksi verba benefaktif bahasa Jepang yaitu, penggunan konstruksi verba te ageru yang berlebihan, serta kesalahan persepsi pembelajar dalam pemahaman arah acuan benefit dari masing- masing konstruksi verba benefaktif.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Nada Tuturan Deklaratif Bahasa Mandarin Oleh Pembelajar Bahasa Mandarin Di Fakultas Ilmu Budaya Usu: Kajian Fonetik Akustik

Analisis Nada Tuturan Deklaratif Bahasa Mandarin Oleh Pembelajar Bahasa Mandarin Di Fakultas Ilmu Budaya Usu: Kajian Fonetik Akustik

Penelitian ini akan terfokus kepada pengukuran bunyi bahasa yang diucapkan oleh mahasiswa dalam Tuturan deklaratif bahasa Mandarin. Dalam penelitian ini analisis suara akan menunjukkan ciri akustik bunyi Tuturan deklaratif BM dengan menggunakan bantuan program komputer Praat untuk mengukur frekuensi sebagai salah satu ciri akustiknya.

14 Baca lebih lajut

s jrm 0800374 table of content

s jrm 0800374 table of content

A. Pen gertian Kesalahan Berbahasa……….…………… ........ … ... B. Analisis Kesalahan Berbahasa. ………….………………… ...... 1. Definisi Analisis Kesalahan................................................... 2. Langkah-langkah Analisis Kesalahan................................... 3. Tujuan Analisis Kesalahan...................................................

3 Baca lebih lajut

Analisis Kesalahan Mahasiswa Semester V dalam Mengerjakan Soal Pengantar Analisis Real

Analisis Kesalahan Mahasiswa Semester V dalam Mengerjakan Soal Pengantar Analisis Real

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa untuk subjek kedua dengan kategori siswa sedang: kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa adalah salah dalam mengoperasikan bilangan bulat dan himpunan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat, salah dalam memberikan pemisalan, salah memberikan kesimpulan di langkah-langkah jawaban, tidak memahami teorema yang harus dibuktikan. Berdasarkan kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh mahasiswa kurang teliti dalam melakukan pembuktian, terburu-buru dalam menyelesaikan soal, jarang menyelesaikan soal-soal yang memiliki kesulitan tingkat tinggi atau soal-soal high order thinking, mahasiswa lemah dalam kemampaun pembuktian matematis, dan mahasiswa juga tidak terbiasa dalam menajwab soal dengan pola yang terstruktur.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PUPUJIAN DI KAMPUNG MANIS DESA GARAWANGI KACAMATAN GARAWANGI KABUPATEN KUNINGAN PIKEUN ALTERNATIF BAHAN PANGAJARAN NGAREGEPKEUN PUPUJIAN DI KELAS VII SMP.

PUPUJIAN DI KAMPUNG MANIS DESA GARAWANGI KACAMATAN GARAWANGI KABUPATEN KUNINGAN PIKEUN ALTERNATIF BAHAN PANGAJARAN NGAREGEPKEUN PUPUJIAN DI KELAS VII SMP.

Penelitian yang berjudul ” Pupujian di Kampung Manis Désa Garawangi Kacamatan Garawangi Kabupatén Kuningan pikeun Alternatif Bahan Pangajaran Ngaregepkeun Pupujian di Kelas VII SMP” ini bertujuan untuk menginvéntarisai, menganalisis unsur-unsur sastranya, serta bisa dijadikan alternatif untuk bahan pembelajaran menyimak di kelas VII SMP. Mètode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Pupujian di Kampung Manis yang berhasil dikumpulkan berjumlah 48 pupujian. Pupujian tersebut diperoléh dari tiga narasumber yaitu dari ibu-ibu pengajian (1 orang), guru mengaji di TPA (Taman Pendidikan Agama) Nurul Faizin (2 orang). Dari 48 pupujian yang terkumpul, diambil 24 untuk dijadikan sebagai sampel. Sampel yang dipakai sampel bertujuan (purposive sample). Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa bentuk (wangun) pupujian yang ada di Kampung Manis dilihat dari jumlah bait (pada), baris (padalisan), dan suku kata (engang) keadaannya tidak tetap. Jumlah bait yang ditemukan mulai dari 2-14 bait, jumlah baris mulai dari 4-8 baris, dan jumlah suku kata mulai dari 4-16 suku kata. Bentuk pupujian berdasarkan sampel yang masuk dalam penelitian ini terdiri atas empat seuntai (kantétan opat), enam seuntai (kantétan genep), serta untaian tak tentu (kantétan robah). Pupujian itu juga dianalisis berdasarkan isi dan arti. Analisis arti ini mencakup arti lugas ( harti saujratna), rasa, nada, dan itikad. Bahasa yang digunakan dalam pupujian di Kampung Manis adalah bahasa Sunda dan campuran (Sunda-Arab). Dari hasil analisis, yang menggunakan bahasa Sunda berjumlah 14 pupujian, sedangkan yang memakai bahasa campuran (Sunda-Arab) berjumlah 10 pupujian. Fungsi pupujian di Kampung Manis yaitu untuk menunggu jemaah pengajian ibu-ibu, memanggil/menunggu jamaah sholat, membuka dan menutup belajar mengaji anak-anak serta menyampaikan pelajaran di TPA Nurul Faizin. Hasil penelitan ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan pengajaran bahasa Sunda di SMP, tentu saja dengan mempertimbangkan kriteria memilih bahan pengajaran sesuai dengan kemampuan siswa.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Penggunaan Joshi Mo, Sae Dalam Kalimat

Penggunaan Joshi Mo, Sae Dalam Kalimat

Shuujoshi adalah joshi yang pada umumnya dipakai setelah berbagai macam kata pada bagian akhir kalimat untuk menyatakan suatu pertanyaan, larangan, seruan, rasa haru, dan sebagainya. Joshi yang termasuk kelompok ini misalnya ka, kashiro, na, naa, zo, tomo, yo, wa, sa.

19 Baca lebih lajut

Analisis Kata Bantu「の」Yang Bermakna Posesif dan Genetif Dalam Bahasa Jepang (Kajian Sintaksis dan Semantik).

Analisis Kata Bantu「の」Yang Bermakna Posesif dan Genetif Dalam Bahasa Jepang (Kajian Sintaksis dan Semantik).

( Martin, 1989 : 46 - 47 ) “ Partikel ” no ” mengubah makna kata benda yang mendahuluinya atau mewatasi kata benda yang mengikutinya. Ekspresi kata benda + ” no ” biasanya diikuti langsung oleh kata “ desu ” di akhir kalimat yang berarti “ adalah ”. Partikel ” no ” diterjemahkan kedalam bahasa Inggris menjadi “ of ”, tapi terkadang diterjemahkan juga menjadi “ in ” atau kata lainnya.” Berdasarkan teori tersebut, partikel “ no ” apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dapat bermakna “ dari ” dapat juga diterjemahkan menjadi “ di “ atau kata lainnya. Makna partikel “ no ” itu sendiri berubah tergantung pada konteks kalimatnya.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN PARTIKEL NI DAN DE YANG MENYATAKAN TEMPAT (Studi deskriptif terhadap mahasiswa tingkat I Universitas Komputer Indonesia tahun ajaran 2006/2007)

ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN PARTIKEL NI DAN DE YANG MENYATAKAN TEMPAT (Studi deskriptif terhadap mahasiswa tingkat I Universitas Komputer Indonesia tahun ajaran 2006/2007)

Analisis kesalahan berbahasa adalah suatu prosedur yang digunakan oleh para peneliti dan para guru, yang mencakup pengumpulan sampel bahasa pelajar, pengenalan kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam sampel tersebut, pendeskripsian kesalahan-kesalahan itu, pengklasifikasiannya berdasarkan sebab-sebabnya yang telah dihipotesiskan, serta pengevaluasian keseriusannya”.

25 Baca lebih lajut

KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA JEPANG TULIS MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA JEPANG TULIS MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

Berikutnya, tulisan Herlina Jasa Putri Harahap tentang Penerapan Media Pembelajaran Piktogram Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Pada Matakuliah Schreibfertigkeit III, diikuti oleh Linda Aruan, Relasi Makna (Beziehungsbedeutung) dan Contoh Dalam Bahasa Jerman. Idiom dalam cerpen wintergeschichte Karya michael mirtl oleh Tanti Kurnia Sari, dilanjutkan dengan Ungkapan Makna Verba Shikaru dan Okoru Sebagai Sinonim oleh Nandi S. Terakhir, Melukis Realis Versus Fotografi oleh Muslim.

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN SETSUBIGO ~NIKUI, ~ZURAI, DAN ~GATAI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG.

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN SETSUBIGO ~NIKUI, ~ZURAI, DAN ~GATAI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG.

Dari beberapa contoh di atas, dapat dilihat bahwa ketiga setsubigo tersebut digunakan untuk menyatakan kesulitan dalam melakukan suatu hal. Walaupun ketiga setsubigo tersebut memiliki fungsi yang hampir sama yaitu untuk menyatakan hal-hal yang sulit untuk dilakukan, akan tetapi memiliki perbedaan dalam penggunaannya yang dapat menimbulkan terjadinya kesalahan berbahasa. Kemudian penulis melakukan obrolan dengan beberapa teman, pada tanggal 3 September 2013, ternyata beberapa teman pun kesulitan dalam menggunakan setsubigo ~nikui, ~zurai, dan ~gatai dengan tepat.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...