Top PDF Analisis Kinerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Pekanbaru (Studi Kasus Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi dalam Pembinaan Koperasi di Pekanbaru

Analisis Kinerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Pekanbaru (Studi Kasus Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi dalam Pembinaan Koperasi di Pekanbaru

Analisis Kinerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Pekanbaru (Studi Kasus Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi dalam Pembinaan Koperasi di Pekanbaru

Adapun teknik yang digunakan dalam mendapatkan data-data dalam penelitian ini adalah : 1)Wawancara (interview) merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung dan dalam tidak berstruktur dan individual. Wawancara tidak berstruktur adalah wawancara dimana pewawancara dapat dengan leluasa memberikan pertanyaan dari berbagai segi dan arah untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan mendalam. Wawancara tidak berstruktur sangat memadai dalam penelitian kualitatif. Adapun dalam penelitian ini wawancara yang dilakukan yaitu tentang kinerja Dinas Koperasi UMKM Pekanbaru dalam pelaksanaan pembinaan koperasi dan seluruh hal-hal yang menyangkut organisasi tersebut dan termasuk Koperasi dalam pembinaan yang telah dibina Di Kota Pekanbaru. 2)Observasi adalah melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti, yaitu dengan melihat objek secara langsung atau pengumpulan data dan informasi yang dibutuhkan akan objek yang diteliti. Adapun yang diobservasi dalam rencana penelitian ini yaitu Dinas Koperasi UMKM Pekanbaru dan Koperasi Di Kota Pekanbaru. 3)Dokumentasi merupakan studi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Membangun Situs Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (KUMKM) Di Kabupaten Subang (studi kasus pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Kabupaten Subang)

Membangun Situs Koperasi Dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (KUMKM) Di Kabupaten Subang (studi kasus pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Kabupaten Subang)

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Subang adalah suatu instansi pemerintah yang mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan kewenangan daerah di bidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah serta tugas pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Adapun fungsi dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Subang yaitu membantu dalam perumusan kebijaksanaan teknis di bidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah, penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bupati, pembinaan dan pelaksanaan kegiatan dibidang koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah serta pengelolaan administrasi umum, meliputi urusan umum, urusan keuangan, urusan kepegawaian dan perlengkapan dinas.
Baca lebih lanjut

302 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN PROGRAM PEMBINAAN KOPERASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

PELAKSANAAN PROGRAM PEMBINAAN KOPERASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM)

Pembinaan Koperasi oleh Dinas Koperasi UMKM Kota Pekanbaru dan untuk mengetahui Faktor Penghambat Pelaksanaan Program Pembinaan Koperasi yang Dihadapi oleh Dinas Koperasi UMKM Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dari Pegawai Dinas Koperasi UMKM Kota Pekanbaru dan Masyarakat yang Mempunyai Koperasi yang Tersebar di 12 Kecamatan Kota Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kesemua data yang diperoleh akan dianalisis dengan Metode Analisis Kualitatif. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pelaksanaan program pembinaan koperasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Pekanbaru sudah dilaksanakan dengan Baik. Akan tetapi belum optimal karena terdapat dua faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan program pembinaan koperasi yang di hadapi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Pekanbaru yakni dari Faktor Internal yaitu: terbatasnya sarana dan prasarana yang kurang memadai, terbatasnya sumber daya manusia (SDM) pembina koperasi kurang memadai, belum memiliki standar/SOP dalam tugas pelaksanaan pembinaan koperasi dan dari Faktor Eksternal yaitu: kurangnya permodalan koperasi, manajemen koperasi yang kurang baik dan usaha koperasi tidak dijalankan secara profesional.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Ternate (Studi Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate)

Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Ternate (Studi Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate)

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pemerintah Kota Ternate adalah unsur pelaksana pemerintah kota dibidang pembinaan dan pengembangan koperasi usaha mikro, kecil, dan menengah, kemudian untuk melaksanakan tugas tersebut diatas Dinas koperasi dan ukm pemerintah kota Ternate mempunyai fungsi pembinaan, pengawasan, pendidikan, serta pembangunan dibidang UKM. Dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM juga mempunyai kewenangan untuk melaksanakan tugas-tugas pembinaan serta perumusan kebijakan dan penyusunan perencanaan pembangunan dibidang koperasi usaha mikro, kecil, dan menengah.Pembinaan Usaha Mikro dan kecil memerlukan kepedulian yang diwujudkan dalam kemitraan dan kebersamaan pihak yang sudah maju dengan pihak yang belum maju dan dengan pihak yang belum berkembang.Pembinaan usaha mikro dan kecil merupakan peningkatan harkat dan martabat masyarakat dalam kondisi sekarang mengalami kesulitan untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

STRATEGI KOMUNIKASI PADA DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH PEMERINTAH KOTA SURABAYA ( Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pemerintah Kota Surabaya Dalam Penataan PKL)

STRATEGI KOMUNIKASI PADA DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH PEMERINTAH KOTA SURABAYA ( Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pemerintah Kota Surabaya Dalam Penataan PKL)

Kota Surabaya sebagai ibu kota dari Propinsi Jawa Timur kerap dijadikan sebagai percontohan kota lain dari sektor apapun, terutama masalah PKL yang kita jumpai di sudut-sudut kota bahkan PKL yang berada di pinggir jalan dan trotoar mulai berkurang, Karena kini Kota Surabaya mempunyai 21 sentra PKL yang tersebar di kota Surabaya terhitung sejak awal tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Meskipun jumlah PKL di Surabaya relatif menurun terhitung mulai tahun 2010 sebanyak 13.255 PKL, tahun 2011 sebanyak 13.015 PKL, dan di tahun 2012 sebanyak 9.002 PKL. Hal ini dapat diketahui keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan penataan PKL, akan tetapi Pemerintah masih terus memikirkan bagaimana mengatur strategi untuk menertibkan PKL, ini dikarenakan kota Surabaya terkenal akan wisata kulinernya dan pedagang yang berjualan pun bukan warga asli kota Surabaya, melainkan pendatang dari Pulau madura dan daerah kecil lainnya yang mengadu nasib di kota Surabaya. Maka Pemerintah Kota Surabaya bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah membentuk program penataan pedagang kaki lima melalui dibangun dan dibentuknya sentra PKL sebagai pusat pedagang kaki lima.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Efektivitas Pelaksanaan Program Pengembangan UKM di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Manado

Efektivitas Pelaksanaan Program Pengembangan UKM di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Manado

pelaksanaan program pengembangan Usaha Kecil dan Menengah yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Manado membantu meningkatkan usaha pelaku Usaha Kecil dan Menengah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terjadi peningkatan dalam pengembangan usaha pelaku Usaha Kecil dan Menengah. Dimana melalui pelaku usaha dimitrakan dengan perbankan dan BUMN dalam hal untuk mendapatkan bantuan modal usaha. Tapi untuk mendpatkan bantuan modal usaha tidak mudah, maka Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Manado berusaha secara maksimal mungkin membantu pelaku Usaha Kecil dan Menengah untuk mendapatkan bantuan modal secara merata. Karena dalam hal ini Dinas koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah hanya memfasilitasi pelaku Usaha Kecil dan Menengah dalam mendapatkan bantuan sosial, tidak memberikannya secara langsung.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

STRATEGI KOMUNIKASI PADA DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH PEMERINTAH KOTA SURABAYA ( Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pemerintah Kota Surabaya Dalam Penataan PKL).

STRATEGI KOMUNIKASI PADA DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH PEMERINTAH KOTA SURABAYA ( Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Komunikasi Pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pemerintah Kota Surabaya Dalam Penataan PKL).

Berdasarkan analisis data dan pembahasan dari hasil penelitian maka dapat dikemukakan bahwa strategi komunikasi pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pemerintah Kota Surabaya dalam penataan PKL adalah dengan mensosialisasikan sentra PKL. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan cara memberikan bintek (bimbingan teknis), rapat koordinasi, dan penyuluhan dengan mendatangkan narasumber yang kompeten serta mengajak Dinas-Dinas Pemerintahan lain untuk bekerja sama mensosialisasikan aturan-aturan mereka (sesuai Perda) kepada PKL dan melakukan pendekatan kepada PKL untuk memberikan pemahaman kepada pedagang tersebut dengan maksud dan tujuan program penataan PKL itu sendiri. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Willbur Schramm bahwa kesamaan dalam bidang pengalaman sumber dan sasaranlah yang sebenarnya dikomunikasikan, karena bagian sinyal itulah yang dianut sama oleh sumber dan sasaran serta komunikasi sebagai interaksi dengan kedua pihak yang menyandi, menafsirkan, menyandi balik, mentransmisikan dan menerima sinyal. Mengajak Jawa Pos sebagai media partner yang rutin dilakukan satu minggu sekali guna menyebar luaskan informasi kepada masyarakat khususnya PKL sebagai strategi komunikasinya.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

KINERJA DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN UNTUK MEMINIMALISIR KOPERASI PASIF DI KOTA SURAKARTA.

KINERJA DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN UNTUK MEMINIMALISIR KOPERASI PASIF DI KOTA SURAKARTA.

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dilihat dari indikator input, output dan income masih tergolong kurang maksimal. Dalam indikator input dikaji mengenai program kegiatan, SDM dan dana tidak ada kendala. Pada indikator output dikaji mengenai strategi dan sasaran, untuk indikator output masih kurang, karena program pengawasan belum tepat sasaran. Sedangkan outcome merupakan hasil kinerja Dinas Koperasi dalam waktu 1 tahun dan hasilnya belum maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini kinerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam melakukan pengawasan untuk meminimalisir koperasi pasif di Kota Surakarta belum berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pembinaan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pemerintah Kota Surabaya Terhadap PKL Lapangan Karah Surabaya.

Pembinaan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pemerintah Kota Surabaya Terhadap PKL Lapangan Karah Surabaya.

pembinaan berupa penataan PKL ikan segar maksud dan tujuan memberikan kesempatan berjualan bagi PKL dan menata keindahan jalan di pinggir jembatan Karah yang dimanfaatkan Pedagang kaki Lima pada pagi hari dan sore. Arah kebijakan penataan ini diarahkan dalam kondisi yang tidak membuat lingkungan menjadi kumuh, dalam hal ini harus dilakukan penanganan secara terpadu oleh dinas-dinas terkait khususnya dinas koperasi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Pemkot Surabaya berjalan sejak tahun 2008 sampat saat ini.

129 Baca lebih lajut

Visi dan aksi dinas koperasi dan usaha kecil menengah dalam pembinaan ekonomi usaha kecil menengah di kota Palangka Raya

Visi dan aksi dinas koperasi dan usaha kecil menengah dalam pembinaan ekonomi usaha kecil menengah di kota Palangka Raya

Namun, Pihak Dinas Koperasi dan UKM tidak berdiam diri begitu saja. Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah, Dinas Koperasi dan UKM mereka memiliki cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu melakukan kemitraan dengan pihak luar yang memang juga mengadakan pembinaan berupa pelatihan terhadap pelaku usaha kecil menengah baik yang ada di Kalimantan tengah khusunya Kota Palangka Raya maupun di luar provinsi kalimantan tengah. Dengan cara merekomendasikan pelaku usaha yang sudah di pilih dan dirasa layak untuk dibina namun Dinas Koperasi dan UKM tidak mampu membinanya karena kekurangan anggaran tersebut maka pihak Dinas akan merekomendasikan peserta tersebut kepada pihak luar yang memang diajak bermitra tersebut, yang kemudian selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh pihak mitra tersebut. Mitra tersebut biasanya dari perbankan ataupun Dinas dari luar provinsi kalimantan tengah, ada juga pembinaan dan pelatihan yang diadakan oleh pihak kementrian maupun pihak Dinas di luar Dinas Koperasi dan UKM yang memang melakukan pembinaan terhadap usaha kecil menengah, disini Dinas Koperasi dan UKM hanya bertindak sebagai informan dan pihak yang merekomendasikan pelaku usaha kecil menengah yang perlu dibina tersebut.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN BEKASI 2015

DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN BEKASI 2015

Bersama ini kami mengajukan permohonan agar Koperasi Syariah Silaturahim Pemuda Pemudi Cibitung atau yang disebut Koperasi Syariah SIPITUNG dicatat dan diteruskan kepada pejabat yang berwenang untuk mendapat pengakuan sebagai Badan Hukum. Sesuai dengan ketentuan dalam Undang – undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, berikut kami lampirkan dokumen yang diperlukan, yaitu :

29 Baca lebih lajut

Analisis Kinerja Keuangan Koperasi pada Koperasi Serba USAha (Ksu) Rejosari Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru

Analisis Kinerja Keuangan Koperasi pada Koperasi Serba USAha (Ksu) Rejosari Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru

rasio Koperasi Serba Usaha (KSU) Rejosari sebesar 833,60%, 497,56%, 601,29%, 858,39% dan 864,01 % yang artinya tingkat current rasio berada dalam katagori tidak baik. Dengan demikian rasio likuiditas pada current rasio dari tahun 2011 s.d tahun 2015 tidak mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat likuiditas Koperasi Serba Usaha (KSU) Rejosari dari tahun 2011 s.d tahun 2015 tidak baik, hal ini menunujukkan bahwa pengelolaan aktiva lancar Koperasi Serba Usaha (KSU) Rejosari kurang bagus karena masih banyak aktiva yang mengganggur atau kas tidak digunakan sebaik mungkin.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah di Night Market Ngarsopuro oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Surakarta.

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah di Night Market Ngarsopuro oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Surakarta.

Kota surakarta memiliki berbagai keunggulan potensi yang salah satunya adalah Night Market ngarsopuro yang merupakan salah satu pusat UMKM di kota Surakarta. Kawasan Ngarsopuro merupakan kawasan the art and cultural street yang mencuatkan citra seni dan budaya.

9 Baca lebih lajut

Pembinaan Dinas Koperasi dan UMKM kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Industri Alas Kaki di Kabupaten Magetan

Pembinaan Dinas Koperasi dan UMKM kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Industri Alas Kaki di Kabupaten Magetan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magetan kepada UKM di industri alas kaki Magetan dilakukan melalui lima aspek kegitan, yaitu: 1) pelatihan; 2) magang; 3) konsultasi; 4) fasilitator; 5) pendampingan. Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magetan menonjol pada aspek kegiatan fasilitator. Pembinaan ini bertujuan untuk mengembangkan UMKM menjadi lebih maju. Namun demikian, pembinaan yang telah dilakukan belum sepenuhnya mengatasi permasalahan UMKM dan mengupayakan kesejahteraan pelaku UMKM. Manajemen usaha yang diterapkan dalam UMKM di industri alas kaki Magetan belum berubah dari manajemen kekeluargaan menjadi manajemen profesional atau hanya menerapkan pembukuan sederhana. Lebih dari 50% UMKM yang terdaftar di Dinas masih memiliki pekerja <10 dan hanya 14% UMKM memiliki omset >50 juta rupiah. Aspek pendukung dari kesuksessan pembinaan adalah sikap mau berkembang dari pelaku UMKM dan adanya kerjasama pemerintah dengan usaha besar dalam pembinaan. Hambatan dari terselenggaranya pembinaan ini adalah kurangnya komunikasi antara kedua belah pihak dan keterbatasan dana anggaran untuk pembinaan UMKM di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magetan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ANALISIS PERAN DINAS KOPERASI DAN UMKM DALAM PEMBINAAN DAN PELATIHAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN PRINGSEWU

ANALISIS PERAN DINAS KOPERASI DAN UMKM DALAM PEMBINAAN DAN PELATIHAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN PRINGSEWU

kelembagaannya mapan dan inklusif (inclusive economic institutions) cenderung kinerja ekonominya bagus. Negara ini ditandai oleh kepemilikan hak privat yang aman, sistem hukum yang tidak bias dan penyediaan layanan publik yang luas. Sebaliknya Negara yang kelembagaan nya buruk atau ekstraktif (extractive economics institutions) mempunyai kinerja ekonomi yang jelek, misalnya pertumbuhan ekonomi yang tidak berlanjut, produktivitasnya rendah, dan kesejahteraan nya ekonomi terbatas. Disebut extraktiv karena peningkatan kesejahteraan/pendapatan oleh salah satu orang/kelompok diperoleh dengan cara menghisap kesejahteraan/pendapatan orang/kelompok lain. Karakteristik ini antara lain terjadi di Zimbabwe, korea utara, argentina dan kolumbia.Dalam jangka panjang kelembagaan tidak berhenti hanya menjadi fasilisator bagi pencapaian investasi dan kewirausahaaan (entrepreneurship). Tugas terpenting dari kelembagaan adalah menciptakan pasar (market-creating) yang bisa melindungi hak kepemilikan dan melaksanakan kontrak.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects