Top PDF ANALISIS MERKURI (Hg) PADA KRIM PEMUTIH WAJAH YANG BEREDAR DI KOTA MANADO

ANALISIS MERKURI (Hg) PADA KRIM PEMUTIH WAJAH YANG BEREDAR DI KOTA MANADO

ANALISIS MERKURI (Hg) PADA KRIM PEMUTIH WAJAH YANG BEREDAR DI KOTA MANADO

Merkuri merupakan bahan aktif yang berbahaya, yang ditambahkan ke dalam krim pemutih, Merkuri dapat menyebabkan perubahan warna kulit, yaitu bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi, serta dapat menyebabkan kelainan pada ginjal, kerusakan permanen pada otak dan gangguan perkembangan janin. Untuk itu perlu dilakukan analisis merkuri secara kualitatif dan kuantitatif pada krim pemutih, dalam berbagai merk dagang yang beredar di Kota Manado. Penelitian yang dilakukan berdasarkan penelitian deskriptif. Sampel krim yang diteliti sebanyak 6 sampel. Analisis merkuri secara kualitatif sebagai penentuan indikator warna, dan analisis kuantitatif menggunakan Mercury Analyzer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada keenam sampel yang diamati terdapat 2 sampel yang mengandung merkuri, yaitu dengan kadar 229,38 ppm dan 101,17 ppm. Penggunaan merkuri dalam kosmetik tidak boleh lebih dari 1 µg/mL atau 1 ppm sesuai aturan dari BPOM.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Merkuri Pada Merk Krim Pemutih Wajah dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Analisis Merkuri Pada Merk Krim Pemutih Wajah dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni, et al (2018) menyatakan bahwa dari lima sampel yang diteliti semua positif mengandung merkuri dengan kadar 51,576 ppm sampai 3886,776 ppm. Mengingat akan kandungan merkuri dalam krim pemutih wajah yang masih banyak beredar terutama pada krim yang tidak teregistrasi BPOM RI, sehingga menimbulkan efek karsinogen dan teratogen bagi tubuh, maka dari itu penulis tertarik melakukan penelitian mengenai analisis merkuri (Hg) pada beberapa merek krim pemutih wajah yang dijual di pasaran di Kota Bukittinggi menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI PASARAN KOTA MAKASSAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE  SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

ANALISIS KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI PASARAN KOTA MAKASSAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli tahun 2018 di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar dan Laboratorium Kimia Stikes Pelamonia. Populasinya adalah Krim pemutih yang beredar di pasaran kota Makassar dan Sampel yang digunakan di ambil dari populasi berdasarkan rumus purposive sampling sebanyak 5 merek kosmetik yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Alat yang digunakan adalah cawan porselen, corong gelas, gelas kimia 5 ml,10 ml dan 100 ml, labu ukur 100 ml dan pipet volume, pipet mikro, rak tabung, spektrofotometer serapan atom (SSA) dan Mercury Vaporizer Unit (MVU). Uji Kualitatif
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA KRIM PEMUTIH WAJAH TIDAK TERDAFTAR YANG BEREDAR DI PASAR INPRES KOTA PALU | Rohaya | Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) 8143 26741 1 PB

ANALISIS KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA KRIM PEMUTIH WAJAH TIDAK TERDAFTAR YANG BEREDAR DI PASAR INPRES KOTA PALU | Rohaya | Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) 8143 26741 1 PB

Merkuri anorganik dalam krim pemutih (yang mungkin tidak dicantumkan pada labelnya) bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama. Hal ini didasarkan pada sifat toksik merkuri yang tinggi. Krim yang mengandung merkuri, awalnya memang terasa manjur dan membuat kulit tampak putih dan sehat, tetapi lama- kelamaan, kulit dapat menghitam dan menyebabkan jerawat parah. Selain itu, pemakaian merkuri dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kanker kulit, kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru-paru, dan jenis kanker lainnya (Christiani, 2009).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisa Kadar Logam Berat Merkuri (Hg) Pada Krim Pemutih Yang Beredar Di Daerah Percut Sei Tuan Sampali Secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Analisa Kadar Logam Berat Merkuri (Hg) Pada Krim Pemutih Yang Beredar Di Daerah Percut Sei Tuan Sampali Secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti akan melihat keberadaan kadar merkuri pada beberapa bahan kosmetik pemutih wajah yang banyak beredar di Percut Sei Tuan Sampali. Analisis Krim Pemutih Wajah Yang Beredar Di Daerah Percut Sei Tuan Sampali dilakukan uji secara kuantitatif Spektrofotometri Serapan Atom. Pada penelitian ini dibatasi pada krim pemutih yang tidak berlegalitas Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

6 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Merkuri Pada Krim Pemutih Yang Beredar Di Kota Manado

Analisis Kandungan Merkuri Pada Krim Pemutih Yang Beredar Di Kota Manado

Analisis merkuri pada krim pemutih yang beredar di Kota Manado dengan menggunakan sampel A, B, C, D, E, F, G, H, I, J dilakukan uji warna sebagai analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dengan metode Spektrofotometri Serapan (SSA). Dalam melakukan uji warna bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya merkuri dalam sampel krim pemutih digunakan larutan KI 0,5 N, hasil menunjukan positif jika terjadi endapan merah orange, sedangkan metode Spektrofotometri Serapan Atom digunakan untuk mengukur absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang (Khopkar, 2002).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Logam Timbal, Kadmium dan Merkuri dalam Produk Krim Pemutih Wajah

Analisis Kandungan Logam Timbal, Kadmium dan Merkuri dalam Produk Krim Pemutih Wajah

facial cream di bawah standar yang ditetapkan WHO yaitu 10 ppm sedangkan kandungan kadmium pada sampel facial cream di atas standar yang ditetapkan WHO yaitu 0,3 ppm. Selain itu, Claudia dkk (2011) melakukan penelitian terhadap kandungan merkuri dalam krim pemutih di Pasar Meksiko, menunjukkan dari total 16 sampel krim pemutih terdapat 6 produk terdeteksi mengandung merkuri. Berdasarkan uraian di atas, diperlukan penelitian terhadap kandungan logam timbal, kadmium dan merkuri dalam krim pemutih wajah (krim siang dan krim malam) yang beredar di Pekanbaru. METODE PENELITIAN
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH WAJAH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

ANALISIS HIDROKUINON PADA KRIM PEMUTIH WAJAH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

resep dokter (BPOM RI, 2007). Oleh karena itu, penggunaan hidrokuinon dalam kosmetika dengan konsentrasi yang tinggi telah dilarang penggunaanya (Amponsah, 2010). Hasil investigasi dan pengujian laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) tahun 2006 dan 2007 terhadap kosmetika yang beredar, ditemukan beberapa bahan yang dilarang digunakan dalam kosmetika. Salah satu bahan diantaranya adalah hidrokuinon dengan konsentrasi > 2 % (BPOM RI, 2007). Aryani, dkk (2010) di Kota Surabaya menemukan kandungan hidrokuinon dengan kadar 9,74% dan 3,48 %. Sarah (2014) di Kabupaten Sidoarjo menemukan kandungan hidrokuinon pada krim pemutih dengan kadar 4,05% dan 3,09%. Selain itu, potensi penggunaan hidrokuinon di salon-salon kecantikan juga tergolong sangat besar.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS PENETAPAN KADAR HIDROKUINON PADA KOSMETIK KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI BEBERAPA TEMPAT DI KOTA BANDUNG

ANALISIS PENETAPAN KADAR HIDROKUINON PADA KOSMETIK KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI BEBERAPA TEMPAT DI KOTA BANDUNG

Suatu produk kosmetika yang tidak memiliki nomor registrasi, kemungkinan memiliki kandungan zat-zat yang tidak diizinkan pemakaiannya atau memiliki kadar yang melebihi ketentuan, sehingga dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Bahkan ada juga produsen yang mencantumkan nomor registrasi pada produk kosmetiknya, walaupun nomor tersebut bukan nomor resmi dari BPOM. Hal yang perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan kandungan bahan-bahan pemutih berbahaya seperti hidrokuinon dan merkuri yang terdapat pada produk kosmetik (BPOM RI, 2007).

7 Baca lebih lajut

Analisis Kandungan Merkuri pada Krim Pemutih yang Beredar di Pasar Tomohon dan Tondano

Analisis Kandungan Merkuri pada Krim Pemutih yang Beredar di Pasar Tomohon dan Tondano

Hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan selama 1 semester tahun 2016 ditemukan 43 jenis kosmetika mengandung bahan berbahaya yang terdiri dari rias mata, rias wajah, perawatan kulit, sediaan mandi, dan sediaan kuku. Bahan berbahaya yang teridentifikasi dalam produk kosmetika tersebut seperti merkuri, hidrokuinon dan lain-lain (Rakhmina, 2017). Tujuan utama dari merkuri adalah memutihkan wajah. Mekanisme kerja merkuri klorida (HgCl2) dalam kulit sendiri adalah melalui pelepasan asam klorida yang dapat menyebabkan pengelupasan kulit pada lapisan epidermis, sedangkan senyawa merkuri amino klorida memiliki aktivitas menghambat kerja enzim tirosinase yang menghambat pembentukan melanin (Mayaserli dan Weni, 2016).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KANDUNGAN HIDROKINON PADA KRIM PEMUTIH WAJAH YANG BEREDAR DI KOTA SURAKARTA.

ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KANDUNGAN HIDROKINON PADA KRIM PEMUTIH WAJAH YANG BEREDAR DI KOTA SURAKARTA.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pemeriksaan kualitatif terdapat 3 sampel yang mengandung hidrokinon yaitu sampel O dengan Rf sampel dan Rf hidrokinon standar 0,34 cm, sampel G dengan Rf 0,32 cm dan Rf hidrokinon standar 0,3 cm dan sampel K dengan Rf 0,32 cm dan Rf hidrokinon standar 0,3 cm, sedangkan kadar hidrokinon pada sampel yang diperiksa secara kuantitatif adalah 0,074 % untuk sampel krim O, 0,127 % b/b untuk sampel krim G, dan 0,152 % b/b untuk sampel krim K.

15 Baca lebih lajut

PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DALAM SEDIAAN KRIM MALAM PEMUTIH YANG BEREDAR DI SALAH SATU SWALAYAN DI PURWOKERTO

PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DALAM SEDIAAN KRIM MALAM PEMUTIH YANG BEREDAR DI SALAH SATU SWALAYAN DI PURWOKERTO

Hidrokuinon telah dikenal sebagai bahan aktif dalam sediaan kosmetik pemutih. Enam (6) merk krim malam pemutih telah diambil secara acak dari salah satu swalayan di Purwokerto. Kandungan hidrokuinon dalam sampel krim malam pemutih diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan menggunakan metanol: kloroform (1:1) sebagai fase gerak dan silika gel F 254

15 Baca lebih lajut

ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN PADA ETIKA IKLAN Studi Kasus pada Iklan Produk Krim Pemutih Wajah Pond’s

ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN PADA ETIKA IKLAN Studi Kasus pada Iklan Produk Krim Pemutih Wajah Pond’s

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsi konsumen berdasarkan usia responden, pendidikan responden, dan merk krim pemutih wajah yang digunakan responden. Untuk pengujian hipotesis 1, digunakan Anova Oneway. Dari hasil pengujian tersebut, diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi konsumen pada etika iklan produk krim pemutih wajah Pond’s berdasarkan usia responden. Hal ini dapat diketahui dari nilai p > 0,05 (p = 0,765). Untuk pengujian hipotesis 2 dan hipotesis 3, digunakan Independent Sample t-Test. Dari hasil pengujian hipotesis 2, diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi konsumen pada etika iklan produk krim pemutih wajah Pond’s berdasarkan pendidikan responden. Hal ini diketahui dari nilai p > 0,05 (p = 0,973) Untuk pengujian hipotesis 3, diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi konsumen pada etika iklan produk krim pemutih wajah Pond’s berdasarkan merk krim pemutih wajah yang digunakan responden. Hal ini diketahui dari nilai p > 0,05 (p = 0,144). Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat dinyatakan bahwa hipotesis pertama, kedua, dan ketiga yang menyatakan ada perbedaan persepsi konsumen pada etika iklan produk krim pemutih wajah tidak terbukti. Ini dilihat dari nilai p yang semuanya menunjukkan nilai yang lebih besar dari 0,05 (p > 0,05).
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASI KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA URINE PENGGUNA SERUM PEMUTIH WAJAH DENGAN UJI KUALITATIF

IDENTIFIKASI KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA URINE PENGGUNA SERUM PEMUTIH WAJAH DENGAN UJI KUALITATIF

Salah satu bahan yang berbahaya yang terdapat di dalam kosmetik yaitu merkuri. Merkuri adalah satu-satunya logam berat yang berbentuk cair pada suhu kamar (25 C). Dalam sistem periodik, Hg mempunyai nomor atom 80. Sebelum diketahui beracun, merkuri telah banyak digunakan oleh manusia untuk kebutuhan hidup, yaitu untuk pengobatan penyakit sifilis pada abad ke-15, sebagai pembersih luka, sebagai komponen merkuri organik untuk diuretia, dan sampai bertahun-tahun digunakan sebagai bahan kosmetik [3] .

7 Baca lebih lajut

ANALISIS KEPERCAYAAN PASAR PADA PRODUK PEMUTIH WAJAH

ANALISIS KEPERCAYAAN PASAR PADA PRODUK PEMUTIH WAJAH

Adapun populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswi Universitas Katolik Soegijapranata Fakultas Ekonomi yang menggunakan dan tidak menggunakan produk pemutih wajah. Maka total sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang terdiri dari 15 pemakai dan 15 bukan pemakai, hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu adanya keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya sehingga tidak dapat mengambil sampel terlalu besar. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Dalam penelitian ini dilakukuan dan menggunakan teknik analisis yang didasarkan pada pemahaman secara teoristis mengenai masalah yang dibahas. Sedangkan untuk pengolahan dan pembahasan atas data yang diperoleh dalam penelitian ini dilakukan dengan metode isi (content analysis).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Klorin Pada Beras Yang Beredar Di Pasar Kota Manado

Analisis Klorin Pada Beras Yang Beredar Di Pasar Kota Manado

Dari hasil penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa pada sembilan sampel beras yang beredar di pasar kota Manado yang dianalisis dengan metode pengujian reaksi warna dan metode titrasi iodometri membuktikan sembilan sampel beras tersebut tidak teridentifikasi adanya klorin yang dilarang.

5 Baca lebih lajut

Penetapan kadar hidrokuinon dalam krim pemutih berbagai merk yang beredar di Yogyakarta dengan metode spektrofotometri visibel.

Penetapan kadar hidrokuinon dalam krim pemutih berbagai merk yang beredar di Yogyakarta dengan metode spektrofotometri visibel.

pemecahan sistem emulsinya juga berbeda tergantung jenis surfaktan yang digunakan. Oleh karena itu, penulis mengacu pada metode pembuatan krim simulasi secara umum yaitu menggunakan surfaktan nonionik seperti tween 80 sehingga dalam sampel, emulsi dirusak dengan cara menambahkan salah satu fase dari emulsi yaitu fase air yang terdapat dalam campuran aquadest : metanol (1:1 v/v). Adanya metanol dalam campuran aquadest : metanol ini bertujuan untuk menarik hidrokuinon dari sistem emulsi karena hidrokuinon larut dalam metanol. Pemanasan dalam waterbath pada suhu 60 0 C dilakukan untuk membantu proses penarikan hidrokuinon agar lebih optimal. Preparasi sampel ini dilakukan untuk mendapatkan hidrokuinon yang telah terpisah dari komponen lain dalam sampel krim sehingga dapat digunakan untuk penetapan kadar hidrokuinon dari sampel krim pemutih.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Penggunaan Krim Pemutih Wajah Dengan Terjadinya Telangiektasis Pada Para Model Sanggar Insix Di Pontianak

Hubungan Antara Penggunaan Krim Pemutih Wajah Dengan Terjadinya Telangiektasis Pada Para Model Sanggar Insix Di Pontianak

Beberapa krim pemutih wajah mengandung bahan berbahaya penyebab toksisitas yang tinggi terhadap organ tubuh seperti ginjal, saraf, iritasi (kemerahan, pembengkakan kulit), alergi, perubahan warna kulit serta kehitam - hitaman, kanker kulit, tampak bercak, berjerawat dan kulit menipis, serta perih bila terkena matahari. 3 Efek samping dari penggunaan pemutih kulit, dapat juga berupa striae, purpura, hipertrikosis setempat, dermatitis perioral, telangiektasis, eritema, serosis, hiperpigmentasi dan photosensitif. Telangiektasis merupakan pelebaran pembuluh darah di permukaan kulit dengan diameter 0,1 sampai 1 milimeter. Faktor genetik dapat berperan dalam terjadinya telangiektasis, namun hal tersebut juga terkait oleh penggunaan steroid topikal yang sering, berkepanjangan dan paparan sinar matahari. Epidemiologi dari telangiektasis di Amerika menunjukkan, telangiektasis banyak terjadi pada seseorang yang memiliki warna kulit putih
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS KUALITATIF MERKURI PADA LOTION PEMUTIH YANG DIJUAL DI ONLINE SHOP DAERAH KOTA BANJARMASIN

ANALISIS KUALITATIF MERKURI PADA LOTION PEMUTIH YANG DIJUAL DI ONLINE SHOP DAERAH KOTA BANJARMASIN

Setelah di uji ternyata didapat hasil yang berbeda-beda dari setiap sampel dengan pereaksi yang sama maupun dengan pereaksi yang berbeda. Hal ini mungkin disebabkan karena sedikitnya kandungan merkuri yang ada pada lotion pemutih sehingga kurang bisa terdeteksi dengan reaksi selektif pada uji kualitatif atau mungkin disebabkan adanya faktor-faktor penganggu dalam larutan sampel. Faktor penggangu adalah pengotor yang terbentuk saat proses pemisahan ion dalam proses destruksi basah.

7 Baca lebih lajut

Penentuan Hidrokuinon dalam Sampel Krim Pemutih Wajah secara Voltammetri Menggunakan Screen Printed Carbon Electrode (SPCE)

Penentuan Hidrokuinon dalam Sampel Krim Pemutih Wajah secara Voltammetri Menggunakan Screen Printed Carbon Electrode (SPCE)

Data E pa , E pk , I pa , I pk ditunjukkan pada tabel 1, dari data tersebut dapat diketahui bahwa reaksi yang terjadi yaitu reversible atau quasi reversible, tergantung pada pH larutan hidrokuinon. Hal ini terlihat dari perbandingan arus puncak anoda dan katoda (I pa /I pk ). Pada pH 6 harga I pa /I pk ~ 1, jadi jika ditinjau dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa pada pH 6 reaksi hidrokuinon menjadi kuinon berlangsung reversible. Reaksi reversible juga dapat ditinjau dari perbedaan potensial puncak anoda dan katoda (ΔE p ),yang mana setara dengan 59/n mV (Scholz, 2010). Reaksi redoks hidrokuinon menjadi kuinone melibatkan dua elektron sehingga jika didasarkan harga ΔE p reaksi reversible terjadi pada pH 7. Pada pH basa, hidrokuinon mengalami reaksi auto oksidasi secara cepat dengan molekul oksigen di udara bebas menghasilkan larutan berwarna coklat (Gillner et al., 1994). Selain itu, arus puncak anodik paling tinggi dihasilkan pada pH 2, sehingga untuk analisis dengan voltammetri denyut diferensial digunakan pH 2 walaupun reaksi yang terjadi quasi reversible (100 mV <ΔE p < 200 mV).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects